DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN
*****************************************************
#Post#: 406--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 8:28 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Ilmu Rijaalul-Hadiits (1)
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
Sebelum masuk ke pembahasan utama, perlu diketahui apa itu ilmu
hadits dirayah. Ilmu hadits dirayah adalah ilmu yang
diketahuinya hakikat riwayat, syarat-syaratnya, hukum-hukumnya,
keadaan perawi dan syarat-syarat mereka, maacam-macam apa yang
diriwayatkan dan, apa yang berkaitan dengannya. Atau secara
ringkas: “Kaidah-kaidah yang diketahui dengannya keadaan
perawidan yang diriwayatkan.” Dan perawi adalah orang yang
meriwayatkan hadits dari orang yang ia mengambil darinya. Adapun
marwiy adalah hadits yang disampaikan dengan cara periwayatan,
dan yang diriwayatkan ini secara istilah dinamakan dengan matan.
Adapun orang-orang yang meriwayatkannya dinamakan dengan perawi
atau Rijal Al-Isnad.
Maka apabila Imam Bukhari berkata misalnya, “Telah menceritakan
kepada kami Sa’id ibn Yahya ibn Sa’id Al-Quraisyi, dia telah
berkata: Telah menceritakan kepadakami bapakku, dia berkata:
Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah ibn Andillah ibn Abi
Burdah, dari Abi Burdah, dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dia
berkata, “(Para shahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, Islam
apakah yang paling utama?’. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda: ”Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari
lisannya dan tangannya.”
Orang-orang yang telah disebutkan Imam Bukhari ini –mulai dari
Sa’id [i]ibn Yahya ibn Sa’id Al-Quraisyi sampai yang paling
terakhir yaitu Abu Musa[/i]– mereka ini disebut periwayat
hadits. Dan rangkaian mereka disebut sanad, atau rijalul-hadits.
Sedangkan sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
”Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari lisannya dan
tangannya” adalah yang diriwayatkan atau hadits; dinamakan
matan. Dan orang yang meriwayatkan hadits dengan smua rijalnya
yang disebutkan tadi disebut musnid. Sedangkan perbuatannya ini
dinamakan isnad (penyandaran periwayatan).
Dari penjelasan di atas dapat kita kenal istilah-istilah yang
sering dipakai sebagai berikut:
- As-Sanad, dalam bahasa artinya menjadikannya sandaran atau
penopang yang dia menyandarkan kepadanya.
- [size=10pt]Sanad dalam istilah para ahli hadits yaitu: “jalan
yang menghubungkan kepada matan”, atau “susunan para perawi yang
menghubungkan ke matan.” Dinamakan sanad karena para huffadh
bergantung kepadanya dalam penshahihan hadits dan
pendla’ifannya.
- [size=10pt]Al-Isnad adalah mengangkat hadits kepada yang
mengatakannya. Ibnu Hajar mendefiniskannya dengan: “menyebutkan
jalan matan.” Disebut juga: Rangkaian para rijaalul-hadiits yang
menghubungkan ke matan. Dengan demikian maknanya menjadi sama
dengan sanad.
- [size=10pt]Musnid adalah orang yang meriwayatkan hadits dengan
sanadnya.
- [size=10pt]Matan menurut bahasa adalah “Apa yang keras dan
meninggi dari permukaan bumi.”
- [size=10pt]Matan menurut para ahli hadits adalah perkataan
yang terakhir pada penghujung sanad. Dinamakan matan karena
seorang musnid menguatkannya dengan sanad dan mengangkatnya
kepada yang mengatakannya, atau karena seorang musnid menguatkan
sebuah hadits dengan sanadnya. [size=10pt](Tadriibur-Raawi
halaman 5-6 dan Nudhatun-Nadhar Hal. 19)
- Ilmu Rijaalul-Hadiits dinamakan juga dengan Ilmu Tarikh
Ar-Ruwwat (Ilmu Sejarah Perawi) adalah ilmu yang diketahui
dengannya keadaan setiap perawi hadits, dari segi kelahirannya,
wafatnya, guru-gurunya, orang yang meriwayatkan darinya, negeri
dan tanah air mereka, dan yang selain dari itu yang ada
hubungannya dengan sejarah perawi dan keadaan mereka.
[size=15pt]✻ Ilmu Rijaalul-Hadiits (2)
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
Ilmu ini berkaitan dengan perkembangan riwayat. Para ulama
sangat perhatian terhadap ilmu ini dengan tujuan mengetahui para
perawi dan meneliti keadaan mereka. Karena dari situlah mereka
menimba ilmu agama. Muhammad ibn Sirin pernah mengatakan:
”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa
kamu mengambil agamamu.” [color=maroon][size=10pt](Muqaddimah
Shahih Muslim)[/color]
Maka dengan ilmu Tarikh Rijaalil-Hadiits ini akan sangat
membantu untuk mengetahui derajat hadits dan sanad (apakah
sanadnya muttashil atau munqathi')
Dari Abu Ishaq Ibrahim ibn ‘Isa Ath-Thalaqani dia berkata, “Aku
telah berkata kepada Abdullah ibn Al-Mubarak: Wahai Abu
Abdirrahman, hadits yang menyebutkan: Sesungguhnya termasuk
kebaikan hendaknya engkau mendoakan untuk kedua orang tuamu
bersama do'amu, dan engkau berpuasa untuk mereka berdua
bersamaan dengan puasamu”, Maka Abdullah (ibn Al-Mubarak)
berkata, ”Wahai Abu Ishaq, dari siapakah hadits ini?.” Maka aku
katakan: “Ini dari Syihab ibn Khurasy. ”Maka dia berkata, “Dia
itu tsiqah, lalu dari siapa?.” Aku katakan, “Dari Al-Hajjaj ibn
Dinar.” Ia-pun berkata, “Dia pun tsiqah. Lalu dari siapa?.” Aku
katakan, “Dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda…..” Dia (Abdullah ibn Al-Mubarak) berkata: “Wahai Abu
Ishaq, sesungguhnya antara Al-Hajjaj ibn Dinar dan Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terdapat jarak yang sangat jauh.
Akan tetapi tidak ada perselisihan dalam masalah keutamaan
sedekah.”
Demikianlah keistimewaan umat kita dan kaum muslimin. Ibnu Hazm
berkata, “Riwayat orang yang tsiqah dari orang tsiqah yang
sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara
bersambung merupakan kekhususan kaum muslimin yang tidak
dimiliki oleh semua agama.”
Dan Tarikh Ar-Rijal (sejaran para perawi) adalah yang membuka
kedok para perawi pendusta. Sufyan Ats-Tsauri berkata, ”Ketika
menghadapi para perawi berdusta, maka kita menggunakan ilmu
tarikh untuk menghadapi mereka.”
Dari Hafsh ibn Ghiyats bahwasannya dia berkata, ”Apabila kalian
mencurigai atau menuduh seorang Syaikh, maka hitunglah dia
dengan tahun (= maksudnya: Gunakanlah ilmu tarikh). Yaitu
hitunglah oleh kalian umurnya dan umur orang yang menulis
darinya.”
Telah meriwayatkan ‘Ufair ibn Mi’dan dan Al-Kula’i, dia berkata,
”Datang kepada kami Umar ibn Musa di Himsh, lalu kami bergabung
kepadanya di dalam masjid, kemudian dia berkata: “Telah
menceritakan kepada kami Syaikh kalian yang shalih.” Aku katakan
kepadanya, ”Siapakah Syaikh kami yang shalih ini, sebutkanlah
namanya supaya kami mengenalnya!.” Lalu dia menjawab, ”Khalid
ibn Mi’dan.” Aku tanyakan kepadanya, ”Tahun berapa engkau
bertemu dengannya?.” “Aku bertemu dengannya tahun 108”,
jawabnya. “Dimana engkau menemuinya?”, tanyaku. “Dalam
peperangan Armenia”, jawabnya. Maka aku katakan kepadanya,
”Takutlah kepada Allah, wahai Syaikh!! Jangan engkau berdusta,
Khalid ibn Mi’dan meninggal pada tahun 104, lalu negkau
mengatakan bertemu dengannya 4 tahun setelah kematiannya?. Dan
aku tambahkan lagi kepadamu, dia tidak pernah ikut perang di
Armenia, dia hanya ikut memerangi Romawi.”
Dari Al-Hakim ibn Abdillah dia berkata, “Ketika datang kepada
kami Abu Ja’far Muhammad ibn Abdillah Al-Kusysyi dan
menceritakan hadits dari Abd ibn Humaid, aku menanyakan
kepadanya tentang kelahirannya, lalu dia menyebutkan bahwasannya
dia dilahirkan pada tahun 260. Maka aku katakan kepada para
murid kami, “Syaikh ini telah mendengar dari ‘Abd ibn Humaid 13
tahun setekah kematiannya.”
Contoh seperti ini sudah banyak terkumpul dan dibukukan oleh
para ulama dalam kitab-kitab karya mereka. Danberbagai macam
buku karya tentang hal itu banyak bermunculan dengan berbagai
tujuan.
✻ Ilmu Rijaalul-Hadiits (3)
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
Kitab-Kitab tentang Nama-Nama Shahabat Secara Khusus
Ash-Shahabah merupakan jamak dari Shahabi, dan Shahabi secara
bahasa diambil dari kata Ash-Shuhbah, dan ini digunakan atas
setiap orang yang bershahabat dengan selainnya baik sedikit
maupun banyak.
Dan Ash-Shahabi menurut para ahli hadits adalah setiap muslim
yang pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
meskipun tidak lama pershahabatannya dengan beliau dan meskipun
tidak meriwayatkan dari beliau sedikitpun.
