DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ADAB DAN AKHLAK
*****************************************************
#Post#: 902--------------------------------------------------
Bagaimana Seorang Muslim Berpakaian?
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 1:55 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Bagaimana Seorang Muslim Berpakaian?
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Jamil Zainu
1. Allah ta’ala berfirman,
“Dan pakaianmu, bersihkanlah!” (Al-Muddatstsir: 4)
2. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, “Pakaian yang
dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah
gamis .” (HR. At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya)
(gamis: baju panjang yang sampai setengah betis)
3. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
“Allah tidak melihat pada hari kiamat orang yang memanjangkan
pakaiannya karena sombong.” (Muttafaqun ‘alaihi)
4. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
“Apa yang di bawah mata kaki berupa kain (sarung), tempatnya
dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari)
5. Ibnu Umar berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menjulurkan imamahnya di antara kedua pundaknya.” (HR.
At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya)
6. Dari Salim, dari bapaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
“Isbal terdapat pada izar (sarung) dan imamah. Barangsiapa yang
memanjangkan karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada
hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i, dishahihkan oleh
Al-Albani)
7. Abu Sa’id Al-Khudri mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
“Pakaian seorang mukmin sampai setengah betisnya, dan tidak
mengapa yang demikian di antara betis dan mata kaki, dan apa
yang di bawah mata kaki maka tempatnya adalah di Neraka.”
Beliau menyatakan yang demikian tiga kali, kemudian beliau
melanjutkan,
“Dan Allah tidak melihat pada hari kiamat terhadap orang yang
memanjangkan pakaiannya karena sombong.” (HR. Ibnu Majah dan Abu
Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani)
8. Abdullah bin Umar berkata, “Aku melewati Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dan pakaianku melorot, maka beliau
bersabda,
‘Wahai Abdullah, naikkan pakaianmu!’, maka aku pun menaikkannya,
‘Angkat lagi’, aku pun menaikkannya lagi. Setelah itu, aku pun
senantiasa menjaganya.”
Sebagian orang bertanya kepada beliau, “Sampai batasan mana?”
Beliau menjawab, “Sampai setengah betis.” (HR. Muslim)
9. Dari Samurah bin Jundub, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
“Kenakanlah pakaian putih karena lebih suci dan lebih indah, dan
kafanilah mayat-mayat kalian dengan kain putih .” (HR. Ahmad dan
selainnya. Sanadnya shahih)
10. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang memakai pakaian kemasyhuran di dunia, Allah
akan memakaikan pakaian kehinaan di akhirat.” (HR. Ahmad dan
dihasankan oleh Al-Albani)
11. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Makan dan minumlah kalian serta bershadaqah dan berpakaianlah,
tanpa berlebihan dan tidak sombong.” (HR. Ahmad, shahih)
KESIMPULAN
1. An-Nawawi menyimpulkan dari hadits-hadits tentang pakaian:
Isbal terdapat pada sarung, gamis, imamah, dan baju. Dan tidak
boleh isbal di bawah mata kaki, jika untuk kesombongan. Apabila
untuk tujuan selain itu maka makruh, dan sunnahnya sampai
setengah betis. Boleh dan tidak makruh jika sampai dua mata
kaki. Adapun di bawah mata kaki, maka tidak boleh/terlarang.
2. Ibnu Hajar telah menyebutkan pendapat beliau dalam kitabnya
Fathul Baari bahwa tidak boleh berpakaian hingga menutup mata
kaki. Beliau menuturkan bahwa Al-Qadhi ‘Iyad telah menukilkan
ijma’ tentang larangan bagi kaum lelaki –tidak berlaku untuk
para wanita– untuk memanjangkan pakaian mereka di bawah mata
kaki.
Kemudian Ibnu Hajar berkata, “Kesimpulannya bahwa pada laki-laki
ada dua keadaan:
· Disunnahkan, yaitu memendekkan pakaian sampai setengah betis.
