URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
       *****************************************************
       #Post#: 908--------------------------------------------------
       Tafsir Al-Fatihah As-Sa’di
   DIR By: Host
       Date: August 26, 2024, 4:29 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Tafsir Al-Fatihah As-Sa’di
       Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di
       Pengantar Admin Ulamasunnah:
       Al-Fatihah adalah surat yang paling sering kita baca. Dalam satu
       hari, seorang muslim minimal membacanya sebanyak 17 kali dalam
       setiap rakaat shalatnya. Untuk lebih menghayati bacaan kita
       terhadap surat ini di dalam shalat, marilah kita baca bersama
       tafsir surat ini.
       Berikut ini adalah tafsir surat Al-Fatihah ringkas yang kami
       terjemahkan dari Taisir Karimir Rahman karya As-Syaikh
       Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah.
       Beliau berkata di dalam tafsir beliau,
       &#1576;&#1616;&#1587;&#1618;&#1605;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1618;&#1605;&#1614;&#1606;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1616;&#1610;&#1618;&#1605;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1605;&#1618;&#1583;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       (1)
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1618;&#1605;&#1614;&#1606;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1616;&#1610;&#1605;&#1616;
       (2) &#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1603;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616; (3)
       &#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1593;&#1618;&#1576;&#1615;&#1583;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1593;&#1616;&#1610;&#1606;&#1615;
       (4) &#1575;&#1607;&#1618;&#1583;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1616;&#1585;&#1614;&#1575;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;
       (5) &#1589;&#1616;&#1585;&#1614;&#1575;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1593;&#1614;&#1605;&#1618;&#1578;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       (6) &#1594;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1594;&#1618;&#1590;&#1615;&#1608;&#1576;&#1616;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1590;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       (7)
       &#1576;&#1616;&#1587;&#1618;&#1605;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       “Dengan nama Allah”
       Allah: Memulai dengan seluruh nama Allah ta’ala. Karena lafazh
       &#1575;&#1587;&#1605; (nama) adalah mufrad mudhaf (kata tunggal
       yang disandarkan pada sesuatu -pent.), maka ini dibawa kepada
       keumuman keseluruhan asmaul husna.
       Allah berarti Yang Disembah, Yang Diibadahi. Yang berhak untuk
       ditunggalkan dalam peribadahan, ini karena Allah disifatkan
       dengan sifat yang termasuk sifat uluhiyah. Sifat ini adalah
       sifat kesempurnaan.
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1618;&#1605;&#1614;&#1606;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1616;&#1610;&#1618;&#1605;&#1616;
       “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
       Dua nama yang menunjukkan bahwa Allah ta’ala memiliki rahmat
       yang luas dan agung, yang meluas kepada segala sesuatu, meliputi
       seluruh makhluk hidup. Allah juga menentukan rahmat bagi
       orang-orang yang bertaqwa, yang mengikuti para nabi dan
       rasul-Nya. Maka, bagi mereka inilah rahmat yang mutlak. Dan
       barangsiapa yan berpaling, maka dia tetap mendapatkan bagian
       rahmat tersebut.
       Ketahuilah, sesungguhnya termasuk ke dalam kaidah yang telah
       disepakati oleh salaful ummah serta para imam adalah beriman
       kepada nama dan sifat Allah, serta hukum-hukum sifat tersebut.
       Sebagai contoh, mereka beriman bahwa Allah itu Rahman dan Rahim.
       Allah memiliki rahmat, yang dengan sifat rahmat itulah Allah
       disifati. Sifat ini dikaitkan dengan makhluk yang dirahmati.
       Maka segala macam kenikmatan merupakan atsar (tanda) dari rahmat
       Allah. Begitupula dalam setiap nama-nama Allah.
       Disebutkan pada sifat Al-Aliim: Allah itu Maha Mengetahui dan
       memiliki ilmu. Dengan ilmu tersebut Allah mengetahui segala
       sesuatu. Begitu juga dengan Qadiir: Allah itu memiliki
       pengaturan, mengatur segala sesuatu.
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1605;&#1618;&#1583;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;
       “Segala puji hanya bagi Allah”
       Ini merupakan pujian kepada Allah dengan sifat kesempurnaan.
       Dengan perbuatan-perbuatan-Nya yang mencakup di antara keutamaan
       dan keadilan. Maka bagi-Nyalah pujian yang sempurna dari segala
       sisi.
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       “Rabb semesta alam”
       Ar-Rabb adalah yang mengatur semesta alam ini. Alam adalah yang
       selain Allah ta’ala. Pengaturan Allah dengan menciptakan alam,
       menyiapkan kebutuhannya, dan memberikan kepada mereka nikmat
       yang agung yang apabila mereka cari mereka tidak akan dapat
       memperolehnya dengan kekekalan. Nikmat yang ada pada mereka
       adalah nikmat dari Allah.
       Tarbiyah Allah terhadap ciptaan-Nya ada dua jenis: umum dan
       khusus.
       Adapun yang umum adalah menciptakan para makhluk, memberi rizki
       kepada mereka, dan menunjuki mereka apa-apa yang memberikan
       mashlahat bagi mereka, ini merupakan ketetapan bagi mereka di
       dunia.
