DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 788--------------------------------------------------
Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina – Nasehat Emas dari Do'a
Mujaddid Besar Masa Ini
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 11:07 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina[size=13pt]
◎ [font=arial black]Nasehat Emas dari Do'a Mujaddid Besar
Masa Ini[/font]
Januari 11, 2009 oleh: Wira Mandiri Bachrun.
Disalin kembali (Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/11/bingkisan-untuk-kaum-muslimin-palestina-nasehat-emas-dari-dua-mujaddid-besar-masa-ini/[size=11pt]
[size=10pt]Oleh: Asy Syaikh Al Albani dan Asy Syaikh ibn Baaz
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam
risalahnya Fiqhul Waqi’ Hal. 48-50 menjelaskan: ”Sesungguhnya
sebab mendasar kehinaan kaum muslimin ialah:
- Kebodohan mereka tentang syari’at Islam yang Allah turunkan
kepada hati Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
- [size=10pt]Mayoritas kaum muslimin telah mengetahui
hukum-hukum Islam dalam sebagian urusan mereka, namun mereka
tidak mau mengamalkan.
[size=11pt]Dengan demikian, kunci kembalinya kemuliaan Islam
ialah dengan mempraktekkan ilmu yang bermanfaat dan mengerjakan
amal shalih. Ini adalah masalah besar yang tidak mungkin dicapai
oleh kaum muslimin melainkan dengan menerapkan manhaj
At-Tashfiyyah (pembersihan) dan At-Tarbiyyah (pendidikan). Dua
hal ini adalah dua kewajiban yang sangat penting dan sangat
agung kedudukannya.
Yang saya maksud dengan At-Tashfiyyah adalah beberapa perkara:
- [size=10pt]Membersihkan aqidah Islamiyyah dari perkara yang
menyimpang, seperti kesyirikan, menolak sifat-sifat Allah,
menta’wilkan sifat-sifat Allah, menolak hadits-hadits shahih
yang berhubungan dengan masalah aqidah, dan yang lainnya.
- [size=10pt]Membersihkan fiqih Islam dari ijtihad-ijtihad
keliru yang menyalahi Al-Qur’an dan As-Sunnah dan membebaskan
akal dari belenggu-belenggu taqlid dan kegelapan ta’asshub.
- [size=10pt]Membersihkan kitab-kitab tafsir, fiqih, raqa’iq,
dan yang laiinya dari hadits-hadits dha’if (lemah), maudhu’
(palsu), riwayat-riwayat isra`iliyyat, dan munkar.
[size=11pt]Adapun yang saya maksud dengan At-Tarbiyyah ialah
mendidik generasi yang tumbuh dengan Islam yang telah dimurnikan
dari penyimpangan-penyimpangan di atas. Mendidik mereka dengan
pendidkan Islam yang benar sejak dini dan tidak terpengaruh
sedikitpun dengan sistem pendidikan ala barat yang kafir.”
Di tempat lain, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah juga
menjelaskan bahwa satu-satunya jalan untuk melepaskan muslimin
dari kehinaan dan kemundurannya sekarang ini adalah dengan
kembali kepada Ad-Dien, yang caranya adalah dengan menerapkan
manhaj At-Tashfiyyah dan At-Tarbiyyah. Beliau mengatakan: “Agar
kita dapat memberikan dalil yang menunjukkan benarnya pendapat
yang kita pegangi dalam manhaj ini, kita kembali kepada
Al-Qur’an. Di dalamnya ada satu ayat yang menunjukkan kesalahan
orang-orang yang menyelisihi kita pada perkara yang sudah kita
yakini dan kita pastikan dengannya, yaitu bahwa Al-Bidayah
(langkah pertama untuk kembali kepada dien) adalah dengan
melakukan At-Tashfiyyah kemudian berikutnya At-Tarbiyyah, yaitu
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
[right][size=18pt]إِنْ
تَنْصُرُوا
اللهَ
يَنْصُرْكُمْ
وَيُثَبِّتْ
أَقْدَامَكُمْ
(7) [محمد/7][/right]
"Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong
kalian dan mengokohkan kedudukan kalian." [Muhammad: 7]
Inilah ayat yang dimaksud. Di sini para mufassirin telah
sepakat: Bahwa makna nashrullah (pertolongan Allah) adalah
menerapkan hukum-hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Termasuk di
antaranya adalah beriman dengan hal-hal ghaib yang Allah jadikan
syarat pertama bagi kaum mukminin (dengan firmannya):
[right][size=18pt]الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ
بِالْغَيْبِ
وَيُقِيمُونَ
الصَّلاةَ
[البقرة/3][/right]
"Yaitu orang-orang yang beriman terhadap yang ghaib dan
menegakkan shalat." [Al Baqarah: 3]
Maka, apabila pertolongan Allah tidak turun kecuali dengan cara
menegakkan hukum-hukum-Nya, maka bagaimana kita dapat masuk ke
dalam jihad ‘amali (yakni perang di medan tempur yang kita
berharap pertolongan Allah turun padanya) sedangkan kita tidak
menolong Allah sesuai dengan yang telah disepakati oleh
mufassirin? Bagaimana kita bisa mendapatkan pertolongan Allah
dalam berjihad sedang aqidah kita rusak? Bagaimana kita bisa
mendapatkan pertolongan dalam berjihad sedang akhlak kita bejat?
