URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MUSA, HARUN
       *****************************************************
       #Post#: 71--------------------------------------------------
       ۩۞۩ 25 NABI DAN RASUL: MUSA WA HARUN
   DIR By: Host
       Date: December 23, 2023, 12:11 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS [color=beige]|
       SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN RASUL[/shadow][/color][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Sejarah Singkat 25 Nabi dan Rasul ini dikaitkan dengan
       nash Al-Qur'an. dan untuk lebih lengkap silahkan baca buku Ibnu
       Katsir
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(9)-murid-murid-mereka/ibnu-katsir/msg152/#msg152[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; &#1769;&#1758;&#1769; 25 NABI DAN RASUL
       September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
       &#128998; MUSA WA HARUN
       [size=11pt][size=18pt][15] &#1769;&#1758;&#1769; NABI MUSA
       [font=georgia]Alaihissalam[/font]
       Nabi Musa [i]Alaihissalam diutus untuk berdakwah di negeri
       Mesir, dan mengajak Bani Israil menyembah Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala. Musa dan Harun adalah keturunan ke-4 dari Nabi Ya’qub
       Alaihissalam yang tinggal di Mesir sejak Nabi Yusuf berkuasa
       disana. Mesir saat itu dikuasai oleh Fir’aun. Penduduknya
       terdiri dari 2 bangsa, yaitu penduduk asli Mesir yang disebut
       sebagai orang Qubti, dan orang Israil, yaitu keturunan Nabi
       Ya’qub Alaihissalam. Kebanyakan orang Qubti menduduki
       jabatan-jabatan tinggi, sedang orang Israil hanya berkedudukan
       rendah, seperti buruh, pelayan dan pesuruh. Firaun memerintah
       dengan tangan besi. Ia diktator bengis yang tidak berperi
       kemanusiaan. Mabuk dan rakus kekuasaan, sampai-sampai ia berani
       menyebut dirinya sebagai Tuhan.[/i]
       [size=12pt]&#10043; Kekejaman Fir’aun membunuh bayi laki-laki
       Suatu ketika, Fir’aun bermimpi, yang oleh dukun peramalnya mimpi
       itu diartikan dengan akan lahirnya seorang bayi laki-laki dari
       Bani Israil yang akan merampas kekuasaan raja. Seketika itu
       Fir’aun menginstruksikan seluruh pasukannya untuk membunuh
       setiap bayi laki-laki yang lahir.
       Ibu Musa, Yukabad, istri Imron ibn Qahat ibn Lewi ibn Ya’qub
       Alaihissalam, merasa sangat gelisah karena begitu ketatnya
       penyelidikan para petugas. Suatu ketika ibu Musa mendapat
       petunjuk melalui mimpinya agar anaknya yang berusia 3 bulan
       dimasukkan ke dalam kotak lalu dihanyutkan ke sungai Nil. Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala menjamin bahwa bayinya pasti akan selamat,
       bahkan Yukabad kelak tetap akan dapat merawatnya.
       Isyarat itu dilaksanakan dengan penuh ketabahan dan tawakal.
       Kakak Musa diperintahkan untuk mengikuti kemana peti itu hanyut
       dan di tangan siapakah Musa nanti ditemukan. Kotak yang berisi
       bayi itu tiba-tiba tersangkut di pohon dan berhenti di belakang
       rumah Fir’aun. Puteri Fir’aun menemukan peti tsb, dan ia adalah
       seorang yang berpenyakit belang. Ketika menyentuh Musa, mendadak
       penyakitnya sembuh. Dengan perasaan gembira ia membawa peti itu
       kepada Asiah, istri Fir’aun, dan memberitahu apa yang telah
       terjadi. Asiah mengambil bayi itu dan berniat untuk
       memeliharanya.
       Asiah adalah seorang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala. Namun lantaran takut oleh kekejaman Fir’aun, ia
       menyembunyikan keimanannya. Ketika itu Fir’aun mendengar adanya
       wanita cantik bernama Asiah, dan ia pun menikahinya. Namun
       tatkala ia hendak menggauli istrinya itu, seluruh badannya
       tiba-tiba menjadi kaku sehingga ia pun tidak bisa mendekatinya,
       hanya bisa memandangnya.
       Fir’aun merasa curiga terhadap bayi yang ditemukan istrinya,
       tetapi Asiah tetap bersikeras untuk memeliharanya karena ia
       sudah lama mendambakan anak. Bayi itu oleh Asiah diberi nama
       Musa, yang artinya air dan pohon (mu = air, sa = pohon).
       di antara sejumlah inang pengasuh pilihan Asiah, bayi Musa hanya
       mau menyusu pada Yukabad, sehingga Asiah akhirnya menerima
       Yukabad sebagai inang pengasuh Musa. Dengan demikian janji Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala bahwa Yukabad tetap akan mendapatkan kembali
       bayinya terpenuhi. Kisah ini dapat ditemui dalam surat
       (Al-Qasas: 4-13).
       [size=12pt]&#10043; Musa Meninggalkan Mesir
       Setelah selesai masa penyusuan bersama ibunya, Musa dikembalikan
       lagi ke istana Fir’aun. Ia dipelihara sebagaimana anak-anak raja
       yang lain. Berpakaian seperti Fir’aun, mengendarai kendaraan
       Fir’aun, sehingga ia dikenal sebagai Pangeran Musa ibn Fir’aun.
       Walaupun dididik dalam tradisi istana, sejak kecil Musa memahami
       bahwa ia bukan anak Fir’aun melainkan keturunan Bani Israil yang
       tertindas. Karena prihatin terhadap nasib rakyat yang dianiaya
       oleh keluarga raja dan para pembesar kerajaan, Musa bertekad
       untuk membela kaumnya yang lemah.
