DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 817--------------------------------------------------
Hukum Mengajarkan Perkara Agama kepada Para Wanita
DIR By: Host
Date: August 26, 2024, 12:40 am
---------------------------------------------------------
Hukum Mengajarkan Perkara Agama kepada Para Wanita
Februari 25, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun
Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Pertanyaan:
Apa hukumnya laki-laki mengajar atau memberi nasehat kepada
wanita tentang agama mereka di tempat terbuka yang bentuknya
mingguan dalam keadaan perempuan itu berhijab atau memakai
niqob, ataukah harus dari belakang tirai atau tabir?
Kemudian juga apa hukumnya jika mereka membawa anak-anak mereka
yang jumlahnya lumayan banyak, yang mana terkadang wanita itu
sangat membutuhkan terhadap ilmu ini, dari ilmu-ilmu yang harus
di ketahui oleh setiap wanita?
Jawab:
Seorang laki-laki memberi nasehat kepada wanita dengan tanpa
hijab (tirai pembatas ) jika dia aman dari fitnahnya ataupun
sebaliknya. Maka yang demikian itu tidak mengapa dengan catatan
mereka aman dari fitnah.sebagaimana yang di lakukan oleh
Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam:
ان النبى
صلى الله
عليه و سلم
كان يخطب
الرجال فى
يوم العيد
ثم بعد ان
ينتهى من
الرجال
يذهب الى
النساء
فيعظن
فيقول يا
معشر
النساء
تصدقن فانى
رايتكن
اكثر اهل
النار قيل
و مما ذاك
يا رسول
الله قال
يكفرن
العشير لو
أحسنت الى
أحدهن
الدهر ثم
رأت منك
سوءا قالت
ما رأيت
منك خيرا
قط
ثم قال لهن
ما منكن
امرأة تقدم
ثلاث من
الولد الا
كانوا لها
حجابا من
النار ثم و
اثنين يا
رسول الله
قال واثنين
وكان
النسوة
يرسلن الى
رسول الله
صلى الله
عليه و سلم
فقلن يا
رسول الله
او قالت
مندبتهن له
يا رسول
الله ذهب
بك الرجال
فاجعل لنا
من نفسك
يوما و كان
يصحب النبى
صلى الله
عليه و سلم
بلال و
صحبه ذا
مرة جابر
بن عبدالله
قال فجعل
النساء
يلقين
القروط
والخروص
يلقينهافي
حجر بلال
وهو يقول
فدا لكن
أبى
“Sesungguhnya Nabi Sholallahu alaihi wassallam berkhutbah pada
hari ied di depan para laki-laki. Kemudian setelah selesai,
beliau pergi ke tempat wanita dan memberi nasehat kepada mereka.
Beliau Sholallahu alaihi wassallam bersabda, ‘Wahai para wanita,
bersedekahlah. Sesungguhnya aku telah melihat kebanyakan dari
penghuni neraka adalah para wanita.’ Dikatakan kepada Rasulullah
Sholallahu alaihi wassallam, “Mengapa demikian ya Rasulullah?”
Rasulullah bersabda, “Kalian banyak mendustakan nikmat, apabila
ada yang berbuat baik kepada kalian, kemudian suatu hari kalian
melihat ada satu kejelekan padanya maka kalian berkata, aku
tidak pernah melihat kebaikanmu sekali pun.’
Kemudian Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam berkata, ‘Jika
salah satu dari antara kalian tiga anaknya meninggal, mereka
akan menjadi hijab (baginya) dari api neraka’, Dikatakan kepada
Rasullullah Sholallahu alaihi wassallam, ‘Bagaimana apabila dua
wahai Rasulullah?’ Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam
menjawab ‘Dua juga.’
