DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ AQIDAH
*****************************************************
#Post#: 581--------------------------------------------------
Seruan Ulama Terkait ISIS
DIR By: Host
Date: August 23, 2024, 5:55 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XNgx7BbQge/s25/1919e40af48/ULAMASUNNAH90-frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/XtgzBsHsku/s25/1917a524a38/NABAWI3[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]ULAMA SUNNAH [color=beige]| KUMPULAN
BIOGRAFI, ARTIKEL DAN FATWA ULAMA
AHLUSSUNNAH[/shadow][/color][/move]
[center]◥↑✻'ULAMA SUNNAH | KUMPULAN BIOGRAFI,
ARTIKEL DAN FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH[/center]
[center]Artikel ini adalah kumpulan biografi, artikel, serta
fatwa dari ulama ahlussunnah[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Seruan Ulama Terkait ISIS
Agustus 4, 2014 oleh: Wira Mandiri Bachrun. Disalin kembali
(Abdillah Ahmad) [size=10pt]Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045
◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ulamasunnah.wordpress.com/2014/08/04/seruan-ulama-terkait-isis/[size=11pt]
[size=10pt]Oleh: Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad
Ulama Besar Arab Saudi, Ahli Hadits Kota Suci Madinah,
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Abdul Muhsin [i]ibn Hamd
Al-‘Abbad Al-Badr hafizhahullâh berkata dalam risalah “Fitnatul
Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al-Maz’umah” di website resmi
beliau. Seruan Ulama Besar Ahlus Sunnah Terkait ISIS,[/i]
[right]بسم الله
الرحمن
الرحيم
الحمد لله
وحده وصلى
الله وسلم
على من لا
نبي بعده
نبينا محمد
وعلى آله
وصحبه. أما
بعد؛[/right]
Sungguh telah lahir di Iraq beberapa tahun yang lalu, sebuah
kelompok yang menamakan diri Daulah (Negara) Islam Iraq dan
Syam, dan dikenal dengan empat huruf awal nama daulah khayalan
tersebut yaitu [داعش] (ISIS), dan muncul
bersamaan dengan itu, sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian
orang yang mengamati tingkah pola dan pergerakan mereka,
sejumlah nama sebagai julukan bagi anggota mereka dengan
sebutan: Abu Fulan Al-Fulani atau Abu Fulan ibn Fulan, kuniah
(julukan) yang disertai penisbatan kepada negeri atau kabilah,
inilah kebiasaan orang-orang majhul (yang tidak dikenal),
bersembunyi di balik julukan dan penisbatan.
Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara
pemerintah[1] dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang
dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan
tetapi memerangi Ahlus Sunnah yang menentang pemerintah dan
membunuh Ahlus Sunnah dengan cara yang sangat kejam, dan telah
masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka
bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara
terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia.
Dan di awal bulan Ramadhan tahun ini (1435 H) mereka merubah
nama kelompok mereka menjadi “Al-Khilafah Al-Islamiyah”.
Khalifahnya yang dinamakan Abu Bakr Al-Baghdadi berkhutbah di
sebuah masjid di Mosul, diantara yang ia katakan dalam
khutbahnya, “Sungguh aku telah dijadikan pemimpin kalian padahal
aku bukan yang terbaik di antara kalian”. Sungguh dia telah
berkata benar bahwa ia bukanlah yang terbaik di antara mereka,
karena ia telah membunuh orang yang mereka bunuh dengan
pisau-pisau, apabila pembunuhan itu atas dasar perintahnya, atau
ia mengetahuinya dan membolehkannya maka ia adalah yang terburuk
di antara mereka (memang bukan yang terbaik), berdasarkan sabda
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
[right][size=16pt]مَنْ
دَعَا
إِلَى
هُدًى
كَانَ لَهُ
مِنَ
الأَجْرِ
مِثْلُ
أُجُورِ
مَنْ
تَبِعَهُ
لاَ
يَنْقُصُ
ذَلِكَ
مِنْ
أُجُورِهِمْ
شَيْئًا
وَمَنْ
دَعَا
إِلَى
ضَلاَلَةٍ
كَانَ
عَلَيْهِ
مِنَ
الإِثْمِ
مِثْلُ
آثَامِ
مَنْ
تَبِعَهُ
لاَ
يَنْقُصُ
ذَلِكَ
مِنْ
آثَامِهِمْ
شَيْئًا[/right]
“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka ia mendapat pahala
seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi
pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa mengajak kepada
kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang
mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”
[font=arial][size=10pt][HR. Muslim No. 6804 dari Abu Hurairah
[font=georgia]radhiyallahu’anhu][/font]
Dan kalimat yang ia katakan dalam khutbahnya tersebut, telah
dikatakan oleh khalifah pertama dalam Islam setelah Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu Abu Bakr Ash-Shiddiq
[i]radhiyallahu’anhu wa ardhaahu[/i], dan beliau adalah orang
terbaik umat ini, sedang umat ini adalah umat yang terbaik di
antara umat-umat yang ada, beliau mengatakan demikian dalam
rangka tawadhu’ (bersikap rendah hati) sedang beliau mengetahui,
para sahabat juga mengetahui bahwa beliau adalah orang yang
terbaik di antara mereka berdasarkan dalil-dalil yang
menunjukkannya dari ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam.
