DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 909--------------------------------------------------
Perayaan Isra’ Mi’raj Rasulullah dalam Sorotan Islam
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 6:30 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Perayaan Isra’ Mi’raj Rasulullah dalam Sorotan Islam
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Baaz
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tetap
terlimpahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam,
keluarga dan para sahabatnya.
Amma ba’du:
Tidak diragukan lagi, bahwa Isra’ dan Mi’raj merupakan tanda
kekuasaan Allah yang menunjukkan atas kebenaran kerasulan
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan keagungan
kedudukannya di sisi Tuhannya, selain juga membuktikan atas
kehebatan Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya atas semua makhluk.
Firman Allah subhaanahu wa ta’ala:
سبحان الذي
أسرى بعبده
ليلا من
المسجد
الحرام إلى
المسجد
الأقصى
الذي
باركنا
حوله لنريه
من آياتنا
إنه هو
السميع
البصير
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami
berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian
dari tanda tanda (kebesaran) kami, sesungguhnya Dia adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat” (Al Isra’: 1).
Diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wa sallam bahwasanya Allah telah menaikannya ke langit, dan
pintu-pintu langit itu terbuka untuknya, hingga beliau sampai ke
langit yang ketujuh, kemudian beliau diajak bicara oleh Allah
serta diwajibkan sholat lima waktu, yang semula diwajibkan lima
puluh waktu, tetapi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam
senantiasa kembali kepada-Nya minta keringanan, sehingga
dijadikannya lima waktu, namun demikian, walaupun yang
diwajibkan lima waktu saja, tetapi pahalanya tetap seperti lima
puluh waktu, karena perbuatan baik itu akan dibalas dengan
sepuluh kali lipat. Hanya kepada Allah lah kita ucapkan puji dan
syukur atas segala nikmat-Nya.
Tentang malam saat diselenggarakannya Isra’ dan Mi’raj itu belum
pernah diterangkan penentuan waktunya oleh Rasulullah, tidak
pada bulan Rajab, atau (ada bulan) yang lain, jikalau ada
penentuannya maka itupun bukan dari Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam, menurut para ulama, hanya Allah lah yang
mengetahui akan hikmah pelalaian manusia dalam hal ini.
Seandainya ada hadits yang menentukan waktu Isra’ dan Mi’raj,
tetap tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menghususkannya
dengan ibadah ibadah tertentu, selain juga tidak boleh
mengadakan upacara perkumpulan apapun, karena Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak pernah
mengadakan upacara upacara seperti itu, dan tidak pula
menghususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut.
Jika peringatan malam tersebut disyariatkan, pasti Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada umatnya, melalui
ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan oleh beliau,
pasti diketahui dan masyhur, dan tentunya akan disampaikan oleh
para sahabat kepada kita, karena mereka telah menyampaikan dari
Nabi apa-apa yang telah dibutuhkan umat manusia, mereka belum
pernah melanggar sedikit pun dalam masalah agama, bahkan
merekalah orang yang pertama kali melakukan kebaikan setelah
Rasulullah, maka jikalau upacara peringatan malam Isra’ dan
Mi’raj itu ada tuntunannya, niscaya para sahabat akan lebih
dahulu menjalankannya.
Nabi Muhammad adalah orang yang paling banyak memberi nasehat
kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya
dengan sebaik-baiknya, dan menjalankan amanat Tuhannya dengan
sempurna, oleh karena itu jika upacara peringatan malam Isra’
dan Mi’raj serta bentuk bentuk pengagungannya itu berasal dari
agama Allah, tentunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan
oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi karena hal
itu tidak ada, jelaslah bahwa upacara dan bentuk bentuk
pengagungan malam tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali.
Allah subhaanahu wa ta’ala telah menyempurnakan agamaNya bagi
umat ini, mencukupkan nikmatNya kepada mereka, dan mengingkari
siapa saja yang berani mengada adakan sesuatu hal baru dalam
agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah
subhaanahu wa ta’ala.
Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:
] اليوم
أكملت لكم
دينكم
وأتممت
عليكم
نعمتي
ورضيت لكم
الإسلام
دينا [.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam sebagai
agama bagimu” (Al Maidah, 3).
] أم لهم
شركاء
شرعوا لهم
من الدين
ما لم يأذن
به الله
ولولا كلمة
الفصل لقضي
بينهم وإن
الظالمين
لهم عذاب
أليم [.
“Apakah mereka mempunyai sesembahan sesembahan selain Allah yang
mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diridhai Allah?,
sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah)
tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang orang
yang dzalim itu akan memperoleh azab yang pedih” (As syura, 21).
Dalam hadits hadits yang shahih, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wa sallam telah memperingatkan kita agar waspada dan menjauhkan
diri dari perbuatan bid’ah, dan beliau juga menjelaskan bahwa
bid’ah itu sesat, sebagai peringatan bagi umatnya sehingga
mereka menjauhinya, karena bid’ah itu mengandung bahaya yang
sangat besar.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: bahwa Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” من أحدث في
أمرنا هذا
ما ليس منه
فهو رد “.
“Barang siapa yang mengada adakan sesuatu perbuatan (dalam
agama) yang sebelumnya tidak pernah ada, maka amalan itu
tertolak”.
Dan dalam riwayat imam Muslim, Rasulullah bersabda:
” من عمل
عملا ليس
عليه أمرنا
فهو رد “.
“Barang siapa mengerjakan suatu perbuatan yang belum pernah kami
perintahkan, maka ia tertolak”.
