URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ KISAH DAN BIOGRAFI
       *****************************************************
       #Post#: 602--------------------------------------------------
       Imam Ahmad bin Hanbal, Teladan dalam Semangat dan Kesabaran
   DIR By: Host
       Date: August 24, 2024, 4:46 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]&#9701;&#8593;&#10043;'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
       ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Imam Ahmad ibn Hanbal, Teladan dalam Semangat dan
       Kesabaran
       Mei 8, 2011 oleh: Wira Mandiri Bachrun. Disalin kembali
       (Abdillah Ahmad) [size=10pt]&#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       &#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/08/imam-ahmad-bin-hanbal-teladan-dalam-semangat-dan-kesabaran/[size=11pt]
       [size=10pt]Disusun oleh: Tim Buletin Al Ilmu
       Al-Imam Asy-Syafi’i [i]rahimahullah berkata: “Ahmad ibn Hanbal
       adalah seorang tauladan dalam 8 hal: tauladan dalam bidang
       hadits, fiqih, bahasa arab, Al-Qur’an, kefakiran, zuhud, wara’
       dan dalam berpegang teguh dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam."[/i]
       Kunyah dan Nama Lengkap beliau rahimahullah
       Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal ibn
       Hilal ibn Asad ibn Idris ibn Abdillah ibn Hayyan ibn Abdillah
       ibn Anas ibn ‘Auf ibn Qosith ibn Mazin ibn Syaiban Adz Dzuhli
       Asy-Syaibani Al-Marwazi Al-Baghdadi.
       Lahir pada bulan Rabi’ul Awal tahun 164 Hijriyah di kota Marwa.
       Beliau lebih dikenal dengan Ahmad ibn Hanbal, disandarkan kepada
       kakeknya. Karena sosok kakeknya lebih dikenal daripada ayahnya.
       Ayahnya meninggal ketika beliau masih berusia 3 tahun. Kemudian
       sang ibu yang bernama Shafiyah binti Maimunah membawanya ke kota
       Baghdad. Ibunya benar-benar mengasuhnya dengan pendidikan yang
       sangat baik hingga beliau tumbuh menjadi seorang yang berakhlak
       mulia.
       Perjalanan beliau dalam menuntut ilmu
       Sungguh mengagumkan semangat Al-Imam Ahmad ibn Hanbal di dalam
       menuntut ilmu. Beliau hafal Al-Qur’an pada masa kanak-kanak.
       Beliau juga belajar membaca dan menulis. Semasa kecil beliau
       aktif mendatangi kuttab (semacam TPA di zaman sekarang).
       Kemudian pada tahun 179 Hijriyah, saat usianya 15 tahun, beliau
       memulai menuntut ilmu kepada para ulama terkenal di masanya.
       Beliau awali dengan menimba ilmu kepada para ulama Baghdad, di
       kota yang ia tinggali.
       Di kota Baghdad ini, beliau belajar sejumlah ulama, diantaranya:
       - Al-Imam Abu Yusuf, murid senior Al-Imam Abu Hanifah.
       - [size=10pt]Al-Imam Husyaim ibn Abi Basyir. Beliau mendengarkan
       dan sekaligus menghafal banyak hadits darinya selama 4 tahun.
       - [size=10pt]‘Umair ibn Abdillah bin Khalid.
       - [size=10pt]Abdurrahman ibn Mahdi.
       - [size=10pt]Abu Bakr ibn ‘Ayyasy.
       [size=11pt]Pada tahun 183 Hijriyah pada usia 20 tahun, beliau
       pergi untuk menuntut ilmu kepada para ulama di kota Kufah. Pada
       tahun 186 H beliau belajar ke Bashrah. Kemudian pada tahun 187 H
       beliau belajar kepada Sufyan ibn ‘Uyainah di Qullah, sekaligus
       menunaikan ibadah haji yang pertama kali. Kemudian pada tahun
       197 H beliau belajar kepada Al-Imam ‘Abdurrazaq Ash Shan’ani di
       Yaman bersama Yahya ibn Ma’in.