Imam Bukhari berkata dalam Shahihnya, “Barangsiapa yang pernah
menemani Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau melihatnya di
antara kaum muslimin, maka dia termasuk dari shahabat-shahabat
beliau.”[/i]
Ibnu Ash-Shalah berkata, “Telah sampai kepada kami dari
Abul-Mudlaffir As-Sam’ani Al-Marwazi, bahwasannya dia berkata:
Para ulama hadits menyebut istilah shahabat kepada setiap orang
yang telah meriwayatkan hadits atau satu kata dari beliau
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan mereka memperluas hingga
kepada orang yang pernah melihat beliau meskipun hanya sekali,
maka ia termasuk dari shahabat. Hal ini karena kemuliaan
kedudukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan diberikanlah
julukan shahabat terhadap setiap orang yang pernah melihatnya.”
Dan dinisbatkan kepada Imam para Tabi’in Sa’id ibn Al-Musayyib
perkataan: “Dapat dianggap sebagai shahabat bagi orang yang
pernah tinggal bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
setahun atau dua tahun, dan ikut berperang bersamanya sekali
atau dua kali peperangan.” Ini yang dihikayatkan para ulama
ushul-fiqh. Akan tetap Al-‘Iraqi membantahnya, “Ini toadk benar
dari Ibnul-Musayyib, karena Jarir ibn Abdillah Al-Bajali
termasuk dari shahabat, padahal dia masuk Islam pada tahun 10
Hijriyah. Para ulama juga menggolongkan sebagai shahabat orang
yang belum pernah ikut perang bersama beliau, termasuk ketika
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat sedangkan orang
itu masih kecil dan belum pernah duduk bersamanya.”
Ibnu Hajar berkata, “Dan pendapat yang paling benar yang aku
pegang, bahwasannya shahabat adalh seorang mukmin yang pernah
berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mati
dalam keadaan Islam, termasuk di dalamnya adalah orang yang
pernah duduk bersama beliau baik lama atau sebentar, baik
meriwayatkannya darinya atau tidak, dan orangyang pernah melihat
beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam walaupun sekali dan belum
pernah duduk dengannya, dan termasuk juga orang yang tidak
melihat beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam karena ada halangan
seperti buta.” [size=10pt](Lihat Shahih Al-Bukhari tentang
kutamaan para shahabat, Ulumul-Hadiits oleh Ibnu Shalah halaman
263, Al-ba’itsul-Hatsits halaman 179, Al-Ishabah 1/4,
Fathul-Mughits 4/29. dan Tadriibur-Rawi halaman 396)
✻ Ilmu Rijaalul-Hadiits (4)
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
Cara Mengetahui Shahabat:
- [size=10pt]Diketahui keadaan seseorang sebagai shahabat secara
mutawatir.
- [size=10pt]Dengan ketenaran, meskipun belum sampai batasan
mutawatir.
- [size=10pt]Riwayat dari seorang shahabat bahwa dia adalah
shahabat.
- [size=10pt]Atau dengan mengkhabarkan dirinya bahwa dia adalah
seorang shahabat.
[size=11pt]Dan diperselisihkan mengenai siapa yang pertama kali
masuk Islam dari kalangan shahabat. Ada yang mengatakan Abu
Bakar Ash-Shiddiq. Ada juga yang mengatakan: Ali ibn Abi Thalib.
Pendapat lain: Zaid ibn Haritsah. Pendapat lain mengatakan:
Khadijah bint Khuwailid. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Khadijah
adalah orang yang pertama membenarkan pengutusan beliau
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara mutlak.
Ke-’adalah-an Shahabat
Menurut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, semua shahabat itu adalah
’adil, karena Allah Ta’ala telah memuji mereka dalam Al-Qur’an;
dan As-Sunnah pun juga telah memuji akhlaq dan perbuatan mereka,
serta pengorbanan mereka kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam baik harta dan jiwa mereka; hanya karena ingin
mendapatkan balasan dan pahala dari Allah Ta’ala.
Adapun pertikaian yang terjadi sesudah beliau Shallallahu
‘Alaihi Wasallam, ada diantaranya yang terjadi karena tidak
disengaja seperti Perang Jamal. Dan ada pula yang terjadi karena
ijtihad mereka seperti Perang Shiffin. Ijtihad bisa salah, bisa
pula benar. Jika salah dimaafkan dan tetap mendapatkan pahala,
dan jika benar maka akan mendapatkan dua pahala.
Dan di antara shahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Abu Hurairah,
Abdullah ibn ‘Umar ibn Al-Khaththab, Anas ibn Malik, ‘Aisyah
Ummul-Mukminin, ‘Abdullah ibn ‘Abbas, Jabir ibn Abdillah
Al-Anshari, dan Abu Sa’id Al-Khudry (Sa’ad ibn Malik ibn Sinan
Al-Anshary).
Dan di antara mereka ada yang sedikit meriwayatkan, atau tidak
meriwayatkan sedikitpun.
Shahabat yang paling terakhir meninggal adalah Abu Thufail ‘Amir
ibn Watsilah Al-Laitsi, meinggal pada tahun 11 Hijriyyah di
Makkah.
Kitab-Kitab Terkenal Mengenai Shahabat
- [size=10pt](a) Kitab Ma’rifat Man Nazala minash-Shahabah
Sa’iral-Buldan, karya Imam Ali ibn Abdillah Al-Madini (Wafat
tahun 234 H). Kitab ini tidak sampai kepada kita.
- [size=10pt](b Kitab Tarikh Ash-Shahabah, karya Muhammad ibn
Isma’il Al-Bukhari (Wafat tahun 245 H). Kitab ini juga tidak
sampai kepada kita.
- [size=10pt](c) Al-Isti’ab fii Ma’rifaatil-Ashhaab, karya Abu
‘Umar ibn Yusuf ibn Abdillah yang masyhur dengan nama Ibnu
‘Abdil-Barr Al-Qurthubi (Wafat tahun 463 H). dan telah dicetak
berulang kali, di dalamnya terdapat 4.225 biografi shahabat pria
maupun wanita.
- [size=10pt](d) Ushuudul-Ghabah fii Ma’rifati Ash-Shahabah,
karya ‘Izzuddin Bul-Hasan Ali ibn Muhammad ibn Al-Atsir
Al-Jazari (Wafat tahun 630 H), dicetak, di dalamnya terdapat
7554 biografi.
- [size=10pt](e) Tajrid Asmaa’ Ash-Shahabah, karya Al-Hafidh
Syamsuddin Abi Abdillah Muhammad ibn Ahmad Adz-Dzahabi (Wafat
tahun 748 H), telah dicetak di India.
- [size=10pt](f) Al-Ishaabah fii Tamyiizi Ash-Shahaabah, karya
Syaikhul-Islam Al-Imam Al-Hafidh Syihabuddin Ahmad ibn Ali
Al-Kinani, yang masyhur dengan nama Ibnu Hajar Al-‘Asqalani
(Wafat tahun 852 H). Dan dia adalah orang yang paling banyak
melalukan pengumpulan dan penulisan. Jumlah kumpulan biografi
yang terdapat dalam Al-Ishaabah adalah 122.798, termasuk dengan
pengulangan, karena ada perbedaan pada nama shahabat atau
ketenarannya dengan kunyah-nya, gelar, atau semacamnya; dan
termasuk pula mereka yang disebut shahabat, namun ternyata
bukan.
[size=15pt]✻ Ilmu Rijaalul-Hadiits (5)
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=275
Penyusunan Kitab Berdasarkan Thabaqat (Generasi)
Di antara penyusun kitab Tarikh Ar-Ruwat, ada yang menyusunnya
berdasarkan tingkat generasi, yang meliputi shahabat, tabi’in,
tabi’ut tabi’in, dan orang yang mengikuti mereka pada tiap
generasi. Thabaqat adalah sekelompok perawi yang hidup dalam
satu masa. Buku tersebut terkadang mencakupi perawi hadits
secara umum dalam setiap thabaqat tanpa terikat pada tempat
tertentu, dan terkadang pula hanya para perawi yang hidup dalam
satu negeri.
Karya terkenal dalam metode thabaqat ini adalah:
- [size=10pt](a) Kitab Ath-Thabaqat, karya Muhammad ibn ‘Umar
Al-Waqidi (Wafat tahun 207 H). Ibnu Nadim telahmenyebutkannya
dalam kitab Al-fahrasaat. Dan Muhammad ibn Sa’ad, juru tulis
Al-Waqidi, dalam bukunya Ath-Thabaqat Al-Kubra banyak menukil
dari kitab tersebut.
- [size=10pt](b) Kitab Ath-Thabaqat Al-Kubraa, karya Muhammad
ibn Sa’ad (Wafat tahun 230 H), dicetak dalam 14 jilid.
- [size=10pt](c) Kitab Thabaqat Ar-Ruwat, karya Khalifah ibn
Khayyath (Wafat tahun 240 H).Ibnu Hajar mengambil darinya, dan
terdapat manuskripnya hingga kini.
- [size=10pt](d) Kitab Ath-Thabaqaat, karya Muslim ibn Al-Hajjaj
Al-Qusyairi (Wafat tahun 261 H) dan tedapat manuskripnya hingga
kini.
- [size=10pt](e) Kitab Ath-Thabaqat, karya Abu Bakar Ahmad ibn
Andillah Al-Barqi (Wafat tahun 270 H), mengambil darinya Ibnu
Hajar dalam Tahdzib Al-tahdzib.
- [size=10pt](f) Kitab Thabaqat Al-Muhadditsiin, karya
Abul-Qasim Maslamah ibn Qasim Al-Andalusi (Wafat tahun 353 H).
- [size=10pt](g) Kitab Thabaqat Al-Muhadditsiin bi Ashbahan wal
Wariidina ‘Alaiha, karya Abu Syaikh ibn Hayyan Al-Anshary (Wafat
tahun 369 H) dan terdapat manuskripnya hingga kini.
