URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ FIQH IBADAH
       *****************************************************
       #Post#: 810--------------------------------------------------
       Qurban Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia
   DIR By: Host
       Date: August 26, 2024, 12:32 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Qurban Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia
       Februari 23, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah
       Berqurban disyariatkan untuk yang hidup sebab tidak terdapat
       dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula dari para
       sahabat yang aku ketahui, mereka berqurban untuk orang-orang
       yang sudah meninggal secara khusus / tersendiri.
       Putra-putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
       meninggal saat beliau masih hidup, demikian pula telah meninggal
       istri-istri dan kerabat-kerabatnya, Rasulullah tidak berkurban
       untuk satu orangpun dari mereka. Beliau tidak berqurban untuk
       pamannya (Hamzah), tidak juga untuk istrinya (Khodijah dan
       Zainab binti Khuzaimah), tidak pula untuk ketiga putrinya, dan
       seluruh anak-anaknya. Seandainya ini termasuk perkara yang
       disyariatkan, niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
       akan menerangkannya dalam sunnahnya baik itu ucapan maupun
       perbuatan, akan tetapi hendaknya seseorang berqurban untuk
       dirinya dan keluarganya.
       Dan adapun mengikutsertakan mayit / orang yang sudah meninggal,
       maka telah dijadikan dalil untuknya bahwa Nabi shallallahu
       ‘alaihi wa sallam berqurban untuknya dan untuk keluarganya,
       sedangkan keluarganya mencakup istri-istrinya yang telah
       meninggal dan istri-istrinya yang masih hidup, dan juga beliau
       berqurban untuk umatnya yang di antara mereka ada yang sudah
       meninggal dan juga yang belum ada. Akan tetapi berqurban untuk
       mereka (orang-orang yang sudah meninggal) secara khusus /
       tersendiri, aku tidak mengetahui ada asalnya dalam sunnah.
       &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Dinukil dari Syarhul Mumti’ 7/455, Ibnu Utsaimin
       Judul Asli: Berqurban Untuk Mayit
       Sumber: Buletin Al Wala’ Wal Bara’ Bandung
       Edisi ke-9 Tahun ke-1 / 14 Februari 2003 M / 12 Dzul Hijjah 1423
       H
       Dicopy dari:
  HTML http://www.ghuroba.blogsome.com
       Beri peringkat:3 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Larangan Bagi Orang yang Ingin Berkurban
       November 28, 2008
       dalam "Fiqh Ibadah"
       Hukum Memindahkan Kurban
       Februari 4, 2008
       dalam "Fiqh Ibadah"
       Indeks Artikel 1
       Februari 1, 2008
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Fiqh Ibadah | Dengan kaitkata idul adha, idul
       kurban, idul qurban, kurban, qurban |
       *****************************************************
       Page 1 of 1