DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ANAK MUSLIM
*****************************************************
#Post#: 619--------------------------------------------------
Arahan Seputar Mendidik Anak Perempuan
DIR By: Host
Date: August 25, 2024, 1:53 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Anak Muslim[size=13pt]
◎ [font=arial black]Arahan Seputar Mendidik Anak
Perempuan[/font]
Februari 25, 2008 oleh: Wira Mandiri Bachrun.
Disalin kembali (Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/[size=11pt]
[size=10pt]Oleh: Asy Syaikh Dr. Ali ibn Yahya Al Haddaadiy
Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu
tercurahkan kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, juga kepada
keluarga dan para sahabatnya.
Amma ba’du:
Para pembaca sekalian, tidak ada seorang pun dari kalian kecuali
dia akan dibangkitkan oleh Tuhannya setelah mati. Dan ia akan
ditanya serta dihisab tentang segala apa yang telah ia kerjakan
di dunia ini. Dan salah satu hal yang akan ditanyakan kepada
seorang hamba adalah bagaimana ia memelihara dan mendidik istri
dan anaknya.
Berkenaan dengan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam
keluarganya dan akan ditanya tentang orang-orang yang
dipimpinnya. Dan seorang perempuan itu adalah pemimpin di dalam
rumah suaminya dan akan ditanya tentang orang-orang yang
dipimpinnya.” (al Hadits)
Pembicaraan tentang pendidikan itu akan memiliki sedemikian
banyak cabang. Namun di sini saya hanya akan membatasi diri pada
hal yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak putri secara
khusus. Karena pentingnya kedudukan mereka, dan besarnya
pengaruh mereka dalam moral dan perilaku masyarakat.
Sesungguhnya kalau seorang putri itu tumbuh besar, ia akan
menjadi seorang istri, atau ibu atau guru atau peran-peran
kehidupan lainnya yang akan ia nanti. Maka apabila ia baik, baik
pula sedemikian banyak hal. Namun kalau ia rusak, rusak pula
sedemikian banyak hal. Poin inti pembahasan singkat ini adalah
sebagai berikut:
Keutamaan anak-anak perempuan dan penghapusan sikap penghinaan
yang jahiliy
Kalau kita amati kitab Allah, kita dapati bahwa Allah mencela
sedemikian keras orang-orang jahiliyah terdahulu. Yaitu ketika
salah seorang dari mereka diberikan kabar gembira bahwa telah
lahir untuknya seorang anak perempuan, ia menjadi merasa
sedemikian tidak suka. Wajahnya menghitam dan hatinya begitu
memendam amarah. Lalu ia menjadi malu terhadap kaumnya sehingga
ia menutup diri dari mereka. Kemudian ia mulai membisiki dirinya
sendiri, apakah akan ia kubur putrinya itu hidup-hidup ataukah
ia biarkan saja dengan keadaan hina. Allah mencela mereka
sedemikian keras atas perbuatan tersebut. Dan perasaan-perasaan
jahiliyyah seperti ini masih saja ada pada hati sebagian
laki-laki apalagi kalau istrinya telah banyak melahirkan anak
perempuan, sedangkan seorang istri itu hanyalah seperti hamparan
tanah yang menumbuhkan benih yang disebarkan oleh penanam.
Bahkan kadangkala ada yang sampai menceraikan istrinya setelah
persalinan, kita berlindung kepada Allah dari kebodohan dan
kepandiran.
Pada masa jahiliyah dulu, perempuan tidak dianggap apa-apa.
Sampai-sampai seorang ayah bisa mengubur putrinya hidup-hidup
sedang ia sendiri memelihara anjingnya dan memberi makan
ternaknya. Maka Allah menghapuskan cara pandang yang merendahkan
ini dan meninggikan kedudukan perempuan serta menempatkannya
pada posisinya yang alami dan sesuai dengan mewajibkan laki-laki
untuk memenuhi hak-hak perempuan dan mewajibkan perempuan untuk
menunaikan kewajiban-kewajiban mereka. Oleh karenanya Allah
mengarahkan perkataan-Nya kepada perempuan sebagaimana Ia
mengarahkan perkataan-Nya kepada laki-laki, baik untuk
memberikan perintah atau larangan. Dan Allah mengkhususkan
perempuan dengan hukum-hukum yang sesuai dengan mereka dan cocok
dengan fitrah mereka.
