DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 588--------------------------------------------------
Fatwa Penuntut Ilmu (4): Bagaimana Berhubungan dengan Masyarakat
DIR By: Host
Date: August 23, 2024, 8:24 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Fatwa Penuntut Ilmu (4): Bagaimana Berhubungan dengan
Masyarakat
September 22, 2013 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baaz rahimahullah
Soal Keempat: Termasuk permasalahan besar yang didapatkan oleh
seorang penuntut ilmu adalah menghindarnya masyarakat darinya
dan ilmunya. Sementara dia merasa tidak mendapatkan kedudukan
yang pantas di masyarakat, karena masyarakat yang materialistis
pada zaman ini tidaklah menilai seseorang kecuali dengan jasa
materi. Apa solusi untuk permasalahan ini? Dan bagaimana seorang
penuntut ilmu itu harus bersikap? Apakah dia harus berada di
sebuah masyarakat yang khusus yang dia mampu untuk belajar dan
hidup di dalamnya? Atau apakah yang harus dia lakukan? Saya
mengharapkan Anda memberikan kepada kami nasehat yang Anda
dapatkan dari guru-guru Anda, dan guru-guru Anda mendapatkan
nasehat tersebut dari guru-guru mereka.
Jawab: Perkataan yang diucapkan oleh si penanya adalah tidak
benar. Namun yang benar adalah bahwa ilmu akan menjadikan
pemiliknya berada di muka dan mengangkat derajatnya di setiap
masyarakat. Seandainya dia pergi ke Amerika, atau Inggris, atau
Prancis, atau tempat manapun, niscaya ilmu akan mengangkatnya di
antara minoritas kaum muslimin. Dan ilmu akan akan mengangkatnya
di antara orang-orang yang dia ajak kepada Allah subhanahu
wata’ala di atas ilmu dari kalangan orang-orang musyrikin.
Karena mereka akan tunduk kepada kebenaran apabila mereka
mengetahuinya dengan dalil-dalil yang jelas dan akhlak-akhlak
mulia yang dimiliki oleh dainya.
Islam adalah agama yang fitrah, agama keadilan dan akhlak, agama
kekuatan, agama pemberi hak yang sama dan agama yang memiliki
semua keutamaan.
Seorang penuntut ilmu yang berjalan di atas ilmu, mengetahui
dalil-dalil syar’i dan hukum-hukum Islam serta beramal
dengannya, kemudian masyarakat mengetahui keilmuan, ketulusan,
kejujurannya, dan sikapnya yang tidak gegabah dalam menghadapi
suatu permasalahan, bahkan mereka mengetahui bahwa dia adalah
seorang dokter rohani yang bijaksana serta berdakwah kepada
Allah subhanahu wata’ala dengan hikmah dan lembut, maka dia akan
senantiasa mulia di manapun dia berada. Dia akan dihormati di
manapun dia tinggal, terlebih lagi kalau dia berada di tengah
jamaahnya dan penduduk daerahnya.
Sehingga dia akan selalu mulia dan dihormati di semua tempat,
baik di desa, di kaumnya atau yang lainnya. Terlebih lagi
apabila dia menghiasi akhlaknya dengan ilmu, baik ucapan atau
perbuatan, menjauhi akhlaknya orang-orang fasiq dan jahat. Dia
dan orang-orang yang sepertinya akan dicintai oleh Allah
subhanahu wata’ala dan dicintai hamba-hamba-Nya yang shalih,
selama dia berilmu dan beramal, memberi nasehat kepada
saudara-saudaranya, bersikap lembut kepada mereka, bersemangat
untuk memberi manfaat kepada mereka dengan ilmunya, akhlak,
harta dan kedudukannya. Sebagaimana hal tersebut telah dilakukan
oleh para nabi dan orang-orang yang shalih.