Termasuk kebaikan (yang kami nasihatkan) untuk kelompok ini,
hendaklah mereka sadar diri dan kembali kepada kebenaran,
sebelum daulah mereka hilang terbawa angin seperti daulah-daulah
lain yang semisalnya di berbagai masa.
Dan sangat disayangkan, fitnah (bencana) khilafah khayalan yang
lahir beberapa waktu yang lalu ini, diterima oleh anak-anak muda
yang bodoh di negeri Al-Haramain, mereka menampakkan kebahagiaan
dan kegembiraan terhadap khilafah khayalan ini layaknya
kebahagiaan orang yang haus terhadap minuman, dan diantara
mereka ada yang berkhayal telah membai’at khalifah majhul ini!
Bagaimana mungkin diharapkan kebaikan dari orang-orang yang
tersesat dengan ajaran takfir (pengkafiran terhadap kaum
muslimin) dan pembunuhan dengan cara yang paling kejam dan
sadis…?!
Wajib atas para pemuda tersebut untuk melepaskan diri dari
ikut-ikutan di belakang para provokator, dan hendaklah dalam
setiap tindakan mereka kembali kepada dalil yang datang dari
Allah ‘Azza Wa Jalla dan dari Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam, karena padanya ada keterjagaan, keselamatan dan
kesuksesan di dunia dan akhirat. Dan hendaklah mereka kembali
merujuk kepada para ulama yang menasihati mereka dan menasihati
kaum muslimin.
Diantara contoh keselamatan dari pemikiran sesat karena merujuk
kepada ulama, adalah sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim
dalam Shahih beliau (No. 191) dari Yazid Al-Faqir, ia berkata,
[right][size=16pt]
كُنْتُ
قَدْ
شَغَفَنِى
رَأْىٌ
مِنْ
رَأْىِ
الْخَوَارِجِ
فَخَرَجْنَا
فِى
عِصَابَةٍ
ذَوِى
عَدَدٍ
نُرِيدُ
أَنْ
نَحُجَّ
ثُمَّ
نَخْرُجَ
عَلَى
النَّاسِ –
قَالَ –
فَمَرَرْنَا
عَلَى
الْمَدِينَةِ
فَإِذَا
جَابِرُ
بْنُ
عَبْدِ
اللَّهِ
يُحَدِّثُ
الْقَوْمَ
– جَالِسٌ
إِلَى
سَارِيَةٍ
– عَنْ
رَسُولِ
اللَّهِ
-صلى الله
عليه وسلم-
قَالَ
فَإِذَا
هُوَ قَدْ
ذَكَرَ
الْجَهَنَّمِيِّينَ
– قَالَ –
فَقُلْتُ
لَهُ يَا
صَاحِبَ
رَسُولِ
اللَّهِ
مَا هَذَا
الَّذِى
تُحَدِّثُونَ
وَاللَّهُ
يَقُولُ
(إِنَّكَ
مَنْ
تُدْخِلِ
النَّارَ
فَقَدْ
أَخْزَيْتَهُ)
وَ
(كُلَّمَا
أَرَادُوا
أَنْ
يَخْرُجُوا
مِنْهَا
أُعِيدُوا
فِيهَا)
فَمَا
هَذَا
الَّذِى
تَقُولُونَ
قَالَ
فَقَالَ
أَتَقْرَأُ
الْقُرْآنَ
قُلْتُ
نَعَمْ.
قَالَ
فَهَلْ
سَمِعْتَ
بِمَقَامِ
مُحَمَّدٍ
– عَلَيْهِ
السَّلاَمُ
– يَعْنِى
الَّذِى
يَبْعَثُهُ
اللَّهُ
فِيهِ
قُلْتُ
نَعَمْ.