Sesungguhnya melahirkan itu adalah perkara yang telah Allah
takdirkan. Yaitu perkara yang hanya ada di tangan Allah. Ia
memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan
memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Atau
Ia memberi anak laki-laki dan perempuan sekaligus untuk sebagian
orang yang lain. Dan Ia menguji sebagian yang lain dengan
kemandulan. Allah berfirman:
[right]يَهَبُ
لِمَنْ
يَشَاءُ
إِنَاثًا
وَيَهَبُ
لِمَن
يَشَاءُ
الذُّكُورَ
. أَوْ
يُزَوِّجُهُمْ
ذُكْرَانًا
وَإِنَاثًا
وَيَجْعَلُ
مَن
يَشَاءُ
عَقِيمًا[/right]
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan
apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan
kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki
kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua
jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang
dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia
kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."
(QS. 42: 49-50)
Perhatikanlah bagaimana Allah mendahulukan penyebutan anak-anak
perempuan dan mengakhirkan penyebutan anak-anak lelaki, sebagai
sanggahan atas mereka yang menghinakan kedudukan anak-anak
perempuan dan memandang rendah derajat mereka serta tidak
menganggap mereka apa-apa.
Oleh karena itu bersikap ridholah dengan apa yang telah Allah
bagikan untukmu. Karena sesungguhnya engkau tidak tahu di mana
kebaikan itu?! Berapa banyak para ayah yang sedemikian senang
saat diberikan kabar gembira dengan datangnya seorang anak
laki-laki, tapi kemudian anaknya itu menjadi musibah besar
baginya dan menjadi sebab kesulitan hidup dan panjangnya rasa
duka dan sedihnya. Dan berapa banyak para ayah yang kecewa saat
diberikan kabar gembira tentang kedatangan seorang anak
perempuan, sedang ia menanti-nanti anak laki-laki, namun
kemudian anak perempuannya itu menjadi anak yang mengurusnya
dengan tangan yang penuh kelembutan dan hati yang penuh kasih
sayang serta menjadi orang yang menolongnya di masa-masa sulit.
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa hakikat penyejuk mata
bukanlah pada keadaan anak yang dilahirkan itu adalah laki-laki
atau perempuan. Akan tetapi penyejuk mata sesungguhnya adalah
apabila anak tersebut menjadi keturunan yang sholih dan baik,
baik itu laki-laki ataupun perempuan.
Allah berfirman ketika menyifati para ‘ibaadurrahman
(hamba-hamba Allah Yang Maha Rahman):
[right][size=18pt]هَبْ
لَنَا مِنْ
أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ
أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا[/right]
“...anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan
kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam
bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. 25: 74)
Berbuat baik kepada anak-anak perempuan, bentuk dan caranya
Saudaraku sesama muslim,
Kalau Allah mengaruniakanmu seorang anak perempuan, maka
baik-baiklah dalam mendidiknya, menafkahinya dan
memperlakukannya dengan mengharap balasan dari Allah untuk itu
semua. Tidakkah engkau tahu ganjaran apa yang akan engkau
dapatkan dari Allah kalau engkau melakukan semua itu? Kalau
engkau lakukan semua itu, maka engkau akan bersama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam di akhirat.
Di dalam hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Barangsiapa yang menafkahi dua orang anak perempuan
sampai keduanya baligh, ia akan datang pada hari kiamat, dengan
keadaan aku dan dia (lalu beliau menghimpun jari jemari
beliau)." [size=10pt](Diriwayatkan oleh Muslim)
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang diberikan ujian dengan sesuatu melalui
anak-anak perempuan ini, lalu ia memperlakukan mereka dengan
baik, maka mereka akan menjadi penghalang untuknya dari api
neraka”. Muttafaqun ‘alayhi.
Dan perlakuan baik kepada mereka itu dengan banyak hal. Di
antaranya:
- Baik dalam memilih ibu untuk mereka. Ini adalah bentuk pertama
perlakuan baik terhadap anak-anak. Karena baiknya itu merupakan
salah satu sebab baiknya anak-anak -insya Allah. Berapa banyak
anak-anak yang Allah jaga dengan kebaikan orangtua mereka.
- [size=10pt]Baik dalam memilihkan nama untuk mereka. Karena
nama itu mempunyai pengaruh terhadap penyandangnya. Dan nama itu
bermacam-macam. Ada yang mustahab, ada yang boleh, ada yang
makruh dan ada yang diharamkan. Kebanyakan orang sekarang, hanya
mau mencari nama yang baru (tidak umum -pent) tanpa melihat
kandungan makna dan hukumnya.
