URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
       *****************************************************
       #Post#: 788--------------------------------------------------
       Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina – Nasehat Emas dari Do'a
       Mujaddid Besar Masa Ini
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 11:07 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]&#9701;&#8593;&#10043;'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
       ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina[size=13pt]
       &#9678; [font=arial black]Nasehat Emas dari Do'a Mujaddid Besar
       Masa Ini[/font]
       Januari 11, 2009 oleh: Wira Mandiri Bachrun.
       Disalin kembali (Abdillah Ahmad) [size=10pt]&#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       &#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/11/bingkisan-untuk-kaum-muslimin-palestina-nasehat-emas-dari-dua-mujaddid-besar-masa-ini/[size=11pt]
       [size=10pt]Oleh: Asy Syaikh Al Albani dan Asy Syaikh ibn Baaz
       Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam
       risalahnya Fiqhul Waqi’ Hal. 48-50 menjelaskan: ”Sesungguhnya
       sebab mendasar kehinaan kaum muslimin ialah:
       - Kebodohan mereka tentang syari’at Islam yang Allah turunkan
       kepada hati Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
       - [size=10pt]Mayoritas kaum muslimin telah mengetahui
       hukum-hukum Islam dalam sebagian urusan mereka, namun mereka
       tidak mau mengamalkan.
       [size=11pt]Dengan demikian, kunci kembalinya kemuliaan Islam
       ialah dengan mempraktekkan ilmu yang bermanfaat dan mengerjakan
       amal shalih. Ini adalah masalah besar yang tidak mungkin dicapai
       oleh kaum muslimin melainkan dengan menerapkan manhaj
       At-Tashfiyyah (pembersihan) dan At-Tarbiyyah (pendidikan). Dua
       hal ini adalah dua kewajiban yang sangat penting dan sangat
       agung kedudukannya.
       Yang saya maksud dengan At-Tashfiyyah adalah beberapa perkara:
       - [size=10pt]Membersihkan aqidah Islamiyyah dari perkara yang
       menyimpang, seperti kesyirikan, menolak sifat-sifat Allah,
       menta’wilkan sifat-sifat Allah, menolak hadits-hadits shahih
       yang berhubungan dengan masalah aqidah, dan yang lainnya.
       - [size=10pt]Membersihkan fiqih Islam dari ijtihad-ijtihad
       keliru yang menyalahi Al-Qur’an dan As-Sunnah dan membebaskan
       akal dari belenggu-belenggu taqlid dan kegelapan ta’asshub.
       - [size=10pt]Membersihkan kitab-kitab tafsir, fiqih, raqa’iq,
       dan yang laiinya dari hadits-hadits dha’if (lemah), maudhu’
       (palsu), riwayat-riwayat isra`iliyyat, dan munkar.
       [size=11pt]Adapun yang saya maksud dengan At-Tarbiyyah ialah
       mendidik generasi yang tumbuh dengan Islam yang telah dimurnikan
       dari penyimpangan-penyimpangan di atas. Mendidik mereka dengan
       pendidkan Islam yang benar sejak dini dan tidak terpengaruh
       sedikitpun dengan sistem pendidikan ala barat yang kafir.”
       Di tempat lain, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah juga
       menjelaskan bahwa satu-satunya jalan untuk melepaskan muslimin
       dari kehinaan dan kemundurannya sekarang ini adalah dengan
       kembali kepada Ad-Dien, yang caranya adalah dengan menerapkan
       manhaj At-Tashfiyyah dan At-Tarbiyyah. Beliau mengatakan: “Agar
       kita dapat memberikan dalil yang menunjukkan benarnya pendapat
       yang kita pegangi dalam manhaj ini, kita kembali kepada
       Al-Qur’an. Di dalamnya ada satu ayat yang menunjukkan kesalahan
       orang-orang yang menyelisihi kita pada perkara yang sudah kita
       yakini dan kita pastikan dengannya, yaitu bahwa Al-Bidayah
       (langkah pertama untuk kembali kepada dien) adalah dengan
       melakukan At-Tashfiyyah kemudian berikutnya At-Tarbiyyah, yaitu
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
       [right][size=18pt]&#1573;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1606;&#1618;&#1589;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1589;&#1615;&#1585;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1579;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;&#1578;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1583;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       (7) [&#1605;&#1581;&#1605;&#1583;/7][/right]
       "Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong
       kalian dan mengokohkan kedudukan kalian." [Muhammad: 7]
       Inilah ayat yang dimaksud. Di sini para mufassirin telah
       sepakat: Bahwa makna nashrullah (pertolongan Allah) adalah
       menerapkan hukum-hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Termasuk di
       antaranya adalah beriman dengan hal-hal ghaib yang Allah jadikan
       syarat pertama bagi kaum mukminin (dengan firmannya):
       [right][size=18pt]&#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1610;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1594;&#1614;&#1610;&#1618;&#1576;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1602;&#1616;&#1610;&#1605;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1604;&#1575;&#1577;&#1614;
       [&#1575;&#1604;&#1576;&#1602;&#1585;&#1577;/3][/right]
       "Yaitu orang-orang yang beriman terhadap yang ghaib dan
       menegakkan shalat." [Al Baqarah: 3]
       Maka, apabila pertolongan Allah tidak turun kecuali dengan cara
       menegakkan hukum-hukum-Nya, maka bagaimana kita dapat masuk ke
       dalam jihad ‘amali (yakni perang di medan tempur yang kita
       berharap pertolongan Allah turun padanya) sedangkan kita tidak
       menolong Allah sesuai dengan yang telah disepakati oleh
       mufassirin? Bagaimana kita bisa mendapatkan pertolongan Allah
       dalam berjihad sedang aqidah kita rusak? Bagaimana kita bisa
       mendapatkan pertolongan dalam berjihad sedang akhlak kita bejat?
