DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 918--------------------------------------------------
Menyikapi Tahun yang Penuh Gempa Bumi dan Bencana
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 6:35 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Menyikapi Tahun yang Penuh Gempa Bumi dan Bencana
Februari 16, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Baz
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam tetap
terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, shahabat-shahabatnya
dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:
Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui
dengan semua perkara yang telah Allah tetapkan dan takdirkan.
Sebagaimana pula Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui
dengan semua apa-apa yang telah Allah syari’atkan kepada para
hamba-Nya dan apa-apa yang telah Allah perintahkan kapada
mereka.
Dan Allah menciptakan segala sesuatu yang Allah kehendaki dari
tanda-tanda kekuasaannya (diantaranya dengan terjadinya genpa
bumi dan bencana yang lainnya). Allah mentakdirkan terjadinya
gempa bumi dan bencana yang lainnya dalam rangka untuk menakuti
hamba-hamba- Nya, dan dalam rangka memperingatkan mereka atas
apa-apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka dari hak-hak
Allah (yang kebanyakan mereka tidak menunaikannya), dan dalam
rangka memperingatkan mereka dari perbuatan syirik kepada Allah
(yang banyak mereka lakukan) dan sebagai peringatan dari
perbuatan menyelisihi perintahnya.
Demikian pula Allah takdirkan terjadinya gempa bumi dan berbagai
macam musibah/bencana yang lainnya dalam rangka memperingatkan
hamba-hamba-Nya karena mereka terus menerus menjalankan hal-hal
yang dilarang Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang
artinya):
“ Dan tidaklah kami mengirimkan tanda-tanda itu kecuali dalam
rangka untuk menakuti” (Al- Isra: 60)
Dan firman Allah (yang artinya):
“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan
Kami dari segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga
jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an adalah haq. Dan apakah Rabb
mu tidak cukup bagi kamu, bahwasanya Dia menyaksikan segala
sesuatu ?” (Q.S. Fushilat: 53).
Dan firman Allah Ta’ala (artinya):
“Katakanlah Dialah (Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan adzab
kepada kalian, dari atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki
kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan dan
merasakan kepada sebagian kalian kekuatan/ keganasan sebagian
yang lain “ (QS. Al An’am: 65)
Imam Bukhari telah meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Jabir
bin ‘Abdillah dari Nabi bahwasnya beliau telah berkata, ketika
turun firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Katakanlah: Dialah
(Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian,
dari atas kalian. Berkata Rosulullah (artinya): (ya Allah) aku
berlindung dengan wajah Engkau.
Abu Syaikh Al Ashbahany telah meriwatkan dari mujahid tentang
tafsir ayat ini (artinya): “Katakanlah: Dialah (Allah) yang
berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian dari atas kalian:
“Berkata mujahid (dikirimkan kepada kalian suara yang
mengguntur/menggelegar, batu- batu dan angin.” Atau adzab dari
bawah kaki-kaki kalian: “Berkata Mujahid: (terjadinya) gempa
bumi dan musibah tenggelam.
Dan merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi, bahwasanya
semua yang diakibatkan dari terjadinya gempa-gempa bumi pada
hari-hari terakhir ini di berbagai/banyak tempat/penjuru, itu
merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang dengan
tanda-tanda tersebut Allah menakuti hamba-hambaNya.
Dan semua yang terjadi sebagai akibat dari terjadinya gempa-empa
bumi atau bencana yang lainnya, yang semua itu mengakibatlan
kemudhorotan bagi hamba-hamba Allah dan menyebabkan berbagai
macam kemelaratan, kasakitan, kematian, penderitaan bagi mereka,
semua itu terjadi karena disebabkan perbuatan syirik dan maksiat
yang mereka lakukan.
Hal ini sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan (artinya):
“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka itu karena
disebabkan perbuatan tangan- tangan kalian sendiri. Dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy
Syura: 30).
Dan firman Allah (artinya):
“Kebaikan/nikmat apa saja yang kamu peroleh, maka itu semua
datangnya dari Allah. Dan kejelekan/musibah apa saja yang
menimpamu, maka itu semua dari (kesalahan/dosa) dirimu sendiri”
(QS. An Nisa: 79).