· Diperbolehkan, yaitu sampai kedua mata kaki.
Dan dipahami dari ucapannya bahwa memanjangkan pakaian, seperti
baju, sirwal dan celana, di bawah kedua mata kaki adalah tidak
diperbolehkan.
3. Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam melihat padanya ada dua baju yang dicelup dengan
celupan kuning [1].
Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya ini termasuk pakaian orang-orang kafir, janganlah
kamu pakai keduanya.” (HR. Muslim)
Faedah Hadits
1. Tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengenakan pakaian
orang-orang kafir karena termasuk menyerupai pakaian mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari
kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud dan shahih)
Dan telah tersebar di kebanyakan negeri-negeri Islam sikap
menyerupai dengan orang-orang kafir, seperti memakai celana
sempit yang mereka namakan celana cowboy, sirliston, dan
selainnya. Dan aku mendengar jawaban salah seorang ulama, ketika
ditanya tentang celana yang sempit, dengan menyatakan bahwa hal
itu adalah aib. Ulama tersebut menjawab, “Haram, karena
membentuk aurat dan padanya ada sikap menyerupai dengan
orang-orang kafir.”
2. Adapun penutup kepala (seperti peci dan lain-lain) merupakan
syi’ar dari umat ini. Akan tetapi, sebagian kaum muslimin mereka
memakai topi dan telah diwajibkan bagi tentara-tentara untuk
memakai topi, yang itu merupakan pakaian orang-orang kafir.
Sebagian orang-orang kaya dan sebagian para pegawai juga
memakainya dengan alasan untuk menutup kepala dari panas
matahari.
Kalaulah mereka menutup kepala dengan peci, imamah atau sapu
tangan, niscaya ini lebih baik bagi kepala-kepala mereka dan
jauh dari tasyabbuh dengan orang-orang kafir. Disebabkan telah
tersebarnya sikap meniru orang kafir sehingga manusia tidak
menyadari bahwa hal ini telah menyelisihi syariat. Innaa lillahi
wa innaa ilaihi raajiun. Lalu bagaimana kita akan memerangi
orang-orang kafir, sedangkan kita menyerupai pakaian-pakaian dan
kebiasaan mereka ??!!
Kita diperbolehkan meniru mereka dalam perkara-perkara yang
bermanfaat, seperti pembuatan pesawat, kendaraan-kendaraan, alat
perang dan selainnya, dari perkara-perkara yang akan membantu
untuk mempertahankan agama dan wilayah kita.(ulamasunnah.wp)
Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
Sumber: Qutuuf minasy Syamail Muhammadiyah karya Asy-Syaikh
Muhammad bin Jamil Zainu.
Catatan Kaki:
[1] Warna kuning yang dimaksud lebih kepada oranye. Sewaktu
muhadharah di Masjid Nurul Barokah, Al-Ustadz Muhammad Afifuddin
pernah bercerita bahwa Syaikh Abdullah Mar’i ditanya tentang
seperti apa warna tersebut. Kemudian Asy-Syaikh menunjuk water
torn di rumah salah seorang ikhwah, dan berkata “Seperti inilah
warna yang dilarang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam”. Dan
kami lihat warnanya adalah oranye yang menyala, seperti pakaian
pendeta Hindu di India. Wallahu a’lam.
Silakan dicopy dengan mencantumkan
URL:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
Beri peringkat:1 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Membagi Agama Menjadi Kulit dan Esensi
Februari 12, 2008
dalam "Aqidah"
Dalil Syar’i tentang Haramnya Gambar Makhluk Hidup
Februari 23, 2008
dalam "Aqidah"
Janganlah Panggil Saudaramu Kafir!
Juni 4, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Adab dan Akhlak | Dengan kaitkata Adab dan Akhlaq,
Artikel, artikel islami, baju muslim, gamis, pakaian muslim,
sunnah, tuntunan islami |
*****************************************************
Page 1 of 1