URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN
       *****************************************************
       #Post#: 394--------------------------------------------------
       Re: ۩۞۩ MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 5, 2024, 10:43 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Bid’ah & Su’ul-Hifdh
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=265
       Bid’ah: Nudhatun-Nadhar halaman 53; Ulumul-Hadits halaman 103;
       Al-Ba’tsul-Hatsits halaman 100; Tadribur-Rawi halaman 216; dan
       Taisir Musthalahul-Hadits halaman 123
       &#10043; Bid'ah
       Definisi:
       Secara bahasa, kata Bid’ah berarti: “segala sesuatu yang
       diada-adakan tanpa ada contohnya di masa terdahulu.” Sedangkan
       secara istilah, Bid’ah adalah: “sesuatu dari urusan agama yang
       diada-adakan setelah wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi
       Wassallam tanpa ada dasarnya.”
       Jenis-Jenisnya:
       Bid’ah dibagi menjadi dua, yaitu Bid’ah Mukaffirah dan Bid’ah
       Mufassiqah.
       - Bid’ah Mukaffirah
       [size=10pt]Bid’ah mukaffirah adalah bid’ah yang dapat menjadikan
       pelakunya menjadi kafir. Kaidah bagi pelaku Bid’ah Mukaffirah
       ini adalah: “setiap orang yang mengingkari suatu urusan yang
       mutawatir dan wajib diketahui dari urusan-urusan agama atau
       orang yang meyakini kebalikannya.” Orang seperti ini tidak
       diterima riwayatnya.
       - [size=10pt]Bid’ah Mufassiqah
       [size=10pt]Bid’ah mufassiqah adalah bid’ah yang hanya menjadikan
       pelakunya sebagai orang yang fasiq. Bid’ah ini jika dilakukan
       tidak menyebabkan pelakunya menjadi kafir. Orang seperti ini
       riwayatnya tetap diterima dengan dua syarat:
       [li][size=10pt]Dia tidak mengajak orang untuk melakukan
       bid’ahnya.
       - [size=10pt]Dia tidak meriwayatkan sesuatu yang dapat ia
       gunakan untuk melariskan bid’ahnya.
       [/li]
       [size=12pt]&#10043; Su’ul-Hifdh (Buruk Hafalan)
       Definisi:
       Sayyi’ul-Hifdh (= orang yang memiliki sifat su’ul-hifdh) yaitu
       “perawi yang tidak dapat dikuatkan sisi kebenaran hafalannya
       dikarenakan keburukan hafalannya.”
       Su’ul-Hifdhi ada dua macam:
       - [size=10pt]Su’ul-Hifdh yang muncul sejak lahir dan masih tetap
       ada padanya, sehingga menjadikan riwayatnya ditolak. Menurut
       pendapat sebagian ahli hadits, khabar yang dibawanya dinamakan
       “syadz.”
       - [size=10pt]Sesuatu yang menimpa perawi kadang terjadi seiring
       berjalannya waktu, baik karena lanjut usianya, atau karena
       hilang penglihatannya (buta), atau karena kitab-kitabnya
       terbakar. Yang demikian ini dinamakan Al-Mukhtalith (yang rusak
       akalnya, pikirannya, atau hafalannya).  Hukum periwayatannya
       adalah:
       [li][size=10pt]Jika terjadi sebelum rusak hafalannya dan masih
       dapat dibedakan, maka riwayatnya diterima.
       - [size=10pt]Jika terjadi setelah rusak hafalannya, maka ditolak
       riwayatnya.
       - [size=10pt]Adapun jika tidak bisa ditentukan apakah terjadi
       sebelum rusak atau sesudahnya, maka hukum riwayat seperti ini
       adalah Tawaqquf, yaitu tidak diterima ataupun tidak ditolak
       sampai ada ketentuan yang bisa membedakan.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 395--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 5, 2024, 10:59 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Hadits Qudsi
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=266
       Pembagian Hadits Menurut Sandarannya: Hadits menurut sandarannya
       terbagi menjadi dua, yaitu maqbul (diterima) dan mardud
       (ditolak). Dan berdasarkan pembagian ini terbagi lagi menjadi
       empat macam, yaitu:
       - Hadits Qudsi
       - [size=10pt]Hadits Marfu’
       - [size=10pt]Hadits Mauquf
       - [size=10pt]Hadits Maqthu’
       [size=12pt]&#10043; Hadits Qudsi
       Definisi:
       Qudsi menurut bahasa dinisbatkan pada “Qudus” yang artinya suci.
       Yaitu sebuah penisbatan yang menunjukkan adanya pengagungan dan
       pemuliaan, atau penyandaran kepada Dzat Allah Yang Maha Suci.