       Jadi, sebelum berjihad harus membenarkan aqidah dan mendidik
       diri.
       Sungguh aku tahu bahwa manhaj kita dalam melakukan At-Tashfiyyah
       dan At-Tarbiyyah tidak terlepas dari pertentangan. Di sana ada
       yang mengatakan: ‘Sesungguhnya perkara At-Tashfiyyah dan
       At-Tarbiyyah adalah perkara yang membutuhkan masa yang panjang!‘
       Akan tetapi aku katakan bukan itu yang penting dalam perkara
       ini. Yang penting bahwa kita memulai dengan mengenal agama kita
       dan setelah itu, tidak menjadi masalah apakah jalannya akan
       panjang (lama) atau pendek (sebentar)(1). Sesungguhnya
       perkataanku ini aku tujukan kepada para da’i muslimin, para
       ‘ulama, dan para pembimbing umat. Aku mengajak mereka agar
       mereka berjalan di atas ilmu yang sempurna tentang Islam yang
       shahih dan agar mereka dapat memerangi berbagai macam kelalaian
       dan kelengahan serta berbagai perselisihan dan pertentangan.
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1604;&#1575;
       &#1578;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1586;&#1614;&#1593;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1578;&#1614;&#1601;&#1618;&#1588;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1584;&#1618;&#1607;&#1614;&#1576;&#1614;
       &#1585;&#1616;&#1610;&#1581;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       [&#1575;&#1604;&#1571;&#1606;&#1601;&#1575;&#1604;/46][/right]
       "....dan janganlah kalian berselisih sehingga menyebabkan kalian
       menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian." [An Anfal: 46]
       Apabila kita telah menghilangkan perselisihan dan kelalaian ini,
       dan kita telah menempati Shahwah Islamiyah (kebangkitan Islam)
       yang bersatu dan bersepakat, berarti kita mulai mengarah untuk
       merealisasikan kekuatan materi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala
       berfirman:
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1593;&#1616;&#1583;&#1617;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1591;&#1614;&#1593;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1615;&#1608;&#1617;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1585;&#1616;&#1576;&#1614;&#1575;&#1591;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1582;&#1614;&#1610;&#1618;&#1604;&#1616;
       &#1578;&#1615;&#1585;&#1618;&#1607;&#1616;&#1576;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1593;&#1614;&#1583;&#1615;&#1608;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1593;&#1614;&#1583;&#1615;&#1608;&#1617;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       [&#1575;&#1604;&#1571;&#1606;&#1601;&#1575;&#1604;/60][/right]
       "...dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja
       yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk
       berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh
       Allah dan musuhmu." [An Anfal: 60]
       Merealisasikan kekuatan materi adalah suatu perkara yang harus
       dilaksanakan, misalnya dengan harus membangun pabrik-pabrik
       senjata dan yang lainnya. Tetapi, sebelum itu semua haruslah
       kembali kepada ad-Dien yang benar sebagaimana yang ditempuh dan
       dijalani oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para
       shahabatnya radhiyallahu’anhum, baik dalam masalah aqidah,
       ibadah, suluk (akhlaq), dan dalam seluruh perkara yang berkaitan
       dengan syariat.
