URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN
       *****************************************************
       #Post#: 406--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 8:28 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Ilmu Rijaalul-Hadiits (1)
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
       Sebelum masuk ke pembahasan utama, perlu diketahui apa itu ilmu
       hadits dirayah. Ilmu hadits dirayah adalah ilmu yang
       diketahuinya hakikat riwayat, syarat-syaratnya, hukum-hukumnya,
       keadaan perawi dan syarat-syarat mereka, maacam-macam apa yang
       diriwayatkan dan, apa yang berkaitan dengannya. Atau secara
       ringkas: “Kaidah-kaidah yang diketahui dengannya keadaan
       perawidan yang diriwayatkan.” Dan perawi adalah orang yang
       meriwayatkan hadits dari orang yang ia mengambil darinya. Adapun
       marwiy adalah hadits yang disampaikan dengan cara periwayatan,
       dan yang diriwayatkan ini secara istilah dinamakan dengan matan.
       Adapun orang-orang yang meriwayatkannya dinamakan dengan perawi
       atau Rijal Al-Isnad.
       Maka apabila Imam Bukhari berkata misalnya, “Telah menceritakan
       kepada kami Sa’id ibn Yahya ibn Sa’id Al-Quraisyi, dia telah
       berkata: Telah menceritakan kepadakami bapakku, dia berkata:
       Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah ibn Andillah ibn Abi
       Burdah, dari Abi Burdah, dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dia
       berkata, “(Para shahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, Islam
       apakah yang paling utama?’. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda: ”Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari
       lisannya dan tangannya.”
       Orang-orang yang telah disebutkan Imam Bukhari ini –mulai dari
       Sa’id [i]ibn Yahya ibn Sa’id Al-Quraisyi sampai yang paling
       terakhir yaitu Abu Musa[/i]– mereka ini disebut periwayat
       hadits. Dan rangkaian mereka disebut sanad, atau rijalul-hadits.
       Sedangkan sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
       ”Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari lisannya dan
       tangannya” adalah yang diriwayatkan atau hadits; dinamakan
       matan. Dan orang yang meriwayatkan hadits dengan smua rijalnya
       yang disebutkan tadi disebut musnid. Sedangkan perbuatannya ini
       dinamakan isnad (penyandaran periwayatan).
       Dari penjelasan di atas dapat kita kenal istilah-istilah yang
       sering dipakai sebagai berikut:
       - As-Sanad, dalam bahasa artinya menjadikannya sandaran atau
       penopang yang dia menyandarkan kepadanya.
       - [size=10pt]Sanad dalam istilah para ahli hadits yaitu: “jalan
       yang menghubungkan kepada matan”, atau “susunan para perawi yang
       menghubungkan ke matan.” Dinamakan sanad karena para huffadh
       bergantung kepadanya dalam penshahihan hadits dan
       pendla’ifannya.
       - [size=10pt]Al-Isnad adalah mengangkat hadits kepada yang
       mengatakannya. Ibnu Hajar mendefiniskannya dengan: “menyebutkan
       jalan matan.” Disebut juga: Rangkaian para rijaalul-hadiits yang
       menghubungkan ke matan. Dengan demikian maknanya menjadi sama
       dengan sanad.
       - [size=10pt]Musnid adalah orang yang meriwayatkan hadits dengan
       sanadnya.
       - [size=10pt]Matan menurut bahasa adalah “Apa yang keras dan
       meninggi dari permukaan bumi.”
       - [size=10pt]Matan menurut para ahli hadits adalah perkataan
       yang terakhir pada penghujung sanad. Dinamakan matan karena
       seorang musnid menguatkannya dengan sanad dan mengangkatnya
       kepada yang mengatakannya, atau karena seorang musnid menguatkan
       sebuah hadits dengan sanadnya. [size=10pt](Tadriibur-Raawi
       halaman 5-6 dan Nudhatun-Nadhar Hal. 19)
       - Ilmu Rijaalul-Hadiits dinamakan juga dengan Ilmu Tarikh
       Ar-Ruwwat (Ilmu Sejarah Perawi) adalah ilmu yang diketahui
       dengannya keadaan setiap perawi hadits, dari segi kelahirannya,
       wafatnya, guru-gurunya, orang yang meriwayatkan darinya, negeri
       dan tanah air mereka, dan yang selain dari itu yang ada
       hubungannya dengan sejarah perawi dan keadaan mereka.
       [size=15pt]&#10043; Ilmu Rijaalul-Hadiits (2)
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
       Ilmu ini berkaitan dengan perkembangan riwayat. Para ulama
       sangat perhatian terhadap ilmu ini dengan tujuan mengetahui para
       perawi dan meneliti keadaan mereka. Karena dari situlah mereka
       menimba ilmu agama. Muhammad ibn Sirin pernah mengatakan:
       ”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa
       kamu mengambil agamamu.” [color=maroon][size=10pt](Muqaddimah
       Shahih Muslim)[/color]
       Maka dengan ilmu Tarikh Rijaalil-Hadiits ini akan sangat
       membantu untuk mengetahui derajat hadits dan sanad (apakah
       sanadnya muttashil atau munqathi')
       Dari Abu Ishaq Ibrahim ibn ‘Isa Ath-Thalaqani dia berkata, “Aku
       telah berkata kepada Abdullah ibn Al-Mubarak: Wahai Abu
       Abdirrahman, hadits yang menyebutkan: Sesungguhnya termasuk
       kebaikan hendaknya engkau mendoakan untuk kedua orang tuamu
       bersama do'amu, dan engkau berpuasa untuk mereka berdua
       bersamaan dengan puasamu”, Maka Abdullah (ibn Al-Mubarak)
       berkata, ”Wahai Abu Ishaq, dari siapakah hadits ini?.” Maka aku
       katakan: “Ini dari Syihab ibn Khurasy. ”Maka dia berkata, “Dia
       itu tsiqah, lalu dari siapa?.” Aku katakan, “Dari Al-Hajjaj ibn
       Dinar.” Ia-pun berkata, “Dia pun tsiqah. Lalu dari siapa?.” Aku
       katakan, “Dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       bersabda…..” Dia (Abdullah ibn Al-Mubarak) berkata: “Wahai Abu
       Ishaq, sesungguhnya antara Al-Hajjaj ibn Dinar dan Nabi
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terdapat jarak yang sangat jauh.
       Akan tetapi tidak ada perselisihan dalam masalah keutamaan
       sedekah.”
       Demikianlah keistimewaan umat kita dan kaum muslimin. Ibnu Hazm
       berkata, “Riwayat orang yang tsiqah dari orang tsiqah yang
       sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara
       bersambung merupakan kekhususan kaum muslimin yang tidak
       dimiliki oleh semua agama.”
       Dan Tarikh Ar-Rijal (sejaran para perawi) adalah yang membuka
       kedok para perawi pendusta. Sufyan Ats-Tsauri berkata, ”Ketika
       menghadapi para perawi berdusta, maka kita menggunakan ilmu
       tarikh untuk menghadapi mereka.”
       Dari Hafsh ibn Ghiyats bahwasannya dia berkata, ”Apabila kalian
       mencurigai atau menuduh seorang Syaikh, maka hitunglah dia
       dengan tahun (= maksudnya: Gunakanlah ilmu tarikh). Yaitu
       hitunglah oleh kalian umurnya dan umur orang yang menulis
       darinya.”
       Telah meriwayatkan ‘Ufair ibn Mi’dan dan Al-Kula’i, dia berkata,
       ”Datang kepada kami Umar ibn Musa di Himsh, lalu kami bergabung
       kepadanya di dalam masjid, kemudian dia berkata: “Telah
       menceritakan kepada kami Syaikh kalian yang shalih.” Aku katakan
       kepadanya, ”Siapakah Syaikh kami yang shalih ini, sebutkanlah
       namanya supaya kami mengenalnya!.” Lalu dia menjawab, ”Khalid
       ibn Mi’dan.” Aku tanyakan kepadanya, ”Tahun berapa engkau
       bertemu dengannya?.” “Aku bertemu dengannya tahun 108”,
       jawabnya. “Dimana engkau menemuinya?”, tanyaku. “Dalam
       peperangan Armenia”, jawabnya. Maka aku katakan kepadanya,
       ”Takutlah kepada Allah, wahai Syaikh!! Jangan engkau berdusta,
       Khalid ibn Mi’dan meninggal pada tahun 104, lalu negkau
       mengatakan bertemu dengannya 4 tahun setelah kematiannya?. Dan
       aku tambahkan lagi kepadamu, dia tidak pernah ikut perang di
       Armenia, dia hanya ikut memerangi Romawi.”
       Dari Al-Hakim ibn Abdillah dia berkata, “Ketika datang kepada
       kami Abu Ja’far Muhammad ibn Abdillah Al-Kusysyi dan
       menceritakan hadits dari Abd ibn Humaid, aku menanyakan
       kepadanya tentang kelahirannya, lalu dia menyebutkan bahwasannya
       dia dilahirkan pada tahun 260. Maka aku katakan kepada para
       murid kami, “Syaikh ini telah mendengar dari ‘Abd ibn Humaid 13
       tahun setekah kematiannya.”
       Contoh seperti ini sudah banyak terkumpul dan dibukukan oleh
       para ulama dalam kitab-kitab karya mereka. Danberbagai macam
       buku karya tentang hal itu banyak bermunculan dengan berbagai
       tujuan.
       &#10043; Ilmu Rijaalul-Hadiits (3)
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
       Kitab-Kitab tentang Nama-Nama Shahabat Secara Khusus
       Ash-Shahabah merupakan jamak dari Shahabi, dan Shahabi secara
       bahasa diambil dari kata Ash-Shuhbah, dan ini digunakan atas
       setiap orang yang bershahabat dengan selainnya baik sedikit
       maupun banyak.
       Dan Ash-Shahabi menurut para ahli hadits adalah setiap muslim
       yang pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       meskipun tidak lama pershahabatannya dengan beliau dan meskipun
       tidak meriwayatkan dari beliau sedikitpun.