Dan firman Allah (artinya):
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami adzab karena disebabkan
dosanya. Maka diantara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu
kepadanya, dan diantara mereka ada yang kami siksa deangan suara
keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami
benamkan kedalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami
tenggelamkan. Dan Allah tidaklah sekali-kali hendak menganiaya
mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri-diri mereka
sendiri” (QS. Al Ankabut: 40)
Maka merupakan kewajiban atas semua orang yang telah Allah
bebankan syari’at (mukallaf) dari kalangan kaum muslimin, untuk
segera bertaubat kepada Allah, dan berpegang teguh dengan
agamanya. Dan wajib bagi mereka untuk
memperingatkan/menjauhi/meninggalkan dari setiap yang dilarang
oleh Allah berupa perbuatan syirik dan perbuatan maksiat.
Sehingga dengan itu semua akan mendatangkan keselamatan dan
keberuntungan bagi mereka dari berbagai macam keburukan/bencana
di dunia dan akherat.
Dan sehingga dengan sebab itu pula, Allah akan
mengangkat/menghilangkan semua musibah dan bencana dari mereka,
serta memberikan karunia kapada mereka dengan berbagai
kebaikan/nikmat. Hal ini sebagai firman Allah (artinya): “kalau
sekiranya penduduk suatu negeri itu mereka beriman dan bertakwa,
kami pasti akan membukakan /melimpahkan kepada mereka
barokah-barokah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka disebabakan
perbuatan yang mereka lakukan.” (QS. Al A’raf: 96).
Dan firman Allah (artinya):
“Kalau sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan hukum taurat
dan injil, dan menjalankan apa-apa yang telah diturunkan kepada
mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapatkan makanan
dari atas mereka dan dari bawah kaki-kaki mereka.” (QS. Al
Maidah: 66).
Dan firman Allah (artinya):
”Maka apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari
datangnya siksaan kami kepada mereka dimalam hari diwaktu mereka
sedang tidur? Atau apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman
dari datangnya siksaan kami kepada mereka di waktu dhuha yang
ketika itu mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman
dari adzab/siksaan Allah (yang datangnya tidak terduga-duga)?
Maka tidaklah ada yang merasa aman dari adzab/siksaan Allah
kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 97-99)
Dan telah berkata Al ‘Allamah Ibnul Qoyyim:
“Terkadang pada sebagian waktu Allah mengijinkan bagi bumi untuk
“bernafas”. Maka terjadilah diatas muka bumi itu gempa yang
dahsyat. Maka gempa tersebut menyebabkan terjadinya kekhawatiran
dan ketakutan yang besar bagi hamba-hamba Allah, (sehingga
mereka karena sebab terjadinya gempa tersebut) kembali ke jalan
Allah, meninggalkan diri dari perbuatan maksiat, tunduk dan
menyerahkan diri kepada Allah, dan menyesal (atas semua dosa
yang telah dilakukan). Sebagaimana telah berkata sebagian salaf
ketika bumi digoncangkan (terjadi gempa):
”Sesungguhnya Rabb kalian telah menggoncangkan kalian dengan
goncangan yang keras.”
Dan telah berkata ‘Umar bin Khotthob ketika terjadi gempa di
madinah, maka beliau berkhutbah dihadapan manusia dan menasehati
mereka.
(Selesai perkataan Al ‘Allamah Ibnul Qoyyim Rahimahullah).
Maka merupakan kewajiban yang harus dilakukan ketika terjadinya
gempa-gempa bumi dan bencana-bencana yang lainnya dari sebagian
tanda-tanda kekuasaan Allah, juga ketika terjadi gerhana dan
angin yang kuat untuk segera bertaubat kepada Allah, tunduk
menyerahkan diri kepada Allah, dan meminta keselamatan padaNya.
Demikian pula deangan mamperbanyak dzikir kepada Allah dan
memperbanyak istighfar kepadaNya. Hal ini sebagaimana sabda
Rasulullah ketika terjadi gerhana: ”jika kalian
melihat/mengalami yang demikian (gerhana gempa dan bencana yang
lainnya), takutlah dan rendahkanlah diri-diri kalian kepada
Allah dengan berdzikir kepadaNya, berdo’a dan beristighfar
kepada-Nya”.
Dan disukai juga ketika terjadinya bencana untuk mengasihi
orang-orang faqir dan orang-orang miskin serta bersedekah kepada
mereka.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi (artinya):
”Saling mengasihilah diantara kalian, niscaya kalian akan
dikasihi. Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman
(Allah). Saling mengasihilah diantara kalian kepada orang-orang
dimuka bumi ini, niscaya kalian akan dikasihi oleh yang ada
diatas langit.” Dan sabda Nabi (artinya): ”siapa yang
tidakmengasihi/menyayangi, dia tidak akan dikasihi (oleh
Allah).”