       Sedangkan Hadits Qudsi menurut istilah adalah apa yang
       disandarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari
       perkataan-perkataan beliau kepada Allah Ta’ala.
       Bentuk-Bentuk Periwayatan.
       Ada dua bentuk periwayatan hadits qudsi:
       Pertama, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
       “Seperti yang diriwayatkannya dari Allah 'Azza Wa Jalla.”
       Contohnya: Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari
       Abu Dzar radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam seperti yang diriwayatkan dari Allah, bahwasannya Allah
       berfirman: ”Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan
       perbuatan dhalim pada diri-Ku dan Aku haramkan pula untuk
       kalian. Maka janganlah kamu saling menganiaya di antara kalian.”
       Kedua, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah
       berfirman…..”
       Contohnya: Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       bersabda, “Allah [i]Ta’ala berfirman: Aku selalu dalam
       persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersama-Nya bila dia
       mengingat-Ku. Maka jika dia mengingat-Ku niscaya Aku
       mengingatnya.”[/i]
       [size=12pt]&#10043; Perbedaan Antara Hadits Qudsi dengan
       Al-Qur’an
       - [size=10pt]Al-Qur’an itu lafadh dan maknanya dari Allah,
       sedangkan hadits qudsi maknanya dari Allah dan lafadhnya dari
       Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
       - [size=10pt]Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah dan mendapatkan
       pahala, sedangkan membaca hadits qudsi bukanlah termasuk ibadah
       dan tidak mendapat pahala.
       - [size=10pt]Disyaratkan mutawatir dalam periwayatan Al-Qur’an,
       sedangkan dalam hadits qudsi tidak disyaratkan mutawatir.
       [size=12pt]&#10043; Perbedaan Antara Hadits Qudsi dengan Hadits
       Nabawi
       [size=11pt]Hadits Nabawi disandarkan kepada Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan diceritakan oleh beliau,
       sedangkan hadits qudsi disandarkan kepada Allah kemudian
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan dan
       meriwayatkannya dari Allah. Oleh karena itu diikat dengan
       sebutan Hadits Qudsi. Ada yang berpendapat bahwa dinamakan
       Hadits Qudsi karena penisbatannya kepada Allah Yang Maha Suci.
       Sementara Hadits Nabawi disebut demikian karena dinisbatkan
       kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
       Hadits Qudsi jumlahnya sedikit. Buku yang terkenal mengenai hal
       ini adalah Al-Ittihafaat As-Sunniyyah bil-Hadiits Al-Qudsiyyah
       karya Abdur-Ra’uf Al-Munawi (W. 103 H) yang berisi 272 hadits.
       &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 396--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 5, 2024, 11:20 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Hadits Marfu’
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=267
       Definisi: Al-Marfu’ menurut bahasa merupakan isim maf’ul dari
       kata rafa’a (mengangkat), dan ia sendiri berarti “yang
       diangkat.” Dinamakan marfu’ karena disandarkannya ia kepada yang
       memiliki kedudukan tinggi, yaitu Rasulullah [i]Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam.[/i]
       Hadits Marfu’ menurut istilah adalah: “Sabda, atau perbuatan,
       atau taqrir (penetapan), atau sifat yang disandarkan kepada Nabi
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik yang bersifat jelas ataupun
       secara hukum (disebut marfu’ = marfu’ hukman), baik yang
       menyandarkannya itu shahabat atau bukan, baik sanadnya muttashil
       (bersambung) atau munqathi’ (terputus)."
       Macam-Macamnya:
       Dari definisi di atas, jelaslah bahwa hadits marfu’ ada 8 macam,
       yaitu: berupa perkataan, perbuatan, taqrir, dan sifat.
       Masing-masing dari yang empat macam ini mempunyai bagian lagi,
       yaitu: marfu’ secara tashrih (tegas dan jelas), dan marfu’
       secara hukum.
       Marfu’ secara hukum maksudnya adalah isinya tidak terang dan
       tegas menunjukkan marfu’, namun dihukumkan marfu’ karena
       bersandar pada beberapa indikasi.
       Contohnya:
       - Perkataan yang marfu’ tashrih: seperti perkataan shahabat,
       “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda
       begini”; atau “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       menceritakan kepadaku begini”; atau “Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam bersabda begini”; atau “Dari Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwasannya bersabda begini”; atau
       yang semisal dengan itu.
       - [size=10pt]Perkataan yang marfu’ secara hukum: seperti
       perkataan dari shahabat yang tidak mengambil dari cerita
       Israilliyaat berkaitan dengan perkara yang terjadi di masa
       lampau seperti awal penciptaan makhluk, berita tentang para
       nabi. Atau berkaitan dengan masalah yang akan datang seperti
       tanda-tanda hari kiamat dan keadaan di akhirat. Dan diantaranya
       pula adalah perkataan shahabat: “Kami diperintahkan seperti
       ini”; atau “kami dilarang untuk begini”; atau termasuk sunnah
       adalah melakukan begini.”
