URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MUAMALAH
       *****************************************************
       #Post#: 697--------------------------------------------------
       Hukum Menjual Barang / Produk Cacat
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 7:25 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Hukum Menjual Barang / Produk Cacat
       Juni 10, 2008 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Al Lajnah Ad Da'imah
       Pertanyaan: Saya membeli sebuah mobil dan mendapati adanya
       kerusakan yang parah. Saya lalu menjualnya tanpa memberitahukan
       cacat tersebut kepada pembeli. Apakah hal ini termasuk al-ghisy
       (penipuan) atau tidak?
       Al-Lajnah Ad-Da`imah menjawab:
       Ya. Ini tergolong al-ghisy (penipuan). Dan telah diketahui bahwa
       al-ghisy adalah perbuatan haram, berdasarkan sabda Nabi
       Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1594;&#1614;&#1588;&#1617;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;
       “Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan
       kami.”
       Anda wajib meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
       bertaubat kepada-Nya. Hendaknya Anda segera menyampaikan dan
       memberitahukan kepada pembeli tentang cacat yang ada pada mobil
       itu, untuk melepaskan beban Anda. Apabila pembeli mengalah
       terhadap haknya (yakni menerima mobil itu apa adanya, ed.) maka
       alhamdulillah. Bila tidak, hendaknya Anda membuat kesepakatan
       dengan pembeli, baik dengan cara memberikan uang yang setara
       dengan cacat itu, atau mobil itu diambil kembali dan uangnya
       dikembalikan. Dan bila tidak terjadi kesepakatan, maka ini
       merupakan perselisihan yang harus diselesaikan hakim.
       Bila Anda sulit mengetahui (keberadaan) si pembeli, maka
       bersedekahlah atas namanya sesuai nilai cacat itu.
       Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberikan taufik.
       Shalawat dan salam Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga tercurah
       kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
       keluarga dan para sahabat beliau.
       Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
       Wakil: Abdur Razzaq ‘Afifi
       Anggota: ‘Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu’ud
       (Fatawa Al-Lajnah, 13/204, pertanyaan ke-7 dari fatwa no. 1843)
       Pertanyaan: Apa hukumnya menjual barang, yang seseorang
       membelinya dari pabrik dalam keadaan maghsyusyah (ada cacat tapi
       tidak diberitahukan)?
       Al-Lajnah menjawab:
       Bila dia ingin menjualnya dalam keadaan tahu bahwa barang itu
       cacat, dia wajib untuk menjelaskannya kepada pembeli bahwa
       barang itu ada cacatnya. Bila dia tidak menjelaskannya, maka dia
       berdosa, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1594;&#1614;&#1588;&#1617;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;
       “Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan
       kami.”
       Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberikan taufik.
       Shalawat dan salam Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga tercurah
       kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
       keluarga dan para sahabat beliau.
       Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
       Wakil: Abdur Razzaq ‘Afifi
       Anggota: ‘Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu’ud
       (Fatawa Al-Lajnah, 13/205, pertanyaan ke-8 dari fatwa no. 4494)
       &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Sumber:
  HTML http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=664
       Baca artikel terkait:
       Hukum Mengunjungi Tempat Bersejarah dan Museum
       Pertanyaan Tentang Majalah dan Surat Kabar
       Perbankan Ribawi Hanya Menyulitkan Perekonomian Umat
       Haramkah Bekerja di Bank?
       Beri peringkat:1 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Was-was Ketika Bersuci atau Shalat
       Februari 23, 2008
       dalam "Fiqh Ibadah"
       Fatwa Seputar Riba dan Bunga Bank (2-Selesai)
       Maret 27, 2009
       dalam "Muamalah"
       Fatwa Terbaru Lajnah Daimah tentang Krisis Gaza
       Januari 1, 2009
       dalam "Manhaj"
       Ditulis dalam Muamalah | Dengan kaitkata kumpulan fatwa lajnah
       daimah, kumpulan fatwa ulama, menjual barang cacat |
       *****************************************************
       Page 1 of 1