URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MUSLIMAH
       *****************************************************
       #Post#: 721--------------------------------------------------
       Mengutamakan Menikah dengan Wanita yang Shalihah dan Sebaliknya
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 7:38 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Mengutamakan Menikah dengan Wanita yang Shalihah dan
       Sebaliknya
       Maret 9, 2009 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Ummu ‘Abdillâh Al-Wâdi’iyyah hafizhahallâhu
       Al-Bukhari rahimahullâh berkata (9/132): Musaddad mengabarkan
       kepada kami, dia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari
       dari ‘Ubaidillah, ia berkata: Sa’id bin Abi Sa’id mengabarkan
       kepadaku dari bapaknya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
       dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
       &#1578;&#1615;&#1606;&#1618;&#1603;&#1614;&#1581;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1571;&#1614;&#1577;&#1615;
       &#1604;&#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1576;&#1614;&#1593;&#1613;:
       &#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1587;&#1614;&#1576;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1583;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1548;
       &#1601;&#1614;&#1575;&#1592;&#1618;&#1601;&#1614;&#1585;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616;
       &#1578;&#1614;&#1585;&#1616;&#1576;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1583;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       “Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya,
       kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka
       nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung.”
       Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim (2/1086).
       Makna hadits tersebut adalah bahwa dalam memilih wanita sebagai
       istri, manusia terbagi menjadi empat bagian:
       1. Di antara mereka ada yang menyukai wanita yang memiliki agama
       dan berharta.
       2. Ada yang menyukai wanita yang memiliki nasab mulia.
       3. Ada yang menyukai wanita berwajah rupawan.
       4. Dan yang menyukai wanita yang baik agamanya.
       Memilih wanita hanya karena hartanya, jika wanita tersebut tidak
       berhias dengan ketaqwaan, maka hal ini tidak sepantasnya
       dilakukan. Karena dengan kondisinya itu, dia menginginkan untuk
       memiliki kebebasan yang mutlak. Suaminya menjadi budaknya, dan
       dia akan membanggakan dirinya di hadapan suaminya. Tindak
       tanduknya menunjukkan hal itu, bahkan terkadang juga ucapannya.
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1617;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1606;&#1618;&#1603;&#1616;&#1581;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1579;&#1617;&#1615;&#1585;&#1614;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1587;&#1615;&#1607;&#1614;&#1610;&#1618;&#1604;&#1575;
       &#1593;&#1614;&#1605;&#1618;&#1585;&#1614;&#1603;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1603;&#1614;&#1610;&#1618;&#1601;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1604;&#1618;&#1578;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;
       &#1607;&#1616;&#1610;&#1614;
       &#1588;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1577;&#1612;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1605;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1607;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1587;&#1615;&#1607;&#1614;&#1610;&#1618;&#1604;&#1612;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1607;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1610;
       Wahai orang yang menikahkan (bintang) Tsurayya dengan (bintang)
       Suhail
       Aku ingatkan engkau kepada Allah, bagaimana mungkin keduanya
       bertemu
       Tsurayya adalah bintang negeri Syam jika tampak bercahaya
       Sedangkan Suhail jika tampak bercahaya adalah bintang Yaman
       Demikianlah juga wanita yang bernasab mulia (terpandang). Jika
       suaminya tidak setara dengannya dalam hal nasab, dia akan
       membanggakan dirinya di hadapannya jika tidak berhias dengan
       ketaqwaan. Setiap saat, wanita itu akan menyebut-nyebut nasabnya
       yang mulia dan berkata:
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1607;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;
       &#1605;&#1615;&#1607;&#1618;&#1585;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1593;&#1614;&#1585;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1587;&#1615;&#1604;&#1575;&#1604;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1601;&#1618;&#1585;&#1614;&#1575;&#1587;&#1613;
       &#1578;&#1614;&#1582;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1576;&#1614;&#1594;&#1618;&#1604;&#1615;
       &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1583;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1601;&#1614;&#1581;&#1618;&#1604;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1591;&#1616;&#1610;&#1576;&#1616;
       &#1571;&#1614;&#1589;&#1618;&#1604;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1583;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1576;&#1614;&#1594;&#1618;&#1604;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1576;&#1614;&#1594;&#1618;&#1604;&#1615;
       Tiadalah Hindun melainkan anak kuda Arab
       Keturunan kuda yang dicampuri baghal (peranakan kuda dengan
       keledai)
       Jika dia melahirkan anak kuda jantan, maka asalnya dari nasab
       yang baik
       Jika dia melahirkan baghal, maka asalnya dari baghal itu
       Demikian juga wanita yang berwajah rupawan. Dia akan
       membanggakan dirinya di hadapan suaminya jika dia tidak berhias
       dengan ketakqwaan. Dan wanita yang dianjurkan Nabi shallallâhu
       ‘alaihi wa sallam untuk dipilih adalah yang memiliki agama yang
       baik.
