DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 624--------------------------------------------------
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh Empat:
Haramnya Kezhaliman
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 1:58 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh
Empat:[size=15pt]
◎ [font=arial black]Haramnya kezhaliman[/font]
Oktober 30, 2009 oleh: Wira Mandiri Bachrun
Disalin kembali (Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2009/10/30/penjelasan-hadits-arbain-imam-an-nawawi-kedua-puluh-empat-penjelasan-hadits-arbain-imam-an-nawawi-kedua-puluh-empat-haramnya-kezhaliman/[size=11pt]
[size=10pt]Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-‘Utsaimin
rahimahullah
[right]عَنْ
أَبِي
ذَرٍّ
الْغِفَارِي
رَضِيَ
اللهُ
عَنْهُ،
عَنِ
النَّبِيِّ
صَلَّى
اللهُ
عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
فِيْمَا
يَرْوِيْهِ
عَنْ
رَبِّهِ
عَزَّ
وَجَلَّ
أَنَّهُ
قَالَ : يَا
عِبَادِي
إِنِّي
حَرَّمْتُ
الظُّلْمَ
عَلىَ
نَفْسِي
وَجَعَلْتُهُ
بَيْنَكُمْ
مُحَرَّماً،
فَلاَ
تَظَالَمُوا
. يَا
عِبَادِي
كُلُّكُمْ
ضَالٌّ
إِلاَّ
مَنْ
هَدَيْتُهُ،
فَاسْتَهْدُوْنِي
أَهْدِكُمْ
. يَا
عِبَادِي
كُلُّكُمْ
جَائِعٌ
إِلاَّ
مَنْ
أَطْعَمْتُهُ
فَاسْتَطْعِمُوْنِي
أَطْعِمْكُمْ
. يَا
عِبَادِي
كُلُّكُمْ
عَارٍ
إِلاَّ
مَنْ
كَسَوْتُهُ
فَاسْتَكْسُوْنِي
أَكْسُكُمْ
. يَا
عِبَادِي
إِنَّكُمْ
تُخْطِئُوْنَ
بِاللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ
وَأَناَ
أَغْفِرُ
الذُّنُوْبَ
جَمِيْعاً،
فَاسْتَغْفِرُوْنِي
أَغْفِرْ
لَكُمْ،
يَا
عِبَادِي
إِنَّكُمْ
لَنْ
تَبْلُغُوا
ضُرِّي
فَتَضُرُّوْنِي،
وَلَنْ
تَبْلُغُوا
نَفْعِي
فَتَنْفَعُوْنِي
. يَا
عِبَادِي
لَوْ أَنَّ
أَوَّلَكُمْ
وَآخِرَكُمْ
وَإِنْسَكُمْ
وَجِنَّكُمْ
كَانُوا
عَلَى
أَتْقَى
قَلْبِ
رَجُلٍ
وَاحِدٍ
مِنْكُمْ
مَا زَادَ
ذَلِكَ فِي
مُلْكِي
شَيْئاً .
يَا
عِبَادِي
لَوْ أَنَّ
أَوَّلَكُمْ
وَآخِرَكُمْ
وَإِنْسَكُمْ
وَجِنَّكُمْ
كَانُوا
عَلَى
أَفْجَرِ
قَلْبِ
رَجُلٍ
وَاحِدٍ
مِنْكُمْ
مَا نَقَصَ
ذَلِكَ
مِنْ
مُلْكِي
شَيْئاً .
