URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ ANAK MUSLIM
       *****************************************************
       #Post#: 619--------------------------------------------------
       Arahan Seputar Mendidik Anak Perempuan
   DIR By: Host
       Date: August 25, 2024, 1:53 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]&#9701;&#8593;&#10043;'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
       ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Anak Muslim[size=13pt]
       &#9678; [font=arial black]Arahan Seputar Mendidik Anak
       Perempuan[/font]
       Februari 25, 2008 oleh: Wira Mandiri Bachrun.
       Disalin kembali (Abdillah Ahmad) [size=10pt]&#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       &#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/[size=11pt]
       [size=10pt]Oleh: Asy Syaikh Dr. Ali ibn Yahya Al Haddaadiy
       Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu
       tercurahkan kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, juga kepada
       keluarga dan para sahabatnya.
       Amma ba’du:
       Para pembaca sekalian, tidak ada seorang pun dari kalian kecuali
       dia akan dibangkitkan oleh Tuhannya setelah mati. Dan ia akan
       ditanya serta dihisab tentang segala apa yang telah ia kerjakan
       di dunia ini. Dan salah satu hal yang akan ditanyakan kepada
       seorang hamba adalah bagaimana ia memelihara dan mendidik istri
       dan anaknya.
       Berkenaan dengan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
       bersabda: “Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam
       keluarganya dan akan ditanya tentang orang-orang yang
       dipimpinnya. Dan seorang perempuan itu adalah pemimpin di dalam
       rumah suaminya dan akan ditanya tentang orang-orang yang
       dipimpinnya.” (al Hadits)
       Pembicaraan tentang pendidikan itu akan memiliki sedemikian
       banyak cabang. Namun di sini saya hanya akan membatasi diri pada
       hal yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak putri secara
       khusus. Karena pentingnya kedudukan mereka, dan besarnya
       pengaruh mereka dalam moral dan perilaku masyarakat.
       Sesungguhnya kalau seorang putri itu tumbuh besar, ia akan
       menjadi seorang istri, atau ibu atau guru atau peran-peran
       kehidupan lainnya yang akan ia nanti. Maka apabila ia baik, baik
       pula sedemikian banyak hal. Namun kalau ia rusak, rusak pula
       sedemikian banyak hal. Poin inti pembahasan singkat ini adalah
       sebagai berikut:
       Keutamaan anak-anak perempuan dan penghapusan sikap penghinaan
       yang jahiliy
       Kalau kita amati kitab Allah, kita dapati bahwa Allah mencela
       sedemikian keras orang-orang jahiliyah terdahulu. Yaitu ketika
       salah seorang dari mereka diberikan kabar gembira bahwa telah
       lahir untuknya seorang anak perempuan, ia menjadi merasa
       sedemikian tidak suka. Wajahnya menghitam dan hatinya begitu
       memendam amarah. Lalu ia menjadi malu terhadap kaumnya sehingga
       ia menutup diri dari mereka. Kemudian ia mulai membisiki dirinya
       sendiri, apakah akan ia kubur putrinya itu hidup-hidup ataukah
       ia biarkan saja dengan keadaan hina. Allah mencela mereka
       sedemikian keras atas perbuatan tersebut. Dan perasaan-perasaan
       jahiliyyah seperti ini masih saja ada pada hati sebagian
       laki-laki apalagi kalau istrinya telah banyak melahirkan anak
       perempuan, sedangkan seorang istri itu hanyalah seperti hamparan
       tanah yang menumbuhkan benih yang disebarkan oleh penanam.
       Bahkan kadangkala ada yang sampai menceraikan istrinya setelah
       persalinan, kita berlindung kepada Allah dari kebodohan dan
       kepandiran.
       Pada masa jahiliyah dulu, perempuan tidak dianggap apa-apa.
       Sampai-sampai seorang ayah bisa mengubur putrinya hidup-hidup
       sedang ia sendiri memelihara anjingnya dan memberi makan
       ternaknya. Maka Allah menghapuskan cara pandang yang merendahkan
       ini dan meninggikan kedudukan perempuan serta menempatkannya
       pada posisinya yang alami dan sesuai dengan mewajibkan laki-laki
       untuk memenuhi hak-hak perempuan dan mewajibkan perempuan untuk
       menunaikan kewajiban-kewajiban mereka. Oleh karenanya Allah
       mengarahkan perkataan-Nya kepada perempuan sebagaimana Ia
       mengarahkan perkataan-Nya kepada laki-laki, baik untuk
       memberikan perintah atau larangan. Dan Allah mengkhususkan
       perempuan dengan hukum-hukum yang sesuai dengan mereka dan cocok
       dengan fitrah mereka.
