DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
C↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ MANHAJ
*****************************************************
#Post#: 642--------------------------------------------------
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (3)
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 6:35 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Manhaj: Syaikh Abdullah Shalfiq[size=15pt]
◎ [font=arial black]Perjalananku ke Indonesia
HTML https://satellites.pro/Indonesia_map
(3)[/font]
Juni 25, 2009 oleh: Wira Mandiri Bachrun.
Disalin kembali (Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2009/06/25/syaikh-abdullah-shalfiq-perjalananku-ke-indonesia-3/[size=11pt]
[size=12pt]PERTAMA
_________________________
Para Ikhwah (Asatidzah) Ahlus Sunnah As-Salafiyyin
Panitia Daurah Ilmiah dan Pengampu Dakwah Salafiyyah
di Negeri Indonesia
Sungguh kami telah berjumpa -[i]sesampainya kami di negeri Islam
ini (negeri Indonesia)- dengan saudara-saudara kami, Ahlus
Sunnah As-Salafiyyin. Kami saksikan kebenaran dalam berpegang
kepada As-Sunnah kejujuran dalam beragama, istiqamah di atas
manhaj salafi, serta semangat dalam thalabul ilmi dan berdakwah
di jalan Allah, kami menilainya demikian -dan kami tidak
bermaksud memberikan tazkiyyah di hadapan Allah untuk
seorangpun-.[/i]
Sebagian di antara mereka ada yang pernah belajar di hadapan
para masyaikh dan para ‘ulama kita, seperti Asy-Syakh Muqbil ibn
Hadi Al-Wadi’i, Asy-Syaikh Ahmad ibn Yahya An-Najmi
rahimahumallah, atau seperti Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan,
Asy-Syaikh Rabi’ ibn Hadi Al-Madkhali hafizhahumallah. Sebagian
yang lain adalah para alumnus Al-Jami’ah Al-Islamiyyah
(Universitas Islam) Madinah, dan sebagian yang lain, yang masih
belum mendapat kesempatan seperti ini, tetap bersemangat untuk
menseriusi kitab-kitab dan kaset-kaset para masyaikh tersebut,
baik para ‘ulama maupun para penuntut ilmu dari kalangan Ahlus
Sunnah.
Lebih dari sekadar berguru, aku telah mengetahui pada mereka
seringnya mereka berziarah dan bermusyawarah dengan para ‘ulama.
Paling seringnya adalah bermusyawarah dengan Asy-Syaikh Rabi’
Al-Madkhali -hafizhahullah- yang beliau ini memiliki peran besar
dalam menyatukan kalimat dan barisan mereka.
Sungguh itu merupakan di antara bukti-bukti dalam mengetahui
jalan beragama seseorang, apakah dia berjalan di atas sunnah
atau di atas sesuatu yang menyelisihinya. Ruh-ruh itu adalah
tentara yang berbaris, ruh-ruh yang saling cocok akan bisa
bersatu, dan ruh-ruh yang saling bertentangan akan berselisih.
Para ‘ulama salaf dahulu memandang bahwa bergaulnya seseorang
dengan ahlus sunnah, mencintainya, dan bersemangat dalam
mengambil ilmu darinya serta bermusyawarah dengannya sebagai
tanda bagi manhaj seseorang.
Lebih dari itu, mereka (para ‘ulama salaf) memiliki pengetahuan
tentang manhaj-manhaj baru, kelompok-kelompok hizbiyyah, waspada
darinya, dan mentahdzirnya.
Ini merupakan prinsip yang sangat penting bagi seorang muslim,
terutama bagi kalangan penuntut ilmu atau para da’i di jalan
Allah, yaitu hendaknya ia mengetahui kejelekan dan para
pengusungnya agar ia waspada darinya. Sungguh Hudzaifah ibnul
Yaman radhiyallah ‘anhuma berkata:
[right]كَانَ
النَّاسُ
يَسْأَلُونَ
عَنِ
الْخَيْرِ،
وَكُنْتُ
أَسْأَلُ
عَنِ
الشَّرِّ
مَخَافَةَ
أَنْ
يُدْرِكَنِي[/right]
“Dahulu orang-orang bertanya tentang kebaikan, namun aku
bertanya tentang kejelekan karena khawatir (kejelekan tersebut)
akan menimpaku.”