       Adapun yang khusus adalah tarbiyah Allah bagi para wali-Nya.
       Allah mentarbiyah mereka dengan iman, memberikan taufiq kepada
       mereka dengan iman tersebut, menyempurnakan mereka dan mencegah
       mereka dari berpaling (dari keimanan tersebut –pent). Dan Allah
       juga mencegah hambatan-hambatan yang memalingkan mereka dari
       Allah.
       Dan hakikatnya adalah tarbiyah taufiq dalam semua kebaikan dan
       terjaga dari segala macam keburukan. Makna ini merupakan inti
       keadaan kebanyakan doa para nabi dengan lafzh Rabb, karena
       seluruh permintaan mereka masuk di bawah rububiyah yang khusus.
       Maka firman Allah “Rabbil ‘Aalamiin” menunjukkan keesaan Allah
       dalam penciptaan, pengaturan nikmat, kesempurnaan kekayaan
       Allah, serta benar-benar butuhnya yang selain Allah kepada-Nya
       dari segala sisi.
       &#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1603;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616;
       “Yang Menguasai Hari Pembalasan”
       Al-Maalik adalah yang disifati dengan sifat penguasaan yang
       ditandai dengan dia memerintah dan melarang, memberikan pahala
       dan hukuman, mengatur apa yang dia kuasai dengan segala bentuk
       pengaturan. Dan menggolongkan apa yang dia kuasai pada hari
       pembalasan.
       Hari pembalasan adalah hari kiamat. Hari di mana manusia dibalas
       atas amalan-amalan mereka, yang baik maupun yang buruk. Karena
       pada hari tersebut, kesempurnaan kerajaan Allah serta
       keadilan-Nya akan benar nampak sempurna bagi para makhluk.
       Begitu juga akan nampak keterputusan kekuasaan para makhluk.
       Sehingga pada hari itu akan sama kedudukannya para raja dan
       rakyat jelata, seorang budak dan seorang yang merdeka. Semua
       mereka tunduk karena keagungan Allah, merendah karena kebesaran
       Allah, mereka menunggu balasan dari Allah, mengharap pahala-Nya,
       takut akan hukuman-Nya. Oleh karena itulah Allah mengkhususkan
       penyebutan hal ini (yaitu bahwa Dia penguasa hari pembalasan
       –pent). Allah-lah yang menguasai hari pembalasan serta hari-hari
       selainnya.
       &#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1593;&#1618;&#1576;&#1615;&#1583;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1593;&#1616;&#1610;&#1606;&#1615;
       “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada
       Engkaulah kami memohon pertolongan”
       Artinya, “Kami mengkhususkan Engkau semata dalam peribadahan dan
       isti’anah (permintaan tolong)”. Karena didahulukannya al-ma’mul
       (obyek, dalam hal ini adalah kata Engkau (Allah) –pent.)
       memberikan faedah pembatasan. Yaitu menetapkan hukum bagi yang
       disebutkan, dan menafikan hukum dari yang selainnya. Ini
       seolah-olah anda berkata “Kami menyembah kepada-Mu, dan kami
       tidak menyembah yang selain Engkau. Kami tidak pula meminta
       pertolongan dari yang selain Engkau”.
       Di sini, ibadah didahulukan daripada isti’anah. Maksudnya adalah
       mendahulukan perkara yang umum baru kemudian yang khusus serta
       perhatian dengan mendahulukan hak Allah ta’ala daripada hak
       hamba-Nya.
       “Ibadah” adalah sebuah nama yang mengumpulkan perkara yang
       dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa amalan maupun
       ucapan yang zhahir maupun yang batin. “Isti’anah” adalah
       menyandarkan diri kepada Allah untuk memperoleh manfaat dan
       menolak mudharat, disertai dengan tsiqah (keyakinan) bahwa
       Allah-lah yang mewujudkan hal tersebut.
       Menegakkan ibadah dan isti’anah kepada Allah merupakan perantara
       untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi dan selamat dari segala
       bentuk kejelekan. Tidak ada jalan keberhasilan melainkan dengan
       menegakkan keduanya. Hanya saja, ibadah itu disebut ibadah jika
       diambil dari (contohan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
       dan dimaksudkan untuk wajah Allah. Dengan dua perkara ini maka
       dia disebut ibadah.
       Penyebutan Isti’anah setelah ibadah -padahal isti’anah itu juga
       termasuk ke dalam ibadah- adalah karena butuhnya hamba kepada
       istia’anah kepada Allah dalam setiap peribadahan. Sebab, tanpa
       pertolongan Allah, dia tidak akan memperoleh apa yang dia
       inginkan dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
       tadi
       Selanjutnya Allah berfirman,
       &#1575;&#1607;&#1618;&#1583;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1616;&#1585;&#1614;&#1575;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;
       “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
       Maksudnya, “Tunjukkan dan selaraskan kami dengan jalan yang
       lurus”. Jalan yang lurus adalah jalan yang jelas dan
       menyampaikan kepada Allah serta surga-Nya. Jalan yang lurus juga
       maksudnya mengenal kebenaran dan melaksanakannya. Maka
       tunjukilah kami kami ke jalan tersebut dan berilah kami petunjuk
       di jalan tersebut.
