DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ MUSA, HARUN
*****************************************************
#Post#: 71--------------------------------------------------
۩۞۩ 25 NABI DAN RASUL: MUSA WA HARUN
DIR By: Host
Date: December 23, 2023, 12:11 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS [color=beige]|
SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN RASUL[/shadow][/color][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Sejarah Singkat 25 Nabi dan Rasul ini dikaitkan dengan
nash Al-Qur'an. dan untuk lebih lengkap silahkan baca buku Ibnu
Katsir
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(9)-murid-murid-mereka/ibnu-katsir/msg152/#msg152[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ ۩۞۩ 25 NABI DAN RASUL
September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
🟦 MUSA WA HARUN
[size=11pt][size=18pt][15] ۩۞۩ NABI MUSA
[font=georgia]Alaihissalam[/font]
Nabi Musa [i]Alaihissalam diutus untuk berdakwah di negeri
Mesir, dan mengajak Bani Israil menyembah Allah Subhanahu Wa
Ta’ala. Musa dan Harun adalah keturunan ke-4 dari Nabi Ya’qub
Alaihissalam yang tinggal di Mesir sejak Nabi Yusuf berkuasa
disana. Mesir saat itu dikuasai oleh Fir’aun. Penduduknya
terdiri dari 2 bangsa, yaitu penduduk asli Mesir yang disebut
sebagai orang Qubti, dan orang Israil, yaitu keturunan Nabi
Ya’qub Alaihissalam. Kebanyakan orang Qubti menduduki
jabatan-jabatan tinggi, sedang orang Israil hanya berkedudukan
rendah, seperti buruh, pelayan dan pesuruh. Firaun memerintah
dengan tangan besi. Ia diktator bengis yang tidak berperi
kemanusiaan. Mabuk dan rakus kekuasaan, sampai-sampai ia berani
menyebut dirinya sebagai Tuhan.[/i]
[size=12pt]✻ Kekejaman Fir’aun membunuh bayi laki-laki
Suatu ketika, Fir’aun bermimpi, yang oleh dukun peramalnya mimpi
itu diartikan dengan akan lahirnya seorang bayi laki-laki dari
Bani Israil yang akan merampas kekuasaan raja. Seketika itu
Fir’aun menginstruksikan seluruh pasukannya untuk membunuh
setiap bayi laki-laki yang lahir.
Ibu Musa, Yukabad, istri Imron ibn Qahat ibn Lewi ibn Ya’qub
Alaihissalam, merasa sangat gelisah karena begitu ketatnya
penyelidikan para petugas. Suatu ketika ibu Musa mendapat
petunjuk melalui mimpinya agar anaknya yang berusia 3 bulan
dimasukkan ke dalam kotak lalu dihanyutkan ke sungai Nil. Allah
Subhanahu Wa Ta’ala menjamin bahwa bayinya pasti akan selamat,
bahkan Yukabad kelak tetap akan dapat merawatnya.
Isyarat itu dilaksanakan dengan penuh ketabahan dan tawakal.
Kakak Musa diperintahkan untuk mengikuti kemana peti itu hanyut
dan di tangan siapakah Musa nanti ditemukan. Kotak yang berisi
bayi itu tiba-tiba tersangkut di pohon dan berhenti di belakang
rumah Fir’aun. Puteri Fir’aun menemukan peti tsb, dan ia adalah
seorang yang berpenyakit belang. Ketika menyentuh Musa, mendadak
penyakitnya sembuh. Dengan perasaan gembira ia membawa peti itu
kepada Asiah, istri Fir’aun, dan memberitahu apa yang telah
terjadi. Asiah mengambil bayi itu dan berniat untuk
memeliharanya.
Asiah adalah seorang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa
Ta’ala. Namun lantaran takut oleh kekejaman Fir’aun, ia
menyembunyikan keimanannya. Ketika itu Fir’aun mendengar adanya
wanita cantik bernama Asiah, dan ia pun menikahinya. Namun
tatkala ia hendak menggauli istrinya itu, seluruh badannya
tiba-tiba menjadi kaku sehingga ia pun tidak bisa mendekatinya,
hanya bisa memandangnya.
Fir’aun merasa curiga terhadap bayi yang ditemukan istrinya,
tetapi Asiah tetap bersikeras untuk memeliharanya karena ia
sudah lama mendambakan anak. Bayi itu oleh Asiah diberi nama
Musa, yang artinya air dan pohon (mu = air, sa = pohon).
di antara sejumlah inang pengasuh pilihan Asiah, bayi Musa hanya
mau menyusu pada Yukabad, sehingga Asiah akhirnya menerima
Yukabad sebagai inang pengasuh Musa. Dengan demikian janji Allah
Subhanahu Wa Ta’ala bahwa Yukabad tetap akan mendapatkan kembali
bayinya terpenuhi. Kisah ini dapat ditemui dalam surat
(Al-Qasas: 4-13).
[size=12pt]✻ Musa Meninggalkan Mesir
Setelah selesai masa penyusuan bersama ibunya, Musa dikembalikan
lagi ke istana Fir’aun. Ia dipelihara sebagaimana anak-anak raja
yang lain. Berpakaian seperti Fir’aun, mengendarai kendaraan
Fir’aun, sehingga ia dikenal sebagai Pangeran Musa ibn Fir’aun.
Walaupun dididik dalam tradisi istana, sejak kecil Musa memahami
bahwa ia bukan anak Fir’aun melainkan keturunan Bani Israil yang
tertindas. Karena prihatin terhadap nasib rakyat yang dianiaya
oleh keluarga raja dan para pembesar kerajaan, Musa bertekad
untuk membela kaumnya yang lemah.