       Oleh karena itu, aku ulangi kembali perkataanku: "Tidak ada
       jalan untuk terlepas dari kenyataan yang menyedihkan yang
       menimpa umat ini melainkan (dengan cara kembali) kepada Al-Kitab
       dan As-Sunnah, dan menerapkan At-Tashfiyyah dan At-Tarbiyyah
       dalam rangka kembali kepada dua dasar tersebut. Untuk itu kita
       dituntut untuk mengetahui ilmu hadits yang dengannya kita bisa
       membedakan antara hadits yang shahih dan hadits yang dhaif, agar
       kita tidak menentukan hukum-hukum (agama) dengan cara yang
       salah, sebagaimana yang telah terjadi di kalangan muslimin
       akibat terlalu banyaknya mereka berpegang kepada hadits
       dha’if…”(2)
       Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdullah ibn Baz rahimahullah
       menerangkan: ”Jika kaum muslimin jujur dan mau serius serta
       bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi
       musuh-musuhnya, dengan mengerahkan semua potensi dan kemampuan
       yang dimiliki berupa persiapan fisik dan menolong agama Allah,
       niscaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menolong mereka. Allah
       jadikan mereka kuat di hadapan musuh dan mampu mengalahkan
       mereka serta tidak hina di bawah mereka. Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala Yang Maha benar perkataan dan janji-janji-Nya telah
       berfirman:
       [right][size=18pt]&#1573;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1606;&#1618;&#1589;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1589;&#1615;&#1585;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1579;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;&#1578;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1583;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       (7) [&#1605;&#1581;&#1605;&#1583;/7][/right]
       "Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong
       kalian dan mengokohkan kedudukan kalian." [Muhammad: 7]
       Allah tidak lemah serta tidak butuh kepada manusia. Tapi Dia
       menguji hamba-hamba-Nya yang baik dengan hamba-hamba-Nya yang
       jelek agar terlihat kejujuran orang-orang yang jujur dan
       kedustaan para pendusta. Agar terlihat mana yang benar-benar
       sebagai mujahid dan mana yang bukan, siapa yang berharap selamat
       dari adzab dan siapa yang tidak. Sebenarnya Allah, Dia Maha
       mampu untuk menolong wali-wali-Nya dan menghancurkan
       musuh-musuh-Nya tanpa peperangan, tanpa jihad, dan tanpa yang
       lainnya. Sebagaimana Allah telah berfirman:
       [right][size=18pt]&#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1604;&#1614;&#1575;&#1606;&#1618;&#1578;&#1614;&#1589;&#1614;&#1585;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1603;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1604;&#1616;&#1610;&#1614;&#1576;&#1618;&#1604;&#1615;&#1608;&#1614;
       &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1590;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1590;&#1613;
       [&#1605;&#1581;&#1605;&#1583;/4][/right]
       "Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan
       membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian
       dengan sebagian yang lain." [Muhammad: 4]
       Allah berfirman di Surat Al Anfal tentang kisah Perang Badr:
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1580;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;
       &#1576;&#1615;&#1588;&#1618;&#1585;&#1614;&#1609;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1578;&#1614;&#1591;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       [&#1575;&#1604;&#1571;&#1606;&#1601;&#1575;&#1604;/10][/right]
       "Dan Allah tidaklah menjadikannya kecuali sebagai kabar gembira
       dan agar hati kalian menjadi tentram." [Al Anfal: 10]
       Yakni pengiriman bala bantuan dari-Nya berupa bala tentara
       malaikat
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1589;&#1618;&#1585;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1593;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1586;&#1616;&#1610;&#1586;&#1612;
       &#1581;&#1614;&#1603;&#1616;&#1610;&#1605;&#1612; (10)
       [&#1575;&#1604;&#1571;&#1606;&#1601;&#1575;&#1604;/10][/right]
       "Tidaklah pertolongan itu kecuali hanya dari sisi Allah,
       sesungguhnya Allah itu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." [Al
       Anfal: 10]
       Allah juga berfirman dalam surat Ali ‘Imran:
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1580;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;
       &#1576;&#1615;&#1588;&#1618;&#1585;&#1614;&#1609;
       &#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1578;&#1614;&#1591;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1607;&#1616; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1589;&#1618;&#1585;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1593;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1586;&#1616;&#1610;&#1586;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1603;&#1616;&#1610;&#1605;&#1616;
       (126) [&#1570;&#1604;
       &#1593;&#1605;&#1585;&#1575;&#1606;/126][/right]
       "Dan Allah tidaklah menjadikannya (yakni pengiriman bala bantuan
       dari-Nya berupa bala tentara malaikat) kecuali sebagai kabar
       gembira bagi kalian dan agar hati kalian tenang dengannya. Dan
       tidaklah pertolongan itu kecuali hanya dari sisi Allah,
       sesungguhnya Allah itu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." [Ali
       ‘Imran: 126]
       Maka pertolongan itu hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja.
       Tapi Allah (mengirimkankannya dalam bentuk) bantuan bala tentara
       malaikat. dan juga kekuatan yang Allah berikan dalam bentuk
       senjata, materi, dan pasukan yang besar. Semuanya itu merupakan
       sebab-sebab (datangnya) pertolongan serta kabar gembira dan
       ketenangan hati. Sementara pertolongan Allah tidak terkait
       dengan itu semua. Allah berfirman:
       [right][size=18pt]&#1603;&#1614;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1601;&#1616;&#1574;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1602;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1604;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1594;&#1614;&#1604;&#1614;&#1576;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1601;&#1616;&#1574;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1603;&#1614;&#1579;&#1616;&#1610;&#1585;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1576;&#1616;&#1573;&#1616;&#1584;&#1618;&#1606;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1605;&#1614;&#1593;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616;&#1585;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       (249) [&#1575;&#1604;&#1576;&#1602;&#1585;&#1577;/249][/right]
       "Berapa banyak pasukan kecil bisa mengalahkan pasukan besar
       dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar."
       [Al Baqarah: 249]
       Kita perlu ingat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan
       para shahabatnya, dulu dalam Pertempuran Badr jumlah mereka
       hanya sekitar 310 orang saja. Persenjataan minim, kendaraan
       hanya 70 ekor onta, mereka saling bergantian dalam
       mengendarainya. Tidak ada kuda kecuali hanya 2 ekor saja. Adapun
       pasukan kafir ketika itu berjumlah sekitar 1000 personil!
