URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
       *****************************************************
       #Post#: 909--------------------------------------------------
       Perayaan Isra’ Mi’raj Rasulullah dalam Sorotan Islam
   DIR By: Host
       Date: August 26, 2024, 6:30 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Perayaan Isra’ Mi’raj Rasulullah dalam Sorotan Islam
       Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Baaz
       Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tetap
       terlimpahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam,
       keluarga dan para sahabatnya.
       Amma ba’du:
       Tidak diragukan lagi, bahwa Isra’ dan Mi’raj merupakan tanda
       kekuasaan Allah yang menunjukkan atas kebenaran kerasulan
       Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan keagungan
       kedudukannya di sisi Tuhannya, selain juga membuktikan atas
       kehebatan Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya atas semua makhluk.
       Firman Allah subhaanahu wa ta’ala:
       &#1587;&#1576;&#1581;&#1575;&#1606; &#1575;&#1604;&#1584;&#1610;
       &#1571;&#1587;&#1585;&#1609; &#1576;&#1593;&#1576;&#1583;&#1607;
       &#1604;&#1610;&#1604;&#1575; &#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1587;&#1580;&#1583;
       &#1575;&#1604;&#1581;&#1585;&#1575;&#1605; &#1573;&#1604;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1587;&#1580;&#1583;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1602;&#1589;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1584;&#1610;
       &#1576;&#1575;&#1585;&#1603;&#1606;&#1575;
       &#1581;&#1608;&#1604;&#1607; &#1604;&#1606;&#1585;&#1610;&#1607;
       &#1605;&#1606; &#1570;&#1610;&#1575;&#1578;&#1606;&#1575;
       &#1573;&#1606;&#1607; &#1607;&#1608;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1605;&#1610;&#1593;
       &#1575;&#1604;&#1576;&#1589;&#1610;&#1585;
       “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
       malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami
       berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian
       dari tanda tanda (kebesaran) kami, sesungguhnya Dia adalah Maha
       Mendengar lagi Maha Melihat” (Al Isra’: 1).
       Diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
       wa sallam bahwasanya Allah telah menaikannya ke langit, dan
       pintu-pintu langit itu terbuka untuknya, hingga beliau sampai ke
       langit yang ketujuh, kemudian beliau diajak bicara oleh Allah
       serta diwajibkan sholat lima waktu, yang semula diwajibkan lima
       puluh waktu, tetapi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam
       senantiasa kembali kepada-Nya minta keringanan, sehingga
       dijadikannya lima waktu, namun demikian, walaupun yang
       diwajibkan lima waktu saja, tetapi pahalanya tetap seperti lima
       puluh waktu, karena perbuatan baik itu akan dibalas dengan
       sepuluh kali lipat. Hanya kepada Allah lah kita ucapkan puji dan
       syukur atas segala nikmat-Nya.
       Tentang malam saat diselenggarakannya Isra’ dan Mi’raj itu belum
       pernah diterangkan penentuan waktunya oleh Rasulullah, tidak
       pada bulan Rajab, atau (ada bulan) yang lain, jikalau ada
       penentuannya maka itupun bukan dari Rasulullah Shalallahu
       ‘alaihi wa sallam, menurut para ulama, hanya Allah lah yang
       mengetahui akan hikmah pelalaian manusia dalam hal ini.
       Seandainya ada hadits yang menentukan waktu Isra’ dan Mi’raj,
       tetap tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menghususkannya
       dengan ibadah ibadah tertentu, selain juga tidak boleh
       mengadakan upacara perkumpulan apapun, karena Rasulullah
       Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak pernah
       mengadakan upacara upacara seperti itu, dan tidak pula
       menghususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut.
       Jika peringatan malam tersebut disyariatkan, pasti Rasulullah
       Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada umatnya, melalui
       ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan oleh beliau,
       pasti diketahui dan masyhur, dan tentunya akan disampaikan oleh
       para sahabat kepada kita, karena mereka telah menyampaikan dari
       Nabi apa-apa yang telah dibutuhkan umat manusia, mereka belum
       pernah melanggar sedikit pun dalam masalah agama, bahkan
       merekalah orang yang pertama kali melakukan kebaikan setelah
       Rasulullah, maka jikalau upacara peringatan malam Isra’ dan
       Mi’raj itu ada tuntunannya, niscaya para sahabat akan lebih
       dahulu menjalankannya.