قَالَ
فَإِنَّهُ
مَقَامُ
مُحَمَّدٍ
-صلى الله
عليه وسلم-
الْمَحْمُودُ
الَّذِى
يُخْرِجُ
اللَّهُ
بِهِ مَنْ
يُخْرِجُ. –
قَالَ –
ثُمَّ
نَعَتَ
وَضْعَ
الصِّرَاطِ
وَمَرَّ
النَّاسِ
عَلَيْهِ –
قَالَ –
وَأَخَافُ
أَنْ لاَ
أَكُونَ
أَحْفَظُ
ذَاكَ –
قَالَ –
غَيْرَ
أَنَّهُ
قَدْ
زَعَمَ
أَنَّ
قَوْمًا
يَخْرُجُونَ
مِنَ
النَّارِ
بَعْدَ
أَنْ
يَكُونُوا
فِيهَا –
قَالَ –
يَعْنِى
فَيَخْرُجُونَ
كَأَنَّهُمْ
عِيدَانُ
السَّمَاسِمِ.
قَالَ
فَيَدْخُلُونَ
نَهْرًا
مِنْ
أَنْهَارِ
الْجَنَّةِ
فَيَغْتَسِلُونَ
فِيهِ
فَيَخْرُجُونَ
كَأَنَّهُمُ
الْقَرَاطِيسُ.
فَرَجَعْنَا
قُلْنَا
وَيْحَكُمْ
أَتُرَوْنَ
الشَّيْخَ
يَكْذِبُ
عَلَى
رَسُولِ
اللَّهِ
-صلى الله
عليه وسلم-
فَرَجَعْنَا
فَلاَ
وَاللَّهِ
مَا خَرَجَ
مِنَّا
غَيْرُ
رَجُلٍ
وَاحِدٍ
أَوْ كَمَا
قَالَ
أَبُو
نُعَيْمٍ
[/right]
“Aku pernah terpengaruh oleh satu pemikiran Khawarij, maka kami
beberapa orang pergi untuk berhaji, kemudian kami ingin
memberontak, kami pun melewati kota Madinah, ternyata ada
sahabat Jabir [i]ibn Abdullah radhiyallahu’anhuma sedang duduk
di sebuah sudut, beliau sedang menyampaikan hadits dari
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ketika itu beliau telah
menyebutkan tentang al-jahannamiun (orang-orang yang dibebaskan
dari neraka setelah diazab, lalu dimasukkan ke surga). Maka aku
berkata kepadanya: Wahai sahabat Rasulullah, mengapa engkau
menyampaikan ini padahal Allah telah berfirman,[/i]
[right][size=16pt]إِنَّكَ
مَنْ
تُدْخِلِ
النَّارَ
فَقَدْ
أَخْزَيْتَهُ[/right]
“Sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka,
maka sungguh telah Engkau hinakan ia.” [font=arial](Ali Imran:
192)[/font]
[size=11pt]Dan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
[right][size=16pt]كُلَّمَا
أَرَادُوا
أَنْ
يَخْرُجُوا
مِنْهَا
أُعِيدُوا
فِيهَا[/right]
“Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka, mereka
dikembalikan (lagi) ke dalamnya.” (As-Sajadah: 20)
[size=11pt]Maka apa yang bisa engkau katakan?
Beliau berkata: Apakah kamu membaca Al-Qur’an?
Aku berkata: Ya.
Beliau berkata: Apakah kamu pernah mendengar ayat tentang
kedudukan (syafa’at) Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
yang akan Allah bangkitkan beliau dalam kedudukan ini?
Aku berkata: Ya.
Beliau berkata: Sesungguhnya itu kedudukan (syafa’at) Nabi
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang terpuji, yang dengan
itu Allah mengeluarkan sebagian orang dari neraka.
Kemudian beliau menyebutkan tentang peletakan jembatan (shirath)
dan lewatnya manusia di atasnya –aku khawatir menyampaikannya
karena aku tidak menghapalnya dengan baik, yang pasti beliau
menyebutkan tentang satu kaum yang keluar dari neraka setelah
mereka diazab di dalamnya, mereka keluar dalam bentuk seperti
biji wijen yang terbakar sinar matahari- Beliau berkata: "Mereka
lalu masuk ke salah satu sungai di surga, mereka mandi padanya,
lalu mereka keluar dalam bentuk seperti kertas-kertas putih."
