DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 622--------------------------------------------------
Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 1:56 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Empat Kaidah Agung dalam Memahami Tauhid
November 13, 2009 oleh: Wira Mandiri Bachrun. Disalin kembali
(Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2009/11/13/empat-kaidah-agung-dalam-memahami-tauhid/[size=11pt]
[size=10pt]4 Kaidah Agung Oleh: Asy Syaikh Muhammad ibn Sulaiman
At Tamimi
Bismillahir-rahmanir-rahim
(Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang)
Aku mohon kepada Allah yang Maha Pemurah, Rabb ‘Arsy yang agung,
agar Allah menjadikan engkau sebagai wali-Nya di dunia dan
akhirat, agar Allah menjadikan dirimu senantiasa diberkahi di
mana pun engkau berada, dan semoga Allah menjadikanmu termasuk
hamba-Nya yang jika diberi anugerah bersyukur, jika diberi
cobaan bersabar, dan jika berbuat dosa beristighfar, karena ini
sesungguhnya tiga perkara ini adalah tanda-tanda kebahagiaan.
Ketahuilah –semoga Allah menunjukimu untuk mentaati-Nya-, bahwa
sesungguhnya Al Hanifiyyah, ajaran Nabi Ibrahim 'alaihissalam
adalah engkau mengibadahi Allah dengan mengikhlaskan agama ini
hanya bagi-Nya, sebagaimana firman Allah:
[right]وَمَا
خَلَقْتُ
الْجِنَّ
وَالْإِنسَ
إِلَّا
لِيَعْبُدُونِِ[/right]
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyaat1: 56)
[size=11pt]Dan bila Anda telah mengetahui bahwa Allah
menciptakanmu untuk beribadah kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa
ibadah tidak disebut ibadah kecuali bila disertai dengan tauhid.
Sebagaimana shalat, tidaklah disebut shalat bila tidak disertai
dengan bersuci. Bila ibadah tersebut dimasuki syirik, maka
rusaklah ibadah itu, sebagaimana hadats yang masuk ke dalam
thaharah.
Jika engkau telah mengetahui bahwa syirik jika bercampur dengan
ibadah maka syirik akan merusak ibadah, membatalkan amalan, dan
menyebabkan pelakunya termasuk orang-orang yang kekal di dalam
neraka, maka engkau akan mengetahui bahwa perkara yang penting
bagimu untuk mengetahuinya, semoga Allah meloloskanmu dari
jaring-jaring ini, yaitu syirik kepada Allah, di mana Allah
berfirman tentangnya:
[right][size=16pt][إِنَّ
اللَّهَ
لَا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ
بِهِ
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ
ذَلِكَ
لِمَنْ
يَشَاءُ[/right]
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa
yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisaa’: 48)
[size=11pt]Terbebasnya engkau dari jaring-jaring kesyirikan ini
bisa engkau dapatkan dengan mengenali empat kaidah yang Allah
sebutkan di dalam Al Qur’an.
[size=11pt]🟩 KAIDAH PERTAMA: Hendaknya engkau mengetahui
bahwasanya orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasululllah
shallallahu ‘alaihi wasallam mengakui bahwa Allah ta’ala-lah
Sang Pencipta dan Yang Maha Mengatur, AKAN TETAPI PENGAKUAN
MEREKA INI TIDAKLAH MEMASUKKAN MEREKA KE DALAM ISLAM.
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
[right][size=16pt][قُلْ
مَنْ
يَرْزُقُكُمْ
مِنْ
السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ
أَمَّنْ
يَمْلِكُ
السَّمْعَ
وَالْأَبْصَارَ
وَمَنْ
يُخْرِجُ
الْحَيَّ
مِنْ
الْمَيِّتِ
وَيُخْرِجُ
الْمَيِّتَ
مِنْ
الْحَيِّ
وَمَنْ
يُدَبِّرُ
الْأَمْرَ
فَسَيَقُولُونَ
اللَّهُ
فَقُلْ
أَفَلَا
تَتَّقُونَ[/right]
“Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan
bumi, atau siapa yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan
penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang mati dari yang
hidup, dan siapa yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan
menjawab: ‘Allah’. Maka katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa
(kepada-Nya).” (Yunus: 31)
[size=11pt]🟩 KAIDAH KEDUA: Orang-orang musyrikin
berkata: “Kami tidak berdo’a menghadapkan hati kami kepada
mereka (Nabi, malaikat, orang-orang, dan yang selain itu -pent)
kecuali untuk meminta kedekatan kepada Allah, untuk meminta
syafa’at.