       Hal ini bukan berarti seorang laki-laki hendaknya berpaling dari
       wanita yang berharta, rupawan dan bernasab mulia. Namun
       maksudnya adalah agar dia tidak menjadikan hal-hal tersebut
       sebagai tolak ukur sehingga lebih mengutamakannya daripada
       wanita yang memiliki agama yang baik. Adapun seandainya semua
       hal tersebut terkumpul dengan kebaikan agama, maka yang demikian
       lebih bagus.
       Wanita yang baik agamanya adalah wanita yang bertaqwa. Dia
       senantiasa melaksanakan perkara-perkara yang telah Allah
       Subhânahu wa Ta’âlâ wajibkan dan meninggalkan
       larangan-larangan-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhânahu wa
       Ta’âlâ:
       &#1601;&#1614;&#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1575;&#1578;&#1615;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1578;&#1614;&#1575;&#1578;&#1612;
       &#1581;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1592;&#1614;&#1575;&#1578;&#1612;
       &#1604;&#1616;&#1604;&#1618;&#1594;&#1614;&#1610;&#1618;&#1576;&#1616;
       &#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1581;&#1614;&#1601;&#1616;&#1592;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       “Sebab itu maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada
       Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh
       karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisaa’: 34)
       Dia akan menjaga dirinya dan harta suaminya. Dia tidak akan
       keluar kecuali dengan izin suaminya, dan mengetahui hak-haknya
       tanpa melampaui batas.
       Sudah dimaklumi, meskipun dia adalah wanita yang baik agamanya,
       namun pastilah dia tidak akan mampu menyempurnakan
       tugas-tugasnya. Karena wanita adalah makhluk yang kurang akal
       dan agamanya. Tetapi hal ini tidak ada artinya jika dibandingkan
       dengan keshalihannya. Ini perkara yang tidak sepantasnya
       diabaikan.
       Sungguh Allah Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebut-nyebut
       kenikmatan yang Dia anugerahkan kepada Zakaria hamba-Nya, dengan
       firman-Nya Subhânahu wa Ta’âlâ:
       &#1601;&#1614;&#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1580;&#1614;&#1576;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1608;&#1614;&#1607;&#1614;&#1576;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1610;&#1614;&#1609;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1589;&#1618;&#1604;&#1614;&#1581;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1614;&#1607;&#1615;
       &#1586;&#1614;&#1608;&#1618;&#1580;&#1614;&#1607;&#1615;
       “Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya
       Yahya dan Kami memperbaiki istrinya.” (Al-Anbiyaa’: 90)
       Menurut salah satu penafsiran, yang dimaksudkan adalah dari sisi
       fisik dan agama.
       Sebagian ahli tafsir mengatakan, maksudnya yaitu istrinya dapat
       melahirkan meskipun sebelumnya mandul. Al-Hafizh Ibnu Katsir
       rahimahullâh menganggap kuat[1] tafsir ini, karena konteks ayat
       tersebut menunjukkan hal itu.
       Demikian juga wanita. Dia harus memilih laki-laki yang shalih.