- [size=10pt](h) Kitab Thabaqaat Al-Muhadditsiin, karya
Abul-Qasim Abdurrahman ibn Mandah (Wafat tahun 470 H).
[size=11pt]Banyak karya yang sudah hilang, dan yang sampai ke
tangan kita hanya sebagian kecil saja. Dan yang paling tinggi
nilainya adalah kitab Ath-Thabaqat Al-Kubra karya Ibnu Sa’ad.
Dan di antara para penyusun ada yang menulis berdasarkan
negeri-negeri, seperti:
- [size=10pt](a) Tarikh Naisabur, karya Imam Muhammad ibn
Abdillah Al-Hakim An-Naisabury (Wafat tahun 405 H), dia termasuk
kitab yang hilang.
- [size=10pt](b) Tarikh Baghdad, karya Abu Bakar Ahmad ibn Ali
Al-Baghdadi yang dikenal dengan Al-Khathib Al-Baghdadi (Wafat
tahun 463 H), dicetak, dan dia termasuk kitab yang paling
menonjol dan paling banyak manfaatnya.
- [size=10pt](c) Tarikh Dimasyq, karya seorang ahli sejarah Ali
ibn Al-Husain yang dikenal dengan Ibnu ‘Asakir Ad-Dimasyqi
(Wafat tahun 571 H).
[size=11pt] Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 407--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 9:13 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Ilmu Gharibil-Hadits (1)
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=276
Gharibul-Hadits yang dimaksudkan dalam ilmu hadits ini adalah
bertujuan menjelaskan satu hadits yang dalam matannya terdapat
lafadh yang pelik dan susah dipahami, karena jarang dipakai.
Sehingga keberadaan ilmu ini akan membantu dalam memahami hadits
tersebut.
Sejak dimulainya pembukuan (secara sistematis) hadits pada akhir
abad kedua dan awal abad ketiga, para ulama sudah menyusun
buku-buku tentang gharibul-hadits. Orang yang pertama kali
menyusun dalam masalah gharibul-hadits adalah Abu ‘Ubaidah
Mu’ammar ibn Al-Mutsanna At-Taimi (Wafat tahun 210 H).
Buku-Buku yang Terkenal dalam masalah ini:
- Kitab Gharibul-Hadits, karya Abul-Hasan An-Nadlr ibn Syumail
Al-Mazini (Wafat 203 H), salah satu guru Ishaq ibn Rahawaih,
guru Imam Bukhari.
- [size=10pt]Kitab Gharibul-Atsar, karya Muhammad ibn
Al-Mustanir (Wafat 206 H).
- [size=10pt]Kitab Gharibul-Hadits, karya Abu ‘Ubaid Al-Qasim
ibn Salam (Wafat 224 H).
- [size=10pt]Kitab Al-Musytabah minal-Hadits wal-Qur’an, karya
Abu Muhammad Abdullah ibn Muslim ibn Qutaibah Ad-Dainuri (Wafat
276 H).
- [size=10pt]Kitab Gharibul-Hadits, karya Qasim ibn Tsabit ibn
Hazm Sirqisthi (Wafat 302 H).
- [size=10pt]Kitab Gharibul-Hadits, karya Abu Bakar Muhammad ibn
Al-Qasim Al-Anbari (Wafat 328 H).
- [size=10pt]Kitab Gharibul-Qur’an wal-Hadits, karya Abu ‘Ubaid
Al-Harawi Ahmad ibn Muhammad (Wafat 401 H).
- [size=10pt]Kitab Smathuts-Tsurayya fii Ma’ani
Ghariibil-Hadits, karya Abul-Qasim Isma’il ibn Hasan ibn At-Tazi
Al-Baihaqi (Wafat 402 H).
- [size=10pt]Kitab Majma’ Gharaaib fii Gharibil-Hadits, karya
Abul-Hasan Abdul-Ghafir ibn Isma’il ibn Abdul-Ghafir Al-Farisi
(Wafat 529 H).
- [size=10pt]Kitab Al-Fa’iq fii Gharibil-Hadits, karya
Abul-Qasim Jarullah Mahmud ibn ‘Umar ibn Muhammad Az-Zamakhsyari
(Wafat 538 H).
- [size=10pt]Kitab Al-Mughits fii Gharibil-Qur’an wal-Hadits,
karya Abu Musa Muhammad ibn Abi Bakar Al-Madini Al-Asfahani
(Wafat 581 H).
- [size=10pt]Kitab An-Nihayah fii Gharibil-Hadits wal-Atsar,
karya Imam Majdudin Abu Sa’adat Al-Mubarak ibn Muhammad
Al-Jazari Ibnul-Atsir (Wafat 606 H).
[size=15pt]✻ Ilmu Gharibil-Hadits (2)
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=276
Upaya baik para ulama dalam pembukuan dan penjelasan
Gharibul-Hadits ini berakhir pada Ibnul-Atsir. Dalam menyusun
buku, dia berpedoman pada kitab Gharibul-Qur’an wal-Hadits karya
Al-Harawi dan kitab Al-Mughits fii Ghariibil-Qur’an wal-Hadits
karya Abu Musa Muhammad ibn Abi Bakar Al-Madini.
Dan belum diketahui ada orang yang melakukan upaya penyusunan
Gharibul-Hadits setelah ibnul-Atsir kecuali Ibnu Hajib (Wafat
646 H). Setelah itu, upaya para ulama hanya sebatas pada memberi
lampiran dan ikhtishar, atau meringkas terhadap kitab
An-Nihayah.
Di antara ulama yang memberi lampiran pada kitab tersebut adalah
Shafiyyuddin Mahmud ibn Abi Bakar Al-Armawi (Wafat 723 H). Dan
diantara yang melakukan ikhtishar adalah: Syaikh Ali ibn
Husamuddin Al-Hindi, yang dikenal dengan nama Al-Muttaqi (Wafat
975 H), ‘Isa ibn Muhammad Ash-Shafawi (Wafat 953 H) kira-kira
mendekati setengah ukuran kitab, dan Jalaluddin As-Suyuthi
(Wafat 911 H) yang mukhtasharnya dinamakan Ad-Durrun-Natsir
Talkhis Nihayah Ibnul-Atsir.
Pada mulanya kitab Ad-Durrun-Natsir dicetak sebagai hamisy atau
catatan pinggir pada kitab An-Nihayah. Namun kemudian As-Suyuthi
mempunyai inisiatif untuk memisahkan tambahan terhadap kitab
tersebut, dan diberi nama At-Tadzyil a’laa Nihayah Al-Gharib.
Kitab Nihayah juga disusun dalam bentuk syair oleh Imaduddin
Abul-Fida’ Isma’il ibn Muhammad Al-Ba’labaki Al-Hanbali (Wafat
785 H) dengan nama Al-Kifayah fii Nudhum An-Nihayah.
Ibnul-Atsir telah mengatur kitabnya An-Nihayah berdasarkan
urutan huruf hijaiyyah, dan dicetak terakhir kalinya dengan
diteliti dan diperiksa oleh Thahir Ahmad Az-Zawi danMahmud
Muhammad Ath-Thanahi sebanyak lima jilid, dan diterbitkan oleh
Pustaka Daar Ihya Al-Kutub Al-‘Arabiyyah, ‘Isa Al-Babi Al-Halabi
dan rekannya di Mesir.
Ibnul-Atsir menyusun kitabnya An-Nihayah berpedoman pada kitab
Al-Harawi dan Abu Musa Al-Madini, yaitu dengan memberi tanda
atau rumus (ha’) jika mengambil dari kitab Al-Harawi, dan tanda
atau rumus huruf (sin) jika mengambil dari kitab Abu Musa.
Adapun selain dari kedua kitab tersebut dibiarkan tanpa tanda
apapun, untuk membedakan mana yang dari kedua kitab tersebut dan
mana yang dari kitab yang lain. Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 408--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 9:29 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Ilmu ’Ilal Hadits
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=277
’Ilal adalah jamak dari ’ilah yang berarti “penyakit.” ’Illah
menurut istilah ahli hadits adalah suatu sebab yang tersembunyi
yang dapat mengurangi status keshahihan hadits, padahal
dhahirnya tidak nampak kecacatan. Sedangkan ilmu ’ilal hadits
adalah ilmu yang menerangkan sebab-sebab tersembunyi dan tidak
nyata, yang dapat merusakkan hadits. Seperti: menyambung yang
munqathi’, me-marfu’-kan yang mauquf, memasukkan suatu hadits ke
dalam hadits yang lain, menempatkan sanad pada matan yang bukan
semestinya, dan yang serupa itu. Semuanya ini, bila diketahui,
dapat merusakkan keshahihan hadits.
Ilmu ini adalah ilmu yang tersamar bagi banyak ahli hadits. Ia
dapat dikatakan jenis ilmu hadits yang paling dalam dan rumit,
bahkan dapat dikatakan inilah intinya yang termulia. Tidak dapat
diketahui penyakit-penyakit (‘ilal) melainkan oleh ulama yang
mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang martabat-martabat
perawi dan mempunyai kemampuan yang kuat terhadap sanad dan
matan-matan hadits. Ibnu Katsir berkata, “Yang dapat meneliti
ilmu ini adalah para ulama yang ahli, yang dapat membedakan
antara hadits shahih dan saqim (sakit), yang lurus dan yang
bengkok, sesuai tingkatan ilmu, kepandaian, dan ketelitian
mereka terhadap jalan hadits, serta ketajaman perasaan pada
keindahan lafadh hadits Rasulullah yang tidak mungkin menyamai
perkataan manusia.