Dalam shahih Muslim dari Jabir radhiAllah ‘anhu ia berkata:
bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam
salah satu khutbah Jum’atnya:
” أما بعد,
فإن خير
الحديث
كتاب الله،
وخير الهدي
هدي محمد
صلى الله
عليه وسلم،
وشر الأمور
محدثاتها،
وكل بدعة
ضلالة “.
“Amma ba’du: sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah Kitab
Allah (Al Qur’an), dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek jelek
perbuatan (dalam agama) adalah yang diada adakan, dan setiap
bid’ah (yang diada adakan) itu sesat” (HR. Muslim).
Dan dalam kitab kitab Sunan diriwayatkan dari Irbadh bin
Saariyah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam pernah menasehati kami dengan nasehat yang
mantap, (jika kita mendengarnya) hati kami bergetar, dan air
mata kami akan berlinang, maka kami berkata kepadanya: wahai
Rasulullah, seakan akan nasehat itu seperti nasehatnya orang
yang akan berpisah, maka berilah kami nasehat, maka Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” أوصيكم
بتقوى الله
والسمع
والطاعة
وإن تأمر
عليكم عبد
فإنه من
يعش منكم
فسيرى
اختلافا
كثيرا،
فعليكم
بسنتي وسنة
الخلفاء
الراشدين
المهديين
من بعدي
تمسكوا بها
وعضوا
عليها
بالنواجذ,
وإياكم
ومحدثات
الأمور فإن
كل محدثة
بدعة وكل
بدعة ضلالة
“.
“Aku wasiatkan kepada kamu sekalian agar selalu bertakwa kapada
Allah, mendengarkan dan mentaati perintahNya, walaupun yang
memerintah kamu itu seorang hamba, sesungguhnya barang siapa
diantara kalian hidup (pada masa itu), maka ia akan menjumpai
banyak perselisihan, maka (ketika) itu kamu wajib berpegang
teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafaurrasyidin yang telah
mendapat petunjuk sesudahku, pegang dan gigitlah dengan gigi
gerahammu sekuatnya, dan sekali kali janganlah mengada-ada hal
yang baru (dalam agama), karena setiap pengadaan hal yang baru
itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat ”.
Dan masih banyak hadits hadits lain yang semakna dengan hadits
ini, para sahabat dan para ulama salaf telah memperingatkan kita
agar waspada terhadap perbuatan bid’ah serta menjauhinya.
Dan tidaklah hal itu (peringatan agar waspada terhadap bid’ah),
melainkan disebabkan karena (bid’ah itu) adalah tambahan
terhadap agama, dan (bid’ah itu) adalah (pembuatan) syariat yang
tidak diizinkan oleh Allah, karena hal itu menyerupai perbuatan
musuh musuh Allah yaitu bangsa Yahudi dan Nasrani.
Adanya penambahan penambahan dalam agama itu (berarti) menuduh
agama Islam kurang dan tidak sempurna, dengan jelas ini
tergolong kerusakan besar, kemungkaran yang sesat dan
bertentangan dengan firman Allah subhaanahu wa ta’ala:
] اليوم
أكملت لكم
دينكم
وأتممت
عليكم
نعمتي
ورضيت لكم
الأسلام
دينا [.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Kucukupkan
kepadamu ni’matKu dan Kuridhai Islam sebagai agama bagimu” (Al
Maidah, 3).
Selain itu, (penambahan) juga bertentangan dengan hadits-hadits
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memperingatkan kita
dari perbuatan bid’ah dan agar menjauhinya.
Kami berharap, semoga dalil-dalil yang telah kami sebutkan tadi
cukup memuaskan bagi mereka yang menginginkan kebenaran, dan mau
mengingkari perbuatan bid’ah, yakni bid’ah mengadakan upacara
peringatan malam Isra’ dan Mi’raj, dan supaya kita sekalian
waspada terhadapnya, karena sesungguhnya hal itu bukan dari
ajaran Islam sama sekali.
Ketika Allah telah mewajibkan orang orang muslim itu agar saling
nasehat menasehati dan saling menerangkan apa apa yang telah
disyariatkan Allah dalam agama, serta mengharamkan penyembunyian
ilmu, maka kami memandang perlu untuk mengingatkan saudara
saudara kami dari perbuatan bid’ah ini, yang telah menyebar di
berbagai belahan bumi, sehingga sebagian orang mengira itu
berasal dari agama.
Hanya Allah lah tempat bermohon, untuk memperbaiki keadaan kaum
muslimin ini, dan memberi kepada mereka kemudahan dalam memahami
agama Islam, semoga Allah melimpahkan taufiq kepada kita semua
untuk tetap berpegang teguh dengan agama yang haq ini, tetap
konsisten menjalaninya dan meninggalkan apa apa yang
bertentangan dengannya, hanya Allahlah penguasa segala galanya.
Semoga sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan
kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Aamin. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Dikutip dari الحذر من
البدع Tulisan Syaikh Abdullah Bin
Abdul Aziz Bin Baz, Mufti Saudi Arabia. Penerbit Departemen
Agama Saudi Arabia. Edisi Indonesia “Waspada terhadap Bid’ah”.)
Sumber:
HTML http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=471
Beri peringkat:Rate This
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Isra’ M’iraj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Juli 20, 2008
dalam "Aqidah"
Pendidikan Diniyah Sistem Madrasah
Maret 1, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Perayaan Maulid Rasulullah dalam Sorotan Islam
Februari 16, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Artikel, Bid'ah, bin
baaz, isra' mi'raj, isro' mi'roj |
*****************************************************
Page 1 of 1