DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ KISAH DAN BIOGRAFI
*****************************************************
#Post#: 1015--------------------------------------------------
Biografi Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 8:25 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Biografi Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab
Februari 4, 2008 oleh: Wira Mandiri Bachrun. Disalin kembali
(Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-asy-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/[size=11pt]
[size=12pt]Biografi Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab berikut
ini disusun oleh Abdurrazzaq ibn Shalih An-Nahmi, salah seorang
thalibul ilmi di Darul Hadits Dammaj, di mana riset beliau
terhadap karya Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdulwahhab yang berjudul
“Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah” mendapat pujian dari banyak ulama
Yaman. Setidaknya lima orang ulama besar Yaman memberikan
rekomendasi untuk membaca hasil riset beliau tersebut yang insya
Allah dalam waktu dekat akan hadir terjemahannya di negeri kita
biidznillahi ta’ala.
Biografi Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab yang beliau tulis
adalah sebagai berikut:
Nasab dan pertumbuhan beliau
Beliau adalah Asy-Syaikh Al-Imam Al-Mujaddid Syaikhul Islam
Muhammad ibn Abdul Wahhab ibn Sulaiman ibn Ali ibn Muhammad ibn
Ahmad ibn Rasyid ibn Barra ibn Musyrif At-Tamimi.
Kelahiran Beliau
Beliau rahimahullah dilahirkan pada tahun 1115 dari Hijrah Nabi
–semoga shalawat dan salam yang paling afdhal tercurah atas
beliau- di kota ‘Uyainah yang masih masuk wilayah Najd, sebelah
barat dari kota Riyadh, jaraknya dengan kota Riyadh sekitar
perjalanan 70 km.
Pertumbuhan Beliau
Beliau tumbuh dan besar di negeri ‘Uyainah dan menimba ilmu di
sana. Beliau hafal Al-Qur’an sebelum umur 10 tahun. Beliau
seorang yang jenius dan cepat memahami. Di bawah asuhan bapaknya
sendiri beliau belajar fikih mazhab Hambali, tafsir, hadits,
aqidah dan beberapa bidang ilmu syar’i serta bahasa. Beliau
sangat menaruh perhatian besar terhadap kitab-kitab Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyim rahimahumallah,
sehingga beliau terpengaruh oleh keduanya dan berjalan di atas
jalan mereka dalam mementingkan masalah aqidah yang benar,
mendakwahkannya, membelanya dan memperingatkan dari perbuatan
menyekutukan Allah, bid’ah serta khurafat.
Perjalanan beliau dalam menuntut ilmu
Beliau mengadakan rihlah (perjalanan) menuju Mekkah untuk
menunaikan kewajiban haji dan mencari bekal ilmu syar’i.
Kemudian beliau rihlah ke Madinah Nabawiyyah dan di sana bertemu
dengan dua syaikh yang alim lagi mulia, yang mana keduanya
mempunyai pengaruh terbesar dalam kehidupan beliau, mereka
adalah Asy-Syaikh Abdullah ibn Ibrahim ibn Saif An-Najdi dan
Asy-Syaikh Muhammad Hayah ibn Ibrahim As-Sindi. Lantas beliau
rihlah ke Bashrah dan beliau mendengarkan hadits, fikih dan
membacakan nahwu kepada gurunya sampai menguasainya. Kemudian
beliau rihlah ke daerah Ahsa’ dan bertemu dengan syaikh-syaikh
Ahsa’, di antaranya Abdullah ibn Abdul Lathif seorang hakim.
Kiprah Beliau dalam Menyerukan Tauhid
Beliau pulang ke daerah Huraimala’, karena ayah beliau dulunya
seorang hakim di ‘Uyainah, lantas terjadi pertentangan antara
beliau dengan pemimpin ‘Uyainah sehingga beliau pindah ke
Huraimala’ pada tahun 1139 dan menetap di sana menyeru kepada
tauhid dan memperingatkan dari kesyirikan sampai ayah beliau
meninggal pada tahun 1153 H.
