DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ [1] KHALIFAH AR-RASYIDIN
*****************************************************
#Post#: 40--------------------------------------------------
۩۞۩ Khalifah Ar-Rasyidin: Abu Bakr
Ash-Shiddiiq
DIR By: iscm
Date: December 20, 2023, 8:53 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Abu Bakr Ash-Shiddiiq
[font=georgia]radhiyallahu’anhu[/font]
(Wafat 13 H) Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=27<br
/>ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/126.htm
[i]Nama beliau -[i]menurut pendapat yang shahih- adalah Abdullah
ibn ‘Utsman ibn ‘Amir ibn ‘Amr ibn Ka’ab ibn Sa’ad ibn Taiym ibn
Murrah ibn Ka’ab ibn Lu’ay Al Qurasyi At Taimi.[/i]
✻ Kun-yah:
[size=11pt]Beliau memiliki kun-yah: Abu Bakar
[size=12pt]✻ Laqb (Julukan):
[size=11pt]Beliau dijuluki dengan ‘Atiq
(عتيق) dan Ash Shiddiq
(الصدِّيق).
[size=11pt]Sebagian ulama berpendapat bahwa alasan beliau
dijuluki ‘Atiq karena beliau tampan. Sebagian mengatakan karena
beliau berwajah cerah. Pendapat lain mengatakan karena beliau
selalu terdepan dalam kebaikan. Sebagian juga mengatakan bahwa
ibu beliau awalnya tidak kunjung hamil, ketika ia hamil maka
ibunya berdo’a,
[right][size=16pt]اللهم
إن هذا
عتيقك من
الموت ،
فهبه لي[/right]
“Ya Allah, jika anak ini engkau bebaskan dari maut, maka
hadiahkanlah kepadaku.”
[size=11pt]Dan ada beberapa pendapat lain.
Sedangkan julukan Ash Shiddiq didapatkan karena beliau
membenarkan kabar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan
kepercayaan yang sangat tinggi. Sebagaimana ketika pagi hari
setelah malam Isra Mi’raj, orang-orang kafir berkata kepadanya:
‘Teman kamu itu (Muhammad) mengaku-ngaku telah pergi ke Baitul
Maqdis dalam semalam’. Beliau menjawab:
[right][size=16pt]إن كان
قال فقد
صدق[/right]
“Jika ia berkata demikian, maka itu benar.”
Allah subhanahu wata’ala pun menyebut beliau sebagai Ash
Shiddiq:
[right][size=16pt]وَالَّذِي
جَاء
بِالصِّدْقِ
وَصَدَّقَ
بِهِ
أُوْلَئِكَ
هُمُ
الْمُتَّقُونَ[/right]
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan yang
membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS.
Az Zumar: 33)
[size=11pt]Tafsiran para ulama tentang ayat ini, yang dimaksud
‘orang yang datang membawa kebenaran’
(جَاء
بِالصِّدْقِ)
adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang
dimaksud ‘orang yang membenarkannya’
(صَدَّقَ
بِهِ) adalah Abu Bakar
radhiyallahu’anhu.
Beliau juga dijuluki Ash Shiddiq karena beliau adalah lelaki
pertama yang membenarkan dan beriman kepada Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
telah menamai beliau dengan Ash Shiddiq sebagaimana diriwayatkan
dalam Shahih Bukhari:
[right][size=16pt]عن أنس
بن مالك
رضي الله
عنه أن
النبي صلى
الله عليه
وسلم صعد
أُحداً
وأبو بكر
وعمر
وعثمان ،
فرجف بهم
فقال : اثبت
أُحد ،
فإنما عليك
نبي وصديق
وشهيدان[/right]
“Dari Anas ibn Malik radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam menaiki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan
‘Utsman. Gunung Uhud pun berguncang. Nabi lalu bersabda:
“Diamlah Uhud, di atasmu ada Nabi, Ash Shiddiq (yaitu Abu Bakr)
dan dua orang Syuhada’ (‘Umar dan ‘Utsman).”
[size=12pt]✻ Kelahiran:
[size=11pt]Beliau dilahirkan 2 tahun 6 bulan setelah Tahun
Gajah.
[size=12pt]✻ Ciri Fisik:
[size=11pt]Beliau berkulit putih, bertubuh kurus, berambut
lebat, tampak kurus wajahnya, dahinya muncul, dan ia sering
memakai hinaa dan katm.
[size=12pt]✻ Jasa-Jasa:
- [size=10pt]Jasanya yang paling besar adalah masuknya ia ke
dalam Islam paling pertama.
- [size=10pt]Hijrahnya beliau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam
- [size=10pt]Ketegaran beliau ketika hari wafatnya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
- [size=10pt]Sebelum terjadi hijrah, beliau telah membebaskan 70
orang yang disiksa orang kafir karena alasan bertauhid kepada
Allah. Di antara mereka adalah Bilal ibn Rabbaah, ‘Amir ibn
Fahirah, Zunairah, Al Hindiyyah dan anaknya, budaknya Bani
Mu’ammal, Ummu ‘Ubais.