       Sesungguhnya melahirkan itu adalah perkara yang telah Allah
       takdirkan. Yaitu perkara yang hanya ada di tangan Allah. Ia
       memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan
       memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Atau
       Ia memberi anak laki-laki dan perempuan sekaligus untuk sebagian
       orang yang lain. Dan Ia menguji sebagian yang lain dengan
       kemandulan. Allah berfirman:
       [right]&#1610;&#1614;&#1607;&#1614;&#1576;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;&#1579;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1607;&#1614;&#1576;&#1615;
       &#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1606;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1584;&#1617;&#1615;&#1603;&#1615;&#1608;&#1585;&#1614;
       . &#1571;&#1614;&#1608;&#1618;
       &#1610;&#1615;&#1586;&#1614;&#1608;&#1617;&#1616;&#1580;&#1615;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1584;&#1615;&#1603;&#1618;&#1585;&#1614;&#1575;&#1606;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;&#1579;&#1611;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1580;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1615;
       &#1605;&#1614;&#1606;
       &#1610;&#1614;&#1588;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615;
       &#1593;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1605;&#1611;&#1575;[/right]
       "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan
       apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan
       kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki
       kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua
       jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang
       dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia
       kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."
       (QS. 42: 49-50)
       Perhatikanlah bagaimana Allah mendahulukan penyebutan anak-anak
       perempuan dan mengakhirkan penyebutan anak-anak lelaki, sebagai
       sanggahan atas mereka yang menghinakan kedudukan anak-anak
       perempuan dan memandang rendah derajat mereka serta tidak
       menganggap mereka apa-apa.
       Oleh karena itu bersikap ridholah dengan apa yang telah Allah
       bagikan untukmu. Karena sesungguhnya engkau tidak tahu di mana
       kebaikan itu?! Berapa banyak para ayah yang sedemikian senang
       saat diberikan kabar gembira dengan datangnya seorang anak
       laki-laki, tapi kemudian anaknya itu menjadi musibah besar
       baginya dan menjadi sebab kesulitan hidup dan panjangnya rasa
       duka dan sedihnya. Dan berapa banyak para ayah yang kecewa saat
       diberikan kabar gembira tentang kedatangan seorang anak
       perempuan, sedang ia menanti-nanti anak laki-laki, namun
       kemudian anak perempuannya itu menjadi anak yang mengurusnya
       dengan tangan yang penuh kelembutan dan hati yang penuh kasih
       sayang serta menjadi orang yang menolongnya di masa-masa sulit.
       Dari sini kita bisa mengetahui bahwa hakikat penyejuk mata
       bukanlah pada keadaan anak yang dilahirkan itu adalah laki-laki
       atau perempuan. Akan tetapi penyejuk mata sesungguhnya adalah
       apabila anak tersebut menjadi keturunan yang sholih dan baik,
       baik itu laki-laki ataupun perempuan.
       Allah berfirman ketika menyifati para ‘ibaadurrahman
       (hamba-hamba Allah Yang Maha Rahman):
       [right][size=18pt]&#1607;&#1614;&#1576;&#1618;
       &#1604;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1586;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1584;&#1615;&#1585;&#1617;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1602;&#1615;&#1585;&#1617;&#1614;&#1577;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1593;&#1618;&#1610;&#1615;&#1606;&#1613;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1580;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1604;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1578;&#1617;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1611;&#1575;[/right]
       “...anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan
       kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam
       bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. 25: 74)
       Berbuat baik kepada anak-anak perempuan, bentuk dan caranya
       Saudaraku sesama muslim,
       Kalau Allah mengaruniakanmu seorang anak perempuan, maka
       baik-baiklah dalam mendidiknya, menafkahinya dan
       memperlakukannya dengan mengharap balasan dari Allah untuk itu
       semua. Tidakkah engkau tahu ganjaran apa yang akan engkau
       dapatkan dari Allah kalau engkau melakukan semua itu? Kalau
       engkau lakukan semua itu, maka engkau akan bersama Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam di akhirat.