Suatu saat tindakan Musa membela seorang anggota kaumnya yang
berkelahi melawan seorang dari golongan Fir’aun menyebabkan yang
terakhir ini tewas. Seorang saksi yang melihat kejadian itu lalu
melaporkan pada Fir’aun. Mengetahui bahwa Musa membela orang
Israil, Fir’aun segera memerintahkan orang untuk menangkap Musa.
Akhirnya Musa melarikan diri dan memutuskan untuk meninggalkan
Mesir. Ia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Saat itu ia
berusia 18 tahun. Kisah ini terdapat dalam surat (Al-Qasas:
14-21).
Musa pergi ke Madyan, kota tempat tinggal Nabi Syu’aib
Alaihissalam. Dari Mesir ke Madyan harus ditempuh berjalan kaki
selama 8 hari. Karena kelelahan dan merasa lapar, Musa
beristirahat di bawah pepohonan. Tak jauh dari tempatnya
beristirahat, ia melihat dua orang gadis berusaha berebut untuk
mendapatkan air di sumur guna memberi minum ternak yang mereka
gembalakan. Kedua gadis itu berebutan dengan sekelompok
pria-pria kasar yang tampak tidak mau mengalah.
Melihat itu, Musa segera bergerak menolong kedua gadis tsb.
Laki-laki kasar tadi mencoba melawan Musa, tapi Musa dapat
mengalahkan mereka.
✻ Musa Menikah
Kedua gadis ini tak lain adalah putri-putri Nabi Syu’aib
Alaihissalam. Mereka lalu melaporkan kejadian yang telah dialami
bersama Musa kepada ayah mereka. Syu’aib lalu menyuruh kedua
putrinya untuk mengundang Musa datang ke rumah mereka.
Musa memenuhi undangan itu. Keluarga Syu’aib sangat senang
melihat Musa. Sikapnya sopan dan tampak sekali ia seorang pemuda
bermartabat dari kalangan bangsawan. Kepada Syu’aib, Musa
menceritakan peristiwa pembunuhan yang telah dilakukannya, yang
menyebabkan ia terusir dari Mesir. Syu’aib menyarankan agar ia
tetap tinggal di rumahnya agar terhindar dari kejaran
orang-orang Fir’aun.
Syu’aib bermaksud menikahkan Musa dengan salah seorang putrinya.
Sebagai syarat mas kawin, Musa diminta bekerja menggembalakan
ternak-ternak milik Nabi Syu’aib selama 8 tahun. Musa
menyanggupi syarat tsb, bahkan ia menggenapkan masa kerjanya
menjadi 10 tahun. Ia menjalani pekerjaannya dengan sabar. Selama
itu, nampaklah oleh keluarga Syu’aib bahwa Musa adalah pemuda
yang kuat, perkasa, jujur dan dapat diandalkan. Tak salah jika
Nabi Syu’aib mengambilnya sebagai menantu.
Musa sangat bahagia hidup bersama istrinya. Nabi Syu’aib juga
lega karena anaknya mendapat pelindung yang dapat dipercaya.
Kisah tentang hal ini terdapat dalam surat (Al-Qasas: 22-28).
✻ Musa kembali ke Mesir
Sepuluh tahun setelah meninggalkan Mesir, Musa berniat kembali
ke sana bersama istrinya. Musa sadar, tidak mustahil bahwa
orang-orang Mesir masih akan mencarinya, oleh sebab itu ia dan
istrinya tidak berani melalui jalan biasa melainkan memilih
jalan memutar.
Sampai suatu malam, mereka tersesat tak tahu arah mana yang
harus ditempuh untuk meneruskan perjalanan ke Mesir. Saat itulah
Musa melihat ada cahaya api terang benderang di atas sebuah
bukit. Musa berkata kepada istrinya, “Tunggu disini, aku akan
mengambil api itu untuk menerangi jalan kita.”
Tatkala Musa menghampiri api tsb, tiba-tiba terdengar suara
menyeru, “Hai Musa! Aku ini adalah Tuhanmu, maka tanggalkanlah
kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah suci Thuwa.
Dan aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan
diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. Tiada
Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah sholat
untuk mengingat Aku.”
Inilah wahyu pertama yang diterima langsung oleh Nabi Musa
Alaihissalam. Dengan diterimanya wahyu ini, maka Musa telah
diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Sebagai rasul, Allah Subhanahu
Wa Ta’ala memberinya mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah
menjadi ular dan tangannya yang dapat bersinar putih cemerlang
setelah dikepitkan di ketiaknya. Kisah ini dapat dilihat pada
surat (Tâhâ: 9-23).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam
untuk berdakwah kepada Fir’aun. Musa masih merasa takut karena
dulu ia pernah membunuh orang Mesir, namun Allah menjanjikan
perlindungan untuknya, maka tentramlah hatinya. Untuk lebih
memantapkan dakwahnya, Musa memohon kepada Allah agar ia
ditemani oleh Harun, saudaranya, karena Harun amat cakap dalam
berbicara dan berdebat. Permintaan Musa dikabulkan. Harun yang
masih berada di Mesir digerakkan hatinya oleh Allah sehingga ia
berjalan menemui Musa. Hal tsb dinyatakan dalam surat (Al-Qasas:
32-35) dan surat (Tâhâ: 42-47).