Jadi, sebelum berjihad harus membenarkan aqidah dan mendidik
diri.
Sungguh aku tahu bahwa manhaj kita dalam melakukan At-Tashfiyyah
dan At-Tarbiyyah tidak terlepas dari pertentangan. Di sana ada
yang mengatakan: ‘Sesungguhnya perkara At-Tashfiyyah dan
At-Tarbiyyah adalah perkara yang membutuhkan masa yang panjang!‘
Akan tetapi aku katakan bukan itu yang penting dalam perkara
ini. Yang penting bahwa kita memulai dengan mengenal agama kita
dan setelah itu, tidak menjadi masalah apakah jalannya akan
panjang (lama) atau pendek (sebentar)(1). Sesungguhnya
perkataanku ini aku tujukan kepada para da’i muslimin, para
‘ulama, dan para pembimbing umat. Aku mengajak mereka agar
mereka berjalan di atas ilmu yang sempurna tentang Islam yang
shahih dan agar mereka dapat memerangi berbagai macam kelalaian
dan kelengahan serta berbagai perselisihan dan pertentangan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
[right][size=18pt]وَلا
تَنَازَعُوا
فَتَفْشَلُوا
وَتَذْهَبَ
رِيحُكُمْ
[الأنفال/46][/right]
"....dan janganlah kalian berselisih sehingga menyebabkan kalian
menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian." [An Anfal: 46]
Apabila kita telah menghilangkan perselisihan dan kelalaian ini,
dan kita telah menempati Shahwah Islamiyah (kebangkitan Islam)
yang bersatu dan bersepakat, berarti kita mulai mengarah untuk
merealisasikan kekuatan materi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala
berfirman:
[right][size=18pt]وَأَعِدُّوا
لَهُمْ مَا
اسْتَطَعْتُمْ
مِنْ
قُوَّةٍ
وَمِنْ
رِبَاطِ
الْخَيْلِ
تُرْهِبُونَ
بِهِ
عَدُوَّ
اللهِ
وَعَدُوَّكُمْ
[الأنفال/60][/right]
"...dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja
yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk
berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh
Allah dan musuhmu." [An Anfal: 60]
Merealisasikan kekuatan materi adalah suatu perkara yang harus
dilaksanakan, misalnya dengan harus membangun pabrik-pabrik
senjata dan yang lainnya. Tetapi, sebelum itu semua haruslah
kembali kepada ad-Dien yang benar sebagaimana yang ditempuh dan
dijalani oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para
shahabatnya radhiyallahu’anhum, baik dalam masalah aqidah,
ibadah, suluk (akhlaq), dan dalam seluruh perkara yang berkaitan
dengan syariat.