       Dilengkapi dengan kekuatan yang besar dan persenjataan yang
       banyak. Namun ketika Allah menghendaki mereka (kaum kafir)
       hancur, maka Allah hancurkan mereka. Kekuatan dan pasukan dalam
       jumlah besar itu tidak ada gunanya lagi. Allah hancurkan ribuan
       orang (kuffar) dan kekuatan yang besar itu dengan 3000 malaikat
       dan 310 pasukan dengan kekuatan yang sangat lemah. Namun dengan
       kemudahan, pertolongan, dan bantuan Allah kaum muslimin berhasil
       menang dan berhasil menawan 70 kuffar serta membunuh 70 kuffar,
       serta berhasil memukul mundur sisanya. Semuanya itu merupakan
       tanda kekuasan dan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan itu
       merupakan pertolongan-Nya.
       Demikian juga dalam pertempuran Ahzab. Tentara kuffar memerangi
       Kota Madinah dengan kekuatan 10.000 personil yang merupakan
       gabungan segenap qabilah ‘arab ketika itu, yaitu Quraisy dan
       yang lainnya. Mereka mengepung kota Madinah. Rasullullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para shahabatnya menghadapi
       mereka dengan strategi khandaq (membuat parit sepanjang
       perbatasan Kota Madinah, sehingga menghalangi tentara kuffar
       untuk masuk, pent). Itu merupakan sebab datangnya pertolongan
       Allah yang hissi (tampak). Sementara tentara kuffar terus
       mengepung Kota Madinah sampai beberapa waktu lamanya. Kemudian
       Allah porak-porandakan barisan mereka tanpa melalui peperangan!
       Allah masukan ke hati mereka ru’b (perasaan takut dan gentar)
       dan Allah kirimkan angin dan tentara dari sisi-Nya (untuk
       mengaucaukan dan menghancurkan mereka), sehingga mereka tidak
       bisa tenang, akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan
       pengepungan dan kembali ke daerah masing-masing dengan penuh
       ketakutan. Ini semua merupakan pertolongan dan bantuan dari
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka kekuatan kuffar melemah dan
       mereka tidak jadi memerangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam dan para shahabat di Madinah. Bahkan sebaliknya
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam balik memerangi mereka
       pada hari Hudaibiyyah. Yaitu melalui Perjanjian Hudaibiyyah, di
       mana terjadi kesepakatan gencatan senjata ketika itu. (Ini
       merupakan bentuk kemenangan Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam atas kuffar). Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam memerangi kuffar tersebut secara fisik pada Ramadhan
       tahun 8 H dan Allah jadikan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       berhasil merebut kota Makkah. Yang akhirnya setelah itu manusia
       masuk Islam secara berbondong-bondong.
       Jadi An-Nashr (pertolongan) itu di tangan Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala. Dialah yang menolong hamba-hamba-Nya (mukminin). Namun
       Allah juga memerintahkan mereka untuk melakukan sebab-sebab yang
       bisa mendatangkan pertolongan-Nya tersebut. Sebab terbesarnya
       adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Di antara bentuk
       ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tafaqquh dan
       mempelajari agama-Nya, sehingga dengannya engkau mengetahui
       hukum-hukum Allah dan syari’at-Nya untuk dirimu dalam hal yang
       berkaitan dengan pribadimu, dengan orang lain, dan dengan
       jihadmu melawan musuhmu. Sehingga mendorongmu untuk melakukan
       persiapan untuk menghadapi musuh. Dengan ilmu tersebut engkau
       menahan diri dari larang-larangan Allah, dan engkau menunaikan
       perintah-perintah Allah, serta berhenti di batas-batas yang
       Allah tentukan. Ilmu tersebut mendorongmu untuk bekerjasama
       dengan saudara-saudaramu muslimin dan engkau rela mengorbankan
       hartamu yang paling mahal dan berharga sekalipun di jalan Allah,
       dalam rangka menolong agama Allah dan meninggikan kalimat Allah.
       Bukan untuk kepentingan negara atau suku (atau yang semisal
       itu).
       Inilah cara dan jalan untuk mendapatkan pertolongan dari Allah,
       yaitu dengan cara mempelajari ilmu syar’i dan tafaqquh fiddin.
       Semua lapisan Umat Islam harus melakukan ini, baik pemerintah
       maupun rakyat, baik besar maupun kecil. Kemudian mengamalkan
       konsekuensi-konsekuensi ilmu tersebut serta meninggalkan
       larangan-larangan Allah yang selama ini kita masih bergelimang
       di dalamnya.
