URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
       *****************************************************
       #Post#: 738--------------------------------------------------
       Melepas Sandal Ketika Masuk Kuburan
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 7:46 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Melepas Sandal Ketika Masuk Kuburan
       Juni 10, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Al Lajnah Ad Da'imah
       Soal:
       Apakah melepas sandal waktu di kuburan itu sunnah atau bid’ah?
       Jawab:
       Disyariatkan bagi yang masuk kuburan untuk melepas kedua
       sandalnya, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Basyir bin
       Al-Khashashiyyah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:
       Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
       sallam, ternyata ada seseorang berjalan di kuburan dengan
       mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
       sallam mengatakan:
       &#1610;&#1614;&#1575;
       &#1589;&#1614;&#1575;&#1581;&#1616;&#1576;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1614;&#1576;&#1618;&#1578;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1578;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616;
       &#1571;&#1614;&#1604;&#1618;&#1602;&#1616;
       &#1587;&#1614;&#1576;&#1618;&#1578;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1578;&#1614;&#1610;&#1618;&#1603;&#1614;
       “Hai pemakai dua sandal tanggalkan kedua sandal kamu!”
       Orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa itu ternyata
       Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepaskannya serta
       melemparkan keduanya. (HR. Abu Dawud)
       Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Sanad hadits Basyir bin
       Al-Khashashiyyah bagus. Aku berpendapat dengan apa yang
       terkandung padanya kecuali bila ada penghalang.”
       Penghalang yang dimaksudkan Al-Imam Ahmad adalah semacam duri,
       kerikil yang panas, atau semacam keduanya. Ketika itu, tidak
       mengapa berjalan dengan kedua sandal di antara kuburan untuk
       menghindari gangguan itu.
       Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberi taufiq, semoga
       shalawat dan salam-Nya tercurah atas Nabi kita Muhammad
       Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan para sahabatnya.
       &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Ditandatangani oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Asy-Syaikh
       Abdurrazzaq Afifi, dan Asy-Syaikh Abdullah
       Sumber:
  HTML http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=664
       Baca artikel terkait:
       Bagaimana Cara Kita Menziarahi Kuburan
       Hukum Membangun Kuburan
       Hukum Membongkar Kuburan (2)
       Hukum Membongkar Kuburan (1)
       Beri peringkat:Rate This
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Hukum Membongkar Kuburan (2)
       Juni 10, 2008
       dalam "Aqidah"
       Faedah Shalawat Untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
       Hukum Menyingkat Tulisan Shalawat
       Februari 29, 2008
       dalam "Adab dan Akhlak"
       Hukum Membangun Kuburan
       Februari 12, 2008
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Adab dan Akhlak, Aqidah | Dengan kaitkata adab
       masuk kuburan |
       *****************************************************
       Page 1 of 1