DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ KISAH DAN BIOGRAFI
*****************************************************
#Post#: 602--------------------------------------------------
Imam Ahmad bin Hanbal, Teladan dalam Semangat dan Kesabaran
DIR By: Host
Date: August 24, 2024, 4:46 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Imam Ahmad ibn Hanbal, Teladan dalam Semangat dan
Kesabaran
Mei 8, 2011 oleh: Wira Mandiri Bachrun. Disalin kembali
(Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/08/imam-ahmad-bin-hanbal-teladan-dalam-semangat-dan-kesabaran/[size=11pt]
[size=10pt]Disusun oleh: Tim Buletin Al Ilmu
Al-Imam Asy-Syafi’i [i]rahimahullah berkata: “Ahmad ibn Hanbal
adalah seorang tauladan dalam 8 hal: tauladan dalam bidang
hadits, fiqih, bahasa arab, Al-Qur’an, kefakiran, zuhud, wara’
dan dalam berpegang teguh dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam."[/i]
Kunyah dan Nama Lengkap beliau rahimahullah
Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal ibn
Hilal ibn Asad ibn Idris ibn Abdillah ibn Hayyan ibn Abdillah
ibn Anas ibn ‘Auf ibn Qosith ibn Mazin ibn Syaiban Adz Dzuhli
Asy-Syaibani Al-Marwazi Al-Baghdadi.
Lahir pada bulan Rabi’ul Awal tahun 164 Hijriyah di kota Marwa.
Beliau lebih dikenal dengan Ahmad ibn Hanbal, disandarkan kepada
kakeknya. Karena sosok kakeknya lebih dikenal daripada ayahnya.
Ayahnya meninggal ketika beliau masih berusia 3 tahun. Kemudian
sang ibu yang bernama Shafiyah binti Maimunah membawanya ke kota
Baghdad. Ibunya benar-benar mengasuhnya dengan pendidikan yang
sangat baik hingga beliau tumbuh menjadi seorang yang berakhlak
mulia.
Perjalanan beliau dalam menuntut ilmu
Sungguh mengagumkan semangat Al-Imam Ahmad ibn Hanbal di dalam
menuntut ilmu. Beliau hafal Al-Qur’an pada masa kanak-kanak.
Beliau juga belajar membaca dan menulis. Semasa kecil beliau
aktif mendatangi kuttab (semacam TPA di zaman sekarang).
Kemudian pada tahun 179 Hijriyah, saat usianya 15 tahun, beliau
memulai menuntut ilmu kepada para ulama terkenal di masanya.
Beliau awali dengan menimba ilmu kepada para ulama Baghdad, di
kota yang ia tinggali.
Di kota Baghdad ini, beliau belajar sejumlah ulama, diantaranya:
- Al-Imam Abu Yusuf, murid senior Al-Imam Abu Hanifah.
- [size=10pt]Al-Imam Husyaim ibn Abi Basyir. Beliau mendengarkan
dan sekaligus menghafal banyak hadits darinya selama 4 tahun.
- [size=10pt]‘Umair ibn Abdillah bin Khalid.
- [size=10pt]Abdurrahman ibn Mahdi.
- [size=10pt]Abu Bakr ibn ‘Ayyasy.
[size=11pt]Pada tahun 183 Hijriyah pada usia 20 tahun, beliau
pergi untuk menuntut ilmu kepada para ulama di kota Kufah. Pada
tahun 186 H beliau belajar ke Bashrah. Kemudian pada tahun 187 H
beliau belajar kepada Sufyan ibn ‘Uyainah di Qullah, sekaligus
menunaikan ibadah haji yang pertama kali. Kemudian pada tahun
197 H beliau belajar kepada Al-Imam ‘Abdurrazaq Ash Shan’ani di
Yaman bersama Yahya ibn Ma’in.