Kami pun kembali, lalu kami berkata kepada rombongan kami,
celaka kalian apakah kalian menganggap Asy-Syaikh (Jabir ibn
Abdullah) berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam (beliau tidak mungkin berdusta)?! Maka kami pun
kembali, demi Allah (setelah itu) tidak ada seorang pun dari
kami yang keluar (mengikuti Khawarij) kecuali satu orang –atau
seperti yang dikatakan oleh Abu Nu’aim-.”
[font=arial][size=10pt][HR. Muslim][/font]
Abu Nu’aim adalah Al-Fadhl ibn Dukain, beliau adalah salah
seorang perawi hadits ini. Dan hadits ini menunjukkan bahwa
kelompok ini telah tertipu dengan pemikiran Khawarij dalam
mengkafirkan pelaku dosa besar dan meyakini kekalnya di neraka,
dan dengan pertemuan bersama sahabat Jabir radhiyallahu’anhu dan
penjelasan beliau, maka mereka kemudian mengikuti bimbingan
beliau, meninggalkan kebatilan yang mereka pahami dan tidak jadi
memberontak yang sudah mereka rencanakan akan dilakukan setelah
melaksanakan haji, maka ini adalah faidah terbesar yang akan
didapatkan oleh seorang muslim apabila ia merujuk kepada ulama.
Dan yang menunjukkan bahaya ghuluw (berlebih-lebihan) dalam
agama dan menyimpang dari kebenaran serta menyelisihi pendapat
Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah sabda Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam, dari hadits Hudzaifah radhiyallahu’anhu,
[right]
إنَّ أخوفَ
ما أخاف
عليكم رجل
قرأ
القرآن،
حتى إذا
رُئيت
بهجته عليه
وكان ردءاً
للإسلام،
انسلخ منه
ونبذه وراء
ظهره، وسعى
على جاره
بالسيف
ورماه
بالشرك،
قلت: يا
نبيَّ
الله!
أيُّهما
أولى
بالشرك:
الرامي أو
المرمي؟
قال: بل
الرامي[/right]
“Sesungguhnya yang aku takuti menimpa kalian, adanya orang yang
membaca Al-Qur’an, sampai apabila telah terlihat sinarnya dalam
dirinya dan menjadi benteng bagi Islam, maka ia pun berlepas
diri darinya dan membuangnya di belakang punggungnya, lalu ia
memerangi tetangganya dengan pedang dan ia menuduh tetangganya
itu telah melakukan syirik. Aku (Hudzaifah) berkata: Wahai Nabi
Allah, siapakah yang lebih pantas dihukumi syirik, apakah yang
menuduh atau yang tertuduh? Beliau bersabda: Bahkan yang
menuduh.” [size=10pt][Diriwayatkan Al-Bukhari dalam At-Tarikh,
Abu Ya’la, Ibnu Hibban dan Al-Bazzar, lihat Ash-Shahihah karya
Al-Albani No. 3201]
Anak muda, umumnya buruk pemahaman, yang menunjukkan hal itu
adalah sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam
Shahih beliau (No. 4495) dengan sanadnya kepada Hisyam bin
‘Urwah dari bapaknya, bahwa beliau berkata,
[right]
قلت لعائشة
زوج
النَّبيِّ
صلى الله
عليه وسلم
وأنا يومئذ
حديث
السنِّ:
أرأيتِ قول
الله تبارك
وتعالى:
إِنَّ
الصَّفَا
وَالْمَرْوَةَ
مِن
شَعَآئِرِ
اللَّهِ
فَمَنْ
حَجَّ
الْبَيْتَ
أَوِ
اعْتَمَرَ
فَلاَ
جُنَاحَ
عَلَيْهِ
أَن
يَطَّوَّفَ
بِهِمَا،
فما أرى
على أحد
شيئاً أن
لا يطوَّف
بهما،
فقالت
عائشة:
كلاَّ! لو
كانت كما
تقول كانت:
فلا جناح
عليه أن لا
يطوَّف
بهما،
إنَّما
أنزلت هذه
الآية في
الأنصار،
كانوا
يُهلُّون
لِمناة،
وكانت مناة
حذو قديد،
وكانوا
يتحرَّجون
أن
يطوَّفوا
بين الصفا
والمروة،
فلمَّا جاء
الإسلام
سألوا رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم عن
ذلك، فأنزل
الله إِنَّ
الصَّفَا
وَالْمَرْوَةَ
مِن
شَعَآئِرِ
اللَّهِ
فَمَنْ
حَجَّ
الْبَيْتَ
أَوِ
اعْتَمَرَ
فَلاَ
جُنَاحَ
عَلَيْهِ
أَن
يَطَّوَّفَ
بِهِمَا[/right]
“Aku berkata kepada Aisyah istri Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam dan aku ketika itu masih berumur muda: Apa pendapatmu
tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
[color=blue]“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk
syi’ar-syi’ar Allah, maka barangsiapa yang melakukan haji ke
Ka'bah atau umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk thawaf
(sa’i) pada keduanya.”[/i] Maka aku berpendapat bahwa tidak ada
dosa atas seorang pun yang tidak melakukan sa’i antara Shofa dan
Marwah?