       Selesai penjelasan dari Asy-Syaikh ibn Baz rahimahullah
       [size=10pt](dari Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah V/109-112)
       Dari Tsauban radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam bersabda:
       [right]&#1610;&#1615;&#1608;&#1618;&#1588;&#1616;&#1603;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1615;&#1605;&#1614;&#1605;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1583;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1609;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1603;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1578;&#1614;&#1583;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1609;
       &#1575;&#1618;&#1604;&#1571;&#1614;&#1603;&#1614;&#1604;&#1614;&#1577;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1609;&#1614;
       &#1602;&#1614;&#1589;&#1618;&#1593;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1548;
       &#1601;&#1614;&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1604;&#1612; :
       &#1608;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1606;&#1614;&#1581;&#1618;&#1606;&#1615;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1584;&#1613;&#1567;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; :
       &#1576;&#1614;&#1604;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1584;&#1613;
       &#1603;&#1614;&#1579;&#1616;&#1610;&#1618;&#1585;&#1612;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1603;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1594;&#1615;&#1579;&#1614;&#1575;&#1569;&#1612;
       &#1603;&#1614;&#1594;&#1615;&#1579;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1610;&#1618;&#1604;&#1616;&#1548;
       &#1608;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1586;&#1616;&#1593;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1589;&#1615;&#1583;&#1615;&#1608;&#1618;&#1585;&#1616;
       &#1593;&#1614;&#1583;&#1615;&#1608;&#1617;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;&#1548;
       &#1608;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1602;&#1618;&#1584;&#1616;&#1601;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1601;&#1610;&#1616;
       &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1618;&#1576;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1575;&#1604;&#1608;&#1614;&#1607;&#1618;&#1606;&#1614;.
       &#1601;&#1614;&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1604;&#1612; :
       &#1610;&#1614;&#1575;
       &#1585;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;! &#1608;&#1614;
       &#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1608;&#1614;&#1607;&#1618;&#1606;&#1615;&#1567;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; :
       &#1581;&#1615;&#1576;&#1617;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;
       &#1603;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;&#1607;&#1616;&#1610;&#1614;&#1577;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1614;&#1608;&#1618;&#1578;&#1616;.[/right]
       Hampir-hampir umat-umat (di luar kalian) mengerumuni kalian
       sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni piring
       hidangannya.
       Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah disebabkan jumlah kita
       sedikit pada saat itu?”
       Rasulullah [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Bahkan
       kalian pada hari itu jumlahnya banyak, akan tetapi kalian
       hanyalah buih seperti buih yang dibawa air bah (banjir) dan
       sungguh Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian rasa
       segan (ketakutan) terhadap kalian dan Allah akan lemparkan ke
       dalam hati kalian ‘Al Wahn’.”
       Seseorang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah apakah ‘Al Wahn’
       itu?”
       Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (3)[/i]
       Asy-Syaikh ibn Baz rahimahullah berkata: “Penyakit al-wahn yang
       tersebut dalam hadits di atas hanyalah muncul disebabkan karena
       kebodohan yang dengannya umat buih sepeti buih yang dibawa
       banjir. Mereka tidak memiliki bashirah (ilmu) tentang kewajiban
       mereka karena kejahilan tersebut, yang karenanya mereka hanya
       bernilai seperti itu (buih).” [size=10pt](dari Majmu Fatawa wa
       Maqalat Mutanawwi’ah V/106)
       Asy-Syaikh ‘Abdul Malik Ramadhani hafizhahullâh berkata ketika
       menerangkan hadits tersebut: Kalau Hadits Tsauban di atas
       menyebutkan jenis penyakitnya, yaitu: Cinta dunia dan takut
       mati. Maka hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhu berikut ini
       menyebutkan obatnya yang tepat sempurna untuk penyakit tersebut,
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata:
       [right]&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1578;&#1614;&#1576;&#1614;&#1575;&#1610;&#1614;&#1593;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;&#1577;&#1616;&#1548;
       &#1608;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1584;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1614;&#1602;&#1614;&#1585;&#1616;&#1548;
       &#1608;&#1614;
       &#1585;&#1614;&#1590;&#1616;&#1610;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1586;&#1617;&#1614;&#1585;&#1618;&#1593;&#1616;&#1548;
       &#1608;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1603;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1580;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1583;&#1614;&#1548;
       &#1587;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1591;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1584;&#1615;&#1604;&#1575;&#1617;&#1611; &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1586;&#1616;&#1593;&#1615;&#1607;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1581;&#1614;&#1578;&#1609;&#1617;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1585;&#1618;&#1580;&#1616;&#1593;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1609;&#1614;
       &#1583;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;[/right]
       Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah(4), dan
       kalian telah disibukkan dengan ekor-ekor sapi (peternakan), dan
       telah senang dengan bercocok tanam, dan juga kalian telah
       meninggalkan jihad, niscaya Allah akan timpakan pada kalian
       kehinaan kepada kalian, tidak akan Allah cabut kehinaan tersebut
       hingga kalian kembali kepada agama kalian. [size=10pt][HR. Abu
       Dawud] (5)
       Maka dari sini kita bisa mengambil dua faedah:
       Pertama: Hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhu ini menyebutkan
       obat bagi penyakit yang disebutkan secara global dalam Hadits
       Tsauban serta merincinya.
