DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 606--------------------------------------------------
Semangat Salaf Dalam Thalabul Ilmi (bag. 1)
DIR By: Host
Date: August 24, 2024, 6:43 pm
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Semangat Salaf Dalam Thalabul Ilmi (bag. 1)
Februari 22, 2011 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdurrahman Al Adeni -hafizhahullah-
إن الحمد
لله نحمده
تعالى
ونستعينه
ونستغفره ،
ونعوذ
بالله من
شرور
أنفسنا ومن
سيئات
أعمالنا ،
من يهديه
الله فلا
مضل له ومن
يضلل فلا
هادي له ،
واشهد أن
لا إله إلا
الله وحده
لا شريك له
، واشهد أن
محمد عبده
ورسوله
{يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا
اللَّهَ
حَقَّ
تُقَاتِهِ
وَلا
تَمُوتُنَّ
إِلَّا
وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُون}
سورة: آل
عمران –
الآية: 102
{يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي
خَلَقَكُمْ
مِنْ
نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا
رِجَالًا
كَثِيرًا
وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
الَّذِي
تَسَاءَلُونَ
بِهِ
وَالْأَرْحَامَ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
}سورة:
النساء –
الآية: 1.
{يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آَمَنُوا
اتَّقُوا
اللَّهَ
وَقُولُوا
قَوْلًا
سَدِيدًا
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
وَمَنْ
يُطِعِ
اللَّهَ
وَرَسُولَهُ
فَقَدْ
فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا}
سورة:
الأحزاب-
الآية: 70, 71.
أما بعد ،
فان اصدق
الحديث
كتاب الله
تعالى ،
وخير الهدي
هدي محمد
صلى الله
عليه وعلى
آله وسلم ،
وشر الأمور
محدثاتها
وكل محدثة
بدعة وكل
بدعة ضلالة
وكل ضلالة
في النار
Wahai saudaraku di jalan Allah Ta’ala,
Pertama kita hendaknya memuji Allah ‘Azza wa Jalla yang telah
memudahkan kita untuk berkunjung kepada saudara kami
–hafizhahumullah- dari para masyayikh, penuntut ilmu dan ikhwah
secara umum di ma’had yang penuh barakah ini. Dan kita memohon
kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikan kita dan ikhwah
semuanya termasuk orang saling mengunjungi saudaranya karena
Allah Ta’ala, berhubungan karenaNya dan saling mencintai
karena-Nya Ta’ala. Maka ini merupaka nikmat yang sangat besar
dan agung yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada umat islam dan
kepada ahlus sunnah, bahwa tidaklah mereka saling berhubungan
dan saling mencintai kecuali karena Allah Ta’ala. Dan Nabi
Shallallahu ‘alihi wa salam bersabda sebagaimana diriwayatkan
An-Nasa’i dan Abu Ya’la dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-;
إن من عباد
الله
عباداً
يغبطهم
الأنبياء
والشهداء ،
ليسوا
بأنبياء
ولا شهداء
، قالوا
صفهم لنا
يا رسول
الله لعلنا
نحبهم ،
قال: هم قوم
تحابوا من
غير أرحام
ولا انساب
، وجوههم
من نور على
منابر من
نور لا
يخافون يوم
يخاف الناس
ولا يحزنون
يوم يحزن
الناس ، ثم
تلى النبي
صلى الله
عليه وعلى
آله وسلم
قول الله
عز وجل: {
أَلآ إِنّ
أَوْلِيَآءَ
اللّهِ لاَ
خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلاَ هُمْ
يَحْزَنُونَ
الّذِينَ
آمَنُواْ
وَكَانُواْ
يَتّقُونَ
}سورة: يونس –
الآية :62 , 63
“Sesungguhnya dari hamba Allah ada hamba-hamba yang ingin
keadaan mereka seperti para nabi dan syuhada’, dan mereka bukan
para nabi dan syuhada’. Mereka berkata: “Sebutkan ciri-cirinya
kepada kami wahai Rasulullah”. Beliau berkata: “Mereka adalah
suatu kaum yang saling mencintai bukan karena hubungan rahim
bukan pula nasab, wajah-wajah mereka dari cahaya di atas
mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak takut pada hari yang
manusia merasa takut, mereka tidak sedih pada hari yang manusia
merasa sedih”. Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala:
[color=blue]“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak
ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih, mereka
adalah orang-orang yang beriman dan mereka bertakwa.”[/color]
Kemudian kita juga berterima kasih kepada Fadhilah Asy-Syaikh
Abu Nashr Muhammad Al-Imam -hafizhahullah ta’ala- semoga Allah
Ta’ala memberikan barakah pada beliau, pada ilmunya,
perjuangannya, keluarganya dan anak-anaknya. Dan kita memohon
kepada Allah –tabaraka wa ta’ala- agar menjadikan kita dan
sekalian ikhwah kita termasuk penolong al-haq dan penyeru kepada
petunjuk. Dan kita berterima kasih kepada beliau akan kunjungan
beliau saudara beliau dan anak didik beliau. Maka kita memohon
kepada Allah Ta’ala agar membalas beliau dengan sebaik-baik
balasan.