Aisyah berkata: Tidak, andaikan seperti yang engkau katakan maka
ayatnya akan berbunyi, “Maka tidak ada dosa baginya untuk
‘tidak’ thawaf (sa’i) pada keduanya”. Hanyalah ayat ini turun
ada sebabnya, yaitu tentang kaum Anshor, dulu mereka berihram
untuk Manat, dan Manat terletak di Qudaid, dahulu mereka merasa
berdosa untuk melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah, maka
ketika datang Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam tentang itu, lalu Allah menurunkan
(firman-Nya), “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk
syi’ar-syi’ar Allah, maka barangsiapa yang melakukan haji ke
Ka'bah atau umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk thawaf
(sa’i) pada keduanya.” [size=10pt][HR. Al-Bukhari]
Khawarij Menghapal Al-Qur’an Namun Tidak Memahaminya Seperti
Pemahaman Salaf.
Padahal ‘Urwah bin Az-Zubair termasuk sebaik-baik tabi’in, salah
seorang dari 7 Fuqoha Madinah di masa tabi’in, beliau telah
menyiapkan ‘udzurnya pada kesalahan beliau dalam memahami, yaitu
keadaan beliau yang masih berumur muda ketika bertanya kepada
Aisyah, maka jelaslah anak muda umumnya jelek pemahaman, dan
bahwa kembali kepada ulama adalah kebaikan dan keselamatan.
Dan dalam Shahih Al-Bukhari (No. 7152) dari Jundab ibn Abdullah
radhiyallahu’anhu, ia berkata,
[right][size=16pt]إنَّ
أوَّل ما
ينتن من
الإنسان
بطنُه،
فمَن
استطاع أن
لا يأكل
إلاَّ
طيِّباً
فليفعل،
ومَن
استطاع أن
لا يُحال
بينه وبين
الجنَّة
بملء كفٍّ
من دم
هراقه
فليفعل
[/right]
“Sesungguhnya bagian tubuh manusia yang pertama kali membusuk
adalah perutnya, maka siapa yang mampu untuk tidak makan kecuali
yang baik hendaklah ia lakukan, siapa yang mampu untuk tidak
dihalangi antara dirinya dan surga dengan sepenuh genggaman
darah yang ia tumpahkan hendaklah ia lakukan.” [size=10pt][HR.
Al-Bukhari]
Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath (13/130),
[right][size=16pt]ووقع
مرفوعاً
عند
الطبراني
أيضاً من
طريق
إسماعيل بن
مسلم، عن
الحسن، عن
جندب،
ولفظه:
(تعلمون
أنِّي سمعت
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
يقول: لا
يحولنَّ
بين أحدكم
وبين
الجنَّة
وهو يراها
ملءُ كفِّ
دم من مسلم
أهراقه
بغير
حلِّه)،
وهذا لو لم
يرِد
مصرَّحاً
برفعه لكان
في حكم
المرفوع؛
لأنَّه لا
يُقال
بالرأي،
وهو وعيد
شديد لقتل
المسلم
بغير
حقٍّ[/right]
“Hadits ini secara marfu’ terdapat dalam riwayat Ath-Thabrani
juga dari jalan Ismail ibn Muslim, dari Al-Hasan, dari Jundab
dengan lafaz: Kalian mengetahui bahwa aku pernah mendengar
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
[right][size=16pt]تعلمون
أنِّي سمعت
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
يقول: لا
يحولنَّ
بين أحدكم
وبين
الجنَّة
وهو يراها
ملءُ كفِّ
دم من مسلم
أهراقه
بغير حلِّه
[/right]
“Janganlah terhalangi antara seorang dari kalian dan surga
dengan sepenuh genggaman darah seorang muslim yang ia tumpahkan
tanpa alasan yang benar, padahal ia sudah melihat surga.”