       Imam Bukhari berkata dalam Shahihnya, “Barangsiapa yang pernah
       menemani Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau melihatnya di
       antara kaum muslimin, maka dia termasuk dari shahabat-shahabat
       beliau.”[/i]
       Ibnu Ash-Shalah berkata, “Telah sampai kepada kami dari
       Abul-Mudlaffir As-Sam’ani Al-Marwazi, bahwasannya dia berkata:
       Para ulama hadits menyebut istilah shahabat kepada setiap orang
       yang telah meriwayatkan hadits atau satu kata dari beliau
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan mereka memperluas hingga
       kepada orang yang pernah melihat beliau meskipun hanya sekali,
       maka ia termasuk dari shahabat. Hal ini karena kemuliaan
       kedudukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan diberikanlah
       julukan shahabat terhadap setiap orang yang pernah melihatnya.”
       Dan dinisbatkan kepada Imam para Tabi’in Sa’id ibn Al-Musayyib
       perkataan: “Dapat dianggap sebagai shahabat bagi orang yang
       pernah tinggal bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       setahun atau dua tahun, dan ikut berperang bersamanya sekali
       atau dua kali peperangan.” Ini yang dihikayatkan para ulama
       ushul-fiqh. Akan tetap Al-‘Iraqi membantahnya, “Ini toadk benar
       dari Ibnul-Musayyib, karena Jarir ibn Abdillah Al-Bajali
       termasuk dari shahabat, padahal dia masuk Islam pada tahun 10
       Hijriyah. Para ulama juga menggolongkan sebagai shahabat orang
       yang belum pernah ikut perang bersama beliau, termasuk ketika
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat sedangkan orang
       itu masih kecil dan belum pernah duduk bersamanya.”
       Ibnu Hajar berkata, “Dan pendapat yang paling benar yang aku
       pegang, bahwasannya shahabat adalh seorang mukmin yang pernah
       berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mati
       dalam keadaan Islam, termasuk di dalamnya adalah orang yang
       pernah duduk bersama beliau baik lama atau sebentar, baik
       meriwayatkannya darinya atau tidak, dan orangyang pernah melihat
       beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam walaupun sekali dan belum
       pernah duduk dengannya, dan termasuk juga orang yang tidak
       melihat beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam karena ada halangan
       seperti buta.” [size=10pt](Lihat Shahih Al-Bukhari tentang
       kutamaan para shahabat, Ulumul-Hadiits oleh Ibnu Shalah halaman
       263, Al-ba’itsul-Hatsits halaman 179, Al-Ishabah 1/4,
       Fathul-Mughits 4/29. dan Tadriibur-Rawi halaman 396)
       &#10043; Ilmu Rijaalul-Hadiits (4)
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
       Cara Mengetahui Shahabat:
       - [size=10pt]Diketahui keadaan seseorang sebagai shahabat secara
       mutawatir.
       - [size=10pt]Dengan ketenaran, meskipun belum sampai batasan
       mutawatir.
       - [size=10pt]Riwayat dari seorang shahabat bahwa dia adalah
       shahabat.
       - [size=10pt]Atau dengan mengkhabarkan dirinya bahwa dia adalah
       seorang shahabat.
       [size=11pt]Dan diperselisihkan mengenai siapa yang pertama kali
       masuk Islam dari kalangan shahabat. Ada yang mengatakan Abu
       Bakar Ash-Shiddiq. Ada juga yang mengatakan: Ali ibn Abi Thalib.
       Pendapat lain: Zaid ibn Haritsah. Pendapat lain mengatakan:
       Khadijah bint Khuwailid. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Khadijah
       adalah orang yang pertama membenarkan pengutusan beliau
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara mutlak.
       Ke-’adalah-an Shahabat
       Menurut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, semua shahabat itu adalah
       ’adil, karena Allah Ta’ala telah memuji mereka dalam Al-Qur’an;
       dan As-Sunnah pun juga telah memuji akhlaq dan perbuatan mereka,
       serta pengorbanan mereka kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam baik harta dan jiwa mereka; hanya karena ingin
       mendapatkan balasan dan pahala dari Allah Ta’ala.
       Adapun pertikaian yang terjadi sesudah beliau Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam, ada diantaranya yang terjadi karena tidak
       disengaja seperti Perang Jamal. Dan ada pula yang terjadi karena
       ijtihad mereka seperti Perang Shiffin. Ijtihad bisa salah, bisa
       pula benar. Jika salah dimaafkan dan tetap mendapatkan pahala,
       dan jika benar maka akan mendapatkan dua pahala.
       Dan di antara shahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Abu Hurairah,
       Abdullah ibn ‘Umar ibn Al-Khaththab, Anas ibn Malik, ‘Aisyah
       Ummul-Mukminin, ‘Abdullah ibn ‘Abbas, Jabir ibn Abdillah
       Al-Anshari, dan Abu Sa’id Al-Khudry (Sa’ad ibn Malik ibn Sinan
       Al-Anshary).
       Dan di antara mereka ada yang sedikit meriwayatkan, atau tidak
       meriwayatkan sedikitpun.
       Shahabat yang paling terakhir meninggal adalah Abu Thufail ‘Amir
       ibn Watsilah Al-Laitsi, meinggal pada tahun 11 Hijriyyah di
       Makkah.
       Kitab-Kitab Terkenal Mengenai Shahabat
       - [size=10pt](a) Kitab Ma’rifat Man Nazala minash-Shahabah
       Sa’iral-Buldan, karya Imam Ali ibn Abdillah Al-Madini (Wafat
       tahun 234 H). Kitab ini tidak sampai kepada kita.
       - [size=10pt](b Kitab Tarikh Ash-Shahabah, karya Muhammad ibn
       Isma’il Al-Bukhari (Wafat tahun 245 H). Kitab ini juga tidak
       sampai kepada kita.
       - [size=10pt](c) Al-Isti’ab fii Ma’rifaatil-Ashhaab, karya Abu
       ‘Umar ibn Yusuf ibn Abdillah yang masyhur dengan nama Ibnu
       ‘Abdil-Barr Al-Qurthubi (Wafat tahun 463 H). dan telah dicetak
       berulang kali, di dalamnya terdapat 4.225 biografi shahabat pria
       maupun wanita.
       - [size=10pt](d) Ushuudul-Ghabah fii Ma’rifati Ash-Shahabah,
       karya ‘Izzuddin Bul-Hasan Ali ibn Muhammad ibn Al-Atsir
       Al-Jazari (Wafat tahun 630 H), dicetak, di dalamnya terdapat
       7554 biografi.
       - [size=10pt](e) Tajrid Asmaa’ Ash-Shahabah, karya Al-Hafidh
       Syamsuddin Abi Abdillah Muhammad ibn Ahmad Adz-Dzahabi (Wafat
       tahun 748 H), telah dicetak di India.
       - [size=10pt](f) Al-Ishaabah fii Tamyiizi Ash-Shahaabah, karya
       Syaikhul-Islam Al-Imam Al-Hafidh Syihabuddin Ahmad ibn Ali
       Al-Kinani, yang masyhur dengan nama Ibnu Hajar Al-‘Asqalani
       (Wafat tahun 852 H). Dan dia adalah orang yang paling banyak
       melalukan pengumpulan dan penulisan. Jumlah kumpulan biografi
       yang terdapat dalam Al-Ishaabah adalah 122.798, termasuk dengan
       pengulangan, karena ada perbedaan pada nama shahabat atau
       ketenarannya dengan kunyah-nya, gelar, atau semacamnya; dan
       termasuk pula mereka yang disebut shahabat, namun ternyata
       bukan.
       [size=15pt]&#10043; Ilmu Rijaalul-Hadiits (5)
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
       Penyusunan Kitab Berdasarkan Thabaqat (Generasi)
       Di antara penyusun kitab Tarikh Ar-Ruwat, ada yang menyusunnya
       berdasarkan tingkat generasi, yang meliputi shahabat, tabi’in,
       tabi’ut tabi’in, dan orang yang mengikuti mereka pada tiap
       generasi. Thabaqat adalah sekelompok perawi yang hidup dalam
       satu masa. Buku tersebut terkadang mencakupi perawi hadits
       secara umum dalam setiap thabaqat tanpa terikat pada tempat
       tertentu, dan terkadang pula hanya para perawi yang hidup dalam
       satu negeri.
       Karya terkenal dalam metode thabaqat ini adalah:
       - [size=10pt](a) Kitab Ath-Thabaqat, karya Muhammad ibn ‘Umar
       Al-Waqidi (Wafat tahun 207 H). Ibnu Nadim telahmenyebutkannya
       dalam kitab Al-fahrasaat. Dan Muhammad ibn Sa’ad, juru tulis
       Al-Waqidi, dalam bukunya Ath-Thabaqat Al-Kubra banyak menukil
       dari kitab tersebut.
       - [size=10pt](b) Kitab Ath-Thabaqat Al-Kubraa, karya Muhammad
       ibn Sa’ad (Wafat tahun 230 H), dicetak dalam 14 jilid.
       - [size=10pt](c) Kitab Thabaqat Ar-Ruwat, karya Khalifah ibn
       Khayyath (Wafat tahun 240 H).Ibnu Hajar mengambil darinya, dan
       terdapat manuskripnya hingga kini.
       - [size=10pt](d) Kitab Ath-Thabaqaat, karya Muslim ibn Al-Hajjaj
       Al-Qusyairi (Wafat tahun 261 H) dan tedapat manuskripnya hingga
       kini.
       - [size=10pt](e) Kitab Ath-Thabaqat, karya Abu Bakar Ahmad  ibn
       Andillah Al-Barqi (Wafat tahun 270 H), mengambil darinya Ibnu
       Hajar dalam Tahdzib Al-tahdzib.
       - [size=10pt](f) Kitab Thabaqat Al-Muhadditsiin, karya
       Abul-Qasim Maslamah ibn Qasim Al-Andalusi (Wafat tahun 353 H).
       - [size=10pt](g) Kitab Thabaqat Al-Muhadditsiin bi Ashbahan wal
       Wariidina ‘Alaiha, karya Abu Syaikh ibn Hayyan Al-Anshary (Wafat
       tahun 369 H) dan terdapat manuskripnya hingga kini.