       Suatu saat tindakan Musa membela seorang anggota kaumnya yang
       berkelahi melawan seorang dari golongan Fir’aun menyebabkan yang
       terakhir ini tewas. Seorang saksi yang melihat kejadian itu lalu
       melaporkan pada Fir’aun. Mengetahui bahwa Musa membela orang
       Israil, Fir’aun segera memerintahkan orang untuk menangkap Musa.
       Akhirnya Musa melarikan diri dan memutuskan untuk meninggalkan
       Mesir. Ia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Saat itu ia
       berusia 18 tahun. Kisah ini terdapat dalam surat (Al-Qasas:
       14-21).
       Musa pergi ke Madyan, kota tempat tinggal Nabi Syu’aib
       Alaihissalam. Dari Mesir ke Madyan harus ditempuh berjalan kaki
       selama 8 hari. Karena kelelahan dan merasa lapar, Musa
       beristirahat di bawah pepohonan. Tak jauh dari tempatnya
       beristirahat, ia melihat dua orang gadis berusaha berebut untuk
       mendapatkan air di sumur guna memberi minum ternak yang mereka
       gembalakan. Kedua gadis itu berebutan dengan sekelompok
       pria-pria kasar yang tampak tidak mau mengalah.
       Melihat itu, Musa segera bergerak menolong kedua gadis tsb.
       Laki-laki kasar tadi mencoba melawan Musa, tapi Musa dapat
       mengalahkan mereka.
       &#10043; Musa Menikah
       Kedua gadis ini tak lain adalah putri-putri Nabi Syu’aib
       Alaihissalam. Mereka lalu melaporkan kejadian yang telah dialami
       bersama Musa kepada ayah mereka. Syu’aib lalu menyuruh kedua
       putrinya untuk mengundang Musa datang ke rumah mereka.
       Musa memenuhi undangan itu. Keluarga Syu’aib sangat senang
       melihat Musa. Sikapnya sopan dan tampak sekali ia seorang pemuda
       bermartabat dari kalangan bangsawan. Kepada Syu’aib, Musa
       menceritakan peristiwa pembunuhan yang telah dilakukannya, yang
       menyebabkan ia terusir dari Mesir. Syu’aib menyarankan agar ia
       tetap tinggal di rumahnya agar terhindar dari kejaran
       orang-orang Fir’aun.
       Syu’aib bermaksud menikahkan Musa dengan salah seorang putrinya.
       Sebagai syarat mas kawin, Musa diminta bekerja menggembalakan
       ternak-ternak milik Nabi Syu’aib selama 8 tahun. Musa
       menyanggupi syarat tsb, bahkan ia menggenapkan masa kerjanya
       menjadi 10 tahun. Ia menjalani pekerjaannya dengan sabar. Selama
       itu, nampaklah oleh keluarga Syu’aib bahwa Musa adalah pemuda
       yang kuat, perkasa, jujur dan dapat diandalkan. Tak salah jika
       Nabi Syu’aib mengambilnya sebagai menantu.
       Musa sangat bahagia hidup bersama istrinya. Nabi Syu’aib juga
       lega karena anaknya mendapat pelindung yang dapat dipercaya.
       Kisah tentang hal ini terdapat dalam surat (Al-Qasas: 22-28).
       &#10043; Musa kembali ke Mesir
       Sepuluh tahun setelah meninggalkan Mesir, Musa berniat kembali
       ke sana bersama istrinya. Musa sadar, tidak mustahil bahwa
       orang-orang Mesir masih akan mencarinya, oleh sebab itu ia dan
       istrinya tidak berani melalui jalan biasa melainkan memilih
       jalan memutar.
       Sampai suatu malam, mereka tersesat tak tahu arah mana yang
       harus ditempuh untuk meneruskan perjalanan ke Mesir. Saat itulah
       Musa melihat ada cahaya api terang benderang di atas sebuah
       bukit. Musa berkata kepada istrinya, “Tunggu disini, aku akan
       mengambil api itu untuk menerangi jalan kita.”
       Tatkala Musa menghampiri api tsb, tiba-tiba terdengar suara
       menyeru, “Hai Musa! Aku ini adalah Tuhanmu, maka tanggalkanlah
       kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah suci Thuwa.
       Dan aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan
       diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. Tiada
       Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah sholat
       untuk mengingat Aku.”
       Inilah wahyu pertama yang diterima langsung oleh Nabi Musa
       Alaihissalam. Dengan diterimanya wahyu ini, maka Musa telah
       diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Sebagai rasul, Allah Subhanahu
       Wa Ta’ala memberinya mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah
       menjadi ular dan tangannya yang dapat bersinar putih cemerlang
       setelah dikepitkan di ketiaknya. Kisah ini dapat dilihat pada
       surat (Tâhâ: 9-23).
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam
       untuk berdakwah kepada Fir’aun. Musa masih merasa takut karena
       dulu ia pernah membunuh orang Mesir, namun Allah menjanjikan
       perlindungan untuknya, maka tentramlah hatinya. Untuk lebih
       memantapkan dakwahnya, Musa memohon kepada Allah agar ia
       ditemani oleh Harun, saudaranya, karena Harun amat cakap dalam
       berbicara dan berdebat. Permintaan Musa dikabulkan. Harun yang
       masih berada di Mesir digerakkan hatinya oleh Allah sehingga ia
       berjalan menemui Musa. Hal tsb dinyatakan dalam surat (Al-Qasas:
       32-35) dan surat (Tâhâ: 42-47).
       Akhirnya bersama-sama Harun, Musa menghadap Fir’aun. Ia
       mengadakan dialog dengan Fir’aun tentang Tuhan. Namun Fir’aun
       menanggapinya dengan sinis dan mengejek Musa tak tahu diri. Dulu
       ia diasuh dan dibesarkan di istana Mesir, tapi kini ia malah
       berbalik menentang Fir’aun. Musa menjawab bahwa semua itu
       terjadi disebabkan karena ulah Fir’aun sendiri. Seandainya
       Fir’aun tidak memerintahkan membunuh bayi laki-laki, tidak
       mungkin ia dihanyutkan di sungai Nil sampai akhirnya ditemukan
       dan diangkat anak oleh istri Fir’aun. Musa tidak merasa
       berhutang budi pada Fir’aun.
