DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ MUAMALAH
*****************************************************
#Post#: 889--------------------------------------------------
Jauhilah Sikap Hasad (2)
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 1:43 am
---------------------------------------------------------
Jauhilah Sikap Hasad (2)
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Ketahuilah bahwa hasad membawa banyak dampak yang buruk di
antaranya:
1. Meniru gaya hidup orang-orang Yahudi yang mana mereka adalah
sejelek-jeleknya makhluq ALLAH yang mana sebagian dari mereka
telah dijadikan kera oleh-Nya, babi dan penyembah Thaghut.
2. Menunjukkan bahwa orang yang hasad mempunyai jiwa yang buruk
dan dia tidak menyukai saudara mendapatkan suatu kebaikan
sebagaimana hal itu dia inginkan untuk dirinya, karena orang
yang seperti ini tidak akan merasa hasad kepada orang lain
bahkan dia turut bergembira jika orang lain mendapatkan nikmat
dari ALLAH subhanahu wa ta’ala seraya berdoa: “Ya ALLAH berilah
aku kenikmatan sepertinya”. Sebagaimana firman ALLAH subhanahu
wa ta’ala
وَلَا
تَتَمَنَّوْا
مَا
فَضَّلَ
اللَّهُ
بِهِ
بَعْضَكُمْ
عَلَى
بَعْضٍ
لِلرِّجَالِ
نَصِيبٌ
مِمَّا
اكْتَسَبُوا
وَلِلنِّسَاءِ
نَصِيبٌ
مِمَّا
اكْتَسَبْنَ
وَاسْأَلُوا
اللَّهَ
مِنْ
فَضْلِهِ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
بِكُلِّ
شَيْءٍ
عَلِيمًا
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan
ALLAH kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang
lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa
yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian
dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada ALLAH
sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui
segala sesuatu”. (QS An-Nisa:32).
3. Ada semacam ketidakterimaan terhadap takdir ALLAH subhanahu
wa ta’ala, karena kalau tidak demikian maka siapa yang memberi
karunia tersebut kepada orang ini? Tentunya ALLAH subhanahu wa
ta’ala, sehingga jika engkau membenci hal itu sungguh kamu telah
membenci takdir ALLAH subhanahu wa ta’ala dan orang yang sudah
sampai seperti ini akan sangat membahayakan agamanya karena dia
hendak mensejajarkan diri dengan ALLAH subhanahu wa ta’ala dalam
pengaturan dan takdir-Nya.
4. Setiap kali ALLAH subhanahu wa ta’ala memberikan nikmat
kepada hamba-hamba-Nya maka akan semakin berkobar api hasad
dalam kalbunya sehingga dia terus menerus dalam kesedihan karena
nikmat ALLAH subhanahu wa ta’ala tidak terhitung jumlahnya
sementara dia adalah orang yang buruk, setiap kali ALLAH
subhanahu wa ta’ala memberikan karunia kepada hamba-Nya maka
semakin mendidih hasad tersebut dalam kalbunya sehingga membakar
jiwanya.
5. Hasad akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan
kayu bakar, Nabi subhanahu wa ta’ala bersabda: “Hati-hatilah
kalian terhadap hasad karena hasad akan memakan
kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”.
6. Menghambat seseorang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat
karena dia terus menerus berfirkir dan bersedih hati, bagaimana
bisa orang ini mendapatkan harta, ilmu, anak, istri dan
semacamnya? Sehingga senantiasa kamu jumpai dia dalam keadaan
bersedih hati, jiwanya sempit dan keinginannya hanya
mencari-cari kenikmatan-kenikmatan ALLAH subhanahu wa ta’ala
kepada hamba-hamba-Nya dan berduka cita karenanya.
7. Hasad tumbuh dari jiwa yang buruk lagi sempit, tidak menyukai
kebaikan, dan hanyalah jiwa yang rendahan yang ingin semua
kebaikan menjadi miliknya.
8. Tidak mungkin untuk merubah sesuatu yang telah ditakdirkan
oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk selama-lamanya,
bagaimanapun kebencian dan usaha yang dia lakukan untuk
menghilangkan kenikmatan ALLAH subhanahu wa ta’ala kepada mereka
karena sesungguhnya kamu tidak akan mampu berbuat apapun.
9. Bisa jadi seseorang sampai kepada tingkatan penyebab penyakit
ain, orang yang menyebabkan penyakit ‘ain yang kalian namakan
dengan ‘nuhut’, dialah yang membuat manusia terkena penyakit
‘ain, karena orang yang menyebabkan penyakit ‘ain pada dasarnya
mempunyai jiwa yang jelek, hasad nan dengki, sehingga jika dia
melihat sesuatu yang membuatnya kagum maka akan keluar seperti
anak panah dari jiwa yang jelek ini sehingga membuat orang lain
tertimpa ‘ain, makanya seseorang yang hasad dan memiliki sifat
ini akan berkembang sehingga menjadi penyebab timbulnya penyakit
‘ain yang mana mereka menyakiti manusia dengan pandangan mata
dan tidak diragukan lagi bahwa penyebab ‘ain akan menanggung
siksaan dan hukuman sesuai dengan madhorot yang dia timbakan
kepada manusia, jika dia memberikan madhorot kepada harta, badan
dan masyarakat mereka maka dia akan menanggung dosanya.
Oleh sebab itu banyak para ulama’ berpandangan bahwa penyebab
‘ain harus menanggung segala sesuatu yang dia rusak, yakni jika
dia menyebabkan rusaknya sesuatu baik harta, anak atau yang
lainnya maka dia harus menggantinya, sebagaimana mereka
berpandangan bahwa orang yang sudah terkenal sebagai penyebab
‘ain maka dia harus dipenjara kecuali jika dia bertaubat, dia
dipenjara supaya terhindar dari kejelekannya karena dia bisa
menyakiti dan memberikan madhorot kepada manusia.
10. Mengakibatkan kaum muslimin berpecah belah, karena seorang
yang hasad di benci oleh manusia sedangkan seseorang yang
kalbunya baik dan suka saudara mendapatkan kebaikan sebagaimana
hal itu dia sukai pada untuk dirinya, maka anda akan
mendapatkannya disukai oleh manusia dan semua orang menyukainya,
oleh karena itu selalu kita katakan: “Demi ALLAH fulan ini baik,
tidak ada hasad dalam kalbunya dan ‘alan adalah orang yang jelek
dan penuh dengan rasa hasad”, atau kata-kata yang semisalnya.
Ini adalah sepuluh kerusakan yang semua ditimbulkan oleh hasad
dan dengan ini kita bisa mengetahui hikmah Nabi shallALLAHu
‘alaihi wa sallam tatkala beliau bersabda: “Janganlah kalian
saling hasad”. (bersambung)
(Diterjemahkan dari Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)
Beri peringkat:Rate This
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Jauhilah Sikap Hasad (1)
Februari 17, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Taubat dari Hasad dan Dengki
Mei 1, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Jauhilah Sikap Hasad (3)
Februari 17, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Ditulis dalam Adab dan Akhlak, Muamalah | Dengan kaitkata Adab
dan Akhlaq, Artikel, artikel islami, dengki, hasad, hati bersih,
iri, manajemen qolbu |
*****************************************************
Page 1 of 1