DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 773--------------------------------------------------
Penerapan Dua Kalimat Syahadat
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 10:52 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Penerapan Dua Kalimat Syahadat
Februari 9, 2009 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baz
Penerapan dua kalimat syahadat yang pertama yakni “Asyhadu alla
ilaaha illallah” adalah dengan mengesakan Allah subhanahu wa
ta’ala dalam beribadah dan mengkhususkan ibadah hanya untuk-Nya,
beriman kepada seluruh apa yang dikabarkan Allah subhanahu wa
ta’ala dan Rasul-Nya, shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti
pengabaran tentang surga, neraka, kitab-kitab, rasul-rasul, hari
akhir dan takdir yang baik maupun yang buruk.
Penerapan dua kalimat syahadat yang pertama yakni “Asyhadu alla
ilaaha illallah” adalah dengan mengesakan Allah subhanahu wa
ta’ala dalam beribadah dan mengkhususkan ibadah hanya untuk-Nya,
beriman kepada seluruh apa yang dikabarkan Allah subhanahu wa
ta’ala dan Rasul-Nya, shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti
pengabaran tentang surga, neraka, kitab-kitab, rasul-rasul, hari
akhir dan takdir yang baik maupun yang buruk.
Adapun penerapan kalimat syahadat yang kedua yakni kalimat ”Wa
Asyhadu anna muhammadar Rasulullah” adalah dengan beriman
kepadanya, beriman bahwa beliau adalah hamba Allah dan
Rasul-Nya, yang Allah subhanahu wa ta’ala dan berfirman
kepada-Nya dan mengikuti apa yang diajarkannya disertai dengan
beriman kepada seluruh rasul-rasul dan nabi-nabi terdahulu,
setelah itu beriman kepada syariat Allah subhanahu wa ta’ala
yang telah ditetapkan untuk hamba-hambanya melalui Rasulullah,
memperlajarinya dan berpegang teguh dengannnya seperti syariat
mengenai shalat, zakat, puasa, haji, jihad dan lain-lain.
Rasulullah jika ditanya tentang amalan yang dapat mengantarkan
seorang hamba ke surga dan selamat dari siksa neraka, beliau
menjawab,
”Kamu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak untuk diibadahi
kecuali Allah,”
dan terkadang beliau menjawab dengan,
”Kamu beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan
apapun.”
Maka makna syahadat “la ilaaha illallah” adalah beribadah kepada
Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidakmenyekutukan-Nya
dengan sesuatu apapun.
Karena inilah tatkala Malaikat Jibril ‘Alaihissalam bertanya
kepadanya dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Jibril
berkata,
“Ya Rasulullah, beritahu aku apa itu Islam?”
Beliau menjawab, “Islam adalah kamu beribadah kepada Allah
semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.”
Dalam hadits umar Radhiyallahu ‘anhu beliau menjawab.
“Islam itu adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak
diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,”
hadits tadi menjelaskan makna hadits ini, jadi makna syahadat
“Laa ilaaha illallah” adalah mengesakan Allah subhanahu wa
ta’ala dalam beribadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun
disertai dengan beriman kepada Rasul-Nya.
Suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah dan
berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu aku tentang suatu amalan yang
dengan amalan tersebut aku dapat masuk surga dan selamat dari
siksa neraka,” beliau menjawab, “Kamu beribadah kepada Allah
semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, mengerjakan
shalat…”(sampai akhir hadits).
Jadi beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata dan tidak
menyekutukan-Nya dengan apapun, itulah makna “Laa ilaaha
illallah,” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
فَاعْلَمْ
أَنَّهُ لا
إِلَهَ
إِلا
اللَّهُ
وَاسْتَغْفِرْ
لِذَنْبِكَ
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang berhak
diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.”
(Muhammad: 19)
Yakni, ketahuilah bahwa hanya Allah lah yang berhak diibadahi
dan tidak ada peribadahan kepada selain-Nya, bahkan Allah
subhanahu wa ta’ala lah satu-satunya yang berhak diibadahi,
Allah subhanahu wa ta’ala lah sesembahan yang benar sedangkan
yang lainnya tidak berhak untuk diibadahi.