Berapa banyak anak perempuan yang menyandang nama yang bermakna
buruk?! Berapa banyak anak perempuan yang menyandang nama ‘ajam
(non-arab) padahal dia keturunan orang arab dan hidup di
lingkungan arab!?
- [size=10pt]Mencukupi kebutuhan tubuhnya: makanan, pakaian dan
obat. Mencari usaha untuk tujuan ini adalah salah satu sebab
masuk surga. Pernah ada seorang perempuan yang masuk menemui
'Aisyah radhiyallahu 'anha bersama dua putrinya. Perempuan itu
fakir dan sudah tak bersuami. Aisyah berkata: “Ia meminta
makanan kepadaku. Maka yang ada padaku hanyalah sebutir kurma.
Ia pun mengambilnya dan membaginya untuk dua putrinya sedang ia
tidak makan apa-apa. Kemudian ia berdiri dan keluar bersama dua
putrinya. Datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
aku ceritakan kepada beliau kejadian tersebut. Beliau berkata:
“Sesungguhnya Allah telah memastikan untuknya surga dengan
perbuatannya itu, dan membebaskannya dari api neraka”.
Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
- [size=10pt]Memuliakan mereka, bersikap lembut dan sayang
kepada mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, kalau Fatimah masuk
menemui beliau, beliau berkata: “Selamat datang putriku”. Suatu
hari beliau sholat bersama orang banyak sambil menggendong
Umamah cucu beliau dari Zainab. Maka kalau beliau ruku’, Umamah
diletakkan. Dan kalau beliau bangun, Umamah digendong.
Seolah-olah tidak ada satupun orang yang akan mengurus Zainab,
sehingga beliau khawatir terhadapnya. Atau hal itu beliau
lakukan untuk mengajarkan orang banyak agar mereka mengikut
petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk orang yang
paling sayang dengan anak-anak secara umum, baik mereka itu
laki-laki ataupun perempuan. Beliau mencium mereka, mengusap
kepala mereka, mendoakan mereka dan bermain-main dengan mereka.
Hal-hal seperti ini sangat baik sekali.
Ketika seorang anak perempuan semakin besar, ia semakin
membutuhkan perasaan dihargai dan dihormati. Kalau kebutuhan ini
tercukupi dan di rumah orang tuanya ia merasa mempunyai nilai
dan kedudukan, maka itu adalah sebab utama kestabilan dan
ketenangan jiwanya dan kebaikan keadaannya.
Akan tetapi kalau ia mendapatkan hinaan dan ketidakpedulian, dan
ia hanya diperlakukan dengan bahasa perintah dan larangan serta
suruhan melayani, itu akan membuatnya menaruh kebencian terhadap
rumah dan keluarganya. Bisa saja kemudian syetan membisikinya
sehingga kemudian ia mencari kelembutan dan kasih sayang yang
tidak ia dapatkan dengan menempuh cara-cara haram. Dan itu
menyebabkannya jatuh ke jurang yang dalam dan hanya Allah yang
Maha Tahu di mana dasarnya.
- [size=10pt]Bersikap adil terhadapnya dan saudara-saudaranya
yang laki-laki ataupun yang perempuan. Karena perasaan dizolimi
yang ia alami dan sikap lebih banyak berpihak kepada selain
dirinya daripada kepada dirinya, menanamkan rasa benci di dalam
dirinya terhadap orangtua, dan rasa dengki kepada saudara atau
saudari yang dilebihkan. Maka bertakwalah kepada Allah dan
bersikap adillah kepada anak-anak kalian. Baik dalam nafkah,
yaitu dengan memberi masing-masing sesuai kebutuhannya. Atau
dalam hibah, yaitu dengan memberi anak laki-laki sebesar dua
jatah anak perempuan. Dan kalau dipukul rata di antara mereka
dalam jatah hibah tersebut, maka itu juga baik.
- [size=10pt]Mendidiknya dengan pendidikan islami dan
mengawasinya sejak usia awal. Mendidiknya dengan adab-adab
memohon izin, adab-adab makan dan minum, adab-adab berpakaian,
menuntunnya mengucapkan beberapa ayat Al Quran yang mudah dan
beberapa dzikir yang masyru’, mengajarinya berwudhu dan sholat
serta memerintahkannya untuk melaksanakan sholat pada usia tujuh
tahun dan mengharuskannya kalau sudah berusia sepuluh tahun.
Kalau ia tumbuh di atas kebaikan, maka ia akan terbiasa dengan
kebaikan itu dan mencintainya. Ia pun akan mudah beriltizam dan
teguh dengan kebaikan tersebut.