Oleh karena itu, aku ulangi kembali perkataanku: "Tidak ada
jalan untuk terlepas dari kenyataan yang menyedihkan yang
menimpa umat ini melainkan (dengan cara kembali) kepada Al-Kitab
dan As-Sunnah, dan menerapkan At-Tashfiyyah dan At-Tarbiyyah
dalam rangka kembali kepada dua dasar tersebut. Untuk itu kita
dituntut untuk mengetahui ilmu hadits yang dengannya kita bisa
membedakan antara hadits yang shahih dan hadits yang dhaif, agar
kita tidak menentukan hukum-hukum (agama) dengan cara yang
salah, sebagaimana yang telah terjadi di kalangan muslimin
akibat terlalu banyaknya mereka berpegang kepada hadits
dha’if…”(2)
Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdullah ibn Baz rahimahullah
menerangkan: ”Jika kaum muslimin jujur dan mau serius serta
bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi
musuh-musuhnya, dengan mengerahkan semua potensi dan kemampuan
yang dimiliki berupa persiapan fisik dan menolong agama Allah,
niscaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menolong mereka. Allah
jadikan mereka kuat di hadapan musuh dan mampu mengalahkan
mereka serta tidak hina di bawah mereka. Allah Subhanahu Wa
Ta’ala Yang Maha benar perkataan dan janji-janji-Nya telah
berfirman:
[right][size=18pt]إِنْ
تَنْصُرُوا
اللهَ
يَنْصُرْكُمْ
وَيُثَبِّتْ
أَقْدَامَكُمْ
(7) [محمد/7][/right]
"Jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong
kalian dan mengokohkan kedudukan kalian." [Muhammad: 7]
Allah tidak lemah serta tidak butuh kepada manusia. Tapi Dia
menguji hamba-hamba-Nya yang baik dengan hamba-hamba-Nya yang
jelek agar terlihat kejujuran orang-orang yang jujur dan
kedustaan para pendusta. Agar terlihat mana yang benar-benar
sebagai mujahid dan mana yang bukan, siapa yang berharap selamat
dari adzab dan siapa yang tidak. Sebenarnya Allah, Dia Maha
mampu untuk menolong wali-wali-Nya dan menghancurkan
musuh-musuh-Nya tanpa peperangan, tanpa jihad, dan tanpa yang
lainnya. Sebagaimana Allah telah berfirman:
[right][size=18pt]ذَلِكَ
وَلَوْ
يَشَاءُ
اللهُ
لَانْتَصَرَ
مِنْهُمْ
وَلَكِنْ
لِيَبْلُوَ
بَعْضَكُمْ
بِبَعْضٍ
[محمد/4][/right]
"Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan
membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian
dengan sebagian yang lain." [Muhammad: 4]
Allah berfirman di Surat Al Anfal tentang kisah Perang Badr:
[right][size=18pt]وَمَا
جَعَلَهُ
اللهُ إِلا
بُشْرَى
وَلِتَطْمَئِنَّ
بِهِ
قُلُوبُكُمْ
[الأنفال/10][/right]
"Dan Allah tidaklah menjadikannya kecuali sebagai kabar gembira
dan agar hati kalian menjadi tentram." [Al Anfal: 10]
Yakni pengiriman bala bantuan dari-Nya berupa bala tentara
malaikat
[right][size=18pt]وَمَا
النَّصْرُ
إِلا مِنْ
عِنْدِ
اللهِ
إِنَّ
اللهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ (10)
[الأنفال/10][/right]
"Tidaklah pertolongan itu kecuali hanya dari sisi Allah,
sesungguhnya Allah itu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." [Al
Anfal: 10]
Allah juga berfirman dalam surat Ali ‘Imran:
[right][size=18pt]وَمَا
جَعَلَهُ
اللهُ إِلا
بُشْرَى
لَكُمْ
وَلِتَطْمَئِنَّ
قُلُوبُكُمْ
بِهِ وَمَا
النَّصْرُ
إِلا مِنْ
عِنْدِ
اللهِ
الْعَزِيزِ
الْحَكِيمِ
(126) [آل
عمران/126][/right]
"Dan Allah tidaklah menjadikannya (yakni pengiriman bala bantuan
dari-Nya berupa bala tentara malaikat) kecuali sebagai kabar
gembira bagi kalian dan agar hati kalian tenang dengannya. Dan
tidaklah pertolongan itu kecuali hanya dari sisi Allah,
sesungguhnya Allah itu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." [Ali
‘Imran: 126]
Maka pertolongan itu hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja.
Tapi Allah (mengirimkankannya dalam bentuk) bantuan bala tentara
malaikat. dan juga kekuatan yang Allah berikan dalam bentuk
senjata, materi, dan pasukan yang besar. Semuanya itu merupakan
sebab-sebab (datangnya) pertolongan serta kabar gembira dan
ketenangan hati. Sementara pertolongan Allah tidak terkait
dengan itu semua. Allah berfirman:
[right][size=18pt]كَمْ
مِنْ
فِئَةٍ
قَلِيلَةٍ
غَلَبَتْ
فِئَةً
كَثِيرَةً
بِإِذْنِ
اللهِ
وَاللهُ
مَعَ
الصَّابِرِينَ
(249) [البقرة/249][/right]
"Berapa banyak pasukan kecil bisa mengalahkan pasukan besar
dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar."