       Musa mengatakan bahwa sesungguhnya Fir’aun bukanlah Tuhan. Ada
       Tuhan lain yang berhak disembah, Tuhan nenek moyang mereka,
       Tuhan seluruh alam semesta. Fir’aun sangat murka dan meminta
       Musa untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Tuhan.
       &#10043; Keberhasilan Musa melawan ahli-ahli sihir Fir’aun
       Di depan masyarakat luas, Nabi Musa Alaihissalam dapat
       menunjukkan mukjizatnya menghadapi ahli-ahli sihir Fir’aun. Musa
       mempersilakan ahli-ahli sihir Fir’aun untuk mempertunjukkan
       kebolehan mereka lebih dulu. Mereka lalu melemparkan tali dan
       tongkat-tongkatnya. Tak lama kemudian tali-tali dan
       tongkat-tongkat itu berubah menjadi ular yang ribuan ekor
       banyaknya. Fir’aun tertawa bangga menyaksikan kebolehan para
       ahli sihirnya. Masyarakat yang hadir disana juga terkagum-kagum.
       Dengan tenang Musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu segera
       berubah menjadi ular yang sangat besar dan langsung melahap
       ular-ular para ahli sihir Fir’aun. Dalam waktu singkat,
       ular-ular itu habis ditelan oleh ular Nabi Musa.
       Para ahli sihir itu terbelalak heran. Apa yang diperlihatkan
       Musa bukanlah seperti sihir yang mereka pelajari dari syaitan.
       Sadar akan hal itu, para ahli sihir tsb berlutut kepada Musa,
       dan menyatakan diri sebagai pengikut ajaran yang dibawanya.
       Mereka bertaubat dan hanya akan menyembah Allah saja. Kisah ini
       dijelaskan dalam surat (Asy-Syu’arâ’: 18-51).
       Fir’aun sangat murka melihat pembelotan para ahli sihir yang
       telah bertaubat itu. Ia mengancam akan menyiksa mereka dengan
       siksaan yang sangat kejam, namun para ahli sihir itu tetap
       memilih menjadi pengikut Musa. Akhirnya Fir’aun memerintahkan
       untuk memotong tangan dan kaki mereka, serta menyalib mereka di
       batang pohon kurma. Mereka pun menerimanya dengan sabar dan
       tetap beriman kepada Allah. Jumlah mereka saat itu 70 orang.
       &#10043; Azab bagi Fir’aun dan pengikutnya
       Kejengkelan Fir’aun memuncak setelah Nabi Musa Alaihissalam
       memperoleh pengikut yang lebih banyak. Fir’aun menjadi semakin
       kejam terhadap Bani Israil. Nabi Musa Alaihissalam senantiasa
       menyuruh kaumnya untuk bersabar menghadapi kesewenang-wenangan
       Fir’aun. Fir’aun pun tak henti-hentinya mengejek dan menghina
       Musa.
       Karena semakin lama tindakan Fir’aun makin merajalela, Nabi Musa
       Alaihissalam berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar
       Fir’aun dan pengikutnya diberi azab. Allah Subhanahu Wa Ta’ala
       mengabulkan doa Musa. Kerajaan Fir’aun dilanda krisis keuangan.
       Selain itu wilayah Mesir dilanda kemarau panjang. Banyak panen
       yang gagal, tanaman dan pepohonan banyak yang mati, disusul
       badai topan yang merobohkan rumah-rumah mereka. Jutaan belalang
       berdatangan menyerbu hewan dan perkebunan, juga kutu dan katak.
       Setelah kemarau, muncul banjir besar. Akibat banjir itu kemudian
       juga muncul wabah penyakit. Anak laki-laki bangsa Mesir mendadak
       mati, tak terkecuali anak-anak Fir’aun sendiri, termasuk putra
       mahkota.
       Pengikut Fir’aun mendatangi Nabi Musa Alaihissalam untuk memohon
       agar azab itu dicabut dari mereka dengan janji mereka akan
       beriman. Namun ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan
       permintaan itu, mereka ingkar terhadap janjinya. Riwayat ini
       terdapat dalam surat (Al-Mu’minûn: 26), (Az-Zukhruf: 51-54),
       (Yûnus: 88-89), dan (Al-A’râf: 130-135).
       &#10043; Peristiwa Laut Merah terbelah
       Bani Israil yang makin menderita karena ulah Fir’aun dan
       pengikutnya meminta Nabi Musa Alaihissalam untuk membawa mereka
       keluar dari Mesir. Setelah mendapat wahyu dari Allah agar
       mengajak kaumnya pergi meninggalkan Mesir, Musa lalu membawa
       kaumnya ke Baitulmakdis. Mereka pergi secara diam-diam di malam
       hari. Ketika sampai di tepi Laut Merah, mereka baru menyadari
       bahwa tentara Fir’aun mengejar mereka. Para pengikut Musa sangat
       panik karena tidak bisa lari kemana pun. Saat itulah turun wahyu
       agar Musa memukulkan tongkatnya ke laut. Laut pun membelah
       hingga terbentang jalan bagi Musa dan pengikutnya untuk
       menyeberang. Fir’aun dan tentaranya mengejar rombongan itu,
       namun ketika Musa dan pengikutnya telah sampai di tepi sementara
       Fir’aun dan tentaranya masih di tengah laut, atas perintah Allah
       laut pun kembali menutup hingga Fir’aun dan pasukannya
       tenggelam.