Di antara beberapa riwayat hadits, ada yang asli, ada yang
mengalami perubahan pada lafadh atau penambahan, atau pemalsuan,
dan seterusnya. Semuanya ini hanya dapat diketahui oleh ulama
yang mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang ilmu ini.
Sedangkan ta’lil dapat disimpulkan dari sanad, hanya dapat
ditunjuk dengan praktek, dan untuk memaparkan contoh-contohnya
di sini akan terlalu panjang. (Al-Ba’itsul-Hatsits Syarh
Ikhtishar Ulumil-Hadits Hal. 64a)
Dari Abdurrahman ibn Mahdi berkata, “Mengetahui ’ilat hadits
bagiku lebih aku sukai daripada menulis sebuah hadits yang bukan
milikku.” Dia juga berkata, “Mengetahui hadits adalah ilham.”
Cara mengetahui ’illah hadits adalah dengan mengumpulkan
beberapa jalan hadits dan mencermati perbedaan perawinya dan
ke-dlabith-an mereka, yang dilakukan oleh orang yang ahli dalam
ilmu ini. Dengan cara ini akan dapat diketahui apakah hadits itu
mu’tal (ada ’illat-nya) atau tidak. Jika menurut dugaan
penelitinya ada ’illat pada hadits tersebut, maka dihukumi
sebagai hadits yang tidak shahih.
Abu Zur’ah ditanya tentang alasannya men-ta’lil hadits, ia
berkata: “Anda bertanya tentang hadits yang ada ’illat-nya, lalu
aku sebutkan ’illat-nya. Kemudian Anda bertanya tentang pendapat
Ibnu Darah –yaitu Muhammad [i]ibn Muslim ibn Darah[/i]– lalu dia
menyebutkan ’illat-nya. Kemudian bertanya lagi tentang pendapat
Abu Hatim Ar-Razi, lalu dia menyebutkan ’illat-nya. Setelah itu
Anda dapat membandingkan pendapat masing-masing dari kami
terhadap hadits tersebut. Jika terdapat perbedaan dalam
’illat-nya, maka ketahuilah bahwa itu berarti setiap kami
berbicara sesuai dengan kehendaknya. Jika terdapat persamaan,
maka itulah hakikat ilmu ini.” Setelah diteliti, ternyata
pendapat mereka sama. Lalu dia berkata, “Aku bersaksi bahwa ilmu
ini memang sebuah ilham.” (Ma’rifatu Ulumil-Hadits Hal. 113)
Pembicaraan tentang ’illat hadits dapat dijumpai pada beberapa
buku, antara lain:
- Nashbur-Rayyah fii Tkahriiji Ahaaditsil-Hidaayah, karya
Al-Hafidh Az-Zaila’i.
- At-Talkhishul-Habiir, karya Ibnu Hajar.
- Fathul-Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, karya Ibnu Hajar juga.
- Nailul-Authar, karya Asy-Syaukani.
- Al-Muhalla, karya Ibnu Hazm Adh-Dhahiri.
- Tahdzib Sunan Abi Dawud, karya Al-‘Allamah Ibnu Qayyim
Al-Jauziyyah.
Buku Terkenal dalam ’Ilal Hadits
Sebagian ulama telah mengkhususkan ’illat hadits dalam satu buku
karangan, ada sebagian tersusun berdasarkan urutan bab fiqh, dan
sebagian lagi berdasarkan sistematikan musnad. Namun pada
umumnya, metode penyusunan karya tentang ’ilal adalah seorang
syaikh menanyakan sebuah hadits dari jalan sanad tertentu, lalu
menyebutkan kesalahan pada sanadnya atau matannya atau pada
keduanya. Kadang pula menyebutkan sebagian jalan yang shahih
sebagai pedoman dalam menjelaskan ’illat hadits yang ditanyakan.
Kadang mengenalkan pada sebagian perawi dan menjelaskan keadaan
mereka baik dari segi kuat dan lemahnya, dan hafalannya, serta
ke-dlabith-annya. Oleh karenanya, sebagian penyusun menamakan
buku mereka dengan At-Tarikh wal-‘Ilal atau Ar-Rijal wal-‘Ilal.
Diantara karya-karya tersebut adalah:
- [size=10pt]Kitab At-Tarikh wal-‘Ilal, karya Al-Hafidh Yahya
ibn Ma’in (Wafat 233 H), diterbitkan dengan judul ’Ilal
Al-Hadits wa Ma’rifat Ar-Rijaal.
- [size=10pt]Kitab ’Ilal Al-Hadits, karya Imam Ahmad ibn Hanbal
(Wafat 241 H).
- [size=10pt]Kitab Al-Musnad Al-Mu’allal karya Al-Hafidh Ya’qub
ibn Syaibah As-Sadusi Al-Bashri (Wafat 262 H).
- [size=10pt]Kitab Al-‘Ilal karya Imam Muhammad ibn ‘Isa
At-Tirmidzi (Wafat 279 H).
- [size=10pt]Kitab ’Ilal Al-Hadits karya Imam Al-Hafidh
Abdurrahman ibn Abi Hatim Ar-Razi (Wafat 327 H), diterbitkan
atas biaya Syaikh Muhammad An-Nashif, Pustaka Salafiyyah.
- [size=10pt]Kitab ’Ilal Al-Waridah fil-Ahaaditsi An-Nabawiyyah
karya Imam Al-Hafidh Ali ibn ‘Umar Ad-Daruquthni (Wafat 385 H.
[size=11pt]Tempat-Tempat Dimana ’Illat Banyak Terdapat dan
Contohnya
’Illat pada hadits erring terdapat pada hadits yang bersambung
sanadnya dalam bentuk mursal, atau pada hadits marfu’ dalam
bentuk mauquf, atau masuknya satu hadits pada hadits lain, atau
selain itu. Hal ini dapat diketahui oleh para ahli dalam bidang
ini dengan cara mengumpulkan beberapa jalan sanad dan
membandingkannya.
Al-Hakim dalam kitabnya ’Ulumul-Hadits telah membagi jenis-jenis
’illat menjadi sepuluh macam, yang dinukil berikut contohnya
oleh Imam As-Suyuthi dalam karyanya Tadribur-Rawi, dengan
kesimpulan sebagai berikut: Bahwa’illat terdapat pada sanad
saja, atau pada matan saja, atau terdapat pada keduanya yaitu
sanad dan matan.
- [size=10pt]Contoh ’illat pada sanad: Hadits yang diriwayatkan
oleh Ya’la ibn ‘Ubaid Ath-Thanafisi, dari Sufyan Ats-Tsauri,
dari ‘Amr ibn Dinar, dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Kedua orang yang berjual beli itu
dapat melakukan khiyar (hak pilih)...” [size=10pt](al-Hadits)
Keterangan: Sanad pada hadits ini adalah muttashil atau
bersambung, diceritakan oleh orang yang ‘adil dari orang yang
‘adil pula; akan tetapi sanadnya tidak shahih karena terdapat
’illat didalamnya. Sedangkan matannya shahih.Letak ’illat-nya,
karena riwayat Ya’la ibn ‘Ubaid terdapat kesalahan pada Sufyan
yang mengatakan: “Amru ibn Dinar”, sedangkan yang benar adalah
“Abdullah ibn Dinar.” Demikian yang diriwayatkan oleh para imam
dan huffadh dari murid-murid Sufyan Ats-Tsauri seperti: Abu
Nu’aim Al-Fadhl ibn Dakin, Muhammad ibn Yusuf Al-Firyabi, dan
Makhlad ibn Yusuf. Mereka semua meriwayatkan dari Sufyan, dari
’Andullah ibn Dinar, dari Ibnu ‘Umar; bukan Amru ibn Dinar dari
Ibnu ‘Umar. (Tadribur-Rawi Hal. 159 dan seterusnya)
Dari Ibnu Abi Hatim berkata, “Aku pernah bertanya kepada ayahku
dan kepada Abu Zur’ah pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
‘Ubaidah ibn Al-Aswad, dari Qasim ibn Walid, dari Qatadah, dari
Sa’id ibn Jubair, dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam tentang membasuh khuff. Keduanya menjawab,
“Salah, yang benar diriwayatkan dari Musa ibn Salamah, dari Ibnu
‘Abbas secara mauquf.” (’Ilalul-Hadits, Ibnu Abi Hatim 1/17)
- Contoh ’illat pada matan: Hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim dalam Shahih-nya dari riwayat Al-Walid ibn Muslim: “Telah
bercerita kepada kami Al-Auza’i, dari Qatadah, bahwasannya dia
pernah menulis surat memberitahukan kepadanya tentang Anas ibn
Malik yang telah bercerita kepadnya, dia berkata, “Aku pernah
shalat di belakang Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Abu Bakar,
‘Umar, dan ‘Utsman, mereka memulainya dengan membaca:
‘Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin dengan tidak menyebut:
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim pada awal maupun akhir bacaan.”
Imam Muslim juga meriwayatkan dari Al-Walid, dari Al-Auza’i,
telah meberitahukan kepadaku Ishaq ibn ‘Abdillah ibn Abi
Thalhah, bahwasanny dia mendengar Anas menyebut demikian.