       Yahya ibn Ma’in menceritakan: “Aku keluar ke Shan’a bersama
       Ahmad ibn Hanbal untuk mendengarkan hadits dari ‘Abdurrazaq Ash
       Shan’ani. Dalam perjalanan dari Baghdad ke Yaman, kami melewati
       Makkah. Kami pun menunaikan ibadah haji. Ketika sedang thawaf,
       tiba-tiba aku berjumpa dengan ‘Abdurrazaq, beliau sedang thawaf
       di Baitullah. Beliau sedang menunaikan ibadah haji pada tahun
       itu. Aku pun mengucapkan salam kepada beliau dan aku kabarkan
       bahwa aku bersama Ahmad ibn Hanbal. Maka beliau mendoakan Ahmad
       dan memujinya. Yahya ibn Ma’in melanjutkan, “Lalu aku kembali
       kepada Ahmad dan berkata kepadanya, “Sungguh Allah telah
       mendekatkan langkah kita, mencukupkan nafkah atas kita, dan
       mengistirahatkan kita dari perjalanan selama satu bulan.
       Abdurrazaq ada di sini. Mari kita mendengarkan hadits dari
       beliau!”
       Maka Ahmad berkata, “Sungguh tatkala di Baghdad aku telah
       berniat untuk mendengarkan hadits dari ‘Abdurrazaq di Shan’a.
       Tidak demi Allah, aku tidak akan mengubah niatku selamanya.’
       Setelah menyelesaikan ibadah haji, kami berangkat ke Shan’a.
       Kemudian habislah bekal Ahmad ketika kami berada di Shan’a. Maka
       ‘Abdurrazaq menawarkan uang kepadanya, tetapi dia menolaknya dan
       tidak mau menerima bantuan dari siapa pun. Beliau pun akhirnya
       bekerja membuat tali celana dan makan dari hasil penjualannya.”
       Sebuah perjalanan yang sangat berat mulai dari Baghdad (‘Iraq)
       sampai ke Shan’a (Yaman). Namun beliau mengatakan: “Apalah arti
       beratnya perjalanan yang aku alami dibandingkan dengan ilmu yang
       aku dapatkan dari Abdurrazaq.”
       Al-Imam Abdurrazaq sering menangis jika disebutkan nama Ahmad
       ibn Hanbal dihadapannya, karena teringat akan semangat dan
       penderitaannya dalam menuntut ilmu serta kebaikan akhlaknya.
       Beliau melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu ke
       berbagai negeri seperti Syam, Marokko, Aljazair, Makkah,
       Madinah, Hijaz, Yaman, Irak, Persia, Khurasan dan berbagai
       daerah yang lain. Kemudian barulah kembali ke Baghdad.
       Pada umur 40 tahun, beliau mulai mengajar dan memberikan fatwa.
       Dan pada umur tersebut pula beliau menikah dan melahirkan
       keturunan yang menjadi para ulama seperti Abdullah dan Shalih.
       Beliau tidak pernah berhenti untuk terus menuntut ilmu. Bahkan,
       walaupun usianya telah senja dan telah mencapai tingkatan
       seorang Imam, beliau tetap menuntut ilmu.
       Guru-guru beliau
       Beliau menuntut ilmu dari para ulama besar seperti Husyaim ibn
       Abi Basyir, Sufyan ibn Uyainah, Al-Qadhi Abu Yusuf, Yazid ibn
       Harun, Abdullah ibn Al-Mubarak, Waki’, Isma’il ibn ‘Ulayyah,
       Abdurrahman ibn Mahdi, Al-Imam Asy-Syafi’i, Abdurrazaq, Muhammad
       ibn Ja’far (Ghundar), Jarir ibn Abdul Hamid, Hafsh ibn Ghiyats,
       Al-Walid ibn Muslim, Yahya bin Sa’id Al-Qaththan, Abu Nu’aim
       Al-Fadhl ibn Dukain dan lain-lain.
       Al-Imam Adz Dzahabi menyebutkan dalam kitab As-Siyar, jumlah
       guru-guru Al-Imam Ahmad yang beliau riwayatkan dalam Musnadnya
       lebih dari 280 orang.
       Murid-murid beliau
       Para ulama yang pernah belajar kepada beliau adalah para ulama
       besar pula seperti Muhammad ibn Yahya Adz-Dzuhli, Al-Imam
       Al-Bukhari, Al-Imam Muslim, Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi,
       Ibnu Majah, Abu Zur’ah, Abu Hatim Ar-Razi, Abu Qilabah, Baqi ibn
       Makhlad, Ali ibn Al-Madini, Abu Bakr Al-Atsram, Shalih dan
       Abdullah (putra beliau), dan sejumlah ulama besar lainnya.