Wahai sekalian ikhwah fillah,
Pada kesempatan ini kami mengingatkan diri-diri kami dan segenap
ikhwah dengan besarnya nikmat Allah ‘Azza wa Jalla kepada kita,
yang mana Allah telah menunjuki kita kepada agama-Nya dan
memberikat kita taufiq kepada sunnah Rasulillah Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa salam. Maka ini merupakan seutama-utama
nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kepada
hamba-hambaNya yang muslim, yaitu menunjuki mereka agamaNya dan
menjadikan mereka termasuk pengikut Rasul-Nya Muhammad
Shallalllahu ‘alaihi wa salam. Allah Ta’ala menutup nikmat ini
dari sekian banyak orang dan dari jutaan manusia, mereka tidak
mendapatkan taufiq untuk merengkuhnya dan tidak menunjuki mereka
untuk meniti jalannya, kemudia Allah Ta’ala memilihmu dan
mengutamakanmu sehingga engkau menjadi hamba-Nya yang shalih.
Dan Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam kitab-Nya Al-Karim
dengan kebaikan dan keutamaan ini, Allah Ta’ala berfirman;
{
وَاذْكُرُوَاْ
إِذْ
أَنتُمْ
قَلِيلٌ
مّسْتَضْعَفُونَ
فِي
الأرْضِ
تَخَافُونَ
أَن
يَتَخَطّفَكُمُ
النّاسُ
فَآوَاكُمْ
وَأَيّدَكُم
بِنَصْرِهِ
وَرَزَقَكُمْ
مّنَ
الطّيّبَاتِ
لَعَلّكُمْ
تَشْكُرُونَ}
“Dan ingatlah disaat kalian berjumlah sedikit lagi lemah di muka
bumi, kalian takut akan disambar oleh manusia lalu Allah
melindungi kalian dan mengkokohkan kalian dengan pertolonganNya
dan Allah merizkikan kepada kalian perkara-perkara yang baik
agar kalian bersyukur.” (Al-Anfal: 26)
Qatadah -rahimahullah- berkata: “Dahulu masyarakat Arab ini
merupakan masyarakat yang paling hina, paling sulit
kehidupannya, paling lapar perutnya, paling telanjang kulitnya
dan paling jelaas kesesatannya, siapa yang hidup dari mereka
hidup dalam kekerasan, siapa yang mati dari mereka dihempaskan
dalam neraka sampai Allah mendatangkan islam, maka Allah Ta’ala
mengokohkan mereka dengannya di semua negeri, meluaskan rizki
bagi mereka dengannya, dan Allah Ta’ala menjadikan mereka
penguasa di atas sekalian manusia.”
Kita harus memuji Allah Ta’ala atas semua itu, umat ini tidak
memiliki nilai dan harga di tengah-tengah umat yang lain. Maka
ketika Allah Ta’ala menginginkan untuk meninggikan kalimatnya
dan mengangkat kepalanya Allah Ta’ala mengutus kepadanya rasul
yang membawa petunjuk yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa
salam.
{لَقَدْ
مَنّ
اللّهُ
عَلَى
الْمُؤمِنِينَ
إِذْ
بَعَثَ
فِيهِمْ
رَسُولاً
مّنْ
أَنْفُسِهِمْ
يَتْلُواْ
عَلَيْهِمْ
آيَاتِهِ
وَيُزَكّيهِمْ
وَيُعَلّمُهُمُ
الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ
وَإِن
كَانُواْ
مِن قَبْلُ
لَفِي
ضَلالٍ
مّبِينٍ }
“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada kaum mukminin ketika
Allah mengutus pada mereka seorang rasul dari diri mereka, yang
membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, membersihkan jiwa mereka
dan mengajarkan kepada mereka al-kitab dan al-hikmah. Meskipun
mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
(Ali-’Imran: 164)
“Kesesatan yang nyata” berupa kesesatan kesyirikan, khurafat dan
kebid’ahan. Maka Allah Ta’ala menyelamatkan mereka dengan
nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam. Allah Ta’ala
menyatukan mereka dengannya setelah terjadi perpecahan
memuliakan mereka dengannya setelah kehinaan, mengkayakan mereka
setelah kemiskinan dan menunjuki mereka dengannya setelah
tersungkur dalam kesesatan, kekufuran dan penyimpangan.
