URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
       *****************************************************
       #Post#: 683--------------------------------------------------
       Menyewa Pembaca Al-Qur’an untuk Orang Mati
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 7:16 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Menyewa Pembaca Al-Qur’an untuk Orang Mati
       Mei 28, 2009 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy-Syaikh Shalih ibn ‘Abdillah ibn Fauzan Al-Fauzan
       Soal:
       Seorang pembaca Al-Qur’an Al-Karim disewa oleh seseorang untuk
       membacakan Al-Qur’an sempurna (30 juz, penj.) dan menghadiahkan
       pahalanya untuk (keluarganya) yang telah meninggal dengan
       imbalan jasa insentif setiap bulan. Maka orang tersebut membaca
       surat Al-Ikhlas tiga kali dan menampakkan kepada yang menyewanya
       kalau dia telah menamatkan Al-Qur’an, kemudian yang menyewa
       memberi imbalan jasa sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan.
       Dan hal itu berlanjut setiap bulan sampai beberapa waktu bahkan
       bertahun-tahun, apa hukum perbuatan itu, dan apa yang mesti
       dilakukan?
       Jawab:
       Yang pertama: Menyewa orang untuk membaca Al-Qur’an bagi orang
       yang mati adalah bid’ah yang Allah tidak pernah menurunkan
       hujjah tentangnya, dan termasuk makan harta orang dengan cara
       yang batil. Karena seorang qari’ (pembaca Al-Qur’an) ketika
       membaca Al-Qur’an dengan maksud mengambil upah, maka
       perbuatannya adalah batil. Karena maksud dari amalnya adalah
       untuk mendapatkan harta dan kehidupan dunia, sedang Allah Ta’ala
       berfirman:
       &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;
       &#1610;&#1615;&#1585;&#1616;&#1610;&#1583;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1610;&#1614;&#1608;&#1577;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1615;&#1606;&#1618;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1586;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;&#1578;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1606;&#1615;&#1608;&#1617;&#1601;&#1617;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1593;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1614;&#1575; &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1610;&#1615;&#1576;&#1618;&#1582;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       &#1571;&#1615;&#1608;&#1604;&#1614;&#1574;&#1616;&#1603;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1601;&#1616;&#1610;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1614;&#1582;&#1616;&#1585;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1585;&#1615; &#1750;
       &#1608;&#1614;&#1581;&#1614;&#1576;&#1616;&#1591;&#1614;
       &#1605;&#1614;&#1575;
       &#1589;&#1614;&#1606;&#1614;&#1593;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1576;&#1614;&#1575;&#1591;&#1616;&#1604;&#1612;
       &#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;
       &#1610;&#1614;&#1593;&#1618;&#1605;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;
       “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
       niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di
       dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan
       dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat,
       kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah
       mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka
       kerjakan.” (Hud: 15-16)
       Masalah ibadah termasuk membaca Al-Qur’an, tidak boleh dilakukan
       karena ketamakan dunia, dan untuk mendapatkan harta. Namun
       dilakukan karena taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan
       seorang qari’ ketika membaca Al-Qur’an hanya karena ingin
       mendapatkan upah, maka dia tidak mendapatkan pahala dan juga
       tidak sesuatu pun yang akan sampai kepada si mayit, bahkan
       hartanya adalah sia-sia. Kalau seandainya harta tersebut
       disodaqahkan untuk si mayit maka hal inilah yang disyari’atkan
       lagi bermanfaat bagi si mayyit daripada digunakan untuk menyewa
       seorang qari’.
       Dan yang wajib terhadap para qari’ tersebut, hendaknya dia
       mengembalikan harta yang telah diambilnya sebagai upah dari
       membaca Al-Qur’an untuk si mayit. Karena hal ini termasuk
       memakan harta orang lain dengan cara batil. Wajib bagi mereka
       bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencari rizki
       tidak dengan cara yang diharamkan ini. Dan wajib bagi setiap
       muslim untuk tidak makan harta orang dengan cara-cara yang tidak
       disyariatkan seperti ini. Benar, bahwa membaca Al-Qur’an
       termasuk amalan yang paling utama. Barangsiapa yang membacanya
       satu huruf adalah satu kebaikan dan satu kebaikan akan dilipat
       gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Tapi hal ini bagi yang
       niatnya benar mengharapkan wajah Allah, dan bukan tamak kepada
       dunia.
       Menyewa para qari’ untuk membaca Al-Qur’an untuk orang mati:
       1. Merupakan bid’ah, karena tidak pernah para salaf shalih
       melakukannya.
       2. Termasuk makan harta orang dengan cara batil, karena amalan
       qurbah dan ketaatan tidak boleh mengambil upah padanya dan
       Allahlah Yang Memberi taufiq. Dan membaca surat Al Ikhlas tiga
       kali tidak mencukupkan untuk dikatakan membaca Al-Qur’an
       seluruhnya.[1] &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Footnote:
       [1] Majalah Ad-Dakwah, no. 2087, 17 Rabi’ Awal 1428H.
       (Dinukil untuk blog
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
       dari
       Majalah An-Nashihah, vol. 13 tahun 1429H/2008M, hal. 4-5)
       Beri peringkat:2 Votes
       Bagikan ini:
       RedditSurat elektronikFacebookTwitterCetakPress-kan Ini
       Terkait
       Pembatal Keislaman (1): Syirik dalam Ibadah kepada Allah
       November 12, 2008
       dalam "Aqidah"
       Metode Syar’i Menyembuhkan Diri dari Sihir (Santet dan
       Guna-guna-ed)
       Februari 12, 2008
       dalam "Aqidah"
       Bimbingan bagi Para Pemuda yang Ingin Kembali ke Jalan Allah
       Januari 15, 2010
       dalam "Nasehat"
       Ditulis dalam Aqidah |
       *****************************************************
       Page 1 of 1