يَا
عِبَادِي
لَوْ أَنَّ
أَوَّلَكُمْ
وَآخِرَكُمْ
وَإِنْسَكُمْ
وَجِنَّكُمْ
قَامُوا
فِي
صَعِيْدٍ
وَاحِدٍ
فَسَأَلُوْنِي
فَأَعْطَيْتُ
كُلَّ
وَاحِدٍ
مَسْأَلَتَهُ
مَا نَقَصَ
ذَلِكَ
مِمَّا
عِنْدِي
إِلاَّ
كَمَا
يَنْقُصُ
الْمَخِيْطُ
إِذَا
أُدْخِلَ
الْبَحْرَ
. يَا
عِبَادِي
إِنَّمَا
هِيَ
أَعَمَالُكُمْ
أُحْصِيْهَا
لَكُمْ
ثُمَّ
أُوْفِيْكُمْ
إِيَّاهَا
فَمَنْ
وَجَدَ
خَيْراً
فَلْيَحْمَدِ
اللهَ
وَمَنْ
وَجَدَ
غَيْرَ
ذَلِكَ
فَلاَ
يَلُوْمَنَّ
إِلاَّ
نَفْسَهُ .
[رواه
مسلم][/right]
Dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, dari Nabi [i]Shallallahu
‘Alaihi Wasallam dalam apa yang beliau riwayatkan dari Allah
ta’ala, bahwa Dia berfirman, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhya
Aku telah haramkan kezhaliman atas diriKu, dan Aku telah
menetapkannya sebagai sesuatu yang diharamkan di antara kalian,
maka jauhilah kalian saling menzhalimi. Wahai hamba-hambaKu,
kalian semua sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka
mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya
kepada kalian. Wahai hambaKu, kalian semua lapar, kecuali orang
yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku
akan memberikannya untuk kalian. Wahai hambaKu, kalian semua
telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah
pakaian kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian.
Wahai hambaKu, sesungguhnya kalian berbuat salah di siang dan di
malam hari, sedangkan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka
minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni kalian.
Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak akan bisa
mendatangkan kemudharatan kepadaKu lalu menimpakannya kepadaKu,
dan kalian takkan bisa memberikan manfaat kepadaKu lalu kalian
memberikannya kepadaKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya generasi
pertama kalian dan generasi akhir kalian, baik dari bangsa
manusia dan jin, mereka semua berada pada taraf ketakwaan
seorang paling tinggi tingkat ketakwaannya di antara kalian, hal
itu takkan menambah kerajaanKu sedikit pun. Seandainya generasi
pertama kalian dan generasi akhir kalian, baik dari kalangan
bangsa jin dan manusia, mereka semua berada pada taraf
kedurhakaan seorang yang paling tinggi tingkat kedurhakaannya di
antara kalian, hal itu takkan mengurangi kerajaanKu sedikit pun.
Wahai hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan generasi
akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, semuanya berdiri
di atas tanah yang tinggi, lalu mereka semua meminta kepadaKu,
lalu aku penuhi permintaan mereka, untuk yang demikian itu,
tidaklah mengurangi apa-apa yang Aku miliki, kecuali seperti
berkurangnya jarum jika dimasukkan ke dalam lautan. Wahai
hambaKu, sesungguhnya itu hanyalah amalan kalian. Aku
menghitungnya untuk kalian, kemudian Aku memberikannya secara
sempurna kepada kalian, maka barangsiapa mendapatkan kebaikan,
maka hendaklah dia memuji Allah. Dan barangsiapa yang
mendapatkan yang selain dari itu, maka janganlah ia mencela
kecuali dirinya sendiri.[/i] [size=10pt](HR. Muslim)
PENJELASAN
Asy Syaikh rahimahullah berkata: Hadits ke 24 ini, dari Abu Dzar
Al Ghifari dari Nabi, dari apa yang diriwayatkan dari Rabbnya.
Hadits ini dan semisalnya dinamakan hadits qudsi. Karena hadits
tersebut telah diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam, dari Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Wahai
hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku telah haramkan kezhaliman atas
diriKu.” Allah telah menjelaskan dalam hadits ini, bahwa Dia
telah mengharamkan kezhaliman atas diriNya. Oleh karena itu, Dia
tidak menzhalimi siapa pun, tidak dengan menambah dosa, dan
tidak pula mengurangi kebaikan, sebagaimana firman Allah
subhanahu wata’ala.