Akhirnya bersama-sama Harun, Musa menghadap Fir’aun. Ia
mengadakan dialog dengan Fir’aun tentang Tuhan. Namun Fir’aun
menanggapinya dengan sinis dan mengejek Musa tak tahu diri. Dulu
ia diasuh dan dibesarkan di istana Mesir, tapi kini ia malah
berbalik menentang Fir’aun. Musa menjawab bahwa semua itu
terjadi disebabkan karena ulah Fir’aun sendiri. Seandainya
Fir’aun tidak memerintahkan membunuh bayi laki-laki, tidak
mungkin ia dihanyutkan di sungai Nil sampai akhirnya ditemukan
dan diangkat anak oleh istri Fir’aun. Musa tidak merasa
berhutang budi pada Fir’aun.
Musa mengatakan bahwa sesungguhnya Fir’aun bukanlah Tuhan. Ada
Tuhan lain yang berhak disembah, Tuhan nenek moyang mereka,
Tuhan seluruh alam semesta. Fir’aun sangat murka dan meminta
Musa untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Tuhan.
✻ Keberhasilan Musa melawan ahli-ahli sihir Fir’aun
Di depan masyarakat luas, Nabi Musa Alaihissalam dapat
menunjukkan mukjizatnya menghadapi ahli-ahli sihir Fir’aun. Musa
mempersilakan ahli-ahli sihir Fir’aun untuk mempertunjukkan
kebolehan mereka lebih dulu. Mereka lalu melemparkan tali dan
tongkat-tongkatnya. Tak lama kemudian tali-tali dan
tongkat-tongkat itu berubah menjadi ular yang ribuan ekor
banyaknya. Fir’aun tertawa bangga menyaksikan kebolehan para
ahli sihirnya. Masyarakat yang hadir disana juga terkagum-kagum.
Dengan tenang Musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu segera
berubah menjadi ular yang sangat besar dan langsung melahap
ular-ular para ahli sihir Fir’aun. Dalam waktu singkat,
ular-ular itu habis ditelan oleh ular Nabi Musa.
Para ahli sihir itu terbelalak heran. Apa yang diperlihatkan
Musa bukanlah seperti sihir yang mereka pelajari dari syaitan.
Sadar akan hal itu, para ahli sihir tsb berlutut kepada Musa,
dan menyatakan diri sebagai pengikut ajaran yang dibawanya.
Mereka bertaubat dan hanya akan menyembah Allah saja. Kisah ini
dijelaskan dalam surat (Asy-Syu’arâ’: 18-51).
Fir’aun sangat murka melihat pembelotan para ahli sihir yang
telah bertaubat itu. Ia mengancam akan menyiksa mereka dengan
siksaan yang sangat kejam, namun para ahli sihir itu tetap
memilih menjadi pengikut Musa. Akhirnya Fir’aun memerintahkan
untuk memotong tangan dan kaki mereka, serta menyalib mereka di
batang pohon kurma. Mereka pun menerimanya dengan sabar dan
tetap beriman kepada Allah. Jumlah mereka saat itu 70 orang.
✻ Azab bagi Fir’aun dan pengikutnya
Kejengkelan Fir’aun memuncak setelah Nabi Musa Alaihissalam
memperoleh pengikut yang lebih banyak. Fir’aun menjadi semakin
kejam terhadap Bani Israil. Nabi Musa Alaihissalam senantiasa
menyuruh kaumnya untuk bersabar menghadapi kesewenang-wenangan
Fir’aun. Fir’aun pun tak henti-hentinya mengejek dan menghina
Musa.
Karena semakin lama tindakan Fir’aun makin merajalela, Nabi Musa
Alaihissalam berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar
Fir’aun dan pengikutnya diberi azab. Allah Subhanahu Wa Ta’ala
mengabulkan doa Musa. Kerajaan Fir’aun dilanda krisis keuangan.
Selain itu wilayah Mesir dilanda kemarau panjang. Banyak panen
yang gagal, tanaman dan pepohonan banyak yang mati, disusul
badai topan yang merobohkan rumah-rumah mereka. Jutaan belalang
berdatangan menyerbu hewan dan perkebunan, juga kutu dan katak.
Setelah kemarau, muncul banjir besar. Akibat banjir itu kemudian
juga muncul wabah penyakit. Anak laki-laki bangsa Mesir mendadak
mati, tak terkecuali anak-anak Fir’aun sendiri, termasuk putra
mahkota.
Pengikut Fir’aun mendatangi Nabi Musa Alaihissalam untuk memohon
agar azab itu dicabut dari mereka dengan janji mereka akan
beriman. Namun ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan
permintaan itu, mereka ingkar terhadap janjinya. Riwayat ini
terdapat dalam surat (Al-Mu’minûn: 26), (Az-Zukhruf: 51-54),
(Yûnus: 88-89), dan (Al-A’râf: 130-135).
✻ Peristiwa Laut Merah terbelah
Bani Israil yang makin menderita karena ulah Fir’aun dan
pengikutnya meminta Nabi Musa Alaihissalam untuk membawa mereka
keluar dari Mesir. Setelah mendapat wahyu dari Allah agar
mengajak kaumnya pergi meninggalkan Mesir, Musa lalu membawa
kaumnya ke Baitulmakdis. Mereka pergi secara diam-diam di malam
hari. Ketika sampai di tepi Laut Merah, mereka baru menyadari
bahwa tentara Fir’aun mengejar mereka. Para pengikut Musa sangat
panik karena tidak bisa lari kemana pun. Saat itulah turun wahyu
agar Musa memukulkan tongkatnya ke laut. Laut pun membelah
hingga terbentang jalan bagi Musa dan pengikutnya untuk
menyeberang. Fir’aun dan tentaranya mengejar rombongan itu,
namun ketika Musa dan pengikutnya telah sampai di tepi sementara
Fir’aun dan tentaranya masih di tengah laut, atas perintah Allah
laut pun kembali menutup hingga Fir’aun dan pasukannya
tenggelam.