       - [size=10pt](h) Kitab Thabaqaat Al-Muhadditsiin, karya
       Abul-Qasim Abdurrahman ibn Mandah (Wafat tahun 470 H).
       [size=11pt]Banyak karya yang sudah hilang, dan yang sampai ke
       tangan kita hanya sebagian kecil saja. Dan yang paling tinggi
       nilainya adalah kitab Ath-Thabaqat Al-Kubra karya Ibnu Sa’ad.
       Dan di antara para penyusun ada yang menulis berdasarkan
       negeri-negeri, seperti:
       - [size=10pt](a) Tarikh Naisabur, karya Imam Muhammad ibn
       Abdillah Al-Hakim An-Naisabury (Wafat tahun 405 H), dia termasuk
       kitab yang hilang.
       - [size=10pt](b) Tarikh Baghdad, karya Abu Bakar Ahmad ibn Ali
       Al-Baghdadi yang dikenal dengan Al-Khathib Al-Baghdadi (Wafat
       tahun 463 H), dicetak, dan  dia termasuk kitab yang paling
       menonjol dan paling banyak manfaatnya.
       - [size=10pt](c) Tarikh Dimasyq, karya seorang ahli sejarah Ali
       ibn Al-Husain yang dikenal dengan Ibnu ‘Asakir Ad-Dimasyqi
       (Wafat tahun 571 H).
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 407--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 9:13 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Ilmu Gharibil-Hadits (1)
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=276
       Gharibul-Hadits yang dimaksudkan dalam ilmu hadits ini adalah
       bertujuan menjelaskan satu hadits yang dalam matannya terdapat
       lafadh yang pelik dan susah dipahami, karena jarang dipakai.
       Sehingga keberadaan ilmu ini akan membantu dalam memahami hadits
       tersebut.
       Sejak dimulainya pembukuan (secara sistematis) hadits pada akhir
       abad kedua dan awal abad ketiga, para ulama sudah menyusun
       buku-buku tentang gharibul-hadits. Orang yang pertama kali
       menyusun dalam masalah gharibul-hadits adalah Abu ‘Ubaidah
       Mu’ammar ibn Al-Mutsanna At-Taimi (Wafat tahun 210 H).
       Buku-Buku yang Terkenal dalam masalah ini:
       - Kitab Gharibul-Hadits, karya Abul-Hasan An-Nadlr ibn Syumail
       Al-Mazini (Wafat 203 H), salah satu guru Ishaq ibn Rahawaih,
       guru Imam Bukhari.
       - [size=10pt]Kitab Gharibul-Atsar, karya Muhammad ibn
       Al-Mustanir (Wafat 206 H).
       - [size=10pt]Kitab Gharibul-Hadits, karya Abu ‘Ubaid Al-Qasim
       ibn Salam (Wafat 224 H).
       - [size=10pt]Kitab Al-Musytabah minal-Hadits wal-Qur’an, karya
       Abu Muhammad Abdullah ibn Muslim ibn Qutaibah Ad-Dainuri (Wafat
       276 H).
       - [size=10pt]Kitab Gharibul-Hadits, karya Qasim ibn Tsabit ibn
       Hazm Sirqisthi (Wafat 302 H).
       - [size=10pt]Kitab Gharibul-Hadits, karya Abu Bakar Muhammad ibn
       Al-Qasim Al-Anbari (Wafat 328 H).
       - [size=10pt]Kitab Gharibul-Qur’an wal-Hadits, karya Abu ‘Ubaid
       Al-Harawi Ahmad ibn Muhammad (Wafat 401 H).
       - [size=10pt]Kitab Smathuts-Tsurayya fii Ma’ani
       Ghariibil-Hadits, karya Abul-Qasim Isma’il ibn Hasan ibn At-Tazi
       Al-Baihaqi (Wafat 402 H).
       - [size=10pt]Kitab Majma’ Gharaaib fii Gharibil-Hadits, karya
       Abul-Hasan Abdul-Ghafir ibn Isma’il ibn Abdul-Ghafir Al-Farisi
       (Wafat 529 H).
       - [size=10pt]Kitab Al-Fa’iq fii Gharibil-Hadits, karya
       Abul-Qasim Jarullah Mahmud ibn ‘Umar ibn Muhammad Az-Zamakhsyari
       (Wafat 538 H).
       - [size=10pt]Kitab Al-Mughits fii Gharibil-Qur’an wal-Hadits,
       karya Abu Musa Muhammad ibn Abi Bakar Al-Madini Al-Asfahani
       (Wafat 581 H).
       - [size=10pt]Kitab An-Nihayah fii Gharibil-Hadits wal-Atsar,
       karya Imam Majdudin Abu Sa’adat Al-Mubarak ibn Muhammad
       Al-Jazari Ibnul-Atsir (Wafat 606 H).
       [size=15pt]&#10043; Ilmu Gharibil-Hadits (2)
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=276
       Upaya baik para ulama dalam pembukuan dan penjelasan
       Gharibul-Hadits ini berakhir pada Ibnul-Atsir. Dalam menyusun
       buku, dia berpedoman pada kitab Gharibul-Qur’an wal-Hadits karya
       Al-Harawi dan kitab Al-Mughits fii Ghariibil-Qur’an wal-Hadits
       karya Abu Musa Muhammad ibn Abi Bakar Al-Madini.
       Dan belum diketahui ada orang yang melakukan upaya penyusunan
       Gharibul-Hadits setelah ibnul-Atsir kecuali Ibnu Hajib (Wafat
       646 H). Setelah itu, upaya para ulama hanya sebatas pada memberi
       lampiran dan ikhtishar, atau meringkas terhadap kitab
       An-Nihayah.
       Di antara ulama yang memberi lampiran pada kitab tersebut adalah
       Shafiyyuddin Mahmud ibn Abi Bakar Al-Armawi (Wafat 723 H). Dan
       diantara yang melakukan ikhtishar adalah: Syaikh Ali ibn
       Husamuddin Al-Hindi, yang dikenal dengan nama Al-Muttaqi (Wafat
       975 H), ‘Isa ibn Muhammad Ash-Shafawi (Wafat 953 H) kira-kira
       mendekati setengah ukuran kitab, dan Jalaluddin As-Suyuthi
       (Wafat 911 H) yang mukhtasharnya dinamakan Ad-Durrun-Natsir
       Talkhis Nihayah Ibnul-Atsir.
       Pada mulanya kitab Ad-Durrun-Natsir dicetak sebagai hamisy atau
       catatan pinggir pada kitab An-Nihayah. Namun kemudian As-Suyuthi
       mempunyai inisiatif untuk memisahkan tambahan terhadap kitab
       tersebut, dan diberi nama At-Tadzyil a’laa Nihayah Al-Gharib.
       Kitab Nihayah juga disusun dalam bentuk syair oleh Imaduddin
       Abul-Fida’ Isma’il ibn Muhammad Al-Ba’labaki Al-Hanbali (Wafat
       785 H) dengan nama Al-Kifayah fii Nudhum An-Nihayah.
       Ibnul-Atsir telah mengatur kitabnya An-Nihayah berdasarkan
       urutan huruf hijaiyyah, dan dicetak terakhir kalinya dengan
       diteliti dan diperiksa oleh Thahir Ahmad Az-Zawi danMahmud
       Muhammad Ath-Thanahi sebanyak lima jilid, dan diterbitkan oleh
       Pustaka Daar Ihya Al-Kutub Al-‘Arabiyyah, ‘Isa Al-Babi Al-Halabi
       dan rekannya di Mesir.
       Ibnul-Atsir menyusun kitabnya An-Nihayah berpedoman pada kitab
       Al-Harawi dan Abu Musa Al-Madini, yaitu dengan memberi tanda
       atau rumus (ha’) jika mengambil dari kitab Al-Harawi, dan tanda
       atau rumus huruf (sin) jika mengambil dari kitab Abu Musa.
       Adapun selain dari kedua kitab tersebut dibiarkan tanpa tanda
       apapun, untuk membedakan mana yang dari kedua kitab tersebut dan
       mana yang dari kitab yang lain. &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 408--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 9:29 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Ilmu ’Ilal Hadits
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=277
       ’Ilal adalah jamak dari ’ilah yang berarti “penyakit.” ’Illah
       menurut istilah ahli hadits adalah suatu sebab yang tersembunyi
       yang dapat mengurangi status keshahihan hadits, padahal
       dhahirnya tidak nampak kecacatan. Sedangkan ilmu ’ilal hadits
       adalah ilmu yang menerangkan sebab-sebab tersembunyi dan tidak
       nyata, yang dapat merusakkan hadits. Seperti: menyambung yang
       munqathi’, me-marfu’-kan yang mauquf, memasukkan suatu hadits ke
       dalam hadits yang lain, menempatkan sanad pada matan yang bukan
       semestinya, dan yang serupa itu. Semuanya ini, bila diketahui,
       dapat merusakkan keshahihan hadits.
       Ilmu ini adalah ilmu yang tersamar bagi banyak ahli hadits. Ia
       dapat dikatakan jenis ilmu hadits yang paling dalam dan rumit,
       bahkan dapat dikatakan inilah intinya yang termulia. Tidak dapat
       diketahui penyakit-penyakit (‘ilal) melainkan oleh ulama yang
       mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang martabat-martabat
       perawi dan mempunyai kemampuan yang kuat terhadap sanad dan
       matan-matan hadits. Ibnu Katsir berkata, “Yang dapat meneliti
       ilmu ini adalah para ulama yang ahli, yang dapat membedakan
       antara hadits shahih dan saqim (sakit), yang lurus dan yang
       bengkok, sesuai tingkatan ilmu, kepandaian, dan ketelitian
       mereka terhadap jalan hadits, serta ketajaman perasaan pada
       keindahan lafadh hadits Rasulullah yang tidak mungkin menyamai
       perkataan manusia.
       Di antara beberapa riwayat hadits, ada yang asli, ada yang
       mengalami perubahan pada lafadh atau penambahan, atau pemalsuan,
       dan seterusnya. Semuanya ini hanya dapat diketahui oleh ulama
       yang mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang ilmu ini.
