DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 590--------------------------------------------------
Fatwa Penuntut Ilmu (2): Madzhab dan Ijtihad
DIR By: iscm
Date: August 23, 2024, 10:02 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Fatwa Penuntut Ilmu (2): Madzhab dan Ijtihad
September 20, 2013 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baaz rahimahullah
Soal Kedua: Di antara para penuntut ilmu ada yang mengatakan:
Kami tidak akan mengikuti salah satu madzhab yang empat. Bahkan
kami akan berijtihad seperti mereka dan beramal layaknya mereka,
serta kami tidak akan menghiraukan ijtihad mereka. Bagaimana
pendapat anda tentang hal ini? Dan apa nasehat anda kepada
mereka?
Jawab: Perkataan ini terkadang merupakan sesuatu yang tidak
dibenarkan bagi sebagian manusia. Namun hakekat maknanya adalah
benar bagi orang yang memang ahli, yaitu bahwasanya seorang
manusia tidak wajib untuk taqlid kepada seseorang. Barangsiapa
mengatakan bahwa seseorang wajib untuk taqlid kepada salah satu
imam yang empat maka dia telah salah. Karena taqlid kepada
mereka bukanlah perkara yang wajib. Namun yang semestinya untuk
dilakukan adalah mengambil faidah dari perkataan mereka dan
ulama yang lain serta menelaah kitab-kitab mereka
-rahimahumullah- dan dalil-dalil yang mereka sebutkan. Sehingga
dengan demikian seorang penuntut ilmu bisa mengambil faidah dari
hal tersebut.
Adapun orang yang kurang (yakni bodoh), dia tidak pantas
berijtihad, dan yang wajib baginya adalah bertanya kepada ahli
ilmu serta belajar ilmu agama, beramal dengan bimbingan mereka.
Sampai dia menjadi seorang yang ahli dan memahami jalan yang
telah ditempuh oleh para ulama, mengetahui hadits-hadits yang
shahih dan dhaif serta sarana-sarana untuk mengetahuinya yang
terdapat dalam ilmu musthalah hadits, mengetahui ushul fiqh dan
segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh para ulama di
dalamnya. Sehingga dia bisa mengambil faidah dari hal-hal
tersebut dan mampu untuk mentarjih (memilih pendapat yang
terkuat) permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan oleh
para ulama.
Adapun perkara-perkara yang telah disepakati oleh para ulama,
maka keadaannya sudah jelas. Oleh karena itu, seseorang tidak
dibolehkan untuk menyelisihinya. Ulama hanyalah mempunyai
kesempatan untuk mempertimbangkan perkara-perkara yang
diperselisihkan. Adapun yang wajib bagi kita adalah
mengembalikan permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan
oleh para ulama tersebut kepada Allah subhanahu wata’ala dan
Rasul-Nya, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala firmankan dalam
surat An-Nisaa` ayat 59,
فَإِنْ
تَنَازَعْتُمْ
فِي شَيْءٍ
فَرُدُّوهُ
إِلَى
اللَّهِ
وَالرَّسُولِ
إِنْ
كُنْتُمْ
تُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (Sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.”
Dan surat Asy-Syuura ayat 10,
[size=18pt]وَمَا
اخْتَلَفْتُمْ
فِيهِ مِنْ
شَيْءٍ
فَحُكْمُهُ
إِلَى
اللَّهِ
[size=11pt]“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka
putusannya (terserah) kepada Allah.”
Adapun melakukan ijtihad, maka dia tidak akan mampu untuk
melakukannya. Dan hal tersebut termasuk kesalahan-kesalahan yang
besar. Namun hendaknya dia berusaha dengan semangat yang tinggi
untuk mencari ilmu, bersungguh-sungguh dan tekun dalam menempuh
jalan-jalan para ulama.
Inilah jalan-jalan menuntut ilmu dalam bidang hadits dan
ushul-ushulnya, fiqh dan ushul-usulnya, bahasa Arab dan
kaidah-kaidahnya, sejarah Nabi dan sejarah Islam.
Dia memanfaatkan ilmu-ilmu itu untuk mentarjih pendapat yang
terkuat dalam permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan
oleh para ulama. Bersamaan dengan itu, dia melakukan tarahum
kepada ulama (mengucapkan rahimahumullah / semoga Allah
subhanahu wata’ala memberi rahmat atau ampunan kepada mereka
-pent), menelusuri manhaj mereka yang lurus, memanfaatkan
ucapan-ucapan dan kitab-kitab mereka yang baik, serta
dalil-dalil dan keterangan yang telah mereka jelaskan dalam
menguatkan pendapat yang mereka pilih dan menjelaskan kesalahan
pendapat yang mereka bantah. Dengan demikian, seorang penuntut
ilmu akan diberi taufik oleh Allah subhanahu wata’ala untuk
mengetahui kebenaran, apabila dia ikhlas kepada-Nya dan
mengeluarkan semua kemampuannya dalam mencari kebenaran, serta
tidak sombong. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
(Sumber:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
dinukil dari kitab
Masuliyati Thalibil Ilm karya Syaikh ibn Baaz, edisi Indonesia
Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, penerjemah: Abu Luqman Abdullah,
penerbit Al Husna, Jogjakarta)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
*****************************************************
Page 1 of 1