DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 713--------------------------------------------------
Jangan Kau Buang Potensimu Wahai Penuntut Ilmu!
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 7:34 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Jangan Kau Buang Potensimu Wahai Penuntut Ilmu!
Februari 17, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy-Syaikh Abdussalam ibn Barjas ibn Abdul Karim
Kita lihat di antara barisan para penuntut ilmu ada orang-orang
yang dianugerahi kemampuan yang agung, yang luar biasa, yang
membuat mereka pantas mendapat kemuliaan ilmu. Hanya saja
cita-cita mereka yang rendah menghancurkan anugerah tersebut,
menghilangkan eloknya keunggulan mereka, sehingga engkau dapati
mereka merasa cukup dengan ilmu yang sedikit, mereka tidak suka
membaca dan menelaah, mereka sering terlalaikan dari menuntut
ilmu.
Betapa cepatnya mereka melepaskan potensi ini dan menghilangkan
berkah waktu-waktu mereka. Hal itu terjadi karena kufur nikmat.
Tentu saja ini menyebabkan nikmat tersebut pergi, sebagaimana
syukur nikmat adalah penyeru untuk penambahan nikmat tersebut.
Al-Farra’ rahimahullah berkata,
“Tidaklah aku merasa kasihan pada seseorang seperti rasa
kasihanku kepada dua orang: Seorang yang menuntut ilmu, namun
dia tidak mempunyai pemahaman, dan seorang yang paham tetapi
tidak mencarinya. Dan aku sungguh heran dengan orang yang lapang
untuk menuntut ilmu tetapi dia tidak belajar.” (Jami’ Bayanil
Ilmi Wa Fadhlihi, 1/103)
Ibnul Jauzi rahimahullah memberi keterangan perkataan Abith
Thayyib Al-Mutanabbiy:
Aku tidak melihat aib-aib manusia sebagai aib
Seperti kekurangan orang-orang yang mampu untuk sempurna
Ibnul Jauzi berkata,
“Seharusnya seorang yang berakal berhenti pada puncak yang
memungkinkan baginya. Apabila tergambar bagi anak Adam tingginya
langit, sungguh aku memandang bahwa keridhaanya dengan bumi
termasuk kekurangan yang paling buruk.
Kalau seandainya kenabian diperoleh dengan kesungguh-sungguhan,
aku melihat orang yang merasa tidak butuh untuk memperolehnya
berada dalam tempat yang rendah. Jalan hidup yang indah menurut
ahli hikmah adalah keluarnya jiwa kepada puncak kesempurnaanya
yang memungkinkan baginya dalam berilmu dan beramal.”
Beliau juga berkata,
“Secara global, dia tidak meninggalkan keutamaan yang mungkin ia
peroleh kecuali dia berusaha memperolehnya. Sesungguhnya rasa
puas adalah keadaan orang-orang rendahan.
Maka jadilah seorang lelaki yang kakinya menghujam di bumi
Sedangkan cita-citanya setinggi bintang Tsurayaa
Kalau memungkinkan bagimu untuk melampaui setiap ulama dan
orang-orang yang zuhud, maka lakukanlah. Mereka itu laki-laki,
engkau juga laki-laki. Dan tidaklah seseorang duduk kecuali
karena rendahnya dan hinanya cita-citanya.
Ketahuilah bahwa kamu berada dalam ajang perlombaan, sedangkan
waktu-waktu akan habis. Maka, janganlah engkau kekal menuju
kemalasan. Tidaklah luput sesuatu kecuali dengan kemalasan. Dan
tidaklah dicapai sesuatu kecuali dengan kesungguhan dan tekad.”
(Shaidul Khatir hal. 159-161.)
Wahai orang yang melihat pada dirinya ada tanda-tanda keunggulan
dan kecerdasan, janganlah engkau mengharapkan satu pengganti
dari ilmu. Janganlah engkau tersibukkan dengan selainnya
selamanya. Jika engkau enggan, maka semoga Allah memberikan
kemuliaan pada dirimu, dan memperbesar pahala muslimin padamu.
Betapa sangat kerugianmu dan betapa besar musibahmu.
Tinggalkan darimu mengingat hawa nafsu dan para pencintanya
Bangkitlah ke tempat yang tinggi, di sana ada mutiara
Yang menghibur dengan tempat dakiannya dari setiap yang berharga
Dan dari nikmat dunia, yang hakikat jernihnya adalah keruh
Dan dari teman di sana yang melalaikan teman-teman duduknya
Dan dari taman yang diselubungi cahaya dan bunga-bunga
Bangkitlah menuju ilmu dengan kesungguhan tanpa rasa malas
Seperti bangkitnya seorang hamba kepada kebaikan dengan segera
Bersabarlah dalam memperolehnya dengan kesabaran kemuliaan
baginya
Tak akan mencapainya orang yang tidak bersabar
(Qasidah Asy-Syaikh As-Sa’di, sebagaimana dalam Al-Fatawa, 647)
Dan sesungguhnya, termasuk perkara-perkara yang bermanfaat yang
dapat membantu tingginya cita-cita yaitu melihat jalan hidup
para salaf radhiyallahu ‘anhum. Sesungguhnya keadaan mereka
adalah puncak kesempurnaan secara ilmu dan amal. Jika seorang
penuntut ilmu melihatnya dan menganggap rendah diri dan sedikit
ilmu, maka dia akan berusaha untuk mengejar mereka dan meniru
mereka. Dan barangsiapa meniru suatu kaum maka dia termasuk
golongan mereka.
Ibnul Jauzi berkata,
“Demi Allah, ingatlah wajib atas kalian untuk memperhatikan
jalan hidup salaf serta menelaah tulisan-tulisan mereka dan
kabar-kabar mereka. Sungguh memperbanyak dalam menelaah
kitab-kitab mereka adalah seperti melihat mereka.”
Beliau juga berkata,
“Hendaklah dia memperbanyak menelaah (kehidupan salaf –ed.),
sungguh ia akan melihat ilmu-ilmu salaf, dan tingginya cita-cita
mereka yang menajamkan pikirannya, dan menggerakkan tekadnya
untuk bersungguh-sungguh.” (Shayyidul Khatir, 440) Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Sumber: Awaiqut Thalab karya Asy-Syaikh Abdussalam bin Barjas
bin Abdul Karim, halaman 46-48).
Silakan dicopy dengan menyertakan URL sumber:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
Beri peringkat:2 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Antara Kuliah Kedokteran dan Belajar Ilmu Agama
Maret 17, 2009
dalam "Ilmu"
Menggugat Demokrasi – Nasihat Kepada Para Penuntut Ilmu
Juni 3, 2008
dalam "Manhaj"
10 Prinsip Meraih Ilmu
Januari 27, 2011
dalam "Ilmu"
Ditulis dalam Ilmu | Dengan kaitkata adab thalibul ilm, Artikel,
Ilmu, melejitkan potensi, pelajar sunnah, potensi, thalibul ilmi
|
*****************************************************
Page 1 of 1