URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
       *****************************************************
       #Post#: 589--------------------------------------------------
       Fatwa Penuntut Ilmu (3): Menduduki Jabatan Keagamaan
   DIR By: Host
       Date: August 23, 2024, 8:42 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Fatwa Penuntut Ilmu (3): Menduduki Jabatan Keagamaan
       September 21, 2013 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baaz rahimahullah
       Soal Ketiga: Banyak penuntut ilmu yang menghindar dari
       jabatan-jabatan keagamaan. Apakah faktor yang mendorong mereka
       untuk melakukannya? Dan apa nasehat Anda kepada mereka?
       Sebagaimana diketahui bahwa banyak penuntut ilmu di
       sekolah-sekolah agama mencari jalan untuk melepaskan diri dari
       jabatan kehakiman dengan cara-cara yang beraneka ragam. Apakah
       nasehat anda kepada mereka?
       Jawab: Jabatan-jabatan keagamaan yang berupa kehakiman,
       pengajaran, fatwa, ceramah merupakan kedudukan yang mulia dan
       penting. Kaum muslimin sangat membutuhkannya. Apabila para ulama
       berlepas diri dari jabatan-jabatan itu, maka orang-orang yang
       jahil-lah yang akan mendudukinya, sehingga mereka sesat dan
       menyesatkan. Sehingga orang yang dibutuhkan sebagai ulama dan
       ahli fiqh, wajib menduduki jabatan itu. Karena jabatan-jabatan
       yang berupa kehakiman, pendidikan, ceramah dan dakwah kepada
       Allah subhanahu wata’ala atau yang semisalnya, hukumnya adalah
       fardhu kifayah.
       Apabila telah tertentu atas seseorang (di mana hanya dia yang
       pantas mendudukinya, ed.) maka wajib baginya dan tidak boleh
       baginya untuk meminta udzur dan menolak. Namun, apabila ada
       orang yang dianggap mencukupi untuk bisa melakukannya maka tidak
       wajib baginya menduduki posisi ini dan hendaknya dia
       mempertimbangkan apa yang mengandung maslahat (apakah dia
       menerima atau menolaknya, ed.). Sebagaimana Allah subhanahu
       wata’ala firmankan ketika menceritakan tentang Nabi Yusuf
       ‘alaihis salam bahwa beliau berkata kepada raja Mesir,
       &#1575;&#1580;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1618;&#1606;&#1616;&#1610;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1582;&#1614;&#1586;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1606;&#1616;
       &#1575;&#1604;&#1571;&#1585;&#1618;&#1590;&#1616;
       &#1573;&#1616;&#1606;&#1616;&#1617;&#1610;
       &#1581;&#1614;&#1601;&#1616;&#1610;&#1592;&#1612;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1605;&#1612;
       (&#1637;&#1637;)
       “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku
       adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf:
       55)
       Ketika Nabi Yusuf memandang adanya maslahat apabila menduduki
       jabatan itu maka beliau memintanya, padahal beliau adalah
       seorang Nabi dan Rasul yang mulia, dan para Nabi adalah manusia
       yang terbaik. Namun, Nabi Yusuf ‘alaihis salam meminta kedudukan
       tersebut demi perbaikan penduduk Mesir, dan agar beliau bisa
       berdakwah kepada kebenaran.
       Sehingga apabila seorang penuntut ilmu melihat adanya maslahat
       untuk menduduki suatu jabatan, hendaknya dia minta posisi
       tersebut dan rela menerimanya, baik jabatan dalam bidang hukum,
       pengajaran, pemerintahan atau yang lainnya. Tetapi hendaknya dia
       bertujuan untuk perbaikan dan kebaikan, bukan untuk mencari
       keduniaan. Ia hanya menginginkan wajah Allah subhanahu wata’ala,
       tempat kembali yang baik di akherat serta memberi manfaat
       manusia dalam perkara agama mereka. Itulah tujuan yang pertama,
       setelah itu untuk memberi manfaat dalam perkara dunia mereka.
       Dia tidak rela kalau yang menduduki posisi-posisi tersebut
       adalah orang-orang yang bodoh dan fasiq. Apabila dia diminta
       untuk menduduki suatu jabatan yang baik dan memandang bahwa
       dirinya mampu serta memiliki kekuatan maka penuhilah permintaan
       itu. Dan hendaknya dia memperbaiki niatnya, mengerahkan semua
       kemampuannya dan janganlah dia mengatakan: “Aku khawatir ini dan
       itu.”
       Dengan niat yang baik dan kejujuran dalam beramal, dia akan
       diberi taufik oleh Allah subhanahu wata’ala dan ditolong dalam
       pekerjaannya. Sehingga apabila Allah subhanahu wata’ala
       memperbaiki niatnya kemudian orang tersebut mengeluarkan segenap
       kemampuannya untuk kebaikan, maka niscaya Allah subhanahu
       wata’ala akan memberi taufik kepadanya.
       Berkaitan dengan permasalahan ini terdapat hadits dari ‘Utsman
       ibn Abi Al ‘Ash Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
       “Wahai Rasulullah, jadikanlah aku imam bagi kaumku!” Rasulullah
       shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
       [size=18pt]&#1571;&#1614;&#1606;&#1618;&#1578;&#1614;
       &#1573;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1575;&#1602;&#1618;&#1578;&#1614;&#1583;&#1616;
       &#1576;&#1616;&#1571;&#1614;&#1590;&#1618;&#1593;&#1614;&#1601;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1608;&#1614;&#1575;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1616;&#1584;&#1618;
       &#1605;&#1615;&#1572;&#1614;&#1584;&#1617;&#1616;&#1606;&#1575;&#1611;
       &#1604;&#1575;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1571;&#1618;&#1582;&#1615;&#1584;&#1618;
       &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;
       &#1571;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618;
       &#1571;&#1614;&#1614;&#1580;&#1618;&#1585;&#1611;&#1575;
       “Engkaulah imam mereka! Perhatikan orang yang paling lemah di
       antara mereka, dan tunjuklah seseorang sebagai muadzin. Dan
       janganlah dia mengambil upah atas adzannya tersebut!” (HR. Al
       Imam Ahmad dan Ahlu As Sunan dengan sanad yang shahih)
       Dalam hadits ini, beliau radhiyallahu ‘anhu meminta posisi
       sebagai imam kaumnya karena dia memandang adanya maslahat yang
       syar’i, yaitu untuk mengarahkan mereka kepada kebaikan,
       mengajari mereka perkara agama, memerintahkan mereka kepada
       perkara yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran, sebagaimana
       yang telah dilakukan Nabi Yusuf 'alaihis salam.
       Para ulama berkata, “Meminta suatu kekuasaan dan kedudukan
       hanyalah dilarang apabila tidak ada faktor yang mendorong untuk
       itu. Karena hal itu merupakan perkara yang berbahaya,
       sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang melarang untuk
       meminta jabatan. Namun tatkala ada faktor yang mendorong untuk
       itu dan terdapat maslahat yang syar’i untuk memintanya, maka
       dibolehkan berdasarkan kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan
       hadits ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu di atas. &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       (Sumber:
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
       dinukil dari kitab
       Masuliyati Thalibil Ilm karya Syaikh ibn Baaz, edisi Indonesia
       Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, penerjemah: Abu Luqman Abdullah,
       penerbit Al Husna, Jogjakarta)
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       *****************************************************
       Page 1 of 1