DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 905--------------------------------------------------
Kesyirikan Sekarang Lebih Parah daripada Kesyirikan Kaum
Musyrikin di Masa Rasulullah!
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 1:57 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Kesyirikan Sekarang Lebih Parah daripada Kesyirikan
Kaum Musyrikin di Masa Rasulullah!
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Shalih Al-Fauzan
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Qawaidul Arba’
berkata,
“Kaum musyrikin pada zaman kita ini lebih besar kesyirikannya
dari pada (kaum musyrikin) terdahulu, karena (kaum musyrikin)
dahulu berbuat syirik (ketika) keadaan senang dan mereka ikhlas
dalam keadaan susah. Sementara kaum musyrikin zaman kita,
kesyirikan mereka terus-menerus dalam keadaan senang maupun
susah, dan dalilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Allah
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah
menyelamatkan mereka sampai kedarat, tiba-tiba mereka (kembali)
mempersekutukan (Allah).” (Al Ankabut: 65)
Beliau (Syaikh Shalih Al-Fauzan) menjelaskan:
Bahwa kaum musyrikin pada zaman kita ini lebih besar
kesyirikannya dari pada (kaum musyrikin) terdahulu yang
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam diutus kepada mereka.
Adapun sebabnya telah jelas, Allah subhanah wa ta’ala
mengabarkan bahwa kaum musyrikin terdahulu ikhlas kepada Allah
subhanahu wa ta’ala ketika mengalami kesusahan dan tidak berdoa
kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, karena mereka tahu
tidak ada yang dapat melepaskan seseorang dari kesusahan kecuali
Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana dinyatakan oleh Allah
subhanahu wa ta’ala:
“Dan apabila kamu ditimpa bahaya dilautan, niscaya hilanglah
siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia
menyelamatkanmu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah
selalu tidak berterima kasih.” (Al Isra’: 67)
Dalam ayat yang lain:
“Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung,
mereka menyeru Allah dengan memurnikanketaatan kepada-Nya”;
yaitu mengikhlaskan doa pada-Nya.”(Al Luqman: 32)
“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu
sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.” (Luqman: 32)
Dan dalam ayat yang lain:
“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat,
tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (Al
Ankabut: 65)
Orang-orang musyrikin terdahulu berbuat syirik (ketika) mereka
dalam keadaan senang. Mereka berdoa kepada berhala, batu-batu
dan pohon-pohon. Adapun ketika terjatuh dalam kesusahan dan
hampir mengalami kehancuran, mereka tidak berdoa kepada berhala,
tidak pada pohon, tidak pula pada batu dan mahluk apapun
–mereka- hanya berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja.
Maka, jika tidak ada yang dapat melepaskan seseorang dari
kesusahan kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, bagaimana berdoa
kepada selain-Nya dalam keadaan senang???
Sementara kaum musyrikin pada zaman sekarang yakni orang-orang
mutaakhirin yang melakukan kesyirikan dari umat Muhammad
shallallahu’alaihi wa sallam ini, sesunggunya kesyirikan mereka
terus –menerus baik dalam keadaan senang maupun susah. (Ketika
senang) mereka tidak mengikhlaskannya untuk Allah subhanahu wa
ta’ala tidak pula dalam keadaan susah. Bahkan tatkala bertambah
kesusahan mereka, bertambah pula kesyirikan dan panggilan mereka
kepada Hasan, Husain, Abdul Qadir, Rifa’i serta selain itu, dan
ini adalah perkara yang telah diketahui.
Disebutkan pula oleh mereka terjadinya keajaiban di lautan,
bahwa ketika mengalami perkara yang susah mereka memanggil
nama-nama para wali dan orang-orang shalih serta beristighotsah
kepada mereka, karena para da’i kebathilan dan kesesatan berkata
kepada mereka: “Kami menyelamatkan kalian dari lautan, maka jika
kalian tertimpa sesuatu panggillah nama-nama kami, kami akan
menyelamatkan kalian.”
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari syaikh-syaikh Tariqat
Sufiyyah. Jika kalian mau, bacalah “Thabaqat Sya’rani”, maka
didalamnya akan terdapat (cerita-cerita) yang membuat gemetar
kulit-kulit tentang apa yang dinamakan karamahnya para wali,
bahwa mereka menyelamatkan dari lautan. Tangan mereka menjulur
ke lautan dan membawa kapal semuanya lalu mengeluarkannya ke
darat sementara tidak basah lengan-lengannya, dan selain itu
dari kebathilan dan khurafat mereka. Maka mereka terus-menerus
melakukan kesyirikan baik dalam keadaan senang maupun susah,
bahkan kesyirikan mereka lebih besar dibanding kaum musyrikin
terdahulu.
Dan juga sebagaimana dikatakan oleh Syaikh (Muhammad bin Abdul
Wahhab rahimahullah) dalam kitab Kasyfu Syubhat,
“Sisi yang lain, bahwasanya kaum musyrikin dahulu menyembah
orang-orang shalih dari kalangan malaikat, para nabi dan para
wali –sedangkan (kaum musyrikin sekarang)- mereka menyembah
manusia yang paling jahat, dalam keadaan mereka mengetahui hal
itu.
(Mereka menyembah) orang yang mereka namakan Al Aqthab dan Al
Aghwaats, padahal mereka itu tidak shalat, tidak berpuasa, serta
tidak menjaga diri dari zina, liwath (homo sex) dan perbuatan
keji (lainnya). Karena –menurut persangkaan mereka- (Al Aqthab
dan Al Aghwaats) tidaklah memiliki taklif (beban syariat),
sehingga tidak ada (baca: tidak berlaku) halal dan haram bagi
mereka, karena halal dan haram hanyalah untuk orang awam.
Mereka mengetahui bahwa peminpin mereka tidak shalat, tidak
berpuasa, dan tidak menjaga diri dari perbuatan keji, namun
bersamaan dengan itu mereka menyembahnya. Bahkan mereka
menyembah manusia yang paling keji: seperti Al Hallaj, Ibnu
Arabi, Rifa’i, Badawi dan selain mereka.”
Syaikh rahimahullah membawakan dalil bahwa musyrikin mutaakhirin
(zaman ini) lebih besar dan lebih keras kesyirikannya dari pada
(musyrikin) terdahulu, karena (musyrikin) dahulu mereka ikhlas
(kepada Allah subhanahu wa ta’ala) dalam keadaan susah dan
berbuat syirik dalam keadaan senang, beliau berdalil dengan
firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Allah
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (Al Ankabut: 65)
Mudah-mudahan shalawat dan salam Allah subhanahu wa ta’ala atas
Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga serta
seluruh sahabatnya. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
Sumber: E-Book Mengapa Islam Membenci Syirik terjemahan dari
kitab Syarh Qawaidul Arba’ oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan.
Dikompilasi oleh Ahmad Al-Makassari
Beri peringkat:2 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Kesyirikan Kaum Musyrikin Jaman Jahiliyah
Februari 21, 2008
dalam "Aqidah"
Pembatal Keislaman (3): Tidak Mengkafirkan Orang Kafir
November 17, 2008
dalam "Aqidah"
Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
November 13, 2009
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata Aqidah, Artikel, belajar
aqidah, kitabut tauhid, musyrikin, qawaidul arba', shalih al
fauzan, syirik, tauhid rububbiyah |
*****************************************************
Page 1 of 1