[size=11pt]Sungguh benar ucapan sang penyair:
[right][size=16pt]عَرَفْتُ
الشَّرَّ
لاَ
لِلشَّرِّ
لّكِـْن
لِتَوَقِّــّّيهِ
وَمَنْ لاَ
يَعْرِفِ
الشَّرَّ
مِنَ
الْخَيْرِ
يَقَعْ
فِيهِ[/right]
Aku mempelajari kejelekan bukan untuk melakukannya, akan tetapi
untuk aku menghindarinya. Barangsiapa yang tidak bisa membedakan
kejelekan dari kebaikan maka ia akan terjatuh ke dalamnya.
[size=11pt]Demikianlah yang aku saksikan pada diri mereka. Itu
merupakan di antara hasil tarbiyah para ‘ulama rabbani.
Sesungguhnya ‘ulama rabbani adalah ‘ulama yang mentarbiyah
murid-muridnya dengan tarbiyah salafiyyah, yang dengannya
terbedakan dengan seluruh manusia. Maka ‘ulama rabbani tersebut
mengumpulkan antara penanaman prinsip syari’at dan aqidah,
dengan peringatan terhadap kejelekan dan bid’ah serta para
pelakunya.
Inilah keistimewaan para ‘ulama yang telah disebutkan di atas.
Dan hal ini demi Allah merupakan bentuk nasehat bagi seluruh
kaum muslimin dan para penuntut ilmu. Adapun sikap mengambil
satu sisi dan mengabaikan sisi lainnya, maka cara yang demikian
ini yang akan membuat si murid berbuat yang berlebihan pada satu
kesempatan, atau berbuat menyepelekan pada kesempatan yang lain,
dan akan menjadikannya tidak berjalan dia pondasi ilmiah
manhajiyyah. Cara demikian membuat banyak kalangan muda berada
dalam alam pikiran yang kacau. Tidak mampu membedakan mana yang
Ahlus Sunnah dan mana yang Ahlul Bid’ah, di samping berada dalam
aqidah yang lemah. Ia bingung dalam memberikan loyalitasnya,
sehingga tidak mengetahui siapa yang layak diberi loyalitas dan
siapa yang harus dimusuhi. Tidak mengetahui siapa yang harus ia
cintai dan siapa yang harus ia benci. Bahkan ada di antara
mereka yang menjadi berseberangan dengan kewajiban-kewajiban
imaniyyah, yaitu mencintai ahlus sunnah dan membenci ahlul
bid’ah. Yang demikian kami saksikan pada sebagian murid-murid
para masyaikh yang tidak mau memperhatikan sikap waspada
terhadap kebid’ahan dan para pengusungnya, hizbiyyah dan
berbagai simbolnya. Mereka tidak memberikan perhatian sama
sekali, yang menyebabkan timbulnya di tengah-tengah mereka
orang-orang yang seperti itu. Bahkan durhaka dan meninggalkan
jalan para masyaikh (guru) mereka.
Aku Katakan:
Sungguh aku telah menyaksikan pada para ikhwah tersebut (yakni
para asatidzah penyelenggara/panitia Daurah Ilmiyyah Nasional)
adanya adab-adab yang tinggi, akhlak-akhlak yang mulia,
jiwa-jiwa yang baik, kepedulian yang tinggi, ta’awun yang kuat
sesama mereka dalam rangka menyebarkan sunnah dan tauhid, serta
manhaj salafi di tengah-tengah negeri tersebut yang telah banyak
didominasi oleh kalangan Asy’ariyyah dan Shufiyyah, bahkan
kelompok-kelompok hizbiyyah.