Ibnush-Shalah dalam kitab ’Ulumul-Hadits berkata, “Sebagian kaum
mengatakan bahwa riwayat tersebut di atas (yang menafikkan
bacaan basmalah) terdapat ’illat. Mereka berpendapat bahwa
kebanyakan riwayat tidak menyebut basmalah tapi membaca hamdalah
di permulaan bacaan, dan ini yang muttafaqun-‘alaih menurut
riwayat Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nya. Mereka mengatakan
bahwa lafadh tersebut adalah riwayat yang dipahaminya secara
maknawi, yaitu lafadh (yang artinya): ”Mereka membuka bacaan
shalat dengan membaca ‘Alhamdilillaahi rabbil-‘aalamiin’;
dipahami bahwa mereka tidak membaca basmalah, maka meriwayatkan
seperti apa yang dipahaminya, dan ternyata salah. Karena
maknanya bahwa surat yang mereka baca adalah surat Al-Fatihah
yang tidak disebutkan di dalmnya basmalah. Ditambah lagi dengan
beberapa hal, yaitu: Shahabat Anas ditanya tentang iftitah
dengan basmalah, lalu dia menyebutkan bahwa dia tidak mengetahui
sesuatu pun dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang
itu. [size=10pt](Tadribur-Rawi, Hal. 164)
[li]Contoh ’illat pada sanad dan matan: Diriwayatkan Baqiyyah
dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu ‘Umar, dari
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Barangsiapa
mendapatkan satu raka’at dari shalat Jum’at dan shalat lainnya,
maka telah mendapatkan shalatnya.” Abu Hatim Ar-Razi berkata,
“Hadits ini sanad dan matannya salah. Yang benar adalah riwayat
Az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang
mendapatkan satu raka’at dari shalat, maka telah
mendapatkannya.” Sedangkan lafadh: ”Shalat Jum’at” tidak ada
dalam hadits ini. Dengan demikian terdapat ’illat pada
keduanya.” Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
Jalan Menerima Hadits dan Bentuk Penyampaiannya Tadribur-Rawi
halaman 236; Ulumul-Hadits halaman 118; Nudhatun-Nadhar halaman
76; dan Taisir Musthalah Al-Hadits halaman 158.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 409--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 9:53 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Jalan Menerima Hadits (Thuruq at-Tahammul)
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=278
Yang dimaksud dengan “jalan menerima hadits” (thuruq
at-tahammul) adalah cara-cara menerima hadits dan mengambilnya
dari Syaikh. Dan yang dimaksud dengan “bentuk penyampaian”
([i]sighatul-ada’) adalah lafadh-lafadh yang digunakan oleh ahli
hadits dalam meriwayatkan hadits dan menyampaikannya kepada
muridnya, misalnya dengan kata: Sami’tu “Aku telah mendengar”;
Haddatsani “telah bercerita kepadaku”; dan yang semisal
dengannya.[/i]
Dalam menerim hadits tidak disyaratkan seorang harus muslim dan
baligh. Inilah pendapat yang benar. Namun ketika
menyampaikannya, disyaratkan harus Islam dan baligh. Maka
diterima riwayat seorang muslim yang baligh dari hadits yang
diterimanya sebelum masuk Islam atau sebelum baligh, dengan
syarat tamyiz atau dapat membedakan (yang haq dan yang bathil)
sebelum baligh. Sebagian ulama memberikan batasan minimal
berumur lima tahun. Namun yang benar adalah cukup batasan tamyiz
atau dapat membedakan. Jika ia dapat memahami pembicaraan dan
memberikan jawaban dan pendengaran yang benar, itulah tamyiz dan
mumayyiz. Jika tidak, maka haditsnya ditolak.
Jalan untuk menerima hadits ada delapan, yaitu as-sama’ atau
mendengar lafadh syaikh; al-qira’ah atau membaca kepada syaikh;
al-ijazah, al-munawalah, al-Kitabah, al-I’lam, al-Washiyyah, dan
al-Wijadah. Berikut ini masing-masing penjelasannya berikut
lafadh-lafadh penyampaian masing-masing:
1. As-Sama’ atau mendengar lafadh syaikh (guru)
Gambarannya: Seorang guru membaca dan murid mendengarkan; baik
guru membaca dari hafalannya atau tulisannya, dan baik murid
mendengar dan menulis apa yang didengarnya, atau mendengar saja,
dan tidak menulis. Menurut jumhur ulama, as-sama’ ini merupakan
bagian yang paling tinggi dalam pengambilan hadits.
Lafadh-lafadh penyampaian hadits dengan cara ini adalah aku
telah mendengar dan telah menceritakan kepadaku. Jika perawinya
banyak: kami telah mendengar dan telah menceritakan kepada kami.
Ini menunjukkan bahwasannya dia mendengar dari sang syaikh
bersama yang lain.
Adapun lafadh: telah berkata kepadaku atau telah menyebutkan
kepadaku, lebih tepat untuk mendengarkan dalam mudzakarah
pelajaran, bukan untuk mendengarkan hadits.
2. Al-Qira’ah atau membaca kepada syaikh. Para ahli hadits
menyebutnya: Al-Ardl
Bentuknya: Seorang perawi membaca hadits kepada seorang syaikh,
dan syaikh mendengarkan bacaannya untuk meneliti, baik perawi
yang membaca atau orang lain yang membaca sedang syaikh
mendengarkan, dan baik bacaan dari hafalan atau dari buku, atau
baik syaikh mengikuti pembaca dari hafalannya atau memegang
kitabnya sendiri atau memegang kitab orang lain yang tsiqah.
Mereka (para ulama) berselisih pendapat tentang membaca kepada
syaikh; apakah dia setingkat dengan as-sama’, atau lebih rendah
darinya? Yang benar adalah lebih rendah dari as-sama’.
Ketika menyampaikan hadits atau riwayat yang dibaca si perawi
menggunakan lafadh-lafadh: aku telah membaca kepada fulan atau
telah dibacakan kepadanya dan aku mendengar orang membaca dan ia
menyetujuinya.
Lafadh as-sama’ berikutnya adalah yang terikat dengan lafadh
qira’ah seperti: haddatsana qira’atan ‘alaih – (ia menyampaikan
kepada kami melalui bacaan orang kepadanya). Namun yang umum
menurut ahli hadits adalah dengan menggunakan lafadh akhbarana
saja tanpa tambahan yang lain.
3. Al-Ijazah
Yaitu: Seorang Syaikh mengijinkan muridnya meriwayatkan hadits
atau riwayat, baik dengan ucapan atau tulisan. Gambarannya:
Seorang syaikh mengatakan kepada salah seorang muridnya: Aku
ijinkan kepadamu untuk meriwayatkan dariku demikian. Di antara
macam-macam ijazah adalah:
- (a) Syaikh mengijazahkan sesuatu yang tertentu kepada seorang
yang tertentu. Misalnya dia berkata, “Aku ijazahkan kepadamu
Shahih Bukhari.” Di antara jenis-jenis ijazah, inilah yang
paling tinggi derajatnya.
- [size=10pt](b) Syaikh mengijazahkan orang yang tertentu dengan
tanpa menentukan apa yang diijazahkannya. Seperti mengatakan,
“Aku ijazahkan kepadamu untuk meriwayatkan semua riwayatku.”
- [size=10pt](c) Syaikh mengijazahkan kepada siapa saja (tanpa
menentukan) dengan juga tidak menentukan apa yang diijazahkan,
seperti mengatakan, “Aku ijazahkan semua riwayatku kepada semua
orang pada jamanku.”
- [size=10pt](d) Syaikh mengijazahkan kepada orang yang tidak
diketahui atau majhul. Seperti dia mengatakan, “Aku ijazahkan
kepada Muhammad ibn Khalid Ad-Dimasyqi”; sedangkan di situ
terdapat sejumlah orang yang mempunyai nama seperti itu.
- [size=10pt](e) Syaikh memberikan ijazah kepada orang yang
tidak hadir demi mengikutkan mereka yang hadir dalam majelis.
Umpamanya dia berkata, “Aku ijazahkan riwayat ini kepada si
fulan dan keturunannya.”
Bentuk pertama (a) dari beberapa bentuk di atas adalah
diperbolehkan menurut jumhur ulama, dan ditetapkan sebagai
sesuatu yang diamalkan. Dan inilah pendapat yang benar.
Sedangkan bentuk-bentuk yang lain, terjadi banyak perselisihan
di antara para ulama. Ada yang bathil lagi tidak berguna.
Lafadh-lafadh yang dipakai dalam menyampaikan riwayat yang
diterima dengan jalur ijazah adalah ajaza li fulan (beliau telah
memberikan ijazah kepada si fulan), haddatsana ijaazatan –
حدثنا
إجازة, akhbarana ijaazatan, dan
anba-ana ijaazatan (beliau telah memberitahukan kepada kami
secara ijazah).
[size=12pt]4. Al-Munaawalah atau menyerahkan
Al-Munawalah ada dua macam:
- [size=10pt](a) Al-Munawalah yang disertai dengan ijazah. Ini
tingkatannya paling tinggi di antara macam-macam ijazah secara
muthlaq. Seperti jika seorang syaikh memberikan kitabnya kepada
sang murid, lalu mengatakan kepadannya, “Ini riwayatku dari si
fulan, maka riwayatkanlah dariku.” Kemudian buku tersebut
dibiarkan bersamanya untuk dimiliki atau dipinjamkan untuk
disalin. Maka diperbolehkan meriwayatkan dengan seperti ini, dan
tingkatannya lebih rendah daripada as-sama’ dan al-qira’ah.
- [size=10pt](b) Al-Munawalah yang tidak diiringi ijazah.
Seperti jika seorang syaikh memberikan kitabnya kepada sang
murid dengan hanya mengatakan: ”Ini adalah riwayatku.” Yang
seperti ini tidak boleh diriwayatkan berdasarkan pendapat yang
shahih.
Lafadh-lafadh yang dipakai dalam menyampaikan hadits atau
riwayat yang diterima dengan jalan munawalah ini adalah jika si
perawi berkata: Nawalanii wa Ajazanii, atau Haddatsanaa
Munawalatan wa Ijazatan, atau Akhbarana Munawalatan.