Dan para wanita mengutus kepada Rasulullah Sholallahu alaihi
wassallam dan berkata salah seorang dari mereka, ‘Ya Rasulullah,
orang –orang telah pergi meninggalkanmu, sisihkan waktumu untuk
kami sebentar.’ Dan yang menemani Nabi Sholallahu alaihi
wassallam ketika itu adalah Bilal radhiyallahu ‘anhu dan
mulailah para wanita melemparkan kalung dan perhiasan mereka ke
tempat bilal radhiyallahu ‘anhu. “ (Al-Hadits)
Ini menunjukan apabila seandainya aman dari fitnah maka tidak
mengapa. Iman itu bertambah dan berkurang, terkadang seseorang
mempunyai semangat yang tinggi untuk agama akan tetapi terkadang
tidak berfikir kemaksiatan yang terjadi dan di sisi lain syaitan
selalu membisikinya sampai dia telah merasa menjadi pengkritik
berbagai macam kejelekan-kejelekan .
Adapun masalah hadirnya seorang wanita yang mempunyai anak-anak
di perkumpulan seperti ini, maka di takutkan akan terlalaikan
dari anak-anaknya. Telah meriwayatkan Imam Bukhori dan Muslim di
shohihnya dari hadist ibnu umar Radiyallahu’anhuma, bahwa Nabi
Sholallahu alaihi wassallam bersabda:
كلكم راع و
كلكم مسئول
عن راعيته
Artinya : “Kalian semua adalah pemimpin dan akan di mintai
tanggung jawab atas yang di pimpin” (Al-Hadits)
Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman :
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آَمَنُوا
قُوا
أَنْفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ
نَارًا
وَقُودُهَا
النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا
مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ
شِدَادٌ
لَا
يَعْصُونَ
اللَّهَ
مَا
أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا
يُؤْمَرُونَ
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia
dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS-At-Tahrim :6)
Dan juga dalam shohihain juga di sebutkan :
عن معقل بن
يساررضي
الله عنه
ان النبى
صلى الله
عليه و سلم
فال: ما من
راع استرعه
الله راعية
ثم لم يحطه
بنصيحة الا
لم يجد
رائحة
الجنة
اخرجه
الصحيحين
artinya :Dari Ma’qil bin Yasar radiyallahu’anhu, bahwasanya nabi
Sholallahu alaihi wassallam bersabda : “Seorang pemimpin yang
diberi kepemimpinan oleh Allah kemudian tidak pernah memberi
nasehat kepada yang di pimpin niscaya tidak akan mencium bau
harumnya Surga” (Al-Hadits)
Kebanyakan dari para da’i-da’i kurang memiliki perhatian
terhadap anak dan keluarganya, hal ini di sebabkan semangat dan
sungguh-sungguhnya mereka terhadap dakwah, padahal seharusnya
semua itu di beri haknya masing-masing Rasulullah Sholallahu
alaihi wassallam bersabda :
ان لنفسك
عليك حقا و
زوجك عليك
حقا فاعط
كل ذى حق
حقه ان
النبى صلى
الله عليه
و سلم قال
لأبى ذار
Artinya : “Nabi Sholallahu alaihi wassallam berkata kepada Abi
Dzar radiyallahu’ anhu, sesungguhnya dirimu itu punya hak dan
juga istrimu punya hak atas dirimu, maka berilah setiap yang
mempunyai hak itu haknya .”
Sebenarnya kalau kita mengatur waktu kita dengan baik, kita bisa
membagi waktu untuk keluarga,berdakwah,mengajar serta belajar
sebagaimana yang kita fahami dari hadist di atas dan yang
menasehati Abu Dzar adalah Salman Radiyallahu’ anhuma, Nabi
Sholallahu alaihi wassallam bersabda :
صدق سلمان
ولا افراط
ولا تفريط
Artinya : “Benar apa yang di katakan Salman, jangan
belebih-lebihan dan jangan menyepelekan “
Dinukil Dari : Ijabatus Sa’il, Karya Syaikh Muqbil bin Hady
Diterjemahkan oleh : Abu Nua’im Fandy
Dicopy dari:
HTML http://my.opera.com/infodammaj/
Beri peringkat:2 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Bagaimana Asy-Syaikh Muqbil Mendidik Putri Beliau?
Februari 5, 2008
dalam "Mutiara Kehidupan"
Indeks Artikel 1
Februari 1, 2008
dalam "Aqidah"
Nasehat Bagi Para Muslimah Berkaitan dengan Internet
Maret 6, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Ditulis dalam Adab dan Akhlak, Ilmu, Muslimah |
*****************************************************
Page 1 of 1