URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       C↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MANHAJ
       *****************************************************
       #Post#: 987--------------------------------------------------
       Apa Hukum Aksi Bom Bunuh Diri?
   DIR By: Host
       Date: August 26, 2024, 8:10 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Apa Hukum Aksi Bom Bunuh Diri?
       April 10, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Hai’ah Kibarul Ulama
       (Dewan Ulama Senior) Saudi Arabia
       Segala puji hanyalah bagi Allah sendiri, semoga Shalawat dan
       Salam atas nabi terakhir Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam,
       keluarganya dan para shahabatnya.
       Amma Ba’du,
       Hai’ah Kibarul Ulama telah mengadakan pertemuan khusus pada hari
       Rabu, tanggal 13 Rabi’ul Awal 1424, yang pertemuan itu membahas
       mengenai ledakan di kota Riyadh yang terjadi pada hari Senin,
       tanggal 11 Rabi’ul Awwal, yang peristiwa itu mengakibatkan
       adanya korban terbunuh, penghancuran, teror dan kerusakan yang
       ditimbulkannya di masyarakat, baik itu dari kalangan Muslimin
       dan selainnya.
       Sudah diketahui bahwa Syari’ah Islam telah datang untuk
       melindungi lima hal penting dan melarang untuk melanggar lima
       hal itu, lima hal itu adalah :
       1. Agama,
       2. Kehidupan,
       3. Harta benda,
       4. Kehormatan,
       5. Akal budi
       Muslimin dilarang untuk melanggar hal tersebut di atas terhadap
       orang-orang yang berhak dilindungi. Orang-orang tersebut
       mempunyai hak-hak yang dilindungi berdasar pada syari’ah Islam
       yakni :
       Muslimin, adalah tidak diperbolehkan untuk melanggar hak setiap
       muslimin atau membunuhnya tanpa adanya sebab yang
       membolehkannya. Barangsiapa melakukannya, Maka ia telah
       melakukan dosa besar, bahkan merupakan salah satu dosa besar
       yang paling besar ! Dan Allah Ta’ala berfirman :
       “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja,
       maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah
       murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang
       besar baginya”. (QS An Nisa 93)
       Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
       “Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel,
       bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena
       orang itu (membunuh) orang lain, ataubukan karena membuat
       kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh
       seluruhnya”. (QS Al Maidah 32)
       Mujahid rahimahullah berkata,”Dosanya (artinya dosanya membunuh
       seseorang adalah sama beratnya dengan membunuh seluruh umat
       manusia), ini menunjukkan bahwa besarnya dosa membunuh seseorang
       tanpa alasan yang dibenarkan”.
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
       &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1581;&#1616;&#1604;&#1617;&#1615;
       &#1583;&#1614;&#1605;&#1615;
       &#1575;&#1605;&#1618;&#1585;&#1616;&#1574;&#1613;
       &#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1604;&#1616;&#1605;&#1613;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1618;&#1607;&#1614;&#1583;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1607;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1616;&#1610;
       &#1585;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1573;&#1616;&#1581;&#1618;&#1583;&#1614;&#1609;
       &#1579;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;&#1579;&#1613;:
       &#1575;&#1604;&#1579;&#1617;&#1614;&#1610;&#1617;&#1616;&#1576;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1586;&#1617;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1609;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1615;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1616;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1603;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1583;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1601;&#1575;&#1614;&#1585;&#1616;&#1602;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1605;&#1575;&#1614;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616;
       “Darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak
       untuk disembah selain Allah dan bahwa aku adalah Rasulullah