Maka ini adalah nikmat yang besar yang Allah Ta’ala anugerahkan
kepada kita. Tidaklah berlangsung kecuali beberapa saat dan
sedikit tahun tiba-tiba dibukakan bagi umat ini negeri-negeri di
bagian timur dan barat. Jadilah ia sebaik-baik umat dan umat
terkuat dan termulia yang sebelumnya mereka hanyalah penggembala
onta, sapid an domba. Tidaklah ia kecuali saat yang sebentar
jadilah mereka seperti yang kalian dengar. Apa sebabnya?
Sebabnya adalah agama ini (Islam), agama yang agung ini, agama
yang penuh keutamaan dan kebaikan. Agama yang di saat salaf
shalih berpegang teguh dengannya Allah Ta’ala memuliakan mereka
dan mengangkat derajat dan kemuliannya. Demikian pula umat yang
sekarang jika mereka kembali kepada agama mereka dan berpegang
teguh dengan kitab Rabbnya dan sunnah nabinya Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa salam niscaya akan terwujud bagi mereka
apa yang Rabb mereka janjikan dalam kitab-Nya dan lisan
nabi-Nya. Allah Ta’ala mengabarkan dalam kitabNya bahwa masa
depan adalah bagi agama ini dan kesudahan yang baik adalah bagi
hamba-Nya yang bertakwa sebagaimana Allah Ta’ala firmankan:
{هُوَ
الّذِيَ
أَرْسَلَ
رَسُولَهُ
بِالْهُدَىَ
وَدِينِ
الْحَقّ
لِيُظْهِرَهُ
عَلَى
الدّينِ
كُلّهِ
وَلَوْ
كَرِهَ
الْمُشْرِكُونَ
}
“Dialah yang mengutus rasulNya dengan petunjuk dan agama yang
benar agar Dia menampakan agama ini atas sekalian agama,
meskipun orang-orang musyrik itu tidak suka.” (At-Taubah: 33)
Demikian juga Allah Ta’ala berfirman:
{ وَعَدَ
اللّهُ
الّذِينَ
آمَنُواْ
مِنْكُمْ
وَعَمِلُواْ
الصّالِحَاتِ
لَيَسْتَخْلِفَنّهُمْ
فِي
الأرْضِ
كَمَا
اسْتَخْلَفَ
الّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
وَلَيُمَكّنَنّ
لَهُمْ
دِينَهُمُ
الّذِي
ارْتَضَىَ
لَهُمْ
وَلَيُبَدّلَنّهُمْ
مّن بَعْدِ
خَوْفِهِمْ
أَمْناً
يَعْبُدُونَنِي
لاَ
يُشْرِكُونَ
بِي
شَيْئاً
وَمَن
كَفَرَ
بَعْدَ
ذَلِكَ
فَأُوْلَـَئِكَ
هُمُ
الْفَاسِقُونَ}
“Allah telah menjajikan bagi orang-orang yang beriman dari
kalian dan beramal shalih bahwa Allah akan benar-benar
menguasakan mereka di muka bumi sebagaimana Allah telah
menguasakan umat sebelum mereka, dan Allah akan benar-benar
mengkokohkan agama mereka yang Dia telah ridhai bagi mereka, dan
Allah benar-benar akan menggantikan bagi mereka ketakukan
menjadi rasa aman, (jika) mereka beribadah kepadaku dan tidak
menyekutukan aku dengan sesuatupun. Dan siapa yang kufur setelah
itu maka mereka itulah orang yang fasiq.” (An-Nur: 55)
Dan Allah Ta’ala berfirman;
{وَلَيَنصُرَنّ
اللّهُ مَن
يَنصُرُهُ
إِنّ
اللّهَ
لَقَوِيّ
عَزِيزٌ }
“Dan Allah benar-benar akan menolong orang yang menolongNya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Haj: 40)
Dan Allah Ta’ala berfirman;
{يَأَيّهَا
الّذِينَ
آمَنُوَاْ
إِن
تَنصُرُواْ
اللّهَ
يَنصُرْكُمْ
وَيُثَبّتْ
أَقْدَامَكُمْ}
“Wahai oang-orang yang beriman, jika kalian menolong Allah maka
Allah akan menolong kalian dan mengkokohkan kaki-kai kalian.”
(Muhammad: 7)
Demikian pula janji yang ada dalam sunnah Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa salam. Disebutkan dalam Shahih Muslim dari hadits
Tsauban radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda;
إِنَّ
اللَّهَ
زَوَى لِي
الْأَرْضَ
فَرَأَيْتُ
مَشَارِقَهَا
وَمَغَارِبَهَا
وَإِنَّ
أُمَّتِي
سَيَبْلُغُ
مُلْكُهَا
مَا زُوِيَ
لِي
مِنْهَا
“Sesungguhnya Allah mengumpulkan bagiku bumi ini maka aku bias
melihat bagian timur dan baratnya, dan sesungguhnya umatku akan
sampai kekuasaannya pada apa yang dikumpulkan bagiku darinya.”
