URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       C↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MANHAJ
       *****************************************************
       #Post#: 806--------------------------------------------------
       Amrozi Cs, Mati Syahidkah?
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 11:41 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Amrozi Cs, Mati Syahidkah?
       Desember 14, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Ubaid ibn Abdillah Al Jabiri
       Soal:
       Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan
       hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan
       di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah
       setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah
       mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka
       juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang
       telah dieksekusi tersebut berupa senyuman di wajah mereka
       setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah
       mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah
       tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari
       penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara
       umum di negeri kami? wa Jazakumulahu Khairan.
       Jawab:
       muqaddimah
       Bismillahirrahmanirrahim,
       Bukan suatu hal yang aneh pada kalangan awam dan mereka yang
       tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah akan terjadi pada
       mereka seperti yang tersebut dalam pertanyaan, saat mereka
       mengiringi jenazah (para pelaku pengeboman) yang dieksekusi oleh
       pemerintah Indonesia. Orang-orang tersebut dieksekusi, lantaran
       perbuatan mereka menghilangkan harta benda dan nyawa, (dan ini)
       adalah perbuatan kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin
       karena dosa, baik dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat.
       Siapa yang memahami As-Sunnah, maka ia akan mengetahui bahwa
       eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka adalah
       perkara yang sangat tepat dan kebenaran semata.
       Siapa yang mengetahui sejarah kaum Khawarij semenjak masa
       shahabat dan sepanjang perguliran masa ke masa, maka akan nampak
       baginya bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang
       dieksekusi itu adalah perbuatan khuruj (pembangkangan, kudeta)
       terhadap pemerintah muslim dan pelanggaran terhadap pelbagai
       kehormatan, berupa nyawa yang terjaga dan harta. Bahkan
       perbuatan kaum Khawarij pada hari ini adalah bentuk dari
       perbuatan kaum bathiniyah.
       Di antara perbuatan kaum bathiniyah adalah, beberapa masa yang
       lalu mereka menduduki Baitul Haram dan menumpahkan darah-darah
       yang terjaga serta mengambil Hajar Aswad, sehingga menghilang
       dari kaum muslimin sekian lama, sebab mereka membawanya ke
       Baghdad atau tempat lain -sebagaimana yang diberitakan­-
       Berikut ini adalah nasihat dariku kepada saudara­-saudaraku dan
       anak-anakku, yaitu kaum muslimin di In­donesia -semoga Allah
       menjaga negara mereka dan negara kami dari setiap keburukan dan
       kejelekan- dalam dua hal:
       Pertama, tentang keterangan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits
       yang mutawatir dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam tentang
       celaan terhadap kaum Khawarij sepanjang masa, abad dan tahun
       -selama-lamanya-, serta cercaan dan kemurkaan atas mereka
       (membentuk) konsentrasi massa, atau penghujatan di media massa,
       baik koran, radio, televisi atau selainnya.
       Beliau menggelari mereka bahwa “mereka adalah anjing-anjing
       neraka”, “mereka adalah orang-orang bodoh yang baru tumbuh” dan
       “mereka berbicara dari ucapan manusia terbaik, akan tetapi
       mereka keluar dari Islam seperti tembusnya anak panah dari
       buruannya.”
       Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam (juga) memerintahkan
       untuk membunuh dan memerangi mereka. Beliau bersabda, “Mereka
       adalah seburuk-buruk makhluk dan yang paling buruk tabiatnya”,
       “Mayat mereka adalah seburuk-buruk mayat di kolong langit”,
       “Berbahagialah orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh
       mereka”, “Kalau aku dapati mereka, niscaya aku akan binasakan
       mereka seperti binasanya kaum `Ad dan Iram”.
       Beliau shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Saat terjadinya
       perpecahan di antara kaum muslimin, akan keluarlah di antara
       mereka mariqah (mariqah adalah orang yang keluar dan ketaatan
       atau keluar dari Islam. Mariqah adalah nama lain khawarij,
       -pent.) yang akan diperangi oleh kelompok yang paling dekat
       dengan kebenaran, kemudian kelompok yang berada di atas
       kebenaran tersebut dapat membasmi mereka.”
       Benarlah sabda beliau ini. Penduduk Nahrawan di Irak melakukan
       pemberontakan terhadap pemerintahan ‘Ali radhiyallahu `anhu.
       Perang terhadap mereka saat itu di bawah pimpinan ‘Ali
       radhiyallahu `anhu bersama para tokoh Islam dari kalangan
       shahabat clan tabi’in.