       adalah tidak diperkenankan (untuk ditumpahkan darahnya) kecuali
       berdasarkan pada tiga hal, (1) balasan karena telah membunuh
       seseorang (qishash, red), (2) menghukum pezina (rajam, red), (3)
       seseorang yang meninggalkan agamanya (murtad, red), meninggalkan
       dari al Jama’ah” (Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadznya
       Al Bukhari)
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
       &#1571;&#1615;&#1605;&#1616;&#1585;&#1618;&#1578;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1571;&#1615;&#1602;&#1575;&#1614;&#1578;&#1616;&#1604;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1614;
       &#1581;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1609;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1618;&#1607;&#1614;&#1583;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1607;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1605;&#1615;&#1581;&#1614;&#1605;&#1617;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1585;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1602;&#1616;&#1610;&#1618;&#1605;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1572;&#1618;&#1578;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1586;&#1617;&#1614;&#1603;&#1575;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1589;&#1614;&#1605;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1617;&#1616;&#1610;
       &#1583;&#1616;&#1605;&#1575;&#1614;&#1569;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1581;&#1614;&#1602;&#1617;&#1616;
       &#1575;&#1618;&#1604;&#1573;&#1616;&#1587;&#1618;&#1604;&#1575;&#1614;&#1605;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1581;&#1616;&#1587;&#1614;&#1575;&#1576;&#1615;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       “Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka
       bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah
       dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan
       zakat, dan jika mereka melakukan hal tersebut, maka darah mereka
       dan hartanya adalah dilindungi dariku, kecuali dikarenakan hak
       Islam atasnya, dengan sebab itu mereka bersama Allah” (Muttafaq
       ‘alaih, dari Ibnu’Umar radhiyallahu ‘anhu)
       Dan dalam Sunan An Nasa’i, dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu
       ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
       &#1604;&#1614;&#1586;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1575;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1608;&#1614;&#1606;&#1615;
       &#1593;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1614;&#1578;&#1618;&#1604;&#1616;
       &#1585;&#1614;&#1580;&#1615;&#1604;&#1613;
       &#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1604;&#1616;&#1605;&#1613;
       “Sungguh hilangnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada
       terbunuhnya seorang muslim” .
       Pada suatu hari Ibnu Umar melihat ke Ka’bah dan berkata
       (ditujukan pada Ka’bah),”Begitu besarnya kamu, dan begitu
       besarnya kesucianmu, tapi orang-orang yang beriman itu lebih
       besar kesuciannya di hadapan Allah dibanding kamu” (Artinya Al
       Haram itu dilindungi dan aman dari peperangan dan pertumpahan
       darah, tapi orang-orang yang beriman itu lebih dilindungi dan
       diamankan dari mengalirnya darah mereka)
       Dan nash-nash itu dan yang lainnya menunjukkan tentang kenyataan
       yang sangat besar bilainya yaitu tentang kesucian darah
       muslimin, dan dilarang untuk membunuh muslim tanpa adanya alasan
       yang membenarkannya dari Syari’ah, maka tidak diperbolehkan
       untuk melanggar setiap muslim tanpa ada alasan (yang dibenarkan
       Syariat, red).
       Usamah bin Zaid berkata “Rasulullah mengutus kita ke Al Huruqa,
       dan pada pagi harinya kami menyerang mereka dan mengalahkan
       mereka. Aku dan seseorang dari kalangan Anshar mengikuti salah
       seorang dari mereka dan ketika kami akan menangkapnya, dia
       berkata:’La Ilaha Ilallah’.
       Demi mendengar hal ini orang dari Anshar itu menahan diri, tapi
       aku membunuhnya dengan menebasnya dengan pedangku. Ketika kami
       kembali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk
       menanyakan hal tersebut dan kemudian berkata,’Wahai Usamah
       apakah kamu membunuhnya setelah dia berkata ‘La Ilaha Ilallah’?