Di saat-saat terakhir menjelang kematiannya, Fir’aun sempat
bertaubat dan menyatakan diri beriman kepada Allah. Namun taubat
menjelang ajal yang dilakukan oleh Fir’aun itu sudah terlambat
dan tidak lagi diterima oleh Allah, sehingga matilah ia dalam
keadaan tetap kafir. Kisah tentang ini terdapat dalam surat
(Tâhâ: 77-79), (Asy-Syu’arâ: 60-68), dan (Yûnus: 90-92).
Ternyata, mayat Fir’aun tetap utuh sebagaimana disebutkan dalam
Al-Qur’an surat (Yûnus: 92), sebagai tanda bagi umat yang
kemudian. Ini telah terbukti dengan diketemukannya mummi Fir’aun
(Pharaoh) di Mesir pada abad ke-20 M.
✻ Karunia bagi Bani Israil
Dalam perjalanan ke Mesir, Bani Israil sangat manja. Saat mereka
haus, Musa memukulkan tongkatnya ke batu. Dari batu tsb,
memancarlah 12 mata air, sesuai dengan jumlah suku (sibith) Bani
Israil, sehingga masing-masing suku memiliki mata air sendiri.
Di Gurun Sinai yang panas terik, tak ada rumah untuk dihuni, tak
ada pohon untuk berteduh, maka Allah menaungi mereka dengan
awan.
Ketika bekal makanan dan minuman mereka habis, mereka pun
meminta Musa memohon pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar
diberikan makanan dan minuman, maka Allah menurunkan kepada
mereka Manna dan Salwa. Manna adalah makanan yang turun dari
udara seperti turunnya embun, turun di atas batu dan daun pohon.
Rasanya manis seperti madu. Sedang Salwa adalah sejenis burung
puyuh yang datang berbondong-bondong silih berganti
sampai-sampai hampir menutupi bumi lantaran banyaknya.
Mendapat karunia dan rezki yang demikian melimpahnya dari Allah,
Bani Israil bukannya bersyukur, malah mereka meminta makanan
dari jenis yang lain lagi. Disinilah mulai terlihat betapa Bani
Israil itu sangat kufur terhadap nikmat Allah. Berbagai tuntutan
dan permintaan dari Bani Israil ini diceritakan dalam surat
(Al-A’râf: 160) dan (Al-Baqarah: 61).
✻ Turunnya kitab Taurat
Setelah persoalan dengan Fir’aun selesai, Nabi Musa Alaihissalam
memohon untuk diberikan kitab suci sebagai pedoman. Allah
Subhanahu Wa Ta’ala lalu memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam
untuk berpuasa selama 30 hari dan pergi berkhalwat ke Bukit Thur
Al-Aiman atau Thursina. Sebelum pergi, Musa meminta Harun
menjadi wakilnya untuk mengurus kaumnya.
Setelah berpuasa selama 30 hari, Allah memerintahkannya berpuasa
10 hari lagi untuk menggenapkan ibadahnya menjadi 40 hari.
Setelah itu Allah berbicara kepadanya dengan Kalam-Nya yang
Azali, sehingga Musa pun memiliki keistimewaan yang tidak
dimiliki oleh manusia lain.
Dalam kesempatan bermunajat di Bukit Thursina ini, timbul
kerinduan Musa untuk bertemu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia pun
meminta agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengizinkan dirinya untuk
melihat Dzat-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan bahwa ia
telah meminta sesuatu yang diluar kesanggupannya. Allah
Subhanahu Wa Ta’ala kemudian menyuruh Musa untuk melihat ke
sebuah bukit. Allah akan menampakkan wujudnya kepada bukit itu.
Jika bukit itu tetap tegak berdiri, maka Musa dapat melihat-Nya,
namun jika bukit yang lebih besar darinya itu tak mampu
bertahan, maka lebih-lebih lagi dirinya. Ketika Musa mengarahkan
pandangan ke bukit tsb, seketika itu juga bukit itu hancur
luluh. Melihat itu Musa merasa terkejut dan ngeri, ia pun jatuh
pingsan.
Setelah sadar, ia bertasbih dan bertahmid seraya memohon ampun
kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kelancangannya.
Selanjutnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kitab Taurat
sebagai kitab suci yang berupa kepingan-kepingan batu. Di
dalamnya tertulis pedoman hidup dan penuntun beribadah kepada
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kisah munajat Nabi Musa Alaihissalam
di Bukit Thursina ini diceritakan dalam surat (Al-A’râf:
142-145).
✻ Patung Anak Sapi
Sepeninggal Nabi Musa Alaihissalam, Bani Israil dihasut oleh
seorang munafik bernama Samiri. Karena keyakinan tauhid mereka
yang memang belum terlalu tebal, dengan mudah mereka termakan
hasutan Samiri. Bani Israil membuat patung anak sapi yang
disembah sebagai tuhan mereka.
Sebelum pergi ke bukit Thursina, Musa berkata kepada kaumnya
bahwa ia akan meninggalkan mereka tidak lebih dari 30 hari.
Ketika Allah memerintahkannya untuk menambah ibadahnya 10 hari
lagi sehingga bertambah lama kepergiannya, maka mereka
menganggapnya telah melupakannya. Samiri mengatakan kepada Bani
Israil bahwa keterlambatan Musa ini disebabkan karena mereka
telah membuat marah Tuhan dengan mengambil perhiasan-perhiasan
dari kuburan orang-orang Mesir. Maka untuk meminta ampun kepada
Tuhan dan agar Musa mau kembali pada mereka, mereka harus
melemparkan perhiasan-perhiasan tsb ke dalam api.
