DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 735--------------------------------------------------
Pembatal Keislaman (1): Syirik dalam Ibadah kepada Allah
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 7:45 pm
---------------------------------------------------------
Pembatal Keislaman (1): Syirik dalam Ibadah kepada Allah
November 12, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata “Pembatal keislaman
yang pertama: syirik dalam beribadah kepada Allah”
Penjelasan:
Perkara terbesar yang menjadikan seseorang murtad adalah syirik
dalam beribadah kepada Allah yaitu dia beribadah kepada Allah
juga beribadah kepada selain-Nya. Seperti menyembelih untuk
selain Allah, nadzar untuk selain Allah, sujud kepada selain
Allah, meminta pertolongan kepada selain Allah dalam perkara
yang tidak mampu melaksanakannya melainkan hanya Allah. Ini
adalah sebesar-besar jenis kemurtadan.
Allah telah berfirman:
إِنَّهُ
مَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدْ
حَرَّمَ
اللَّهُ
عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ
وَمَأْوَاهُ
النَّارُ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,
maka pasti Allah mengharamkan baginya surga dan tempatnya ialah
neraka”. (Al-Maidah 72)
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ
بِهِ
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ
ذَلِكَ
لِمَنْ
يَشَاءُ
وَمَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدِ
افْتَرَى
إِثْمًا
عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka
sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An Nisaa: 48)
وَمَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدْ
ضَلَّ
ضَلالا
بَعِيدًا
“Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah maka
sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.(An Nisaa: 116)
Maka kesyirikan adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya,
yaitu seseorang beribadah kepada selain Allah dengan salah satu
dari macam-macam ibadah, seperti doa, menyembelih, nadzar,
istighotsah (minta diselamatkan dari perkara yang sulit dan
membinasakan), isti’anah (memohon pertolongan) dalam perkara
yang tidak mampu untuk melaksakannya melainkan hanya Allah
subhanahu wata’ala, berdoa kepada mayit, istighotsah kepada
kuburan, meminta pertolongan kepada orang yang telah mati. Ini
adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya dan paling besar,
mayoritas orang yang mengaku Islam telah terjatuh padanya,
mereka membangun kuburan dan thowaf padanya, menyembelih
untuknya, bernadzar dan mendekatkan diri padanya. Mereka
mengatakan bahwa hal ini dalam rangka mendekatkan diri mereka
kepada Allah, mereka mendekatkan diri padanya dengan anggapan
bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.
Kenapa mereka tidak mendekatkan diri kepada Allah secara
langsung dan meninggalkan tempat-tempat yang menyesatkan ini?
Hendaknya mereka mendekatkan diri kepada Allah (secara langsung)
karena sesungguhnya Allah itu maha dekat dan memenuhi
permintaan. kenapa kalian mendekatkan kepada makhluk kemudian
kalian mengatakan: “para makhluk itu mendekatkan diri kami
kepada Allah”. Apakah Allah itu jauh?!
Apakah Allah telah menutup pintu-pintu-Nya?! Apakah Allah tidak
mengetahui dan tidak mendengar makhluk-Nya?! tidak melihat apa
yang mereka kerjakan?!
(Ketahuilah) Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi adalah dekat
dan memenuhi permintaan.
وَإِذَا
سَأَلَكَ
عِبَادِي
عَنِّي
فَإِنِّي
قَرِيبٌ
أُجِيبُ
دَعْوَةَ
الدَّاعِ
إِذَا
دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”.
(Al-Baqarah: 186)
وَقَالَ
رَبُّكُمُ
ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ
لَكُمْ
“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan
kuperkenankan bagi kalian”. (Ghofir: 60)
Sesungguhnya Allah adalah dekat dan memenuhi permintaan, kenapa
kalian pergi dan berdoa kepada selain Allah?! Kemudian kalian
mengatakan: hal ini bisa mendekatkan diri kami kepada Allah (hal
ini seperti ucapan orang-orang musyrik yang dikisahkan Allah)
مَا
نَعْبُدُهُمْ
إِلا
لِيُقَرِّبُونَا
إِلَى
اللَّهِ
زُلْفَى
“Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan supaya mereka
mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (Az
Zumar: 3)
Yakni seolah-olah kamu menganggap bahwa Allah tidak mengilmui
dan mengetahui, demikianlah syetan dari kalangan jin dan manusia
menghias-hiasi untuk mereka dalam keadaan mereka mengaku Islam,
bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan hanya
Allah, mereka sholat dan puasa akan tetapi mereka mencampuri
amalan-amalan mereka dengan syirik besar maka mereka keluar dari
agama islam dalam keadaan mereka sholat, puasa dan haji, orang
yang melihat mereka menyangka bahwa mereka muslimin.
Maka sudah sepantasnya mengetahui hal ini, bahwa syirik kepada
Allah adalah dosa yang paling berbahaya dan paling besar.