[right][size=18pt]وَمَن
يَعْمَلْ
مِنَ
الصَّالِحَاتِ
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَلَا
يَخَافُ
ظُلْمًا
وَلَا
هَضْمًا[/right]
“Dan barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh dan dia dalam
keadaan beriman, maka dia tidak akan khawatir akan perlakuan
yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan mengurangi
haknya.” (Thaahaa: 112)
“Aku telah menetapkannya sebagai suatu yang diharamkan di antara
kalian.” Yakni, Aku menetapkan kezhaliman itu sebagai suatu yang
haram di antara kalian, maka Dia mengharamkan sebagian kalian
menzhalimi sebagian yang lain. Dia subhanahu wata’ala berfirman,
“Maka janganlah kalian saling menzhalimi.” Huruf fa’ pada
kalimat ini berfungsi untuk merinci apa-apa yang sebelumnya.
“Wahai hamba-hambaKu, kalian semua sesat, kecuali orang yang Aku
beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku akan
memberikannya kepada kalian.” Para hamba semuanya sesat dalam
hal keilmuwan dan dalam hal amalan, kecuali orang yang diberi
petunjuk oleh Allah. Jika perkaranya demikian, maka yang wajib
adalah memohon petunjuk kepada Allah. Oleh karena itu, Dia
subhanahu wata’ala berfirman, “maka mintalah petunjuk kepadaKu,
niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian.” Hidayah
(petunjuk) di sini mencakup hidayah ilmu dan hidayah taufiq.
“Wahai hambaKu, kalian semua lapar, kecuali orang yang Aku beri
makan, maka mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku akan
memberikannya untuk kalian.” Perkataan ini seperti perkataan
yang sebelumnya, Allah menjelaskan bahwa para hamba seluruhnya
lapar, kecuali orang-orang yang diberi makan olehNya. Kemudian
Dia memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk meminta makan
kepadaNya, agar Dia memberi makan kepada mereka. Hal yang
demikian itu, karena Dzat yang mengeluarkan tanaman dan memenuhi
ambing-ambing susu hewan adalah Allah. Sebagaimana firmanNya,
[right][size=18pt]لَوْ
نَشَاء
لَجَعَلْنَاهُ
حُطَامًا
فَظَلَلْتُمْ
تَفَكَّهُونَ
*
أَأَنتُمْ
تَزْرَعُونَهُ
أَمْ
نَحْنُ
الزَّارِعُونَ
*
أَفَرَأَيْتُم
مَّا
تَحْرُثُونَ[/right]
“Maka terangkanlah kepadaKu tentang apa yang kamu tanam, kamukah
yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya? Seandainya
Kami menghendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan
hancur, maka jadilah kamu heran tercengang.” (Al Waaqi’ah:
63-65)
Kemudian harta yang diperoleh dari hasil tanaman itu adalah
milik Allah subhanahu wata’ala.
“Wahai hambaku, kalian semua telanjang.” Yakni, tampak auratnya,
kecuali orang yang diberi pakaian oleh Allah dan dimudahkan
untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Kecuali
yang Aku berikan pakaian, maka mintalah.”
“Kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian
kepadaKu.” Yakni, mintalah pakaian kepadaku, niscaya Aku akan
memberikannya untuk kalian, karena pakaian yang dikenakan oleh
anak keturunan Adam adalah di antara perbendaharaan yang telah
Allah keluarkan dari bumi. Jika Allah menghendaki, hal itu tidak
akan mudah untuk didapatkan.
“Wahai hambaKu, sesungguhnya kalian berbuat salah di siang dan
di malam hari, sedangkan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya,
maka minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni
kalian.” Sabda beliau ini seperti sabda beliau dalam hadits
shahih lainnya,
“Setiap bani Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang
berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.”