- [size=10pt]Mengajari dan melatihnya dengan hal-hal yang akan
ia butuhkan setelah berumah tangga. Seperti adab-adab
memperlakukan suami, mengurusi rumah mulai dari memasak,
bersih-bersih dan sebagainya. Ada beberapa kekeluarga yang
menyepelekan hal ini. Sehingga ketika gadis itu pindah ke rumah
suaminya, ternyata ia tidak bisa memasak, tidak bisa mengurus
suami dan sebagainya. Dan bisa jadi suaminya itu bukan orang
yang penyabar dan cepat marah, maka muncullah problem-problem
dalam waktu yang masih sangat dini. Dan bisa juga itu berakhir
dengan perceraian.
- [size=10pt]Segera menikahkannya kalau dia telah sudah cukup
dewasa dan ada seorang laki-laki yang baik agamanya, amanahnya
dan akhlaknya, yang datang untuk melamar sedang gadis itu juga
menyukainya. Sesungguhnya ini adalah perlakuan baik yang paling
besar. Karena terlambatmenikahnya seorang gadis adalah salah
satu sebab utama penyimpangan dari jalan yang lurus. Lebih-lebih
di zaman sekarang ini.
Dan urusan pernikahan gadis tersebut hendaknya dipermudah oleh
walinya, seperti maskawin dan keperluan-keperluan lain. Semua
itu termasuk hal-hal yang memotivasi para lelaki yang akan
datang melamarnya dan melamar saudari-saudarinya setelahnya. Dan
hendaknya setiap keluarga berhati-hati dalam mengakhirkan
pernikahan putri mereka dengan alasan menyelesaikan studi atau
dengan alasan bahwa putri mereka masih kecil dan alasan-alasan
lain yang lemah karena itu adalah perkara yang hanya akan
memberi akibat buruk dalam masyarakat.
- [size=10pt]Secara rutin mengunjunginya setelah menikah,
menengok kebutuhan-kebutuhannya dan mengatasi
kesulitan-kesulitan yang ia hadapi serta menyertainya dalam suka
dan duka. Dan setiap keluarga, terutama ibu, hendaknya
berjaga-jaga untuk tidak langsung mencampuri kehidupan putrinya.
Karena kalau ia sering mencampuri urusannya, hal itu bisa
menghancurkan kehidupan rumah tangga putrinya sendiri.
[size=11pt]Cara-cara pencegahan hal-hal berbahaya di zaman ini:
Bukanlah suatu hal yang samar untukmu, wahai saudaraku sesama
muslim, bahwa kita hidup di zaman yang begitu banyak fitnahnya.
Dan di dalamnya tersedia berbagai macam jalan kerusakan dan
kesesatan yang belum pernah ada di masa-masa yang lalu. Hal ini
semakin mempertegas betapa besarnya tanggung jawabmu, dan
mengharuskan peningkatan upaya dalam mendidik, membimbing dan
mengarahkan serta menempuh sebab-sebab keselamatan. Di antara
cara pencegahannya secara ringkas adalah:
- [size=10pt]Keistiqomahan dan kesalehan ayah dan ibu. Karena
kesalehan orangtua termasuk salah satu sebab agar Allah menjaga
keturunan mereka. Sebagaimana yang Ia firmankan dalam surat Al
Kahfi dalam kisah Musa dan Khidir:
[right][size=16pt]حَتَّى
إِذَا
أَتَيَا
أَهْلَ
قَرْيَةٍ
اسْتَطْعَمَا
أَهْلَهَا
فَأَبَوْا
أَن
يُضَيِّفُوهُمَا
فَوَجَدَا
فِيهَا
جِدَارًا
يُرِيدُ
أَنْ
يَنقَضَّ
فَأَقَامَهُ
قَالَ لَوْ
شِئْتَ
لاتَّخَذْتَ
عَلَيْهِ
أَجْرًا[/right]
“..hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri,
mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk
negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya
mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh,
maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu
mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.” (QS. 18: 77)
Setelah itu Khidir berkata menjelaskan sebab mengapa ia
memperbaiki dinding itu tanpa mengambil upah:
[right][size=16pt]وَأَمَّا
الْجِدَارُ
فَكَانَ
لِغُلامَيْنِ
يَتِيمَيْنِ
فِي
الْمَدِينَةِ
وَكَانَ
تَحْتَهُ
كَنزٌ
لَّهُمَا
وَكَانَ
أَبُوهُمَا
صَالِحًا
فَأَرَادَ
رَبُّكَ
أَنْ
يَبْلُغَا
أَشُدَّهُمَا
وَيَسْتَخْرِجَا
كَنزَهُمَا
رَحْمَةً
مِّن
رَّبِّكَ[/right]
“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di
kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka
berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu
menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan
mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu;..”
