DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 736--------------------------------------------------
Beribadah di Kuburan
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 7:45 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Beribadah di Kuburan
Maret 4, 2009 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Al Lajnah Ad Da'imah lil Buhuts Ilmiah wal Ifta (Komisi
Tetap Pembahasan Ilmu Keislaman dan Fatwa)
1. Tanya:
Apa hukumnya thawaf di sekitar pekuburan para wali? dan
menyembelih binatang dan bernazar di atasnya? Siapakah yang
disebut wali dalam ajaran Islam. Apakah diperbolekan minta doa
kepada mereka, baik ketika hidup ataupun telah meninggal?
Jawab:
Menyembelih untuk orang mati atau bernazar untuk mereka adalah
perbuatan syirik besar. Dan yang disebut wali adalah mereka yang
patuh kepada Allah dengan ketaatan, lalu dia mengerjakan apa
yang Dia perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya
meskipun tidak tampak padanya karomah. Dan tidak diperbolehkan
meminta doa kepada mereka atau selain mereka jika mereka telah
meninggal. Sedangkan memintanya kepada orang-orang shalih yang
masih hidup diperbolehkan.
Adapun thawaf di kuburan tidak diperbolehkan, thawaf merupakan
pekerjaan yang dilakukan hanya di depan Ka’bah. Maka siapa yang
thawaf di depan kuburan dengan tujuan beribadah kepada
penghuninya maka perbuatan tersebut merupakan syirik besar. Jika
yang dimaksud adalah beribadah kepada Allah maka dia termasuk
bid’ah yang munkar, karena kuburan bukan tempat untuk thawaf dan
shalat walaupun tujuannya adalah meraih ridha Allah.
2. Tanya:
Bolehkah shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan,
disebabkan tidak ada pilihan lain lagi, karena tidak ada masjid
selainnya. Artinya jika tidak melakukan shalat di masjid
tersebut maka tidak dapat melakukan shalat berjamaah dan shalat
jum’at?
Jawab:
Wajib memindahkan kuburan yang terdapat di dalam masjid ke
pekuburan umum atau yang semacamnya. Dan tidak boleh shalat di
masjid yang terdapat satu atau lebih kuburan. Bahkan wajib
mencari masjid lain semampunya yang tidak terdapat di dalamnya
kuburan untuk shalat Jum’at dan jamaah.
3. Tanya:
Apa hukumnya shalat di masjid yang terdapat kuburan?
Jawab:
Tidak diperbolehkan bagi setiap muslim untuk shalat di dalam
masjid yang terdapat di dalamnya kuburan. Dalilnya sebagaimana
terdapat riwayat dalam Ash-shahihain dari Aisyah radiallahu-anha
bahwa Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah Shalallahu
‘alaihi Wassalam adanya gereja yang dia lihat di negri Habasyah
dan di dalamnya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Mereka adalah
seburuk-buruknya makhluk di sisi Allah “, di antara dalil yang
lain adalah apa yang diriwayatkan Ahlussunan dari Ibnu Abbas
radialluanhuma dia berkata: “Rasulullah melaknat para wanita
yang menziarahi kuburan dan yang membangun masjid di atas
kuburan serta meletakkan penerangan (lampu).“
Terdapat juga dalam Ash-Shahihain (riwayat Bukhari dan Muslim)
dari Aisyah radiallahu ‘anha bahwa dia berkata: Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Allah melaknat
orang-orang Yahudi dan Nashrani karena mereka menjadikan kuburan
para nabinya sebagai masjid.“
4. Tanya:
Apa hukumnya bersujud kepada kuburan dan menyembelih (hewan) di
atasnya?
Jawab:
Bersujud di atas kuburan dan menyembelih hewan adalah perbuatan
penyembah berhala pada zaman jahiliah dan merupakan syirik
besar. Karena keduanya merupakan ibadah yang tidak boleh
dilakukan kecuali kepada Allah semata, barangsiapa yang
mengarah-kannya kepada selain Allah maka dia adalah musyrik.
Allah ta’ala berfirman:
قُلْ إِنَّ
صَلاَتِي
وَنُسُكِي
وَمَحْيَايَ
وَمَمَاتِي
ِللَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
لاَ
شَرِيْكَ
لَهُ
وَبِذَلِكَ
أُمِرْتُ
وَأَنَا
أَوَّلُ
الْمُسْلِمِيْنَ
[الأنعام: 162-163]
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku
hanyalah untuk Allah, Pemelihara semesta alam. Tiada sekutu
bagi-Nya; dan demikian itulah aku diperintahkan dan aku adalah
orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) “(Al
An’am 162-163)
Dan Allah juga berfirman:
إِنَّا
أَعْطَيْنَكَ
الْكَوْثَرَ.