Mereka pun percaya dengan hasutan Samiri. Para wanita-wanita
Bani Israil lalu melemparkan perhiasan-perhiasan emas mereka ke
dalam api. Dari emas yang terkumpul itu Samiri lalu membuat
patung anak sapi. Dengan teknik khusus, ia membuat angin bisa
masuk dan menimbulkan suara dari mulut patung itu sehingga
seolah-olah patung itu dapat berbicara. Kemudian Samiri menyuruh
Bani Israil untuk menyembahnya.
Nabi Harun Alaihissalam tidak berdaya menghadapi kaumnya yang
kembali murtad itu. Ketika Nabi Musa Alaihissalam kembali, ia
sangat marah dan bersedih hati melihat perilaku kaumnya.
Mula-mula ia pun marah kepada Harun yang dianggapnya tidak bisa
menjaga kaumnya dengan baik, namun setelah mendengar penjelasan
dari Harun, ia pun tenang kembali. Ia mengusir Samiri dan
menjelaskan pada kaumnya tentang perbuatan mereka yang salah.
Sebagai hukuman, Samiri diberi kutukan oleh Allah, jika ia
disentuh atau menyentuh manusia, maka badannya akan menjadi
panas demam. Itulah azab Samiri di dunia, seumur hidupnya ia
tidak bisa berhubungan dengan siapa pun.
Setelah Samiri pergi, Musa membakar patung anak sapi sembahan
Bani Israil dan membuang abunya ke laut. Allah Subhanahu Wa
Ta’ala kemudian memerintahkan Musa Alaihissalam agar membawa
sekelompok kaumnya untuk memohon ampun atas dosa mereka
menyembah patung anak sapi. Musa mengajak 70 orang terpilih dari
Bani Israil ke Bukit Thursina. Setelah mereka berpuasa
menyucikan diri, muncullah awan tebal di bukit itu. Nabi Musa
Alaihissalam dan rombongannya memasuki awan gelap itu dan
bersujud. Ketika bersujud, 70 orang itu mendengar percakapan
antara Nabi Musa Alaihissalam dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Timbul keinginan mereka untuk melihat Zat Allah. Bahkan mereka
menyatakan tidak akan beriman sebelum melihat-Nya. Seketika itu
pula tubuh mereka tersambar halilintar hingga mereka pun tewas.
Nabi Musa Alaihissalam memohon agar kaumnya diampuni dan
dihidupkan kembali. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun
membangkitkan kembali 70 orang pengikut Musa itu. Musa lalu
menyuruh mereka bersumpah untuk berpegang teguh pada kitab
Taurat sebagai pedoman hidup, dan beriman kepada Allah Subhanahu
Wa Ta’ala. Cerita ini terdapat dalam Al Qur’an surat (Al-A’râf:
149-155) dan (Al-Baqarah: 55, 56, 63, 64).
✻ Sapi Betina (Al Baqarah)
Suatu hari terjadi peristiwa pembunuhan di antara kaum Nabi
Musa. Untuk mengetahui siapa pembunuh orang tsb, atas petunjuk
Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Musa memerintahkan kaumnya untuk
mencari seekor sapi betina. Dengan lidah sapi itu nantinya mayat
yang terbunuh akan dipukul dan akan hidup lagi atas kehendak dan
izin dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kaum Bani Israil sebenarnya enggan melaksanakan perintah ini,
karenanya mereka sangat cerewet dan banyak bertanya dengan
harapan supaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akhirnya
membatalkannya, sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur’an surat
(Al-Baqarah: 67-71).
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.
Mereka berkata: Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?
Musa menjawab: Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi
salah seorang dari orang-orang yang jahil." (QS. 2: 67)
Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami, agar
dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu? Musa
menjawab: Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu
adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan antara
itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu." (QS. 2:
68)
Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia
menerangkan kepada kami apa warnanya. Musa menjawab:
Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi
betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan
orang-orang yang memandangnya." (QS. 2: 69)
Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia
menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu,
karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan
sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk
memperoleh sapi itu)." (QS. 2: 70)
Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina
itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak
tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat,
tidak ada belangnya. Mereka berkata: Sekarang barulah kamu
menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya. Kemudian mereka
menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan
perintah itu." (QS. 2: 71)
Nama surat Al-Baqarah yang berarti sapi betina diambil karena
dalam surat ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina.
Dapat dilihat pada ayat-ayat tsb bahwa sikap Bani Israil yang
cerewet justru telah menyulitkan mereka sendiri. Seandainya
ketika diperintahkan pertama kali mereka langsung
melaksanakannya, tentulah mereka tidak akan repot, tetapi mereka
malah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang rumit sehingga
hampir saja mereka tidak dapat menemukan sapi sesuai ciri-ciri
yang diterangkan oleh Musa.
Begitu sapi sudah diperoleh, mereka lalu menyembelihnya dan
lidah sapi itu dipukulkan ke tubuh mayat orang yang terbunuh.
Seketika itu ia menjadi hidup kembali dan menceritakan bahwa ia
telah dibunuh oleh sepupunya sendiri.
✻ Allah mengharamkan tanah Palestina bagi Bani Israil
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa Alaihissalam
membawa kaumnya ke Palestina, tempat suci yang telah dijanjikan
bagi Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagai tempat tinggal anak
cucunya. Bani Israil yang telah mendapat berbagai karunia dari
Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kaum yang keras kepala dan
tidak bersyukur.