       Betapa banyak wanita yang shalihah, akan tetapi tidak memilih
       laki-laki yang shalih. Dia menikah dengan laki-laki yang hina,
       lalu laki-laki itu menyeretnya kepada pemikiran dan kehinaannya.
       Dan terkadang laki-laki terpengaruh pemikiran
       istrinya,sebagaimana yang terjadi pada ‘Imran bin Haththan. Dia
       menikahi anak pamannya dengan tujuan menyelamatkannya dari
       pemikiran Khawarij. Namun istrinya justru menyeretnya kepada
       pemikiran itu.
       Jika demikian halnya dengan laki-laki, terlebih lagi wanita.
       Karena wanita pada umumnya lebih cepat berubah dan berpindah
       dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Kita memohon kepada
       Allah Subhânahu wa Ta’âlâ ketetapan hati kita. Teman dekat itu
       akan mempengaruhi temannya. Oleh karena itulah Rasulullah
       shallallâhu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih teman
       yang baik.
       Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman:
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1589;&#1618;&#1576;&#1616;&#1585;&#1618;
       &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1614;&#1603;&#1614;
       &#1605;&#1614;&#1593;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1583;&#1618;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1594;&#1614;&#1583;&#1614;&#1608;&#1577;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1588;&#1616;&#1609;&#1617;&#1616;
       &#1610;&#1615;&#1585;&#1616;&#1610;&#1583;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1580;&#1618;&#1607;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1593;&#1618;&#1583;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1578;&#1615;&#1585;&#1616;&#1610;&#1583;&#1615;
       &#1586;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1610;&#1614;&#1608;&#1577;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;
       &#1578;&#1615;&#1591;&#1616;&#1593;&#1618;
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1594;&#1618;&#1601;&#1614;&#1604;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1602;&#1614;&#1604;&#1618;&#1576;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1584;&#1616;&#1603;&#1618;&#1585;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614;&#1593;&#1614;
       &#1607;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615;
       &#1608;&#1614;&#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1585;&#1615;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1615;&#1585;&#1615;&#1591;&#1611;&#1575;
       “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang
       menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan
       keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka
       (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu
       mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat
       Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu
       melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)
       Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman:
       &#1610;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1617;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1569;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1605;&#1614;&#1593;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1583;&#1616;&#1602;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan
       hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (At-Taubah:
       119)
       Sungguh baik orang yang mengatakan:
       &#1605;&#1614;&#1575;
       &#1593;&#1614;&#1575;&#1578;&#1614;&#1576;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1569;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1603;&#1614;&#1585;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;
       &#1603;&#1614;&#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1569;&#1615;
       &#1610;&#1615;&#1589;&#1618;&#1604;&#1616;&#1581;&#1615;&#1607;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1587;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1615;
       Seorang yang mulia tidaklah dicela oleh orang yang sepertinya
       Dan seseorang akan diperbaiki oleh kawan duduknya yang baik
       Di dalam Ash-Shahihain disebutkan dari hadits Abu Musa
       radhiyallâhu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi
       wa sallam bersabda:
       &#1605;&#1614;&#1579;&#1614;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1580;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1587;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1618;&#1587;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1608;&#1618;&#1569;&#1616;&#1563;
       &#1603;&#1614;&#1581;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616;&#1604;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1616;&#1587;&#1618;&#1603;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1582;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1603;&#1616;&#1610;&#1585;&#1616;&#1563;
       &#1601;&#1614;&#1581;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1616;&#1587;&#1618;&#1603;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1581;&#1584;&#1616;&#1610;&#1614;&#1603;&#1614;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1576;&#1618;&#1578;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;&#1563;
       &#1608;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1582;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1603;&#1616;&#1610;&#1618;&#1585;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1581;&#1618;&#1585;&#1616;&#1602;&#1614;
       &#1579;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1603;&#1614;&#1563;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1580;&#1616;&#1583;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;
       &#1585;&#1616;&#1610;&#1618;&#1581;&#1611;&#1575;
       &#1605;&#1615;&#1606;&#1618;&#1578;&#1616;&#1606;&#1614;&#1577;
       “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek itu seperti
       penjual minyak wangi dengan tukang besi yang meniup alat peniup
       api. Penjual minyak wangi akan memberikan minyak wangi kepadamu
       atau engkau akan membelinya. Sedangkan tukang besi akan membakar
       bajumu atau engkau akan mencium bau yang busuk darinya.”
