URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
       *****************************************************
       #Post#: 741--------------------------------------------------
       Hukum Membangun Kuburan
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 7:47 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Hukum Membangun Kuburan
       Februari 12, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Syaikh Abdul Aziz ibn Baz
       Pertanyaan:
       Saya perhatikan di daerah kami sebagian kuburan dicor dengan
       semen seukuran panjang 1 m dan lebar 1/2 m, dan dituliskan
       padanya nama mayit, tanggal wafatnya, dan sebagian kalimat
       seperti: “Ya Allah berilah rahmat kepada Fulan bin Fulan…”,
       demikian. Apa hukum perbuatan semacam ini?
       Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu
       menjawab:
       Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang
       lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang
       shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan
       membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah
       meriwayatkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
       &#1606;&#1614;&#1607;&#1614;&#1609;
       &#1585;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1589;&#1614;&#1604;&#1609;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1587;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1580;&#1614;&#1589;&#1617;&#1614;&#1589;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1602;&#1614;&#1576;&#1618;&#1585;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1602;&#1618;&#1593;&#1614;&#1583;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1576;&#1618;&#1606;&#1614;&#1609;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;
       “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kuburan
       dikapur, diduduki, dan dibangun.”
       Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang
       shahih dengan tambahan lafadz:
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1603;&#1618;&#1578;&#1614;&#1576;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;
       “dan ditulisi.”
       Karena hal itu termasuk salah satu bentuk sikap berlebihan
       sehingga harus dilarang. Juga karena penulisan bisa
       menghantarkan kepada dampak yang parah berupa sikap berlebihan
       dan larangan-larangan syar’i lainnya. Yang diperbolehkan
       hanyalah mengembalikan tanah (galian) kubur tersebut dan
       ditinggikan sekitar satu jengkal sehingga diketahui bahwa itu
       adalah kuburan. Inilah yang sunnah dalam masalah kuburan dan ini
       yang dilakukan oleh Rasulullah n serta para sahabatnya
       radhiyallahu ‘anhum.
       Tidak boleh pula menjadikan kuburan sebagai masjid (yaitu tempat
       untuk shalat atau shalat menghadapnya, pent.). Tidak boleh pula
       mengerudunginya atau membuat kubah di atasnya, berdasarkan sabda
       Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
       &#1604;&#1614;&#1593;&#1614;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1610;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1618;&#1583;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1589;&#1614;&#1575;&#1585;&#1614;&#1609;
       &#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1602;&#1615;&#1576;&#1615;&#1608;&#1618;&#1585;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1576;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616;&#1583;&#1614;
       “Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan
       kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (Muttafaqun
       ‘alaih)
       Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam
       Shahih-nya dari sahabat Jundub bin Abdillah Al-Bajali
       radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah
       Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lima hari sebelum
       meninggalnya:
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1614; &#1602;&#1614;&#1583;&#1616;
       &#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1614;&#1606;&#1616;&#1610;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1575;&#1611;
       &#1603;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1576;&#1618;&#1585;&#1614;&#1575;&#1607;&#1616;&#1610;&#1618;&#1605;&#1614;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1575;&#1611;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618;
       &#1603;&#1615;&#1606;&#1618;&#1578;&#1615;
       &#1605;&#1615;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1616;&#1584;&#1611;&#1575;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1571;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;&#1578;&#1616;&#1610;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1575;&#1611;
       &#1604;&#1575;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1618;&#1578;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1575;
       &#1576;&#1614;&#1603;&#1618;&#1585;&#1613;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1575;&#1611;&#1548;
       &#1571;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;
       &#1602;&#1614;&#1576;&#1618;&#1604;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1610;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1616;&#1584;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614;
       &#1602;&#1615;&#1576;&#1615;&#1608;&#1618;&#1585;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1576;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1589;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616;&#1583;&#1614;&#1548;
       &#1571;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1601;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1616;&#1584;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1602;&#1615;&#1576;&#1615;&#1608;&#1618;&#1585;&#1614;
       &#1605;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616;&#1583;&#1614;&#1548;
       &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1616;&#1610;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614;
       “Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai kekasih-Nya
       sebagaimana menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya
       aku mau menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasihku tentu
       aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasihku. Ketahuilah bahwa
       orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur nabi-nabi dan
       orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, janganlah
       kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid karena sesungguhnya
       aku melarang kalian dari perbuatan itu.”
       Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak.
       Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan
       taufiq-Nya kepada muslimin agar berpegang teguh dengan Sunnah
       Nabi mereka dan tegar di atasnya, serta berhati-hati dari segala
       yang menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha
       Dekat. (Mukhtarat min Kitab Majmu’ Fatawa Wa Maqalat
       Mutanawwi’ah, hal. 228-229) &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Sumber:
  HTML http://www.asysyariah.com
       Beri peringkat:2 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Melepas Sandal Ketika Masuk Kuburan
       Juni 10, 2008
       dalam "Adab dan Akhlak"
       Hukum Membongkar Kuburan (2)
       Juni 10, 2008
       dalam "Aqidah"
       Faedah Shalawat Untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
       Hukum Menyingkat Tulisan Shalawat
       Februari 29, 2008
       dalam "Adab dan Akhlak"
       Ditulis dalam Aqidah, Fiqh Ibadah | Dengan kaitkata Aqidah,
       Fatwa, kuburan, wahhabi, wahhabisme |
       *****************************************************
       Page 1 of 1