       Bahkan yang dulunya pernah menjadi guru-guru beliau, kemudian
       mereka meriwayatkan hadits dari beliau seperti Al-Imam
       Abdurrazaq, Al-Hasan bin Musa Al-Asyyab, Al-Imam Asy-Syafi’i.
       Al-Imam Asy-Syafi’i ketika meriwayatkan dari Al-Imam Ahmad tidak
       menyebutkan namanya bahkan dengan gelarnya, “Telah menghaditskan
       kepadaku Ats-Tsiqat (seorang yang terpercaya).
       Demikian pula teman-temannya seperjuangan dalam menuntut ilmu,
       mereka juga meriwayatkan dari beliau, seperti Yahya ibn Ma’in.
       Ahlak dan Ibadah Beliau rahimahullah
       Pertumbuhan beliau berpengaruh terhadap kematangan dan
       kedewasaannya. Sampai-sampai sebagian ulama menyatakan kekaguman
       akan adab dan kebaikan akhlaknya, “Aku mengeluarkan biaya untuk
       anakku dengan mendatangkan kepada mereka para pendidik agar
       mereka mempunyai adab, namun aku lihat mereka tidak berhasil.
       Sedangkan ini (Ahmad bin Hanbal) adalah seorang anak yatim,
       lihatlah oleh kalian bagaimana dia!”
       Beliau adalah seorang yang menyukai kebersihan, suka memakai
       pakaian berwarna putih, paling perhatian terhadap dirinya,
       merawat dengan baik kumisnya, rambut kepalanya dan bulu
       tubuhnya.
       Orang-orang yang hadir di majelis beliau tidak sekedar menimba
       ilmunya saja bahkan kebanyakan mereka hanya sekedar ingin
       mengetahui akhlaq beliau.
       Majelis yang diadakan oleh beliau dihadiri oleh sekitar 5000
       orang. Yang mencatat pelajaran yang beliau sampaikan jumlahnya
       adalah kurang dari 500 orang. Sementara sisanya sekitar 4500
       orang tidak mencatat pelajaran yang beliau sampaikan namun
       sekedar memperhatikan akhlak dan samt (baiknya penampilan dalam
       perkara agama) beliau.
       Yahya bin Ma’in berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang
       seperti Ahmad. Kami bersahabat dengannya selama 50 tahun. Dan
       belum pernah kulihat ia membanggakan dirinya atas kami dengan
       sesuatu yang memang hal itu ada pada dirinya.”
       Beliau juga sangat benci apabila namanya disebut-sebut (dipuji)
       di tengah-tengah manusia, sehingga beliau pernah berkata kepada
       seseorang: “Jadilah engkau orang yang tidak dikenal, karena
       sungguh aku benar-benar telah diuji dengan kemasyhuran.”
       Beliau menolak untuk dicatat fatwa dan pendapatnya. Berkata
       seseorang kepada beliau: “Aku ingin menulis
       permasalahan-permasalahan ini, karena aku takut lupa.” Berkata
       beliau: “Sesungguhnya aku tidak suka, engkau mencatat
       pendapatku.”
       Beliau adalah seorang yang sangat kuat ibadahnya. Putra beliau
       yang bernama Abdullah menceritakan tentang kebiasaan ayahnya:
       ”Dahulu ayahku shalat sehari semalam sebanyak 300 rakaat. Dan
       tatkala kondisi fisik beliau mulai melemah akibat pengaruh dari
       penyiksaan yang pernah dialaminya maka beliau hanya mampu shalat
       sehari semalam sebanyak 150 raka'at.”
       Abdullah mengatakan: “Terkadang aku mendengar ayah pada waktu
       sahur mendoakan kebaikan untuk beberapa orang dengan menyebut
       namanya. Ayah adalah orang yang banyak berdoa dan meringankan
       do'anya. Jika ayah shalat Isya, maka ayah membaguskan shalatnya
       kemudian berwitir lalu tidur sebentar kemudian bangun dan shalat
       lagi. Bila ayah puasa, beliau suka untuk menjaganya kemudian
       berbuka sampai waktu yang ditentukan oleh Allah. Ayah tidak
       pernah meninggalkan puasa Senin-Kamis dan puasa ayyamul bidh
       (puasa tiga hari, tanggal 13, 14, 15 dalam bulan Hijriyah).