       Di saat-saat terakhir menjelang kematiannya, Fir’aun sempat
       bertaubat dan menyatakan diri beriman kepada Allah. Namun taubat
       menjelang ajal yang dilakukan oleh Fir’aun itu sudah terlambat
       dan tidak lagi diterima oleh Allah, sehingga matilah ia dalam
       keadaan tetap kafir. Kisah tentang ini terdapat dalam surat
       (Tâhâ: 77-79), (Asy-Syu’arâ: 60-68), dan (Yûnus: 90-92).
       Ternyata, mayat Fir’aun tetap utuh sebagaimana disebutkan dalam
       Al-Qur’an surat (Yûnus: 92), sebagai tanda bagi umat yang
       kemudian. Ini telah terbukti dengan diketemukannya mummi Fir’aun
       (Pharaoh) di Mesir pada abad ke-20 M.
       &#10043; Karunia bagi Bani Israil
       Dalam perjalanan ke Mesir, Bani Israil sangat manja. Saat mereka
       haus, Musa memukulkan tongkatnya ke batu. Dari batu tsb,
       memancarlah 12 mata air, sesuai dengan jumlah suku (sibith) Bani
       Israil, sehingga masing-masing suku memiliki mata air sendiri.
       Di Gurun Sinai yang panas terik, tak ada rumah untuk dihuni, tak
       ada pohon untuk berteduh, maka Allah menaungi mereka dengan
       awan.
       Ketika bekal makanan dan minuman mereka habis, mereka pun
       meminta Musa memohon pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar
       diberikan makanan dan minuman, maka Allah menurunkan kepada
       mereka Manna dan Salwa. Manna adalah makanan yang turun dari
       udara seperti turunnya embun, turun di atas batu dan daun pohon.
       Rasanya manis seperti madu. Sedang Salwa adalah sejenis burung
       puyuh yang datang berbondong-bondong silih berganti
       sampai-sampai hampir menutupi bumi lantaran banyaknya.
       Mendapat karunia dan rezki yang demikian melimpahnya dari Allah,
       Bani Israil bukannya bersyukur, malah mereka meminta makanan
       dari jenis yang lain lagi. Disinilah mulai terlihat betapa Bani
       Israil itu sangat kufur terhadap nikmat Allah. Berbagai tuntutan
       dan permintaan dari Bani Israil ini diceritakan dalam surat
       (Al-A’râf: 160) dan (Al-Baqarah: 61).
       &#10043; Turunnya kitab Taurat
       Setelah persoalan dengan Fir’aun selesai, Nabi Musa Alaihissalam
       memohon untuk diberikan kitab suci sebagai pedoman. Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala lalu memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam
       untuk berpuasa selama 30 hari dan pergi berkhalwat ke Bukit Thur
       Al-Aiman atau Thursina. Sebelum pergi, Musa meminta Harun
       menjadi wakilnya untuk mengurus kaumnya.
       Setelah berpuasa selama 30 hari, Allah memerintahkannya berpuasa
       10 hari lagi untuk menggenapkan ibadahnya menjadi 40 hari.
       Setelah itu Allah berbicara kepadanya dengan Kalam-Nya yang
       Azali, sehingga Musa pun memiliki keistimewaan yang tidak
       dimiliki oleh manusia lain.
       Dalam kesempatan bermunajat di Bukit Thursina ini, timbul
       kerinduan Musa untuk bertemu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia pun
       meminta agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengizinkan dirinya untuk
       melihat Dzat-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan bahwa ia
       telah meminta sesuatu yang diluar kesanggupannya. Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala kemudian menyuruh Musa untuk melihat ke
       sebuah bukit. Allah akan menampakkan wujudnya kepada bukit itu.
       Jika bukit itu tetap tegak berdiri, maka Musa dapat melihat-Nya,
       namun jika bukit yang lebih besar darinya itu tak mampu
       bertahan, maka lebih-lebih lagi dirinya. Ketika Musa mengarahkan
       pandangan ke bukit tsb, seketika itu juga bukit itu hancur
       luluh. Melihat itu Musa merasa terkejut dan ngeri, ia pun jatuh
       pingsan.
       Setelah sadar, ia bertasbih dan bertahmid seraya memohon ampun
       kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kelancangannya.
       Selanjutnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kitab Taurat
       sebagai kitab suci yang berupa kepingan-kepingan batu. Di
       dalamnya tertulis pedoman hidup dan penuntun beribadah kepada
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kisah munajat Nabi Musa Alaihissalam
       di Bukit Thursina ini diceritakan dalam surat (Al-A’râf:
       142-145).
       &#10043; Patung Anak Sapi
       Sepeninggal Nabi Musa Alaihissalam, Bani Israil dihasut oleh
       seorang munafik bernama Samiri. Karena keyakinan tauhid mereka
       yang memang belum terlalu tebal, dengan mudah mereka termakan
       hasutan Samiri. Bani Israil membuat patung anak sapi yang
       disembah sebagai tuhan mereka.
       Sebelum pergi ke bukit Thursina, Musa berkata kepada kaumnya
       bahwa ia akan meninggalkan mereka tidak lebih dari 30 hari.
       Ketika Allah memerintahkannya untuk menambah ibadahnya 10 hari
       lagi sehingga bertambah lama kepergiannya, maka mereka
       menganggapnya telah melupakannya. Samiri mengatakan kepada Bani
       Israil bahwa keterlambatan Musa ini disebabkan karena mereka
       telah membuat marah Tuhan dengan mengambil perhiasan-perhiasan
       dari kuburan orang-orang Mesir. Maka untuk meminta ampun kepada
       Tuhan dan agar Musa mau kembali pada mereka, mereka harus
       melemparkan perhiasan-perhiasan tsb ke dalam api.