Kalau begitu, agama ini akan sampai kepada setiap tempat,
memasuki setiap rumah sebagaimana dalam hadits Tamim Ad-Dary
yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
salam;
لَيَبْلُغَنَّ
هَذَا
الأَمْرُ
مَا بَلَغَ
اللَّيْلُ
وَالنَّهَارُ
وَلا
يَتْرُكُ
اللَّهُ
بَيْتَ
مَدَرٍ
وَلا
وَبَرٍ
إِلا
أَدْخَلَهُ
اللَّهُ
هَذَا
الدِّينَ
بِعِزِّ
عَزِيزٍ
أَوْ
بِذُلِّ
ذَلِيلٍ
عِزًّا
يُعِزُّ
اللَّهُ
بِهِ
الإِسْلَامَ
وَذُلا
يُذِلُّ
اللَّهُ
بِهِ
الْكُفْرَ
“Benar-benar perkara ini akan sampai pada apa yang malam dan
siang sampai padanya. Dan Allah tidak akan meninggalkan rumah
perkotaan dan tidak pula pedesaan kecuali Allah memasukkan
padanya agama ini dengan membawa kemuliaan bagi orang mulia dan
membawa kehinaan bagi orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya
Allah memuliakan islam dan kehinaan yang dengannya Allah
menghinakan kekufuran.”
Allah Ta’ala tidaklah meninggalkan sebuah rumahpun, sama saja
dari tanah liat, atau dari batu, atau dari kayu, atau dari bulu
onta kecuali Allah Ta’ala memasukkan padanya agama ini. Akan
tetapi sebagaimana diketahui bahwa janji ini tidak akan terwujud
kecuali jika umat ini kembali kepada agamanya, pemimpinnya,
rakyatnya, masyarakatnya, keluarganya dan individunya. Allah
Ta’ala tidaklah menghadiahkan pertolongan ini kecuali pada orang
yang berhak menerimanya. Dan orang yang berhak atasnya adalah
orang yang istiqamah di atas agama-Nya dan syari’at-Nya, dan
mereka berpegang teguh dengan kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya
Shallallahu ‘alaihi wa salam dalam seluruh perkara kehidupannya.
Dalam perkara keyakinan, ibadah, mu’amalah, adab, akhlak, cara
hidup, jalan hidup, dakawah dan juga dalam perkara pendidikan.
Mereka itulah orang yang dicalonkan dan pantas mendapatkan
pertolongan Allah Ta’ala.
Dan ini sebagaimana juga diketahui, tidak mungkin terwujud
kecuali jika ditemukan pada umat ini ukuran yang cukup dari
kalangan ulama yang rabbany, ulama yang dalam ilmunya pemilik
pandangan yang lurus, pemilik sifat wara’, zuhud dan pengalaman,
yang mampu membedakan antara kemaslahatan dan kerusakan,
membedakan antara manfaat dan madharat. Jika ada orang seperti
mereka itu yang membimbing umat berdasarkan al-kitab dan
as-sunnah dan mengembalikan umat kepada agama yang agung ini dan
bias membawa umat untuk berpegang teguh dengan sunnah nabi
pilihan Shallallahu ‘alaihi wa salam, maka diharapkan setelah
itu akan terwujud pada mereka pertolongan Allah Ta’ala yang
Allah Ta’ala janjikan bagi mereka dalam kitab-Nya dan lisan
Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salam.
Dan ini sebagaimana diketahui juga menuntut dari umat ini adanya
perhatian dan semangat, penyempatan dan pengorbanan dalam meraih
ilmu yang bermanfaat ini, juga dalam menyebarkan ilmu yang
bermanfaat ini ke tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.
Memenuhi kesempatan manusia dan pikira mereka. Yang mana
dengannyaa umat akan membedakan mana petunjuk dan mana
kesesatan, membedakan antara kesyirikan dan tauhid, antara
sunnah dan bid’ah, antara manfaat dan madharat, antara
penyimpangan dan petunjuk. Maka harus ada kadar ulama yang
seperti ini, dan ini tidaklah akan terwujud kecuali dengan
adanya perjuangan, pengorbanan dan penerimaan secara menyeluruh
dari generasi umat ini akan ilmu yang bermanfaat ini yang mana
ia adalah warisan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
---------------------------------------------------------
(bersambung ke bagian 2 -insya ALLAH-)
Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
*****************************************************
Page 1 of 1