       Dalam riwayat lain beliau berkata: “Ayah membaca Al-Qur’an
       setiap harinya 1/7 Al-Qur’an. Beliau tidur setelah Isya dengan
       tidur yang ringan kemudian bangun dan menghidupkan malamnya
       dengan berdo'a dan shalat.
       Suatu hari ada salah seorang murid beliau menginap di rumahnya.
       Maka beliau menyiapkan air untuknya (agar ia bisa berwudhu).
       Maka tatkala pagi harinya, beliau mendapati air tersebut masih
       utuh, maka beliau berkata: “Subhanallah, seorang penuntut ilmu
       tidak melakukan dzikir pada malam harinya?”
       Beliau telah melakukan haji sebanyak lima kali, tiga kali
       diantaranya beliau lakukan dengan berjalan kali dari Baghdad dan
       pada salah satu hajinya beliau pernah menginfakkan hartanya
       sebanyak 30 dirham.
       Ujian yang menimpa beliau
       Beliau menerima ujian yang sangat berat dan panjang selama 3
       masa kekhalifahan yaitu Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim, dan Al-Watsiq.
       Beliau dimasukkan ke dalam penjara kemudian dicambuk atau
       disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan. Itu semua beliau
       lalui dengan kesabaran dalam rangka menjaga kemurnian aqidah
       Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Al-Qur’an adalah kalamullah dan
       bukan makhluk. Di masa itu, aqidah sesat yang menyatakan bahwa
       Al-Qur’an adalah makhluk (bukan kalamullah) diterima dan
       dijadikan ketetapan resmi oleh pemerintah.
       Sedangkan umat manusia menunggu untuk mencatat pernyataan
       (fatwa) beliau. Seandainya beliau tidak sabar menjaga kemurnian
       aqidah yang benar, dan menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah
       makhluk, niscaya manusia akan mengiktui beliau. Namun beliau
       tetap tegar dan tabah menerima semua ujian tersebut. Walaupun
       beliau harus mengalami penderitaan yang sangat. Pernah beliau
       mengalami 80 kali cambukan yang kalau seandainya cambukan
       tersebut diarahkan kepada seekor gajah niscaya ia akan mati.
       Namun beliau menerima semua itu dengan penuh kesabaran demi
       mempertahankan aqidah Ahlus Sunnah.
       Sampai akhirnya, pada masa khalifah Al-Mutawakkil, beliau
       dibebaskan dari segala bentuk penyiksaan tersebut.
       Wafat beliau rahimahullah
       Pada Rabu malam tanggal 3 Rabi’ul Awal tahun 241 Hijriyah,
       beliau mengalami sakit yang cukup serius. Sakit beliau semakin
       hari semakin bertambah parah. Manusia pun berduyun-duyun siang
       dan malam datang untuk menjenguk dan menyalami beliau. Kemudian
       pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul Awal, di hari yang ke
       sembilan dari sakitnya, mereka berkumpul di rumah beliau sampai
       memenuhi jalan-jalan dan gang. Tak lama kemudian pada siang
       harinya beliau menghembuskan nafas yang terakhir. Maka
       meledaklah tangisan dan air mata mengalir membasahi bumi
       Baghdad. Beliau wafat dalam usia 77 tahun. Sekitar 1,7 juta
       manusia ikut mengantarkan jenazah beliau. Kaum muslimin dan
       bahkan orang-orang Yahudi, Nasrani serta Majusi turut berkabung
       pada hari tersebut.
       Selamat jalan, semoga Allah merahmatimu dengan rahmat-Nya yang
       luas dan menempatkanmu di tempat yang mulia di Jannah-Nya.
       [size=9pt]&#42880;[size=8pt]3
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
       />&#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       Maraji’:
       - Musthalah Hadits karya Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih
       Al-’Utsaimin, hal. 63-66.
       - Pewaris Para Nabi hal. 49,55,91,94,173,1843. Mahkota yang
       hilang hal.39
       - Kitab Fadhail Ash-Shahabah jilid I hal 25-32.
       - Siyar A’lamin Nubala
       - Al-Bidayah wan Nihayah
       - Mawa’izh Al-Imam Ahmad
       Buletin Islam Al Ilmu Edisi No: 29/VII/VIII/1431
       Sumber:
  HTML http://www.buletin-alilmu.com/?p=475
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
       (
  HTML https://bit.ly/forumiscm).
       Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari C&#8593;iscm Muslim
       Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1