       Mereka pun percaya dengan hasutan Samiri. Para wanita-wanita
       Bani Israil lalu melemparkan perhiasan-perhiasan emas mereka ke
       dalam api. Dari emas yang terkumpul itu Samiri lalu membuat
       patung anak sapi. Dengan teknik khusus, ia membuat angin bisa
       masuk dan menimbulkan suara dari mulut patung itu sehingga
       seolah-olah patung itu dapat berbicara. Kemudian Samiri menyuruh
       Bani Israil untuk menyembahnya.
       Nabi Harun Alaihissalam tidak berdaya menghadapi kaumnya yang
       kembali murtad itu. Ketika Nabi Musa Alaihissalam kembali, ia
       sangat marah dan bersedih hati melihat perilaku kaumnya.
       Mula-mula ia pun marah kepada Harun yang dianggapnya tidak bisa
       menjaga kaumnya dengan baik, namun setelah mendengar penjelasan
       dari Harun, ia pun tenang kembali. Ia mengusir Samiri dan
       menjelaskan pada kaumnya tentang perbuatan mereka yang salah.
       Sebagai hukuman, Samiri diberi kutukan oleh Allah, jika ia
       disentuh atau menyentuh manusia, maka badannya akan menjadi
       panas demam. Itulah azab Samiri di dunia, seumur hidupnya ia
       tidak bisa berhubungan dengan siapa pun.
       Setelah Samiri pergi, Musa membakar patung anak sapi sembahan
       Bani Israil dan membuang abunya ke laut. Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala kemudian memerintahkan Musa Alaihissalam agar membawa
       sekelompok kaumnya untuk memohon ampun atas dosa mereka
       menyembah patung anak sapi. Musa mengajak 70 orang terpilih dari
       Bani Israil ke Bukit Thursina. Setelah mereka berpuasa
       menyucikan diri, muncullah awan tebal di bukit itu. Nabi Musa
       Alaihissalam dan rombongannya memasuki awan gelap itu dan
       bersujud. Ketika bersujud, 70 orang itu mendengar percakapan
       antara Nabi Musa Alaihissalam dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
       Timbul keinginan mereka untuk melihat Zat Allah. Bahkan mereka
       menyatakan tidak akan beriman sebelum melihat-Nya. Seketika itu
       pula tubuh mereka tersambar halilintar hingga mereka pun tewas.
       Nabi Musa Alaihissalam memohon agar kaumnya diampuni dan
       dihidupkan kembali. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun
       membangkitkan kembali 70 orang pengikut Musa itu. Musa lalu
       menyuruh mereka bersumpah untuk berpegang teguh pada kitab
       Taurat sebagai pedoman hidup, dan beriman kepada Allah Subhanahu
       Wa Ta’ala. Cerita ini terdapat dalam Al Qur’an surat (Al-A’râf:
       149-155) dan (Al-Baqarah: 55, 56, 63, 64).
       &#10043; Sapi Betina (Al Baqarah)
       Suatu hari terjadi peristiwa pembunuhan di antara kaum Nabi
       Musa. Untuk mengetahui siapa pembunuh orang tsb, atas petunjuk
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Musa memerintahkan kaumnya untuk
       mencari seekor sapi betina. Dengan lidah sapi itu nantinya mayat
       yang terbunuh akan dipukul dan akan hidup lagi atas kehendak dan
       izin dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
       Kaum Bani Israil sebenarnya enggan melaksanakan perintah ini,
       karenanya mereka sangat cerewet dan banyak bertanya dengan
       harapan supaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akhirnya
       membatalkannya, sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur’an surat
       (Al-Baqarah: 67-71).
       "Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:
       Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.
       Mereka berkata: Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?
       Musa menjawab: Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi
       salah seorang dari orang-orang yang jahil." (QS. 2: 67)
       Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami, agar
       dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu? Musa
       menjawab: Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu
       adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan antara
       itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu." (QS. 2:
       68)
       Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia
       menerangkan kepada kami apa warnanya. Musa menjawab:
       Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi
       betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan
       orang-orang yang memandangnya." (QS. 2: 69)
       Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia
       menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu,
       karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan
       sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk
       memperoleh sapi itu)." (QS. 2: 70)
       Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina
       itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak
       tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat,
       tidak ada belangnya. Mereka berkata: Sekarang barulah kamu
       menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya. Kemudian mereka
       menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan
       perintah itu." (QS. 2: 71)
       Nama surat Al-Baqarah yang berarti sapi betina diambil karena
       dalam surat ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina.
       Dapat dilihat pada ayat-ayat tsb bahwa sikap Bani Israil yang
       cerewet justru telah menyulitkan mereka sendiri. Seandainya
       ketika diperintahkan pertama kali mereka langsung
       melaksanakannya, tentulah mereka tidak akan repot, tetapi mereka
       malah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang rumit sehingga
       hampir saja mereka tidak dapat menemukan sapi sesuai ciri-ciri
       yang diterangkan oleh Musa.
       Begitu sapi sudah diperoleh, mereka lalu menyembelihnya dan
       lidah sapi itu dipukulkan ke tubuh mayat orang yang terbunuh.
       Seketika itu ia menjadi hidup kembali dan menceritakan bahwa ia
       telah dibunuh oleh sepupunya sendiri.
       &#10043; Allah mengharamkan tanah Palestina bagi Bani Israil
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam
       membawa kaumnya ke Palestina, tempat suci yang telah dijanjikan
       bagi Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagai tempat tinggal anak
       cucunya. Bani Israil yang telah mendapat berbagai karunia dari
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kaum yang keras kepala dan
       tidak bersyukur.
       Sebelum mengajak kaumnya berhijrah, Musa mengutus perintis jalan
       untuk menyelidiki tentang penduduk penghuni Palestina. Ketika
       kembali, para perintis jalan itu mengabarkan bahwa tanah suci
       tsb dihuni oleh suku Kana’an yang kuat-kuat, dan kota-kotanya
       memiliki benteng yang kokoh. Mengetahui hal itu, merasa
       gentarlah Bani Israil dan tidak mau mematuhi perintah Musa untuk
       menyerang. Mereka hanya mau kesana jika suku itu telah
       disingkirkan terlebih dahulu.
