DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 962--------------------------------------------------
Hukum Bertanya kepada Tukang Sihir dan Para Dukun
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 7:59 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
[size=13pt]✻ Hukum Bertanya kepada Tukang Sihir dan Para
Dukun
Februari 4, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=9pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/hukum-bertanya-kepada-tukang-sihir-dan-para-dukun/
Oleh: Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baz
Pertanyaan: Seseorang bertanya: Di sebagian tempat di Yaman kami
temui orang-orang yang disebut As-Saadah. Mereka melakukan
perbuatan-perbuatan yang menafikan agama seperti meramal dan
lain-lain. Mereka mengaku dapat mengobati orang-orang yang
sakitnya kronis, dan sewaktu-waktu memperlihatkan atraksi
menusuk-nusuk tubuh mereka dengan pisau atau memotong-motong
lidah mereka secara berulang-ulang tanpa hal tersebut membuat
mereka menderita. Di antara mereka ada yang shalat, namun
sebagiannya lagi tidak shalat. Mereka menikahi orang-orang dari
selain sanak keluarga mereka, namun tidak menikahkan sanak
keluarga mereka dengan orang lain. Dan ketika berdo'a bagi orang
yang sakit, mereka mengucapkan, “Ya Allah, ya Fulan (nama salah
satu leluhur mereka).”
Para manusia mengagungkan mereka, menganggap mereka sebagai
paranormal dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Bahkan
mereka disebut sebagai “Lelakinya Allah”. Dan sekarang
masyarakat terpecah dalam permasalahan ini. Sebagian menolak
mereka, mereka adalah golongan para pemuda dan sebagian penuntu
ilmu. Sebagian lagi senantiasa berpegang dengan mereka, mereka
ini adalah golongan tua dan selain penuntut ilmu. Ini
membutuhkan kesediaanmu untuk menjelaskan hakikat pemasalahan
ini.
Jawaban: Orang-orang tersebut dan juga yang seperti mereka
merupakan sekelompok sufi yang memiliki amalan-aman mungkar
serta perbuatan-perbuatan yang batil. Mereka juga merupakan
sekelompok peramal yang telah disebutkan oleh Rasulullah
[i]shallallahu ‘alaihi wasallam:[/i]
[right]مَنْ
أَتَى
عَرَّافًا
فَسَأَلَهُ
عَنْ
شَيْءٍ
لَمْ
تُقْبَلْ
لَهُ
صَلاَةُ
أَرْبَعِيْنَ
يَوْمًا[/right]
‘Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) kepadanya,
tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.”
Ini karena pengakuan mereka mengetahui perkara gaib, pelayanan
dan penyembahan mereka kepada para jin, serta penipuan mereka
terhadap manusia dengan perbuatan sihir yang mereka lakukan,
dimana Allah berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Fir’aun:
[right][size=16pt]قَالَ
أَلْقُوا
فَلَمَّا
أَلْقَوْا
سَحَرُوا
أَعْيُنَ
النَّاسِ
وَاسْتَرْهَبُوهُمْ
وَجَاءُوا
بِسِحْرٍ
عَظِيمٍ[/right]
Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala
mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan
orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang
besar (mena’jubkan)." (Al-A’raf: 116)
[size=11pt]Maka tidak boleh mendatangi mereka, bertanya kepada
mereka karena hadits mulia dari sabda Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam:
[right][size=16pt]مَنْ
أَتَى
عَرَّافًا
أَوْ
كَاهِنًا
فَصَدَّقَهُ
بِمَا
يَقُوْلُ
فَقَدْ
كَفَرَ
بِمَ
أُنْزِلَ
عَلَى
مُحَمَّدٍ.[/right]
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan
apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad [i]shallallahu ‘alaihi wasallam.”[/i]
[size=11pt]Adapun do'a yang mereka panjatkan kepada selain Allah
serta istighotsah (meminta dihilangkannya bala) kepada selain
Allah, persangkaan mereka bahwa bapak-bapak mereka serta
leluhur-leluhur mereka memiliki pengaruh terhadap kejadian di
dunia ini, penyembuhan mereka terhadap penyakit, atau mereka
mewajibkan berdoa bersama orang-orang yang telah mati serta
orang-orang yang gaib (dari golongan mereka), maka ini semua
adalah kufur kepada Allah ‘azza wa jalla dan termasuk ke dalam
syirik akbar.