[Al Baqarah: 249]
Kita perlu ingat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan
para shahabatnya, dulu dalam Pertempuran Badr jumlah mereka
hanya sekitar 310 orang saja. Persenjataan minim, kendaraan
hanya 70 ekor onta, mereka saling bergantian dalam
mengendarainya. Tidak ada kuda kecuali hanya 2 ekor saja. Adapun
pasukan kafir ketika itu berjumlah sekitar 1000 personil!
Dilengkapi dengan kekuatan yang besar dan persenjataan yang
banyak. Namun ketika Allah menghendaki mereka (kaum kafir)
hancur, maka Allah hancurkan mereka. Kekuatan dan pasukan dalam
jumlah besar itu tidak ada gunanya lagi. Allah hancurkan ribuan
orang (kuffar) dan kekuatan yang besar itu dengan 3000 malaikat
dan 310 pasukan dengan kekuatan yang sangat lemah. Namun dengan
kemudahan, pertolongan, dan bantuan Allah kaum muslimin berhasil
menang dan berhasil menawan 70 kuffar serta membunuh 70 kuffar,
serta berhasil memukul mundur sisanya. Semuanya itu merupakan
tanda kekuasan dan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan itu
merupakan pertolongan-Nya.
Demikian juga dalam pertempuran Ahzab. Tentara kuffar memerangi
Kota Madinah dengan kekuatan 10.000 personil yang merupakan
gabungan segenap qabilah ‘arab ketika itu, yaitu Quraisy dan
yang lainnya. Mereka mengepung kota Madinah. Rasullullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para shahabatnya menghadapi
mereka dengan strategi khandaq (membuat parit sepanjang
perbatasan Kota Madinah, sehingga menghalangi tentara kuffar
untuk masuk, pent). Itu merupakan sebab datangnya pertolongan
Allah yang hissi (tampak). Sementara tentara kuffar terus
mengepung Kota Madinah sampai beberapa waktu lamanya. Kemudian
Allah porak-porandakan barisan mereka tanpa melalui peperangan!
Allah masukan ke hati mereka ru’b (perasaan takut dan gentar)
dan Allah kirimkan angin dan tentara dari sisi-Nya (untuk
mengaucaukan dan menghancurkan mereka), sehingga mereka tidak
bisa tenang, akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan
pengepungan dan kembali ke daerah masing-masing dengan penuh
ketakutan. Ini semua merupakan pertolongan dan bantuan dari
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka kekuatan kuffar melemah dan
mereka tidak jadi memerangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam dan para shahabat di Madinah. Bahkan sebaliknya
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam balik memerangi mereka
pada hari Hudaibiyyah. Yaitu melalui Perjanjian Hudaibiyyah, di
mana terjadi kesepakatan gencatan senjata ketika itu. (Ini
merupakan bentuk kemenangan Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam atas kuffar). Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam memerangi kuffar tersebut secara fisik pada Ramadhan
tahun 8 H dan Allah jadikan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
berhasil merebut kota Makkah. Yang akhirnya setelah itu manusia
masuk Islam secara berbondong-bondong.
Jadi An-Nashr (pertolongan) itu di tangan Allah Subhanahu Wa
Ta’ala. Dialah yang menolong hamba-hamba-Nya (mukminin). Namun
Allah juga memerintahkan mereka untuk melakukan sebab-sebab yang
bisa mendatangkan pertolongan-Nya tersebut. Sebab terbesarnya
adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Di antara bentuk
ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tafaqquh dan
mempelajari agama-Nya, sehingga dengannya engkau mengetahui
hukum-hukum Allah dan syari’at-Nya untuk dirimu dalam hal yang
berkaitan dengan pribadimu, dengan orang lain, dan dengan
jihadmu melawan musuhmu. Sehingga mendorongmu untuk melakukan
persiapan untuk menghadapi musuh. Dengan ilmu tersebut engkau
menahan diri dari larang-larangan Allah, dan engkau menunaikan
perintah-perintah Allah, serta berhenti di batas-batas yang
Allah tentukan. Ilmu tersebut mendorongmu untuk bekerjasama
dengan saudara-saudaramu muslimin dan engkau rela mengorbankan
hartamu yang paling mahal dan berharga sekalipun di jalan Allah,
dalam rangka menolong agama Allah dan meninggikan kalimat Allah.
Bukan untuk kepentingan negara atau suku (atau yang semisal
itu).
Inilah cara dan jalan untuk mendapatkan pertolongan dari Allah,
yaitu dengan cara mempelajari ilmu syar’i dan tafaqquh fiddin.