       Nabi Muhammad adalah orang yang paling banyak memberi nasehat
       kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya
       dengan sebaik-baiknya, dan menjalankan amanat Tuhannya dengan
       sempurna, oleh karena itu jika upacara peringatan malam Isra’
       dan Mi’raj serta bentuk bentuk pengagungannya itu berasal dari
       agama Allah, tentunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan
       oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi karena hal
       itu tidak ada, jelaslah bahwa upacara dan bentuk bentuk
       pengagungan malam tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali.
       Allah subhaanahu wa ta’ala telah menyempurnakan agamaNya bagi
       umat ini, mencukupkan nikmatNya kepada mereka, dan mengingkari
       siapa saja yang berani mengada adakan sesuatu hal baru dalam
       agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah
       subhaanahu wa ta’ala.
       Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:
       ] &#1575;&#1604;&#1610;&#1608;&#1605;
       &#1571;&#1603;&#1605;&#1604;&#1578; &#1604;&#1603;&#1605;
       &#1583;&#1610;&#1606;&#1603;&#1605;
       &#1608;&#1571;&#1578;&#1605;&#1605;&#1578;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1603;&#1605;
       &#1606;&#1593;&#1605;&#1578;&#1610;
       &#1608;&#1585;&#1590;&#1610;&#1578; &#1604;&#1603;&#1605;
       &#1575;&#1604;&#1573;&#1587;&#1604;&#1575;&#1605;
       &#1583;&#1610;&#1606;&#1575; [.
       “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
       Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam sebagai
       agama bagimu” (Al Maidah, 3).
       ] &#1571;&#1605; &#1604;&#1607;&#1605;
       &#1588;&#1585;&#1603;&#1575;&#1569;
       &#1588;&#1585;&#1593;&#1608;&#1575; &#1604;&#1607;&#1605;
       &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1583;&#1610;&#1606;
       &#1605;&#1575; &#1604;&#1605; &#1610;&#1571;&#1584;&#1606;
       &#1576;&#1607; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1608;&#1604;&#1608;&#1604;&#1575; &#1603;&#1604;&#1605;&#1577;
       &#1575;&#1604;&#1601;&#1589;&#1604; &#1604;&#1602;&#1590;&#1610;
       &#1576;&#1610;&#1606;&#1607;&#1605; &#1608;&#1573;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1592;&#1575;&#1604;&#1605;&#1610;&#1606;
       &#1604;&#1607;&#1605; &#1593;&#1584;&#1575;&#1576;
       &#1571;&#1604;&#1610;&#1605; [.
       “Apakah mereka mempunyai sesembahan sesembahan selain Allah yang
       mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diridhai Allah?,
       sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah)
       tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang orang
       yang dzalim itu akan memperoleh azab yang pedih” (As syura, 21).
       Dalam hadits hadits yang shahih, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
       wa sallam telah memperingatkan kita agar waspada dan menjauhkan
       diri dari perbuatan bid’ah, dan beliau juga menjelaskan bahwa
       bid’ah itu sesat, sebagai peringatan bagi umatnya sehingga
       mereka menjauhinya, karena bid’ah itu mengandung bahaya yang
       sangat besar.
       Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: bahwa Rasulullah
       Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
       ” &#1605;&#1606; &#1571;&#1581;&#1583;&#1579; &#1601;&#1610;
       &#1571;&#1605;&#1585;&#1606;&#1575; &#1607;&#1584;&#1575;
       &#1605;&#1575; &#1604;&#1610;&#1587; &#1605;&#1606;&#1607;
       &#1601;&#1607;&#1608; &#1585;&#1583; “.
       “Barang siapa yang mengada adakan sesuatu perbuatan (dalam
       agama) yang sebelumnya tidak pernah ada, maka amalan itu
       tertolak”.
       Dan dalam riwayat imam Muslim, Rasulullah bersabda:
       ” &#1605;&#1606; &#1593;&#1605;&#1604;
       &#1593;&#1605;&#1604;&#1575; &#1604;&#1610;&#1587;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; &#1571;&#1605;&#1585;&#1606;&#1575;
       &#1601;&#1607;&#1608; &#1585;&#1583; “.
       “Barang siapa mengerjakan suatu perbuatan yang belum pernah kami
       perintahkan, maka ia tertolak”.
