DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 586--------------------------------------------------
Fatwa Penuntut Ilmu (6): Al Ijtihad
DIR By: Host
Date: August 23, 2024, 7:59 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Fatwa Penuntut Ilmu (6): Al Ijtihad
September 24, 2013 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baaz rahimahullah
Soal Keenam: Apa makna perkataan Anda –semoga Allah [i]subhanahu
wata’ala menjaga Anda–: Wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk
berijtihad? Apakah masing-masing kita mempunyai kemampuan untuk
itu? Apa sikap kita terhadap madzhab imam yang empat yang telah
tersebar di kalangan manusia di berbagai negeri sehingga banyak
yang taqlid pada madzhab tersebut di setiap tempat dan
zaman?[/i]
Jawaban: Wajib bagi penuntut ilmu untuk berijtihad,
bersunggunh-sungguh menurut kemampuannya. Seorang yang masih
pemula bersungguh-sungguh dalam kesinambungannya untuk menuntut
ilmu, bersemangat untuk menjadi seorang yang ahli dalam
mentarjih permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan oleh
para ulama. Adapun bagi orang yang sudah ahli dan orang yang
dikaruniai ilmu oleh Allah subhanahu wata’ala serta telah lulus
dari program pascasarjana, banyak menelaah kitab, dan banyak
mengetahui pendapat-pendapat para ulama maka wajib baginya untuk
bersungguh-sungguh dalam mentarjih pendapat yang paling kuat,
membantah pendapat yang menyimpang dari kebenaran dengan
menggunakan dalil-dalil yang syar’i, bersabar dan
sungguh-sungguh dalam menelitinya.
Ilmu bukanlah suatu perkara yang mudah. Ilmu membutuhkan
kesabaran, muraja’ah (mengulang kembali) hadits-hadits yang
berkaitan dengan tema pembahasan. Terkadang engkau tinggal
berhari-hari lamanya, namun engkau tidak mendapatkan hadits yang
diinginkan atau engkau tidak mampu untuk membuat suatu
kesimpulan tentang shahih atau lemahnya hadits.
Demikian juga muraja’ah pendapat para ulama dan mentarjih
pendapat yang terkuat. Hal ini membutuhkan kesabaran dan
mempertimbangkan dalil-dalil. Ijtihad artinya mengerahkan segala
kemampuan untuk mendapatkan ilmu dan kemajuan di dalamnya,
sehingga engkau menjadi orang yang ahli serta mengetahui
hukum-hukum syar’i, mengetahui sikap para ulama dalam
permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan dan menyikapi hal
tersebut sebagaimana sikapnya orang yang tulus dan mencintai
mereka. Engkau mendoakan mereka agar mendapatkan ridha,
menghargai kedudukan serta jerih payah mereka dalam meraih ilmu
dan menyebarkannya kepada masyarakat. Engkau mengambil faidah
dari perkataan dan ilmu-ilmu mereka, tidak mencela dan membenci
mereka, atau menampakkan kritikan untuk menjatuhkan mereka, dan
enggan mengambil faidah dari mereka, ataupun hal-hal buruk
lainnya.
Sehingga seorang penuntut ilmu hendaknya mengetahui kedudukan
para ulama pendahulu mereka. Hendaknya dia mengetahui apa yang
telah mereka tulis dan kumpulkan, tulus kepada Allah dan
hamba-hamba-Nya, mengambil faidah dari perkataan mereka. Bukan
yang dimaksud di sini adalah mengajak bertaqlid kepada mereka
pada perkara yang benar maupun batil, namun hendaknya dia
mengetahui kebenaran beserta dalilnya.
Al-Imam Malik rahimahullah berkata, “Siapapun dari kita bisa
saja ditolak pendapatnya, kecuali penghuni kubur ini.” Yang
beliau maksud yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Para ulama telah bersepakat
bahwa orang yang secara jelas telah mengetahui suatu hadits
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka tidak boleh baginya
meninggalkannya karena mengikuti perkataan seseorang.”
Beliau rahimahullah juga mengatakan: “Apabila aku mengatakan
sesuatu yang menyelisihi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam maka buanglah pendapatku ke tembok.”
Demikian pula perkataan Ahmad, Abu Hanifah dan ulama-ulama
lainnya semakna dengan ucapan Malik dan Asy-Syafi’i
rahimahumullah.
Mereka semua menasehatkan dan memberi wasiat kepada manusia
untuk mengikuti dalil-dalil syar’i baik dari Al Qur`an, As
Sunnah maupun ijma’ salaful ummah, dan tidak mendahulukan
perkataan seseorang di atas perkataan Allah dan Rasul-Nya.
Bahkan wajib mendahulukan perkataan Allah subhanahu wata'ala dan
Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, serta mendahulukan
segala sesuatu yang telah disepakati oleh salaful ummah daripada
perkataan yang menyelisihi mereka. Inilah sikap para ulama yang
diakui keilmuannya. Dan ini pula sikap seorang penuntut ilmu
terhadap mereka, sehingga dia tumbuh di atas akhlak-akhlak
mereka, dalam hal mengedepankan firman Allah subhanahu wata’ala
dan sabda Rasul-Nya, mentarjih pendapat yang terkuat dengan
dalil-dalil yang ada, menghormati para ulama, mengetahui
kedudukan mereka, serta mendoakan mereka supaya mendapat ridha
dan rahmat.
Adapun ulama yang jahat dari kalangan Jahmiyyah, Mu’tazilah dan
orang-orang yang semisal mereka, maka wajib dibenci karena Allah
subhanahu wata’ala. Wajib agar manusia diperingatkan dari
kejahatan dan amalan mereka yang buruk, serta
keyakinan-keyakinan mereka yang batil, dengan tulus untuk Allah
subhanahu wata’ala dan sebagai nasehat bagi hamba-hamba-Nya,
serta sebagai pengamalan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar.
Hanya Allah-lah Pemberi Taufik. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
(Sumber:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
dinukil dari kitab
Masuliyati Thalibil Ilm karya Syaikh ibn Baaz, edisi Indonesia
Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, penerjemah: Abu Luqman Abdullah,
penerbit Al Husna, Jogjakarta)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
*****************************************************
Page 1 of 1