Sungguh tidak berlebihan bila aku katakan, bahwa apa yang aku
saksikan adalah sesuatu yang tidak ada bandingannya. Aku belum
pernah melihat yang seperti itu. Belum pernah aku menyaksikan
jumlah yang begitu besar, mendatangi Daurah Umum yang
diterjemahkan, jumlah mereka lebih dari 10.000 orang. Atau
jumlah besar mereka yang hadir pada pelajaran Daurah Khusus
(khusus untuk para asatidzah dan para duat) yang mendekati 500
orang. Mereka datang dari berbagai penjuru dan kepulauan negeri
Indonesia dengan membawa semangat untuk menyebarkan sunnah dan
mencari ilmu. Bahkan aku diberi tahu bahwa di sana masih ada
lagi sejumlah para penuntut ilmu yang juga berkeinginan
menghadiri Daurah Khusus, namun karena tempat yang tidak
mencukupi untuk menampung jumlah mereka yang besar, maka panitia
membatasi dengan sebagiannya saja.
Mereka (para asatidzah penyelenggara/panitia) telah mengadakan
daurah-daurah tersebut dengan swadaya mereka sendiri, di
tengah-tengah segala kekurangan. Namun mereka tidak mau menerima
sumbangan dana bersyarat dari sebagian organisasi/yayasan yang
memiliki tujuan yang samar dan tanzhim hizbi, yang tidaklah
tanzhim tersebut hadir pada suatu negeri atau suatu dakwah
kecuali pasti akan memecah belah dakwah tersebut dan menimbulkan
permusuhan dan saling benci sesama pelaku dakwah. Walahaula wala
Quwwata illa billah.
Upaya saling bekerjasama dan bantu membantu yang membuahkan
hasil ini, dan cara yang sukses ini, tidak lain merupakan buah
dari tarbiyah para ulama dan senantiasa berhubungan dengan
mereka. Hal itu membuahkan dalam diri mereka kesinambungan dalam
berusaha di atas sikap pertengahan dan lapang, serta hanifiyyah
(kelurusan) yang jelas.
Sungguh orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang
berhak mendapatkan bantuan, pertolongan, dan kerjasama dalam
menjalankan dakwah mereka untuk menyebarkan tauhid dan Sunnah
serta manhaj salafi di tengah-tengah negeri yang penduduknya
telah didominasi oleh aqidah Asy’ariyyah dan tarekat Shufiyyah,
bahkan kelompok-kelompok hizbiyyah dan takfiry, serta
aliran-aliran dan agama-agama yang bermacam-macam.
Semoga Allah memberikan sebaik-baik balasan kepada para ikhwah
pengampu dakwah dan Daurah Ilmiah ini. Dan semoga Allah
memperbesar pahala atas perkara yang mereka jalankan, berupa
pelaksanaan amanat ini dan menyebarkan risalah ini.
Di antara para ikhwah (asatidzah) tersebut yang aku jumpai
adalah Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, Al-Ustadz Abal Mundzir,
Al-Ustadz ‘Askari, Al-Ustadz Hannan Bahannan, Al-Ustadz Qamar
Su’aidi, Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Al-Ustadz ‘Abdush
Shamad Bawazir, Al-Ustadz Ahmad Khadim, Al-Ustadz Ruwaifi’,
Al-Ustadz ‘Abdul Mu’thi, Al-Ustadz ‘Abdul Bar, Al-Ustadz Ja’far
Shalih, dan selain mereka yang tidak aku ingat nama-namanya.
Sebagaiman pula aku tidak lupa dengan salah seorang pemuda
bernama Muhammad Fuad yang telah melakukan penerjemahan banyak
kitab-kitab salafiyyah dari bahasa ‘Arab ke dalam bahasa
Indonesia.
Sebagai tambahan keterangan, bahwasanya ia (Muhammad Fuad)
dulunya adalah Cina kafir, kemudian masuk Islam dan benarlah
Islamnya. Kemudian Allah memberikan karunia kepadanya berupa
mengenal manhaj salafi dan aqidah sunni. Allah memberikan
manfaat melalui dirinya kepada Islam dan kaum muslimin. Maha
Suci Allah yang telah mengeluarkan yang hidup dari yang mati.
Mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya. Ia memberikan hidayah
ke ash-shirath al-mustaqim bagi siapa yang ia kehendaki. Segala
puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Di antara perkara yang membuatku terkejut adalah ketika aku
melihatnya sebagai penerjemah -dan aku bersyukur kepada Allah
atas hal ini- kitabku Sallu As-Suyuf wa Al-Asinnah ‘ala Ahli
Al-Ahwa’ wa Ad’iyyah As-Sunnah yang mendapatkan pendahuluan dari
Syaikh kami, Doktor Rabi’ ibn Hadi Al-Madkhali, seorang ‘ulama
yang memiliki perjuangan yang penuh berkah dalam membela
rekan-rekan dan murid-muridnya, serta anak-anak didiknya dari
kalangan Ahlus Sunnah di setiap tempat. Segala puji bagi Allah
yang dengan-Nya sempurnalah setiap amal shalih. Dan aku memohon
kepada-Nya agar memberikan rizqi kepada kita berupa keikhlasan
dalam berucap dan beramal, menjadikan kita beramal dalam
ketaatan-Nya dan membela agama dan sunnah Nabi-Nya, dan agar Dia
menjadikan hal ini semua termasuk dalam timbangan amal-amal
kebaikan, baik yang berupa kitab-kitab, pengantar, penerjemahan,
maupun penerbitan, pada hari yang sudah tidak lagi bermanfaat
lagi harta dan anak kecuali yang menghadap Allah dengan hati
yang selamat.
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
Transkrip Arab:
[right]أولا ً:
الحديث عن
إخواننا
أهل السنة
السلفيين
القائمين
على الدورة
العلمية
والدعوة
السلفية في
بلاد
أندونيسيا
لقد
التقينا
بعد وصولنا
إلى هذه
البلاد
الإسلامية
بإخواننا
أهل السنة
السلفيين،
والذين
رأينا فيهم
صحة
الالتزام
بالسنة،
وصدق
التدين،
والاستقامة
على المنهج
السلفي،
والحرص على
العلم
والـدعـوة
إلى الله
عزوجل.
نحسبهم
كـذلك – ولا
نزكي على
الله أحدًا
– .
والبعض
منهم ممن
درس على يد
مشايخنا
وعلمائنا،
أمثال
الشيخ مقبل
بن هادي
الوادعي،
والشيخ
أحمد بن
يحيى
النجمي،
رحمهما
الله
تعالى، أو
أمثال
الشيخ صالح
بن فوزان
الفوزان
والشيخ
ربيع بن
هادي
المدخلي
حفظهما
الله
تعالى،
والبعض من
خريجي
الجامعة
الإسلامية،
والبعض ممن
فاته ذلك
حريص على
اقتناء كتب
وأشرطة
هؤلاء
المشايخ
وأمثالهم
من العلماء
وطلبة
العلم أهل
السنة.
وفضلاً عن
التلمذة،
فلقد علمت
فيهم كثرةً
في زيارة
العلماء
وأخذ
المشورة
منهم، وكان
أكثره
للشيخ ربيع
المدخلي
حفظه الله
تعالى،
والذي كان
له الدور
الكبير في
جمع كلمتهم
واتحاد
صفوفهم.
وإن هذا من
دلائل
معرفة سبيل
المرء، إن
كان على
سنة أو
خلافها،
فالأرواح
جنود
مجندة، ما
تعارف منها
ائتلف، وما
تناكر منها
اختلف.
والسلف
كانوا يرون
مجالسة
الرجل لأهل
السنة،
ومحبته
لهم،
والحرص على
التتلمذ
على
أيديهم،
ومشورتهم
من علامات
ذلك.
وهم، فضلا
ً عن ذلك،
فإن لديهم
معرفة
بالمناهج
المستحدثة،
والجماعات
الحزبية،
والحذر
منها،
والتحذير
منها.