       Ketika Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada
       pamannya Abu Thalib menjelang kematiannya:
       &#1610;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1605;&#1617;&#1616;!
       &#1602;&#1615;&#1604;&#1618; &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1607;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615;
       &#1603;&#1614;&#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1571;&#1615;&#1581;&#1614;&#1575;&#1580;&#1617;&#1615;
       &#1604;&#1614;&#1603;&#1614; &#1576;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1593;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       “Wahai paman, ucapkanlah laa ilaaha illallaah, sebuah kalimat
       yang aku akan berhujjah untukmu dengannya di sisi Allah.”
       Abu Jahl dan ‘Abdullah bin Abi Umayyah mengatakan: “Apakah kamu
       membenci agama ‘Abdul Muththalib?” Abu Thalib pun mengatakan
       bahwa dia di atas agama ‘Abdul Muththalib. Hadits ini
       diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Musayyib bin
       Huzun radhiyallâhu ‘anhu.
       Dari sini (diambil pelajaran) bahwa teman-teman duduk yang jelek
       itulah yang menghalangi Abu Thalib dari Islam.
       Dan Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana
       dalam Sunan Abi Dawud (no. 4833) dari hadits Abu Hurairah
       radhiyallâhu ‘anhu:
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1580;&#1615;&#1604;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1583;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1601;&#1614;&#1604;&#1618;&#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1592;&#1615;&#1585;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1581;&#1614;&#1583;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1582;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1604;&#1615;
       “Seseorang itu sesuai agama temannya. Maka hendaklah salah
       seorang di antara kalian melihat siapa temannya.”
       Seorang penya’ir berkata:
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1569;&#1616;
       &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1587;&#1618;&#1571;&#1614;&#1604;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1587;&#1614;&#1604;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1614;&#1585;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616;&#1607;&#1616;
       &#1601;&#1614;&#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1615;
       &#1602;&#1614;&#1585;&#1616;&#1610;&#1606;&#1613;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1605;&#1615;&#1602;&#1614;&#1575;&#1585;&#1614;&#1606;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1602;&#1618;&#1578;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;
       Janganlah kau bertanya tentang seseorang, tapi tanyakanlah siapa
       temannya
       Karena setiap teman akan mencontoh teman-temannya
       Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman tentang keadaan penduduk
       Jannah:
       &#1601;&#1614;&#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1576;&#1614;&#1604;&#1614;
       &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1590;&#1615;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1590;&#1613;
       &#1610;&#1614;&#1578;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;*
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1604;&#1612;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1616;&#1609;
       &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1604;&#1616;&#1609;
       &#1602;&#1614;&#1585;&#1616;&#1610;&#1606;&#1612;*
       &#1610;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1604;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1569;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1603;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1605;&#1616;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1589;&#1614;&#1583;&#1617;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;*
       &#1571;&#1614;&#1569;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1605;&#1616;&#1578;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1603;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1578;&#1615;&#1585;&#1614;&#1575;&#1576;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1593;&#1616;&#1592;&#1614;&#1575;&#1605;&#1611;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1569;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1605;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1606;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;*
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1607;&#1614;&#1604;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1615;&#1591;&#1617;&#1614;&#1604;&#1616;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;*
       &#1601;&#1614;&#1575;&#1591;&#1617;&#1614;&#1604;&#1614;&#1593;&#1614;
       &#1601;&#1614;&#1585;&#1614;&#1569;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1616;&#1609;
       &#1587;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1581;&#1616;&#1610;&#1605;&#1616;
       “Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil
       bercakap-cakap, berkatalah salah seorang di antara mereka:
       ‘Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman yang
       berkata: ‘Apakah engkau sungguh-sungguh termasuk orang-orang
       yang membenarkan (hari berbangkit)? Apakah bila kita telah mati
       dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah
       sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi
       pembalasan?’ Orang tersebut juga berkata: ‘Maukah kalian
       meninjau (temanku itu)?’ Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat
       temannya itu berada di tengah neraka yang menyala-nyala.’”