Semua lapisan Umat Islam harus melakukan ini, baik pemerintah
maupun rakyat, baik besar maupun kecil. Kemudian mengamalkan
konsekuensi-konsekuensi ilmu tersebut serta meninggalkan
larangan-larangan Allah yang selama ini kita masih bergelimang
di dalamnya.
Selesai penjelasan dari Asy-Syaikh ibn Baz rahimahullah
[size=10pt](dari Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah V/109-112)
Dari Tsauban radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda:
[right]يُوْشِكُ
الأُمَمُ
أَنْ
تَدَاعَى
عَلَيْكُمْ
كَمَا
تَدَاعَى
اْلأَكَلَةُ
إِلىَ
قَصْعَتِهَا،
فَقَالَ
قَائِلٌ :
وَ مِنْ
قِلَّةٍ
نَحْنُ
يَوْمَئِذٍ؟
قَالَ :
بَلْ
أَنْتُمْ
يَوْمَئِذٍ
كَثِيْرٌ،
وَلَكِنَّكُمْ
غُثَاءٌ
كَغُثَاءِ
السَّيْلِ،
وَ
لَيَنْزِعَنَّ
اللهُ مِنْ
صُدُوْرِ
عَدُوِّكُمْ
المَهَابَةَ
مِنْكُمْ،
وَ
لَيَقْذِفَنَّ
اللهُ فيِ
قُلُوْبِكُمْ
الوَهْنَ.
فَقَالَ
قَائِلٌ :
يَا
رَسُوْلَ
اللهِ! وَ
مَا
الْوَهْنُ؟
قَالَ :
حُبُّ
الدُّنْيَا
وَ
كَرَاهِيَةُ
المَوْتِ.[/right]
Hampir-hampir umat-umat (di luar kalian) mengerumuni kalian
sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni piring
hidangannya.
Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah disebabkan jumlah kita
sedikit pada saat itu?”
Rasulullah [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Bahkan
kalian pada hari itu jumlahnya banyak, akan tetapi kalian
hanyalah buih seperti buih yang dibawa air bah (banjir) dan
sungguh Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian rasa
segan (ketakutan) terhadap kalian dan Allah akan lemparkan ke
dalam hati kalian ‘Al Wahn’.”
Seseorang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah apakah ‘Al Wahn’
itu?”
Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (3)[/i]
Asy-Syaikh ibn Baz rahimahullah berkata: “Penyakit al-wahn yang
tersebut dalam hadits di atas hanyalah muncul disebabkan karena
kebodohan yang dengannya umat buih sepeti buih yang dibawa
banjir. Mereka tidak memiliki bashirah (ilmu) tentang kewajiban
mereka karena kejahilan tersebut, yang karenanya mereka hanya
bernilai seperti itu (buih).” [size=10pt](dari Majmu Fatawa wa
Maqalat Mutanawwi’ah V/106)
Asy-Syaikh ‘Abdul Malik Ramadhani hafizhahullâh berkata ketika
menerangkan hadits tersebut: Kalau Hadits Tsauban di atas
menyebutkan jenis penyakitnya, yaitu: Cinta dunia dan takut
mati. Maka hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhu berikut ini
menyebutkan obatnya yang tepat sempurna untuk penyakit tersebut,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata:
[right]إِذَا
تَبَايَعْتُمْ
بِالْعِيْنَةِ،
وَ
أَخَذْتُمْ
أَذْنَابَ
الْبَقَرِ،
وَ
رَضِيْتُمْ
بِالزَّرْعِ،
وَ
تَرَكْتُمُ
الجِهَادَ،
سَلَّطَ
اللهُ
عَلَيْكُمْ
ذُلاًّ لاَ
يَنْزِعُهُ
عَنْكُمْ
حَتىَّ
تَرْجِعُوا
إِلىَ
دِيْنِكُمْ[/right]
Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah(4), dan
kalian telah disibukkan dengan ekor-ekor sapi (peternakan), dan
telah senang dengan bercocok tanam, dan juga kalian telah
meninggalkan jihad, niscaya Allah akan timpakan pada kalian
kehinaan kepada kalian, tidak akan Allah cabut kehinaan tersebut
hingga kalian kembali kepada agama kalian. [size=10pt][HR. Abu
Dawud] (5)
Maka dari sini kita bisa mengambil dua faedah:
Pertama: Hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhu ini menyebutkan
obat bagi penyakit yang disebutkan secara global dalam Hadits
Tsauban serta merincinya.