- Salah satu jasanya yang terbesar ialah ketika menjadi khalifah
beliau memerangi orang-orang murtad.
[size=10pt]Abu Bakar adalah lelaki yang lemah lembut, namun
dalam hal memerangi orang yang murtad, beliau memiliki pendirian
yang kokoh. Bahkan lebih tegas dan keras daripada Umar ibn
Khattab yang terkenal akan keras dan tegasnya beliau dalam
pembelaan terhadap Allah. Imam Bukhari dan Imam Muslim
meriwayatkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:
[right][size=16pt]لما
توفى النبي
صلى الله
عليه وسلم
واستُخلف
أبو بكر
وكفر من
كفر من
العرب قال
عمر : يا أبا
بكر كيف
تقاتل
الناس وقد
قال رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم :
أمِرت أن
أقاتل
الناس حتى
يقولوا لا
إله إلا
الله ، فمن
قال لا إله
إلا الله
عصم مني
ماله ونفسه
إلا بحقه
وحسابه على
الله ؟ قال
أبو بكر :
والله
لأقاتلن من
فرق بين
الصلاة
والزكاة ،
فإن الزكاة
حق المال ،
والله لو
منعوني
عناقا
كانوا
يؤدونها
إلى رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم
لقاتلتهم
على منعها .
قال عمر : فو
الله ما هو
إلا أن
رأيت أن قد
شرح الله
صدر أبي
بكر للقتال
فعرفت أنه
الحق[/right]
“Ketika Nabi [i]shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, dan Abu
Bakar menggantikannya, banyak orang yang kafir dari bangsa Arab.
Umar berkata: ‘Wahai Abu Bakar, bisa-bisanya engkau memerangi
manusia padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka
mengucapkan Laa ilaaha illallah, barangsiapa yang mengucapkannya
telah haram darah dan jiwanya, kecuali dengan hak (jalan yang
benar). Adapun hisabnya diserahkan kepada Allah?’ Abu Bakar
berkata: ‘Demi Allah akan kuperangi orang yang membedakan antara
shalat dengan zakat. Karena zakat adalah hak Allah atas harta.
Demi Allah jika ada orang yang enggan membayar zakat di masaku,
padahal mereka menunaikannya di masa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, akan ku perangi dia’. Umar berkata: ‘Demi
Allah, setelah itu tidaklah aku melihat kecuali Allah telah
melapangkan dadanya untuk memerangi orang-orang tersebut, dan
aku yakin ia di atas kebenaran.‘”[/i]
Begitu tegas dan kerasnya sikap beliau sampai-sampai para 'ulama
berkata:
[right][size=16pt]نصر
الله
الإسلام
بأبي بكر
يوم الردّة
، وبأحمد
يوم
الفتنة[/right]
“Allah menolong Islam melalui Abu Bakar di hari ketika banyak
orang murtad, dan melalui Ahmad ([i]ibn Hambal) di hari ketika
terjadi fitnah (khalqul Qur’an).”[/i]
- [size=10pt]Abu Bakar pun memerangi orang-orang yang murtad dan
orang-orang yang enggan membayar zakat ketika itu.
- [size=10pt]Musailamah Al Kadzab dibunuh di masa pemerintahan
beliau.
- [size=10pt]Beliau mengerahkan pasukan untuk menaklukan Syam,
sebagaimana keinginan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dan akhirnya Syam pun ditaklukkan, demikian juga Iraq.
- [size=10pt]Di masa pemerintahan beliau, Al Qur’an dikumpulkan.
Beliau memerintahkan Zaid ibn Tsabit untuk mengumpulkannya.
- [size=10pt]Abu Bakar adalah orang yang bijaksana. Ketika ia
tidak ridha dengan dilepaskannya Khalid ibn Walid[/b], ia
berkata:
[right][size=16pt]والله
لا أشيم
سيفا سله
الله على
عدوه حتى
يكون الله
هو يشيمه[/right]
“Demi Allah, aku tidak akan menghunus pedang yang Allah tujukan
kepada musuhnya sampai Allah yang menghunusnya.” (HR. Ahmad dan
lainnya).
Ketika masa pemerintahan beliau, terjadi peperangan. Beliau pun
bertekad untuk pergi sendiri memimpin perang, namun Ali ibn Abi
Thalib memegang tali kekangnya dan berkata: ‘Mau kemana engkau
wahai khalifah? Akan kukatakan kepadamu perkataan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam ketika perang Uhud:
[right][size=16pt]شِـمْ
سيفك ولا
تفجعنا
بنفسك .
وارجع إلى
المدينة ،
فو الله
لئن فُجعنا
بك لا يكون
للإسلام
نظام
أبدا[/right]
‘Simpanlah pedangmu dan janganlah bersedih atas keadaan kami.