       (Ash-Shaaffaat: 50-55)
       Allah Subhânahu wa Ta’âlâ juga berfirman:
       &#1608;&#1614;&#1602;&#1614;&#1610;&#1617;&#1614;&#1590;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1602;&#1615;&#1585;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614;
       &#1601;&#1614;&#1586;&#1614;&#1610;&#1617;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1605;&#1614;&#1575;
       &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1618;&#1583;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1618;&#1601;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1581;&#1614;&#1602;&#1617;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1602;&#1614;&#1608;&#1604;&#1615;
       &#1601;&#1616;&#1610; &#1571;&#1615;&#1605;&#1614;&#1605;&#1613;
       &#1602;&#1614;&#1583;&#1618;
       &#1582;&#1614;&#1604;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1602;&#1614;&#1576;&#1618;&#1604;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1616;&#1606;&#1617;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618;&#1587;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1582;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616;&#1585;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       “Dan kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan
       mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang
       mereka. Dan tetaplah atas mereka keputusan adzab pada umat-umat
       yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya
       mereka adalah orang-orang yang merugi.” (Fushshilat: 25)
       Wanita yang baik agamanya akan mencintai lelaki yang baik
       agamanya pula. Dan wanita yang sebaliknya akan mencintai lelaki
       yang sebaliknya pula. Sebagaimana sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi
       wa sallam:
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1581;&#1615;
       &#1580;&#1615;&#1606;&#1615;&#1608;&#1618;&#1583;&#1612;
       &#1605;&#1615;&#1580;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1583;&#1614;&#1577;&#1612;
       &#1601;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1578;&#1614;&#1593;&#1614;&#1575;&#1585;&#1614;&#1601;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1574;&#1618;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;&#1601;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1578;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1582;&#1618;&#1578;&#1614;&#1604;&#1614;&#1601;&#1614;
       “Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling
       berhadapan. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya,
       kecenderungannya dan sama-sama sifatnya) maka akan saling
       bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.”
       Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah
       radhiyallâhu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3336
       secara mu’allaq dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anha.
       Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam Syarah Muslim (16/pada hadits
       no. 2638): “Para ulama mengatakan, maknanya mereka adalah
       sekelompok manusia yang berkumpul atau manusia yang
       bermacam-macam lagi berbeda-beda. Ruh-ruh itu saling mengenal
       karena suatu perkara yang Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menciptakan
       ruh-ruh itu di atasnya. Ada yang mengatakan, karena mereka
       dijadikan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ di atas sifat-sifat yang
       saling mencocoki dan tabiat yang saling bersesuaian. Ada yang
       mengatakan, karena mereka diciptakan secara bersama kemudian
       jasad mereka saling berpisah, sehingga yang mencocoki tabiat
       yang lain, dia akan bersatu dengannya. Dan yang saling
       berjauhan[2] tabiatnya maka dia akan lari dan menyelisihinya.
       Al-Khaththabi dan lainnya berkata bahwa persatuan mereka adalah
       kebahagiaan atau kesengsaraan ketika Allah Subhânahu wa Ta’âlâ
       menciptakan mereka pada awalnya. Dan ruh-ruh itu terbagi menjadi
       dua kelompok yang saling berlawanan, jika jasad-jasad itu saling
       bertemu di dunia maka mereka akan bersatu atau berselisih sesuai
       yang mereka diciptakan di atasnya. Sehingga orang yang baik
       cenderung kepada orang yang baik, dan orang yang jahat juga
       cenderung kepada orang yang jahat. Wallahu a’lam.
