URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ [3] PARA TABI'IN
       *****************************************************
       #Post#: 97--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Tabi’in: Al Hasan Al Bashri
   DIR By: NepDevelopment
       Date: December 24, 2023, 1:57 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Al Hasan Al Bashri
       (30-110 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=44
       Suatu hari ummahatul mu’minin, Ummu Salamah, menerima khabar
       bahwa mantan “maula” (pembantu wanita)-nya telah melahirkan
       seorang putera mungil yang sehat. Bukan main gembiranya hati
       Ummu Salamah mendengar berita tersebut. Diutusnya seseorang
       untuk mengundang bekas pembantunya itu untuk menghabiskan masa
       nifas di rumahnya.
       Ibu muda yang baru melahirkan tersebut bernama Khairah, orang
       yang amat disayangi oleh Ummu Salamah. Rasa cinta ummahatul
       mu’minin kepada bekas maulanya itu, membuat ia begitu rindu
       untuk segera melihat puteranya. Ketika Khairah dan puteranya
       tiba, Ummu Salamah memandang bayi yang masih merah itu dengan
       penuh sukacita dan cinta. Sungguh bayi mungil itu sangat
       menawan. “Sudahkah kau beri nama bayi ini, ya Khairah?” tanya
       Ummu Salamah. “Belum ya ibunda. Kami serahkan kepada ibunda
       untuk menamainya,” jawab Khairah. Mendengar jawaban ini,
       ummahatul mu’minin berseri-seri, seraya berujar “Dengan berkah
       Allah, kita beri nama Al-Hasan.” Maka do’apun mengalir pada si
       kecil, begitu selesai acara pemberian nama.
       Al-Hasan ibn Yasar – atau yang kelak lebih dikenal sebagai Hasan
       Al-Basri, ulama generasi salaf terkemuka – hidup di bawah asuhan
       dan didikan salah seorang isteri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wassalam: Hind bint Suhail yang lebih terkenal sebagai Ummu
       Salamah. Beliau adalah seorang puteri Arab yang paling sempurna
       akhlaqnya dan paling kuat pendiriannya, ia juga dikenal –
       sebelum Islam – sebagai penulis yang produktif. Para ahli
       sejarah mencatat beliau sebagai yang paling luas ilmunya di
       antara para isteri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.
       Waktu terus berjalan. Seiring dengan semakin akrabnya hubungan
       antara Al-Hasan dengan keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi
       Wassalam, semakin terbentang luas kesempatan baginya untuk
       ber”uswah” (berteladan) pada keluarga Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wassalam. Pemuda cilik ini mereguk ilmu dari rumah-rumah
       ummahatul mu’minin serta mendapat kesempatan menimba ilmu
       bersama sahabat yang berada di Masjid Nabawiy.
       Ditempa oleh orang-orang sholeh, dalam waktu singkat Al-Hasan
       mampu meriwayatkan hadist dari Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi
       Thalib, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah ibn Umar, Abdullah ibn
       Abbas, Anas ibn Malik dan sahabat-sahabat Rasulullah &#65018;
       lainnya. Al-Hasan sangat mengagumi Ali ibn Abi Thalib, karena
       keluasan ilmunya serta kezuhudannya. Penguasan ilmu sastra Ali
       ibn Abi Thalib yang demikian tinggi, kata-katanya yang penuh
       nasihat dan hikmah, membuat Al-Hasan begitu terpesona.
       Pada usia 14 tahun, Al-Hasan pindah bersama orang-tuanya ke kota
       Basrah, Iraq, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai
       dikenal dengan sebutan Hasan Al-Basri. Basrah kala itu terkenal
       sebagai kota ilmu dalam Daulah Islamiyyah. Masjid-masjid yang
       luas dan cantik dipenuhi halaqah-halaqah ilmu. Para sahabat dan
       tabi’in banyak yang sering singgah ke kota ini. Di Basrah, Hasan
       Al-Basri lebih banyak tinggal di masjid, mengikuti halaqah-nya
       Ibnu Abbas. Dari beliau, Hasan Al-Basri banyak belajar ilmu
       tafsir, hadist dan qiro’at. Sedangkan ilmu fiqih, bahasa dan
       sastra dipelajarinya dari sahabat-sahabat yang lain.
       Ketekunannya mengejar dan menggali ilmu menjadikan Hasan
       Al-Basri sangat ‘alim dalam berbagai ilmu. Ia terkenal sebagai
       seorang faqih yang terpercaya.
       Keluasan dan kedalaman ilmunya membuat Hasan Al-Basri banyak
       didatangi orang yang ingin belajar langsung kepadanya. Nasihat
       Hasan Al-Basri mampu menggugah hati seseorang, bahkan membuat
       para pendengarnya mencucurkan air mata. Nama Hasan Al-Basri
       makin harum dan terkenal, menyebar ke seluruh negeri dan sampai
       pula ke telinga penguasa.
       Ketika Al-Hajaj ats-Tsaqafi memegang kekuasan Gubernur Iraq, ia
       terkenal akan kediktatorannya. Perlakuannya terhadap rakyat
       terkadang sangat melampaui batas. Nyaris tak ada seorang pun
       penduduk Basrah yang berani mengajukan kritik atasnya atau
       menentangnya. Hasan Al-Basri adalah salah satu di antara sedikit
       penduduk Basrah yang berani mengutarakan kritik pada Al-Hajaj.