Kembalilah ke Madinah. Demi Allah, jika keadaan kami membuatmu
sedih Islam tidak akan tegak selamanya‘. Lalu Abu Bakar
[i]radhiyallahu’anhu pun kembali dan mengutus pasukan.[/i]
- [size=10pt]Beliau juga sangat mengetahui nasab-nasab bangsa
Arab.
[size=12pt]🟩 KEUTAMAAN
[size=11pt]Tidak ada lelaki yang memiliki keutamaan sebanyak
keutamaan Abu Bakar radhiyallahu’anhu
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq adalah manusia terbaik
setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari golongan
umat beliau.
Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhu berkata:
[right][size=16pt]كنا
نخيّر بين
الناس في
زمن النبي
صلى الله
عليه وسلم
، فنخيّر
أبا بكر ،
ثم عمر بن
الخطاب ،
ثم عثمان
بن عفان
رضي الله
عنهم[/right]
“Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi [i]shallallahu
‘alaihi wasallam. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar
ibn Khattab, lalu ‘Utsman ibn Affan radhiyallahu’anhu.”[/i] (HR.
Bukhari)
Dari Abu Darda radhiyallahu’anhu, ia berkata:
[right][size=16pt]
كنت جالسا
عند النبي
صلى الله
عليه وسلم
إذ أقبل
أبو بكر
آخذا بطرف
ثوبه حتى
أبدى عن
ركبته فقال
النبي صلى
الله عليه
وسلم : أما
صاحبكم فقد
غامر . وقال :
إني كان
بيني وبين
ابن الخطاب
شيء ،
فأسرعت
إليه ثم
ندمت
فسألته أن
يغفر لي
فأبى عليّ
، فأقبلت
إليك فقال :
يغفر الله
لك يا أبا
بكر – ثلاثا –
ثم إن عمر
ندم فأتى
منزل أبي
بكر فسأل :
أثَـمّ أبو
بكر ؟
فقالوا : لا
، فأتى إلى
النبي فجعل
وجه النبي
صلى الله
عليه وسلم
يتمعّر ،
حتى أشفق
أبو بكر
فجثا على
ركبتيه
فقال : يا
رسول الله
والله أنا
كنت أظلم –
مرتين –
فقال النبي
صلى الله
عليه وسلم :
إن الله
بعثني
إليكم
فقلتم :
كذبت ،
وقال أبو
بكر : صَدَق
، وواساني
بنفسه
وماله ،
فهل أنتم
تاركو لي
صاحبي –
مرتين – فما
أوذي بعدها
[/right]
“Aku pernah duduk di sebelah Nabi [i]shallallahu ‘alaihi
wasallam. Tiba-tiba datanglah Abu Bakar menghadap Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam sambil menjinjing ujung pakaiannya
hingga terlihat lututnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
berkata: ‘Sesungguhnya teman kalian ini sedang gundah‘. Lalu Abu
Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnul Khattab
terjadi perselisihan, aku pun segera mendatanginya untuk meminta
maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun dia enggan
memaafkanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang’. Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: ‘“Semoga Allah
mengampunimu wahai Abu Bakar‘. Sebanyak tiga kali, tak lama
setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan mendatangi
rumah Abu Bakar sambil bertanya, “Apakah di dalam ada Abu
Bakar?” Namun keluarganya menjawab, “tidak”. Umar segera
mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sementara
wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terlihat memerah
karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar dan
memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, “Wahai Rasulullah
Demi Allah sebenarnya akulah yang bersalah,” sebanyak dua kali.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
‘Sesungguhnya ketika aku diutus Allah kepada kalian, ketika itu
kalian mengatakan, ”Engkau pendusta wahai Muhammad,” Sementara
Abu Bakar berkata, ”Engkau benar wahai Muhammad”. Setelah itu
dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu apakah
kalian tidak jera menyakiti sahabatku?” sebanyak dua kali.
Setelah itu Abu Bakar tidak pernah disakiti.”[/i] (HR. Bukhari)
Beliau juga orang yang paling pertama beriman kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, menemani Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam dan membenarkan perkataannya. Hal ini terus
berlanjut selama Rasulullah tinggal di Makkah, walaupun banyak
gangguan yang datang. Abu Bakar juga menemani Rasulullah ketika
hijrah.
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq adalah orang yang menemani
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di gua ketika dikejar
kaum Quraisy.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
[right][size=16pt]ثَانِيَ
اثْنَيْنِ
إِذْ هُمَا
فِي
الْغَارِ
إِذْ
يَقُولُ
لِصَاحِبِهِ
لاَ
تَحْزَنْ
إِنَّ
اللّهَ
مَعَنَا[/right]
“Salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua,
di waktu dia berkata kepada temannya: 'Janganlah kamu bersedih,
sesungguhnya Allah beserta kita.'” (QS. At Taubah: 40)
As Suhaili berkata: “Perhatikanlah baik-baik di sini Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam berkata ‘janganlah kamu bersedih’
namun tidak berkata ‘janganlah kamu takut’ karena ketika itu
rasa sedih Abu Bakar terhadap keselamatan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam sangat mendalam sampai-sampai rasa takutnya
terkalahkan”.