Maka wajib mengingkari mereka, tidak mendatangi, bertanya serta
membenarkan mereka. Hal ini karena mereka dalam amalan tersebut
telah menggabungkan antara perdukunan, peramalanan dengan amalan
musyrik penyembah selain Allah. Begitu pula meminta pertolongan
dari selain Allah. Meminta bantuan jin, orang-orang yang telah
mati, dan kepada pihak-pihak lain yang cocok bagi mereka, dan
mereka mengira bahwa itu adalah bapak-bapak serta
leluhur-leluhur mereka. Atau meminta bantuan dari orang-orang
yang mengira mereka memiliki derajat kewalian atau karomah.
Bahkan semua ini merupakan amalan klenik, perdukunan, peramalan
yang munkar dalam syariat yang suci ini.
Adapun atraksi-atraksi mungkar mereka seperti menusuk-nusuk diri
mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka, maka
semuanya ini merupakan tipuan terhadap manusia (seperti atraksi
debus, pent.) Dan kesemuanya ini merupakan jenis sihir yang
haram, dimana telah ada nash-nash pengharaman serta peringatan
terhadapnya dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana yang telah
disampaikan sebelumnya. Maka tidak selayaknya bagi orang yang
berakal untuk terpikat dengan hal tersebut. Ini merupakan jenis
yang yang difirmankan oleh Allah ta’ala tentang para tukang
sihir Fir’aun:
[right][size=16pt]يُخَيَّلُ
إِلَيْهِ
مِنْ
سِحْرِهِمْ
أَنَّهَا
تَسْعَى[/right]
"Terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran
sihir mereka." (Thaha: 66)
[size=11pt]Maka mereka telah menggabungkan antara sihir dengan
klenik, perdukunan, serta peramalan, antara syirik akbar,
meminta bantuan dan istighotsah kepada selain Allah dengan
mengaku-aku tahu tentang perkara gaib dan peristiwa-peristiwa
yang terjadi. Ini merupakan bentuk kebanyakan syirik akbar dan
kekafiran yang jelas, dan juga merupakan amalan perdukunan yang
telah Allah ‘azza wa jalla haramkan, dan termasuk pula mengaku
tahu tentang perkara gaib yang tidak diketahui melainkan hanya
Allah saja, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:
[right][size=16pt]قُلْ
لَا
يَعْلَمُ
مَنْ فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ
الْغَيْبَ
إِلَّا
اللَّهُ[/right]
Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak
mengetahui bila mereka akan dibangkitkan." (An-Naml: 65)
Maka wajib bagi seluruh muslim yang mengetahui perkara mereka
untuk mengingkari mereka serta menjelaskan kebejatan perilaku
mereka dan menjelaskan bahwa itu semua adalah kemungkaran. Dan
hendaknya dia mengangkat permasalahan ini kepada pemerintah jika
berada di negara Islam sampai mereka dihukum sebagai
perealisasian syariat untuk mencegah kejahatan mereka dan
melindungi kaum muslimin dari kebatilan serta penipuan mereka.
Dan Allahlah Maha Pemilik Taufik.(*) Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[size=9pt]ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(Sumber: Hukmus Sihri wal Kahanaati wa ma Yata’allaq bihima,
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, 18-21. Diterjemahkan oleh Abu
Umar Al Bankawy)
Terkait
Hukum Gerakan yang Sia-sia dalam Shalat
Juni 8, 2009
dalam "Aqidah"
Fatwa-fatwa Ulama Terakhir tentang sesatnya Jama’ah Tabligh
Juni 30, 2008
dalam "Manhaj"
Kemungkaran Peringatan Maulid Nabi
Februari 16, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Aqidah, Fatwa |
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
*****************************************************
Page 1 of 1