Yahya ibn Ma’in menceritakan: “Aku keluar ke Shan’a bersama
Ahmad ibn Hanbal untuk mendengarkan hadits dari ‘Abdurrazaq Ash
Shan’ani. Dalam perjalanan dari Baghdad ke Yaman, kami melewati
Makkah. Kami pun menunaikan ibadah haji. Ketika sedang thawaf,
tiba-tiba aku berjumpa dengan ‘Abdurrazaq, beliau sedang thawaf
di Baitullah. Beliau sedang menunaikan ibadah haji pada tahun
itu. Aku pun mengucapkan salam kepada beliau dan aku kabarkan
bahwa aku bersama Ahmad ibn Hanbal. Maka beliau mendoakan Ahmad
dan memujinya. Yahya ibn Ma’in melanjutkan, “Lalu aku kembali
kepada Ahmad dan berkata kepadanya, “Sungguh Allah telah
mendekatkan langkah kita, mencukupkan nafkah atas kita, dan
mengistirahatkan kita dari perjalanan selama satu bulan.
Abdurrazaq ada di sini. Mari kita mendengarkan hadits dari
beliau!”
Maka Ahmad berkata, “Sungguh tatkala di Baghdad aku telah
berniat untuk mendengarkan hadits dari ‘Abdurrazaq di Shan’a.
Tidak demi Allah, aku tidak akan mengubah niatku selamanya.’
Setelah menyelesaikan ibadah haji, kami berangkat ke Shan’a.
Kemudian habislah bekal Ahmad ketika kami berada di Shan’a. Maka
‘Abdurrazaq menawarkan uang kepadanya, tetapi dia menolaknya dan
tidak mau menerima bantuan dari siapa pun. Beliau pun akhirnya
bekerja membuat tali celana dan makan dari hasil penjualannya.”
Sebuah perjalanan yang sangat berat mulai dari Baghdad (‘Iraq)
sampai ke Shan’a (Yaman). Namun beliau mengatakan: “Apalah arti
beratnya perjalanan yang aku alami dibandingkan dengan ilmu yang
aku dapatkan dari Abdurrazaq.”
Al-Imam Abdurrazaq sering menangis jika disebutkan nama Ahmad
ibn Hanbal dihadapannya, karena teringat akan semangat dan
penderitaannya dalam menuntut ilmu serta kebaikan akhlaknya.
Beliau melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu ke
berbagai negeri seperti Syam, Marokko, Aljazair, Makkah,
Madinah, Hijaz, Yaman, Irak, Persia, Khurasan dan berbagai
daerah yang lain. Kemudian barulah kembali ke Baghdad.
Pada umur 40 tahun, beliau mulai mengajar dan memberikan fatwa.
Dan pada umur tersebut pula beliau menikah dan melahirkan
keturunan yang menjadi para ulama seperti Abdullah dan Shalih.
Beliau tidak pernah berhenti untuk terus menuntut ilmu. Bahkan,
walaupun usianya telah senja dan telah mencapai tingkatan
seorang Imam, beliau tetap menuntut ilmu.
Guru-guru beliau
Beliau menuntut ilmu dari para ulama besar seperti Husyaim ibn
Abi Basyir, Sufyan ibn Uyainah, Al-Qadhi Abu Yusuf, Yazid ibn
Harun, Abdullah ibn Al-Mubarak, Waki’, Isma’il ibn ‘Ulayyah,
Abdurrahman ibn Mahdi, Al-Imam Asy-Syafi’i, Abdurrazaq, Muhammad
ibn Ja’far (Ghundar), Jarir ibn Abdul Hamid, Hafsh ibn Ghiyats,
Al-Walid ibn Muslim, Yahya bin Sa’id Al-Qaththan, Abu Nu’aim
Al-Fadhl ibn Dukain dan lain-lain.
Al-Imam Adz Dzahabi menyebutkan dalam kitab As-Siyar, jumlah
guru-guru Al-Imam Ahmad yang beliau riwayatkan dalam Musnadnya
lebih dari 280 orang.
Murid-murid beliau
Para ulama yang pernah belajar kepada beliau adalah para ulama
besar pula seperti Muhammad ibn Yahya Adz-Dzuhli, Al-Imam
Al-Bukhari, Al-Imam Muslim, Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi,
Ibnu Majah, Abu Zur’ah, Abu Hatim Ar-Razi, Abu Qilabah, Baqi ibn
Makhlad, Ali ibn Al-Madini, Abu Bakr Al-Atsram, Shalih dan
Abdullah (putra beliau), dan sejumlah ulama besar lainnya.