       Nabi Musa Alaihissalam sangat marah terhadap sikap kaumnya itu,
       karena sikap tsb mencerminkan bahwa mereka belum benar-benar
       beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, padahal Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala telah berjanji bahwa dengan pertolongan-Nya
       mereka akan mampu mengalahkan suku Kana’an. Di antara Bani
       Israil itu, ada 2 orang bertakwa yang menasihati mereka agar
       masuk dari pintu kota supaya mereka bisa menang. Akan tetapi
       Bani Israil menolak nasihat itu dan melontarkan kepada Musa
       kalimat yang menunjukkan pembangkangan dan sifat pengecut,
       “Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah, sementara
       kami menunggu di sini.”
       Habislah kesabaran Musa. Ia lalu memanjatkan doa agar Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala memberikan putusan-Nya atas sikap kaumnya.
       Sebagai hukuman bagi Bani Israil yang menolak perintah Allah
       Subhanahu Wa Ta’ala, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan
       wilayah Palestina selama 40 tahun bagi mereka. Mereka akan
       tersesat, padahal tanah yang dijanjikan sudah ada di depan mata.
       Selama itu mereka akan berkeliaran di muka bumi tanpa memiliki
       tempat bermukim yang tetap. Hal ini dikisahkan dalam surat
       (Al-Maidah: 20-26).
       &#10043; Pertemuan Musa dengan orang shaleh
       Pada suatu kesempatan berkhutbah di hadapan kaumnya, Nabi Musa
       Alaihissalam mengatakan bahwa dirinyalah yang paling pandai dan
       berpengetahuan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegur sikapnya ini
       dan berfirman, “Sesungguhnya Aku mempunyai seorang hamba di tepi
       laut yang lebih pandai darimu.”
       Berkatalah Musa, “Wahai Tuhanku, apa yang harus kuperbuat untuk
       bertemu dengannya?”
       Allah berfirman, “Ambillah seekor ikan kecil dan letakkan di
       dalam keranjang. Dimanapun engkau kehilangan ikan itu, maka
       disitulah ia berada.”
       Musa melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya.
       Ia mengambil seekor ikan kecil, kemudian ia pergi dengan
       ditemani seorang sahayanya. Saat mereka tiba di pertemuan antara
       dua buah laut, mereka duduk sejenak untuk beristirahat.
       Tertidurlah mereka, sementara saat itu turun hujan sehingga ikan
       yang mereka bawa dapat melompat dan meluncur ke laut.
       Sahaya Musa mengetahui hal ini, namun ia lupa memberitahukannya
       kepada Musa. Mereka terus melanjutkan perjalanan. Ketika mereka
       merasa lapar dan hendak makan, saat itulah sahaya Musa teringat
       akan ikan yang hilang itu, maka ia pun memberitahu Musa.
       Mendengar itu Musa sangat gembira. “Inilah yang kita cari. Mari
       kita kembali untuk mengikuti jejak dimana ikan itu hilang.”
       Belum sampai di tempat yang dituju, Musa telah bertemu dengan
       orang yang dimaksud. Hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang saleh
       itu dikenal dengan nama Nabi Khidir Alaihissalam. Nabi Musa
       Alaihissalam yang ingin belajar dari hamba-Nya yang saleh itu
       meminta agar diizinkan mengikuti Nabi Khidir. Nabi Khidir
       menjawab bahwa ia tidak akan dapat sabar atas keikutsertaannya,
       karena ia akan melihat tindakan-tindakan yang bertentangan
       dengan syariatnya. Namun Musa berkata bahwa ia akan bersabar dan
       tidak akan menentang urusan Nabi Khidir. Akhirnya Nabi Khidir
       mengizinkan Musa untuk mengikutinya, namun dengan syarat bahwa
       Musa tidak boleh mempertanyakan tindakan-tindakan yang akan
       dilakukannya, karena pada akhirnya ia akan menceritakan rahasia
       di balik tindakan-tindakannya itu.
       Pergilah Musa bersama Nabi Khidir menyusuri tepi laut. Tiba-tiba
       lewat di depan mereka sebuah kapal, maka keduanya meminta kepada
       penumpang-penumpangnya untuk mengangkut mereka. Mereka diizinkan
       menumpang, lalu keduanya pun naik ke kapal itu. Saat para
       penumpang lengah, Nabi Khidir melubangi dinding kapal yang
       terbuat dari kayu itu sedemikian rupa sehingga kerusakannya akan
       mudah untuk diperbaiki. Musa yang melihat kejadian ini merasa
       ngeri dan tanpa sadar ia lupa dengan perjanjiannya untuk tidak
       mengajukan pertanyaan apa pun, maka ia pun berkata, “Apakah
       engkau merusak kapal orang-orang yang telah menghormati kita?
       Engkau telah melakukan sesuatu yang tercela.”
       Nabi Khidir mengingatkan kepada Musa akan perjanjian mereka,
       maka sadarlah Musa, ia meminta supaya jangan dihukum atas
       kelupaannya ini. Keduanya lalu meneruskan perjalanan dan bertemu
       dengan seorang anak yang sedang bermain bersama kawan-kawannya.
       Nabi Khidir lalu membujuk anak itu ikut dengannya dan membawanya
       ke tempat yang agak jauh dari teman-temannya, lalu ia
       membunuhnya. Panas hati Musa melihat perbuatan yang keji ini
       sehingga dengan marah ia berkata, “Apakah engkau membunuh jiwa
       yang suci bersih tanpa dosa? Engkau telah berbuat sesuatu yang
       mungkar.”