       Sedangkan ta’lil dapat disimpulkan dari sanad, hanya dapat
       ditunjuk dengan praktek, dan untuk memaparkan contoh-contohnya
       di sini akan terlalu panjang. (Al-Ba’itsul-Hatsits Syarh
       Ikhtishar Ulumil-Hadits Hal. 64a)
       Dari Abdurrahman ibn Mahdi berkata, “Mengetahui ’ilat hadits
       bagiku lebih aku sukai daripada menulis sebuah hadits yang bukan
       milikku.” Dia juga berkata, “Mengetahui hadits adalah ilham.”
       Cara mengetahui ’illah hadits adalah dengan mengumpulkan
       beberapa jalan hadits dan mencermati perbedaan perawinya dan
       ke-dlabith-an mereka, yang dilakukan oleh orang yang ahli dalam
       ilmu ini. Dengan cara ini akan dapat diketahui apakah hadits itu
       mu’tal (ada ’illat-nya) atau tidak. Jika menurut dugaan
       penelitinya ada ’illat pada hadits tersebut, maka dihukumi
       sebagai hadits yang tidak shahih.
       Abu Zur’ah ditanya tentang alasannya men-ta’lil hadits, ia
       berkata: “Anda bertanya tentang hadits yang ada ’illat-nya, lalu
       aku sebutkan ’illat-nya. Kemudian Anda bertanya tentang pendapat
       Ibnu Darah –yaitu Muhammad [i]ibn Muslim ibn Darah[/i]– lalu dia
       menyebutkan ’illat-nya. Kemudian bertanya lagi tentang pendapat
       Abu Hatim Ar-Razi, lalu dia menyebutkan ’illat-nya. Setelah itu
       Anda dapat membandingkan pendapat masing-masing dari kami
       terhadap hadits tersebut. Jika terdapat perbedaan dalam
       ’illat-nya, maka ketahuilah bahwa itu berarti setiap kami
       berbicara sesuai dengan kehendaknya. Jika terdapat persamaan,
       maka itulah hakikat ilmu ini.” Setelah diteliti, ternyata
       pendapat mereka sama. Lalu dia berkata, “Aku bersaksi bahwa ilmu
       ini memang sebuah ilham.” (Ma’rifatu Ulumil-Hadits Hal. 113)
       Pembicaraan tentang ’illat hadits dapat dijumpai pada beberapa
       buku, antara lain:
       - Nashbur-Rayyah fii Tkahriiji Ahaaditsil-Hidaayah, karya
       Al-Hafidh Az-Zaila’i.
       - At-Talkhishul-Habiir, karya Ibnu Hajar.
       - Fathul-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, karya Ibnu Hajar juga.
       - Nailul-Authar, karya Asy-Syaukani.
       - Al-Muhalla, karya Ibnu Hazm Adh-Dhahiri.
       - Tahdzib Sunan Abi Dawud, karya Al-‘Allamah Ibnu Qayyim
       Al-Jauziyyah.
       Buku Terkenal dalam ’Ilal Hadits
       Sebagian ulama telah mengkhususkan ’illat hadits dalam satu buku
       karangan, ada sebagian tersusun berdasarkan urutan bab fiqh, dan
       sebagian lagi berdasarkan sistematikan musnad. Namun pada
       umumnya, metode penyusunan karya tentang ’ilal adalah seorang
       syaikh menanyakan sebuah hadits dari jalan sanad tertentu, lalu
       menyebutkan kesalahan pada sanadnya atau matannya atau pada
       keduanya. Kadang pula menyebutkan sebagian jalan yang shahih
       sebagai pedoman dalam menjelaskan ’illat hadits yang ditanyakan.
       Kadang mengenalkan pada sebagian perawi dan menjelaskan keadaan
       mereka baik dari segi kuat dan lemahnya, dan hafalannya, serta
       ke-dlabith-annya. Oleh karenanya, sebagian penyusun menamakan
       buku mereka dengan At-Tarikh wal-‘Ilal atau Ar-Rijal wal-‘Ilal.
       Diantara karya-karya tersebut adalah:
       - [size=10pt]Kitab At-Tarikh wal-‘Ilal, karya Al-Hafidh Yahya
       ibn Ma’in (Wafat 233 H), diterbitkan dengan judul ’Ilal
       Al-Hadits wa Ma’rifat Ar-Rijaal.
       - [size=10pt]Kitab ’Ilal Al-Hadits, karya Imam Ahmad ibn Hanbal
       (Wafat 241 H).
       - [size=10pt]Kitab Al-Musnad Al-Mu’allal karya Al-Hafidh Ya’qub
       ibn Syaibah As-Sadusi Al-Bashri (Wafat 262 H).
       - [size=10pt]Kitab Al-‘Ilal karya Imam Muhammad ibn ‘Isa
       At-Tirmidzi (Wafat 279 H).
       - [size=10pt]Kitab ’Ilal Al-Hadits karya Imam Al-Hafidh
       Abdurrahman ibn Abi Hatim Ar-Razi (Wafat 327 H), diterbitkan
       atas biaya Syaikh Muhammad An-Nashif, Pustaka Salafiyyah.
       - [size=10pt]Kitab ’Ilal Al-Waridah fil-Ahaaditsi An-Nabawiyyah
       karya Imam Al-Hafidh Ali ibn ‘Umar Ad-Daruquthni (Wafat 385 H.
       [size=11pt]Tempat-Tempat Dimana ’Illat Banyak Terdapat dan
       Contohnya
       ’Illat pada hadits erring terdapat pada hadits yang bersambung
       sanadnya dalam bentuk mursal, atau pada hadits marfu’ dalam
       bentuk mauquf, atau masuknya satu hadits pada hadits lain, atau
       selain itu. Hal ini dapat diketahui oleh para ahli dalam bidang
       ini dengan cara mengumpulkan beberapa jalan sanad dan
       membandingkannya.
       Al-Hakim dalam kitabnya ’Ulumul-Hadits telah membagi jenis-jenis
       ’illat menjadi sepuluh macam, yang dinukil berikut contohnya
       oleh Imam As-Suyuthi dalam karyanya Tadribur-Rawi, dengan
       kesimpulan sebagai berikut: Bahwa’illat terdapat pada sanad
       saja, atau pada matan saja, atau terdapat pada keduanya yaitu
       sanad dan matan.
       - [size=10pt]Contoh ’illat pada sanad: Hadits yang diriwayatkan
       oleh Ya’la ibn ‘Ubaid Ath-Thanafisi, dari Sufyan Ats-Tsauri,
       dari ‘Amr ibn Dinar, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Kedua orang yang berjual beli itu
       dapat melakukan khiyar (hak pilih)...” [size=10pt](al-Hadits)
       Keterangan: Sanad pada hadits ini adalah muttashil atau
       bersambung, diceritakan oleh orang yang ‘adil dari orang yang
       ‘adil pula; akan tetapi sanadnya tidak shahih karena terdapat
       ’illat didalamnya. Sedangkan matannya shahih.Letak ’illat-nya,
       karena riwayat Ya’la ibn ‘Ubaid terdapat kesalahan pada Sufyan
       yang mengatakan: “Amru ibn Dinar”, sedangkan yang benar adalah
       “Abdullah ibn Dinar.” Demikian yang diriwayatkan oleh para imam
       dan huffadh dari murid-murid Sufyan Ats-Tsauri seperti: Abu
       Nu’aim Al-Fadhl ibn Dakin, Muhammad ibn Yusuf Al-Firyabi, dan
       Makhlad ibn Yusuf. Mereka semua meriwayatkan dari Sufyan, dari
       ’Andullah ibn Dinar, dari Ibnu ‘Umar; bukan Amru ibn Dinar dari
       Ibnu ‘Umar. (Tadribur-Rawi Hal. 159 dan seterusnya)
       Dari Ibnu Abi Hatim berkata, “Aku pernah bertanya kepada ayahku
       dan kepada Abu Zur’ah pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
       ‘Ubaidah ibn Al-Aswad, dari Qasim ibn Walid, dari Qatadah, dari
       Sa’id ibn Jubair, dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam tentang membasuh khuff. Keduanya menjawab,
       “Salah, yang benar diriwayatkan dari Musa ibn Salamah, dari Ibnu
       ‘Abbas secara mauquf.” (’Ilalul-Hadits, Ibnu Abi Hatim 1/17)
       - Contoh ’illat pada matan: Hadits yang diriwayatkan oleh Imam
       Muslim dalam Shahih-nya dari riwayat Al-Walid ibn Muslim: “Telah
       bercerita kepada kami Al-Auza’i, dari Qatadah, bahwasannya dia
       pernah menulis surat memberitahukan kepadanya tentang Anas ibn
       Malik yang telah bercerita kepadnya, dia berkata, “Aku pernah
       shalat di belakang Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Abu Bakar,
       ‘Umar, dan ‘Utsman, mereka memulainya dengan membaca:
       ‘Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin dengan tidak menyebut:
       Bismillaahir-rahmaanir-rahiim pada awal maupun akhir bacaan.”
       Imam Muslim juga meriwayatkan dari Al-Walid, dari Al-Auza’i,
       telah meberitahukan kepadaku Ishaq ibn ‘Abdillah ibn Abi
       Thalhah, bahwasanny dia mendengar Anas menyebut demikian.