Bahkan yang dulunya pernah menjadi guru-guru beliau, kemudian
mereka meriwayatkan hadits dari beliau seperti Al-Imam
Abdurrazaq, Al-Hasan bin Musa Al-Asyyab, Al-Imam Asy-Syafi’i.
Al-Imam Asy-Syafi’i ketika meriwayatkan dari Al-Imam Ahmad tidak
menyebutkan namanya bahkan dengan gelarnya, “Telah menghaditskan
kepadaku Ats-Tsiqat (seorang yang terpercaya).
Demikian pula teman-temannya seperjuangan dalam menuntut ilmu,
mereka juga meriwayatkan dari beliau, seperti Yahya ibn Ma’in.
Ahlak dan Ibadah Beliau rahimahullah
Pertumbuhan beliau berpengaruh terhadap kematangan dan
kedewasaannya. Sampai-sampai sebagian ulama menyatakan kekaguman
akan adab dan kebaikan akhlaknya, “Aku mengeluarkan biaya untuk
anakku dengan mendatangkan kepada mereka para pendidik agar
mereka mempunyai adab, namun aku lihat mereka tidak berhasil.
Sedangkan ini (Ahmad bin Hanbal) adalah seorang anak yatim,
lihatlah oleh kalian bagaimana dia!”
Beliau adalah seorang yang menyukai kebersihan, suka memakai
pakaian berwarna putih, paling perhatian terhadap dirinya,
merawat dengan baik kumisnya, rambut kepalanya dan bulu
tubuhnya.
Orang-orang yang hadir di majelis beliau tidak sekedar menimba
ilmunya saja bahkan kebanyakan mereka hanya sekedar ingin
mengetahui akhlaq beliau.
Majelis yang diadakan oleh beliau dihadiri oleh sekitar 5000
orang. Yang mencatat pelajaran yang beliau sampaikan jumlahnya
adalah kurang dari 500 orang. Sementara sisanya sekitar 4500
orang tidak mencatat pelajaran yang beliau sampaikan namun
sekedar memperhatikan akhlak dan samt (baiknya penampilan dalam
perkara agama) beliau.
Yahya bin Ma’in berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang
seperti Ahmad. Kami bersahabat dengannya selama 50 tahun. Dan
belum pernah kulihat ia membanggakan dirinya atas kami dengan
sesuatu yang memang hal itu ada pada dirinya.”
Beliau juga sangat benci apabila namanya disebut-sebut (dipuji)
di tengah-tengah manusia, sehingga beliau pernah berkata kepada
seseorang: “Jadilah engkau orang yang tidak dikenal, karena
sungguh aku benar-benar telah diuji dengan kemasyhuran.”
Beliau menolak untuk dicatat fatwa dan pendapatnya. Berkata
seseorang kepada beliau: “Aku ingin menulis
permasalahan-permasalahan ini, karena aku takut lupa.” Berkata
beliau: “Sesungguhnya aku tidak suka, engkau mencatat
pendapatku.”
Beliau adalah seorang yang sangat kuat ibadahnya. Putra beliau
yang bernama Abdullah menceritakan tentang kebiasaan ayahnya:
”Dahulu ayahku shalat sehari semalam sebanyak 300 rakaat. Dan
tatkala kondisi fisik beliau mulai melemah akibat pengaruh dari
penyiksaan yang pernah dialaminya maka beliau hanya mampu shalat
sehari semalam sebanyak 150 raka'at.”
Abdullah mengatakan: “Terkadang aku mendengar ayah pada waktu
sahur mendoakan kebaikan untuk beberapa orang dengan menyebut
namanya. Ayah adalah orang yang banyak berdoa dan meringankan
do'anya. Jika ayah shalat Isya, maka ayah membaguskan shalatnya
kemudian berwitir lalu tidur sebentar kemudian bangun dan shalat
lagi. Bila ayah puasa, beliau suka untuk menjaganya kemudian
berbuka sampai waktu yang ditentukan oleh Allah. Ayah tidak
pernah meninggalkan puasa Senin-Kamis dan puasa ayyamul bidh
(puasa tiga hari, tanggal 13, 14, 15 dalam bulan Hijriyah).