       - Jadi sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Apabila
       kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah, dan kalian telah
       disibukkan memegang ekor-ekor sapi, dan telah senang dengan
       bercocok tanam”; merupakan rincian dari penyakit “Cinta dunia.”
       - [size=10pt]Sedangkan sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam: “Dan juga kalian telah meninggalkan jihad“; itu
       merupakan akibat (atau rincian) dari penyakit “Takut mati.“
       Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
       [right][size=16pt]&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1617;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1570;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1605;&#1614;&#1575; &#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1602;&#1616;&#1610;&#1604;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1615;
       &#1575;&#1606;&#1618;&#1601;&#1616;&#1585;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;
       &#1587;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1604;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1575;&#1579;&#1617;&#1614;&#1575;&#1602;&#1614;&#1604;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1590;&#1616;
       &#1571;&#1614;&#1585;&#1614;&#1590;&#1616;&#1610;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1610;&#1614;&#1575;&#1577;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1570;&#1614;&#1582;&#1616;&#1585;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1601;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1605;&#1614;&#1578;&#1614;&#1575;&#1593;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1610;&#1614;&#1575;&#1577;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1570;&#1614;&#1582;&#1616;&#1585;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1602;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1604;&#1612; (38)
       [&#1575;&#1604;&#1578;&#1608;&#1576;&#1577;/38][/right]
       "Wahai orang-orang yang beriman, apa sebabnya, apabila dikatakan
       kepada kalian: “Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah”,
       kalian merasa berat dan ingin tetap tinggal di tempat kalian?
       Apakah kalian lebih senang dengan kehidupan dunia daripada
       kehidupan akhirat, padahal tidaklah kehidupan dunia itu
       dibanding dengan akhirat kecuali sedikit. [At-Taubah: 38]
       [size=11pt]Perhatikan dua lafazh hadits di atas, karena itu
       berasal dari sumber yang sama, (yaitu seorang) yang tidak
       berbicara dengan hawa nafsunya, tapi tidak lain itu merupakan
       wahyu yang beliau terima dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala!
       [size=11pt]Kedua: Bahwa manusia berbeda-beda dalam menentukan
       obat dan solusi bagi musibah yang menimpa umat ini. Di antara
       mereka ada yang berpendapat dengan cara politik, ada yang
       berpendapat dengan cara perang (pertumpahan darah), dan ada pula
       yang berpendapat dengan cara IPTEK, serta masih banyak lagi
       pendapat-pendapat lainnya. Adapun solusi dan jalan keluar yang
       ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah
       dengan cara dien, da’wah dan Tarbiyyah. Karena umat ini jika
       beragama dengan agama yang benar dan beramal dengan
       sunnah-sunnah beliau niscaya akan menjadi baik semua urusan
       mereka. Namun jika mereka berpaling dari sikap ruju’ (kembali)
       kepada agama mereka niscaya mereka lebih tidak mampu lagi untuk
       mewujudkan cara-cara yang lainnya. Hal itu karena Ahlus Sunnah
       As-Salafiyyun adalah orang yang paling berhak atas Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan paling bangga dengan da’wah
       beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu dengan
       bersungguh-sungguh dalam mengajarkan kepada manusia ilmu dan
       bersabar di atasnya. Sampai Allah tampakkan kepada mereka berupa
       disambutnya da’wah tauhid dan terwujudnya kemenangan.
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1584;&#1613;
       &#1610;&#1614;&#1601;&#1618;&#1585;&#1614;&#1581;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       (4) &#1576;&#1616;&#1606;&#1614;&#1589;&#1618;&#1585;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1589;&#1615;&#1585;&#1615;
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1586;&#1616;&#1610;&#1586;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1616;&#1610;&#1605;&#1615;
       (5) [&#1575;&#1604;&#1585;&#1608;&#1605;/4&#1548; 5][/right]
       "Dan pada hari itu kaum mu’min bergembira dengan pertolongan
       Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha
       Perkasa lagi Maha Penyayang." [Ar Rum: 4-5]
       Kalaupun umat tidak menerima da’wah mereka –termasuk da’wah
       tauhid– maka mereka tetap kokoh dan bersabar di atas jalan
       tersebut, tidak menyimpang sedikitpun dari jalan ini sampai
       bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di atas Rabbaniyyah
       yang telah Allah berfirman tentang mereka:
       [right][size=18pt]&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1603;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1610;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1603;&#1615;&#1606;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1578;&#1615;&#1593;&#1614;&#1604;&#1617;&#1616;&#1605;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1603;&#1616;&#1578;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1603;&#1615;&#1606;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1583;&#1618;&#1585;&#1615;&#1587;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       (79) [&#1570;&#1604;
       &#1593;&#1605;&#1585;&#1575;&#1606;/79][/right]
       "…tapi jadilah kalian orang-orang Rabbani, dengan sebab kalian
       selalu mengajarkan Al Kitab dan dengan sebab karena kalian