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari hadits Anas ibn Malik
radhiyallahu’anhu, Abu Bakar berkata kepadanya:
[right][size=16pt]نظرت
إلى أقدام
المشركين
على رؤوسنا
ونحن في
الغار فقلت
: يا رسول
الله لو أن
أحدهم نظر
إلى قدميه
أبصرنا تحت
قدميه .
فقال : يا
أبا بكر ما
ظنك باثنين
الله
ثالثهما[/right]
“Ketika berada di dalam gua, aku melihat kaki orang-orang
musyrik berada dekat dengan kepala kami. Aku pun berkata kepada
Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, kalau di antara mereka ada yang
melihat kakinya, mereka akan melihat kita di bawah kaki mereka’.
Rasulullah berkata: ‘Wahai Abu Bakar, engkau tidak tahu bahwa
bersama kita berdua yang ketiga adalah Allah.’”
Ketika hendak memasuki gua-pun, Abu Bakar masuk terlebih dahulu
untuk memastikan tidak ada hal yang dapat membahayakan Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga ketika dalam perjalanan
hijrah, Abu Bakar terkadang berjalan di depan Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam, terkadang di belakangnya, terkadang di
kanannya, terkadang di kirinya.
Oleh karena itu ketika masa pemerintahan Umar ibn Khattab
radhiyallahu’anhu ada sebagian orang yang menganggap Umar lebih
utama dari Abu Bakar, maka Umar radhiyallahu’anhu pun berkata:
[right][size=16pt]والله
لليلة من
أبي بكر
خير من آل
عمر ،
وليوم من
أبي بكر
خير من آل
عمر ، لقد
خرج رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم
لينطلق إلى
الغار ومعه
أبو بكر ،
فجعل يمشي
ساعة بين
يديه وساعة
خلفه ، حتى
فطن له
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
فقال : يا
أبا بكر
مالك تمشي
ساعة بين
يدي وساعة
خلفي ؟
فقال : يا
رسول الله
أذكر الطلب
فأمشي خلفك
، ثم أذكر
الرصد
فأمشي بين
يديك . فقال
:يا أبا بكر
لو كان شيء
أحببت أن
يكون بك
دوني ؟ قال :
نعم والذي
بعثك بالحق
ما كانت
لتكون من
مُلمّة إلا
أن تكون بي
دونك ،
فلما
انتهيا إلى
الغار قال
أبو بكر :
مكانك يا
رسول الله
حتى استبرئ
الجحرة ،
فدخل
واستبرأ ،
قم قال :
انزل يا
رسول الله
، فنزل .
فقال عمر :
والذي نفسي
بيده لتلك
الليلة خير
من آل عمر[/right]
“Demi Allah, satu malamnya Abu Bakar lebih baik dari satu
malamnya keluarga Umar, satu harinya Abu Bakar masih lebih baik
dari seharinya keluarga Umar. Abu Bakar bersama Rasulullah pergi
ke dalam gua. Ketika berjalan, dia terkadang berada di depan
Rasulullah dan terkadang di belakangnya. Sampai-sampai
Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam heran dan berkata:
‘Wahai Abu Bakar mengapa engkau berjalan terkadang di depan dan
terkadang di belakang?’. Abu Bakar berkata: ‘Ya Rasulullah,
ketika saya sadar kita sedang dikejar, saya berjalan di
belakang. Ketika saya sadar bahwa kita sedang mengintai, maka
saya berjalan di depan’. Rasulullah lalu berkata: ‘Wahai Abu
Bakar, kalau ada sesuatu yang aku suka engkau saja yang
melakukannya tanpa aku?’ Abu Bakar berkata: ‘Demi Allah, tidak
ada yang lebih tepat melainkan hal itu aku saja yang melakukan
tanpa dirimu’. Ketika mereka berdua sampai di gua, Abu Bakar
berkata: ‘Ya Rasulullah aku akan berada di tempatmu sampai
memasuki gua. Kemudian mereka masuk, Abu Bakar berkata: Turunlah
wahai Rasulullah. Kemudian mereka turun. Umar berkata: ‘Demi
Allah, satu malamnya Abu Bakar lebih baik dari satu malamnya
keluarga Umar.’”[/i] (HR. Al Hakim, Al Baihaqi dalam Dalail An
Nubuwwah)
- [size=10pt]Ketika kaum muslimin hendak berhijrah, Abu Bakar
Ash Shiddiq menyumbangkan seluruh hartanya. (Dalilnya disebutkan
pada poin 8, pent.)
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq adalah Khalifah Pertama.
Dan kita diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam untuk meneladani khulafa ar rasyidin, sebagaimana sabda
beliau:
[right][size=16pt]عليكم
بسنتي وسنة
الخلفاء
الراشدين
المهديين
من بعدي
عضوا عليها
بالنواجذ[/right]
“Hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah
khulafa ar rasyidin setelahku. Gigitlah dengan gigi geraham
kalian.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan lainnya. Hadits ini shahih
dengan seluruh jalannya).
