DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ MUSLIMAH
*****************************************************
#Post#: 915--------------------------------------------------
Faedah dari Kisah Budak Wanita Pengembala
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 6:33 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Faedah dari Kisah Budak Wanita Pengembala
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Jamil Zainu
Dari Muawiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallah ‘anhu, dia
berkata:
“Dulu budak wanitaku menggembalakan kambing-kambingku di wilayah
Uhud dan Juwaniah. Suatu hari dia kembali dalam keadaan serigala
telah membawa lari seekor kambing gembalaannya. Aku adalah
seorang dari anak-anak Adam yang marah sebagaimana mereka marah.
Aku sungguh-sungguh memukul dan mencacinya. Maka aku datangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, perkara tersebut terasa
besar bagiku.
Aku katakan, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku bebaskan dia?’
Rasulullah berkata, ‘Bawa dia ke hadapanku’. Rasulullah kemudian
bertanya kepada budak perempuan tersebut, ‘Dimana Allah?’ Dia
menjawab, ‘Allah di langit’. Beliau juga bertanya, ‘Siapa aku?’
Budak itu menjawab, ‘Engkau Rasulullah’. Rasulullah bersabda,
‘Bebaskan dia, karena dia adalah seorang wanita yang
beriman’.”(HR. Muslim dan Abu Daud).
Faedah-faedah Hadits
1. Para sahabat senantiasa mengembalikan setiap permasalahan
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meski perkara
tersebut kecil agar mereka mengetahui hukum Allah dalam
permasalahan tersebut.
2. Berhukum kepada Allah dan Rasul, sebagai pengamalan firman
Allah ta’ala,
“Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang
mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati
mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan
mereka menerima dengan sepenuhnya”. (Surat An-Nisa: 65).
3. Pengingkaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas
perbuatan sahabat memukul budak wanita, dan perkara ini dianggap
besar oleh beliau.
4. Pembebasan itu bagi budak yang mu’min bukan yang kafir,
karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengujinya.
Ketika beliau mengetahui keimanannya, maka beliau memerintahkan
untuk membebaskannya. Apabila dia kafir, beliau tidak akan
memerintahkan untuk membebaskannya.
5. Wajibnya bertanya tentang tauhid, termasuk tentang ketinggian
Allah di atas Arsy-Nya. Mengetahui perkara ini adalah wajib.
6. Disyariatkannya bertanya dimana Allah. Ini adalah sunnah
karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menanyakannya.
7. Disyariatkannya menjawab bahwa Allah di langit (maksudnya di
atas langit), karena taqrir (persetujuan-pent.) Rasulullah
‘alaihi shalatu wasallam terhadap jawaban budak wanita tersebut
serta cocoknya jawaban itu dengan Al-Qur’an, dimana Allah ta’ala
berfirman,
“Apakah kamu merasa aman terhadap Yang di langit, bahwa Dia akan
menjungkir balikkan bumi bersama kamu”(Al-Mulk: 16).
Ibnu ‘Abbas berkata tentang ayat ini, “Dia (Yang di langit –
pent.) adalah Allah”. Dan makna di langit adalah di atas langit.
8. Benarnya iman itu dengan syahadat tentang kerasulan Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam.
9. Berkeyakinan bahwa Allah berada di langit merupakan bukti
benarnya keimanan, dan ini adalah perkara yang wajib bagi setiap
mu’min.
10. Bantahan terhadap kesalahan orang yang mengatakan bahwa
Allah ada di semua tempat dengan Dzat-Nya, dan yang benar bahwa
Allah bersama kita dengan ilmu-Nya tidak dengan Dzat-Nya.
11. Permintaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk
menghadirkan budak perempuan tersebut dalam rangka mengujinya,
membuktikan bahwa Rasulullah tidaklah mengetahui perkara gaib,
yaitu keimanan budak perempuan itu. Ini merupakan bantahan
terhadap kaum shufi yang mengatakan bahwa Rasulullah mengetahui
perkara yang ghaib. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Diterjemahkan dari Kaifa Nurabbi Auladana, silakan dicopy
dengan mencantumkan URL:
HTML http://www.ulamasunnah.wordpress.com
)
Beri peringkat:Rate This
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Allah di Atas Arsy
Februari 17, 2008
dalam "Aqidah"
Penjelasan Hadits Arbain Kedua: Penjelasan tentang Islam, Iman,
dan Ihsan (1)
Juni 14, 2009
dalam "Aqidah"
Penjelasan Hadits Arbain Kedua: Penjelasan tentang Islam, Iman,
dan Ihsan (5)
Juni 14, 2009
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Aqidah, Aqidah
ahlussunnah, Artikel, asyairoh, di mana Allah, salafy |
*****************************************************
Page 1 of 1