Lantas sebagian orang-orang jelek lagi jahat melakukan
konspirasi untuk mencelakakan beliau disebabkan beliau
senantiasa mengingkari kefasikan dan kejahatan mereka,
sampai-sampai mereka hendak membunuh beliau. Kemudian beliau
beritahukan perihal mereka kepada beberapa orang sehingga
akhirnya mereka lari. Lalu setelah konspirasi tersebut berhasil
menyudutkan Asy-Syaikh, beliau pun berpindah ke ‘Uyainah dan
beliau tawarkan dakwahnya kepada pemimpin ‘Uyainah yang ketika
itu pemimpinnya adalah Utsman ibn Ma’mar.
Pimpinan ‘Uyainah pun menyambut beliau, membantunya,
mendukungnya dan bersama dengan beliau menghancurkan kubah Zaid
ibn Al-Khatthab dan menghancurkan beberapa kubah serta kubur
yang dibangun, bahkan bersama beliau merajam seorang wanita yang
datang mengaku telah berzina padahal dia muhshan (telah pernah
menikah -ed).
Ketika beliau menghancurkan kubah dan melakukan rajam dalam
masalah zina, maka menjadi masyhurlah perkara beliau dan
tersiarlah reputasi baik beliau. Masyarakat pun mendengar
tentang beliau, dan berdatangan dari berbagai daerah sekitarnya
membantu beliau sehingga semakin besarlah kekuatan beliau.
Kemudian, sampailah berita perbuatan Asy-Syaikh menghancurkan
kubah dan kubur serta penegakan hukum had kepada pemerintah
Ahsa’ dan sekutu-sekutunya. Hal ini membuat pemerintah Ahsa’
merasa khawatir terhadap kerajaannya dan memerintahkan kepada
Utsman ibn Ma’mar untuk membunuh Asy-Syaikh atau mengusirnya
dari ‘Uyainah. Jika tidak dilakukan, maka akan diputus upeti
darinya. Maka Utsman ibn Ma’mar akhirnya menerima desakan ini
dan memerintahkan Asy-Syaikh agar keluar dari ‘Uyainah dan
beliaupun keluar darinya menuju Dir’iyyah. Hal itu terjadi pada
tahun 1158 H.
Di Dir’iyyah beliau singgah sebagai tamu Muhammad ibn Suwailim
Al-‘Uraini, lantas pemimpin Dir’iyyah Muhammad ibn Su’ud
mengetahui akan kedatangan Asy-Syaikh. Dan disebutkan bahwa yang
memberitahukan kedatangan Asy-Syaikh adalah isteri Ibn Su’ud
sendiri.
Beberapa orang shalih mendatangi wanita tersebut dan berkata
kepadanya, “Beritahukan kepada Muhammad (Ibn Su’ud –[i]ed)
tentang orang ini! Semangatilah dia untuk mau membelanya dan
beri motivasi kepadanya agar mau mendukung serta
membantunya.”[/i]
Istri Muhammad adalah seorang wanita yang shalihah lagi
bertaqwa. Ketika sang amir Muhammad ibn Su’ud pemimpin Dir’iyyah
dan sekitarnya masuk menemui istrinya, istrinya pun berkata
kepadanya, “Bergembiralah dengan ghanimah (anugerah) yang besar
ini. Ini adalah ghanimah yang Allah kirimkan kepadamu, seorang
lelaki yang menyeru kepada agama Allah, menyeru kepada
Kitabullah, menyeru kepada sunnah Rasulullah. Sungguh betapa
ghanimah yang begitu besar. Bersegeralah menerimanya,
bersegeralah menolongnya, dan jangan kamu berhenti saja dalam
hal itu selamanya.”
Sang amir pun menerima saran istrinya dan sungguh bagus apa yang
dilakukannya rahimahullah. Amir pergi ke kediaman Muhammad ibn
Suwailim Al-‘Uraini dan berkata kepada Asy-Syaikh,
“Bergembiralah dengan pertolongan dan bergembiralah dengan
keamanan.”
Maka Asy-Syaikh berkata kepadanya, “Dan Anda juga bergembiralah
dengan pertolongan, bergembiralah dengan kekokohan dan kesudahan
yang terpuji. Ini adalah agama Allah, siapa yang menolongnya
niscaya Allah akan menolongnya. Siapa yang mendukungnya niscaya
Allah akan mendukungnya.”