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq dipilih sebagai Khalifah
berdasarkan nash,
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit keras, beliau
memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat berjama’ah.
Dalam Shahihain, dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha ia berkata:
[right][size=16pt]لما
مَرِضَ
النبيّ صلى
الله عليه
وسلم
مرَضَهُ
الذي ماتَ
فيه أَتاهُ
بلالٌ
يُؤْذِنهُ
بالصلاةِ
فقال :
مُروا أَبا
بكرٍ
فلْيُصَلّ
. قلتُ : إنّ
أبا بكرٍ
رجلٌ
أَسِيفٌ [
وفي رواية :
رجل رقيق ]
إن يَقُمْ
مَقامَكَ
يبكي فلا
يقدِرُ
عَلَى
القِراءَةِ
. قال : مُروا
أَبا بكرٍ
فلْيُصلّ .
فقلتُ
مثلَهُ :
فقال في
الثالثةِ –
أَوِ
الرابعةِ – :
إِنّكنّ
صَواحبُ
يوسفَ !
مُروا أَبا
بكرٍ
فلْيُصلّ ،
فصلّى[/right]
“Ketika Nabi [i]shallallahu ‘alaihi wasallam sakit menjelang
wafat, Bilal datang meminta idzin untuk memulai shalat.
Rasulullah bersabda: ‘Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam
dan shalatlah’. ‘Aisyah berkata: ‘Abu Bakar itu orang yang
terlalu lembut, kalau ia mengimami shalat, ia mudah menangis.
Jika ia menggantikan posisimu, ia akan mudah menangis sehingga
sulit menyelesaikan bacaan Qur’an. Nabi tetap berkata:
‘Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah’.
‘Aisyah lalu berkata hal yang sama, Rasulullah pun mengatakan
hal yang sama lagi, sampai ketiga atau keempat kalinya
Rasulullah berkata: ‘Sesungguhnya kalian itu (wanita) seperti
para wanita pada kisah Yusuf, perintahkan Abu Bakar untuk
menjadi imam dan shalatlah’”[/i]
Oleh karena itu Umar ibn Khattab radhiyallahu’anhu berkata:
[right][size=16pt]أفلا
نرضى
لدنيانا من
رضيه رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم
لديننا[/right]
“Apakah kalian tidak ridha kepada Abu Bakar dalam masalah dunia,
padahal Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam telah ridha
kepadanya dalam masalah agama?”[/i]
Juga diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata:
[right][size=16pt]قال لي
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
في مرضه :
ادعي لي
أبا بكر
وأخاك حتى
اكتب كتابا
، فإني
أخاف أن
يتمنى
متمنٍّ
ويقول قائل
: أنا أولى ،
ويأبى الله
والمؤمنون
إلا أبا
بكر وجاءت
امرأة إلى
النبي صلى
الله عليه
وسلم
فكلمته في
شيء فأمرها
بأمر ،
فقالت :
أرأيت يا
رسول الله
إن لم أجدك
؟ قال : إن لم
تجديني
فأتي أبا
بكر[/right]
“Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku
ketika beliau sakit, panggilah Abu Bakar dan saudaramu agar aku
dapat menulis surat. Karena aku khawatir akan ada orang yang
berkeinginan lain (dalam masalah khilafah) sehingga ia berkata:
‘Aku lebih berhak’. Padahal Allah dan kaum mu’minin menginginkan
Abu Bakar (yang menjadi khalifah). Kemudian datang seorang
perempuan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan
sesuatu, lalu Nabi memerintahkan sesuatu kepadanya. Apa
pendapatmu wahai Rasulullah kalau aku tidak menemuimu? Nabi
menjawab: ‘Kalau kau tidak menemuiku, Abu Bakar akan
datang.’”[/i] (HR. Bukhari-Muslim)
- [size=10pt]Umat Muhammad diperintahkan untuk meneladani Abu
Bakar Ash Shiddiq
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
[right][size=16pt]اقتدوا
باللذين من
بعدي أبي
بكر وعمر[/right]
“Ikutilah jalan orang-orang sepeninggalku yaitu Abu Bakar dan
Umar.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, hadits ini shahih)
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq adalah salah seorang mufti di
masa Nabi Muhammad
Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menugasi
beliau sebagai Amirul Hajj pada haji sebelum haji Wada’.
Diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
radhiyallahu’anhu:
[right][size=16pt]بعثني
أبو بكر
الصديق في
الحجة التي
أمره عليها
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
قبل حجة
الوداع في
رهط يؤذنون
في الناس
يوم النحر :
لا يحج بعد
العام مشرك
، ولا يطوف
بالبيت
عريان[/right]
“Abu Bakar Ash Shiddiq mengutusku untuk dalam sebuah ibadah haji
yang terjadi sebelum haji Wada’, dimana beliau ditugaskan oleh
Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menjadi Amirul
Hajj. Ia mengutusku untuk mengumumkan kepada sekelompok orang di
hari raya idul adha bahwa tidak boleh berhaji setelah tahunnya
orang musyrik dan tidak boleh berthawaf di ka’bah dengan
telanjang.”[/i]
Abu Bakar juga sebagai pemegang bendera Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam ketika perang Tabuk.