وهذا من
المهم لدى
المسلم أن
يعرف الشر
وأهله
للحذر منه،
فضلا ً عن
طلاب العلم
أو الدعاة
إلى الله
عزوجل.
ولقد كان
حذيفة 
يقول: كان
الناس
يسألون عن
الخير،
وكنت أسأل
عن الشر
مخافة أن
يدركني.
وصدق
القائل :
عرفت الشر
لا للشر
لكـن
لتوقــّّيه
ومن لا
يعرف الشر
من الخير
يقع فيه
وهذا الذي
رأيته فيهم
هو من ثمرة
التربية
على أيدي
العلماء
الربانيين،
فإن العالم
الرباني هو
الذي يربي
طلابه
تربية سنية
سلفية،
يتميز بها
عن سائر
الناس.
فيجمع بين
التأصيل
الشرعي
العقدي
وبين
التحذير من
الشر
والبدع
وأهلها.
وهذا ما
تميز به
أولئك
العلماء
المذكورون،
وهذا والله
هو النصح
للمسلمين،
والطلاب،
أما أن
يؤخذ جانب
ويهمل آخر،
فهذا الذي
يجعل
الطالب بين
الإفراط
حينـًا أو
التفريط
حينـًا
آخر،
ويجعله دون
ركيزة
علمية
منهجية.
وهذا الذي
جعل كثيرًا
من الشباب
في تخبطٍ
فكري، لا
يفرق بين
من هو
سنيٌّ ومن
هو بدعيٌّ
، وفي تميع
عقدي،
يتخبط في
ولاءاته،
فلا يعرف
من يوالي
ممن يعادي،
ولا يعرف
من يحب ممن
يبغض، بل
أنتج فيهم
خلاف
الواجب
الإيماني،
الذي هو
محبة أهل
السنة وبغض
أهل البدع.
وهذا قد
رأيناه عند
تلاميذ
المشايخ
الذين لا
يولون جانب
التحذير من
البدع
وأهلها،
والحزبيات
وانتماءاتها،
أيَّ
اهتمام،
مما أنتج
فيهم ذلك،
بل العقوق
لمشايخهم،
والميل عن
سبيلهم.
أقول لقد
رأيت في
أولئك
الإخوة
الآداب
الرفيعة،
والأخلاق
السامية،
والنفوس
الطيبة،
والكرم
العالي،
والتعاون
البناء
فيما بينهم
لنشر السنة
والتوحيد
والمنهج
السلفي في
وسط تلك
البلاد،
التي يغلب
فيها
التمشعر
والتصوف،
فضلاً عن
الجماعات
الحزبية.
وقد لا
أبالغ إن
قلت أن ما
رأيته أمر
لا نظير
له، ولم
أشاهد
مثله،
ويشهد على
ذلك هذه
الأعداد
الغفيرة
التي حضرت
المحاضرات
العامة
المترجمة،
والتي
تجاوزت
العشرة
آلاف، أو
تلك التي
حضرت
الدروس
والتي
قاربت
الخمسمائة،
جاءوا من
أنحاء
أندونيسيا
وجزرها، مع
حرص على
السنة،
وحرص على
العلم. بل
أخبرت بأن
هناك
المزيد من
طلاب العلم
كان يريد
الحضور لكن
المكان لم
يكن يتسع
هذا العدد
الكبير
فاكتفوا
ببعضهم.
وهم قد
أقاموا هذه
الدورات
على جهودهم
الذاتية،
مع قلة ذات
اليد، وعدم
قبولهم
للمساعدات
المشروطة
من بعض
الجمعيات
ذات
التوجهات
المشبوهة،
والتنظير
الحزبي،
والتي ما
حلت في بلد
أو دعوة
إلا فرقت
شملها،
وأوجدت بين
أصحابها
العداوة
والبغضاء،
ولا حول
ولا قوة
إلا بالله.
وهذا
التفاعل
والتعاون
المثمر،
والمسلك
الناجح،
إنما هو من
ثمرة
التربية
على
العلماء،
والاستمرار
في
الارتباط
بهم، والذي
أًثمر فيهم
استمرارًا
في جهودهم،
على وسطية
سمحة،
وحنيفية
واضحة.