       Di dalam hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
       bersabda: “Barangsiapa yang menafkahi dua orang anak perempuan
       sampai keduanya baligh, ia akan datang pada hari kiamat, dengan
       keadaan aku dan dia (lalu beliau menghimpun jari jemari
       beliau)." [size=10pt](Diriwayatkan oleh Muslim)
       Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
       “Barangsiapa yang diberikan ujian dengan sesuatu melalui
       anak-anak perempuan ini, lalu ia memperlakukan mereka dengan
       baik, maka mereka akan menjadi penghalang untuknya dari api
       neraka”. Muttafaqun ‘alayhi.
       Dan perlakuan baik kepada mereka itu dengan banyak hal. Di
       antaranya:
       - Baik dalam memilih ibu untuk mereka. Ini adalah bentuk pertama
       perlakuan baik terhadap anak-anak. Karena baiknya itu merupakan
       salah satu sebab baiknya anak-anak -insya Allah. Berapa banyak
       anak-anak yang Allah jaga dengan kebaikan orangtua mereka.
       - [size=10pt]Baik dalam memilihkan nama untuk mereka. Karena
       nama itu mempunyai pengaruh terhadap penyandangnya. Dan nama itu
       bermacam-macam. Ada yang mustahab, ada yang boleh, ada yang
       makruh dan ada yang diharamkan. Kebanyakan orang sekarang, hanya
       mau mencari nama yang baru (tidak umum -pent) tanpa melihat
       kandungan makna dan hukumnya.
       Berapa banyak anak perempuan yang menyandang nama yang bermakna
       buruk?! Berapa banyak anak perempuan yang menyandang nama ‘ajam
       (non-arab) padahal dia keturunan orang arab dan hidup di
       lingkungan arab!?
       - [size=10pt]Mencukupi kebutuhan tubuhnya: makanan, pakaian dan
       obat. Mencari usaha untuk tujuan ini adalah salah satu sebab
       masuk surga. Pernah ada seorang perempuan yang masuk menemui
       'Aisyah radhiyallahu 'anha bersama dua putrinya. Perempuan itu
       fakir dan sudah tak bersuami. Aisyah berkata: “Ia meminta
       makanan kepadaku. Maka yang ada padaku hanyalah sebutir kurma.
       Ia pun mengambilnya dan membaginya untuk dua putrinya sedang ia
       tidak makan apa-apa. Kemudian ia berdiri dan keluar bersama dua
       putrinya. Datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
       aku ceritakan kepada beliau kejadian tersebut. Beliau berkata:
       “Sesungguhnya Allah telah memastikan untuknya surga dengan
       perbuatannya itu, dan membebaskannya dari api neraka”.
       Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
       - [size=10pt]Memuliakan mereka, bersikap lembut dan sayang
       kepada mereka.
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, kalau Fatimah masuk
       menemui beliau, beliau berkata: “Selamat datang putriku”. Suatu
       hari beliau sholat bersama orang banyak sambil menggendong
       Umamah cucu beliau dari Zainab. Maka kalau beliau ruku’, Umamah
       diletakkan. Dan kalau beliau bangun, Umamah digendong.
       Seolah-olah tidak ada satupun orang yang akan mengurus Zainab,
       sehingga beliau khawatir terhadapnya. Atau hal itu beliau
       lakukan untuk mengajarkan orang banyak agar mereka mengikut
       petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk orang yang
       paling sayang dengan anak-anak secara umum, baik mereka itu
       laki-laki ataupun perempuan. Beliau mencium mereka, mengusap
       kepala mereka, mendoakan mereka dan bermain-main dengan mereka.
       Hal-hal seperti ini sangat baik sekali.
       Ketika seorang anak perempuan semakin besar, ia semakin
       membutuhkan perasaan dihargai dan dihormati. Kalau kebutuhan ini
       tercukupi dan di rumah orang tuanya ia merasa mempunyai nilai
       dan kedudukan, maka itu adalah sebab utama kestabilan dan
       ketenangan jiwanya dan kebaikan keadaannya.
       Akan tetapi kalau ia mendapatkan hinaan dan ketidakpedulian, dan
       ia hanya diperlakukan dengan bahasa perintah dan larangan serta
       suruhan melayani, itu akan membuatnya menaruh kebencian terhadap
       rumah dan keluarganya. Bisa saja kemudian syetan membisikinya
       sehingga kemudian ia mencari kelembutan dan kasih sayang yang
       tidak ia dapatkan dengan menempuh cara-cara haram. Dan itu
       menyebabkannya jatuh ke jurang yang dalam dan hanya Allah yang
       Maha Tahu di mana dasarnya.