       Dan di dalam suatu permisalan:
       &#1608;&#1603;&#1604; &#1605;&#1606;
       &#1588;&#1603;&#1604;&#1607; &#1610;&#1585;&#1594;&#1576;
       Setiap orang yang memiliki persamaan bentuk dengan orang lain,
       maka dia akan mencintainya
       Dalam permisalan yang lain:
       &#1573;&#1606; &#1575;&#1604;&#1591;&#1610;&#1608;&#1585;
       &#1593;&#1604;&#1609;
       &#1571;&#1588;&#1603;&#1575;&#1604;&#1607;&#1575;
       &#1578;&#1602;&#1593;
       &#1601;&#1603;&#1604; &#1610;&#1585;&#1594;&#1576;
       &#1601;&#1610; &#1605;&#1579;&#1604;&#1607;
       Sesungguhnya burung-burung itu akan bertengger bersama burung
       yang sama bentuknya
       Sehingga setiap orang akan mencintai yang semisal dengannya
       Hadits lain yang menganjurkan menikah dengan wanita yang
       shalihah adalah sbb.:
       Al-Imam Muslim rahimahullâh berkata:
       Muhammad bin ‘Abdillah bin Numair Al-Hamdani mengabarkan
       kepadaku, dia berkata: ‘Abdullah bin Yazid mengabarkan kepada
       kami, dia berkata: Haiwah mengabarkan kepada kami, dia berkata:
       Syarahbil bin Syarik mengabarkan kepadaku bahwa dia mendengar
       Abu ‘Abdirrahman Al-Hubli menyampaikan hadits dari ‘Abdullah bin
       Amr bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1605;&#1614;&#1578;&#1614;&#1575;&#1593;&#1612;
       &#1608;&#1614;&#1582;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1615;
       &#1605;&#1614;&#1578;&#1614;&#1575;&#1593;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1571;&#1614;&#1577;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1577;&#1615;
       “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah
       wanita yang shalihah.”
       Dalam hadits ini terdapat keutamaan yang jelas bagi seorang
       wanita yang shalihah, dengan Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam
       menjadikannya sebagai sebaik-baiknya perhiasan di dunia. Dan
       Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam mengategorikan wanita shalihah
       sebagai kebahagiaan.
       Ibnu Hibban meriwayatkan sebagaimana dalam Al-Ihsan (9/340) dari
       Sa’d bin Abu Waqqash radhiyallâhu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah
       shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
       &#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1576;&#1614;&#1593;&#1612;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1593;&#1614;&#1575;&#1583;&#1614;&#1577;&#1616;:
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1571;&#1614;&#1577;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1575;&#1577;&#1615;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1587;&#1618;&#1603;&#1614;&#1606;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1608;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616;&#1593;&#1615;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1575;&#1585;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1615;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1603;&#1614;&#1576;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1607;&#1614;&#1606;&#1616;&#1610;&#1569;&#1615;.
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1576;&#1614;&#1593;&#1612;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1588;&#1617;&#1614;&#1602;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616;:
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1571;&#1614;&#1577;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1615;&#1608;&#1569;&#1615;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1575;&#1585;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1615;&#1608;&#1569;&#1615;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1603;&#1614;&#1576;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1615;&#1608;&#1569;&#1615;&#1548;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1587;&#1618;&#1603;&#1614;&#1606;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1590;&#1617;&#1614;&#1610;&#1617;&#1616;&#1602;&#1615;
       “Empat perkara yang merupakan kebahagian: seorang wanita (istri)
       yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan
       tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang
       merupakan kesengsaraan: seorang wanita yang jelek (agamanya),
       tetangga yang jelek, tunggangan yang jelek, dan tempat tinggal
       yang sempit.” (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Hakim)
       Karena itu, seorang wanita hendaklah punya keinginan besar untuk
       menjadi wanita yang shalihah dan mempelajari sifat-sifatnya,
       sehingga dia menjadi bagian dari mereka.Ungkapan ringkas tentang
       wanita shalihah adalah wanita yang berpegang teguh dengan kitab
       Rabbnya dan Sunnah Nabi-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam di
       atas pemahaman Salafush Shalih.