Sebelum mengajak kaumnya berhijrah, Musa mengutus perintis jalan
untuk menyelidiki tentang penduduk penghuni Palestina. Ketika
kembali, para perintis jalan itu mengabarkan bahwa tanah suci
tsb dihuni oleh suku Kana’an yang kuat-kuat, dan kota-kotanya
memiliki benteng yang kokoh. Mengetahui hal itu, merasa
gentarlah Bani Israil dan tidak mau mematuhi perintah Musa untuk
menyerang. Mereka hanya mau kesana jika suku itu telah
disingkirkan terlebih dahulu.
Nabi Musa Alaihissalam sangat marah terhadap sikap kaumnya itu,
karena sikap tsb mencerminkan bahwa mereka belum benar-benar
beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, padahal Allah
Subhanahu Wa Ta’ala telah berjanji bahwa dengan pertolongan-Nya
mereka akan mampu mengalahkan suku Kana’an. Di antara Bani
Israil itu, ada 2 orang bertakwa yang menasihati mereka agar
masuk dari pintu kota supaya mereka bisa menang. Akan tetapi
Bani Israil menolak nasihat itu dan melontarkan kepada Musa
kalimat yang menunjukkan pembangkangan dan sifat pengecut,
“Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah, sementara
kami menunggu di sini.”
Habislah kesabaran Musa. Ia lalu memanjatkan doa agar Allah
Subhanahu Wa Ta’ala memberikan putusan-Nya atas sikap kaumnya.
Sebagai hukuman bagi Bani Israil yang menolak perintah Allah
Subhanahu Wa Ta’ala, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan
wilayah Palestina selama 40 tahun bagi mereka. Mereka akan
tersesat, padahal tanah yang dijanjikan sudah ada di depan mata.
Selama itu mereka akan berkeliaran di muka bumi tanpa memiliki
tempat bermukim yang tetap. Hal ini dikisahkan dalam surat
(Al-Maidah: 20-26).
✻ Pertemuan Musa dengan orang shaleh
Pada suatu kesempatan berkhutbah di hadapan kaumnya, Nabi Musa
Alaihissalam mengatakan bahwa dirinyalah yang paling pandai dan
berpengetahuan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegur sikapnya ini
dan berfirman, “Sesungguhnya Aku mempunyai seorang hamba di tepi
laut yang lebih pandai darimu.”
Berkatalah Musa, “Wahai Tuhanku, apa yang harus kuperbuat untuk
bertemu dengannya?”
Allah berfirman, “Ambillah seekor ikan kecil dan letakkan di
dalam keranjang. Dimanapun engkau kehilangan ikan itu, maka
disitulah ia berada.”
Musa melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya.
Ia mengambil seekor ikan kecil, kemudian ia pergi dengan
ditemani seorang sahayanya. Saat mereka tiba di pertemuan antara
dua buah laut, mereka duduk sejenak untuk beristirahat.
Tertidurlah mereka, sementara saat itu turun hujan sehingga ikan
yang mereka bawa dapat melompat dan meluncur ke laut.
Sahaya Musa mengetahui hal ini, namun ia lupa memberitahukannya
kepada Musa. Mereka terus melanjutkan perjalanan. Ketika mereka
merasa lapar dan hendak makan, saat itulah sahaya Musa teringat
akan ikan yang hilang itu, maka ia pun memberitahu Musa.
Mendengar itu Musa sangat gembira. “Inilah yang kita cari. Mari
kita kembali untuk mengikuti jejak dimana ikan itu hilang.”
Belum sampai di tempat yang dituju, Musa telah bertemu dengan
orang yang dimaksud. Hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang saleh
itu dikenal dengan nama Nabi Khidir Alaihissalam. Nabi Musa
Alaihissalam yang ingin belajar dari hamba-Nya yang saleh itu
meminta agar diizinkan mengikuti Nabi Khidir. Nabi Khidir
menjawab bahwa ia tidak akan dapat sabar atas keikutsertaannya,
karena ia akan melihat tindakan-tindakan yang bertentangan
dengan syariatnya. Namun Musa berkata bahwa ia akan bersabar dan
tidak akan menentang urusan Nabi Khidir. Akhirnya Nabi Khidir
mengizinkan Musa untuk mengikutinya, namun dengan syarat bahwa
Musa tidak boleh mempertanyakan tindakan-tindakan yang akan
dilakukannya, karena pada akhirnya ia akan menceritakan rahasia
di balik tindakan-tindakannya itu.
Pergilah Musa bersama Nabi Khidir menyusuri tepi laut. Tiba-tiba
lewat di depan mereka sebuah kapal, maka keduanya meminta kepada
penumpang-penumpangnya untuk mengangkut mereka. Mereka diizinkan
menumpang, lalu keduanya pun naik ke kapal itu. Saat para
penumpang lengah, Nabi Khidir melubangi dinding kapal yang
terbuat dari kayu itu sedemikian rupa sehingga kerusakannya akan
mudah untuk diperbaiki. Musa yang melihat kejadian ini merasa
ngeri dan tanpa sadar ia lupa dengan perjanjiannya untuk tidak
mengajukan pertanyaan apa pun, maka ia pun berkata, “Apakah
engkau merusak kapal orang-orang yang telah menghormati kita?
Engkau telah melakukan sesuatu yang tercela.”
Nabi Khidir mengingatkan kepada Musa akan perjanjian mereka,
maka sadarlah Musa, ia meminta supaya jangan dihukum atas
kelupaannya ini. Keduanya lalu meneruskan perjalanan dan bertemu
dengan seorang anak yang sedang bermain bersama kawan-kawannya.