       - [size=10pt]Bersikap adil terhadapnya dan saudara-saudaranya
       yang laki-laki ataupun yang perempuan. Karena perasaan dizolimi
       yang ia alami dan sikap lebih banyak berpihak kepada selain
       dirinya daripada kepada dirinya, menanamkan rasa benci di dalam
       dirinya terhadap orangtua, dan rasa dengki kepada saudara atau
       saudari yang dilebihkan. Maka bertakwalah kepada Allah dan
       bersikap adillah kepada anak-anak kalian. Baik dalam nafkah,
       yaitu dengan memberi masing-masing sesuai kebutuhannya. Atau
       dalam hibah, yaitu dengan memberi anak laki-laki sebesar dua
       jatah anak perempuan. Dan kalau dipukul rata di antara mereka
       dalam jatah hibah tersebut, maka itu juga baik.
       - [size=10pt]Mendidiknya dengan pendidikan islami dan
       mengawasinya sejak usia awal. Mendidiknya dengan adab-adab
       memohon izin, adab-adab makan dan minum, adab-adab berpakaian,
       menuntunnya mengucapkan beberapa ayat Al Quran yang mudah dan
       beberapa dzikir yang masyru’, mengajarinya berwudhu dan sholat
       serta memerintahkannya untuk melaksanakan sholat pada usia tujuh
       tahun dan mengharuskannya kalau sudah berusia sepuluh tahun.
       Kalau ia tumbuh di atas kebaikan, maka ia akan terbiasa dengan
       kebaikan itu dan mencintainya. Ia pun akan mudah beriltizam dan
       teguh dengan kebaikan tersebut.
       - [size=10pt]Mengajari dan melatihnya dengan hal-hal yang akan
       ia butuhkan setelah berumah tangga. Seperti adab-adab
       memperlakukan suami, mengurusi rumah mulai dari memasak,
       bersih-bersih dan sebagainya. Ada beberapa kekeluarga yang
       menyepelekan hal ini. Sehingga ketika gadis itu pindah ke rumah
       suaminya, ternyata ia tidak bisa memasak, tidak bisa mengurus
       suami dan sebagainya. Dan bisa jadi suaminya itu bukan orang
       yang penyabar dan cepat marah, maka muncullah problem-problem
       dalam waktu yang masih sangat dini. Dan bisa juga itu berakhir
       dengan perceraian.
       - [size=10pt]Segera menikahkannya kalau dia telah sudah cukup
       dewasa dan ada seorang laki-laki yang baik agamanya, amanahnya
       dan akhlaknya, yang datang untuk melamar sedang gadis itu juga
       menyukainya. Sesungguhnya ini adalah perlakuan baik yang paling
       besar. Karena terlambatmenikahnya seorang gadis adalah salah
       satu sebab utama penyimpangan dari jalan yang lurus. Lebih-lebih
       di zaman sekarang ini.
       Dan urusan pernikahan gadis tersebut hendaknya dipermudah oleh
       walinya, seperti maskawin dan keperluan-keperluan lain. Semua
       itu termasuk hal-hal yang memotivasi para lelaki yang akan
       datang melamarnya dan melamar saudari-saudarinya setelahnya. Dan
       hendaknya setiap keluarga berhati-hati dalam mengakhirkan
       pernikahan putri mereka dengan alasan menyelesaikan studi atau
       dengan alasan bahwa putri mereka masih kecil dan alasan-alasan
       lain yang lemah karena itu adalah perkara yang hanya akan
       memberi akibat buruk dalam masyarakat.
       - [size=10pt]Secara rutin mengunjunginya setelah menikah,
       menengok kebutuhan-kebutuhannya dan mengatasi
       kesulitan-kesulitan yang ia hadapi serta menyertainya dalam suka
       dan duka. Dan setiap keluarga, terutama ibu, hendaknya
       berjaga-jaga untuk tidak langsung mencampuri kehidupan putrinya.
       Karena kalau ia sering mencampuri urusannya, hal itu bisa
       menghancurkan kehidupan rumah tangga putrinya sendiri.
       [size=11pt]Cara-cara pencegahan hal-hal berbahaya di zaman ini:
       Bukanlah suatu hal yang samar untukmu, wahai saudaraku sesama
       muslim, bahwa kita hidup di zaman yang begitu banyak fitnahnya.