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq menginfaqkan seluruh hartanya
ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan
sedekah.
Umar ibn Khattab radhiyallahu’anhu berkata:
[right][size=16pt]أمرنا
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
أن نتصدق ،
فوافق ذلك
مالاً فقلت
: اليوم
أسبق أبا
بكر إن
سبقته يوما
. قال : فجئت
بنصف مالي
، فقال
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم :
ما أبقيت
لأهلك ؟
قلت : مثله ،
وأتى أبو
بكر بكل ما
عنده فقال :
يا أبا بكر
ما أبقيت
لأهلك ؟
فقال :
أبقيت لهم
الله
ورسوله !
قال عمر
قلت : والله
لا أسبقه
إلى شيء
أبدا[/right]
“Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami
untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Umar berkata:
‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun
membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau
sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Semisal dengan ini’. Lalu
Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar,
apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku
tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata:
‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar
selamanya’”[/i] (HR. Tirmidzi)
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq adalah orang yang paling
dicintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
‘Amr ibn Al Ash radhiyallahu’anhu bertanya kepada Nabi
Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:
[size=16pt]أي الناس
أحب إليك ؟
قال : عائشة .
قال : قلت : من
الرجال ؟
قال : أبوها
“Siapa orang yang kau cintai?. Rasulullah menjawab: ‘Aisyah’.
Aku bertanya lagi: ‘Kalau laki-laki?’. Beliau menjawab: ‘Ayahnya
Aisyah’ (yaitu Abu Bakar).” (HR. Muslim)
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq adalah khalil bagi Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Sa’id Al
Khudri radhiyallahu’anhu, ia berkata:
[right][size=16pt]خطب
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم
الناس وقال
: إن الله
خير عبدا
بين الدنيا
وبين ما
عنده
فاختار ذلك
العبد ما
عند الله .
قال : فبكى
أبو بكر ،
فعجبنا
لبكائه أن
يخبر رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم عن
عبد خير ،
فكان رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم هو
المخير ،
وكان أبو
بكر أعلمنا
. فقال رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم : إن
مِن أمَنّ
الناس عليّ
في صحبته
وماله أبا
بكر ، ولو
كنت متخذاً
خليلاً غير
ربي لاتخذت
أبا بكر ،
ولكن أخوة
الإسلام
ومودته ،
لا يبقين
في المسجد
باب إلا
سُـدّ إلا
باب أبي
بكر[/right]
“Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah kepada
manusia, beliau berkata: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala memilih
hamba di antara dunia dan apa yang ada di dalamnya. Namun hamba
tersebut hanya dapat memilih apa yang Allah tentukan’. Lalu Abu
Bakar menangis. Kami pun heran dengan tangisan beliau itu, hanya
karena Rasulullah mengabarkan tentang hamba pilihan. Padahal
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lah orangnya, dan Abu
Bakar lebih paham dari kami. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya orang yang sangat besar jasanya
padaku dalam kedekatan dan kerelaan mengeluarkan harta, ialah
Abu Bakar. Andai saja aku diperbolehkan mengangkat seorang
kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu Bakar,
namun cukuplah persaudaraan se-Islam dan kecintaan karenanya.
Maka jangan ditinggalkan pintu kecil di masjid selain pintu Abu
Bakar saja.’”[/i]
- [size=10pt]Allah Ta’ala mensucikan Abu Bakar Ash Shiddiq
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
[right][size=16pt]وَسَيُجَنَّبُهَا
الأَتْقَى
* الَّذِي
يُؤْتِي
مَالَهُ
يَتَزَكَّى
* وَمَا
لأَحَدٍ
عِندَهُ
مِن
نِّعْمَةٍ
تُجْزَى *
إِلا
ابْتِغَاء
وَجْهِ
رَبِّهِ
الأَعْلَى
*
وَلَسَوْفَ
يَرْضَى[/right]
“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka
itu, Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk
membersihkannya, Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu
nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, Tetapi (dia memberikan
itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha
Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.” (QS. Al
Lail: 17-21)
Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar Ash Shiddiq. Selain
itu beliau juga termasuk as sabiquunal awwalun, dan Allah Ta’ala
berfirman:
[right][size=16pt]وَالسَّابِقُونَ
الأَوَّلُونَ
مِنَ
الْمُهَاجِرِينَ
وَالأَنصَارِ
وَالَّذِينَ
اتَّبَعُوهُم
بِإِحْسَانٍ
رَّضِيَ
اللّهُ
عَنْهُمْ
وَرَضُواْ
عَنْهُ
وَأَعَدَّ
لَهُمْ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي
تَحْتَهَا
الأَنْهَارُ
خَالِدِينَ
فِيهَا
أَبَدًا
ذَلِكَ
الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ[/right]
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)
di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan
mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang
besar.” (QS. At Taubah: 100)
- [size=10pt]Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi tazkiyah
kepada Abu Bakar
Ketika Abu Bakar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam:
[right][size=16pt]من جرّ
ثوبه خيلاء
لم ينظر
الله إليه
يوم
القيامة .