Nabi Khidir lalu membujuk anak itu ikut dengannya dan membawanya
ke tempat yang agak jauh dari teman-temannya, lalu ia
membunuhnya. Panas hati Musa melihat perbuatan yang keji ini
sehingga dengan marah ia berkata, “Apakah engkau membunuh jiwa
yang suci bersih tanpa dosa? Engkau telah berbuat sesuatu yang
mungkar.”
Nabi Khidir kembali mengingatkan Musa akan syarat yang berlaku
antara keduanya. Musa menyesal atas ketidaksabarannya. Ia pun
berkata, “Jika setelah ini aku bertanya lagi kepadamu, maka
janganlah menemani aku, karena sudah cukup alasan bagiku untuk
berpisah denganmu.”
Kemudian keduanya pun meneruskan perjalanan kembali. Saat merasa
haus dan lapar, masuklah mereka ke sebuah desa. Mereka meminta
kepada penghuninya supaya bersedia memberi mereka makan dan
menjadikan mereka sebagai tamu, namun permintaan mereka ini
ditolak dengan kasar oleh penghuni desa tsb.
Dalam perjalanan pulang, mereka mendapati sebuah dinding yang
hampir roboh. Nabi Khidir lalu memperbaiki dinding yang roboh
itu dan mendirikan bangunannya. Melihat ini, Musa tidak tahan
lalu bertanya, “Apakah engkau mau membalas orang-orang yang
telah mengusir kita dengan memperbaiki dinding rumah mereka?
Andaikata engkau kehendaki, engkau bisa meminta upah atas
pekerjaanmu untuk membeli makanan.”
Dengan timbulnya pertanyaan Musa ini, maka berpisahlah ia dengan
Nabi Khidir. Namun sebelum berpisah, Nabi Khidir menjelaskan
rahasia-rahasia perbuatannya. Ia berkata, “Mengenai kapal yang
aku lubangi dindingnya, itu adalah kepunyaan beberapa orang
miskin yang tidak punya harta selain itu, dan aku mengetahui
bahwa ada seorang raja yang suka merampas setiap kapal yang baik
dari pemiliknya. Sebab itu aku merusaknya sedikit supaya
nantinya mudah diperbaiki lagi, dan bila raja melihatnya ia pun
menduga kapal itu adalah kapal yang buruk sehingga ia akan
membiarkannya pada pemiliknya dan selamatlah kapal itu pada
mereka.
Mengenai anak kecil yang aku bunuh, ia adalah seorang anak yang
menampakkan tanda-tanda kerusakan sejak kecil, sedang kedua
orangtuanya adalah orang-orang yang beriman dan saleh. Aku
khawatir rasa kasih sayang orangtua terhadap anaknya akan
membuat mereka menyeleweng dari kesalehan mereka dan
menjerumuskannya ke dalam kekafiran dan kesombongan, maka aku
pun membunuhnya untuk menenangkan kedua orangtua yang beriman
ini, dan anak yang jahat itu semoga akan diberi gantinya oleh
Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan anak yang lebih baik dan lebih
berbakti serta lebih sayang kepada kedua orangtuanya.
Adapun dinding rumah yang kudirikan, itu adalah milik dua anak
yatim di kota itu yang di bawahnya terdapat harta terpendam
kepunyaan mereka, dan ayah mereka adalah seorang yang saleh.
Maka Tuhanmu yang Maha Pemurah ingin menjaga harta itu bagi
mereka sampai mereka dewasa dan mengeluarkannya.
Semua yang kuperbuat itu bukanlah atas usahaku, melainkan itu
adalah wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan inilah
penjelasan dari kejadian-kejadian yang mana engkau tidak bisa
bersabar.” Kisah pertemuan Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi
Khidir Alaihissalam ini terdapat dalam surat (Al-Kahfi: 60-82).
✻ Kisah Qarun dan Hartanya
Tersebutlah seorang pengikut Nabi Musa Alaihissalam yang sangat
kaya, yang bernama Qarun. Meskipun sangat kaya, namun ia tidak
mau menyedekahkan hartanya bagi fakir miskin. Nasihat-nasihat
Nabi Musa Alaihissalam tidak dipedulikannya, bahkan ia mengejek
dan memfitnah Nabi Musa Alaihissalam.
Guna memberi pelajaran pada Qarun dan memberi contoh pada
kaumnya, Musa memanjatkan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala
menurunkan azabnya pada diri hartawan itu. Allah Subhanahu Wa
Ta’ala lalu memberi azab dengan menguburkan semua harta kekayaan
beserta diri Qarun melalui bencana tanah longsor yang dahsyat.
Kisah Qarun dan hartanya ini terdapat dalam surat (Al-Qasas:
76-82).
✻ Larangan Hari Sabath
Sesuai dengan syariat dalam Taurat, Nabi Musa menentukan hari
Sabtu sebagai hari untuk berkumpul dan beribadah. Pada hari itu
kaum Bani Israil dilarang untuk melakukan usaha apa pun,
termasuk berniaga dan mencari ikan. Namun pada hari Sabtu tsb
justru ikan-ikan sangat banyak terlihat di laut.