فَصَلِّ
لِرَبِّكَ
وَانْحَرْ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah “(Al
Kautsar 1-2)
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa
bersujud kepada kuburan dan menyembelih hewan adalah perbuatan
ibadah yang jika diarahkan kepada selain Allah merupakan syirik
besar. Tidak diragukan bahwa perbuatan seseorang yang bersujud
kepada kuburan dan menyembelih di atasnya adalah karena
pengagungannya dan penghormatannya (terhadap kuburan tersebut).
Diriwayatkan oleh Muslim dalam hadits yang panjang, bab
Diharamkan-nya menyembelih hewan selain Allah Ta’ala dan
laknat-Nya kepada pelaku tersebut.
عَنْ عَلِي
بِنْ أَبِي
طَالِبٍ
رَضِيَ
اللهُ
عَنْهُ
قَالَ:
حَدَّثَنيِ
رَسُوْلُ
اللهِ ej
بِأَرْبَعِ
كَلِمَاتٍ؛
لَعَنَ
اللهُ مَنْ
ذَبَحَ
لِغَيْرِ
اللهِ،
لَعَنَ
اللهُ مَنْ
لَعَنَ
وَالِدَيْهِ،
لَعَنَ
اللهُ مَنْ
آوَى
مُحْدِثاً،
لَعَنَ
اللهُ مَنْ
غَيَّرَ
مَنَارَ
الأَرْضِ
“Dari Ali bin Thalib radiallahuanhu, dia berkata: Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan kepadaku tentang empat
hal: Allah melaknat orang yang yang menyembelih untuk selain
Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya,
Allah melaknat orang yang melindungi pelaku keonaran, Allah
melaknat orang yang merubah tanda-tanda bumi “
Abu Daud meriwayatkan dalam sunannya dari jalur Tsabit bin
Dhohhak radiallahuanhu, dia berkata: Seseorang ada yang bernazar
untuk menyembelih onta di Buanah (sebuah nama tempat –pent),
maka bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Apakah
disana ada berhala jahiliah yang disembah?”, mereka berkata:
“tidak“, kemudian beliau berkata lagi: “Apakah disana ada
perayaan mereka (orang jahiliah)?“, mereka berkata: “tidak ya
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam “, maka bersabdalah
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tunai-kanlah nazarmu,
sesungguhnya tidak boleh ditunaikan nazar dalam rangka
bermaksiat kepada Allah atau atas apa yang tidak dimiliki anak
Adam ”.
Hadits di atas menunjukkan dilaknatnya orang yang menyembelih
untuk selain Allah dan diharamkannya menyembelih ditempat yang
diagungkan sesuatu selain Allah, seperti berhala, kuburan, atau
tempat yang biasa dijadikan berkumpulnya orang-orang jahiliyah,
meskipun hal tersebut dilakukan karena Allah ta’ala. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Dinukil untuk blog www.ulamasunnah.wordpress.com dari
darussalaf v. offline.
Sumber:فتاوى
اللجنة
الدائمة
للبحوث
العلمية
والإفتاء
Kumpulan Fatwa al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al ‘Ilmiyyah wa
al Ifta, Lembaga tetap pengkajian ilmiah dan riset fatwa Saudi
Arabia. P.O. Box 1419 Riyadh 11431)
Baca Juga:
Melepas Sandal Ketika Masuk Kuburan
Hukum Membongkar Kuburan (2)
Hukum Membongkar Kuburan (1)
Bagaimana Cara Kita Menziarahi Kuburan
Beri peringkat:Rate This
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Pembatal Keislaman (2): Menjadikan Perantara antara dia dan
Allah dalam Peribadahan
November 14, 2008
dalam "Aqidah"
Membongkar Ajaran Tasawuf: Ibadah dan Agamanya (2)
Juli 11, 2008
dalam "Manhaj"
Pembatal Keislaman (1): Syirik dalam Ibadah kepada Allah
November 12, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata ibadah di kuburan,
quburiyun, ziarah kubur |
*****************************************************
Page 1 of 1