       Dan di dalamnya tersedia berbagai macam jalan kerusakan dan
       kesesatan yang belum pernah ada di masa-masa yang lalu. Hal ini
       semakin mempertegas betapa besarnya tanggung jawabmu, dan
       mengharuskan peningkatan upaya dalam mendidik, membimbing dan
       mengarahkan serta menempuh sebab-sebab keselamatan. Di antara
       cara pencegahannya secara ringkas adalah:
       - [size=10pt]Keistiqomahan dan kesalehan ayah dan ibu. Karena
       kesalehan orangtua termasuk salah satu sebab agar Allah menjaga
       keturunan mereka. Sebagaimana yang Ia firmankan dalam surat Al
       Kahfi dalam kisah Musa dan Khidir:
       [right][size=16pt]&#1581;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1609;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1578;&#1614;&#1610;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1604;&#1614;
       &#1602;&#1614;&#1585;&#1618;&#1610;&#1614;&#1577;&#1613;
       &#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1591;&#1618;&#1593;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1604;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1571;&#1614;&#1576;&#1614;&#1608;&#1618;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1606;
       &#1610;&#1615;&#1590;&#1614;&#1610;&#1617;&#1616;&#1601;&#1615;&#1608;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1583;&#1614;&#1575;
       &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1614;&#1575;
       &#1580;&#1616;&#1583;&#1614;&#1575;&#1585;&#1611;&#1575;
       &#1610;&#1615;&#1585;&#1616;&#1610;&#1583;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1606;&#1602;&#1614;&#1590;&#1617;&#1614;
       &#1601;&#1614;&#1571;&#1614;&#1602;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1604;&#1614;&#1608;&#1618;
       &#1588;&#1616;&#1574;&#1618;&#1578;&#1614;
       &#1604;&#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1618;&#1578;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;
       &#1571;&#1614;&#1580;&#1618;&#1585;&#1611;&#1575;[/right]
       “..hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri,
       mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk
       negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya
       mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh,
       maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu
       mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.” (QS. 18: 77)
       Setelah itu Khidir berkata menjelaskan sebab mengapa ia
       memperbaiki dinding itu tanpa mengambil upah:
       [right][size=16pt]&#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1616;&#1583;&#1614;&#1575;&#1585;&#1615;
       &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;
       &#1604;&#1616;&#1594;&#1615;&#1604;&#1575;&#1605;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616;
       &#1610;&#1614;&#1578;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616;
       &#1601;&#1616;&#1610;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;&#1577;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1581;&#1618;&#1578;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1603;&#1614;&#1606;&#1586;&#1612;
       &#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1576;&#1615;&#1608;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1589;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1611;&#1575;
       &#1601;&#1614;&#1571;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;&#1583;&#1614;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;&#1603;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1606;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1576;&#1618;&#1604;&#1615;&#1594;&#1614;&#1575;
       &#1571;&#1614;&#1588;&#1615;&#1583;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1582;&#1618;&#1585;&#1616;&#1580;&#1614;&#1575;
       &#1603;&#1614;&#1606;&#1586;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575;
       &#1585;&#1614;&#1581;&#1618;&#1605;&#1614;&#1577;&#1611;
       &#1605;&#1617;&#1616;&#1606;
       &#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;&#1603;&#1614;[/right]
       “Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di
       kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka
       berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu
       menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan
       mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu;..”
       (QS. 18: 82)
       Maka Allah menjaga dua anak itu dengan kesalehan orangtua
       mereka.