       Aku (Usamah) berkata,’Tapi dia berkata itu karena dia ingin
       dirinya selamat’. Beliau mengulang-ngulang pertanyaan ini
       berkali-kali sampai aku merasa bahwa aku belum pernah masuk
       Islam sebelumnya”(Muttafaq ‘Alaih, dan lafadznya dari Al
       Bukhari)
       Hal ini menunjukkan, dan mengindikasikan dengan sangat jelas,
       tentang ketinggian nilai dari kehidupan. Riwayat ini
       menceritakan seorang musyrikin yang ikut berperang dengan
       kaumnya, dan mereka berjihad melawan kaum musyrikin, dan ketika
       mereka (Usamah bin Zaid dan seorang dari Anshar) hendak
       menangkapnya, dia berkata dengan (ungkapan) Tauhid, tapi Usamah
       bin Zaid membunuhnya, dan menyatakan bahwa apa yang dia katakan
       itu hanyalah dalam rangka untuk melindungi dari kematiannya,
       namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menerima
       pernyataan dan penjelasan Usamah tentang kondisi sebenarnya. Ini
       merupakan sesuatu hal yang sangat besar, yang menunjukkan
       sucinya darah kaum muslimin dan dosa besar bagi siapa saja yang
       melakukan pembunuhan terhadap kaum muslimin.
       Selain dari darah kaum muslimin, maka harta bendanya pun juga
       dilindungi. Berdasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu
       ‘alaihi wa sallam,
       &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1583;&#1616;&#1605;&#1575;&#1614;&#1569;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1593;&#1618;&#1585;&#1614;&#1575;&#1590;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1581;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;&#1605;&#1612;
       &#1603;&#1614;&#1581;&#1615;&#1585;&#1618;&#1605;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1607;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575; &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;
       &#1588;&#1614;&#1607;&#1618;&#1585;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1607;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575; &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;
       &#1576;&#1614;&#1604;&#1614;&#1583;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1607;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;
       “Darahmu dan hartamu adalah suci dari orang lain, seperti
       sucinya harimu ini, dan sucinya kota kalian (Mekkah), dan
       bulanmu” (Diriwayatkan oleh Muslim, dan ini adalah merupakan
       dari khutbah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat
       hari Arafah, Al Bukhari dan meriwayatkan yang semisalnya pada
       bab Yaumun Nahr)
       Dari sini, maka larangan dari membunuh nyawa yang telah
       dilindungi tanpa alasan yang diperbolehkan telah jelas.
       Dari orang-orang yang hidup yang dilindungi selain Muslim
       adalah:
       1. Mereka (non muslim) yang mengadakan perjanjian,
       2. Dzimmi,
       3. Mereka (non muslim) yang mencari perlindungan dari kaum
       muslimin.
       Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1614;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;
       &#1605;&#1615;&#1593;&#1575;&#1614;&#1607;&#1616;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1605;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1585;&#1616;&#1581;&#1618;
       &#1585;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1581;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1585;&#1616;&#1610;&#1618;&#1581;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1578;&#1615;&#1608;&#1618;&#1580;&#1614;&#1583;&#1615;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1605;&#1614;&#1587;&#1616;&#1610;&#1618;&#1585;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1576;&#1614;&#1593;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1575;&#1605;&#1575;&#1611;
       “Barangsiapa yang membunuh seseorang yang telah mempunyai
       perjanjian dengan kaum muslimin, maka dia tidak akan mencium bau
       surga, walaupun baunya itu tercium dari jarak 40 tahun” (Riwayat
       Al Bukhari)
       Dan terhadap siapa saja yang Waliyul ‘Amr telah membolehkannya
       masuk ke wilayahnya dengan perjanjian dan menjanjikan jaminan
       keamanan baginya, maka hidupnya dan hartanya adalah dilindungi,
       tidak dibolehkan untuk mengganggunya, dan barangsiapa
       membunuhnya maka dia adalah sesuai dengan apa yang telah
       disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dia
       tidak akan mencium bau surga”. Dan hal ini adalah merupakan
       peringatan keras terhadap siapa saja yang melawan mereka yang
       telah mengadakan perjanjian.
       Dan telah diketahui bahwa pelindung kaum muslimin adalah satu
       kesatuan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
       bersabda,”Darah kaum mukminin adalah satu, dan ada beberapa
       orang dari mereka yang melindungi keamanan mereka”.