Kemudian amir berkata kepada Asy-Syaikh, “Aku akan membaiatmu di
atas agama Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah.
Akan tetapi aku khawatir jika kami telah mendukungmu dan
membantumu lantas Allah memenangkanmu atas musuh-musuh Islam
lantas engkau menginginkan selain bumi kami dan berpindah dari
kami ke tempat lain.”
Maka Asy-Syaikh menanggapinya, “Bentangkan tanganmu, aku akan
membaiatmu bahwa darah dibalas dengan darah, kehancuran dengan
kehancuran dan aku membaiatmu untuk tetap tinggal bersama kalian
dan aku tidak akan keluar dari negerimu selamanya.”
Demikianlah, Asy-Syaikh tinggal di Dir’iyyah dalam keadaan
dihormati dan didukung sepenuhnya, menyeru kepada tauhid dan
memperingatkan dari syirik. Orang-orang pun berdatangan, baik
secara berkelompok maupun individu. Beliau mengajarkan aqidah,
Al-Qur’an Al-Karim, tafsir, fikih, hadits, musthalah hadits,
berbagai ilmu bahasa Arab dan tarikh.
Beliau biasa berkirim surat dengan para ulama dan umara dari
berbagai negeri dan penjuru, menyeru mereka kepada agama Allah
sehingga tersebarlah dakwah beliau. Setelah itu semakin
banyaklah kedengkian, mereka lantas berhimpun dan bersatu
menentang beliau. Maka amir mengobarkan jihad dengan pedang dan
tombak, dan peristiwa itu terjadi pada tahun 1158 H.
Asy-Syaikh membantunya sampai akhirnya dakwah beliau tersebar
menyeluruh sampai ke penjuru alam dan gaungnya masih senantiasa
bergema sampai hari ini.
Sanjungan para ulama terhadap beliau
Para ulama betul-betul mengenal Imam ini dan memberikan pujian
kepadanya, bahkan mereka sampai menulis biografi tentangnya. Di
antara mereka adalah Asy-Syaikh Husain ibn Ghanam. Beliau banyak
menulis tentang Asy-Syaikh, memujinya dan menyebutkan kisah
perjalanan hidupnya dalam kitab Raudhatul Anzhar wal Afham.
Di antara mereka juga Asy-Syaikh Utsman ibn Bisyr, yang
memujinya dalam kitab ‘Unwanul Majdi fi Tarikhi Majdin, dan
Asy-Syaikh Mas’ud An-Nadqi menulis tentang beliau dalam kitab
yang diberi judul Al-Mushlih Al-Mazhlum.
Di antara yang memuji beliau juga orang alimnya Yaman yaitu
Muhammad ibn Isma’il Al-Amir Ash-Shan’ani dalam sebuah qoshidah
panjang yang awalnya:
“Salam bagi Najd dan orang yang tinggal di Najd
Meskipun salamku dari kejauhan ini tiada berguna
Sungguh aku telah mendatangkan siraman kehidupan dari kaki bukit
Shan’a
Dia didik dan dia hidupkan dengan tertawanya guntur
Aku berjalan seperti orang yang digerakkan mencari angin, jika
kuberjalan
Wahai putera Najd kapan engkau akan beranjak dari Najd
Perjalananmu dan para penduduk Najd mengingatkanku akan Najd
Sungguh sepak terjangmu menjadikanku semakin cinta
Selamanya, dan bertanyalah kepadaku tentang seorang alim yang
singgah di negeri Najd
Dengannya terpetunjuk orang yang dulunya sesat dari jalan yang
lurus
Muhammad yang memberikan petunjuk kepada sunnah Ahmad
Alangkah indahnya yang memberi petunjuk dan alangkah indahnya
yang diberi petunjuk.”