[size=10pt](Hasan, dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam
[Shifatul Qiyamah/2499], Ibnu Majah di dalam [Az Zuhd/4251], dan
dihasankan oleh Al Albani [font=georgia]rahimahullah di dalam
Shahihul Jami’ [4515])[/font]
Manusia berbuat salah di siang dan di malam hari, yakni
melakukan kesalahan, yaitu menyelisihi perintah Allah dan
rasulNya dengan melakukan hal-hal yang dilarang atau
meninggalkan hal yang diperintahkan, akan tetapi kesalahan ini
ada obat (penawar)nya, -segala puji bagi Allahlah-, yakni
firmanNya, “Mintalah ampun kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni
kalian.” Yakni, minta ampunanKu, niscaya Aku akan mengampuni
kalian. Maghfirah (ampunan) adalah menutupi kesalahan dan
memaafkannya.
“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak akan bisa
mendatangkan kemudharatan kepadaKu lalu menimpakannya kepadaKu,
dan kalian takkan bisa memberikan manfaat kepadaKu lalu kalian
memberikannya kepadaKu.” Karena Allah tidak membutuhkan para
makhluk. Seandainya seluruh penduduk bumi ini kafir, maka mereka
tidak akn dapat mendatangkan kemudharatan sedikit pun kepada
Allah. Sebaliknya, jika seluruh penduduk bumi ini beriman,
mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikit pun kepada
Allah. Karena Dia maha cukup, sehingga Dia tidak butuh kepada
para makhlukNya.
“Wahai hamba-hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan
generasi akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, mereka
semua berada pada taraf ketakwaan seorang paling tinggi tingkat
ketakwaannya di antara kalian, hal itu takkan menambah
kerajaanKu sedikit pun.” Hal itu karena ketaatan orang-orang
yang taat, hanyalah bermanfaat bagi dirinya sendiri. Adapun
Allah, Dia tidak mengambil manfaat darinya karena Dia tidak
butuh kepada hal tersebut. Seandainya seluruh manusia berada
pada taraf ketakwaan seorang yang paling tinggi tingkat
ketakwaannya, hal itu sedikit pun tidak akan menambah kerajaan
Allah.
“Seandainya generasi pertama kalian dan generasi akhir kalian,
baik dari kalangan bangsa jin dan manusia, mereka semua berada
pada taraf kedurhakaan seorang yang paling tinggi tingkat
kedurhakaannya di antara kalian, hal itu takkan mengurangi
kerajaanKu sedikit pun.” Hal itu karena Allah tidak butuh kepada
kita. Seandainya manusia dan jin, mereka semua berada pada taraf
kedurhakaan seorang yang paling durhaka di antara kalian, maka
hal itu sedikit pun takkan mengurangi kerajaan Allah.
“Wahai hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan generasi
akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, semuanya berdiri
di atas tanah yang tinggi, lalu mereka semua meminta kepadaKu,
lalu aku penuhi permintaan mereka, untuk yang demikian itu,
tidaklah mengurangi apa-apa yang Aku miliki, kecuali seperti
berkurangnya jarum jika dimasukkan ke dalam lautan.” Hal itu
karena sempurnanya kemurahan dan kedermawanan Allah, keluasan
apa yang dimilikiNya, karena seandainya Dia memberi setiap
manusia permintaan mereka, hal itu tidak mengurangi apa yang
dimilikiNya sedikit pun.
“Kecuali seperti berkurangnya jarum jika dimasukkan ke dalam
lautan.” Ini adalah sebagai penguat tidak berkurangnya kerajaan
Allah. Karena telah dimaklumi bahwa jika jarum dimasukkan ke
dalam lautan, kemudian jarum itu ditarik kembali, maka lautan
itu tidak akan berkurang sedikit pun, karena basah yang menempel
pada jarum tersebut tidaklah teranggap apa-apa.
“Wahai hambaKu, sesungguhnya itu hanyalah amalan kalian. Aku
menghitungnya untuk kalian.” Yakni, Aku persiapkan untuk kalian
dan digariskan bagi setiap orang.