       Sebagaimana firman Rabb kita Yang Maha Agung di atas
       keagungan-Nya:
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1610;&#1615;&#1605;&#1614;&#1587;&#1617;&#1616;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1603;&#1616;&#1578;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1602;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1577;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575; &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1606;&#1615;&#1590;&#1616;&#1610;&#1593;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1580;&#1618;&#1585;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1589;&#1618;&#1604;&#1616;&#1581;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       “Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab serta
       mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami
       tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan
       perbaikan.” (Al-A’raaf: 170)
       Hanya kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ kita mengeluh tentang
       orang-orang yang memiliki sifat keserakahan. Terkadang seorang
       laki-laki yang mengikuti sunnah lagi bertaqwa datang kepada
       seorang anak perempuan, namun dia ditolak karena dia tidak
       memiliki ijazah.
       Ada seorang ayah yang menangisi anak perempuannya yang
       bersikeras menikah dengan lelaki Sunni yang melamarnya. Sang
       ayah berkata kepadanya: “Aku menginginkan kebaikan dirimu.” Ini
       merupakan suatu kebodohan yang membinasakannya, ketamakan yang
       menjadikannya melampaui batas, dan kezhaliman-kezhaliman yang
       sebagiannya di atas yang lain.
       Benarlah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam ketika bersabda:
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1581;&#1618;&#1587;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1604;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1584;&#1610;
       &#1610;&#1614;&#1584;&#1618;&#1607;&#1614;&#1576;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1610;&#1607;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;
       “Sesungguhnya kemuliaan yang dicenderungi oleh ahli dunia (di
       dalam pernikahan atau yang lainnya, pent) adalah harta.”[3]
       Hadits tersebut diriwayatkan oleh An-Nasa’i dari Buraidah bin
       Al-Hushaib, dan dishahihkan oleh Ayahanda rahimahullâh dalam
       Ash-Shahihul Musnad.
       Betapa banyak orang yang memiliki memiliki ijazah, namun dia
       tidak mendapatkan faedah darinya sedikitpun karena birokrasi
       pemerintah. Betapa banyak orang yang melakukan keharaman dan
       terjatuh dalam kemaksiatan karena ijazahnya, karena sekolah
       (yang mengeluarkan ijazah) adalah sekolah yang bersifat
       ikhtilath (siswa dan siswinya bercampur baur tanpa hijab). Dan
       terkadang sekolah tidak memberikan toleransi terhadap pakaian
       syar’i ketika siswi tersebut ke sekolah. Siswa laki-laki
       diwajibkan mencukur jenggotnya, memakai celana pantalon yang
       terhitung sebagai tasyabbuh dengan orang-orang kafir, dan
       lain-lain. Ada sebuah kaset rekaman Ayahanda rahimahullâh
       berjudul Tahdziru Ad-Daris min Fitnatil Madaris (Peringatan bagi
       Pelajar tentang Fitnah Sekolah, pent).
       Sesungguhnya kemaksiatan itu membahayakan individu dan
       masyarakat. Berbagai kejadian di alam ini seperti fitnah,
       kerusakan, kekeringan, dan berkuasanya para musuh, serta
       kehinaan, adalah disebabkan kemaksiatan.