(QS. 18: 82)
Maka Allah menjaga dua anak itu dengan kesalehan orangtua
mereka.
- [size=10pt]Memperhatikan perkara do’a. Karena do’a itu
mempunyai pengaruh yang besar. Rintihan dan permohonan kedua
orangtua kepada Allah agar Ia memperbaiki keadaan anak-anak
mereka termasuk salah sebab dan merupakan pintu kebaikan. Dan
sebuah khobar yang cukup baik berkaitan dengan hal ini adalah
riwayat bahwa Fudhoil Bin ‘Iyadh -imam masjidil harom di
zamannya- berkata: “Ya Allah sesungguhnya aku telah
bersungguh-sungguh untuk mendidik putraku Ali, namun aku tak
dapat mendidiknya, maka didiklah ia oleh-Mu untukku”. Maka
berubahlah keadaan putranya sehingga menjadi salah satu orang
saleh terbesar di zamannya dan ia mati pada waktu sholat fajr
ketika imam membaca firman Allah:
[right][size=16pt]وَلَوْ
تَرَىَ
إِذْ
وُقِفُواْ
عَلَى
النَّارِ
فَقَالُواْ
يَا
لَيْتَنَا
نُرَدُّ[/right]
“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke
neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke
dunia)..” (QS. 6: 27) [size=10pt][Lihat: Siyaru a’laamin
nubalaa` (8/390)]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajari kita
untuk berlindung kepada Allah dari segala fitnah. Dan demikian
juga hendaknya anak-anak itu diajari do’a-do’a dan mereka
dituntun untuk mengucapkan do’a yang semoga Allah memberikan
manfaat untuk mereka dengan do’a tersebut. Dan ketika Yusuf
‘alayhissalam diuji dengan fitnah wanita, ia berkata:
[right]قَالَ
رَبِّ
السِّجْنُ
أَحَبُّ
إِلَيَّ
مِمَّا
يَدْعُونَنِي
إِلَيْهِ
وَإِلاَّ
تَصْرِفْ
عَنِّي
كَيْدَهُنَّ
أَصْبُ
إِلَيْهِنَّ
وَأَكُن
مِّنَ
الْجَاهِلِينَ
.
فَاسْتَجَابَ
لَهُ
رَبُّهُ
فَصَرَفَ
عَنْهُ
كَيْدَهُنَّ
إِنَّهُ
هُوَ
السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ[/right]
Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada
memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan
dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk
(memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk
orang-orang yang bodoh.” Maka Tuhannya memperkenankan do’a Yusuf
dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 12:
33-34)
Dan Allah menjelaskan bahwa sebab diperkenankan-Nya do’a Yusuf
adalah karena Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sehingga
orang yang beriman mengetahui bahwa kalau ia berdo’a kepada
Allah dengan sungguh-sungguh, maka sesungguhnya Allah itu Maha
Dekat dan Maha mengabulkan.
- [size=10pt]Terus menerus memberikan anak putri tersebut arahan
dan peringatan dengan cara yang sesuai, secara langsung atau
dengan sindiran sesuai yang dibutuhkan oleh keadaan. Karena hati
itu seringkali lalai dan sadarnya adalah dengan nasehat dan
peringatan, dan peringatan itu akan bermanfaat bagi orang-orang
yang beriman.
- [size=10pt]Mengarahkannya untuk baik-baik memilih sahabat.
Karena persahabatan itu memiliki pengaruh yang besar dalam
perilaku, pemikiran dan sebagainya. Dan dalam hadis: “Seseorang
itu sesuai dengan akhlak kholil-nya (sahabat karib yang
dicintainya -pent). Maka hendaknya masing-masing kalian
memperhatikan siapa orang yang ia jadikan sebagai kholil-nya”.