Bersamaan dengan bahayanya dan jeleknya syirik ini ternyata
banyak dari orang-orang yang mengaku Islam telah terjatuh
padanya, mereka tidak menamainya sebagai perbuatan syirik akan
tetapi mereka menamainya sebagai tawasul atau meminta syafaat,
atau mereka menamainya dengan nama-nama selain syirik, akan
tetapi nama-nama itu tidak bisa merubah hakekat sesuatu, kalau
perbuatan tersebut adalah syirik tetap kita katakan syirik
(walaupun mereka menamainya dengan nama selain syirik).
Ini (syirik) adalah jenis kemurtadan yang paling berbahaya dan
paling banyak terjadi padahal syirik ini jelas di dalam Al-Quran
dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Seruan dan
peringatan serta ancaman dari perbuatan syirik sangat jelas
sekali, tidaklah lewat satu surat di dalam Al-Qur’an melainkan
memperingatkan dari perbuatan syirik, bersamaan dengan ini
mereka membaca Al-Qur’an, akan tetapi tidak menjauhi perbuatan
syirik.
Mungkin akan datang seseorang dan mengatakan: “Mereka adalah
orang-orang bodoh, mereka mendapatkan udzur dengan kebodohan
mereka tersebut.”
Maka kita katakan:
Sampai kapan dia akan bodoh? Sedangkan Al-Qur’an dibacakan,
mereka menghafal Al-Qur’an dan membacanya, sungguh telah tegak
hujjah atas mereka dengan sampainya Al-Qur’an kepada mereka.
وَأُوحِيَ
إِلَيَّ
هَذَا
الْقُرْآنُ
لأنْذِرَكُمْ
بِهِ
وَمَنْ
بَلَغَ
أَئِنَّكُمْ
“Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku agar supaya dengannya aku
memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang
sampai Al-Qur’an kepada (mereka).” (Al-An’am: 19)
Setiap orang yang telah sampai Al-Qur’an kepadanya, maka sungguh
telah tegak hujjah atasnya dan tidak ada udzur baginya.
Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata, “Allah berfirman:
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ
بِهِ
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ
ذَلِكَ
لِمَنْ
يَشَاءُ
وَمَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدْ
ضَلَّ
ضَلالا
بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa
yang dikehendaki-Nya.” (An Nisaa’: 116)
Penjelasan:
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ
بِهِ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.” (An
Nisaa’: 48)
Ayat ini menunjukkan bahwa syirik adalah dosa yang paling besar,
dimana Allah tidak akan mengampuni pelakunya, melainkan apabila
dia mau bertaubat darinya.
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ
ذَلِكَ
“dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.”
(An Nisaa’: 48)
Dosa selain dari syirik seperti zina, minum khamr, mencuri,
makan riba, ini semua selain dari syirik, dosa-dosa ini di bawah
kehendak Allah, pelakunya adalah pelaku dosa besar dan mereka
adalah orang-orang fasik, akan tetapi mereka tidak terjatuh
dalam perbuatan syirik hanya saja mereka terjatuh dalam
dosa-dosa besar dan hal ini mengurangi keimanan mereka dan
mereka dihukumi dengan kefasikan. Seandainya mereka mati dan
belum bertaubat maka mereka di bawah kehendak Allah. Jika Allah
berkehendak maka Allah akan mengampuni mereka dengan tauhid yang
ada pada mereka dan jika berkehendak maka Allah akan
mengadzabnya disebabkan dosa-dosa mereka, kemudian tempat
kembali mereka adalah jannah (surga) disebabkan tauhid yang ada
pada mereka. Ini adalah tempat kembali para pelaku dosa besar
selain syirik.
Dan firman-Nya:
“Dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik.”
Ini menunjukkan bahwa seluruh dosa adalah di bawah syirik,
sedangkan syirik adalah dosa yang paling besar dan paling
berbahaya, maka hal ini menunjukkan tentang bahayanya syirik dan
syirik adalah dosa yang paling besar.
Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata, Allah berfirman:
إِنَّهُ
مَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدْ
حَرَّمَ
اللَّهُ
عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ
وَمَأْوَاهُ
النَّارُ
وَمَا
لِلظَّالِمِينَ
مِنْ
أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah.
Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya jannah dan tempat
kembalinya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim
seorang penolongpun.” (Al-Maidah: 72)
Penjelasan:
Ini adalah akibat di akhirat, yaitu diharamkan atasnya jannah,
yakni dia terhalang untuk masuk jannah selama-lamanya, tidak ada
baginya sesuatu yang diinginkan di dalamnya.
Kemana dia akan pergi? Apabila dia tidak termasuk pendududk
jannah, kemana dia akan pergi? Apakah dia akan menjadi sesuatu
yang tidak ada?! Tidak! Tempat kembalinya adalah neraka yang dia
kekal di dalamnya.