[size=12pt]5. Al-Kitabah
Yaitu: Seorang Syaikh menulis sendiri atau dia menyuruh orang
lain menulis riwayatnya kepada orang yang hadirs di tempatnya
atau yang tidak hadir di situ. Kitabah ada 2 macam:
- [size=10pt](a) Kitabah yang disertai dengan ijazah, seperti
perkataan syaikh, “Aku ijazahkan kepadamu apa yang aku tulis
untukmu”, atau yang semisal dengannya. Dan riwayat dengan cara
ini adalah shahih karena kedudukannya sama kuat dengan
munaawalah yang disertai ijazah.
- [size=10pt](b) Kitabah yang tidak disertai dengan ijazah,
seperti syaikh menulis sebagian hadits untuk muridnya dan
dikirimkan tulisan itu kepadanya, tapi tidak diperbolehkan untuk
meriwayatkannya. Di sini terdapat perselisihan hukum
meriwayatkannya. Sebagian tidak memperbolehkan, dan sebagian
yang lain memperbolehkannya jika diketahui bahwa tulisan
tersebut adalah karya syaikh itu sendiri.
[size=12pt]6. Al-I’lam (memberitahu)
Yaitu: Seorang syaikh memberitahu seorang muridnya bahwa hadits
ini atau kitab ini adalah riwayatnya dari si fulan, dengan tidak
disertakan ijin untuk meriwayatkan daripadanya.
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum meriwayatkan dengan
cara al-I’lam. Sebagian membolehkan dan sebagian yang lain tidak
membolehkannya. Ketika menyampaikan riwayat dengan cara ini, si
perawi berkata: A’lamanii syaikhi (guruku telah memberitahu
kepadaku).
[size=12pt]7. Al-Washiyyah (mewasiati)
Yaitu: Seorang syaikh mewasiatkan di saat mendekati ajalnya atau
dalam perjalanan, sebuah kitab yang ia wasiatkan kepada sang
perawi. Riwayat yang seorang terima dengan jalan wasiat ini
boleh dipakai menurut sebagian ulama, namun yang benar adalah
tidak boleh dipakai.
Ketika menyampaikan riwayat dengan wasiat ini perawi mengatakan:
Aushaa ilaya fulaanun bi kitaabin – أوصى
إلي فلان
بكتاب (si fulan telah meqasiatkan
kepadaku sebuah kitab), atau haddatsanii fulaanun washiyyatan –
حدثني فلان
وصية (si fulan telah bercerita kepadaku
dengan sebuah wasiat).
8. Al-Wijaadah (mendapat)
Yaitu: Seorang perawi mendapat hadits atau kitab dengan tulisan
seorang syaikh dan ia mengenal syaikh itu, sedang
hadots-haditsnya tidak pernah didengarkan ataupun ditulis oleh
si perawi. Wijadah ini termasuk hadits munqathi’, karena si
perawi tidak menerima sendiri dari orang yang menulisnya.
Dalam menyampaikan hadits atau kitab yang didapati dengan jalan
wijadah ini, si perawi berkata, “Wajadtu bi kaththi fulaanin”
(aku mendapat buku ini dengan tulisan si fulan), atau ”qara’tu
bi khththi fulaanin” (aku telah membaca buku ini dengan tulisan
si fulan); kemudian menyebutkan sanad dan matannya.
Al-Muhkam dan Mukhtaliful-Hadits ini merupakan pembahasan dari
macam-macam hadits maqbul (yang diterima), antara yang dapat
diamalkan dan tidak dapat diamalkan. Selain Al-Muhkam dan
Mukhtaliful-Hadits ini, masih ada pembahasan lain tentang Hadits
Nasikh dan Mansukh. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 410--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 10:23 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Al-Muhkam dan Mukhtaliful-Hadits
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=279
[size=12pt]Definisi Al-Muhkam: Al-Muhkam menurut bahasa artinya
yang dikokohkan, atau yang diteguhkan. Sedangkan menurut istilah
ilmu hadits adalah: “hadits yang diterima yang maknanya tidak
bertentangan dengan hadits lain yang semisal dengannya.”
Kebanyakan hadits adalah termasuk jenis ini, sedangkan hadits
yang bertentangan jumlahnya sedikit.[/size]
✻ Definisi Mukhtaliful-Hadits
Mukhtalif artinya adalah yang bertentangan atau yang berselisih.
Mukhtaliful-Hadits adalah hadits yang sampai kepada kita, namun
saling bertentangan maknanya satu sama lain. Sedangkan definisi
secara istilah adalah: “hadits yang diterima namun pada
dhahirnya kelihatan bertentangan dengan hadits maqbul lainnya
dalam maknanya, akan tetapi memungkinkan untuk dikompromikan
antara keduanya.”
Apa yang Harus Dilakukan untuk Mendudukkan Dua Hadits Maqbul
yang Mukhtalaf Ini? Para ulama menggunakan dua jalan:
- Thariqatul-Jam’i, yaitu bila memungkinkan untuk menggabungkan
dan mengkompromikan antara keduanya, maka keduanya dikompromikan
dan wajib diamalkan.
- [size=10pt]Thariqatut-Tarjih, yaitu bila tidak memungkinkan
untuk dikompromikan, maka:
[li][size=10pt](a) Jika diketahui salah satunya nasikh dan yang
lain mansukh, maka kita dahulukan yang nasikh lalu kita amalkan,
dan kita tingalkan yang mansukh.
- [size=10pt](b) Jika tidak diketahui nasikh dan mansukhnya,
maka kita cari mana yang lebih kuat di antara keduanya lalu kita
amalkan, dan kita tinggalkan yang lemah.
- [size=10pt](c) Jika tidak memungkinkan untuk ditarjih, maka
tidak boleh diamalkan keduanya sampai jelas dalil yang lebih
kuat.
[/li]
[size=12pt]✻ Pengertian-Pengertian Dasar
Rawi artinya yang meriwayatkan, dan yang menceritakan.
Sanad artinya rentetan, rantai, jalur orang-orang pembawa kabar
(rawi) yang ada diantara imam pencatat hadits dengan pembawa
kabar yang terakhir.
Dalam kitab-kitab hadits ringkasan yang banyak saat ini,
biasanya hanya kita jumpai awal sanad (misalnya Imam Muslim) dan
akhir sanad (misalnya Anas ibn Malik).
Matan, yakni lafazh-lafazh yang terletak sesudah rawi dari akhir
sanad.
‘Adl maksudnya muslim, yang baligh, berakal, tidak mengerjakan
dosa2 dan selamat dari sesuatu yang mengurangi kesempurnaan
dirinya (untuk bisa jadi rawi yang terpakai).
Dlabith maksudnya orang yang hafazh, baik karena hafal di dalam
dirinya atau karena memiliki kitab yang ditulisi dgn haditsnya.
Syadz maksudnya keganjilan2. Sanad atau matan hadits tersebut
diriwayatkan oleh rawi terpercaya namun isinya menyalahi riwayat
orang yang lebih terpercaya darinya, atau menyalahi riwayat
beberapa org yg sama2 terpercaya (ini gunanya pembahasan
thabaqah-thabaqah / tingkatan-tingkatan rawi).
‘Illah: penyakit. Hadits yang zhahirnya terlihat baik sanad
maupun matannya pdhal setelah diteliti tidak demikian.
Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 411--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 10:37 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Hadits Nasikh dan Mansukh
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=280
Definisi: Naskh menurut bahasa mempunyai dua makna, yaitu:
menghapus dan menukil. Sehingga seolah-olah orang yang menasakh
itu telah menghapuskan yang mansukh, lalu memindahkan atau
menukilkannya kepada hukum yang lain. Sedangkan menurut istilah,
naskh adalah “pengangkatan yang dilakukan oleh Penetap Syari’at
terhadap suatu hukum yang datang terdahulu dengan hukum yang
datang kemudian.”
● Bagaimana Cara Mengetahui Nasikh dan Mansukh?
Nasikh dan mansukh dapat diketahui dengan salah satu dari
beberapa hal berikut:
- Pernyataan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
seperti sabda beliau: ”Aku dahulu pernah melarang kalian untuk
berziarah kubur. Maka (sekarang) berziarahlah kalian, karena hal
itu dapat mengingatkan akhirat.” [size=10pt](HR. Muslim)
- Perkataan shahabat.
- [size=10pt]Mengetahui sejarah, seperti hadits Syaddad ibn
‘Aus: ”Orang yang membekam dan yang dibekam batal puasanya.”
[size=10pt](HR. Abu Dawud); dinasakh oleh hadits Ibnu ‘Abbas:
”Bahwasannya Rasulullah [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berbekam
sedangkan beliau sedang ihram dan berpuasa.”[/i] (HR. Muslim).
Dalam salah satu jalur sanad Syaddad dijelaskan bahwa hadits itu
diucapkan pada tahun 8 hijriyah ketika terjadi Fathu Makkah;
sedangkan Ibnu ‘Abbas menemani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam dalam keadaan ihram pada saat haji wada' tahun 10
hijriyah.
- Ijma’ Ulama’; Seperti hadits yang berbunyi: "Barangsiapa yang
meminum khamr maka cambuklah dia, dan jika dia kembali
mengulangi yang keempat kalinya, maka bunuhlah dia.”
[size=10pt](HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Imam Nawawi berkata,
“Ijma’ ulama menunjukkan adanya naskh terhadap hadits ini.” Dan
ijma’ tidak bisa dinasakh dan tidak bisa menasakh, akan tetapi
menunjukkan adanya nasikh.
● Pentingnya Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadits
Mengetahui nasikh dan mansukh merupakan suatu keharusan bagi
siapa saja yang ingin mengkaji hukum-hukum syari’ah, karena
tidak mungkin dapat menyimpulkan suatu hukum tanpa mengetahui
dalil-dalil nasikh dan mansukh. Oleh sebab itu, para ulama
sangat memperhatikan ilmu tersebut dan menganggapnya sebagai
satu ilmu yang sangat penting dalam bidang ilmu hadits.