       selalu mempelajarinya." [Ali ‘Imran: 79]
       Oleh karena itu tidak benar ijtihad (pendapat) orang-orang yang
       menyatakan bahwa problematika umat ini akan selesai dengan cara
       politik, atau dengan cara perang, atau melalui jalur IPTEK, atau
       pun cara-cara yang lainnya. Hal ini karena Rasulullah telah
       menyatakan dengan tegas, bahwa solusinya adalah: [sampai kalian
       ruju’ (kembali) kepada Dien (agama) kalian]. Tidak ada cara
       untuk bisa ruju’ (kembali kepada agama) kecuali dengan cara
       mempelajarinya. Maka solusi dari problem tersebut semuanya
       berporos dan kembalinya kepada At-Ta’lim (mempelajari agama),
       sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
       [right][size=18pt]&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1593;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1617;&#1615;&#1605;&#1616;&#1548;
       &#1608;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1581;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1581;&#1614;&#1604;&#1617;&#1615;&#1605;&#1616;[/right]
       Hanyalah ilmu itu didapat dengan cara mempelajarinya, dan
       hanyalah hilm (sikap bijak) itu diperoleh dengan cara tahallum
       (usaha untuk bersikap bijak) [size=10pt][HR. Al-Khathib] (6)
       Maka jelaslah dari dalil-dalil di atas, dan dengan memadukan
       antara:
       - Kandungan hadits Tsauban -yang menyebutkan bahwa penyakitnya
       itu terletak di hati: [Cinta dunia dan takut mati]-
       - [size=10pt]Dan Kandungan hadits Ibnu ‘Umar -yang menyebutkan
       obatnya, yaitu [sampai kalian ruju’ (kembali) kepada agama
       kalian]-
       [size=11pt]Dari sini jelaslah bahwa: Perbaikan pertama kali yang
       harus dilakukan adalah perbaikan hati, yaitu dengan cara
       membersihkan aqidah yang ada di dalam hati. Sebagaimana hal ini
       telah dinyatakan secara tegas oleh Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam:
       [right][size=18pt]&#1571;&#1614;&#1604;&#1575;&#1617;
       &#1608;&#1614; &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1601;&#1610;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1580;&#1614;&#1587;&#1614;&#1583;&#1616;
       &#1605;&#1615;&#1590;&#1618;&#1594;&#1614;&#1577;&#1611;&#1548;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1589;&#1614;&#1604;&#1614;&#1581;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1589;&#1614;&#1604;&#1614;&#1581;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1580;&#1614;&#1587;&#1614;&#1583;&#1615;
       &#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1615;&#1607;&#1615; &#1608;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1587;&#1614;&#1583;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1601;&#1614;&#1587;&#1614;&#1583;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1580;&#1614;&#1587;&#1614;&#1583;&#1615;
       &#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1615;&#1607;&#1615;&#1548;
       &#1571;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614; &#1608;&#1614;
       &#1607;&#1616;&#1610;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1602;&#1614;&#1604;&#1618;&#1576;&#1615;[/right]
       Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal darah, jika dia
       baik maka baiklah seluruh jasad, dan jika dia rusak maka
       rusaklah seluruh jasad, ketahuilah bahwa segumpal darah itu
       adalah Al Qalb (hati)(7). [size=10pt](Muttafaqun ‘alaihi)(8.)
       -Sekian
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       &#42880;[size=8pt]3
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
       />&#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
       ***
       Terkait Artikel (Palestine):
       - Fatwa tentang Krisis Libanon, Irak, dan Palestina (Bag. I)
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-103/msg800/#msg800
       - Fatwa tentang Krisis Libanon, Irak, Afghanistan, dan Palestina
       (Bag. II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-104/msg801/#msg801
       - Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina – Nasehat Emas dari
       Do'a Mujaddid Besar Masa Ini
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-99/msg788/#msg788
       - Wasiat Syaikh ibn Baaz untuk Muslimin Palestina
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-102/msg795/#msg795
       - Krisis Palestina bukan Konflik Agama?
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-101/msg793/#msg793
       - Mengapa Umat Islam selalu Ditindas?
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-100/msg789/#msg789
       - Apakah Saudi Arabia Loyalis Amerika dan Apa Hakekat ‘Hizbullah
       Lebanon’?
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-96/msg785/#msg785
       - Sikap dan Kewajiban Umat Islam terhadap Tragedi Palestina
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-94/msg781/#msg781
       - Tragedi (Palestina) Ini Merupakan Pertanda Datangnya Kebaikan
       bagi Kaum Muslimin
  HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-93/msg780/#msg780
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       (Dikutip dari artikel berjudul asli ”Bingkisan Untuk Kaum
       Muslimin Palestina”, url sumber
  HTML http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=48#more-48)
       Footnote:
       (1) Hal ini mengingatkan kita pada sebuah hadits dari shahabat
       Khabbab Al Arat radhiyallahu’anhu: Kami mengadu kepada
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika beliau sedang
       berbantalkan burdahnya di bawah Ka’bah –di mana saat itu kami
       telah mendapatkan siksaan dari kaum musyrikin–. Kami berkata
       berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak
       memohonkan pertolongan untuk kita? Mengapa engkau tidak berdo’a
       kepada Allah untuk kita?”