       Bahkan di depan Al-Hajaj sendiri, Hasan Al-Basri pernah
       mengutarakan kritiknya yang amat pedas.
       Saat itu tengah diadakan peresmian istana Al-Hajaj di tepian
       kota Basrah. Istana itu dibangun dari hasil keringat rakyat, dan
       kini rakyat diundang untuk menyaksikan peresmiannya. Saat itu
       tampillah Hasan Al-Basri menyuarakan kritiknya terhadap
       Al-Hajaj: “Kita telah melihat apa-apa yang telah dibangun oleh
       Al-Hajaj. Kita juga telah mengetahui bahwa Fir’aun membangun
       istana yang lebih indah dan lebih megah dari istana ini. Tetapi
       Allah menghancurkan istana itu… karena kedurhakaan dan
       kesombongannya…”
       Kritik itu berlangsung cukup lama. Beberapa orang mulai cemas
       dan berbisik kepada Hasan Al-Basri, “Ya Abu Sa’id, cukupkanlah
       kritikmu, cukuplah!” Namun beliau menjawab, “Sungguh Allah telah
       mengambil janji dari orang-orang yang berilmu, supaya
       menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak
       menyembunyikannya.”
       Begitu mendengar kritik tajam tersebut, Al-Hajaj menghardik para
       ajudannya, “Celakalah kalian! Mengapa kalian biarkan budak dari
       Basrah itu mencaci maki dan bicara seenaknya? Dan tak seorangpun
       dari kalian mencegahnya? Tangkap dia, hadapkan kepadaku!.”
       Semua mata tertuju kepada sang Imam dengan hati bergetar. Hasan
       Al-Basri berdiri tegak dan tenang menghadapi Al-Hajaj bersama
       puluhan polisi dan algojonya. Sungguh luar biasa ketenangan
       beliau. Dengan keagungan seorang mu’min, izzah seorang muslim
       dan ketenangan seorang da’i, beliau hadapi sang tiran.
       Melihat ketenangan Hasan Al-Basri, seketika kecongkakan Al-Hajaj
       sirna. Kesombongan dan kebengisannya hilang. Ia langsung
       menyambut Hasan Al-Basri dan berkata lembut, “Kemarilah ya Abu
       Sa’id…” Al-Hasan mendekatinya dan duduk berdampingan. Semua mata
       memandang dengan kagum.
       Mulailah Al-Hajaj menanyakan berbagai masalah agama kepada sang
       Imam, dan dijawab oleh Hasan Al-Basri dengan bahasa yang lembut
       dan mempesona. Semua pertanyaannya dijawab dengan tuntas. Hasan
       Al-Basri dipersilakan untuk pulang. Usai pertemuan itu, seorang
       pengawal Al-Hajaj bertanya, “Wahai Abu Sa’id, sungguh aku
       melihat anda mengucapkan sesuatu ketika hendak berhadapan dengan
       Al-Hajaj. Apakah sesungguhnya kalimat yang anda baca itu?” Hasan
       Al-Basri menjawab, “Saat itu kubaca: Ya Wali dan PelindungKu
       dalam kesusahan. Jadikanlah hukuman Hajaj sejuk dan keselamatan
       buatku, sebagaimana Engkau telah jadikan api sejuk dan
       menyelamatkan Ibrahim.”
       Nasihatnya yang terkenal diucapkannya ketika beliau diundang
       oleh penguasa Iraq, Ibnu Hubairah, yang diangkat oleh Yazid ibn
       Abdul Malik. Ibnu Hubairoh adalah seorang yang jujur dan shaleh,
       namun hatinya selalu gundah menghadapi perintah-perintah Yazid
       yang bertentangan dengan nuraninya. Ia berkata, “Allah telah
       memberi kekuasan kepada Yazid atas hambanya dan mewajibkan kita
       untuk menta’atinya. Ia sekarang menugaskan saya untuk memerintah
       Iraq dan Parsi, namun kadang-kadang perintahnya bertentangan
       dengan kebenaran. Ya, Abu Sa’id apa pendapatmu? Nasihatilah
       aku…”
       Berkata Hasan Al-Basri, “Wahai Ibnu Hurairoh, takutlah kepada
       Allah ketika engkau menta’ati Yazid dan jangan takut kepada
       Yazid ketika engkau menta’ati Allah. Ketahuilah, Allah membelamu
       dari Yazid, dan Yazid tidak mampu membelamu dari siksa Allah.
       Wahai Ibnu Hubairah, jika engkau menta’ati Allah, Allah akan
       memeliharamu dari siksaan Yazid di dunia, akan tetapi jika
       engkau menta’ati Yazid, ia tidak akan memeliharamu dari siksa
       Allah di dunia dan akhirat. Ketahuilah, tidak ada keta’atan
       kepada makhluk dalam ma’siat kepada Allah, siapapun orangnya.”
       Berderai air mata Ibnu Hubairoh mendengar nasihat Hasan Al-Basri
       yang sangat dalam itu.
       Pada malam Jum’at, di awal Rajab tahun 110 H, Hasan Al-Basri
       memenuhi panggilan Rabb-nya. Ia wafat dalam usia 80 tahun.
       Penduduk Basrah bersedih, hampir seluruhnya mengantarkan jenazah
       Hasan Al-Basri ke pemakaman. Hari itu di Basrah tidak
       diselenggarakan shalat Ashar berjamaah, karena kota itu kosong
       tak berpenghuni. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(Boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1