قال أبو
بكر : إن أحد
شقي ثوبي
يسترخي إلا
أن أتعاهد
ذلك منه
فقال رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم : إنك
لست تصنع
ذلك
خيلاء[/right]
“Barangsiapa yang membiarkan kainnya terjulur karena sombong,
tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar
berkata: ‘Sesungguhnya salah satu sisi sarungku melorot kecuali
jika aku ikat dengan baik. Rasulullah lalu berkata: ‘Engkau
tidak melakukannya karena sombong.’” (HR. Bukhari dalam Fadhail
Abu Bakar radhiyallahu’anhu)
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq dido’akan oleh Nabi untuk
memasuki semua pintu surga
[right][size=16pt]من أنفق
زوجين من
شيء من
الأشياء في
سبيل الله
دُعي من
أبواب
الجنة : يا
عبد الله
هذا خير ؛
فمن كان من
أهل الصلاة
دعي من باب
الصلاة ،
ومن كان من
أهل الجهاد
دُعي من
باب الجهاد
، ومن كان
من أهل
الصدقة
دُعي من
باب الصدقة
، ومن كان
من أهل
الصيام
دُعي من
باب الصيام
وباب
الريان .
فقال أبو
بكر : ما على
هذا الذي
يدعى من
تلك
الأبواب من
ضرورة ،
فهل يُدعى
منها كلها
أحد يا
رسول الله
؟ قال : نعم ،
وأرجو أن
تكون منهم
يا أبا
بكر[/right]
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka
ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba
Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari
golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan
dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid,
maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari
golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu
sedekah” (HR. Al Bukhari-Muslim)
- [size=10pt]Abu Bakar Ash Shiddiq melakukan banyak perbuatan
agung dalam sehari
Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
[right][size=16pt]: من أصبح
منكم اليوم
صائما ؟
قال أبو
بكر رضي
الله عنه :
أنا . قال :
فمن تبع
منكم اليوم
جنازة ؟
قال أبو
بكر رضي
الله عنه :
أنا . قال :
فمن أطعم
منكم اليوم
مسكينا ؟
قال أبو
بكر رضي
الله عنه :
أنا . قال :
فمن عاد
منكم اليوم
مريضا ؟
قال أبو
بكر رضي
الله عنه :
أنا . فقال
رسول الله
صلى الله
عليه وسلم :
ما اجتمعن
في امرىء
إلا دخل
الجنة
[/right]
“Siapa yang hari ini berpuasa? Abu Bakar menjawab: ‘Saya’”
“Siapa yang hari ini ikut mengantar jenazah? Abu Bakar menjawab:
‘Saya’”
“Siapa yang hari ini memberi makan orang miskin? Abu Bakar
menjawab: ‘Saya’”
“Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit? Abu Bakar menjawab:
‘Saya’”
“Rasulullah [i]shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda:
‘Tidaklah semua ini dilakukan oleh seseorang kecuali dia akan
masuk surga.’”[/i]
- [size=10pt]Orang musyrik mensifati Abu Bakar Ash Shiddiq
sebagaimana Khadijah mensifati Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam
Mereka berkata tentang Abu Bakar:
[right][size=16pt]أَتُخْرِجُونَ
رَجُلًا
يُكْسِبُ
الْمَعْدُومَ
وَيَصِلُ
الرَّحِمَ
وَيَحْمِلُ
الْكَلَّ
وَيَقْرِي
الضَّيْفَ
وَيُعِينُ
عَلَى
نَوَائِبِ
الْحَقِّ[/right]
“Apakah kalian mengusir orang yang suka bekerja untuk mereka
yang tidak berpunya, menyambung silaturahim, menanggung
orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu menolong di
jalan kebenaran?” (HR. Bukhari)
- [size=10pt]Ali radhiyallahu’anhu mengenal keutamaan Abu Bakar
Ash Shiddiq
Muhammad ibn Al Hanafiyyah berkata, aku bertanya kepada ayahku,
yaitu Ali ibn Abi Thalib:
[right][size=16pt]أي
الناس خير
بعد رسول
الله صلى
الله عليه
وسلم ؟ قال :
أبو بكر .