وَمَا
لِلظَّالِمِينَ
مِنْ
أَنْصَارٍ
“Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.”
(Al-Maidah: 72)
Yang dimaksud orang-orang zhalim adalah orang-orang musyrik.
Karena syirik adalah kezhaliman, bahkan dia merupakan kezhaliman
yang paling besar.
“Tidak ada bagi mereka (penolong)”
yaitu tidak ada seorangpun yang mampu mengeluarkan mereka dari
neraka atau memberi syafa’at untuk mereka di sisi Allah,
sebagaimana pelaku dosa besar diberi syafa’at dan mereka bisa
keluar dari neraka dengan syafa’at. Adapun orang-orang musyrik
(maka) tidaklah bermanfaat bagi mereka syafa’at orang-orang yang
memberi syafa’at.
“Dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim”
yaitu orang-orang musyrik
مَا
لِلظَّالِمِينَ
مِنْ
حَمِيمٍ
وَلا
شَفِيعٍ
يُطَاعُ
“Dan bagi orang-orang zhalim itu tak ada teman setia seorangpun
dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang
diterima syafa’atnya” (Al-Mukmin:18)
Seorang musyrik tidaklah diterima syafa’at padanya –kita
berlindung kepada Allah-
وَمَأْوَاهُ
النَّارُ
“dan tempatnya adalah neraka” tempatnya yaitu tempat tinggalnya
dan itulah sejelek-jelek tempat tinggal, tidak ada tempat
tinggal baginya selain neraka selama-lamanya.
Maka dosa yang demikian bahayanya dan sangat jelek akibatnya,
apakah boleh pura-pura bodoh dan tidak mengetahuinya serta tidak
memperingatkan darinya?! dan dikatakan: “biarkanlah manusia,
biarkan para penyembah kubur, para penyembah kubah-kubah,
biarkan orang-orang yang ada perkara-perkara kemurtadan padanya
selama dia masih mengaku Islam, maka dia seorang muslim dan
hadapilah orang-orang Atheis.”
Maka kita katakan:
Mereka (orang-orang musyrik) lebih besar dan lebih berbahaya
daripada orang-orang Atheis.
Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata “Dan termasuk dari
perbuatan syirik adalah menyembelih untuk selain Allah, seperti
menyembelih untuk jin dan kubur”
Penjelasan:
Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menyebutkan
contoh ini karena ini banyak terjadi dan manusia
bermudah-mudahan padanya, mereka menyembelih untuk selain Allah,
mereka menyembelih untuk jin dalam rangka menjaga diri dari
kejelekan mereka, juga dalam rangka berobat dan penyembuhan.
Kebanyakan manusia bermudah-mudahan dalam masalah ini dan ini
banyak terjadi, padahal ini adalah syirik besar yang
mengeluarkan pelakunya dari agamanya dan ini bukan perkara yang
mudah. Syetan akan berkata kepadanya: “Sembelihlah seekor anak
domba, sembelihlah seekor ayam”, ini adalah (perkara yang)
mudah, tetapi dia tidak melihat kepada syirik. Maka orang-orang
yang menyembelih seekor lalat (untuk selain Allah) masuk neraka,
yang dilihat bukanlah yang disembelih, tetapi yang dilihat
adalah akidah (keyakinan)nya, yang dilihat adalah niat dalam
hati dan tidak memperhatikan perkara syirik. Yang dilihat
bukanlah nilai sesuatu yang disembelih, karena yang menyembelih
seekor lalat (untuk selain Allah) masuk neraka.
Manusia bermudah-mudahan dalam hal ini, hanya sekedar ingin
ditunaikan kebutuhannya atau agar syetan memberitahunya sesuatu
yang tersembunyi atau memberitahu tentang harta yang hilang atau
yang selainnya dari perkara-perkara yang manusia bertanya kepada
jin tentangnya. Maka dia keluar dari agamanya –kita berlindung
kepada Allah- dia murtad dalam perkara yang dia anggap mudah,
padahal perkaranya sangat berbahaya.
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah
HTML http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari 10 Pembatal Keislaman,
karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, penerjemah: Al-Ustadz Abu
Hamzah Abdul Majid, Penerbit Cahaya Ilmu Press, Yogyakarta)
Beri peringkat:2 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Pembatal Keislaman (4): Berhukum dengan selain Hukum Allah
November 18, 2008
dalam "Aqidah"
Pembatal Keislaman (2): Menjadikan Perantara antara dia dan
Allah dalam Peribadahan
November 14, 2008
dalam "Aqidah"
Pembatal Keislaman (3): Tidak Mengkafirkan Orang Kafir
November 17, 2008
dalam "Aqidah"
Ditulis dalam Aqidah | Dengan kaitkata nawaqidhul islam,
pembatal keislaman, shalih al fauzan, sholeh al fauzan, sholih
al fauzan, tauhid |
*****************************************************
Page 1 of 1