DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ ILMU
*****************************************************
#Post#: 584--------------------------------------------------
Fatwa Penuntut Ilmu (8): Rujuk dari Fatwa yang Keliru
DIR By: Host
Date: August 23, 2024, 7:47 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA
ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar bin Abdul Aziz)
---------------------------------------------------------
✻ Fatwa Penuntut Ilmu [8]: Rujuk dari Fatwa yang Keliru
September 26, 2013 oleh Wira Mandiri Bachrun Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[size=10pt]◥↑ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/28/tanggung-jawab-kedua-orang-tua-serta-para-pengajar/
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Baaz rahimahullah
Soal Kedelapan: Apabila seseorang ditanya tentang suatu
permasalahan lalu dia berfatwa, dan setelah berlalu beberapa
waktu jelas baginya bahwa apa yang telah dia fatwakan adalah
salah. Apa yang harus ia lakukan?
Jawaban: Dia wajib untuk kembali kepada kebenaran dan berfatwa
dengannya kemudian menyatakan bahwa dia telah berbuat kesalahan,
sebagaimana ucapan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu: “Kebenaran adalah
sesuatu yang telah terdahulu.”
Sehingga dia wajib untuk kembali dan berfatwa dengan kebenaran,
kemudian menyatakan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan pada
permasalahan yang lalu: “Aku telah berfatwa demikian dan
demikian, kemudian jelas bagiku bahwa itu adalah kesalahan, yang
benar adalah demikian dan demikian.”
Perbuatan tersebut bukanlah merupakan aib baginya, bahkan ini
adalah kewajiban baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
–pimpinan para pemberi fatwa– ketika seseorang bertanya kepada
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang talqih yaitu
penyerbukan pada pohon kurma, beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
مَا
أَظُنُّهُ
يَضُرُّهُ
لَوْ
تُرِكَ
”Menurutku hal itu tidak akan memberikan madharat seandainya
ditinggalkan.”
Setelah beberapa waktu lamanya, para shahabat mengabarkan kepada
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa hal tersebut ternyata
memberikan madharat. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
[size=18pt]إِنَّمَا
أَخْبَرْتُكُمْ
عَنْ
رَأْيِي
والرَأْيُ
يُخْطِئُ
وَيُصِيْبُ،
أَمَّا مَا
أُحَدِّثُكُمْ
بِهِ عَنِ
اللهِ
فَإِنِّي
لَنْ
أَكْذِبَ
عَلَى
اللهِ
[size=11pt]“Apa yang telah aku sampaikan kepada kalian hanyalah
berasal dari pendapatku. Dan suatu pendapat terkadang benar dan
terkadang salah. Adapun segala sesuatu yang telah aku kabarkan
kepada kalian dari Allah subhanahu wata’ala, sungguh aku tidak
akan pernah berdusta atas nama Allah subhanahu wata’ala.” Lalu
beliau memerintahkan agar mereka kembali melakukan talqih.
Begitu juga Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau telah berfatwa
dengan menggugurkan hak saudara dalam permasalahan musyarakah
(permasalahan ilmu waris-mewaris, -pent). Setelah berlalu
beberapa waktu, beliau berfatwa dengan yang sebaliknya
berdasarkan pendapat yang lebih kuat menurutnya, yaitu tetap
berserikatnya hak saudara pada permasalahan tersebut.
Kembalinya seorang ulama kepada pendapat yang diyakini olehnya
bahwa hal itu adalah benar adalah sikap yang terpuji. Hal itu
merupakan jalan orang-orang yang berilmu dan beriman. Dia tidak
mendapatkan dosa karena perbuatannya itu, dan bukan merupakan
aib baginya. Bahkan hal itu menunjukkan keutamaan dan imannya
yang kuat, yaitu bahwa dia kembali kepada kebenaran dan
meninggalkan kesalahan.
Seandainya ada orang bodoh yang berkata bahwa ini adalah aib,
maka ucapannya tidak teranggap. Karena sikap ulama tadi adalah
sesuatu yang terpuji dan bukan merupakan aib baginya. Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
(Sumber:
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com
dinukil dari kitab
Masuliyati Thalibil Ilm karya Syaikh ibn Baaz, edisi Indonesia
Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, penerjemah: Abu Luqman Abdullah,
penerbit Al Husna, Jogjakarta)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
*****************************************************
Page 1 of 1