Mereka mendefinisikannya sebagai berikut: “Ilmu nasikh dan
mansukh adalah ilmu yang membahas tentang hadits-hadits yang
bertentangan yang tidak mungkin dikompromikan, dimana salah satu
hadits dihukumi sebagai nasikh dan yang lain sebagai mansukh.
Hadits yang lebih dahulu disebut mansukh, dan hadits yang datang
kemudian menjadi nasikh.”
[size=12pt]● Karya-Karya yang Disusun Tentang Nasikh dan
Mansukh
Sebagian 'Ulama menyusun buku tentang nasikh dan mansukh dalam
hadits, diantaranya:
- [size=10pt]An-Nasikh wal-Mansukh, karya Qatadah ibn Di’amah
As-Sadusi (Wafat 118 H), namun tidak sampai ke tangan kita.
- [size=10pt]Nasikhul-Hadits wa Mansukhihi, karya ahli hadits
‘Iraq, Abu Hafsh Umar Ahmad Al-Baghdadi, yang dikenal dengan
Ibnu Syahin (Wafat 385 H).
- [size=10pt]Nasikhul-Hadits wa Mansukhihi, karya Al-Hafidh Abu
Bakar Ahmad ibn Muhammad Al-Atsram (Wafat 261 H), shahabat Imam
Ahmad.
- [size=10pt]Al-I’tibar fin-Nasikh wal-Mansukh minal-Atsar,
karya Imam Al-Hafidh An-Nassabah Abu Bakar Muhammad ibn Musa
Al-Hazimi Al-Hamadani (Wafat 584 H).
- [size=10pt]An-Nasikh wal-Mansukh, karya Abul-Faraj Abdurrahman
ibn ‘Ali, atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnul-Jauzi.
[size=11pt] Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 412--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
DIR By: iscm
Date: January 13, 2024, 10:54 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Ilmu Takhrij dan Studi Sanad
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=281
Pengertian Takhrij menurut bahasa mempunyai beberapa makna. Yang
paling mendekati di sini adalah berasal dari kata kharaja yang
artinya nampak dari tempatnya, atau keadaannya, dan terpisah,
dan kelihatan. Demikian juga kata al-ikhraj yang artinya
menampakkan dan memperlihatkannya. Dan al-makhraj artinya
artinya tempat keluar; dan akhrajal-hadits wa kharrajahu artinya
menampakkan dan memperlihatkan hadits kepada orang dengan
menjelaskan tempat keluarnya. Takhrij menurut istilah adalah
menunjukkan tempat hadits pada sumber aslinya yang mengeluarkan
hadits tersebut dengan sanadnya dan menjelaskan derajatnya
ketika diperlukan.
✻ Sejarah Takhrij Hadits
Penguasaan para ulama terdahulu terhadap sumber-sumber As-Sunnah
begitu luas, sehingga mereka tidakmerasa sulit jika disebutkan
suatu hadits untuk mengetahuinya dalam kitab-kitab As-Sunnah.
Ketika semangat belajar sudah melemah, mereka kesulitan untuk
mengetahui tempat-tempat hadits yang dijadikan sebagai rujukan
para ulama dalam ilmu-ilmu syar’i. Maka sebagian dari ulama
bangkit dan memperlihatkan hadits-hadits yang ada pada sebagian
kitab dan menjelaskan sumbernya dari kitab-kitab As-Sunnah yang
asli, menjelaskan metodenya, dan menerangkan hukumnya dari yang
shahih atas yang dla’if. Lalu muncullah apa yang dinamakan
dengan ”Kutub At-Takhrij” (buku-buku takhrij), yang diantaranya
adalah:
- Takhrij Ahaadits Al-Muhadzdzab; Karya Muhammad ibn Musa
Al-Hazimi Asy-Syafi’i (Wafat 548 H). Dan kitab Al-Muhadzdzab ini
adalah kitab mengenai fiqih madzhab Asy-Syafi’I karya Abu Ishaq
Asy-Syairazi.
- [size=10pt]Takhrij Ahaadits Al-Mukhtashar Al-Kabir li Ibni
Al-Hajib; Karya Muhammad ibn Ahmad Abdul-Hadi Al-Maqdisi (Wafat
744 H).
- [size=10pt]Nashbur-Rayah li Ahaadits Al-Hidyah li
Al-Marghinani; Karya Abdullah ibn Yusuf Az-Zaila’i (Wafat 762
H).
- [size=10pt]Takhrij Ahaadits Al-Kasyaf li Az-Zamakhsyari; Karya
Al-Hafidh Az-Zaila’i juga (Ibnu Hajar juga menulis takhrij untuk
kitab ini dengan judul Al-Kafi Asy-Syaafi fii Takhrij Ahaadits
Asy-Syaafi).
- [size=10pt]Al-Badrul-Munir fii Takhrijil-Ahaadits wal-Atsar
Al-Waqi’ah fisy-Syarhil-Kabir li Ar-Rafi’i; Karya Umar ibn ‘Ali
ibn Mulaqqin (Wafat 804 H).
- [size=10pt]Al-Mughni ‘an Hamlil-Asfaar fil-Asfaar fii Takhriji
maa fil-Ihyaa’ minal-Akhbar; Karya Abdurrahman ibn Al-Husain
Al-‘Iraqi (Wafat tahun 806 H).
- [size=10pt]Takhrij Al-Ahaadits allati Yusyiiru
ilaihat-Tirmidzi fii Kulli Baab; Karya Al-Hafidh Al-‘Iraqi juga.
- [size=10pt]At-Talkhiisul-Habiir fii Takhriji Ahaaditsi Syarh
Al-Wajiz Al-Kabir li Ar-Rafi’i; Karya Ahmad ibn Ali ibn Hajar
Al-‘Asqalani (Wafat 852 H).
- [size=10pt]Ad-Dirayah fii Takhriji Ahaaditsil-Hidayah; Karya
Al-Hafidh Ibnu Hajar juga.
- [size=10pt]Tuhfatur-Rawi fii Takhriji Ahaaditsil-Baidlawi;
Karya ‘Abdurrauf Ali Al-Manawi (Wafat 1031 H).
[size=11pt]Contoh: Berikut ini contoh takhrij dari kitab
At-Talkhiisul-Habiir (Karya Ibnu Hajar):
Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits ‘Ali
bahwasannya Al-‘Abbas meminta kepada Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam tentang mempercepat pembayaran zakat sebelum
sampai tiba haul-nya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam memberikan keringanan untuknya. Diriwayatkan oleh
Ahmad, para penyusun kitab Sunan, Al-Hakim, Ad-Daruquthni, dan
Al-Baihaqi; dari hadits Al-Hajjaj ibn Dinar, dari Al-Hakam, dari
Hajiyah ibn ‘Adi, dari ‘Ali. Dan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi
dari riwayat Israil, dari Al-Hakam, dari Hajar Al-‘Adawi, dari
‘Ali. Ad-Daruquthni menyebutkan adanya perbedaan tentang riwayat
dari Al-Hakam. Dia menguatkan riwayat Manshur dari Al-Hakam dari
Al-Hasan ibn Muslim ibn Yanaq dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam dengan derajat mursal. Begitu juga Abu Dawud
menguatkannya. Al-Baihaqi berkata, ”Imam Asy-Syafi’I berkata:
‘Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwasannya
beliau mendahulukan zakat harta Al-‘Abbas sebelum tiba masa haul
(setahun), dan aku tidak mengetahui apakah ini benar atau
tidak?’. Al-Baihaqi berkata, “Demikianlah riwayat hadits ini
dari saya. Dan diperkuat dengan hadits Abi Al-Bakhtari dari
‘Ali, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Kami sedang membutuhkan lalu kami minta Al-‘Abbas untuk
mendahulukan zakatnya untuk dua tahun.” Para perawinya tsiqah,
hanya saja dalam sanadnya terdapat inqitha’. Dan sebagian lafadh
menyatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda
kepada ‘Umar, “Kami pernah mempercepat harta Al-‘Abbas pada awal
tahun.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thayalisi dari hadits
Abi Rafi’.” [size=10pt](At-Talkhiisul-Habiir Hal. 162-163)
✻ Metode Takhrij
Dalam takhrij terdapat beberapa macam metode yang diringkas
dengan mengambil pokok-pokoknya sebagai berikut:
Metode Pertama, takhrij dengan cara mengetahui perawi hadits
dari shahabat. Metode ini dikhususkan jika kita mengetahui nama
shahabat yang meriwayatkan hadits, lalu kita mencari bantuan
dari tiga macam karya hadits:
- [size=10pt]Al-Masaanid (musnad-musnad): Dalam kitab ini
disebutkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh setiap shahabat
secara tersendiri. Selama kita telah mengetahui nama shahabat
yang meriwayatkan hadits, maka kita mencari hadits tersebut
dalam kitab al-masaanid hingga mendapatkan petunjuk dalam satu
musnad dari kumpulan musnad tersebut.
- [size=10pt]Al-Ma’aajim (mu’jam-mu’jam): Susunan hadits di
dalamnya berdasarkan urutan musnad para shahabat atau syuyukh
(guru-guru) atau bangsa (tempat asal) sesuai huruf kamus
(hijaiyyah). Dengan mengetahui nama shahabat dapat memudahkan
untuk merujuk haditsnya.
- [size=10pt]Kitab-kitab Al-Athraf: Kebanyakan kitab-kitab
al-athraf disusun berdasarkan musnad-musnad para shahabat dengan
urutan nama mereka sesuai huruf kamus. Jika seorang peneliti
mengetahui bagian dari hadits itu, maka dapat merujuk pada
sumber-sumber yang ditunjukkan oleh kitab-kitab al-athraf tadi
untuk kemudian mengambil hadits secara lengkap.