“Kemudian Aku memberikannya secara sempurna kepada kalian, maka
barangsiapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah dia memuji
Allah. Dan barangsiapa yang mendapatkan yang selain dari itu,
maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” Bersama
dengan itu, Allah akan membalas satu kebaikan dengan sepuluh
kali lipatnya, hingga tujuh ratus kali lipat, hingga kelipatan
yang banyak. Sedangkan Dia membalas satu kejelekan dengan yang
semisalnya, atau Dia akan mengampuni dan memaafkan dosa-dosa
selian syirik. Wallahu a’lam. Hadits ini adalah hadits yang
begitu agung, yakni hadits Abu Dzar Al Ghifari yang diriwayatkan
dari Rasulullah dari Rabbnya, bahwa Allah subhanahu wata’ala
berfirman, “Sesungguhnya Aku telah haramkan kezhaliman atas
diriku.” Syaikhul Islam rahimahullah telah menjelaskan hadits
ini dalam sebuah tulisan yang bagus. (Saya mengatakan
[pentakhrij]: dan syarah tersebut berada di dalam Al Fatawa Al
Kubra). Hadits ini pun telah disyarah oleh Ibnu Rajab
rahimahullah dalam syarah hadits Arba’in An Nawawi.
Faedah yang dapat dipetik dari hadits ini:
- Riwayat yang telah dinukil Nabi dari RabbNya. Itulah yang
dinamakan oleh para ulama dengan hadits qudsi.
- [size=10pt]Allah telah mengharamkan kezhaliman atas diriNya,
itu karena kesempurnaan keadilanNya, padahal Dia Maha Kuasa
untuk berbuat zhalim, Maha Kuasa untuk mengurangi
kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan orang-orang yang berbuat
baik, dan Maha Kuasa pula untuk menambah kesalahan yang
dilakukan oleh orang-orang yang berbuat maksiat lebih dari kadar
yang dilakukan oleh mereka. Akan tetapi, karena kesempurnaan
keadilanNya, Dia haramkan hal itu atas diriNya.
- [size=10pt]Kezhaliman –di antara kita- diharamkan. Rasulullah
telah menjelaskan, bahwa kezhaliman itu bisa terjadi dalam hal
darah, harta, dan kehormatan. Di mana pada hari raya, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya darah-darah
kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan kalian, diharamkan
atas kalian, seperti haramnya hari kalian ini, di bulan kalian
ini, dan di negeri kalian ini.” (Shahih, dikeluarkan oleh Al
Bukhari di dalam [Al Ilmu/67/Fath], Muslim di dalam [Al
Qisamah/1670/Abdul Baqi])
- [size=10pt]Manusia pada dasarnya berada di dalam kesesatan dan
kebodohan, berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala,
[right][size=16pt]وَاللّهُ
أَخْرَجَكُم
مِّن
بُطُونِ
أُمَّهَاتِكُمْ
لاَ
تَعْلَمُونَ
شَيْئًا[/right]
“Dan Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatu pun." (An Nahl: 78)
Dan firmanNya di dalam hadits ini, “Wahai hamba-hambaKu, kalian
semua sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah
petunjuk kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya kepada
kalian.” Pada dasarnya manusia berada di dalam penyimpangan dan
kezhaliman.
- [size=10pt]Wajibnya memohon hidayah kepada Allah, berdasarkan
firman Allah dalam hadits ini, “Mintalah petunjuk kepadaKu,
niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian.”
- [size=10pt]Manusia, bahkan seluruh makhluk kelaparan dan
sangat membutuhkan makanan, kecuali orang-orang yang diberi
makan oleh Allah. Konsekuensi dari faedah ini adalah
sesungguhnya manusia hanya meminta kepada Rabbnya, dan hanya
meminta kepadaNya semata, dan tidak memohon kepada sesama hamba.
Oleh karena itu, Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Mintalah
makan kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian.”