وإن مثل
هؤلاء هم
الذين
يستحقون
المؤازرة
والمناصرة
والتعاون
معهم في
دعوتهم في
نشر
التوحيد
والسنة
والمنهج
السلفي في
وسط تلك
البلاد
التي غلب
على أهلها
عقيدة
الأشاعرة
والطرق
الصوفية،
فضلاًً عن
الجماعات
الحزبية،
والفرق
التكفيرية،
والملل
والأديان
المتنوعة.
فجزى الله
الإخوة
القائمين
على هذه
الدعوة،
وهذه
الدورات
العلمية،
خير
الجزاء،
وأعظم لهم
المثوبة
على ما
يقومون به
من أداء
لهذه
الأمانة،
ونشر لهذه
الرسالة.
وإن من
هؤلاء
الإخوة
الذين
قابلتهم،
الأستاذ
لقمان
باعبده،
والأستاذ
أبا
المنذر،
والأستاذ
عسكرى،
والأستاذ
حنان
باحنان،
والأستاذ
قمر سعيدي،
والأستاذ
أسامة بن
فيصل مهري،
والأستاذ
عبدالصمد
باوزير،
والأستاذ
أحمد خادم،
والأستاذ
رويفع،
والأستاذ
عبدالمعطي،
والأستاذ
عبدالبر،
والأستاذ
جعفر صالح،
وغير هؤلاء
ممن لا
يحضرني
اسمه. كما
لا أنسى
ذاك الشاب
الأخ محمد
فؤاد الذي
يقوم
بترجمة
كثير من
الكتب
السلفية من
العربية
إلى
الإندونيسية.
علمًا أنه
كان صينيًا
كافرًا
فأسلم وصح
إسلامه،
ومَنَّ
الله عليه
بالمنهج
السلفي
والعقيدة
السنية،
ونفع الله
به الإسلام
والمسلمين،
فسبحان من
يخرج الحي
من الميت،
ويخرج من
الظلمات
إلى النور،
ويهدي من
يشاء إلى
صراط
مستقيم.
والحمدلله
رب
العالمين.
وإن مما
تفاجأت
برؤيته
مترجمًا
وحمدت الله
عزوجل على
ذلك كثيرًا
كتابي (سل
السيوف
والأسنة
على أهل
الهوى
وأدعياء
السنة) ،
والذي هو
من تقديم
شيخنا
الدكتور
ربيع بن
هادي
المدخلي
والذي له
الجهود
المباركة
في نصرة
إخوانه
وتلاميذه
وأبنائه من
أهل السنة
في كل مكان.
والحمد لله
الذي
بنعمته تتم
الصالحات،
وأسأله
عزوجل أن
يرزقنا
الإخلاص في
القول
والعمل،
وأن
يستعملنا
في طاعته
والدفاع عن
دينه وسنة
نبيه  ،
وأن يجعل
ذلك في
ميزان
حسنات من
كتب وقدم
وترجم ونشر
يوم لا
ينفع مال
ولا بنون
إلا من أتى
الله بقلب
سليم.[/right]
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
Bersambung ke bagian (4)
Insyaa Allah- Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
***
۩۞۩ Ulama Sekarang Diatas Sunnah: Syaikh
Abdullah Shalfiq: Perjalananku Ke INDONESIA
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-para-ulama-sekarang/176917581769-ulama-sekarang-diatas-sunnah-syaikh-abdullah-shalfiq-perjalananku-k/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (1)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-6/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (2)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-5/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (3)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-4/
Syaikh Abdullah Shalfiq: Perjalananku ke Indonesia (4)
HTML http://iscm.createaforum.com/manhaj/manhaj-3/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(Sumber:
HTML http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=360996
&
diarsipkan di
HTML http://www.rabee.net/almadani/andonisia.zip.<br
/>Dikirimkan oleh al akh Abu Amr melalui email); Sumber:
HTML http://salafy.or.id
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1