       Dalam shahih Muslim dari Jabir radhiAllah ‘anhu ia berkata:
       bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam
       salah satu khutbah Jum’atnya:
       ” &#1571;&#1605;&#1575; &#1576;&#1593;&#1583;,
       &#1601;&#1573;&#1606; &#1582;&#1610;&#1585;
       &#1575;&#1604;&#1581;&#1583;&#1610;&#1579;
       &#1603;&#1578;&#1575;&#1576; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1548;
       &#1608;&#1582;&#1610;&#1585; &#1575;&#1604;&#1607;&#1583;&#1610;
       &#1607;&#1583;&#1610; &#1605;&#1581;&#1605;&#1583;
       &#1589;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; &#1608;&#1587;&#1604;&#1605;&#1548;
       &#1608;&#1588;&#1585; &#1575;&#1604;&#1571;&#1605;&#1608;&#1585;
       &#1605;&#1581;&#1583;&#1579;&#1575;&#1578;&#1607;&#1575;&#1548;
       &#1608;&#1603;&#1604; &#1576;&#1583;&#1593;&#1577;
       &#1590;&#1604;&#1575;&#1604;&#1577; “.
       “Amma ba’du: sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah Kitab
       Allah (Al Qur’an), dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk
       Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek jelek
       perbuatan (dalam agama) adalah yang diada adakan, dan setiap
       bid’ah (yang diada adakan) itu sesat” (HR. Muslim).
       Dan dalam kitab kitab Sunan diriwayatkan dari Irbadh bin
       Saariyah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu
       ‘alaihi wa sallam pernah menasehati kami dengan nasehat yang
       mantap, (jika kita mendengarnya) hati kami bergetar, dan air
       mata kami akan berlinang, maka kami berkata kepadanya: wahai
       Rasulullah, seakan akan nasehat itu seperti nasehatnya orang
       yang akan berpisah, maka berilah kami nasehat, maka Rasulullah
       Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
       ” &#1571;&#1608;&#1589;&#1610;&#1603;&#1605;
       &#1576;&#1578;&#1602;&#1608;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1608;&#1575;&#1604;&#1587;&#1605;&#1593;
       &#1608;&#1575;&#1604;&#1591;&#1575;&#1593;&#1577;
       &#1608;&#1573;&#1606; &#1578;&#1571;&#1605;&#1585;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1603;&#1605; &#1593;&#1576;&#1583;
       &#1601;&#1573;&#1606;&#1607; &#1605;&#1606;
       &#1610;&#1593;&#1588; &#1605;&#1606;&#1603;&#1605;
       &#1601;&#1587;&#1610;&#1585;&#1609;
       &#1575;&#1582;&#1578;&#1604;&#1575;&#1601;&#1575;
       &#1603;&#1579;&#1610;&#1585;&#1575;&#1548;
       &#1601;&#1593;&#1604;&#1610;&#1603;&#1605;
       &#1576;&#1587;&#1606;&#1578;&#1610; &#1608;&#1587;&#1606;&#1577;
       &#1575;&#1604;&#1582;&#1604;&#1601;&#1575;&#1569;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1575;&#1588;&#1583;&#1610;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1607;&#1583;&#1610;&#1610;&#1606;
       &#1605;&#1606; &#1576;&#1593;&#1583;&#1610;
       &#1578;&#1605;&#1587;&#1603;&#1608;&#1575; &#1576;&#1607;&#1575;
       &#1608;&#1593;&#1590;&#1608;&#1575;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;&#1575;
       &#1576;&#1575;&#1604;&#1606;&#1608;&#1575;&#1580;&#1584;,
       &#1608;&#1573;&#1610;&#1575;&#1603;&#1605;
       &#1608;&#1605;&#1581;&#1583;&#1579;&#1575;&#1578;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1605;&#1608;&#1585; &#1601;&#1573;&#1606;
       &#1603;&#1604; &#1605;&#1581;&#1583;&#1579;&#1577;
       &#1576;&#1583;&#1593;&#1577; &#1608;&#1603;&#1604;
       &#1576;&#1583;&#1593;&#1577; &#1590;&#1604;&#1575;&#1604;&#1577;
       “.
       “Aku wasiatkan kepada kamu sekalian agar selalu bertakwa kapada
       Allah, mendengarkan dan mentaati perintahNya, walaupun yang
       memerintah kamu itu seorang hamba, sesungguhnya barang siapa
       diantara kalian hidup (pada masa itu), maka ia akan menjumpai
       banyak perselisihan, maka (ketika) itu kamu wajib berpegang
       teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafaurrasyidin yang telah
       mendapat petunjuk sesudahku, pegang dan gigitlah dengan gigi
       gerahammu sekuatnya, dan sekali kali janganlah mengada-ada hal
       yang baru (dalam agama), karena setiap pengadaan hal yang baru
       itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat ”.