       Nabi Khidir kembali mengingatkan Musa akan syarat yang berlaku
       antara keduanya. Musa menyesal atas ketidaksabarannya. Ia pun
       berkata, “Jika setelah ini aku bertanya lagi kepadamu, maka
       janganlah menemani aku, karena sudah cukup alasan bagiku untuk
       berpisah denganmu.”
       Kemudian keduanya pun meneruskan perjalanan kembali. Saat merasa
       haus dan lapar, masuklah mereka ke sebuah desa. Mereka meminta
       kepada penghuninya supaya bersedia memberi mereka makan dan
       menjadikan mereka sebagai tamu, namun permintaan mereka ini
       ditolak dengan kasar oleh penghuni desa tsb.
       Dalam perjalanan pulang, mereka mendapati sebuah dinding yang
       hampir roboh. Nabi Khidir lalu memperbaiki dinding yang roboh
       itu dan mendirikan bangunannya. Melihat ini, Musa tidak tahan
       lalu bertanya, “Apakah engkau mau membalas orang-orang yang
       telah mengusir kita dengan memperbaiki dinding rumah mereka?
       Andaikata engkau kehendaki, engkau bisa meminta upah atas
       pekerjaanmu untuk membeli makanan.”
       Dengan timbulnya pertanyaan Musa ini, maka berpisahlah ia dengan
       Nabi Khidir. Namun sebelum berpisah, Nabi Khidir menjelaskan
       rahasia-rahasia perbuatannya. Ia berkata, “Mengenai kapal yang
       aku lubangi dindingnya, itu adalah kepunyaan beberapa orang
       miskin yang tidak punya harta selain itu, dan aku mengetahui
       bahwa ada seorang raja yang suka merampas setiap kapal yang baik
       dari pemiliknya. Sebab itu aku merusaknya sedikit supaya
       nantinya mudah diperbaiki lagi, dan bila raja melihatnya ia pun
       menduga kapal itu adalah kapal yang buruk sehingga ia akan
       membiarkannya pada pemiliknya dan selamatlah kapal itu pada
       mereka.
       Mengenai anak kecil yang aku bunuh, ia adalah seorang anak yang
       menampakkan tanda-tanda kerusakan sejak kecil, sedang kedua
       orangtuanya adalah orang-orang yang beriman dan saleh. Aku
       khawatir rasa kasih sayang orangtua terhadap anaknya akan
       membuat mereka menyeleweng dari kesalehan mereka dan
       menjerumuskannya ke dalam kekafiran dan kesombongan, maka aku
       pun membunuhnya untuk menenangkan kedua orangtua yang beriman
       ini, dan anak yang jahat itu semoga akan diberi gantinya oleh
       Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan anak yang lebih baik dan lebih
       berbakti serta lebih sayang kepada kedua orangtuanya.
       Adapun dinding rumah yang kudirikan, itu adalah milik dua anak
       yatim di kota itu yang di bawahnya terdapat harta terpendam
       kepunyaan mereka, dan ayah mereka adalah seorang yang saleh.
       Maka Tuhanmu yang Maha Pemurah ingin menjaga harta itu bagi
       mereka sampai mereka dewasa dan mengeluarkannya.
       Semua yang kuperbuat itu bukanlah atas usahaku, melainkan itu
       adalah wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan inilah
       penjelasan dari kejadian-kejadian yang mana engkau tidak bisa
       bersabar.” Kisah pertemuan Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi
       Khidir Alaihissalam ini terdapat dalam surat (Al-Kahfi: 60-82).
       &#10043; Kisah Qarun dan Hartanya
       Tersebutlah seorang pengikut Nabi Musa Alaihissalam yang sangat
       kaya, yang bernama Qarun. Meskipun sangat kaya, namun ia tidak
       mau menyedekahkan hartanya bagi fakir miskin. Nasihat-nasihat
       Nabi Musa Alaihissalam tidak dipedulikannya, bahkan ia mengejek
       dan memfitnah Nabi Musa Alaihissalam.
       Guna memberi pelajaran pada Qarun dan memberi contoh pada
       kaumnya, Musa memanjatkan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala
       menurunkan azabnya pada diri hartawan itu. Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala lalu memberi azab dengan menguburkan semua harta kekayaan
       beserta diri Qarun melalui bencana tanah longsor yang dahsyat.
       Kisah Qarun dan hartanya ini terdapat dalam surat (Al-Qasas:
       76-82).
       &#10043; Larangan Hari Sabath
       Sesuai dengan syariat dalam Taurat, Nabi Musa menentukan hari
       Sabtu sebagai hari untuk berkumpul dan beribadah. Pada hari itu
       kaum Bani Israil dilarang untuk melakukan usaha apa pun,
       termasuk berniaga dan mencari ikan. Namun pada hari Sabtu tsb
       justru ikan-ikan sangat banyak terlihat di laut.
       Sesungguhnya ini merupakan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala
       untuk menguji keimanan dan ketaatan Bani Israil. Ternyata mereka
       tidak tahan dengan ujian ini dan melanggar larangan hari Sabath,
       oleh sebab itu Allah kemudian mengutuk sebagian mereka menjadi
       kera. Hal ini disebutkan dalam surat (Al-Baqarah: 65) dan
       (Al-A’râf: 166). &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][size=16pt][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS
       [color=beige]| SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN
       RASUL[/shadow][/color][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Sejarah Singkat 25 Nabi dan Rasul ini dikaitkan dengan
       nash Al-Qur'an. dan untuk lebih lengkap silahkan baca buku Ibnu
       Katsir
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(9)-murid-murid-mereka/ibnu-katsir/msg152/#msg152[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; &#1769;&#1758;&#1769; 25 NABI DAN RASUL
       September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
       &#128998; MUSA WA HARUN
       [size=11pt][size=18pt][16] &#1769;&#1758;&#1769; NABI HARUN
       [font=georgia]Alaihissalam[/font]
       Nabi Harun [i]Alaihissalam diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala
       untuk membantu tugas kerasulan Nabi Musa Alaihissalam. Dalam
       berbicara, ia lebih cakap daripada Nabi Musa Alaihissalam.