       - [size=10pt]Memperhatikan perkara do’a. Karena do’a itu
       mempunyai pengaruh yang besar. Rintihan dan permohonan kedua
       orangtua kepada Allah agar Ia memperbaiki keadaan anak-anak
       mereka termasuk salah sebab dan merupakan pintu kebaikan. Dan
       sebuah khobar yang cukup baik berkaitan dengan hal ini adalah
       riwayat bahwa Fudhoil Bin ‘Iyadh -imam masjidil harom di
       zamannya- berkata: “Ya Allah sesungguhnya aku telah
       bersungguh-sungguh untuk mendidik putraku Ali, namun aku tak
       dapat mendidiknya, maka didiklah ia oleh-Mu untukku”. Maka
       berubahlah keadaan putranya sehingga menjadi salah satu orang
       saleh terbesar di zamannya dan ia mati pada waktu sholat fajr
       ketika imam membaca firman Allah:
       [right][size=16pt]&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618;
       &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1609;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1584;&#1618;
       &#1608;&#1615;&#1602;&#1616;&#1601;&#1615;&#1608;&#1575;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;
       &#1601;&#1614;&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;&#1608;&#1575;&#1618;
       &#1610;&#1614;&#1575;
       &#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1578;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;
       &#1606;&#1615;&#1585;&#1614;&#1583;&#1617;&#1615;[/right]
       “Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke
       neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke
       dunia)..” (QS. 6: 27) [size=10pt][Lihat: Siyaru a’laamin
       nubalaa` (8/390)]
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajari kita
       untuk berlindung kepada Allah dari segala fitnah. Dan demikian
       juga hendaknya anak-anak itu diajari do’a-do’a dan mereka
       dituntun untuk mengucapkan do’a yang semoga Allah memberikan
       manfaat untuk mereka dengan do’a tersebut. Dan ketika Yusuf
       ‘alayhissalam diuji dengan fitnah wanita, ia berkata:
       [right]&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1616;&#1580;&#1618;&#1606;&#1615;
       &#1571;&#1614;&#1581;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1610;&#1617;&#1614;
       &#1605;&#1616;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575;
       &#1610;&#1614;&#1583;&#1618;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;&#1606;&#1616;&#1610;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;
       &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1604;&#1575;&#1617;&#1614;
       &#1578;&#1614;&#1589;&#1618;&#1585;&#1616;&#1601;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1617;&#1616;&#1610;
       &#1603;&#1614;&#1610;&#1618;&#1583;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1571;&#1614;&#1589;&#1618;&#1576;&#1615;
       &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1603;&#1615;&#1606;
       &#1605;&#1617;&#1616;&#1606;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1575;&#1607;&#1616;&#1604;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;
       .
       &#1601;&#1614;&#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1580;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;
       &#1604;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;&#1607;&#1615;
       &#1601;&#1614;&#1589;&#1614;&#1585;&#1614;&#1601;&#1614;
       &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;
       &#1603;&#1614;&#1610;&#1618;&#1583;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615;
       &#1607;&#1615;&#1608;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1593;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1605;&#1615;[/right]
       Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada
       memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan
       dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk
       (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk
       orang-orang yang bodoh.” Maka Tuhannya memperkenankan do’a Yusuf
       dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya
       Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 12:
       33-34)
       Dan Allah menjelaskan bahwa sebab diperkenankan-Nya do’a Yusuf
       adalah karena Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sehingga
       orang yang beriman mengetahui bahwa kalau ia berdo’a kepada
       Allah dengan sungguh-sungguh, maka sesungguhnya Allah itu Maha
       Dekat dan Maha mengabulkan.
       - [size=10pt]Terus menerus memberikan anak putri tersebut arahan
       dan peringatan dengan cara yang sesuai, secara langsung atau
       dengan sindiran sesuai yang dibutuhkan oleh keadaan. Karena hati
       itu seringkali lalai dan sadarnya adalah dengan nasehat dan
       peringatan, dan peringatan itu akan bermanfaat bagi orang-orang
       yang beriman.
       - [size=10pt]Mengarahkannya untuk baik-baik memilih sahabat.
       Karena persahabatan itu memiliki pengaruh yang besar dalam
       perilaku, pemikiran dan sebagainya. Dan dalam hadis: “Seseorang
       itu sesuai dengan akhlak kholil-nya (sahabat karib yang
       dicintainya -pent). Maka hendaknya masing-masing kalian
       memperhatikan siapa orang yang ia jadikan sebagai kholil-nya”.
       - [size=10pt]Menjauhkan rumah dari sarana-sarana yang merusak
       dan menghancurkan. Sesungguhnya sekian banyak saluran-saluran
       televisi dan sekian banyak situs-situs internet itu lebih banyak
       menghancurkan daripada membangun, dan lebih banyak membahayakan
       daripada memberi manfaat serta lebih banyak merusak daripada
       memperbaiki. Berapa banyak sudah kehormatan yang terenggut
       karenanya, dan berapa banyak sudah kemuliaan yang ternodai
       karenanya, maka keselamatan itu akan diperoleh dengan menjauhkan
       diri dari sarana-sarana kerusakan itu. Dan keselamatan itu tidak
       dapat dihargai seberapapun. Kalau sarana-sarana ini ada di dalam
       rumah, maka hendaknya kepala keluarga tersebut memperhatikan
       jangan sampai sarana-sarana tersebut sedemikian terbuka lebar
       untuk keluarganya, sehingga mereka bisa mengikuti acara apapun
       saja yang mereka mau, dan berhubungan dengan suatu jaringan
       kapanpun mereka mau. Karena dengan begitu mereka akan
       membahayakan diri mereka sendiri dengan suatu bahaya besar.