       ‘Ali dan para shahabatnya radhiyallahu `anhum (berada di atas)
       kebenaran dalam memerangi kaum Khawarij, sebagaimana faksinya
       lebih dekat kepada kebenaran dari faksi Mu’awiyah clan para
       shahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
       Kedua, wajib atas setiap muslim untuk membenci kaum Khawarij,
       dan membantu pihak berwajib untuk membongkar kedok mereka.
       Sebab, menutupi dan tidak menunjukkan markas dan (kamp)
       konsentrasi mereka adalah membantu mereka dalam dosa dan
       permusuhan. Tidak bisa terlepas tanggung jawab seorang muslim
       yang mengetahui rencana dari perencanaan yang membahayakan ahlul
       Islam berupa pembunuhan jiwa, baik yang terjaga dengan Islam
       karena sebagai pemeluknya, atau terjaga dengan Islam karena
       hubungan perjanjian. Yang kami maksud dengan terjaga dengan
       Islam karena perjanjian adalah kaum kuffar yang tinggal di
       tengah-tengah kaum muslirnin, baik sebagai pekerja atau
       penduduk. Mereka mendapatkan perlindungan, perjanjian, dan
       keamanan dari pemerintah yang muslim.
       Jangan bersimpati kepada mereka dengan melakukan demonstrasi,
       keluar ke jalan-jalan
       Tidak ada yang menggelari mereka dengan syuhada (orang yang mati
       syahid), kecuali dua jenis manusia:
       Pertama, orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman terhadap
       As-Sunnah yang dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan,
       antara hak dan batil, dan antara sunnah dan bid’ah.
       Kedua, pengekor hawa nafsu dan orang-orang sesat yang menyimpang
       dari As-Sunnah. Mereka melakukan demontrasi, penghujatan,
       konsentrasi massa, dan memuji kaum Khawarij yang menyimpang
       tersebut.
       Di antara upaya mereka untuk memuji mereka adalah menyebutkan
       karamah -sebagaimana tersebut dalam pertanyaan-. Ini termasuk
       kedustaan, kebohongan, bahan tertawaan manusia, anjuran terhadap
       bid’ah, menyebarkan kesesatan, membungkam As-Sunnah dan
       mengangkat bid’ah serta membantu para pelakunya.
       Mereka tidak diterima persaksiannya, sebab mereka adalah musuh
       Ahlus Sunnah. Di antara prinsip dasar dan pokok orang-orang
       tersebut adalah bolehnya berdusta dalam membela mereka dan
       membantu penyebaran kebatilan mereka.
       Hati-hati dan berhati-hatilah, wahai kaum muslimin dan muslimah,
       saudara dan saudari kami serta anak­-anak kami di Indonesia,
       untuk tidak tertipu dengan mereka.
       Saya nasihatkan pula kepada ahlul ilmi di negeri kalian untuk
       segera menyingkap kesesatan ini dan membantahnya dengan ilmu
       yang dibangun di atas AI­-Qur’an dan As-Sunnah.
       Inilah yang dapat aku sampaikan sebagai jawaban dari pertanyaan
       yang datang kepada kami dalam majalah An-Nashihah yang terbit di
       Makassar, Sulawesi (Selatan) di Indonesia -semoga Allah menjaga
       negeri ini dan seluruh negeri kaum muslimin dari setiap
       keburukan dan kejelekan-. Juga aku memohon kepada-Nya Jalla wa
       ‘Ala agar menyatukan para pemimpin dengan rakyatnya di atas apa
       yang diridhai-Nya terhadap hamba-Nya dari keislaman dan
       As-Sunnah.
       `Ubaid bin `Abdillah bin Sulaiman
       (Mantan Dosen Universitas Islam Madinah)
       Pada Malam Selasa, 20 Dzulqa’dah 1429 H – Bertepatan dengan
       Malam 18 November 2008 &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       =======================================================
       Sumber artikel : Majalah An-Nashihah Volume 14 tahun 1429H/2008M
       hal 15-16 dengan judul asli: “AMROZI CS, MATI SYAHIDKAH?
       Dikutip dengan sedikit perubahan TANPA MERUBAH MAKNA untuk
  HTML http://www.hanif-aljawi.co.cc
       .
       Beri peringkat:1 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Bimbingan Ulama menghadapi musibah Gempa dan Tsunami di
       Indonesia
       Maret 27, 2008
       dalam "Adab dan Akhlak"
       Bolehkah Mempublikasikan Kematian Seseorang?
       Juli 24, 2008
       dalam "Fiqh Ibadah"
       Melabeli “Syahid” pada Person Tertentu
       November 9, 2008
       dalam "Manhaj"
       Ditulis dalam Manhaj |
       *****************************************************
       Page 1 of 1