Pengingkaran orang-orang musyrikin terhadap kalimat ini
memperjelas maknanya, karena mereka tahu bahwa kalimat ini
meniadakan sesembahan-sesembahan mereka dan memperjelas bahwa
mereka berada dalam kesesatan, mereka berkata,
أَجَعَلَ
الآلِهَةَ
إِلَهًا
وَاحِدًا
”Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang
Satu saja?” (Shaad: 5)
Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang mereka,
إِنَّهُمْ
كَانُوا
إِذَا
قِيلَ
لَهُمْ لا
إِلَهَ
إِلا
اللَّهُ
يَسْتَكْبِرُونَ
“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka,
“Laa ilaaha ilallah” (tiada yang berhak disembah melainkan
Allah) mereka menyombongkan diri.” (Ash Shaffaat: 37)
Mereka tahu bahwa kalimat ini meniadakan sesembahan-sesembahan
mereka dan menjelaskan kepalsuannya, menjelaskan bahwa
sesembahan tersebut tidak layak diibadahi dan salah, dan
menjelaskan bahwa dzat yang benar untuk diibadahi adalah Allah
subhanahu wa ta’ala semata.
Karena itulah mereka mengingkarinya, maka peribadahan mereka
kepada berhala-berhala, pepohonan, bebatuan, orang-orang mati
dan jin atau selainnya adalah peribadahan yang salah.
Semua makhluk tidak dapat menimpakan bahaya atau memberikan
manfaat semuanya adalah hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala
semuanya adalah hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala, maka
mereka tidak layak untuk diibadahi karena Allah subhanahu wa
ta’ala adalah pencipta segala sesuatu, yang berfirman, “Dan
Rabbmu adalah Rabb yang Maha Esa, tidak ada Dzat yang berhak
disembah melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya Rabbmu
hanyalah Allah, yang tidak ada Rabb Yang berhak disembah selain
Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.”
Maka wajib atas semua mukallaf dan setiap mukmin dan mukminat
dari bangsa jin dan manusia merenungkan atau memikirkan perkara
ini dan benar-benar memeprhatikannya sampai perkara ini jelas
dan nyata baginya, jarena asas dasar din(agama-adm) ini adalah
peribadahan kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata, yakni
syahadat “la ilaaha illallah” bahwa tidak ada yang berhak
diibadahi kecuali Allah subhanahu wa ta’ala semata, dan
disandarkan kepadanya keimanan kepada para Rasul dan penutupnya
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga harus disertai
dengan keimanan kepada para malaikat Allah, kitab-kitab Allah,
hari akhir, takdir yang baik maupun yang buruk dan beriman
kepada semua yang dikabarkan Allah subhanahu wa ta’ala dan
Rasul-Nya.
Semua ini harus diterapkan untuk masuk Islam sebagaimana
penjelasan yang lalu, banyak manusia menyangka bahwa dengan
hanya mengucapkan kalimat syahadat sudah cukup untuk masuk Islam
walaupun mereka melakukan apa yang mereka mau lakukan, ini
adalah kebodohan yang besar. Kalimat ini bukan hanya untuk
diucapkan tapi kalimat ini adalah kalimat yang punya makna yang
harus diterapkan dengan mengucapkannya dan mengamalkan
konsekuensinya. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Sumber bacaan; Bayaan Ma’na Laa ilaaha Illallah (hal;19-22).
Diterjemahkan oleh: Hendro – Majalah As Salam No. 4 Tahun II –
2006 M/1426 H, Disalin ulang untuk blog ulamasunnah dari
Darussalaf Offline)
Beri peringkat:Rate This
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Hukum Orang yang Menyatakan Syariat Islam Perlu Direvisi
Maret 4, 2008
dalam "Aqidah"
Isra’ M’iraj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Juli 20, 2008
dalam "Aqidah"
Mengutamakan Menikah dengan Wanita yang Shalihah dan Sebaliknya
Maret 9, 2009
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah |
*****************************************************
Page 1 of 1