DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
jagoiklan
HTML https://jagoiklan.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: Movie Reviews
*****************************************************
#Post#: 132--------------------------------------------------
Review Film: Ready Player One, Nostalgia yang Memuaskan Para Mov
ie Geek
By: jagoiklan Date: May 22, 2018, 3:41 am
---------------------------------------------------------
[img width=500
height=322]
HTML http://oi67.tinypic.com/23w16kj.jpg[/img]
Ada dua sisi dari seorang Steven Spielberg. Di satu sisi, ia
adalah sutradara yang mampu menggarap film-film Oscar-bait
bertema serius, seperti Lincoln (2012), Bridge of Spies (2015),
atau film terakhirnya pada bulan Januari lalu, The Post (2017).
Di sisi lain, Spielberg juga memiliki sisi anak kecil yang gemar
menciptakan film-film bergenre sci-fi dan adventure. Sebut saja
E.T. the Extra-Terrestrial (1982) atau Jurassic Park (1993) yang
sukses dinikmati penonton segala usia. Film-film Spielberg
selalu membawa terobosan baru bagi dunia perfilman, dan
sekaligus menjadi instant classic yang selalu terkenang di hati
penonton.
Bagaimana jika anak-anak yang hidup di era tersebut, yang kini
telah beranjak dewasa, ingin kembali bernostalgia ke masa kecil?
Ready Player One menjadi jawabannya.
[img width=500
height=250]
HTML http://oi65.tinypic.com/2hs4vmo.jpg[/img]
Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ernest Cline, Ready
Player One menceritakan Wade Watts (Tye Sheridan), remaja yang
hidup di tahun 2045. Di zaman ini, global warming sudah meluas
dan keadaan ekonomi memburuk.
Satu-satunya pelarian bagi Wade yang hidup miskin di lingkungan
kumuh adalah bermain di dunia virtual reality OASIS. Layaknya
internet, para user OASIS bisa menyamarkan dirinya menjadi
avatar apa saja yang mereka inginkan. Avatar Wade sendiri
bernama Perzival, laki-laki pirang yang mengendarai DeLorean,
mobil dari film Back to the Future.
Satu-satunya teman Perzival adalah Aech (Lena Waithe), pria
bertubuh besar yang belum pernah ditemuinya di dunia nyata.
Bersama Aech, Perzival berusaha memecahkan misteri Easter Egg
yang disembunyikan oleh mendiang James Halliday (Mark Rylance),
sang pencipta OASIS. Siapapun yang dapat menemukan Easter Egg
ini akan menjadi pewaris OASIS berikutnya.
Seluruh dunia pun berlomba-lomba menjadi pemenangnya, termasuk
Nolan Sorrento (Ben Mendelsohn), CEO perusahaan IOI yang ingin
menguasai OASIS. Di sinilah Perzival bertemu Art3mis (Olivia
Cooke), sesama Egg Hunter yang mencuri hatinya. Apakah Art3mis
kawan atau lawan? Berhasilkah mereka menemukan Easter Egg?
[img width=500
height=250]
HTML http://oi67.tinypic.com/2rfwwp5.jpg[/img]
Seperti yang sudah kita lihat di trailer, Ready Player One
sangat sarat dengan referensi pop culture. Film ini diramaikan
oleh tokoh-tokoh dari berbagai film dan game lainnya, seperti
robot The Iron Giant, King Kong, boneka Chucky, video game
8-bit, dan masih banyak lagi.
Tidak cuma karakter monster, film ini juga menampilkan referensi
film Stanley Kubrick dan John Hughes, dua sutradara populer di
era 80-an. Tentunya hal ini menjadi daya tarik utama dari Ready
Player One, yang dapat dinikmati oleh para geeks dan moviegoers.
Sebaliknya, referensi tersebut justru dapat menjadi bumerang
bagi Ready Player One. Penonton yang tidak tahu pop culture
lawas bisa jadi tidak mengerti istilah-istilah dan inside joke
yang bertebaran di film ini.
Walaupun sang tokoh utama, Wade Watts adalah remaja, tapi Ready
Player One rasanya lebih cocok untuk penonton berusia 25 tahun
ke atas, alias mereka yang pernah merasakan tumbuh besar di
tahun 90-an. Jadi sebelum kamu nonton Ready Player One, pastikan
kamu punya wawasan pop culture yang cukup luas, ya!
Selain karakter yang kurang digali, dari segi cerita Ready
Player One memang memiliki plot hole di sana-sini. Penonton pun
akan sulit memahami cara kerja OASIS pada awalnya. Tapi jangan
khawatir, seiring cerita berjalan, kamu akan dibuat terpesona
oleh CGI canggih dan ide-ide futuristik yang belum pernah ada
sebelumnya.
[img width=500
height=250]
HTML http://oi68.tinypic.com/2moxt1c.jpg[/img]
Ready Player One tak melulu menyajikan adegan laga yang intens,
namun juga terselip pesan-pesan yang dekat dengan kehidupan
modern kita sehari-hari. Misalnya keinginan Wade untuk lari dari
kenyataan dan mencari makna di dunia maya. Sosok James Halliday
yang jenius tapi kesepian, juga berhasil ditampilkan dengan baik
oleh aktor senior Mark Rylance.
Spielberg berhasil menyentuh hati penonton lewat scoring klasik
khas film-film masa kecil, yang mengingatkan kita akan nuansa
E.T. atau Back to The Future. Tidak heran, karena skor musiknya
digarap oleh Alan Silvestri, komposer di balik film Back to the
Future itu sendiri.
Dengan jalan cerita seru dan efek visual yang memukau, Ready
Player One memberikan cinematic experience yang luar biasa,
sekaligus mengajak kita bernostalgia dan membangkitkan kembali
jiwa anak-anak dalam diri kita. Suatu keajaiban yang hanya bisa
diciptakan oleh Steven Spielberg seorang.
HTML https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/review-film-ready-player-one-steven-spielberg/
*****************************************************