Adapun ucapan bahwa seorang penuntut ilmu tidak punya tempat di
hati masyarakat dan kebanyakan tidak dihiraukan kata-katanya,
ini adalah perkataan yang batil dan tidak sesuai dengan
kenyataan sebagaimana yang telah kami jelaskan. Maka seorang
penuntut ilmu yang benar-benar mengetahui agamanya serta tulus
dan ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala dan hamba-hamba-Nya,
menampakkan ilmu dan dakwah kepada Allah subhanahu wata’ala,
berbuat baik kepada manusia dengan sikap lembut dan ucapan yang
baik, maka dia akan senantiasa dihormati di segala tempat, baik
di pesawat terbang, kereta api, di darat, laut dan di semua
tempat. Dia berhak mendapatkan kabar gembira, kesudahan yang
indah, pujian yang baik dari masyarakat dan pahala yang besar
dari Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana Allah subhanahu
wata’ala firmankan di dalam Al Qur`an,
قَالُوا
أَئِنَّكَ
لأنْتَ
يُوسُفُ
قَالَ
أَنَا
يُوسُفُ
وَهَذَا
أَخِي قَدْ
مَنَّ
اللَّهُ
عَلَيْنَا
إِنَّهُ
مَنْ
يَتَّقِ
وَيَصْبِرْ
فَإِنَّ
اللَّهَ لا
يُضِيعُ
أَجْرَ
الْمُحْسِنِينَ
(٩٠)
“Mereka berkata, ‘Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?’ Yusuf
menjawab: ‘Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah
telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya
barangsiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah
tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik’.”
(Yusuf: 90)
[size=18pt]وَالَّذِينَ
جَاهَدُوا
فِينَا
لَنَهْدِيَنَّهُمْ
سُبُلَنَا
وَإِنَّ
اللَّهَ
لَمَعَ
الْمُحْسِنِينَ
(٦٩)
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,
benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang
berbuat baik.” (Al-‘Ankabut: 69)
[size=18pt]فَاصْبِرْ
إِنَّ
الْعَاقِبَةَ
لِلْمُتَّقِينَ
(٤٩)
[size=11pt]“Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik
adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Hud: 49)
Ayat-ayat yang semakna dengan yang telah tersebut di atas
sangatlah banyak.
Seandainya seorang dai kepada Allah subhanahu wata’ala tidak
mendapatkan apa yang dia inginkan bahkan disakiti dan diganggu,
bukankah dia mempunyai teladan pada diri para Rasul? Yang mana
mereka telah disakiti dan dihinakan oleh kaumnya, bahkan
sebagian mereka dibunuh oleh kaumnya?! Oleh karena itu, seorang
penuntut ilmu memiliki teladan pada diri para rasul dalam hal
ketabahan dan kesabaran.
Seandainya seorang penuntut ilmu tidak dihormati di
tengah-tengah manusia, hal tersebut tidaklah memberikan madharat
baginya, karena dia menuntut ilmu tidak untuk mendapatkan
penghormatan. Dia menuntut ilmu untuk menghilangkan kebodohan
yang ada pada dirinya dan untuk mengeluarkan manusia dari
kegelapan menuju kepada cahaya ilmu. Jika mereka menerimanya dan
mengangkat kedudukannya, maka alhamdulillah (segala puji hanya
milik Allah). Dan jika tidak, dia tetap berada dalam kebaikan
walaupun seandainya mereka membunuh dan menghinakannya, karena
dia memiliki teladan pada diri para rasul dan pada diri penutup
para nabi yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sesungguhnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah disakiti
dan dikeluarkan dari negerinya, yaitu dari Makkah ke Madinah.
Apabila seorang da'i yang mengajak kepada Allah subhanahu
wata'ala dia menempuh jalan yang lurus, memiliki akhlak yang
agung, di atas petunjuk dan jalan yang baik tanpa bersikap keras
dan kasar, dan tidak melakukan perbuatan yang sia-sia, jujur dan
ikhlas, maka dia berhak mendapatkan kabar gembira, kemuliaan,
kehormatan dan kesudahan yang baik. Sungguh dia berada dalam
kebaikan yang besar, sebagaimana yang telah dicapai oleh para
nabi dan rasul serta penutup para nabi, nabi yang paling utama,
pemimpin para dai dan mujahidin yaitu Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam, dan juga yang telah dicapai oleh orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
(Sumber:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
dinukil dari kitab
Masuliyati Thalibil Ilm karya Syaikh ibn Baaz, edisi Indonesia
Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, penerjemah: Abu Luqman Abdullah,
penerbit Al Husna, Jogjakarta)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
*****************************************************
Page 1 of 1