Dalil tentang mendekatkan diri yaitu firman Allah:
[right][size=16pt]وَالَّذِينَ
اتَّخَذُوا
مِنْ
دُونِهِ
أَوْلِيَاءَ
مَا
نَعْبُدُهُمْ
إِلَّا
لِيُقَرِّبُونَا
إِلَى
اللَّهِ
زُلْفَى
إِنَّ
اللَّهَ
يَحْكُمُ
بَيْنَهُمْ
فِي مَا
هُمْ فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ
إِنَّ
اللَّهَ
لَا
يَهْدِي
مَنْ هُوَ
كَاذِبٌ
كَفَّارٌ[/right]
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah
(berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka
mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.
Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa
yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak
menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”
(Az-Zumar: 3)
[size=11pt]Adapun dalil tentang syafa’at yaitu firman Allah:
[right][size=16pt]وَيَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
مَا لَا
يَضُرُّهُمْ
وَلَا
يَنْفَعُهُمْ
وَيَقُولُونَ
هَؤُلَاءِ
شُفَعَاؤُنَا
عِنْدَ
اللَّهِ[/right]
“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat
mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula
kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi
syafa’at kepada kami di sisi Allah.” (Yunus: 18)
[size=11pt]Syafa’at itu ada 2 macam:
- [size=10pt]Syafa’at manfiyah (yang ditolak)
- [size=10pt]Syafa’at mutsbatah (yang diterima)
[size=11pt]Syafa’at manfiyah (yang tertolak) adalah SYAFAAT YANG
DIMINTA DARI SELAIN ALLAH dalam perkara yang tidak dimampui
kecuali hanya oleh Allah. Dalilnya adalah firman Allah:
[right][size=16pt]يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
أَنفِقُوا
مِمَّا
رَزَقْنَاكُمْ
مِنْ
قَبْلِ
أَنْ
يَأْتِيَ
يَوْمٌ لَا
بَيْعٌ
فِيهِ
وَلَا
خُلَّةٌ
وَلَا
شَفَاعَةٌ
وَالْكَافِرُونَ
هُمْ
الظَّالِمُونَ[/right]
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah)
sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan
tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi
syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim."
(Al-Baqarah: 254)
[size=11pt]Syafa’at mutsbatah adalah SYAFA’AT YANG DIMINTA DARI
ALLAH. Pemberi syafa’at adalah orang dimuliakan dengan syafa’at
tersebut, adapun orang yang diberikan syafa’at adalah orang yang
diridhai oleh Allah baik ucapan maupun perbuatannya, serta
setelah diberi izin oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana
yang Allah firmankan;
[right][size=16pt]مَنْ
ذَا
الَّذِي
يَشْفَعُ
عِنْدَهُ
إِلَّا
بِإِذْنِهِ[/right]
“Siapakah yang mampu memberi syafa’at disamping Allah tanpa
izin-Nya?” (Al-Baqarah: 255)
[size=11pt]🟩 KAIDAH KETIGA: Sesungguhnya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus kepada umat manusia yang
berbeda-beda peribadatannya. Di antara mereka ada yang menyembah
malaikat. Di antara mereka ada yang menyembah para nabi dan
orang-orang shalih, di antara mereka ada yang menyembah
pepohonan dan batu-batu, di antara mereka ada yang menyembah
mentari dan rembulan. Mereka ini (apapun yang mereka sembah
selain Allah –pent) diperangi oleh Rasululllah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam tanpa dibeda-bedakan. Dalilnya adalah firman
Allah:
[right][size=16pt]وَقَاتِلُوهُمْ
حَتَّى لَا
تَكُونَ
فِتْنَةٌ
وَيَكُونَ
الدِّينُ
لِلَّهِ[/right]
“Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi kesyirikan, dan
agama ini hanya untuk Allah semuanya.” (Al-Baqarah: 193)
Sedangkan yang menunjukkan mereka beribadah kepada matahari dan
bulan adalah firman Allah:
[right][size=16pt]وَمِنْ
آيَاتِهِ
اللَّيْلُ
َالنَّهَارُ
وَالشَّمْسُ
وَالْقَمَرُ
لا
تَسْجُدُوا
لِلشَّمْسِ
وَلا
لِلْقَمَرِ
وَاسْجُدُوا
لِلَّهِ
الَّذِي
خَلَقَهُنَّ
إِنْ
كُنْتُمْ
إِيَّاهُ
تَعْبُدُونَ[/right]
“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang,
matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan
janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah
Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”
(Fushilat: 37)
[size=11pt]Dalil peribadahan kepada Malaikat:
[right][size=16pt]وَلَا
يَأْمُرَكُمْ
