DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 692--------------------------------------------------
AQ-54 Shalawat Nariyah dalam Sorotan
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 7:22 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Shalawat Nariyah dalam Sorotan
April 23, 2009 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Jamil Zainu
Shalawat Nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka
beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan
niat agar kesusahan dihilangkan atau hajat dikabulkan, niscaya
akan terpenuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali.
Apalagi jika kita mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan
syirik yang ada di dalamnya. Secara lengkap, lafazh shalawat
Nariyah itu adalah sebagai berikut,
اَللَّهُمَّ
صَلِّ
صَلاَةً
كَامِلَةً
وَ سَلِّمْ
تَسْلِيْمًا
تَامًّا
عَلَى
سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
الَّذِيْ
تُنْحَلُّ
بِهِ
الْعُقَدُ
وَ
تُنْفَرِجُ
بِهِ
الْكُرَبُ
وَ يُقْضَى
بِهِ
الْحَوَائِجُ
، وَ
تُنَالَ
بِهِ
الرَّغَائِبُ
وَ حُسْنُ
الْخَوَاتِيْمِ
، وَ
يُسْتَسْقَى
الْغَمَامُ
بِوَجْهِهِ
الْكَرِيْمِ
وَ عَلىَ
آلهِ وَ
صَحْبِهِ
عَدَدَ
كُلِّ
مَعْلُوْمِ
لَكَ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dengan shalawat yang sempurna,
dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna
untuk penghulu kami Muhammad, yang dengannya terurai segala
ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan,
dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta
hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan
untuk segenap keluarga, dan sahabatnya sebanyak hitungan setiap
yang Engkau ketahui.”
(Penjelasan)
1. Akidah tauhid yang diserukan oleh Al-Quranul Karim dan
diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam
menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah
semata yang kuasa menguraikan segala ikatan, yang menghilangkan
segala kesedihan, yang memenuhi segala kebutuhan, dan memberi
apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdoa. Setiap muslim
tidak boleh berdoa dan memohon kepada selain Allah untuk
menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya, walau
yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi
yang dekat kepada Allah.
Al-Quran mengingkari berdoa kepada selain Allah, baik kepada
para rasul atau wali. Allah berfirman,
قُلِ
ادْعُوا
الَّذِينَ
زَعَمْتُمْ
مِنْ
دُونِهِ
فَلا
يَمْلِكُونَ
كَشْفَ
الضُّرِّ
عَنْكُمْ
وَلا
تَحْوِيلا
*
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
يَدْعُونَ
يَبْتَغُونَ
إِلَى
رَبِّهِمُ
الْوَسِيلَةَ
أَيُّهُمْ
أَقْرَبُ
وَيَرْجُونَ
رَحْمَتَهُ
وَيَخَافُونَ
عَذَابَهُ
إِنَّ
عَذَابَ
رَبِّكَ
كَانَ
مَحْذُورًا
“Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kalian anggap (Rabb) selain
Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk
menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memin-dahkannya.
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan
kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat
(kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan
siksa-Nya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang
(harus) ditakuti.” (Al-lsra’: 56-57)
Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan
dengan sekelompok orang yang berdoa dan meminta kepada Al-Masih
(Nabi Isa ‘alaihissalaam –pent.), malaikat dan hamba-hamba Allah
yang saleh dari jenis makhluk jin. (Hal ini disebutkan oleh Ibnu
Katsir)
2. Bagaimana mungkin Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam
ridha jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala
ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Quran
memerintahkan dan menyeru kepada beliau,
قُلْ لا
أَمْلِكُ
لِنَفْسِي
نَفْعًا
وَلا
ضَرًّا
إِلا مَا
شَاءَ
اللَّهُ
وَلَوْ
كُنْتُ
أَعْلَمُ
الْغَيْبَ
لاسْتَكْثَرْتُ
مِنَ
الْخَيْرِ
وَمَا
مَسَّنِيَ
السُّوءُ
إِنْ أَنَا
إِلا
نَذِيرٌ
وَبَشِيرٌ
لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
“Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku
dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki
Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku
membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa
kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan
pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”
(Al-A’raaf: 188)
Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah shallallaahu ‘alaihi
wasallam lalu ia berkata kepada beliau,
مَا شَاءَ
اللهُ وَ
شِئْتَ
‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu.” Maka Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَجَعَلْتَنِي
للهَ
نِدًّا ؟
قُلْ مَا
شَاءَ
اللهُ
وَحْدَهُ
“Apakah engkau menjadikan aku sebagai tandingan/sekutu bagi
Allah? Katakanlah, “Hanya atas kehendak Allah semata.” (HR.
An-Nasaa’i, dengan sanad sahih)
Al-Nid: Yang diserupakan, sekutu.
3. Seandainya kita membuang kata “Bihi” (dengan Muhammad), lalu
kita ganti dengan kata “Bihaa” (dengan shalawat untuk Nabi),
niscaya makna lafazh shalawat itu akan menjadi benar. Sehingga
bacaannya akan menjadi seperti berikut ini:
“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang
sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang
sempurna untuk Muhammad, yang dengannya diuraikan segala ikatan
(yaitu dengan shalawat).”
Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi shallallaahu
‘alaihi wasallam adalah ibadah, sehingga kita boleh bertawasul
dengannya, agar dihilangkan segala kesedihan dan kesusahan.
4. Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid’ah yang meru-pakan
ucapan manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah
yang merupakan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
yang maksum? Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
(Dinukil untuk blog
HTML http://www.ulamasunnah.wordpress.com
dari
Manhaj Al Firqatin Najiyah oleh Asy Syaikh Muhammad bin Jamil
Zainu)
Beri peringkat:1 Votes
Bagikan ini:
RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
Terkait
Menyingkat Shalawat dengan SAW
Maret 6, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Sambutan dan Pujian atas Daurah Nasional 1429 H/2008
Juni 19, 2009
dalam "Aqidah"
Hukum Memberi Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah
Februari 17, 2008
dalam "Adab dan Akhlak"
Ditulis dalam Aqidah |
*****************************************************
Page 1 of 1