       Ketika Ummu Hani’ memberikan perlindungan pada seorang musyrikin
       pada tahun penaklukan (Fathu Makkah), maka Ali bin Abi Tahlib
       ingin membunuhnya, lalu Ummu Hani’ pergi ke Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan tentang hal
       tersebut, maka Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
       &#1602;&#1614;&#1583;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1580;&#1614;&#1585;&#1618;&#1606;&#1575;&#1614;
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1580;&#1614;&#1585;&#1618;&#1578;&#1616;
       &#1610;&#1575;&#1614; &#1571;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;
       &#1607;&#1575;&#1614;&#1606;&#1616;&#1574;&#1613;
       “Kami memberikan perlindungan terhadap siapa saja yang kau
       memberikan perlindungan padanya, wahai Ummu Hani'” (Riwayat Al
       Bukhari dan Muslim)
       Maksudnya disini adalah bahwa seseorang yang masuk ke suatu
       daerah (muslim) dengan berdasarkan pada perjanjian untuk
       mendapatkan jaminan keamanannya, atau seseorang yang telah
       diberikan janji oleh seseorang yang memegang kekuasaan
       berdasarkan pada adanya maslahah yang dia (pemegang kuasa) lihat
       dari orang itu, maka tidak diperbolehkan untuk melanggar dan
       tidak boleh untuk mengganggu hidup dan hartanya.
       Dan setelah menjelaskan tentang hal ini dengan sejelas-jelasnya,
       maka apa yang terjadi yaitu peristiwa pemboman (bom bunuh diri)
       di kota Riyadh adalah sesuatu yang dilarang, yang dinul Islam
       tidak menyetujui hal tersebut, dan hal ini adalah haram
       berdasarkan pada beberapa hal :
       1. Kegiatan ini merupakan pelanggaran terhadap sucinya wilayah
       muslimin dan hal ini dapat menakut-nakuti siapa saja yang
       dilindungi dan keamanan didalamnya
       2. Kegiatan ini mengandung sifat membunuh orang-orang yang
       hidup, yang syari’ah Islam melindunginya
       3. Kegiatan ini mengakibatkan kerusakan di bumi
       4. Kegiatan ini mengandung unsur perusakan harta benda dan
       apa-apa yang dimiliki, sementara hal itu dilindungi
       Dan Hai’ah Kibarul Ulama menjelaskan hal ini dalam rangka
       memberi peringatan kepada kaum muslimin supaya tidak melakukan
       penghancuran terhadap hal-hal yang dilarang untuk dihancurkan,
       dan dalam rangka memberi peringatan kepada kaum muslimin dari
       usaha-usaha syaithan, yang dia tidak akan pernah berhenti untuk
       mengganggu hamba Allah sampai dia masuk kepada hal-hal yang
       merusak, dengan melalui cara-cara yang ekstrim, melampaui batas
       dalam beramgama, atau tidak senang pada agama, dan menentang
       aturan agama dan sebaik-baik untuk meminta perindungan adalah
       Allah. Dan Syaithan tidak akan memperdulikan pada cara apapun
       selama dia dia (syaithan) dapat menang terhadap hamba Allah,
       sebab dengan jalan-jalan itu, yaitu ekstrem dan tidak senang
       pada agama adalah merupakan jalannya syaithan yang dapat membuat
       seseorang jatuh ke dalam murka dan hukuman dari Ar Rahman
       (Allah).