- Jadi sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Apabila
kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah, dan kalian telah
disibukkan memegang ekor-ekor sapi, dan telah senang dengan
bercocok tanam”; merupakan rincian dari penyakit “Cinta dunia.”
- [size=10pt]Sedangkan sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam: “Dan juga kalian telah meninggalkan jihad“; itu
merupakan akibat (atau rincian) dari penyakit “Takut mati.“
Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
[right][size=16pt]يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آَمَنُوا
مَا لَكُمْ
إِذَا
قِيلَ
لَكُمُ
انْفِرُوا
فِي
سَبِيلِ
اللهِ
اثَّاقَلْتُمْ
إِلَى
الأَرْضِ
أَرَضِيتُمْ
بِالْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
مِنَ
الْآَخِرَةِ
فَمَا
مَتَاعُ
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
فِي
الْآَخِرَةِ
إِلَّا
قَلِيلٌ (38)
[التوبة/38][/right]
"Wahai orang-orang yang beriman, apa sebabnya, apabila dikatakan
kepada kalian: “Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah”,
kalian merasa berat dan ingin tetap tinggal di tempat kalian?
Apakah kalian lebih senang dengan kehidupan dunia daripada
kehidupan akhirat, padahal tidaklah kehidupan dunia itu
dibanding dengan akhirat kecuali sedikit. [At-Taubah: 38]
[size=11pt]Perhatikan dua lafazh hadits di atas, karena itu
berasal dari sumber yang sama, (yaitu seorang) yang tidak
berbicara dengan hawa nafsunya, tapi tidak lain itu merupakan
wahyu yang beliau terima dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala!
[size=11pt]Kedua: Bahwa manusia berbeda-beda dalam menentukan
obat dan solusi bagi musibah yang menimpa umat ini. Di antara
mereka ada yang berpendapat dengan cara politik, ada yang
berpendapat dengan cara perang (pertumpahan darah), dan ada pula
yang berpendapat dengan cara IPTEK, serta masih banyak lagi
pendapat-pendapat lainnya. Adapun solusi dan jalan keluar yang
ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah
dengan cara dien, da’wah dan Tarbiyyah. Karena umat ini jika
beragama dengan agama yang benar dan beramal dengan
sunnah-sunnah beliau niscaya akan menjadi baik semua urusan
mereka. Namun jika mereka berpaling dari sikap ruju’ (kembali)
kepada agama mereka niscaya mereka lebih tidak mampu lagi untuk
mewujudkan cara-cara yang lainnya. Hal itu karena Ahlus Sunnah
As-Salafiyyun adalah orang yang paling berhak atas Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan paling bangga dengan da’wah
beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu dengan
bersungguh-sungguh dalam mengajarkan kepada manusia ilmu dan
bersabar di atasnya. Sampai Allah tampakkan kepada mereka berupa
disambutnya da’wah tauhid dan terwujudnya kemenangan.
[right][size=18pt]وَيَوْمَئِذٍ
يَفْرَحُ
الْمُؤْمِنُونَ
(4) بِنَصْرِ
اللهِ
يَنْصُرُ
مَنْ
يَشَاءُ
وَهُوَ
الْعَزِيزُ
الرَّحِيمُ
(5) [الروم/4، 5][/right]
"Dan pada hari itu kaum mu’min bergembira dengan pertolongan
Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha
Perkasa lagi Maha Penyayang." [Ar Rum: 4-5]
Kalaupun umat tidak menerima da’wah mereka –termasuk da’wah
tauhid– maka mereka tetap kokoh dan bersabar di atas jalan
tersebut, tidak menyimpang sedikitpun dari jalan ini sampai
bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di atas Rabbaniyyah
yang telah Allah berfirman tentang mereka:
[right][size=18pt]وَلَكِنْ
كُونُوا
رَبَّانِيِّينَ
بِمَا
كُنْتُمْ
تُعَلِّمُونَ
الْكِتَابَ
وَبِمَا
كُنْتُمْ
تَدْرُسُونَ
(79) [آل
عمران/79][/right]
"…tapi jadilah kalian orang-orang Rabbani, dengan sebab kalian
selalu mengajarkan Al Kitab dan dengan sebab karena kalian
selalu mempelajarinya." [Ali ‘Imran: 79]
Oleh karena itu tidak benar ijtihad (pendapat) orang-orang yang
menyatakan bahwa problematika umat ini akan selesai dengan cara