       Ibnush-Shalah dalam kitab ’Ulumul-Hadits berkata, “Sebagian kaum
       mengatakan bahwa riwayat tersebut di atas (yang menafikkan
       bacaan basmalah) terdapat ’illat. Mereka berpendapat bahwa
       kebanyakan riwayat tidak menyebut basmalah tapi membaca hamdalah
       di permulaan bacaan, dan ini yang muttafaqun-‘alaih menurut
       riwayat Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya. Mereka mengatakan
       bahwa lafadh tersebut adalah riwayat yang dipahaminya secara
       maknawi, yaitu lafadh (yang artinya): ”Mereka membuka bacaan
       shalat dengan membaca ‘Alhamdilillaahi rabbil-‘aalamiin’;
       dipahami bahwa mereka tidak membaca basmalah, maka meriwayatkan
       seperti apa yang dipahaminya, dan ternyata salah. Karena
       maknanya bahwa surat yang mereka baca adalah surat Al-Fatihah
       yang tidak disebutkan di dalmnya basmalah. Ditambah lagi dengan
       beberapa hal, yaitu: Shahabat Anas ditanya tentang iftitah
       dengan basmalah, lalu dia menyebutkan bahwa dia tidak mengetahui
       sesuatu pun dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang
       itu. [size=10pt](Tadribur-Rawi, Hal. 164)
       [li]Contoh ’illat pada sanad dan matan: Diriwayatkan Baqiyyah
       dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu ‘Umar, dari
       Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Barangsiapa
       mendapatkan satu raka’at dari shalat Jum’at dan shalat lainnya,
       maka telah mendapatkan shalatnya.” Abu Hatim Ar-Razi berkata,
       “Hadits ini sanad dan matannya salah. Yang benar adalah riwayat
       Az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang
       mendapatkan satu raka’at dari shalat, maka telah
       mendapatkannya.” Sedangkan lafadh: ”Shalat Jum’at” tidak ada
       dalam hadits ini. Dengan demikian terdapat ’illat pada
       keduanya.” &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       Jalan Menerima Hadits dan Bentuk Penyampaiannya Tadribur-Rawi
       halaman 236; Ulumul-Hadits halaman 118; Nudhatun-Nadhar halaman
       76; dan Taisir Musthalah Al-Hadits halaman 158.
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 409--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 9:53 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Jalan Menerima Hadits (Thuruq at-Tahammul)
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=278
       Yang dimaksud dengan “jalan menerima hadits” (thuruq
       at-tahammul) adalah cara-cara menerima hadits dan mengambilnya
       dari Syaikh. Dan yang dimaksud dengan “bentuk penyampaian”
       ([i]sighatul-ada’) adalah lafadh-lafadh yang digunakan oleh ahli
       hadits dalam meriwayatkan hadits dan menyampaikannya kepada
       muridnya, misalnya dengan kata: Sami’tu “Aku telah mendengar”;
       Haddatsani “telah bercerita kepadaku”; dan yang semisal
       dengannya.[/i]
       Dalam menerim hadits tidak disyaratkan seorang harus muslim dan
       baligh. Inilah pendapat yang benar. Namun ketika
       menyampaikannya, disyaratkan harus Islam dan baligh. Maka
       diterima riwayat seorang muslim yang baligh dari hadits yang
       diterimanya sebelum masuk Islam atau sebelum baligh, dengan
       syarat tamyiz atau dapat membedakan (yang haq dan yang bathil)
       sebelum baligh. Sebagian ulama memberikan batasan minimal
       berumur lima tahun. Namun yang benar adalah cukup batasan tamyiz
       atau dapat membedakan. Jika ia dapat memahami pembicaraan dan
       memberikan jawaban dan pendengaran yang benar, itulah tamyiz dan
       mumayyiz. Jika tidak, maka haditsnya ditolak.
       Jalan untuk menerima hadits ada delapan, yaitu as-sama’ atau
       mendengar lafadh syaikh; al-qira’ah atau membaca kepada syaikh;
       al-ijazah, al-munawalah, al-Kitabah, al-I’lam, al-Washiyyah, dan
       al-Wijadah. Berikut ini masing-masing penjelasannya berikut
       lafadh-lafadh penyampaian masing-masing:
       1. As-Sama’ atau mendengar lafadh syaikh (guru)
       Gambarannya: Seorang guru membaca dan murid mendengarkan; baik
       guru membaca dari hafalannya atau tulisannya, dan baik murid
       mendengar dan menulis apa yang didengarnya, atau mendengar saja,
       dan tidak menulis. Menurut jumhur ulama, as-sama’ ini merupakan
       bagian yang paling tinggi dalam pengambilan hadits.
       Lafadh-lafadh penyampaian hadits dengan cara ini adalah aku
       telah mendengar dan telah menceritakan kepadaku. Jika perawinya
       banyak: kami telah mendengar dan telah menceritakan kepada kami.
       Ini menunjukkan bahwasannya dia mendengar dari sang syaikh
       bersama yang lain.
       Adapun lafadh: telah berkata kepadaku atau telah menyebutkan
       kepadaku, lebih tepat untuk mendengarkan dalam mudzakarah
       pelajaran, bukan untuk mendengarkan hadits.
       2. Al-Qira’ah atau membaca kepada syaikh. Para ahli hadits
       menyebutnya: Al-Ardl
       Bentuknya: Seorang perawi membaca hadits kepada seorang syaikh,
       dan syaikh mendengarkan bacaannya untuk meneliti, baik perawi
       yang membaca atau orang lain yang membaca sedang syaikh
       mendengarkan, dan baik bacaan dari hafalan atau dari buku, atau
       baik syaikh mengikuti pembaca dari hafalannya atau memegang
       kitabnya sendiri atau memegang kitab orang lain yang tsiqah.
       Mereka (para ulama) berselisih pendapat tentang membaca kepada
       syaikh; apakah dia setingkat dengan as-sama’, atau lebih rendah
       darinya? Yang benar adalah lebih rendah dari as-sama’.
       Ketika menyampaikan hadits atau riwayat yang dibaca si perawi
       menggunakan lafadh-lafadh: aku telah membaca kepada fulan atau
       telah dibacakan kepadanya dan aku mendengar orang membaca dan ia
       menyetujuinya.
       Lafadh as-sama’ berikutnya adalah yang terikat dengan lafadh
       qira’ah seperti: haddatsana qira’atan ‘alaih – (ia menyampaikan
       kepada kami melalui bacaan orang kepadanya). Namun yang umum
       menurut ahli hadits adalah dengan menggunakan lafadh akhbarana
       saja tanpa tambahan yang lain.
       3. Al-Ijazah
       Yaitu: Seorang Syaikh mengijinkan muridnya meriwayatkan hadits
       atau riwayat, baik dengan ucapan atau tulisan. Gambarannya:
       Seorang syaikh mengatakan kepada salah seorang muridnya: Aku
       ijinkan kepadamu untuk meriwayatkan dariku demikian. Di antara
       macam-macam ijazah adalah:
       - (a) Syaikh mengijazahkan sesuatu yang tertentu kepada seorang
       yang tertentu. Misalnya dia berkata, “Aku ijazahkan kepadamu
       Shahih Bukhari.” Di antara jenis-jenis ijazah, inilah yang
       paling tinggi derajatnya.
       - [size=10pt](b) Syaikh mengijazahkan orang yang tertentu dengan
       tanpa menentukan apa yang diijazahkannya. Seperti mengatakan,
       “Aku ijazahkan kepadamu untuk meriwayatkan semua riwayatku.”
       - [size=10pt](c) Syaikh mengijazahkan kepada siapa saja (tanpa
       menentukan) dengan juga tidak menentukan apa yang diijazahkan,
       seperti mengatakan, “Aku ijazahkan semua riwayatku kepada semua
       orang pada jamanku.”
       - [size=10pt](d) Syaikh mengijazahkan kepada orang yang tidak
       diketahui atau majhul. Seperti dia mengatakan, “Aku ijazahkan
       kepada Muhammad ibn Khalid Ad-Dimasyqi”; sedangkan di situ
       terdapat sejumlah orang yang mempunyai nama seperti itu.
       - [size=10pt](e) Syaikh memberikan ijazah kepada orang yang
       tidak hadir demi mengikutkan mereka yang hadir dalam majelis.
       Umpamanya dia berkata, “Aku ijazahkan riwayat ini kepada si
       fulan dan keturunannya.”
       Bentuk pertama (a) dari beberapa bentuk di atas adalah
       diperbolehkan menurut jumhur ulama, dan ditetapkan sebagai
       sesuatu yang diamalkan. Dan inilah pendapat yang benar.
       Sedangkan bentuk-bentuk yang lain, terjadi banyak perselisihan
       di antara para ulama. Ada yang bathil lagi tidak berguna.
       Lafadh-lafadh yang dipakai dalam menyampaikan riwayat yang
       diterima dengan jalur ijazah adalah ajaza li fulan (beliau telah
       memberikan ijazah kepada si fulan), haddatsana ijaazatan –
       &#1581;&#1583;&#1579;&#1606;&#1575;
       &#1573;&#1580;&#1575;&#1586;&#1577;, akhbarana ijaazatan, dan
       anba-ana ijaazatan (beliau telah memberitahukan kepada kami
       secara ijazah).
       [size=12pt]4. Al-Munaawalah atau menyerahkan
       Al-Munawalah ada dua macam:
       - [size=10pt](a) Al-Munawalah yang disertai dengan ijazah. Ini
       tingkatannya paling tinggi di antara macam-macam ijazah secara
       muthlaq. Seperti jika seorang syaikh memberikan kitabnya kepada
       sang murid, lalu mengatakan kepadannya, “Ini riwayatku dari si
       fulan, maka riwayatkanlah dariku.” Kemudian buku tersebut
       dibiarkan bersamanya untuk dimiliki atau dipinjamkan untuk
       disalin. Maka diperbolehkan meriwayatkan dengan seperti ini, dan
       tingkatannya lebih rendah daripada as-sama’ dan al-qira’ah.
       - [size=10pt](b) Al-Munawalah yang tidak diiringi ijazah.
       Seperti jika seorang syaikh memberikan kitabnya kepada sang
       murid dengan hanya mengatakan: ”Ini adalah riwayatku.” Yang
       seperti ini tidak boleh diriwayatkan berdasarkan pendapat yang
       shahih.
       Lafadh-lafadh yang dipakai dalam menyampaikan hadits atau
       riwayat yang diterima dengan jalan munawalah ini adalah jika si
       perawi berkata: Nawalanii wa Ajazanii, atau Haddatsanaa
       Munawalatan wa Ijazatan, atau Akhbarana Munawalatan.