Sampai beliau berkata,
“Sungguh telah datang berita darinya bahwa dia
mengembalikan kepada kita syariat yang mulia
dengan apa yang ditampakkannya
Dan dia sebarkan secara terang-terangan apa
yang disembunyikan oleh setiap orang bodoh
Dan ahli bid’ah, sehingga sesuailah dengan apa yang aku punya
Dia dirikan tiang-tiang syari’at yang dulunya roboh
Monumen-monumen yang padanya manusia tersesat dari petunjuk
Dengannya mereka mengembalikan makna Suwa dan yang semisalnya
Yaghuts dan Wadd, betapa jelek Wadd itu
Sungguh mereka menyebut-nyebut namanya ketika terjadi kesusahan
Sebagaimana seorang yang terpepet memanggil Dzat
tempat bergantung lagi Maha Esa
Betapa banyak sembelihan yang mereka persembahkan di
pelatarannya
disembelih untuk selain Allah secara terang-terangan disengaja
betapa banyak orang yang thawaf di sekitar kubur sambil mencium
dan mengusap pojok-pojoknya dengan tangan.”
(Diwan Ash-Shan’ani, hal 128-129)
Di antara ulama yang memuji beliau juga Al-‘Allamah Muhammad ibn
‘Ali Asy-Syaukani tokoh hakim di wilayah Yaman sebagaimana dalam
kitabnya Al-Badru Ath-Thali’ tentang biografi Ghalib ibn Musa’id
sang amir Mekkah. Beliau berkata dalam komentarnya terhadap
sebagian risalah Asy-Syaikh, “Itu merupakan risalah-risalah yang
bagus yang memuat dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah menunjukkan
bahwa yang menjawabnya merupakan ulama peneliti yang benar-benar
paham terhadap Al-Kitab dan As-Sunnah.”
Kemudian beliau melantunkan sajak-sajak kesedihan setelah
wafatnya syaikh.
Al-‘Allamah Ibnu Badran berkata tentang beliau dalam kitabnya
Al-Madkhal Hal. 447, “Seorang alim yang komitmen terhadap atsar
dan imam yang besar, Muhammad [i]ibn Abdul Wahhab. Beliau
melakukan rihlah untuk menuntut ilmu dan para ahli hadits di
masanya memberikan ijazah kepada beliau untuk meriwayatkan
kitab-kitab hadits dan yang lainnya. Ketika kantong
penyimpanannya telah penuh dari atsar dan ilmu sunnah, serta
menguasai mazhab Ahmad, beliau mulai membela al-haq dan
memerangi bid’ah, serta menentang ajaran yang disusupkan oleh
orang-orang bodoh ke dalam agama ini.”[/i]
Adapun ulama masa kini yang memberikan sanjungan kepada beliau
di antaranya Asy-Syaikh Ibnu Baaz, Asy-Syaikh Al-Albani,
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dan guru kami Al-Wadi’i
rahimahumullah.
Dan di sini aku senang menyebutkan sebagian pujian guruku
Al-Imam Al-Wadi’i terhadap Asy-Syaikh Al-Imam Syaikhul Islam
Muhammad ibn Abdul Wahhab rahimahullah. Asy-Syaikh Muqbil ibn
Hadi Al-Wadi’i rahimahullah ditanya –sebagaimana dalam
Al-Mushara’ah hal. 400- tentang dakwah Asy-Syaikh Muhammad ibn
Abdul Wahhab, maka beliau berkata, “Adapun dakwah Asy-Syaikh
Muhammad [i]ibn Abdul Wahhab, sungguh merupakan dakwah yang
diberkahi. Dan jika engkau membaca kitab beliau Kitab At-Tauhid,
maka engkau akan dapati beliau berdalil dengan Al-Qur’an dan
hadits nabi. Sama saja apakah dalam bab menggantungkan
jimat-jimat dan rajah-rajah, bab berdo'a kepada selain Allah,
ataupun dalam bab peringatan keras dari membangun kubur. Engkau