- [size=10pt]Para hamba adalah telanjang, kecuali yang diberi
pakaian oleh Allah, dimudahkan dan digampangkan untuk memperoleh
pakaian itu untuknya. Karena itu, Allah subhanahu wata’ala
berfirman, “Maka mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku akan
memberikannya untuk kalian.” Yakni, mintalah pakaian kepadaKu,
niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian. Allah menyebutkan
telanjang setelah menyebutkan makanan. Hal itu tidak lain karena
makanan adalah pakaian dalam, sedangkan sandang adalah pakaian
untuk yang nampak.
- [size=10pt]Anak keturunan Adam (manusia) banyak berbuat
kesalahan di siang dan di malam hari, akan tetapi segala
kesalahan itu dapat diimbangi dengan ampunan Allah, karena Allah
mengampuni dosa-dosa seluruhnya, sebagaimana firman Allah
subhanahu wata’ala,
[right][size=16pt]قُلْ
يَا
عِبَادِيَ
الَّذِينَ
أَسْرَفُوا
عَلَى
أَنفُسِهِمْ
لَا
تَقْنَطُوا
مِن
رَّحْمَةِ
اللَّهِ
إِنَّ
اللَّهَ
يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ
جَمِيعًا[/right]
“Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap
diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (Az
Zumar: 53)
Konsekuensi dari hal itu, setiap orang (hendaknya) mengetahui
kapasitas dirinya. Setiap kali dia bersalah, maka ia meminta
ampunan kepada Allah.
- [size=10pt]Dosa-dosa bagaimana pun banyaknya, sesungguhnya
Allah akan mengampuninya, jika seseorang memohon ampunan
kepadanya, berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala dalam
hadits qudsi ini, “Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka
minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni kalian.”
Dan firmanNya, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak
akan bisa mendatangkan kemudharatan kepadaKu lalu menimpakannya
kepadaKu, dan kalian takkan bisa memberikan manfaat kepadaKu
lalu kalian memberikannya kepadaKu.” Hal itu karena Allah tidak
butuh kepada semua makhlukNya. Dan di antara nama-namaNya adalah
Al ‘Aziz (Yang Maha Perkasa), dan Dialah Yang Maha Kuat, tidak
mungkin ditimpa kemudharatan. Demikian pula, Dia Maha Kaya lagi
Maha Terpuji. Karenanya, Dia tidak butuh pada upaya seseorang
untuk memberikan manfaat kepadaNya, dan tidak seorang pun yang
mampu mendatangkan kemudharatan kepadaNya, karena kesempurnaan
kekayaanNya.
“Wahai hamba-hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan
generasi akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, mereka
semua berada pada taraf ketakwaan seorang paling tinggi tingkat
ketakwaannya di antara kalian, hal itu takkan menambah
kerajaanKu sedikit pun.” Hal itu karena kesempurnaan
kekayaanNya. Sekalipun seluruh makhluk, baik dari bangsa jin dan
manusia berada pada taraf ketakwaan seorang yang paling tinggi
tingkat ketakwaannya, hal itu sedikit pun tidak akan dapat
menambah kerajaan Allah, karena Allah subhanahu wata’ala tidak
butuh kepada mereka.
“Seandainya generasi pertama kalian dan generasi akhir kalian,
baik dari kalangan bangsa jin dan manusia, mereka semua berada
pada taraf kedurhakaan seorang yang paling tinggi tingkat
kedurhakaannya di antara kalian, hal itu takkan mengurangi
kerajaanKu sedikit pun.” Hal itu karena kesempurnaan
kekayaanNya, maka ketaatan orang yang taat takkan dapat
mendatangkan manfaat kepadaNya dan kemaksiatan orang-orang yang
bermaksiat tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepadaNya.
Maksud dari kedua kalimat ini adalah untuk memberikan dorongan
untuk taat kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan kepadaNya.
