DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 916--------------------------------------------------
Bagaimana Cara Kita Menziarahi Kuburan
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 6:33 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Bagaimana Cara Kita Menziarahi Kuburan
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Jamil Zainu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنِّي
كُنْتُ
نَهَيْتُكُمْ
عَنْ
زِيَارَةِ
الْقُبُوْرِ
،
فَزُوْرُوْهَا
لِتَذْكِرِكُمْ
زِيَارَتُهَا
خَيْراً
“Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, (kini)
berziarahlah, agar ziarah kubur itu mengingatkanmu berbuat
kebajikan.” (HR. Ahmad, hadits sahih)
Di antara yang perlu diperhatikan dalam ziarah kubur adalah:
1.Ketika masuk, disunahkan menyampaikan salam kepada mereka yang
telah meninggal dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
mengajarkan kepada para sahabat agar mengucapkan,
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ
أَهْلَ
الدِّيَارِ
مِنَ
الْمُؤْمِنِيْنَ
وَ إِنَّا
إِنْ شَاءَ
اللهُ
بِكُمْ
لاَحِقُوْنَ
، أَسْأَلُ
اللهَ
لَناَ وَ
لَكُمْ
الْعَافِيَةَ(مِنَ
الْعَذَابَ)
“Semoga keselamatan tercurah untuk kalian wahai para penghuni
kubur, dari orang-orang beriman. Dan kami insya Allah akan
menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah, untuk kami dan untuk
kalian keselamatan (dari azab).” (HR. Muslim dan lainnya)
2. Tidak duduk di atas kuburan, serta tidak menginjaknya
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
لاَ
تُصَلُّوْا
إِلَى
الْقُبُوْرِ
وَ لاَ
تَجْلِسُوْا
عَلَيْهَا
“Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan jangan pula duduk
di atasnya.” (HR. Muslim)
3. Tidak melakukan tawaf sekeliling kuburan dengan niat untuk
ber-taqarrub (mendekatkan diri kepada orang yang dikubur
–pent.). Karena Allah berfirman,
وَلْيَطَّوَّفُوا
بِالْبَيْتِ
الْعَتِيقِ
“Dan hendaklah mereka melakukan tha’waf di sekeliling rumah yang
tua itu (Baitullah, Ka’bah).” (AI-Hajj: 29)
4. Tidak membaca Al-Quran di kuburan. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ
تَجْعَلُوْا
بُيُوْتَكُمْ
مَقَابِرَ
فَإِنَّ
الشَّيْطَانَ
يَنْفِرُ
مِنَ
الْبَيْتِ
الَّذِيْ
تـُقْرَأُ
فِيْهِ
سُوْرَةُ
الْبَقَرَةِ
“Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan
lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
(HR. Muslim)
Ini merupakan isyarat bahwa kuburan bukanlah tempat membaca
Al-Quran, berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadits-hadits
tentang membaca Al-Quran di kuburan adalah tidak sahih.
5. Adapun meminta pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun
mayit itu seorang nabi atau wali, ini merupakan syirik besar
karena Allah berfirman,
وَلا
تَدْعُ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
مَا لا
يَنْفَعُكَ
وَلا
يَضُرُّكَ
فَإِنْ
فَعَلْتَ
فَإِنَّكَ
إِذًا مِنَ
الظَّالِمِينَ
(١٠٦)
“Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan
tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika
kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau
begitu termasuk orang-orang yang zhalim.” (Yunus: l06)
(Orang-orang yang zhalim adalah musyrikin).
6. Tidak meletakkan karangan bunga atau menaburkannya di atas
kuburan mayit karena hal ini menyerupai orang-orang Nasrani,
serta membuang-buang harta dalam perkara yang tidak bermanfaat.
Apabila harta itu disedekahkan kepada orang-orang fakir dengan
niat untuk si mayit, niscaya akan bermanfaat untuk si mayit dan
bagi orang-orang fakir tersebut.
7. Dilarang membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari
Al-Quran atau syair di atasnya. Sebab hal itu dilarang,
“Beliau melarang mengapur kuburan dan membangun di atasnya.”
Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal, untuk
menandai kuburan. Dan itu sebagaimana yang dilakukan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam ketika meletakkan sebuah batu di
atas kubur Utsman bin Mazh’un, lantas beliau bersabda,
أَتَعَلـَّمُ
عَلَى
قَبْرِ
أَخِيْ
“Aku memberikan tanda di atas kubur saudaraku.” (HR. Abu Daud,
dengan sanad hasan). Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
Sumber: Manhaj Al-Firqah An-Najiyah, Syaikh Muhammad bin Jamil
Zainu
Silakan dicopy dengan mencantumkan url:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
Beri peringkat:2 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Beribadah di Kuburan
Maret 4, 2009
dalam "Aqidah"
Melepas Sandal Ketika Masuk Kuburan
Juni 10, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Hukum Membangun Kuburan
Februari 12, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Artikel, Jenazah,
kuburan, tawasul, ziarah wali |
*****************************************************
Page 1 of 1