أَنْ
تَتَّخِذُوا
الْمَلَائِكَةَ
وَالنَّبِيِّينَ
أَرْبَابًا[/right]
"Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat
dan para nabi sebagai Rabb." (Al Imran: 80)
[size=11pt]Dalil yang menunjukkan peribadahan kepada para Nabi
adalah:
[right][size=16pt]وَإِذْ
قَالَ
اللَّهُ
يَا عِيسَى
ابْنَ
مَرْيَمَ
أَأَنتَ
قُلْتَ
لِلنَّاسِ
اتَّخِذُونِي
وَأُمِّي
إِلَهَيْنِ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
قَالَ
سُبْحَانَكَ
مَا
يَكُونُ
لِي أَنْ
أَقُولَ
مَا لَيْسَ
لِي
بِحَقٍّ
إِنْ كُنتُ
قُلْتُهُ
فَقَدْ
عَلِمْتَهُ
تَعْلَمُ
مَا فِي
نَفْسِي
وَلَا
أَعْلَمُ
مَا فِي
نَفْسِكَ
إِنَّكَ
أَنْتَ
عَلَّامُ
الْغُيُوبِ[/right]
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam,
adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku
dua sesembahan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau,
tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku
(mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah
Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada
diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”
(Al Ma’idah: 116)
[size=11pt]Dan dalil larangan beribadah kepada orang-orang
shalih adalah:
[right][size=16pt]أُوْلَئِكَ
الَّذِينَ
يَدْعُونَ
يَبْتَغُونَ
إِلَى
رَبِّهِمْ
الْوَسِيلَةَ
أَيُّهُمْ
أَقْرَبُ
وَيَرْجُونَ
رَحْمَتَهُ
وَيَخَافُونَ
عَذَابَهُ[/right]
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan
kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat
(kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan
azab-Nya.” (Al-Ishra: 57)
[size=11pt]Dalil yang menunjukkan peribadatan kepada pohon-pohon
dan bebatuan,
[right][size=16pt]أَفَرَأَيْتُمْ
اللَّاتَ
وَالْعُزَّى*
وَمَنَاةَ
الثَّالِثَةَ
الْأُخْرَى[/right]
"Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al
Laat dan Al Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian
(sebagai anak perempuan Allah)?" (An Najm: 19-20)
[size=11pt]Dan juga hadits Abu Waqid Al Laitsi
radhiyallahu’anhu:
[right][size=16pt]خَرَجْنَا
مَعَ
النَّبِي
-صلى الله
عليه وسلم-
إِلَى
حُنَيْن
وَنَحْنُ
حُدَثَاءُ
عَهْدٍ
بِكُفْرٍ،
وَلِلْمُشْرِكِيْنَ
سِدْرَةٌ
يَعْكِفُوْنَ
عِنْدَهَا
وَيَنَوِّطُوْنَ
بِهَا
أَسْلِحَتَهُمْ
يُقَالُ
لَهَا:
ذَاتُ
أَنْوَاطٍ،
فَمَرَرْنَا
بِسِدْرَةٍ
فَقُلْنَا:
يَا
رَسُوْلَ
اللهِ
إِجْعَلْ
لَنَا
ذَاتَ
أَنْوَاطٍ
كَمَا
لَهُمْ
ذَاتُ
أَنْوَاطٍ[/right]
“Kami keluar bersama Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menuju
Hunain. Waktu itu kami adalah orang-orang yang baru masuk Islam.
Dan orang-orang musyrik mempunyai pohon untuk beri’tikaf dan
menggantungkan senjata. Tempat itu dikenal sebagai Dzaatu
Anwath. Lalu kami melalui sebuah pohon lalu kami mengatakan
kepada beliau: “Wahai Rasulullah, buatlah bagi kami Dzatu Anwath
seperti yang dimiliki oleh orang-orang musyrik."[/i]
[size=11pt]🟩 KAIDAH KEEMPAT: Sesungguhnya kaum musyrik
di zaman kita lebih parah kesyirikannya dibanding musyrikin
terdahulu. Sebabnya, para musyrikin zaman dahulu, mereka berdo’a
secara ikhlas kepada Allah ketika mereka dalam keadaan sempit,
akan tetapi mereka berbuat syirik ketika mereka dalam keadaan
lapang.
Sedangkan orang-orang musyrik zaman sekarang, mereka terus
menerus melakukan perbuatan syirik, baik dalam keadaan sempit
maupun ketika dalam keadaan lapang. Hal ini sebagaimana
diterangkan Allah dalam Al Qur’an:
[right][size=16pt]فَإِذَا
رَكِبُوا
فِي
الْفُلْكِ
دَعَوْا
اللَّهَ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
الدِّينَ
فَلَمَّا
نَجَّاهُمْ
إِلَى
الْبَرِّ
إِذَا هُمْ
يُشْرِكُونَ[/right]
“Maka apabila mereka naik kapal mereka berdo’a kepada Allah
dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya, maka tatkala Allah
menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali)
mempersekutukan (Allah).” (Al-Ankabut: 65-66)
[size=11pt]Tamat, semoga shalawat dan salam tercurah kepada
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada pengikut, serta
para sahabat beliau. [size=9pt]Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1