       Ketika Nabi Musa Alaihissalam pergi ke Bukit Sina untuk menerima
       wahyu, umatnya dititipkan kepada Nabi Harun Alaihissalam. Namun
       setelah Nabi Musa Alaihissalam kembali, ia mendapati mereka
       telah menyembah patung anak sapi. Melihat itu, Musa sangat marah
       dan bersedih hati. Dalam Al Qur’an diceritakan:[/i]
       [size=11pt]Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan
       marah dan sedih hati berkatalah dia: Alangkah buruknya perbuatan
       yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak
       mendahului janji Rabbmu? Dan Musa melemparkan luh-luh (Taurat)
       itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil
       menariknya ke arahnya. Harun berkata: "Hai anak ibuku,
       sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir
       mereka mau membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan
       musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku
       ke dalam golongan orang-orang yang zalim." (QS. Al-A’râf: 150)
       Akhirnya Musa-pun sadar, ia lalu berdo’a kepada Allah Subhanahu
       Wa Ta’ala seperti tersebut dalam Al Qur’an:
       Musa berdo’a: “Ya Rabbku, ampunilah aku dan saudaraku dan
       masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha
       Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-A’râf: 151)
       Nabi Harun Alaihissalam wafat sebelum Nabi Musa Alaihissalam. Ia
       dikuburkan oleh Nabi Musa Alaihissalam di Bukit Hur di Gurun
       Sinai. &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 84--------------------------------------------------
       Re: MUSA WA HARUN
   DIR By: iscm
       Date: December 23, 2023, 5:41 pm
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS [color=beige]|
       SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN RASUL[/shadow][/color][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Sejarah Singkat 25 Nabi dan Rasul ini dikaitkan dengan
       nash Al-Qur'an. dan untuk lebih lengkap silahkan baca buku Ibnu
       Katsir
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(9)-murid-murid-mereka/ibnu-katsir/msg152/#msg152[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; &#1769;&#1758;&#1769; 25 NABI DAN RASUL
       September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
       [size=9pt]Read slowly then Click or Press (ARROW
       [color=red]&#9654; Articles In Forum)[/color]
       &#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/15/adam-idris/
       &#1769;&#1758;&#1769; BLOG &#9488;SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN
       RASUL
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
       -  &#1769;&#1758;&#1769; ADAM, IDRIS
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=229
       &#9701;&#8593; Adam, Idris
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=229<br
       />&#9654;[color=maroon](GOTO Articles in Forum)[/color]
  HTML http://iscm.createaforum.com/adam-idris/adam-idris/msg77/#msg77
       -  &#1769;&#1758;&#1769; NUH, HUD, SHALEH
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
       &#9701;&#8593; Nuh, Hud, Saleh
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-nuh-hud-saleh/nuh-hud-shaleh/msg76/#msg76
       -  &#1769;&#1758;&#1769; IBRAHIM, ISMAIL
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=231
       &#9701;&#8593; Ibrahim, Ismail
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=231
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-ibrahim-ismail/ibrahim-ismail/msg75/#msg75
       -  &#1769;&#1758;&#1769; LUTH, ISHAQ, YAQUB
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=232
       &#9701;&#8593; Luth, Ishaq, Yaqub
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=232
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-luth-ishaq-yaqub/luth-ishaq-yaqub/msg74/#msg74
       -  &#1769;&#1758;&#1769; YUSUF
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=233
       &#9701;&#8593; Yusuf
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=233
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-yusuf/yusuf/msg73/#msg73
       -  &#1769;&#1758;&#1769; AYYUB, ZULKIFLI, SYU'AIB
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=234
       &#9701;&#8593; Ayyub, Zulkifli, Syu’aib
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=234
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-ayyub-zulkifli-syuaib/ayyub-zulkifli-syuaib/msg72/#msg72
       -  &#1769;&#1758;&#1769; MUSA, HARUN
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=235
       &#9701;&#8593; Musa, Harun
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=235
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-musa-harun/musa-wa-harun/msg71/#msg71
       -  &#1769;&#1758;&#1769; DAWUD, SULAIMAN
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=236
       &#9701;&#8593; Dawud, Sulaiman
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=236
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-daud-sulaiman/daud-sulaiman/msg70/#msg70
       -  &#1769;&#1758;&#1769; ILYAS, ILYASA, YUNUS
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=237
       &#9701;&#8593; Ilyas, Ilyasa, Yunus
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=237
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-ilyas-ilyasa-yunus/ilyas-ilyasa-yunus/msg69/#msg69
       -  &#1769;&#1758;&#1769; ZAKARIA, YAHYA, ISA
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=238
       &#9701;&#8593; Zakaria, Yahya, Isa
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=238
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-zakaria-yahya-isa/zakariya-yahya-isa/msg67/#msg67
       -  &#1769;&#1758;&#1769; MUHAMMAD
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=239
       &#1589;&#1604;&#1609;
       &#1575; &#1604;&#1604;&#1607; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;
       &#1608;&#1587;&#1604;&#1605;
       &#9701;&#8593; Muhammad [color=teal]&#1589;&#1604;&#1609;
       &#1575; &#1604;&#1604;&#1607; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;
       &#1608;&#1587;&#1604;&#1605;
       [url=
  HTML http://iscm.createaforum.com/128998-muhammad-158916041609-1575-160416041607-1593160416101607-1608158716041605/nabi-muhammad-158916041609-1575-160416041607-1593160416101607-1608158716041605/msg66/#msg66]&#9654;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=239
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1