Dan telah diriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, bahwasanya
beliau dahulu pernah menulis perintah kepada para
pembantu-pembantunya ketika terjadinya gempa bumi agar mereka
bersedekah.
Dan termasuk dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan keamanan/
ketentraman dan keselamatan dari segala keburukan, yaitu
bersegeranya pihak pemerintah untuk memperhatikan dan membantu
orang-orang yang lemah, berpegang teguh dengan al haq, berhukum
dengan apa-apa yang disyari’atkan Allah dan senantiasa
menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar.
Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya):
“Orang-orang mu’min yang laki-laki dan perempuan sebagaimana
mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka
memerintahkan dengan perkara kebaikan dan melarang dari
perbuatan yang munkar, mereka menegakkan shalat dan menunaikan
zakat dan mereka mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah
orang-orang yang akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. At Taubah: 71).
Dan firman Allah (yang artinya):
“Sesungguhnya Allah pasti akan menolong orang yang menolong
(agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha
Perkasa. Yaitu orang-orang yang Kami teguhkan/ kokohkan
kedudukan mereka di atas muka bumi, mereka mendirikan shalat,
menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari
perbuatan munkar. Dan hanya kepada Allahlah kembalinya segala
perkara.” (Q.S. Al Haj: 40-41).
Dan firman Allah (yang artinya):
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan
mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberikan rizki
kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S. Ath
Thalaq: 2-3).
Dan banyak sekali ayat-ayat yang berkaitan dengan makna ini.
Dan nabi telah bersabda (yang artinya);
”Barang siapa yang meringankan/menanggung hajat (kebutuhan)
saudaranya, maka Allah akan menanggung kebutuhannya. (Muttafaqun
alaihi)
Dan sabda beliau (yang artinya):
”Barang siapa yang menghilangkan kesusahan seorang mu’min dari
kesusahan-kesusahan dunia, Allah akan menghilangkan darinya
kesusahan dari kesusahan- kesusahan pada hari kiamat.” Dan
barang siapa yang memberi kemudahan kepada seorang yang sedang
mengalami kesulitan, Allah akan memberi kemudahan baginya di
dunia dan akherat. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang
muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan
Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong
saudaranya. (HR. Muslim didalam kitab shahihnya)
Hadits-hadits yang berkaitan dengan makna ini banyak sekali.
Dan Allahlah dzat tempat untuk meminta, agar Allah memperbaiki
keadaaan kaum muslimin semuanya, memberikan karunia kepada
mereka dengan kefaqihan dalam agama-Nya dan memberikan karunia
kepada mereka pula dengan keistiqomahan di atas agama-Nya. Dan
agar Allah memberikan karunia-Nya kepada kaum muslimin dengan
taubat kepada-Nya dari segala perbuatan dosa-dosa dan agar Allah
memperbaiki keadaan pemerintah kaum muslimin semua,
menolong/menegakkan al haq dan menghancurkan kebatilan melalui
mereka.
Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq kepada pemerintah kaum
muslimin untuk berhukum dengan syari’at- syari’atnya kepada para
hamba-Nya. Dan semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum
muslimin dari gelapnya fitnah-fitnah dan
penyimpangan-penyimpangan/tipu daya syaithon. Sesungguhnya Allah
Maha Penolong dari perkara yang demikian lagi maha berkuasa
atasnya.
Shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita
Muhammad, para keluarganya dan para shahabatnya serta
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.
Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab
Asilah Al Muhimmah. Sumber: Buletin Dakwah Al Atsary, Semarang
Edisi 15/1427H. Dikirim oleh Al-Akh Dadik via email)
Beri peringkat:3 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Bimbingan Ulama menghadapi musibah Gempa dan Tsunami di
Indonesia
Maret 27, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Penjelasan Hadits Arbain Kedua: Penjelasan tentang Islam, Iman,
dan Ihsan (3)
Juni 14, 2009
dalam "Aqidah"
Isra’ M’iraj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Juli 20, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata bencana alam, gempa,
indonesia, lumpu lapindo, Nasehat |
*****************************************************
Page 1 of 1