       Dan apa-apa yang telah dilakukan oleh mereka yang melakukan
       perbuatan (bom bunuh diri) ini, adalah merupakan usaha membunuh
       diri-diri mereka sendiri dengan meledakkan diri mereka sendiri,
       yang perbuatannya itu akan menyebabkan dia secara umum masuk
       pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salllam,
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1614;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1576;&#1616;&#1588;&#1614;&#1610;&#1618;&#1569;&#1613;
       &#1601;&#1616;&#1610;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1575;&#1614;
       &#1593;&#1615;&#1584;&#1617;&#1616;&#1576;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1602;&#1616;&#1610;&#1575;&#1614;&#1605;&#1614;&#1577;&#1616;
       “Barangsiapa membunuh dirinya sendiri di dunia dengan cara
       apapun, maka Allah akan menghukum dia dengan hal yang sama (yang
       dia lakukan yang menyebabkan dia terbunuh) di hari kiamat”
       (Diriwayatkan oleh Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj-nya, dari Tsabit
       bin Ad Dhahak radhiyallahu ‘anhu)
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1614;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1576;&#1616;&#1581;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1618;&#1583;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1601;&#1614;&#1581;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1618;&#1583;&#1614;&#1578;&#1615;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1583;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1578;&#1614;&#1608;&#1614;&#1580;&#1617;&#1614;&#1571;&#1615;
       &#1576;&#1616;&#1607;&#1575;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;
       &#1576;&#1614;&#1591;&#1618;&#1606;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618; &#1606;&#1575;&#1614;&#1585;&#1616;
       &#1580;&#1614;&#1607;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;
       &#1582;&#1575;&#1614;&#1604;&#1616;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1605;&#1615;&#1582;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1575;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1588;&#1614;&#1585;&#1616;&#1576;&#1614;
       &#1587;&#1614;&#1605;&#1617;&#1611;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1602;&#1614;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1578;&#1614;&#1581;&#1614;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618; &#1606;&#1575;&#1614;&#1585;&#1616;
       &#1580;&#1614;&#1607;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;
       &#1582;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1605;&#1615;&#1582;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1575;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1583;&#1617;&#1614;&#1609;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1580;&#1614;&#1576;&#1614;&#1604;&#1613;
       &#1601;&#1614;&#1602;&#1614;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1583;&#1617;&#1614;&#1609;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618; &#1606;&#1575;&#1614;&#1585;&#1616;
       &#1580;&#1614;&#1607;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;
       &#1582;&#1575;&#1614;&#1604;&#1616;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1605;&#1615;&#1582;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1575;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1583;&#1611;&#1575;
       “Orang yang melakukan bunuh diri dengan menikam dirinya dengan
       besi (pedang) yang ada ditangannya, maka dia akan ditikam dengan
       pedang itu pada tubuhnya di neraka dan dia tetap di dalamnya (di
       neraka) selamanya. Barangsiapa mengambil racun dan membunuh diri
       dengannya, maka dia akan meminum racun itu di neraka dan dia
       tetap berada di dalamnya (di neraka) selamanya. Barangsiapa
       melemparkan diri dari atas gunung dan membunuh dirinya dengan
       cara itu, maka dia akan jatuh di dalam neraka dan dia tetap
       didalamnya (di neraka) selamanya.” (Riwayat Al Bukhari)
       Maka ketahuilah, bahwa musuh-musuhmu, dari setiap sisi, telah
       membentuk umat Islam demi kekuasaan mereka. Mereka bergembira
       dengan semua cara-cara yang dapat membenarkannya pada kekuasaan
       mereka, di atas umat Islam. Padahal hal itu untuk membenarkan
       mereka dalam menghina umat Islam, dan mengambil keuntungan dari
       sumber penghasilan dan kekayaan umat Islam. Maka barangsiapa
       mendukung mereka dalam mencapai tujuannya itu, dan membukakan
       untuk mereka jalan kepada kaum muslimin dan wilayahnya, maka dia
       telah mendukungnya dalam rangka membawa kesusahan di atas kaum
       muslimin dan dalam rangka menguasai wilayahnya. Ini merupakan
       perbuatan kesewenang-wenangan yang amat besar.