       [size=12pt]5. Al-Kitabah
       Yaitu: Seorang Syaikh menulis sendiri atau dia menyuruh orang
       lain menulis riwayatnya kepada orang yang hadirs di tempatnya
       atau yang tidak hadir di situ. Kitabah ada 2 macam:
       - [size=10pt](a) Kitabah yang disertai dengan ijazah, seperti
       perkataan syaikh, “Aku ijazahkan kepadamu apa yang aku tulis
       untukmu”, atau yang semisal dengannya. Dan riwayat dengan cara
       ini adalah shahih karena kedudukannya sama kuat dengan
       munaawalah yang disertai ijazah.
       - [size=10pt](b) Kitabah yang tidak disertai dengan ijazah,
       seperti syaikh menulis sebagian hadits untuk muridnya dan
       dikirimkan tulisan itu kepadanya, tapi tidak diperbolehkan untuk
       meriwayatkannya. Di sini terdapat perselisihan hukum
       meriwayatkannya. Sebagian tidak memperbolehkan, dan sebagian
       yang lain memperbolehkannya jika diketahui bahwa tulisan
       tersebut adalah karya syaikh itu sendiri.
       [size=12pt]6. Al-I’lam (memberitahu)
       Yaitu: Seorang syaikh memberitahu seorang muridnya bahwa hadits
       ini atau kitab ini adalah riwayatnya dari si fulan, dengan tidak
       disertakan ijin untuk meriwayatkan daripadanya.
       Para ulama berbeda pendapat tentang hukum meriwayatkan dengan
       cara al-I’lam. Sebagian membolehkan dan sebagian yang lain tidak
       membolehkannya. Ketika menyampaikan riwayat dengan cara ini, si
       perawi berkata: A’lamanii syaikhi (guruku telah memberitahu
       kepadaku).
       [size=12pt]7. Al-Washiyyah (mewasiati)
       Yaitu: Seorang syaikh mewasiatkan di saat mendekati ajalnya atau
       dalam perjalanan, sebuah kitab yang ia wasiatkan kepada sang
       perawi. Riwayat yang seorang terima dengan jalan wasiat ini
       boleh dipakai menurut sebagian ulama, namun yang benar adalah
       tidak boleh dipakai.
       Ketika menyampaikan riwayat dengan wasiat ini perawi mengatakan:
       Aushaa ilaya fulaanun bi kitaabin – &#1571;&#1608;&#1589;&#1609;
       &#1573;&#1604;&#1610; &#1601;&#1604;&#1575;&#1606;
       &#1576;&#1603;&#1578;&#1575;&#1576; (si fulan telah meqasiatkan
       kepadaku sebuah kitab), atau haddatsanii fulaanun washiyyatan –
       &#1581;&#1583;&#1579;&#1606;&#1610; &#1601;&#1604;&#1575;&#1606;
       &#1608;&#1589;&#1610;&#1577; (si fulan telah bercerita kepadaku
       dengan sebuah wasiat).
       8. Al-Wijaadah (mendapat)
       Yaitu: Seorang perawi mendapat hadits atau kitab dengan tulisan
       seorang syaikh dan ia mengenal syaikh itu, sedang
       hadots-haditsnya tidak pernah didengarkan ataupun ditulis oleh
       si perawi. Wijadah ini termasuk hadits munqathi’, karena si
       perawi tidak menerima sendiri dari orang yang menulisnya.
       Dalam menyampaikan hadits atau kitab yang didapati dengan jalan
       wijadah ini, si perawi berkata, “Wajadtu bi kaththi fulaanin”
       (aku mendapat buku ini dengan tulisan si fulan), atau ”qara’tu
       bi khththi fulaanin” (aku telah membaca buku ini dengan tulisan
       si fulan); kemudian menyebutkan sanad dan matannya.
       Al-Muhkam dan Mukhtaliful-Hadits ini merupakan pembahasan dari
       macam-macam hadits maqbul (yang diterima), antara yang dapat
       diamalkan dan tidak dapat diamalkan. Selain Al-Muhkam dan
       Mukhtaliful-Hadits ini, masih ada pembahasan lain tentang Hadits
       Nasikh dan Mansukh. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 410--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 10:23 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Al-Muhkam dan Mukhtaliful-Hadits
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=279
       [size=12pt]Definisi Al-Muhkam: Al-Muhkam menurut bahasa artinya
       yang dikokohkan, atau yang diteguhkan. Sedangkan menurut istilah
       ilmu hadits adalah: “hadits yang diterima yang maknanya tidak
       bertentangan dengan hadits lain yang semisal dengannya.”
       Kebanyakan hadits adalah termasuk jenis ini, sedangkan hadits
       yang bertentangan jumlahnya sedikit.[/size]
       &#10043; Definisi Mukhtaliful-Hadits
       Mukhtalif artinya adalah yang bertentangan atau yang berselisih.
       Mukhtaliful-Hadits adalah hadits yang sampai kepada kita, namun
       saling bertentangan maknanya satu sama lain. Sedangkan definisi
       secara istilah adalah: “hadits yang diterima namun pada
       dhahirnya kelihatan bertentangan dengan hadits maqbul lainnya
       dalam maknanya, akan tetapi memungkinkan untuk dikompromikan
       antara keduanya.”
       Apa yang Harus Dilakukan untuk Mendudukkan Dua Hadits Maqbul
       yang Mukhtalaf Ini? Para ulama menggunakan dua jalan:
       - Thariqatul-Jam’i, yaitu bila memungkinkan untuk menggabungkan
       dan mengkompromikan antara keduanya, maka keduanya dikompromikan
       dan wajib diamalkan.
       - [size=10pt]Thariqatut-Tarjih, yaitu bila tidak memungkinkan
       untuk dikompromikan, maka:
       [li][size=10pt](a) Jika diketahui salah satunya nasikh dan yang
       lain mansukh, maka kita dahulukan yang nasikh lalu kita amalkan,
       dan kita tingalkan yang mansukh.
       - [size=10pt](b) Jika tidak diketahui nasikh dan mansukhnya,
       maka kita cari mana yang lebih kuat di antara keduanya lalu kita
       amalkan, dan kita tinggalkan yang lemah.
       - [size=10pt](c) Jika tidak memungkinkan untuk ditarjih, maka
       tidak boleh diamalkan keduanya sampai jelas dalil yang lebih
       kuat.
       [/li]
       [size=12pt]&#10043; Pengertian-Pengertian Dasar
       Rawi artinya yang meriwayatkan, dan yang menceritakan.
       Sanad artinya rentetan, rantai, jalur orang-orang pembawa kabar
       (rawi) yang ada diantara imam pencatat hadits dengan pembawa
       kabar yang terakhir.
       Dalam kitab-kitab hadits ringkasan yang banyak saat ini,
       biasanya hanya kita jumpai awal sanad (misalnya Imam Muslim) dan
       akhir sanad (misalnya Anas ibn Malik).
       Matan, yakni lafazh-lafazh yang terletak sesudah rawi dari akhir
       sanad.
       ‘Adl maksudnya muslim, yang baligh, berakal, tidak mengerjakan
       dosa2 dan selamat dari sesuatu yang mengurangi kesempurnaan
       dirinya (untuk bisa jadi rawi yang terpakai).
       Dlabith maksudnya orang yang hafazh, baik karena hafal di dalam
       dirinya atau karena memiliki kitab yang ditulisi dgn haditsnya.
       Syadz maksudnya keganjilan2. Sanad atau matan hadits tersebut
       diriwayatkan oleh rawi terpercaya namun isinya menyalahi riwayat
       orang yang lebih terpercaya darinya, atau menyalahi riwayat
       beberapa org yg sama2 terpercaya (ini gunanya pembahasan
       thabaqah-thabaqah / tingkatan-tingkatan rawi).
       ‘Illah: penyakit. Hadits yang zhahirnya terlihat baik sanad
       maupun matannya pdhal setelah diteliti tidak demikian.
       &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 411--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 10:37 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Hadits Nasikh dan Mansukh
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=280
       Definisi: Naskh menurut bahasa mempunyai dua makna, yaitu:
       menghapus dan menukil. Sehingga seolah-olah orang yang menasakh
       itu telah menghapuskan yang mansukh, lalu memindahkan atau
       menukilkannya kepada hukum yang lain. Sedangkan menurut istilah,
       naskh adalah “pengangkatan yang dilakukan oleh Penetap Syari’at
       terhadap suatu hukum yang datang terdahulu dengan hukum yang
       datang kemudian.”
       &#9679; Bagaimana Cara Mengetahui Nasikh dan Mansukh?
       Nasikh dan mansukh dapat diketahui dengan salah satu dari
       beberapa hal berikut:
       - Pernyataan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
       seperti sabda beliau: ”Aku dahulu pernah melarang kalian untuk
       berziarah kubur. Maka (sekarang) berziarahlah kalian, karena hal
       itu dapat mengingatkan akhirat.” [size=10pt](HR. Muslim)
       - Perkataan shahabat.
       - [size=10pt]Mengetahui sejarah, seperti hadits Syaddad ibn
       ‘Aus: ”Orang yang membekam dan yang dibekam batal puasanya.”
       [size=10pt](HR. Abu Dawud); dinasakh oleh hadits Ibnu ‘Abbas:
       ”Bahwasannya Rasulullah [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berbekam
       sedangkan beliau sedang ihram dan berpuasa.”[/i] (HR. Muslim).
       Dalam salah satu jalur sanad Syaddad dijelaskan bahwa hadits itu
       diucapkan pada tahun 8 hijriyah ketika terjadi Fathu Makkah;
       sedangkan Ibnu ‘Abbas menemani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam dalam keadaan ihram pada saat haji wada' tahun 10
       hijriyah.
       - Ijma’ Ulama’; Seperti hadits yang berbunyi: "Barangsiapa yang
       meminum khamr maka cambuklah dia, dan jika dia kembali
       mengulangi yang keempat kalinya, maka bunuhlah dia.”
       [size=10pt](HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Imam Nawawi berkata,
       “Ijma’ ulama menunjukkan adanya naskh terhadap hadits ini.” Dan
       ijma’ tidak bisa dinasakh dan tidak bisa menasakh, akan tetapi
       menunjukkan adanya nasikh.