Dalam riwayat lain beliau berkata: “Ayah membaca Al-Qur’an
setiap harinya 1/7 Al-Qur’an. Beliau tidur setelah Isya dengan
tidur yang ringan kemudian bangun dan menghidupkan malamnya
dengan berdo'a dan shalat.
Suatu hari ada salah seorang murid beliau menginap di rumahnya.
Maka beliau menyiapkan air untuknya (agar ia bisa berwudhu).
Maka tatkala pagi harinya, beliau mendapati air tersebut masih
utuh, maka beliau berkata: “Subhanallah, seorang penuntut ilmu
tidak melakukan dzikir pada malam harinya?”
Beliau telah melakukan haji sebanyak lima kali, tiga kali
diantaranya beliau lakukan dengan berjalan kali dari Baghdad dan
pada salah satu hajinya beliau pernah menginfakkan hartanya
sebanyak 30 dirham.
Ujian yang menimpa beliau
Beliau menerima ujian yang sangat berat dan panjang selama 3
masa kekhalifahan yaitu Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim, dan Al-Watsiq.
Beliau dimasukkan ke dalam penjara kemudian dicambuk atau
disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan. Itu semua beliau
lalui dengan kesabaran dalam rangka menjaga kemurnian aqidah
Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Al-Qur’an adalah kalamullah dan
bukan makhluk. Di masa itu, aqidah sesat yang menyatakan bahwa
Al-Qur’an adalah makhluk (bukan kalamullah) diterima dan
dijadikan ketetapan resmi oleh pemerintah.
Sedangkan umat manusia menunggu untuk mencatat pernyataan
(fatwa) beliau. Seandainya beliau tidak sabar menjaga kemurnian
aqidah yang benar, dan menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah
makhluk, niscaya manusia akan mengiktui beliau. Namun beliau
tetap tegar dan tabah menerima semua ujian tersebut. Walaupun
beliau harus mengalami penderitaan yang sangat. Pernah beliau
mengalami 80 kali cambukan yang kalau seandainya cambukan
tersebut diarahkan kepada seekor gajah niscaya ia akan mati.
Namun beliau menerima semua itu dengan penuh kesabaran demi
mempertahankan aqidah Ahlus Sunnah.
Sampai akhirnya, pada masa khalifah Al-Mutawakkil, beliau
dibebaskan dari segala bentuk penyiksaan tersebut.
Wafat beliau rahimahullah
Pada Rabu malam tanggal 3 Rabi’ul Awal tahun 241 Hijriyah,
beliau mengalami sakit yang cukup serius. Sakit beliau semakin
hari semakin bertambah parah. Manusia pun berduyun-duyun siang
dan malam datang untuk menjenguk dan menyalami beliau. Kemudian
pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul Awal, di hari yang ke
sembilan dari sakitnya, mereka berkumpul di rumah beliau sampai
memenuhi jalan-jalan dan gang. Tak lama kemudian pada siang
harinya beliau menghembuskan nafas yang terakhir. Maka
meledaklah tangisan dan air mata mengalir membasahi bumi
Baghdad. Beliau wafat dalam usia 77 tahun. Sekitar 1,7 juta
manusia ikut mengantarkan jenazah beliau. Kaum muslimin dan
bahkan orang-orang Yahudi, Nasrani serta Majusi turut berkabung
pada hari tersebut.
Selamat jalan, semoga Allah merahmatimu dengan rahmat-Nya yang
luas dan menempatkanmu di tempat yang mulia di Jannah-Nya.
[size=9pt]Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
Maraji’:
- Musthalah Hadits karya Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih
Al-’Utsaimin, hal. 63-66.
- Pewaris Para Nabi hal. 49,55,91,94,173,1843. Mahkota yang
hilang hal.39
- Kitab Fadhail Ash-Shahabah jilid I hal 25-32.
- Siyar A’lamin Nubala
- Al-Bidayah wan Nihayah
- Mawa’izh Al-Imam Ahmad
Buletin Islam Al Ilmu Edisi No: 29/VII/VIII/1431
Sumber:
HTML http://www.buletin-alilmu.com/?p=475
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1