politik, atau dengan cara perang, atau melalui jalur IPTEK, atau
pun cara-cara yang lainnya. Hal ini karena Rasulullah telah
menyatakan dengan tegas, bahwa solusinya adalah: [sampai kalian
ruju’ (kembali) kepada Dien (agama) kalian]. Tidak ada cara
untuk bisa ruju’ (kembali kepada agama) kecuali dengan cara
mempelajarinya. Maka solusi dari problem tersebut semuanya
berporos dan kembalinya kepada At-Ta’lim (mempelajari agama),
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
[right][size=18pt]إِنَّمَا
العِلْمُ
بِالتَّعَلُّمِ،
وَ
الحِلْمُ
بِالتَّحَلُّمِ[/right]
Hanyalah ilmu itu didapat dengan cara mempelajarinya, dan
hanyalah hilm (sikap bijak) itu diperoleh dengan cara tahallum
(usaha untuk bersikap bijak) [size=10pt][HR. Al-Khathib] (6)
Maka jelaslah dari dalil-dalil di atas, dan dengan memadukan
antara:
- Kandungan hadits Tsauban -yang menyebutkan bahwa penyakitnya
itu terletak di hati: [Cinta dunia dan takut mati]-
- [size=10pt]Dan Kandungan hadits Ibnu ‘Umar -yang menyebutkan
obatnya, yaitu [sampai kalian ruju’ (kembali) kepada agama
kalian]-
[size=11pt]Dari sini jelaslah bahwa: Perbaikan pertama kali yang
harus dilakukan adalah perbaikan hati, yaitu dengan cara
membersihkan aqidah yang ada di dalam hati. Sebagaimana hal ini
telah dinyatakan secara tegas oleh Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam:
[right][size=18pt]أَلاّ
وَ إِنَّ
فيِ
الجَسَدِ
مُضْغَةً،
إِذَا
صَلَحَتْ
صَلَحَ
الجَسَدُ
كُلُّهُ وَ
إِذَا
فَسَدَتْ
فَسَدَ
الجَسَدُ
كُلُّهُ،
أَلاَ وَ
هِيَ
القَلْبُ[/right]
Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal darah, jika dia
baik maka baiklah seluruh jasad, dan jika dia rusak maka
rusaklah seluruh jasad, ketahuilah bahwa segumpal darah itu
adalah Al Qalb (hati)(7). [size=10pt](Muttafaqun ‘alaihi)(8.)
-Sekian
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
***
Terkait Artikel (Palestine):
- Fatwa tentang Krisis Libanon, Irak, dan Palestina (Bag. I)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-103/msg800/#msg800
- Fatwa tentang Krisis Libanon, Irak, Afghanistan, dan Palestina
(Bag. II)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-104/msg801/#msg801
- Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina – Nasehat Emas dari
Do'a Mujaddid Besar Masa Ini
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-99/msg788/#msg788
- Wasiat Syaikh ibn Baaz untuk Muslimin Palestina
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-102/msg795/#msg795
- Krisis Palestina bukan Konflik Agama?
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-101/msg793/#msg793
- Mengapa Umat Islam selalu Ditindas?
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-100/msg789/#msg789
- Apakah Saudi Arabia Loyalis Amerika dan Apa Hakekat ‘Hizbullah
Lebanon’?
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-96/msg785/#msg785
- Sikap dan Kewajiban Umat Islam terhadap Tragedi Palestina
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-94/msg781/#msg781
- Tragedi (Palestina) Ini Merupakan Pertanda Datangnya Kebaikan
bagi Kaum Muslimin
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-93/msg780/#msg780
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(Dikutip dari artikel berjudul asli ”Bingkisan Untuk Kaum
Muslimin Palestina”, url sumber
HTML http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=48#more-48)
Footnote:
(1) Hal ini mengingatkan kita pada sebuah hadits dari shahabat
Khabbab Al Arat radhiyallahu’anhu: Kami mengadu kepada
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika beliau sedang
berbantalkan burdahnya di bawah Ka’bah –di mana saat itu kami
telah mendapatkan siksaan dari kaum musyrikin–. Kami berkata
berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak
memohonkan pertolongan untuk kita? Mengapa engkau tidak berdo’a
kepada Allah untuk kita?”