[size=11pt]Metode Kedua, takhrij dengan mengetahui permulaan
lafadh dari hadits
Cara ini dapat dibantu dengan:
- [size=10pt]Kitab-kitab yang berisi tentang hadits-hadits yang
dikenal oleh orang banyak, misalnya: Ad-Durarul-Muntatsirah
fil-Ahaaditsil-Musytaharah karya As-Suyuthi; Al-Laali
Al-Mantsuurah fil-Ahaaditsl-Masyhurah karya Ibnu Hajar;
Al-Maqashidul-Hasanah fii Bayaani Katsiirin
minal-Ahaaditsil-Musytahirah ‘alal-Alsinah karya As-Sakhawi;
Tamyiizuth-Thayyibminal-Khabits fiimaa Yaduru ‘ala
Alsinatin-Naas minal-Hadiits karya Ibnu Ad-Dabi’ Asy-Syaibani;
Kasyful-Khafa wa Muziilul-Ilbas ‘amma Isytahara minal-Ahaadits
‘ala Alsinatin-Naas karya Al-‘Ajluni.
- [size=10pt]Kitab-kitab hadits yang disusun berdasarkan urutan
huruf kamus, misalnya: Al-Jami’ush-Shaghiir
minal-Ahaaditsil-Basyir An-Nadzir karya As-Suyuthi.
- [size=10pt]Petunjuk-petunjuk dan indeks yang disusun para
ulama untuk kitab-kitab tertentu, misalnya: Miftah Ash-Shahihain
karya At-Tauqadi; Miftah At-Tartiibi li Ahaaditsi Tarikh
Al-Khathib karya Sayyid Ahmad Al-Ghumari; Al-Bughiyyah fii
Tartibi Ahaaditsi Shahih Muslim karya Muhammad Fuad Abdul-Baqi;
Miftah Muwaththa’ Malik karya Muhammad Fuad Abdul-Baqi.
[size=11pt]Metode Ketiga, takhrij dengan cara mengetahui kata
yang jarang penggunaannya oleh orang dari bagian mana saja dari
matan hadits
Metode ini dapat dibantu dengan Kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras li
Alfaadzil-Hadits An-Nabawi, berisi sembilan kitab yang paling
terkenal diantara kitab-kitab hadits, yaitu: Kutubus-Sittah,
Muwaththa’ Imam Malik, Musnad Ahmad, dan Musnad Ad-Darimi. Kitab
ini disusun oleh seorang orientalis, yaitu Dr. Vensink
(meninggal 1939 M), seorang guru bahasa Arab di Universitas
Leiden Belanda; dan ikut dalam menyebarkan dan mengedarkannya
kitab ini adalah Muhammad Fuad Abdul-Baqi.
[size=11pt]Metode Keempat, takhrij dengan cara mengetahui tema
pembahasan hadits
Jika telah diketahui tema dan objek pembahasan hadits, maka bisa
dibantu dalam takhrij-nya dengan karya-karya hadits yang disusun
berdasarkan bab-bab dan judul-judul. Cara ini banyak dibantu
dengan kitab Miftah Kunuz As-Sunnah yang berisi daftar isi
hadits yang disusun berdasarkan judul-judul pembahasan. Kitab
ini disusun oleh seorang orientalis berkebangsaan Belanda yang
bernama Dr. Arinjan Vensink juga. Kitab ini mencakup daftar isi
untuk 14 kitab hadits yang terkenal, yaitu:
- [size=10pt]Shahih Bukhari
- [size=10pt]Shahih Muslim
- [size=10pt]Sunan Abu Dawud
- [size=10pt]Jami’ At-Tirmidzi
- [size=10pt]Sunan An-Nasa’i
- [size=10pt]Sunan Ibnu Majah
- [size=10pt]Muwaththa’ Malik
- [size=10pt]Musnad Ahmad
- [size=10pt]Musnad Abu Dawud Ath-Thayalisi
- [size=10pt]Sunan Ad-Darimi
- [size=10pt]Musnad Zaid ibn ‘Ali
- [size=10pt]Sirah Ibnu Hisyam
- [size=10pt]Maghazi Al-Waqidi
- [size=10pt]Thabaqat Ibnu Sa’ad
[size=11pt]Dalam menyusun kitab ini, penyusun (Dr. Vensink)
menghabiskan waktunya selama 10 tahun, kemudian diterjemahkan ke
dalam bahasa Arab dan diedarkan oleh Muhammad Fuad Abdul-Baqi
yang menghabiskan waktu untuk itu selama 4 tahun.
[size=12pt]✻ Studi Sanad Hadits
Yang dimaksudkan dengan studi sanad hadits adalah mempelajari
mata rantai para perawi yang ada dalam sanad hadits. Yaitu
dengan menitikberatkan pada mengetahui biografi, kuat lemahnya
hafalan serta penyebabnya, mengetahui apakah mata rantai sanad
antara seorang perawi dengan yang lain bersambung atau terputus,
dengan mengetahui waktu lahir dan wafat mereka, dan mengetahui
segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Jarh wat-Ta’dil.
Setelah mempelajari semua unsur yang tersebut di atas, kemudian
kita dapat memberikan hukum kepada sanad hadits. Seperti
mengatakan, “Sanad hadits ini shahih, Sanad hadits ini lemah,
atau Sanad hadits ini dusta.” Ini terkait dengan memberikan
hukum kepada sanad hadits.
Sedangkan dalam memberikan hukum kepada matan hadits, disamping
melihat semua unsur yang tersebut di atas, kita harus melihat
unsur-unsur yang lain. Seperti meneliti lebih jauh matannya
untuk mengetahui apakah isinya bertentangan dengan riwayat
perawi yang lebih terpercaya atau tidak. Dan apakah di dalamnya
terdapat illat yang dapat menjadikannya tertolak atau tidak.
Kemudian setelah itu kita memberikan hukum kepada matan
tersebut. Seperti dengan mengatakan: “Hadits ini shahih” atau
“Hadits ini dla’if.” Memberikan hukum kepada matan hadits lebih
sulit daripada memberikan hukum kepada sanad. Tidak ada yang
mampu melakukannya kecuali yang ahli dalam bidang ini dan sudah
menjalaninya dalam kurun waktu yang lama.
Dalam studi sanad ini, buku-buku yang dapat digunakan untuk
membantu adalah buku-buku yang membahas tentang Al-Jarh
wat-Ta’dil serta biografi para perawi. Telah disebutkan beberapa
buku terkenal yang membahas di bidang ini ketika dibicarakan
tentang Ilmu Al-Jarh wat-Ta’dil serta biografi para perawi
hadits.
Ilmu tentang Takhrij Hadits ini merupakan muara dari ilmu-ilmu
hadits yang dapat memberikan justifikasi tentang keshahihan atau
kedla’ifan suatu hadits, sehingga hadits tersebut dapat
diamalkan atau ditolak. Ꞁ[size=8pt]1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
(SUMBER: Taysîr Mushthalah al-Hadîts)
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
#Post#: 1105--------------------------------------------------
Re: ۩۞۩ Muhadiddtsin: Ilmu Al-Jarh Wat-Ta’dil
DIR By: Host
Date: October 15, 2024, 2:45 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ ۩۞۩ MUHADIDDTSIN
September 17, 2024 Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=284
- Penulisan dan Penghimpunan Al-Qur’an
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=240
▶(GOTO Article)
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-penulisan-dan-penghimpunan-al-quran/
- Pembukuan dan Kitab-Kitab Hadits
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=241
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-pembukuan-dan-kitab-kitab-hadits/
- Abu Hurairah Periwayat Hadits terbanyak
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=242
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-abu-hurairah-periwayat-hadits-terbanyak/
- Jumlah Hadits (Abu Dawud, Nasa’i, Timidzi, Ibnu Majah)
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=243
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-jumlah-hadits-(abu-dawud-nasai-timidzi-ibnu-majah)/
- Shahih Bukhari dan Shahih Muslim Kitab Hadits paling Shahih
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=388
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-shahih-bukhari-dan-shahih-muslim-kitab-hadits-paling-s/
- Siapa itu Ulama Ahlul Hadits
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=244
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-siapa-itu-ulama-ahlul-hadits/
- Para Imam Ahlussunnah Ashabul Hadits
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=245
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-para-imam-ahlussunnah-ashabul-hadits/
- Tabi’in menurut Hadits
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=246
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-tabiin-menurut-hadits/
- Ilmu Al-Jarh Wat-Ta’dil
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=284
▶
HTML http://iscm.createaforum.com/176917581769-muhadiddtsin/176917581769-muhadiddtsin-ilmu-al-jarh-wat-tadil/
✻ ۩۞۩ PENUTUP
[size=11pt]Demikian perjalanan hidup para ‘Ulama Ahlul Hadits
dibuat dan disalin kembali (Forum), semoga dapat menambah
pengetahuan kita dalam mengenal generasi terbaik ummat ini.
Mereka itulah 3 (tiga) Angkatan yang dinilai oleh Rasulullah
[i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai generasi terbaik ummat
Islam.[/i]
Rasulullah صلى ا لله
عليه وسلم
bersabda:
[right][size=24pt]خَيْرُ
النَّاسِ
قَرْنِيْ
ثُمَّ
الَّذِيْنَ
يَلُوْنَهُمْ
ثُمَّ
الَّذِيْنَ
يَلُوْنَهُمْ[/right]
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat) kemudian
generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya
(tabi’ut tabi’in).” [size=10pt](HR. Bukhari & Muslim)
Bagaimanakah dengan generasi kita saat ini?
Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 4 of 4
DIR Previous Page