       Maka wajib untuk mendasarkan diri pada ilmu yang didasari oleh
       Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman Salaful
       Ummah, yang hal ini dapat ditemukan di sekolah-sekolah,
       univeristas-universitas, masjid-masjid dan media informasi
       lainnya. Seperti juga wajib untuk mendasarkan diri pada ‘amar
       ma’ruf nahi munkar dan saling memberikan nasehat satu sama lain
       di atas al haq. Hal ini sangat diperlukan, bahkan sangat
       diperlukan, dan mendakwahkan hal ini pada saat ini lebih
       diperlukan daripada pada waktu-waktu yang telah lampau. Dan
       sudah seharusnya para pemuda-pemuda Islam untuk selalu
       mendasarkan pada pendapat-pendapat yang baik yang berasal dari
       ulama mereka dan mengambilnya dari mereka, maka mereka akan tahu
       siapa musuh agama mereka sebenarnya, yang mereka-mereka (musuh
       agama) itu berusaha keras dalam mencaci maki para pemuda dan
       Ulama serta penguasa. Sebab dengan hal itu mereka ingin agar
       kekuatan para pemuda itu lemah dan akhirnya mereka dapat
       mengambil kendali pada diri-diri para pemuda dengan sangat muda.
       Oleh karena itu, wajib untuk berhati-hati dari hal itu.
       Semoga Allah melindungi setiap orang dari usaha-usaha musuh, dan
       supaya kaum muslimin takut pada Allah baik secara lahir dan
       batin, dan selalu beramal shalih, serta benar-benar bertaubat
       dari segala dosa. Tak ada malapetaka yang akan turun kecuali
       karena dosa, dan tak ada malapetaka akan dimunculkan kecuali
       dengan bertaubat. Kami meminta kepada Allah untuk mengembalikan
       keadaan kaum muslimin, dan menjauhkan wilayah kaum muslimin dari
       setiap kejahatan dan hal-hal yang tidak disukai. Sholawat dan
       salam atas Nabi Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.
       Hai’ah Kibarul Ulama (Majelis Ulama Senior)
       Diketuai oleh ‘Abdul-Aziz bin Abdullaah bin Muhammad Aal
       ash-Shaykh
       Anggota :
       Salih bin Muhammad al-Lahaidaan
       Abdullah bin Sulaiman al-Muni’
       Abdullah bin Abdurahman al-Ghudayan
       Dr. Salih bin Saalih al-Fauzaan
       Hasan bin Ja’far al-’Atami
       Muhammad bin Abdullah as-Subayyil
       Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Alus-Syaikh
       Muhammad bin Sulaiman al-Badr
       Dr. Abdullah bin Muhsin al-Turki
       Muhammad bin Zaid as-Sulaiman
       Dr. Bakr bin Abdullaah Abu Zaid (tidak hadir karena sakit)
       Dr. Abdul-Wahhab bin Ibrahim as-Sulaiman (tidak hadir)
       Dr. Salih bin Abdullah al-Humaid
       Dr. Ahmad bin Sair al-Mubaraki
       Dr. Abdullaah bin ‘Ali ar-Rukban
       Dr. Abdullaah bin Muhammad al-Mutlaq &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       (Diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia oleh tim
       Salafy.or.id dari bahasa Inggris oleh Abul-‘Abbaas dan Abu
       ‘Iyaad (UK), URL asal
  HTML http://www.fatwa-online.com/news/0030518.htm)
       Dicopy dari:
  HTML http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=287
       Beri peringkat:1 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Hukum bagi Pelaku Terorisme dalam Syari’at Islam
       Agustus 13, 2008
       dalam "Manhaj"
       Hukum Merusak Fasilitas Orang Kafir
       Agustus 11, 2008
       dalam "Manhaj"
       Menyikapi Karikatur Nabi: Hukum Memboikot Produk Denmark
       Maret 4, 2008
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Manhaj | Dengan kaitkata Artikel, artikel islami,
       Bom bunuh diri, Fatwa, fatwa ulama, fitna, fitna the movie,
       jihad, mujahid |
       *****************************************************
       Page 1 of 1