       Maka beliau langsung duduk, wajahnya memerah seraya bersabda:
       “Dahulu umat sebelum kalian ada yang disisir dengan sisir besi,
       sehingga berpisahlah tulang dan dagingnya, akan tetapi perlakuan
       itu tidaklah menyebabkan mereka berpaling dari agamanya. Demi
       Allah, Allah akan menyempurnakan urusan ini (Islam), hingga
       (akan ada) seorang pengendara yang berjalan menempuh perjalanan
       dari Shan’a ke Hadramaut, dia tidak takut kecuali hanya kepada
       Allah atau (dia hanya khawatir terhadap) srigala (yang akan
       menerkam) kambingnya. Akan tetapi kalian tergesa-gesa. [HR. Al
       Bukhari No. 3612, 3852, 6941; Ahmad IV/165-166, VI/395]
       Itulah kalimat yang keluar dari lisan seorang nabi yang sangat
       menginginkan kebaikan bagi umatnya, yang merasa berat dan susah
       atas segala penderitaan yang dialami oleh umatnya. Kalimat ini
       dinyatakan oleh beliau ketika kaum muslimin sedang dalam keadaan
       tersiksa oleh kekejaman Quraisy. Kalimat ini keluar untuk
       menyejukkan hati para shahabat beliau Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam, yang sedang mengalami penyiksaan dan penderitaan,
       dirundung berbagai kesusahan dan musibah... dan merasakan
       perjalanan da’wah ini terlalu panjang. Inilah tarbiyah nabawi
       untuk para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
       generasi terbaik dan terutama di umat ini... tidak kemudian
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengambil jalan pintas
       dan merasakan apa yang beliau alami selama ini sebagai jalan
       yang sangat panjang, yang kemudian mendorong beliau untuk
       melakukan tindakan pembunuhan, penculikan, dan tindakan-tindakan
       teror yang lainnya menghadapi kekejaman pemerintahan kafir
       Quraisy. Tidak pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       melakukan orasi-orasi dan provokasi-provokasi terhadap umat
       untuk melakukan tindakan-tindakan di atas. Karena Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tahu dan mengerti kondisi umat yang
       lemah dan membutuhkan adanya At-Tashfiyyah (pembersihan) aqidah
       mereka dari segala perkara yang mengotorinya serta melakukan
       At-Tarbiyyah (pembinaan) umat menuju kepada ilmu dan aqidah yang
       benar.
       (2) Dinukil dari Hayatu Al Albani wa Atsaruhu I/389-391 karya
       Ibrahim Asy Syaibani.
       (3) HR. Ahmad V/278 dan Abu Dawud no. 4297, dari hadits Tsuban
       radhiyallahu’anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani
       Rahimahullah dalam Ash-Shahihah no. 958.
       (4) Jual beli ‘inah adalah jual beli dengan cara riba. Contohnya
       si A menjual barang kepada si B dengan harga tertentu dan
       pembayaran dilakukan di belakang hari (kredit). Kemudian sebelum
       lunas pembayarannya, si A membeli kembali (dengan kontan) barang
       yang dia jual tersebut dari si B dengan harga yang lebih murah
       daripada harga yang ditetapkan ketika dia menjualnya. Kemudian
       nantinya si B harus rtetap membayar barang tersebut dengan harga
       semula walaupun barang tersebut sudah tidak lagi dimilikinya.
       (lihat Nailul Authar, V/250).
       (5) HR. Abu Dawud no 3462, Ahmad II/28. Dishahihkan oleh Asy
       Syaikh Al Albani di Ash Shahihah no. 11.
       (6) HR. Al-Khathib di dalam At-Tarikh IX/127, dari Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam
       Ash-Shahihah 342.
       (7) Maka wajib membersihkan qalbu (hati) umat ini dari
       aqidah-aqidah yang mengotorinya, agar perbuatan dan tindakan
       anggota tubuhnya menjadi baik. Hati mereka harus dibersihkan
       dari noda kesyirikan agar anggota badan mereka tidaklah
       beribadah kepada selain Allah. Dibersihkan hati mereka dari noda
       aqidah mu’tazilah dan khawarij agar selamat lisan mereka dari
       pengkafiran terhadap kaum muslimin serta caci makian terhadap
       ‘ulama dan para penguasa muslimin dan seterusnya dari berbagai
       macam aqidah-aqidah sesat yang mengotori qalbu mereka.
       (8-) HR. Al-Bukhari 52; Muslim 1599, dari shahabat An-Nu’man ibn
       Basyir radhiyallahu’anhu.
       (Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah
  HTML http://www.ulamasunnah.wordpress.com
       dari
  HTML http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=48)
       Beri peringkat:2 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Fatwa Ulama Tentang ‘Nasyid Islami’
       Juni 6, 2008
       dalam "Adab dan Akhlak"
       Cinta Tanah Air termasuk ke dalam Iman?
       Juni 5, 2008
       dalam "Aqidah"
       Hukum Menggunakan Kalender Masehi
       Januari 11, 2009
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Aqidah |
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
       (
  HTML https://bit.ly/forumiscm).
       Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari C&#8593;iscm Muslim
       Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1