       Demikian juga dengan alat-alat komunikasi, handphone, yang kini
       tidak sekedar sarana komunikasi semata akan tetapi sudah jauh
       lebih dari itu. Karena satu perangkat saja sudah memiliki
       perekam suara, alat foto, penayang film. Dan betapa sering ia
       digunakan untuk menyebarkan kekejian.
       - [size=10pt]Menunaikan kewajiban memberi perhatian.
       Kesungguh-sungguhan orang tua dalam memperhatikan putri mereka,
       dan pengawasan mereka yang terus menerus terhadapnya merupakan
       salah satu sebab senantiasa baiknya keadaan putri mereka itu.
       Sebagaimana kelengahan dan kendurnya pengawasan merupakan salah
       satu sebab ketergelinciran. Maka tunaikanlah kewajibanmu dengan
       sungguh-sungguh, jangan izinkan keluargamu ber-tabarruj dan
       ber-sufur serta ber-ikhtilat dengan lelaki yang bukan mahrom,
       juga bepergian tanpa mahrom. Para wanita itu hanya akan berani
       melakukan semua itu kalau mereka melihat wali mereka tidak
       peduli dan menyepelekan.
       - [size=10pt]Dan berhati-hatilah dari renggangnya tali ikatan
       kekeluargaan. Sekian banyak keluarga mengeluhkan lemahnya ikatan
       di antara anggota suatu keluarga. Masing-masing mereka sibuk
       dengan dirinya sendiri. Sang ayah di sini dan sang ibu di sana
       dan anak-anak ada di alam khusus mereka sendiri-sendiri. Sudah
       pasti, kekosongan ini akan melahirkan problem-problem besar akan
       tetapi ia tumbuh sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu
       hingga tiba hitungan nol dan terjadilah ledakan dan tersadarlah
       keluarga itu akan tetapi setelah lewat waktunya.
       - [size=10pt]Jangan engkau mengira, wahai saudaraku sesama
       muslim, bahwa bahaya yang mengancam para wanita hanya berupa
       bahaya penyimpangan moral dengan terjatuh pada kekejian-kekejian
       atau obat-obatan terlarang dan semisalnya. Akan tetapi ia juga
       terancam dengan bahaya yang lain, yaitu bahaya pemikiran. Para
       wanita itu terancam jeratan firqoh-firqoh yang hancur yang
       dikhabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
       yang mencapai jumlah 73 firqoh. Berapa banyak wanita sekarang
       yang menganut paham Khowarij dan berpengaruh pada suami, anak
       dan murid mereka?! Berapa banyak wanita yang menyandang akidah
       sufi, mendirikan majelis dan perayaan sufi yang tidak pernah
       Allah turunkan dalil tentangnya!? Dan berbagai bentuk
       pelanggaran sunnah lainnya.
       Hal ini mengharuskan para kepala keluarga untuk berhati-hati dan
       mawas diri dengan memperhatikan sumber-sumber makanan pemikiran
       yang mengisi qalbu dan hati keluarganya.
       [size=11pt]Demikianlah dan aku memohon hidayah dan kebaikan
       serta keistiqomahan kepada Allah untuk seluruh kaum muslimin dan
       muslimat, sebagaimana aku memohon kepada Allah agar Ia
       memberikan tawfiq kepada para wanita muslimah untuk berkomitmen
       dengan agama mereka dan berdiri kokoh di atas manhaj yang benar.
       Dan agar Ia melindunginya dari segala fitnah yang menyesatkan,
       yang zahir maupun yang batin. Wal hamdu lillaahi rabbil
       ‘aalamiin.
       [size=9pt]&#42880;[size=8pt]3
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
       />&#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       Diterjemahkan oleh tim redaksi akhwat.web.id dari tautan:
  HTML http://sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=844
       Sumber:
  HTML http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/arahan-seputar-mendidik-anak-perempuan/
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
       (
  HTML https://bit.ly/forumiscm).
       Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari C&#8593;iscm Muslim
       Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1