[size=11pt]Lafadz ini tidak secara tegas sampai kepada
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (marfu’) akan tetapi ia
dihukumi marfu’ karena tidak mungkin dikatakan berdasarkan
pendapat (mesti berdasarkan wahyu), sebab di dalamnya ada
ancaman yang keras terhadap dosa membunuh seorang muslim tanpa
alasan yang benar (ini tidak mungkin dari pendapat Jundab,
mestilah beliau pernah mendengarkan dari Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam).”
Dan hadits-hadits serta atsar-atsar ini sebagiannya telah aku
sebutkan dalam risalah,
[right][size=16pt]بأي عقل
ودين يكون
التفجير
والتدمير
جهادا؟!
ويحكم
أفيقوا يا
شباب
[/right]
“Dengan akal dan agama apakah hingga pengeboman dan penghancuran
dianggap jihad?! Kasihan kalian, sadarlah wahai para pemuda.”
[size=11pt]Dalam risalah ini terdapat beberapa ayat, hadits dan
atsar yang banyak tentang haramnya bunuh diri dan membunuh orang
lain tanpa hak. Risalah ini telah dicetak secara terpisah pada
tahun 1424 H, dan dicetak pada tahun 1428 H bersama risalah lain
yang berjudul,
[right][size=16pt]بذل
النصح
والتذكير
لبقايا
المفتونين
بالتكفير
والتفجير
[/right]
“Mengerahkan nasihat dan peringatan untuk sisa-sisa orang yang
tertipu dengan pengkafiran dan pengeboman.” [size=10pt](termasuk
dalam kumpulan kitab-kitab dan risalah-risalahku juz ke 6 Hal.
225-279)
Dan untuk para pemuda yang telah ikut-ikutan di belakang penyeru
kelompok (ISIS) ini, hendaklah mereka mengoreksi diri, kembali
kepada kebenaran dan jangan berfikir untuk bergabung dengan
mereka, yang akan menyebabkan kalian keluar dari kehidupan
dengan bom bunuh diri yang mereka pakaikan atau disembelih
dengan pisau-pisau yang telah menjadi ciri khas kelompok ini,
dan (kepada para pemuda Arab Saudi) hendaklah mereka tetap
konsisten dalam mendengar dan ta'at kepada pemerintah Arab Saudi
yang mereka hidup di bawah kekuasaannya, demikian pula
bapak-bapak dan kakek-kakek mereka hidup di negeri ini dalam
keadaan aman dan damai. Negeri ini, dengan kebenaran (aku
berkata) adalah sebaik-baiknya negeri di dunia ini, meskipun
masih terdapat banyak kekurangan, diantara sebab kekurangan
tersebut adalah bencana para pengikut Barat di negeri ini yang
latah terhadap Barat, ikut-ikutan dalam perkara yang bermudarat.
Aku memohon kepada Allah ‘Azza Wa Jalla agar memperbaiki kondisi
kaum muslimin di setiap tempat, memberi hidayah kepada para
pemuda kaum muslimin baik laki-laki maupun wanita kepada setiap
kebaikan, menjaga negeri Al-Haramain baik pemerintah maupun
masyarakat dari setiap kejelekan, memberi taufiq kepada setiap
kebaikan dan melindungi dari kejelekan orang-orang yang jelek
dan makar orang-orang yang buruk, sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengabulkan.
[right][size=16pt]وصلى
الله وسلم
على نبينا
محمد وعلى
آله وصحبه
[/right]
Ꞁ[size=8pt]3
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-ulama-sunnah/<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100<br
/>Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
FansPage Website: Sofyan Chalid ibn Idham Ruray
[www.fb.com/sofyanruray.info]
[1] Pemerintah Syi’ah Suriah saat ini beraqidah kufur dan
syirik, membantai rakyatnya sendiri, Ahlus Sunnah Suriah (Pen).
DICOPY dari
HTML http://sofyanruray.info/seruan-ulama-besar-arab-saudi-terkait-isis/
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ulamasunnah.wordpress.com atau www iscm.createaforum.com
(
HTML https://bit.ly/forumiscm).
Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ulamasunnah. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Admin Blog Ulama Sunnah
Wira Bachrun Al Bankawy
Alumni Darul Hadits Syihir, Hadramaut
Sekarang mengajar di Sekolah Dasar Islam An Nash, Jakarta
e-Mail: wira.mandiri@gmail.com
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-index-ulama-sunnah-9654-9612kategori/msg1045/#msg1045][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-1/'ulama-sunnah/msg1037/#msg1037][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/kategori/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1