URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
       *****************************************************
       #Post#: 585--------------------------------------------------
       Fatwa Penuntut Ilmu (7): Belajar hanya dari Kitab
   DIR By: Host
       Date: August 23, 2024, 7:53 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
       BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
       AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
       [center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
       ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
       [center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
       fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar bin Abdul Aziz)
       ---------------------------------------------------------
       &#10043; Fatwa Penuntut Ilmu (7): Belajar hanya dari Kitab
       September 25, 2013 oleh Wira Mandiri Bachrun &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [size=10pt]&#9701;&#8593;&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
       Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baaz rahimahullah
       Soal Ketujuh: Bagaimana pendapat anda tentang ungkapan yang
       berulang kali terucap oleh banyak penuntut ilmu yaitu bahwa
       barangsiapa gurunya adalah kitab maka dia akan tersesat dari
       kebenaran?
       Jawaban: Adapun ungkapan yang sudah dikenal adalah barangsiapa
       gurunya adalah kitab maka kesalahannya akan lebih banyak
       daripada benarnya. Inilah ungkapan yang telah kita ketahui.
       Hal ini adalah sesuatu yang benar. Barangsiapa yang tidak
       belajar kepada ulama, tidak mengambil ilmu dari mereka dan tidak
       mengenal jalan-jalan yang mereka tempuh dalam menuntut ilmu, dia
       akan banyak melakukan kesalahan. Dia akan mencampuradukkan
       kebenaran dan kebatilan karena kebodohannya terhadap dalil-dalil
       yang syar’i dan keadaan-keadaan yang ditempuh serta diamalkan
       oleh para ulama.
       Adapun ungkapan bahwa kesalahannya akan lebih banyak daripada
       kebenarannya, hal ini perlu ditinjau kembali. Namun yang jelas,
       kesalahannya akan banyak jika dia tidak belajar kepada ulama,
       tidak mengambil faidah dari mereka, tidak mengetahui
       prinsip-prinsip yang menjadi landasan mereka. Karena itulah dia
       melakukan banyak kesalahan, dan tidak mampu membedakan antara
       yang salah dan yang benar pada kitab-kitab yang masih berupa
       tulisan aslinya, atau yang sudah tercetak.
       Terkadang kesalahan ada pada kitab, namun dia tidak tahu dan
       tidak mampu membedakan, sehingga disangkanya bahwa hal tersebut
       adalah benar. Lalu dia berfatwa dengan menghalalkan sesuatu yang
       diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala atau mengharamkan
       sesuatu yang dihalalkan oleh Allah subhanahu wata’ala, karena
       dia tidak memiliki ilmu tentang hal tersebut disebabkan
       terjadinya kesalahan pada kitab tersebut.
       Contohnya: Tertulis dalam kitab “Tidak boleh demikian dan
       demikian.” Sementara yang benar adalah “Boleh demikian dan
       demikian”, di mana ada tambahan kata “Tidak”. Atau sebaliknya,
       “boleh ini dan itu”, namun yang benar adalah “tidak boleh”.
       Ternyata tulisan “tidak” hilang pada cetakan tersebut atau pada
       tulisannya yang asli, sehingga terjadilah kesalahan yang fatal.
       Begitu juga terkadang dia menemukan kesalahan tersebut dalam
       permasalahan ibadah, yaitu “Demikian dan demikian adalah sah”.
       Sedangkan yang benar adalah “Demikian dan demikian tidak sah”.
       Maka perkara tersebut menjadi campur baur karena dia tidak
       memiliki ilmu untuk membedakannya, sehingga ia tidak mengetahui
       kesalahan yang terjadi pada kitab-kitab dan hal-hal yang
       semisalnya. &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       (Sumber:
  HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
       dinukil dari kitab
       Masuliyati Thalibil Ilm karya Syaikh ibn Baaz, edisi Indonesia
       Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, penerjemah: Abu Luqman Abdullah,
       penerbit Al Husna, Jogjakarta)
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Admin Blog Ulama Sunnah
       Wira Bachrun Al Bankawy
       Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
       Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
       e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       *****************************************************
       Page 1 of 1