       Petunjuk kepada jalan yang lurus ini adalah tetap di dalam agama
       Islam dan meninggalkan agama-agama yang lain. Adapun pentunjuk
       di jalan tersebut mencakup petunjuk untuk mengetahui dan
       mengamalkan bagian-bagian dari agama.
       Doa (”Tunjukkan kami ke jalan yang lurus”, pent.) ini termasuk
       doa-doa yang mengumpulkan dan paling bermanfaat bagi hamba. Oleh
       karena itu wajib bagi setiap orang untuk berdoa kepada Allah
       dengan doa ini pada setiap rakaat shalatnya karena butuhnya dia
       terhadap hal tersebut.
       Jalan yang lurus ini adalah
       &#1589;&#1616;&#1585;&#1614;&#1575;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1593;&#1614;&#1605;&#1618;&#1578;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       “Jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat”
       Yaitu dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan
       orang-orang shalih.
       &#1594;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1594;&#1618;&#1590;&#1615;&#1608;&#1576;&#1616;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       “Bukan jalan orang –orang yang Engkau murkai”
       Yaitu orang-orang yang mengetahui kebenaran namun mereka
       meninggalkannya, seperti Yahudi dan yang seperti mereka.
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1590;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       “Dan bukanlah jalan orang-orang yang sesat”
       Yaitu orang-orang yang meninggalkan kebenaran di atas kebodohan
       dan kesesatan, seperti Nashara dan yang seperti mereka.
       KANDUNGAN SURAT AL-FATIHAH
       Surat Al-Fatihah ini -dilihat dari cakupannya-, telah diturunkan
       dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh surat-surat Al-Qur’an
       lainnya. Surat Al-Fatihah mengandung tauhid yang tiga:
       – Tauhid Rububiyah yang diambil dari firman-Nya:
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       “Rabb semesta alam”
       – Dan tauhid ilahiyah, yaitu mengesakan Allah dengan
       peribadahan. Diambil dari lafzh (&#1575;&#1604;&#1604;&#1607;)
       dan dari firman-Nya:
       &#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1593;&#1618;&#1576;&#1615;&#1583;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1593;&#1616;&#1610;&#1606;&#1615;
       “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada
       Engkaulah kami memohon pertolongan”
       – Serta tauhid asma wa shifat yaitu menetapkan sifat yang
       sempurna bagi Allah, yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya dan
       yang telah Rasulullah tetapkan pula tanpa ta’thil (penolakan),
       tamtsil (memisalkan), dan tanpa tasybih (penyerupaan). Hal ini
       telah ditunjukkan oleh lafzh
       (&#1575;&#1604;&#1581;&#1605;&#1583;) sebagai yang telah
       berlalu.
       Al-Fatihah juga mengandung penetapan nubuwah (kenabian) dalam
       firman-Nya,
       &#1575;&#1607;&#1618;&#1583;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1616;&#1585;&#1614;&#1575;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;
       “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
       Karena jalan yang lurus tidak bisa diperoleh tanpa adanya
       risalah (kenabian).
       Surat ini juga menetapkan adanya balasan bagi amalan-amalan
       dalam firman-Nya:
       &#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1603;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616;
       “Yang Menguasai Hari Pembalasan”
       Dan balasan tersebut akan disertai dengan keadilan. Karena kata
       diin itu bermakna balasan dengan keadilan.
       Surat ini juga mengandung penetapan taqdir, dan menetapkan bahwa
       sesungguhnya hamba itu adalah pelaku amalan yang hakiki. Berbeda
       dengan aliran Qadariyah dan Jahmiyah.
       – Surat ini merupakan bantahan terhadap seluruh ahli bid’ah dan
       kesesatan dalam firman-Nya,
       &#1575;&#1607;&#1618;&#1583;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1616;&#1585;&#1614;&#1575;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;
       “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
       Karena jalan yang lurus adalah mengetahui kebenaran dan
       mengamalkannya. Dan setiap pelaku bid’ah dan kesesatan
       menyelisihi perkara ini.
       – Surat ini juga mengandung pengikhlasan agama hanya bagi Allah
       ta’ala dengan beribadah dan memohon pertolongan dalam
       firman-Nya:
       &#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1593;&#1618;&#1576;&#1615;&#1583;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1606;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1593;&#1616;&#1610;&#1606;&#1615;
       “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada
       Engkaulah kami memohon pertolongan”
       –
       &#1601;&#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1605;&#1618;&#1583;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       –
       &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Silakan dikopi dengan menyertakan
       URL:
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
       Beri peringkat:6 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Apakah Basmalah Merupakan Ayat dalam Surat Al-Fatihah?
       Februari 12, 2008
       dalam "Aqidah"
       Biografi Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di
       Mei 9, 2009
       dalam "Aqidah"
       Biografi Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin
       Februari 4, 2008
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata al fatihah, Artikel,
       as-sa'di, fadhilah al fatihah, tafsir, Tafsir Al Quran |
       *****************************************************
       Page 1 of 1