- [size=10pt]Menjauhkan rumah dari sarana-sarana yang merusak
dan menghancurkan. Sesungguhnya sekian banyak saluran-saluran
televisi dan sekian banyak situs-situs internet itu lebih banyak
menghancurkan daripada membangun, dan lebih banyak membahayakan
daripada memberi manfaat serta lebih banyak merusak daripada
memperbaiki. Berapa banyak sudah kehormatan yang terenggut
karenanya, dan berapa banyak sudah kemuliaan yang ternodai
karenanya, maka keselamatan itu akan diperoleh dengan menjauhkan
diri dari sarana-sarana kerusakan itu. Dan keselamatan itu tidak
dapat dihargai seberapapun. Kalau sarana-sarana ini ada di dalam
rumah, maka hendaknya kepala keluarga tersebut memperhatikan
jangan sampai sarana-sarana tersebut sedemikian terbuka lebar
untuk keluarganya, sehingga mereka bisa mengikuti acara apapun
saja yang mereka mau, dan berhubungan dengan suatu jaringan
kapanpun mereka mau. Karena dengan begitu mereka akan
membahayakan diri mereka sendiri dengan suatu bahaya besar.
Demikian juga dengan alat-alat komunikasi, handphone, yang kini
tidak sekedar sarana komunikasi semata akan tetapi sudah jauh
lebih dari itu. Karena satu perangkat saja sudah memiliki
perekam suara, alat foto, penayang film. Dan betapa sering ia
digunakan untuk menyebarkan kekejian.
- [size=10pt]Menunaikan kewajiban memberi perhatian.
Kesungguh-sungguhan orang tua dalam memperhatikan putri mereka,
dan pengawasan mereka yang terus menerus terhadapnya merupakan
salah satu sebab senantiasa baiknya keadaan putri mereka itu.
Sebagaimana kelengahan dan kendurnya pengawasan merupakan salah
satu sebab ketergelinciran. Maka tunaikanlah kewajibanmu dengan
sungguh-sungguh, jangan izinkan keluargamu ber-tabarruj dan
ber-sufur serta ber-ikhtilat dengan lelaki yang bukan mahrom,
juga bepergian tanpa mahrom. Para wanita itu hanya akan berani
melakukan semua itu kalau mereka melihat wali mereka tidak
peduli dan menyepelekan.
- [size=10pt]Dan berhati-hatilah dari renggangnya tali ikatan
kekeluargaan. Sekian banyak keluarga mengeluhkan lemahnya ikatan
di antara anggota suatu keluarga. Masing-masing mereka sibuk
dengan dirinya sendiri. Sang ayah di sini dan sang ibu di sana
dan anak-anak ada di alam khusus mereka sendiri-sendiri. Sudah
pasti, kekosongan ini akan melahirkan problem-problem besar akan
tetapi ia tumbuh sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu
hingga tiba hitungan nol dan terjadilah ledakan dan tersadarlah
keluarga itu akan tetapi setelah lewat waktunya.
- [size=10pt]Jangan engkau mengira, wahai saudaraku sesama
muslim, bahwa bahaya yang mengancam para wanita hanya berupa
bahaya penyimpangan moral dengan terjatuh pada kekejian-kekejian
atau obat-obatan terlarang dan semisalnya. Akan tetapi ia juga
terancam dengan bahaya yang lain, yaitu bahaya pemikiran. Para
wanita itu terancam jeratan firqoh-firqoh yang hancur yang
dikhabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan
yang mencapai jumlah 73 firqoh. Berapa banyak wanita sekarang
yang menganut paham Khowarij dan berpengaruh pada suami, anak
dan murid mereka?! Berapa banyak wanita yang menyandang akidah
sufi, mendirikan majelis dan perayaan sufi yang tidak pernah
Allah turunkan dalil tentangnya!? Dan berbagai bentuk
pelanggaran sunnah lainnya.
Hal ini mengharuskan para kepala keluarga untuk berhati-hati dan
mawas diri dengan memperhatikan sumber-sumber makanan pemikiran
yang mengisi qalbu dan hati keluarganya.
[size=11pt]Demikianlah dan aku memohon hidayah dan kebaikan
serta keistiqomahan kepada Allah untuk seluruh kaum muslimin dan
muslimat, sebagaimana aku memohon kepada Allah agar Ia
memberikan tawfiq kepada para wanita muslimah untuk berkomitmen
dengan agama mereka dan berdiri kokoh di atas manhaj yang benar.
Dan agar Ia melindunginya dari segala fitnah yang menyesatkan,
yang zahir maupun yang batin. Wal hamdu lillaahi rabbil
‘aalamiin.
[size=9pt]Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
Diterjemahkan oleh tim redaksi akhwat.web.id dari tautan:
HTML http://sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=844
Sumber:
HTML http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/arahan-seputar-mendidik-anak-perempuan/
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1