       &#9679; Pentingnya Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadits
       Mengetahui nasikh dan mansukh merupakan suatu keharusan bagi
       siapa saja yang ingin mengkaji hukum-hukum syari’ah, karena
       tidak mungkin dapat menyimpulkan suatu hukum tanpa mengetahui
       dalil-dalil nasikh dan mansukh. Oleh sebab itu, para ulama
       sangat memperhatikan ilmu tersebut dan menganggapnya sebagai
       satu ilmu yang sangat penting dalam bidang ilmu hadits.
       Mereka mendefinisikannya sebagai berikut: “Ilmu nasikh dan
       mansukh adalah ilmu yang membahas tentang hadits-hadits yang
       bertentangan yang tidak mungkin dikompromikan, dimana salah satu
       hadits dihukumi sebagai nasikh dan yang lain sebagai mansukh.
       Hadits yang lebih dahulu disebut mansukh, dan hadits yang datang
       kemudian menjadi nasikh.”
       [size=12pt]&#9679; Karya-Karya yang Disusun Tentang Nasikh dan
       Mansukh
       Sebagian 'Ulama menyusun buku tentang nasikh dan mansukh dalam
       hadits, diantaranya:
       - [size=10pt]An-Nasikh wal-Mansukh, karya Qatadah ibn Di’amah
       As-Sadusi (Wafat 118 H), namun tidak sampai ke tangan kita.
       - [size=10pt]Nasikhul-Hadits wa Mansukhihi, karya ahli hadits
       ‘Iraq, Abu Hafsh Umar Ahmad Al-Baghdadi, yang dikenal dengan
       Ibnu Syahin (Wafat 385 H).
       - [size=10pt]Nasikhul-Hadits wa Mansukhihi, karya Al-Hafidh Abu
       Bakar Ahmad ibn Muhammad Al-Atsram (Wafat 261 H), shahabat Imam
       Ahmad.
       - [size=10pt]Al-I’tibar fin-Nasikh wal-Mansukh minal-Atsar,
       karya Imam Al-Hafidh An-Nassabah Abu Bakar Muhammad ibn Musa
       Al-Hazimi Al-Hamadani (Wafat 584 H).
       - [size=10pt]An-Nasikh wal-Mansukh, karya Abul-Faraj Abdurrahman
       ibn ‘Ali, atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnul-Jauzi.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 412--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 10:54 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Ilmu Takhrij dan Studi Sanad
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=281
       Pengertian Takhrij menurut bahasa mempunyai beberapa makna. Yang
       paling mendekati di sini adalah berasal dari kata kharaja yang
       artinya nampak dari tempatnya, atau keadaannya, dan terpisah,
       dan kelihatan. Demikian juga kata al-ikhraj yang artinya
       menampakkan dan memperlihatkannya. Dan al-makhraj artinya
       artinya tempat keluar; dan akhrajal-hadits wa kharrajahu artinya
       menampakkan dan memperlihatkan hadits kepada orang dengan
       menjelaskan tempat keluarnya. Takhrij menurut istilah adalah
       menunjukkan tempat hadits pada sumber aslinya yang mengeluarkan
       hadits tersebut dengan sanadnya dan menjelaskan derajatnya
       ketika diperlukan.
       &#10043; Sejarah Takhrij Hadits
       Penguasaan para ulama terdahulu terhadap sumber-sumber As-Sunnah
       begitu luas, sehingga mereka tidakmerasa sulit jika disebutkan
       suatu hadits untuk mengetahuinya dalam kitab-kitab As-Sunnah.
       Ketika semangat belajar sudah melemah, mereka kesulitan untuk
       mengetahui tempat-tempat hadits yang dijadikan sebagai rujukan
       para ulama dalam ilmu-ilmu syar’i. Maka sebagian dari ulama
       bangkit dan memperlihatkan hadits-hadits yang ada pada sebagian
       kitab dan menjelaskan sumbernya dari kitab-kitab As-Sunnah yang
       asli, menjelaskan metodenya, dan menerangkan hukumnya dari yang
       shahih atas yang dla’if. Lalu muncullah apa yang dinamakan
       dengan ”Kutub At-Takhrij” (buku-buku takhrij), yang diantaranya
       adalah:
       - Takhrij Ahaadits Al-Muhadzdzab; Karya Muhammad ibn Musa
       Al-Hazimi Asy-Syafi’i (Wafat 548 H). Dan kitab Al-Muhadzdzab ini
       adalah kitab mengenai fiqih madzhab Asy-Syafi’I karya Abu Ishaq
       Asy-Syairazi.
       - [size=10pt]Takhrij Ahaadits Al-Mukhtashar Al-Kabir li Ibni
       Al-Hajib; Karya Muhammad ibn Ahmad Abdul-Hadi Al-Maqdisi (Wafat
       744 H).
       - [size=10pt]Nashbur-Rayah li Ahaadits Al-Hidyah li
       Al-Marghinani; Karya Abdullah ibn Yusuf Az-Zaila’i (Wafat 762
       H).
       - [size=10pt]Takhrij Ahaadits Al-Kasyaf li Az-Zamakhsyari; Karya
       Al-Hafidh Az-Zaila’i juga (Ibnu Hajar juga menulis takhrij untuk
       kitab ini dengan judul Al-Kafi Asy-Syaafi fii Takhrij Ahaadits
       Asy-Syaafi).
       - [size=10pt]Al-Badrul-Munir fii Takhrijil-Ahaadits wal-Atsar
       Al-Waqi’ah fisy-Syarhil-Kabir li Ar-Rafi’i; Karya Umar ibn ‘Ali
       ibn Mulaqqin (Wafat 804 H).
       - [size=10pt]Al-Mughni ‘an Hamlil-Asfaar fil-Asfaar fii Takhriji
       maa fil-Ihyaa’ minal-Akhbar; Karya Abdurrahman ibn Al-Husain
       Al-‘Iraqi (Wafat tahun 806 H).
       - [size=10pt]Takhrij Al-Ahaadits allati Yusyiiru
       ilaihat-Tirmidzi fii Kulli Baab; Karya Al-Hafidh Al-‘Iraqi juga.
       - [size=10pt]At-Talkhiisul-Habiir fii Takhriji Ahaaditsi Syarh
       Al-Wajiz Al-Kabir li Ar-Rafi’i; Karya Ahmad ibn Ali ibn Hajar
       Al-‘Asqalani (Wafat 852 H).
       - [size=10pt]Ad-Dirayah fii Takhriji Ahaaditsil-Hidayah; Karya
       Al-Hafidh Ibnu Hajar juga.
       - [size=10pt]Tuhfatur-Rawi fii Takhriji Ahaaditsil-Baidlawi;
       Karya ‘Abdurrauf Ali Al-Manawi (Wafat 1031 H).
       [size=11pt]Contoh: Berikut ini contoh takhrij dari kitab
       At-Talkhiisul-Habiir (Karya Ibnu Hajar):
       Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits ‘Ali
       bahwasannya Al-‘Abbas meminta kepada Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam tentang mempercepat pembayaran zakat sebelum
       sampai tiba haul-nya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam memberikan keringanan untuknya. Diriwayatkan oleh
       Ahmad, para penyusun kitab Sunan, Al-Hakim, Ad-Daruquthni, dan
       Al-Baihaqi; dari hadits Al-Hajjaj ibn Dinar, dari Al-Hakam, dari
       Hajiyah ibn ‘Adi, dari ‘Ali. Dan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi
       dari riwayat Israil, dari Al-Hakam, dari Hajar Al-‘Adawi, dari
       ‘Ali. Ad-Daruquthni menyebutkan adanya perbedaan tentang riwayat
       dari Al-Hakam. Dia menguatkan riwayat Manshur dari Al-Hakam dari
       Al-Hasan ibn Muslim ibn Yanaq dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam dengan derajat mursal. Begitu juga Abu Dawud
       menguatkannya. Al-Baihaqi berkata, ”Imam Asy-Syafi’I berkata:
       ‘Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwasannya
       beliau mendahulukan zakat harta Al-‘Abbas sebelum tiba masa haul
       (setahun), dan aku tidak mengetahui apakah ini benar atau
       tidak?’. Al-Baihaqi berkata, “Demikianlah riwayat hadits ini
       dari saya. Dan diperkuat dengan hadits Abi Al-Bakhtari dari
       ‘Ali, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
       “Kami sedang membutuhkan lalu kami minta Al-‘Abbas untuk
       mendahulukan zakatnya untuk dua tahun.” Para perawinya tsiqah,
       hanya saja dalam sanadnya terdapat inqitha’. Dan sebagian lafadh
       menyatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda
       kepada ‘Umar, “Kami pernah mempercepat harta Al-‘Abbas pada awal
       tahun.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thayalisi dari hadits
       Abi Rafi’.” [size=10pt](At-Talkhiisul-Habiir Hal. 162-163)
       &#10043; Metode Takhrij
       Dalam takhrij terdapat beberapa macam metode yang diringkas
       dengan mengambil pokok-pokoknya sebagai berikut:
       Metode Pertama, takhrij dengan cara mengetahui perawi hadits
       dari shahabat. Metode ini dikhususkan jika kita mengetahui nama
       shahabat yang meriwayatkan hadits, lalu kita mencari bantuan
       dari tiga macam karya hadits:
       - [size=10pt]Al-Masaanid (musnad-musnad): Dalam kitab ini
       disebutkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh setiap shahabat
       secara tersendiri. Selama kita telah mengetahui nama shahabat
       yang meriwayatkan hadits, maka kita mencari hadits tersebut
       dalam kitab al-masaanid hingga mendapatkan petunjuk dalam satu
       musnad dari kumpulan musnad tersebut.
       - [size=10pt]Al-Ma’aajim (mu’jam-mu’jam): Susunan hadits di
       dalamnya berdasarkan urutan musnad para shahabat atau syuyukh
       (guru-guru) atau bangsa (tempat asal) sesuai huruf kamus
       (hijaiyyah). Dengan mengetahui nama shahabat dapat memudahkan
       untuk merujuk haditsnya.