dapati beliau berdalil dengan ayat Al-Qur’an atau hadits nabi,
sungguh Allah telah memberikan manfaat kepada Islam dan muslimin
dengan sebab dakwah beliau...”[/i]
Sampai beliau berkata, “Maksudnya bahwa dakwah Asy-Syaikh
Muhammad [i]ibn Abdul Wahhab dirasakan manfaatnya oleh kaum
muslimin. Betapa banyak kaum muslimin yang Allah selamatkan dari
kesesatan, bid’ah dan khurafat dengan sebab kitab-kitab beliau
rahimahullah”.[/i]
Beliau berkata pada Hal. 402, “Siapa yang ingin mengetahui
dakwah Asy-Syaikh Muhammad [i]ibn Abdul Wahhab maka aku
nasehatkan untuk membaca Ad-Durar As-Saniyah sehingga seakan ia
duduk mendampingi Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab. Kami
nasihatkan sebelumnya untuk membaca kitab-kitab beliau dan
setelah itu kami nasihatkan agar membaca Ad-Durar As-Saniyyah
agar engkau ketahui risalah-risalah Asy-Syaikh Muhammad ibn
Abdul Wahhab. Sungguh beliau adalah seorang yang melakukan
perbaikan, tetapi banyak difitnah.”[/i]
Beliau berkata pada Hal. 410, “Muhammad [i]ibn Abdul Wahhab
rahimahullah adalah imam yang memberi petunjuk.”[/i]
Juga pada Hal. 412 beliau ditanya tentang penyebutan kata
Syaikhul Islam bagi Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab apakah
itu berlebihan atau memang berhak beliau menyandangnya? Maka
beliau menjawab, “Nampaknya beliau memang berhak menyandangnya.
Sungguh Allah telah memberikan manfaat kebaikan yang banyak
dengan sebab dakwahnya. Allah berkahi dakwahnya dan kaum
muslimin mengambil manfaat darinya. [i]Wallahul musta’an (Dan
Allah-lah Tempat Meminta Pertolongan –red).”[/i]
Guru-guru beliau
- Ayah beliau sendiri Asy-Syaikh Abdul Wahhab ibn Sulaiman
- Asy-Syaikh Abdullah ibn Ibrahim ibn Saif, yaitu ayah
Asy-Syaikh Ibrahim ibn Abdullah pengarang kitab Al-‘Adzbu
Al-Faidh fi ‘Ilmil Faraidh.
- Asy-Syaikh Muhammad Hayah ibn Ibrahim As-Sindi
- Asy-Syaikh Muhammad Al-Majmu’i Al-Bashri
- Asy-Syaikh Musnid Abdullah ibn Salim Al-Bashri
- Asy-Syaikh Abdul Lathif Al-Afaliqi Al-Ahsa’i
Murid-murid beliau
- Al-Imam Abdul Aziz ibn Su’ud
- Al-Amir Su’ud ibn Abdul Aziz ibn Sulaiman
- Putra-putra beliau sendiri, Asy-Syaikh Husain, Asy-Syaikh Ali,
Asy-Syaikh Abdullah dan Asy-Syaikh Ibrahim.
- Cucu beliau Asy-Syaikh Abdurrahman ibn Hasan, penulis kitab
Fathul Majid
- Asy-Syaikh Muhammad ibn Nashir ibn Ma’mar
- Asy-Syaikh Abdullah Al-Hushain
- Asy-Syaikh Husain ibn Ghannam
[size=11pt]Karya-karya beliau
Beliau mempunyai banyak karya tulis yang dengannya Allah berikan
manfaat kepada alam islami, di antaranya:
- Kitabut Tauhid
- Ushulul Iman
- Kasyfusy Syubhat
- Tsalatsatul Ushul
- Mufidul Mustafid fi Kufri Tarikit Tauhid
- Mukhtashar Fathul Bari
- Mukhtashar Zadul Ma’ad
- Masa’il Jahiliyyah
- Fadhailush Shalah
- Kitabul Istimbath
- Risalah Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah, yaitu risalah ini.
- Majmu’atul Hadits dan sebagian besarnya telah tercetak dalam
kumpulan karya-karya Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab pada
tahun 1398 H di Riyadh di bawah pengawasan Jami’ah Al Imam
Muhammad ibn Su’ud.