“Wahai hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan generasi
akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, semuanya berdiri
di atas tanah yang tinggi, lalu mereka semua meminta kepadaKu,
lalu aku penuhi permintaan mereka, untuk yang demikian itu,
tidaklah mengurangi apa-apa yang Aku miliki, kecuali seperti
berkurangnya jarum jika dimasukkan ke dalam lautan.” Hal itu
karena kesempurnaan kekayaanNya dan keluasanNya. Dari kalimat
ini dapat dipetik faedah bahwa Allah Maha Luas Kekayaan dan
LedermawananNya. Dan firmanNya, “Kecuali seperti berkurangnya
jarum jika dimasukkan ke dalam lautan.” Telah disebutkan di muka
bahwa yang dimaksud dengan itu adalah untuk menegaskan bahwa hal
itu tidaklah mengurangi kekuasaan Allah sedikit pun.
Dan firmanNya, “Wahai hambaKu, sesungguhnya itu hanyalah amalan
kalian.” Dapat diambil faedah dari ucapan ini: anjuran untuk
beramal shaleh hingga manusia mendapatkan kebaikan.
- [size=10pt]Allah subhanahu wata’ala tidak menzhalimi manusia
sedikit pun.
- [size=10pt]Orang yang bermaksiat akan mencela dirinya sendiri,
di waktu yang tidak bermanfaat celaan ketika itu, tidak pula
penyesalan. Berdasarkan firmanNya, “Dan barangsiapa yang
mendapatkan yang selain dari itu, maka janganlah ia mencela
kecuali dirinya sendiri.”
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Pertama: Amal Perbuatan
itu Tergantung Niatnya
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-33/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua: Penjelasan
tentang Islam, Iman, dan Ihsan (1-5) [Updated]
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-imam-an-nawawi-kedua-penjelasan-tentang-islam-iman-dan-/
- Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua: Faedah dari
Bagian Pertama (1)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-32/msg660/#msg660
- Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua: Faedah dari
Bagian Kedua (2)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-31/msg659/#msg659
- Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua: Faedah dari
Bagian Ketiga (3)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-30/msg658/#msg658
- Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua: Faedah dari
Bagian Keempat (4)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-29/msg657/#msg657
- Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua: Faedah dari
Bagian Kelima (5)
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-28/msg656/#msg656
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketiga: Rukun Islam
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-25/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keempat: Amalan
Tergantung dari Akhirnya
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-24/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kelima: Kemungkaran dan
Kebid’ahan
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-23/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keenam: Halal dan Haram
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-22/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketujuh: Agama Adalah
Nasihat
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-21/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedelapan: Kehormatan
Seorang Muslim
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-20/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesembilan: Pembebanan
Syari’at Sesuai dengan Kemampuan
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-19/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesepuluh: Do'a dan
Mengkonsumsi Barang yang Halal
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-18/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesebelas: Hati-hati dan
Meninggalkan Perkara-Perkara yang Meragukan
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-17/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduabelas: Meninggalkan
Apa-apa yang Tidak Berguna
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-16/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketigabelas: Mencintai
Kebaikan bagi Orang Lain
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-15/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keempatbelas: Kapan
Darah Seorang Muslim dihalalkan
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-14/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kelimabelas:
Kedermawanan dan Diam
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-13/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keenambelas: Larangan
dari Marah
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-12/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketujuhbelas: Lemah
Lembut dan Berbuat Baik
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-11/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedelapanbelas: Taqwa
dan Akhlak yang Baik
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-10/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kesembilanbelas:
Pengawasan Allah dan Penjagaannya
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-9/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh: Rasa Malu
dan Keimanan
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-8/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh Satu:
Keimanan dan Istiqamah
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-6/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh Dua: Jalan
Menuju Surga
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-5/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh Tiga:
Sarana-Sarana Kebaikan
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-4/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh Empat:
Haramnya Kezhaliman
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-3/
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Keduapuluh Lima:
Keutamaan Berdzikir
HTML http://iscm.createaforum.com/aqidah/aq-2/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah dari Syarah Arbain An Nawawiyah
oleh Asy Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah,
penerjemah Abu Abdillah Salim, Penerbit Pustaka Ar Rayyan.
Silakan dicopy dengan mencantumkan URL http:
//ulamasunnah.wordpress.com)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1