قلت : ثم من ؟
قال : ثم عمر
، وخشيت أن
يقول عثمان
قلت : ثم أنت
؟ قال : ما
أنا إلا
رجل من
المسلمين[/right]
“Manusia mana yang terbaik sepeninggal Rasulullah [i]shallallahu
‘alaihi wasallam? Ali menjawab: Abu Bakar. Aku berkata:
‘Kemudian siapa lagi?’. Ali berkata: ‘Lalu Umar’. Aku lalu
khawatir yang selanjutnya adalah Utsman, maka aku berkata:
‘Selanjutnya engkau?’. Ali berkata: ‘Aku ini hanyalah orang
muslim biasa’”[/i] (HR. Bukhari)
[size=12pt]✻ Sikap Zuhud
[size=11pt]Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu’anhu meninggal
tanpa meninggalkan sepeserpun dirham atau dinar. Diriwayatkan
dari Al Hasan ibn Ali radhiyallahu’anhu:
[right][size=16pt]لما
احتضر أبو
بكر رضي
الله عنه
قال : يا
عائشة
أنظري
اللقحة
التي كنا
نشرب من
لبنها
والجفنة
التي كنا
نصطبح فيها
والقطيفة
التي كنا
نلبسها
فإنا كنا
ننتفع بذلك
حين كنا في
أمر
المسلمين ،
فإذا مت
فاردديه
إلى عمر ،
فلما مات
أبو بكر
رضي الله
عنه أرسلت
به إلى عمر
رضي الله
عنه فقال
عمر رضي
الله عنه :
رضي الله
عنك يا أبا
بكر لقد
أتعبت من
جاء بعدك[/right]
“Ketika Al Hasan sedang bersama Abu Bakar [i]radhiyallahu’anhu,
Abu Bakar berkata, wahai ‘Aisyah tolong perhatikan unta perahan
yang biasa kita ambil susunya, dan mangkuk besar yang sering
kita pakai untuk tempat penerangan, dan kain beludru yang biasa
kita pakai. Sesungguhnya kita mengambil manfaat dari itu semua
saat aku mengurusi urusan kaum muslimin. Jika aku mati,
kembalikanlah semuanya kepada Umar. Maka ketika Abu Bakar wafat,
‘Aisyah mengirim semua itu kepada Umar radhiyallahu’anhu. Umar
pun berkata: ‘Semoga Allah meridhaimu wahai Abu Bakar, sungguh
lelah orang yang datang setelahmu’”[/i]
[size=12pt]✻ Sikap Wara’:
[size=11pt]Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu’anhu adalah orang
yang wara’ dan zuhud terhadap dunia sampai-sampai ketika ia
menjadi khalifah, ia pun tetap pergi bekerja mencari nafkah.
Umar ibn Khattab pun radhiyallahu’anhu melarangnya dan
menganjurkan ia untuk mengambil upah dari baitul maal, menimbang
betapa beratnya tugas seorang khalifah.
Dikisahkan pula dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata:
[right][size=16pt]كان
لأبي بكر
غلام يخرج
له الخراج
، وكان أبو
بكر يأكل
من خراجه ،
فجاء يوماً
بشيء ،
فأكل منه
أبو بكر ،
فقال له
الغلام :
تدري ما
هذا ؟ فقال
أبو بكر :
وما هو ؟
قال : كنت
تكهّنت
لإنسان في
الجاهلية
وما أحسن
الكهانة
إلا أني
خدعته ،
فلقيني
فأعطاني
بذلك فهذا
الذي أكلت
منه ،
فأدخل أبو
بكر يده
فقاء كل
شيء في
بطنه . رواه
البخاري[/right]
“Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki budak laki-laki yang senantiasa
mengeluarkan kharraj (setoran untuk majikan) padanya. Abu Bakar
biasa makan dari kharraj itu. Pada suatu hari ia datang dengan
sesuatu, yang akhirnya Abu Bakar makan darinya. Tiba-tiba sang
budak berkata: ‘Apakah anda tahu dari mana makanan ini?’. Abu
Bakar bertanya : ‘Dari mana?’ Ia menjawab : ‘Dulu pada masa
jahiliyah aku pernah menjadi dukun yang menyembuhkan orang.
Padahal bukannya aku pandai berdukun, namun aku hanya menipunya.
Lalu si pasien itu menemuiku dan memberi imbalan buatku. Nah,
yang anda makan saat ini adalah hasil dari upah itu. Akhirnya
Abu Bakar memasukkan tangannya ke dalam mulutnya hingga
keluarlah semua yang ia makan.” (HR. Bukhari)
[size=12pt]✻ Wafat beliau
[size=11pt]Beliau wafat pada hari Senin di bulan Jumadil Awwal
tahun 13 H ketika beliau berusia 63 tahun.
Semoga Allah meridhainya dan mengumpulkan kita bersamanya di
surga kelak. Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(Boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[Diterjemahkan dari
HTML http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/126.htm<br
/>dengan beberapa peringkasan, takhrij dan tash-hih hadits dari
penulis]
Penulis: Syaikh ‘Abdurrahman ibn ‘Abdillah As Suhaim
hafidzahullah
Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel: Muslim.or.id
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari C↑iscm Muslim
Reading Forum yang disalin kembali dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1