       - [size=10pt]Kitab-kitab Al-Athraf: Kebanyakan kitab-kitab
       al-athraf disusun berdasarkan musnad-musnad para shahabat dengan
       urutan nama mereka sesuai huruf kamus. Jika seorang peneliti
       mengetahui bagian dari hadits itu, maka dapat merujuk pada
       sumber-sumber yang ditunjukkan oleh kitab-kitab al-athraf tadi
       untuk kemudian mengambil hadits secara lengkap.
       [size=11pt]Metode Kedua, takhrij dengan mengetahui permulaan
       lafadh dari hadits
       Cara ini dapat dibantu dengan:
       - [size=10pt]Kitab-kitab yang berisi tentang hadits-hadits yang
       dikenal oleh orang banyak, misalnya: Ad-Durarul-Muntatsirah
       fil-Ahaaditsil-Musytaharah karya As-Suyuthi; Al-Laali
       Al-Mantsuurah fil-Ahaaditsl-Masyhurah karya Ibnu Hajar;
       Al-Maqashidul-Hasanah fii Bayaani Katsiirin
       minal-Ahaaditsil-Musytahirah ‘alal-Alsinah karya As-Sakhawi;
       Tamyiizuth-Thayyibminal-Khabits fiimaa Yaduru ‘ala
       Alsinatin-Naas minal-Hadiits karya Ibnu Ad-Dabi’ Asy-Syaibani;
       Kasyful-Khafa wa Muziilul-Ilbas ‘amma Isytahara minal-Ahaadits
       ‘ala Alsinatin-Naas karya Al-‘Ajluni.
       - [size=10pt]Kitab-kitab hadits yang disusun berdasarkan urutan
       huruf kamus, misalnya: Al-Jami’ush-Shaghiir
       minal-Ahaaditsil-Basyir An-Nadzir karya As-Suyuthi.
       - [size=10pt]Petunjuk-petunjuk dan indeks yang disusun para
       ulama untuk kitab-kitab tertentu, misalnya: Miftah Ash-Shahihain
       karya At-Tauqadi; Miftah At-Tartiibi li Ahaaditsi Tarikh
       Al-Khathib karya Sayyid Ahmad Al-Ghumari; Al-Bughiyyah fii
       Tartibi Ahaaditsi Shahih Muslim karya Muhammad Fuad Abdul-Baqi;
       Miftah Muwaththa’ Malik karya Muhammad Fuad Abdul-Baqi.
       [size=11pt]Metode Ketiga, takhrij dengan cara mengetahui kata
       yang jarang penggunaannya oleh orang dari bagian mana saja dari
       matan hadits
       Metode ini dapat dibantu dengan Kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras li
       Alfaadzil-Hadits An-Nabawi, berisi sembilan kitab yang paling
       terkenal diantara kitab-kitab hadits, yaitu: Kutubus-Sittah,
       Muwaththa’ Imam Malik, Musnad Ahmad, dan Musnad Ad-Darimi. Kitab
       ini disusun oleh seorang orientalis, yaitu Dr. Vensink
       (meninggal 1939 M), seorang guru bahasa Arab di Universitas
       Leiden Belanda; dan ikut dalam menyebarkan dan mengedarkannya
       kitab ini adalah Muhammad Fuad Abdul-Baqi.
       [size=11pt]Metode Keempat, takhrij dengan cara mengetahui tema
       pembahasan hadits
       Jika telah diketahui tema dan objek pembahasan hadits, maka bisa
       dibantu dalam takhrij-nya dengan karya-karya hadits yang disusun
       berdasarkan bab-bab dan judul-judul. Cara ini banyak dibantu
       dengan kitab Miftah Kunuz As-Sunnah yang berisi daftar isi
       hadits yang disusun berdasarkan judul-judul pembahasan. Kitab
       ini disusun oleh seorang orientalis berkebangsaan Belanda yang
       bernama Dr. Arinjan Vensink juga. Kitab ini mencakup daftar isi
       untuk 14 kitab hadits yang terkenal, yaitu:
       - [size=10pt]Shahih Bukhari
       - [size=10pt]Shahih Muslim
       - [size=10pt]Sunan Abu Dawud
       - [size=10pt]Jami’ At-Tirmidzi
       - [size=10pt]Sunan An-Nasa’i
       - [size=10pt]Sunan Ibnu Majah
       - [size=10pt]Muwaththa’ Malik
       - [size=10pt]Musnad Ahmad
       - [size=10pt]Musnad Abu Dawud Ath-Thayalisi
       - [size=10pt]Sunan Ad-Darimi
       - [size=10pt]Musnad Zaid ibn ‘Ali
       - [size=10pt]Sirah Ibnu Hisyam
       - [size=10pt]Maghazi Al-Waqidi
       - [size=10pt]Thabaqat Ibnu Sa’ad
       [size=11pt]Dalam menyusun kitab ini, penyusun (Dr. Vensink)
       menghabiskan waktunya selama 10 tahun, kemudian diterjemahkan ke
       dalam bahasa Arab dan diedarkan oleh Muhammad Fuad Abdul-Baqi
       yang menghabiskan waktu untuk itu selama 4 tahun.
       [size=12pt]&#10043; Studi Sanad Hadits
       Yang dimaksudkan dengan studi sanad hadits adalah mempelajari
       mata rantai para perawi yang ada dalam sanad hadits. Yaitu
       dengan menitikberatkan pada mengetahui biografi, kuat lemahnya
       hafalan serta penyebabnya, mengetahui apakah mata rantai sanad
       antara seorang perawi dengan yang lain bersambung atau terputus,
       dengan mengetahui waktu lahir dan wafat mereka, dan mengetahui
       segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Jarh wat-Ta’dil.
       Setelah mempelajari semua unsur yang tersebut di atas, kemudian
       kita dapat memberikan hukum kepada sanad hadits. Seperti
       mengatakan, “Sanad hadits ini shahih, Sanad hadits ini lemah,
       atau Sanad hadits ini dusta.” Ini terkait dengan memberikan
       hukum kepada sanad hadits.
       Sedangkan dalam memberikan hukum kepada matan hadits, disamping
       melihat semua unsur yang tersebut di atas, kita harus melihat
       unsur-unsur yang lain. Seperti meneliti lebih jauh matannya
       untuk mengetahui apakah isinya bertentangan dengan riwayat
       perawi yang lebih terpercaya atau tidak. Dan apakah di dalamnya
       terdapat illat yang dapat menjadikannya tertolak atau tidak.
       Kemudian setelah itu kita memberikan hukum kepada matan
       tersebut. Seperti dengan mengatakan: “Hadits ini shahih” atau
       “Hadits ini dla’if.” Memberikan hukum kepada matan hadits lebih
       sulit daripada memberikan hukum kepada sanad. Tidak ada yang
       mampu melakukannya kecuali yang ahli dalam bidang ini dan sudah
       menjalaninya dalam kurun waktu yang lama.
       Dalam studi sanad ini, buku-buku yang dapat digunakan untuk
       membantu adalah buku-buku yang membahas tentang Al-Jarh
       wat-Ta’dil serta biografi para perawi. Telah disebutkan beberapa
       buku terkenal yang membahas di bidang ini ketika dibicarakan
       tentang Ilmu Al-Jarh wat-Ta’dil serta biografi para perawi
       hadits.
       Ilmu tentang Takhrij Hadits ini merupakan muara dari ilmu-ilmu
       hadits yang dapat memberikan justifikasi tentang keshahihan atau
       kedla’ifan suatu hadits, sehingga hadits tersebut dapat
       diamalkan atau ditolak. &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       (SUMBER: Taysîr Mushthalah al-Hadîts)
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 1105--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; Muhadiddtsin: Ilmu Al-Jarh Wat-Ta’dil
   DIR By: Host
       Date: October 15, 2024, 2:45 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN
       September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=284
       - Penulisan dan Penghimpunan Al-Qur’an
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=240
       &#9654;(GOTO Article)
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-penulisan-dan-penghimpunan-al-quran/
       - Pembukuan dan Kitab-Kitab Hadits
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=241
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-pembukuan-dan-kitab-kitab-hadits/
       - Abu Hurairah Periwayat Hadits terbanyak
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=242
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-abu-hurairah-periwayat-hadits-terbanyak/
       - Jumlah Hadits (Abu Dawud, Nasa’i, Timidzi, Ibnu Majah)
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=243
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-jumlah-hadits-(abu-dawud-nasai-timidzi-ibnu-majah)/
       - Shahih Bukhari dan Shahih Muslim Kitab Hadits paling Shahih
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=388
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim-kitab-hadits-paling-s/
       - Siapa itu Ulama Ahlul Hadits
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=244
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-siapa-itu-ulama-ahlul-hadits/
       - Para Imam Ahlussunnah Ashabul Hadits
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=245
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-para-imam-ahlussunnah-ashabul-hadits/
       - Tabi’in menurut Hadits
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=246
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-tabiin-menurut-hadits/
       - Ilmu Al-Jarh Wat-Ta’dil
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=284
       &#9654;
  HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-ilmu-al-jarh-wat-tadil/
       &#10043; &#1769;&#1758;&#1769; PENUTUP
       [size=11pt]Demikian perjalanan hidup para ‘Ulama Ahlul Hadits
       dibuat dan disalin kembali (Forum), semoga dapat menambah
       pengetahuan kita dalam mengenal generasi terbaik ummat ini.
       Mereka itulah 3 (tiga) Angkatan yang dinilai oleh Rasulullah
       [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai generasi terbaik ummat
       Islam.[/i]
       Rasulullah &#1589;&#1604;&#1609; &#1575; &#1604;&#1604;&#1607;
       &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; &#1608;&#1587;&#1604;&#1605;
       bersabda:
       [right][size=24pt]&#1582;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1615;
       &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616;
       &#1602;&#1614;&#1585;&#1618;&#1606;&#1616;&#1610;&#1618;
       &#1579;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;
       &#1579;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;
       &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;
       &#1610;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;[/right]
       “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat) kemudian
       generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya
       (tabi’ut tabi’in).” [size=10pt](HR. Bukhari & Muslim)
       Bagaimanakah dengan generasi kita saat ini?
       &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 4 of 4
   DIR Previous Page