       Allah berfirman:
       &#1592;&#1614;&#1607;&#1614;&#1585;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1601;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1583;&#1615;
       &#1601;&#1616;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1614;&#1585;&#1617;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1614;&#1581;&#1618;&#1585;&#1616;
       &#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1603;&#1614;&#1587;&#1614;&#1576;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1618;&#1583;&#1616;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616;
       &#1604;&#1616;&#1610;&#1615;&#1584;&#1616;&#1610;&#1602;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1590;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1609;
       &#1593;&#1614;&#1605;&#1616;&#1604;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1585;&#1618;&#1580;&#1616;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan
       perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka
       sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali
       (ke jalan yang benar).” (Ar-Ruum: 41)
       Allah berfirman:
       &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1589;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1605;&#1617;&#1615;&#1589;&#1616;&#1610;&#1576;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1601;&#1614;&#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1603;&#1614;&#1587;&#1614;&#1576;&#1614;&#1578;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1618;&#1583;&#1616;&#1610;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1593;&#1618;&#1601;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1603;&#1614;&#1579;&#1616;&#1610;&#1585;&#1613;
       “Dan musibah apapun yang menimpa kalian, maka adalah disebabkan
       perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian
       besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).” (Asy-Syuuraa: 30)
       Disebabkan satu kemaksiatan saja, kedua orang tua para manusia
       -yakni Adam dan Hawa- dikeluarkan dari Surga, sebagaimana yang
       Allah Subhânahu wa Ta’âlâ sebutkan dalam kitab-Nya yang mulia.
       Oleh karena itu, bertaubat dan kembali kepada Allah Subhânahu wa
       Ta’âlâ harus dilakukan segera, dan tidak boleh menundanya
       walaupun sekejap mata.
       Allah berfirman:
       &#1610;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1610;&#1617;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1569;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1578;&#1615;&#1608;&#1576;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;
       &#1578;&#1614;&#1608;&#1618;&#1576;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1606;&#1614;&#1589;&#1615;&#1608;&#1581;&#1611;&#1575;
       “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan
       taubat yang semurni-murninya.” (At-Tahriim: 8) &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Footnote:
       1 Disebutkan dalam kitab Nashihati lin Nisa’ dengan lafazh
       istazhraha, dan zhahirnya yang tepat adalah istazhharhu. Lihat
       dalam Tafsir Ibnu Katsir. (-pent)
       2 Disebutkan dalam kitab Nashihati lin Nisa’ dengan lafazh
       ba’ahu (menjualnya). Sedangkan dalam kitab aslinya yaitu Syarah
       Shahih Muslim karya An-Nawawi disebutkan dengan lafazh ba’adaahu
       (saling menjauh). Selain itu juga ada kata yang hilang dalam
       penukilan di kitab ini. Lihat Syarah Shahih Muslim karya
       An-Nawawi pada Kitab Al-Birr was Shilah, bab Al-Arwah Junudun
       Mujannadah.
       3 Yang tercantum dalam kitab Nashihati lin Nisa’ dengan lafazh
       al-ladziina. Namun zhahirnya, yang tepat adalah al-ladzii dengan
       bentuk tunggal, bukan jamak. Karena sesuai dengan zhahir konteks
       kalimatnya. Hal ini juga yang disebut dalam Sunan An-Nasa’i dan
       lainnya. (-pent.)
       (Sumber: &#1606;&#1589;&#1610;&#1581;&#1578;&#1610;
       &#1604;&#1604;&#1606;&#1587;&#1575;&#1569; (Nasehatku Untuk Kaum
       Wanita) karya Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah, hal. 277-285,
       penerjemah: Al-Ustadz Muhaimin, penerbit: Pustaka Ar-Rayyan
       Solo, untuk
  HTML http://akhwat.web.id
       dengan tambahan teks Arab dari
       penerbit Darul Atsar Yaman)
       Baca juga:
       Syair Seorang Wanita kepada Ayahnya
       Menawarkan Wanita Kepada Orang Yang Baik
       Nikahnya Wanita Hamil Karena Zina
       Hukum Oral Sex
       Beri peringkat:Rate This
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Siapakah yang Dimaksud dengan Sekufu (Sederajat) ?
       Februari 19, 2008
       dalam "Aqidah"
       Kecemburuan Wanita dan Hikmah Ta’addud (Poligami)
       April 18, 2008
       dalam "Muslimah"
       Janganlah Panggil Saudaramu Kafir!
       Juni 4, 2008
       dalam "Aqidah"
       Ditulis dalam Aqidah |
       *****************************************************
       Page 1 of 1