URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MUSLIMAH
       *****************************************************
       #Post#: 665--------------------------------------------------
       Melaknat Istri
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 6:52 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Melaknat Istri
       Juni 8, 2009 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baaz
       Pertanyaan:
       Apa hukum laknat suami terhadap istrinya dengan sengaja? Apakah
       istrinya menjadi haram baginya karena laknat tersebut? Atau
       bahkan termasuk kategori talak? Lalu apa kaffarahnya
       (tebusannya)?
       Jawaban:
       Laknat seorang suami terhadap istrinya adalah perbuatan munkar,
       tidak boleh dilakukan, bahkan termasuk dosa besar, sebagaimana
       sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam,
       &#1604;&#1614;&#1593;&#1618;&#1606;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1616;
       &#1603;&#1614;&#1602;&#1614;&#1578;&#1618;&#1604;&#1616;&#1607;&#1616;
       ”Melaknat seorang mukmin adalah seperti membunuhnya.”
       Dalam hadits lain disebutkan,
       &#1587;&#1616;&#1576;&#1614;&#1575;&#1576;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1604;&#1616;&#1605;&#1616;
       &#1601;&#1615;&#1587;&#1615;&#1608;&#1602;&#1612; &#1548;
       &#1608;&#1614;&#1602;&#1616;&#1578;&#1575;&#1604;&#1615;&#1607;&#1615;
       &#1603;&#1615;&#1601;&#1618;&#1585;&#1612;
       ”Mencela seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya
       adalah suatu kekufuran.”
       Dalam hadits lain disebutkan lagi,
       ”Orang-orang yang suka melaknat itu tidak akan menjadi pemberi
       syafa’at dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.”
       Maka yang wajib atasnya adalah bertaubat dari perbuatannya itu
       dan membebaskan istrinya dari celaan yang telah dilontarkan
       terhadapnya. Barangsiapa yang bertaubat dengan sungguh-sungguh,
       niscaya Allah subhanahu wata’ala menerima taubatnya. Sementara
       istrinya tetap dalam tanggung jawabnya, ia tidak menjadi haram
       baginya lantaran laknat tersebut. Lain dari itu, yang wajib
       atasnya adalah memperlakukannya dengan baik dan senantiasa
       menjaga lisannya dari setiap perkataan yang dapat menimbulkan
       kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.
       Demikian juga sang istri, hendaknya memperlakukan suami dengan
       baik dan senantiasa menjaga lisannya dari segala sesuatu yang
       dapat menimbulkan kemurkaan Allah subhanahu wata’ala dan
       kemarahan suaminya, kecuali berdasarkan kebenaran. Allah
       subhanahu wata’ala berfirman,
       &#1608;&#1614;&#1593;&#1614;&#1575;&#1588;&#1616;&#1585;&#1615;&#1608;&#1607;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1618;&#1585;&#1615;&#1608;&#1601;&#1616;
       ”Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (An Nisa’: 19)
       Dalam ayat lain disebutkan,
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1579;&#1618;&#1604;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1618;&#1585;&#1615;&#1608;&#1601;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1604;&#1585;&#1617;&#1616;&#1580;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1583;&#1614;&#1585;&#1614;&#1580;&#1614;&#1577;&#1612;
       ”Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya
       menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu
       tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (Al Baqarah: 228)
       Hanya Allahlah Pemberi Petunjuk. &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       Sumber: Fatawa Hai’atu Kibari al Ulama’, Juz 2 hal. 687-688
       (Dinukil untuk blog
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
       dari
       Fatwa-fatwa Ulama Kontemporer Bagian 2, Pustaka Al Qabail)
       Beri peringkat:Rate This
       *****************************************************
       Page 1 of 1