       Dan masih banyak hadits hadits lain yang semakna dengan hadits
       ini, para sahabat dan para ulama salaf telah memperingatkan kita
       agar waspada terhadap perbuatan bid’ah serta menjauhinya.
       Dan tidaklah hal itu (peringatan agar waspada terhadap bid’ah),
       melainkan disebabkan karena (bid’ah itu) adalah tambahan
       terhadap agama, dan (bid’ah itu) adalah (pembuatan) syariat yang
       tidak diizinkan oleh Allah, karena hal itu menyerupai perbuatan
       musuh musuh Allah yaitu bangsa Yahudi dan Nasrani.
       Adanya penambahan penambahan dalam agama itu (berarti) menuduh
       agama Islam kurang dan tidak sempurna, dengan jelas ini
       tergolong kerusakan besar, kemungkaran yang sesat dan
       bertentangan dengan firman Allah subhaanahu wa ta’ala:
       ] &#1575;&#1604;&#1610;&#1608;&#1605;
       &#1571;&#1603;&#1605;&#1604;&#1578; &#1604;&#1603;&#1605;
       &#1583;&#1610;&#1606;&#1603;&#1605;
       &#1608;&#1571;&#1578;&#1605;&#1605;&#1578;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1603;&#1605;
       &#1606;&#1593;&#1605;&#1578;&#1610;
       &#1608;&#1585;&#1590;&#1610;&#1578; &#1604;&#1603;&#1605;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1587;&#1604;&#1575;&#1605;
       &#1583;&#1610;&#1606;&#1575; [.
       “Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Kucukupkan
       kepadamu ni’matKu dan Kuridhai Islam sebagai agama bagimu” (Al
       Maidah, 3).
       Selain itu, (penambahan) juga bertentangan dengan hadits-hadits
       Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memperingatkan kita
       dari perbuatan bid’ah dan agar menjauhinya.
       Kami berharap, semoga dalil-dalil yang telah kami sebutkan tadi
       cukup memuaskan bagi mereka yang menginginkan kebenaran, dan mau
       mengingkari perbuatan bid’ah, yakni bid’ah mengadakan upacara
       peringatan malam Isra’ dan Mi’raj, dan supaya kita sekalian
       waspada terhadapnya, karena sesungguhnya hal itu bukan dari
       ajaran Islam sama sekali.
       Ketika Allah telah mewajibkan orang orang muslim itu agar saling
       nasehat menasehati dan saling menerangkan apa apa yang telah
       disyariatkan Allah dalam agama, serta mengharamkan penyembunyian
       ilmu, maka kami memandang perlu untuk mengingatkan saudara
       saudara kami dari perbuatan bid’ah ini, yang telah menyebar di
       berbagai belahan bumi, sehingga sebagian orang mengira itu
       berasal dari agama.
       Hanya Allah lah tempat bermohon, untuk memperbaiki keadaan kaum
       muslimin ini, dan memberi kepada mereka kemudahan dalam memahami
       agama Islam, semoga Allah melimpahkan taufiq kepada kita semua
       untuk tetap berpegang teguh dengan agama yang haq ini, tetap
       konsisten menjalaninya dan meninggalkan apa apa yang
       bertentangan dengannya, hanya Allahlah penguasa segala galanya.
       Semoga sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan
       kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Aamin. &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       (Dikutip dari &#1575;&#1604;&#1581;&#1584;&#1585; &#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1576;&#1583;&#1593; Tulisan Syaikh Abdullah Bin
       Abdul Aziz Bin Baz, Mufti Saudi Arabia. Penerbit Departemen
       Agama Saudi Arabia. Edisi Indonesia “Waspada terhadap Bid’ah”.)
       Sumber:
  HTML http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=471
       Beri peringkat:Rate This
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Isra’ M’iraj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       Juli 20, 2008
       dalam "Aqidah"
       Pendidikan Diniyah Sistem Madrasah
       Maret 1, 2008
       dalam "Adab dan Akhlak"
       Perayaan Maulid Rasulullah dalam Sorotan Islam
       Februari 16, 2008
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Artikel, Bid'ah, bin
       baaz, isra' mi'raj, isro' mi'roj |
       *****************************************************
       Page 1 of 1