[size=11pt]Wafat beliau
Beliau rahimahullah wafat pada hari Jum’at di akhir bulan
Dzulqa’dah tahun 1206 H pada umur 71 tahun setelah melakukan
jihad yang panjang, berdakwah menyerukan kebaikan, mengadakan
perbaikan, menyebarkan ilmu dan pengajaran. Kemudian beliau
dimakamkan di pekuburan Dir’iyyah, semoga rahmat Allah terlimpah
atasnya. Banyak dari para penyair yang melantunkan bait-bait
kesedihannya, di antara mereka adalah:
Asy-Syaukani dalam qasidahnya yang panjang, di antara ucapannya,
[size=10pt]“Musibah menimpa kalbuku, berkobar kegundahanku
Dia mengenai titik mematikanku dengan anak panah yang sangat
menyakitkan
Dunia tertimpa musibah dengan kepergiannya, menjadi berdebu
wajahnya
Dan meninggi bendera-bendera suatu kaum yang dulunya rendah
Sungguh telah wafat gunungnya ilmu, poros penggiling tertinggi
Dan pusat peredaran orang-orang terkemuka lagi mulia
Imamnya petunjuk, penghapus kebodohan, pembungkam kezhaliman
Dan penghilang dahaga dari luapan ilmu…
Muhammad pemilik kemuliaan yang begitu mulia apa yang telah
dicapainya
Dan agung kedudukannya untuk bisa disusul oleh orang yang
menghambatnya
Sungguh Najd menjadi bercahaya dengan pancaran sinarnya
Dan tegaklah tempat-tempat petunjuk dengan dalil-dalilnya
Tertimpa musibah dengan kepergiannya, terlepas nafas terakhir
ruhku
Dan untuk memikul beban ini, terasa lelah punggung bawah dan
punggung atasku
Sadarlah wahai orang yang mencela Asy-Syaikh apa yang engkau
cela darinya
Sungguh engkau telah mencela suatu kebenaran
Lantas engkau pergi membawa kebatilan
Sadarlah kalian, sadarlah dia bukannya seorang penyeru
Kepada agama nenek moyang dan kabilahnya
Dia hanya menyeru kepada Kitabullah dan sunnah yang
Datang membawanya Thaha, Nabi, sebaik-baik orang yang berbicara
(Silahkan melihat Diwan Asy-Syaukani hal. 160 cet. Darul Fikr)
Asy-Syaikh Husain ibn Ghannam juga melantunkan bait kesedihannya
dalam qasidah panjang yang mana awalnya:
Hanya kepada Allah kami memohon untuk menyingkap segala
kesusahan
Dan tiada tempat memohon selain kepada Allah Al-Muhaimin
Telah tenggelam mataharinya pengetahuan dan petunjuk
Sehingga mengalirlah darah di pipi dan bercucuranlah air mataku
Seorang imam yang manusia tertimpa musibah dengan kehilangannya
Dan terus mengelilingi mereka berbagai musibah menyakitkan
dengan perpisahannya
Menjadi kelam segala penjuru negeri sebab kematiannya
Dan menimpa mereka kesulitan mengerikan yang menyedihkan
Sebuah bintang yang jatuh dari ufuk dan langitnya
Sebuah bintang yang terkubur di tanah berlembah sunyi
Bintang keberuntungan yang bersinar cahayanya
Dan bulan purnama yang mempunyai tempat terbit di tempat sebelah
kanan
Dan waktu subuh yang sinarnya menerangi manusia
Sehingga kelamnya kegelapan setelah itu menjadi lenyap
Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(Dinukil untuk blog www.ulamasunnah.wordpress.com dari Sumber:
Ar-Radd ‘alal Rafidhah, tahqiq Abdurrazzaq An-Nahmi)
Baca artikel terkait:
Biografi Imam Al-Ajurri
Biografi Imam Al-Bukhari: Bayi Ajaib Dari Bukhara
Biografi Al-Imam Ibnu Abi Hatim
Biografi Syaikh Ubaid Al-Jabiri
Terkait
Biografi Fadhilatus Asy Syaikh Anis Thohir
Juli 22, 2015
dalam "Kisah dan Biografi"
Biografi Asy-Syaikh Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i
Februari 4, 2008
dalam "Aqidah"
Biografi Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari
Juni 16, 2009
dalam "Aqidah"
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1