Maka beliau langsung duduk, wajahnya memerah seraya bersabda:
“Dahulu umat sebelum kalian ada yang disisir dengan sisir besi,
sehingga berpisahlah tulang dan dagingnya, akan tetapi perlakuan
itu tidaklah menyebabkan mereka berpaling dari agamanya. Demi
Allah, Allah akan menyempurnakan urusan ini (Islam), hingga
(akan ada) seorang pengendara yang berjalan menempuh perjalanan
dari Shan’a ke Hadramaut, dia tidak takut kecuali hanya kepada
Allah atau (dia hanya khawatir terhadap) srigala (yang akan
menerkam) kambingnya. Akan tetapi kalian tergesa-gesa. [HR. Al
Bukhari No. 3612, 3852, 6941; Ahmad IV/165-166, VI/395]
Itulah kalimat yang keluar dari lisan seorang nabi yang sangat
menginginkan kebaikan bagi umatnya, yang merasa berat dan susah
atas segala penderitaan yang dialami oleh umatnya. Kalimat ini
dinyatakan oleh beliau ketika kaum muslimin sedang dalam keadaan
tersiksa oleh kekejaman Quraisy. Kalimat ini keluar untuk
menyejukkan hati para shahabat beliau Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam, yang sedang mengalami penyiksaan dan penderitaan,
dirundung berbagai kesusahan dan musibah... dan merasakan
perjalanan da’wah ini terlalu panjang. Inilah tarbiyah nabawi
untuk para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
generasi terbaik dan terutama di umat ini... tidak kemudian
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengambil jalan pintas
dan merasakan apa yang beliau alami selama ini sebagai jalan
yang sangat panjang, yang kemudian mendorong beliau untuk
melakukan tindakan pembunuhan, penculikan, dan tindakan-tindakan
teror yang lainnya menghadapi kekejaman pemerintahan kafir
Quraisy. Tidak pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
melakukan orasi-orasi dan provokasi-provokasi terhadap umat
untuk melakukan tindakan-tindakan di atas. Karena Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tahu dan mengerti kondisi umat yang
lemah dan membutuhkan adanya At-Tashfiyyah (pembersihan) aqidah
mereka dari segala perkara yang mengotorinya serta melakukan
At-Tarbiyyah (pembinaan) umat menuju kepada ilmu dan aqidah yang
benar.
(2) Dinukil dari Hayatu Al Albani wa Atsaruhu I/389-391 karya
Ibrahim Asy Syaibani.
(3) HR. Ahmad V/278 dan Abu Dawud no. 4297, dari hadits Tsuban
radhiyallahu’anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani
Rahimahullah dalam Ash-Shahihah no. 958.
(4) Jual beli ‘inah adalah jual beli dengan cara riba. Contohnya
si A menjual barang kepada si B dengan harga tertentu dan
pembayaran dilakukan di belakang hari (kredit). Kemudian sebelum
lunas pembayarannya, si A membeli kembali (dengan kontan) barang
yang dia jual tersebut dari si B dengan harga yang lebih murah
daripada harga yang ditetapkan ketika dia menjualnya. Kemudian
nantinya si B harus rtetap membayar barang tersebut dengan harga
semula walaupun barang tersebut sudah tidak lagi dimilikinya.
(lihat Nailul Authar, V/250).
(5) HR. Abu Dawud no 3462, Ahmad II/28. Dishahihkan oleh Asy
Syaikh Al Albani di Ash Shahihah no. 11.
(6) HR. Al-Khathib di dalam At-Tarikh IX/127, dari Abu Hurairah
radhiyallahu’anhu dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam
Ash-Shahihah 342.
(7) Maka wajib membersihkan qalbu (hati) umat ini dari
aqidah-aqidah yang mengotorinya, agar perbuatan dan tindakan
anggota tubuhnya menjadi baik. Hati mereka harus dibersihkan
dari noda kesyirikan agar anggota badan mereka tidaklah
beribadah kepada selain Allah. Dibersihkan hati mereka dari noda
aqidah mu’tazilah dan khawarij agar selamat lisan mereka dari
pengkafiran terhadap kaum muslimin serta caci makian terhadap
‘ulama dan para penguasa muslimin dan seterusnya dari berbagai
macam aqidah-aqidah sesat yang mengotori qalbu mereka.
(8-) HR. Al-Bukhari 52; Muslim 1599, dari shahabat An-Nu’man ibn
Basyir radhiyallahu’anhu.
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah
HTML http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari
HTML http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=48)
Beri peringkat:2 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Fatwa Ulama Tentang ‘Nasyid Islami’
Juni 6, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Cinta Tanah Air termasuk ke dalam Iman?
Juni 5, 2008
dalam "Aqidah"
Hukum Menggunakan Kalender Masehi
Januari 11, 2009
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah |
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1