Sesungguhnya ini merupakan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala
untuk menguji keimanan dan ketaatan Bani Israil. Ternyata mereka
tidak tahan dengan ujian ini dan melanggar larangan hari Sabath,
oleh sebab itu Allah kemudian mengutuk sebagian mereka menjadi
kera. Hal ini disebutkan dalam surat (Al-Baqarah: 65) dan
(Al-A’râf: 166). Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][size=16pt][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS
[color=beige]| SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN
RASUL[/shadow][/color][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Sejarah Singkat 25 Nabi dan Rasul ini dikaitkan dengan
nash Al-Qur'an. dan untuk lebih lengkap silahkan baca buku Ibnu
Katsir
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(9)-murid-murid-mereka/ibnu-katsir/msg152/#msg152[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ ۩۞۩ 25 NABI DAN RASUL
September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
🟦 MUSA WA HARUN
[size=11pt][size=18pt][16] ۩۞۩ NABI HARUN
[font=georgia]Alaihissalam[/font]
Nabi Harun [i]Alaihissalam diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala
untuk membantu tugas kerasulan Nabi Musa Alaihissalam. Dalam
berbicara, ia lebih cakap daripada Nabi Musa Alaihissalam.
Ketika Nabi Musa Alaihissalam pergi ke Bukit Sina untuk menerima
wahyu, umatnya dititipkan kepada Nabi Harun Alaihissalam. Namun
setelah Nabi Musa Alaihissalam kembali, ia mendapati mereka
telah menyembah patung anak sapi. Melihat itu, Musa sangat marah
dan bersedih hati. Dalam Al Qur’an diceritakan:[/i]
[size=11pt]Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan
marah dan sedih hati berkatalah dia: Alangkah buruknya perbuatan
yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak
mendahului janji Rabbmu? Dan Musa melemparkan luh-luh (Taurat)
itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil
menariknya ke arahnya. Harun berkata: "Hai anak ibuku,
sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir
mereka mau membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan
musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku
ke dalam golongan orang-orang yang zalim." (QS. Al-A’râf: 150)
Akhirnya Musa-pun sadar, ia lalu berdo’a kepada Allah Subhanahu
Wa Ta’ala seperti tersebut dalam Al Qur’an:
Musa berdo’a: “Ya Rabbku, ampunilah aku dan saudaraku dan
masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha
Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-A’râf: 151)
Nabi Harun Alaihissalam wafat sebelum Nabi Musa Alaihissalam. Ia
dikuburkan oleh Nabi Musa Alaihissalam di Bukit Hur di Gurun
Sinai. Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 84--------------------------------------------------
Re: MUSA WA HARUN
DIR By: iscm
Date: December 23, 2023, 5:41 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS [color=beige]|
SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN RASUL[/shadow][/color][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Sejarah Singkat 25 Nabi dan Rasul ini dikaitkan dengan
nash Al-Qur'an. dan untuk lebih lengkap silahkan baca buku Ibnu
Katsir
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-(9)-murid-murid-mereka/ibnu-katsir/msg152/#msg152[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ ۩۞۩ 25 NABI DAN RASUL
September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
[size=9pt]Read slowly then Click or Press (ARROW
[color=red]▶ Articles In Forum)[/color]
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/15/adam-idris/
۩۞۩ BLOG ┐SEJARAH SINGKAT 25 NABI DAN
RASUL
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/
- ۩۞۩ ADAM, IDRIS
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=229
◥↑ Adam, Idris
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=229<br
/>▶[color=maroon](GOTO Articles in Forum)[/color]
HTML http://iscm.createaforum.com/adam-idris/adam-idris/msg77/#msg77
- ۩۞۩ NUH, HUD, SHALEH
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
◥↑ Nuh, Hud, Saleh
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=230
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-nuh-hud-saleh/nuh-hud-shaleh/msg76/#msg76
- ۩۞۩ IBRAHIM, ISMAIL
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=231
◥↑ Ibrahim, Ismail
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=231
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-ibrahim-ismail/ibrahim-ismail/msg75/#msg75
- ۩۞۩ LUTH, ISHAQ, YAQUB
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=232
◥↑ Luth, Ishaq, Yaqub
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=232
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-luth-ishaq-yaqub/luth-ishaq-yaqub/msg74/#msg74
- ۩۞۩ YUSUF
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=233
◥↑ Yusuf
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=233
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-yusuf/yusuf/msg73/#msg73
- ۩۞۩ AYYUB, ZULKIFLI, SYU'AIB
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=234
◥↑ Ayyub, Zulkifli, Syu’aib
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=234
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-ayyub-zulkifli-syuaib/ayyub-zulkifli-syuaib/msg72/#msg72
- ۩۞۩ MUSA, HARUN
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=235
◥↑ Musa, Harun
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=235
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-musa-harun/musa-wa-harun/msg71/#msg71
- ۩۞۩ DAWUD, SULAIMAN
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=236
◥↑ Dawud, Sulaiman
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=236
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-daud-sulaiman/daud-sulaiman/msg70/#msg70
- ۩۞۩ ILYAS, ILYASA, YUNUS
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=237
◥↑ Ilyas, Ilyasa, Yunus
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=237
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-ilyas-ilyasa-yunus/ilyas-ilyasa-yunus/msg69/#msg69
- ۩۞۩ ZAKARIA, YAHYA, ISA
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=238
◥↑ Zakaria, Yahya, Isa
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=238
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-zakaria-yahya-isa/zakariya-yahya-isa/msg67/#msg67
- ۩۞۩ MUHAMMAD
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=239
صلى
ا لله عليه
وسلم
◥↑ Muhammad [color=teal]صلى
ا لله عليه
وسلم
[url=
HTML http://iscm.createaforum.com/128998-muhammad-158916041609-1575-160416041607-1593160416101607-1608158716041605/nabi-muhammad-158916041609-1575-160416041607-1593160416101607-1608158716041605/msg66/#msg66]▶
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=239
[size=11pt] Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/176917581769-25-nabi-dan-rasul-(templates)/][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/25-nabi-dan-rasul/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1