URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ ADAB DAN AKHLAK
       *****************************************************
       #Post#: 845--------------------------------------------------
       Hikmah dalam Dakwah!
   DIR By: Host
       Date: August 26, 2024, 12:57 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Hikmah dalam Dakwah!
       Februari 23, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Baaz
       Soal:
       Wahai Syaikh, sebagian besar perselisihan yang terjadi di
       kalangan orang-orang yang terjun di medan dakwah ilallah
       menyebabkan kelemahan dan hilangnya wibawa kaum muslimin.
       Kebanyaan perselisihan itu terjadi karena kebodohan mereka
       terhadap adab dalam perselisihan. Bagaimanakah pengarahan Syaikh
       terhadap masalah ini?
       Jawab:
       Ya sebagaimana yang juga telah diwasiatkan saudara-saudaraku
       dari kalangan ahlul ilmi dan da’i ilallah adalah memilih cara
       yang baik dan lemah lembut dalam berdakwah dan dalam masalah
       perbedaan ketika terjadi perdebatan dan diskusi dalam masalah
       itu. Hendaklah rasa emosi tidak membawanya pada apa yang tidak
       layak untuk dikatakan sehingga akan menyebabkan perpecahan dan
       perselisihan atau saling membenci dan saling menjauhi. Bahkan
       wajib bagi pengajar dan da’i ilallah untuk memilih cara-cara
       yang paling tepat dan lemah lembut dalam kata-kata sehingga
       dapat diterima dan hati pun tidak saling berjauhan.
       Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala terhadap Nabi-Nya
       (yang artinya), “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu
       berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap
       keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari
       sekelilingmu….” (Ali Imran:159)
       “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang
       lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (At Thaha:44)
       Juga firman Allah Subhanahu Wata’ala (yang artinya): “Serulah
       manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik,
       dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” (An Nahl:125)
       Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya),
       “Sesungguhnya kelembutan itu tidak akan ada pada sesuatu
       melainkan dia akan menghiasinya dan tidak akan tercabut dari
       sesuatu melainkan dia akan menjadi jelek” (Riwayat Muslim dalam
       Shahihnya)
       Dan sabda Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya),
       “Barangsiapa terhalang dari sikap lembut, maka ia berarti
       terhalang dari kebaikan seluruhnya” (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu
       Dawud dan Ibnu Majah dishahihkan Syaikh Al Albany dalam Shahih
       Al Jami’)
       Untuk itu bagi mereka yang mengajak ke jalan Allah agar memilih
       cara-cara yang paling tepat dan menghindari kekerasan dan
       kekakuan, karena hal itu akan menyeret kepada penolakan
       kebenaran (Al Haq) dan kerasnya perselisihan serta perpecahan
       diantara saudara.
       Cara yang dimaksud disini adalah menjelaskan kebenaran dan
       memberi semangat untuk dapat menerimanya dan mengambil faedah
       dari dakwah itu. Bukanlah semata-mata menampakkan ilmu atau
       menampakkan kamu menyeru kepada Allah atau jalan Allah atau
       mempertunjukkan kamu memiliki kecemburuan terhadap agama Allah.
       Allah lah yang mengetahui rahasia hati dan apa yang paling
       tersembunyi . Yang dimaksud adalah seruanmu ke jalan Allah dan
       memberikan manfaat kepada manusia. Terletak pada dirimulah sebab
       diterima atau ditolaknya seruan itu. Maka berhati-hatilah!
       Soal:
       Bagaimana sikap muslim terhadap perbedaan mahdzab yang tersebar
       di kalangan hizbiyah (golongan) dan jama’ah-jama’ah yang ada?
       Jawab:
       Wajib bagi seorang muslim untuk tetap berpegang teguh pada
       kebenaran yang telah ditunjukkan oleh kitab Allah dan sunnah
       Rasul-Nya. Persahabatan dan permusuhan hanya berdasarkan kitab
       Allah dan sunnah Rasul-Nya. Dan wajib bagi seorang muslim
       berlepas diri atau tidak sepakat terhadap semua hizbiyah dan
       mahdzab yang menyelisihi al haq (kebenaran).
       Agama Allah adalah satu yaitu jalan yang lurus (shiratal
       mustaqim) dan beribadah kepada Allah semata serta mengikuti
       Rasul-Nya Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.
       Wajib bagi setiap muslim untuk tetap tegak di atas kebenaran
       ini, yaitu ketaatan kepada Allah dan mengikuti Syariat-Nya yang
       dibawa Nabi-Nya Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dan ikhlas
       karena Allah Subhanahu Wata’ala tanpa memalingkan peribadatan
       itu sedikitpun kepada selain Allah Subhanahu Wata’ala. Setiap
       mahdzab dari hizbiyah yang menyelisihinya berarti mereka tidak
       beragama dengan aqidah ini, maka wajib untuk menjauhi dan
       berlepas diri darinya. Lalu mengajak tokohnya kepada Al-Haq
       (kebenaran) dengan dalil syariat dengan lemah lembut serta
       memilih cara-cara yang paling tepat den menerangkan kebenaran
       kepada mereka. &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Diterjemahkan oleh Ahmad Yaskin Hidayatullah
       dari Majalah Al-Mujahid no 20 bab 1 Shafar 1410 H
       Sumber: SALAFY Edisi XV/Dzulqo’dah/1417/1997
       halaman 22-23
       Dicopy dari:
  HTML http://www.ghuroba.blogsome.com
       Beri peringkat:1 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Fatwa Ulama Sunnah tentang Demonstrasi dan Mogok Makan
       Juni 25, 2008
       dalam "Manhaj"
       Fatwa Penuntut Ilmu (5): Kerenggangan antar Ulama, Penuntut
       Ilmu, dan Masyarakat
       September 23, 2013
       dalam "Ilmu"
       Fatwa-fatwa Ulama Terakhir tentang sesatnya Jama’ah Tabligh
       Juni 30, 2008
       dalam "Manhaj"
       Ditulis dalam Adab dan Akhlak, Manhaj | Dengan kaitkata bin
       baaz, dakwah sunnah, Fatwa, fatwa ulama, hikmah dakwah, salafi,
       salafy, Syaikh bin baaz |
       *****************************************************
       Page 1 of 1