       - [size=10pt]Perbuatan yang marfu’ tashrih: seperti perkataan
       seorang shahabat: “Aku telah melihat Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam melakukan begini.”
       - [size=10pt]Perbuatan yang marfu’ secara hukum: seperti
       perbuatan shahabat yang tidak ada celah berijtihad di dalamnya
       dimana hal itu menunjukkan bahwa perbuatan tersebut bukan dari
       shahabat semata (melainkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam). Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari,
       “Adalah Ibnu ‘Umar dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu berbuka
       puasa dan mengqashar shalat pada perjalanan empat burud.
       Burud merupakan jamak dari bard, yaitu salah satu satuan jarak
       yang digunakan di jaman itu (sekitar 80 km).
       - [size=10pt]Penetapan (taqrir) yang marfu’ tashrih: seperti
       perkataan shahabat, “Aku telah melakukan perbuatan demikian di
       hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”; atau “Si Fulan
       telah melakukan perbuatan demikian di hadapan Rasulullah
       Shalallahu ‘Alaihi Wassallam – dan dia (shahabat tersebut) tidak
       menyebutkan adanya pengingkaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam terhadap perbuatan itu.
       - [size=10pt]Penetapan yang marfu’ secara hukum: seperti
       perkataan shahabat, “Adalah para shahabat begini/demikian pada
       jamana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”
       - [size=10pt]Sifat yang marfu’ tashrih: Seperti perkataan
       seorang shahabat yang menyebutkan sifat Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam sebagaimana dalam hadits Ali radhiyallahu’anhu,
       “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu tidak tinggi dan tidak
       pula pendek”; atau “Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       berkulit cerah, peramah, dan lemah lembut.”
       - [size=10pt]Sifat yang marfu’ secara hukum: seperti perkataan
       shahabat, “Dihalalkan untuk kami begini”; atau “Telah diharamkan
       atas kami demikian.” Ungkapan seperti secara dhahir menunjukkan
       bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menghalalkan dan
       mengharamkan. Ini dikarenakan sifat yang secara hukum
       menunjukkan bahwa perbuatan adalah sifat dari pelakunya, dan
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah yang menghalalkan
       dan mengharamkan; maka penghalalan dan pengharaman itu merupakan
       sifat baginya. Poin ini sebenarnya banyak mengandung unsur
       tolerir yang tinggi, meskipun bentuk seperti ini dihukumi
       sebagai sesuatu yang marfu’.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 397--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 5, 2024, 11:26 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Hadits Mauquf & Hadits Maqthu’
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=268
       &#10043; Hadist Mauquf
       Definisi: Al-Mauquf berasal dari kata waqf yang berarti
       berhenti. Seakan-akan perawi menghentikan sebuah hadits pada
       shahabat. Hadits Mauquf menurut istilah adalah “perkataan, atau
       perbuatan, atau taqrir yang disandarkan kepada seorang shahabat
       Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik yangbersambung
       sanadnya kepada Nabi ataupun tidak bersambung.[/i]
       Contohnya:
       - Mauquf Qauli (perkataan): seperti perkataan seorang perawi:
       Telah berkata Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu’anhu,
       “Berbicaralah kepada manusia dengan apa yang mereka ketahui,
       apakah kalian ingin mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya?.”
       - [size=10pt]Mauquf Fi’li (perbuatan): seperti perkataan Imam
       Bukhari, “Ibnu ‘Abbas menjadi imam sedangkan dia (hanya)
       bertayamum.”
       - [size=10pt]Mauquf Taqriry: seperti perkataan seorang tabi’in:
       “Aku telah melakukan demikian di depan seorang shahabat dan dia
       tidak mengingkari atasku.”
       Hadits Mauquf sanadnya ada yang shahih, hasan, atau dla’if.
       Hukum asal pada hadits mauquf adalah tidak boleh dipakai
       berhujjah dalam agama.
       [size=12pt]&#10043; Hadits Maqthu’
       Definisi: Al-Maqthu’ artinya yang diputuskan atau yang terputus.
       Hadits Maqthu’ menurut istilah adalah: “perkataan dan perbuatan
       yang disandarkan kepada tabi’I atau orang yang di bawahnya, baik
       bersambung sanadnya atau tidak bersambung.
       Perbedaan antara Hadits Maqthu’ dan Munqathi’ adalah bahwasannya
       Al-Maqthu’ adalah bagian dari sifat matan, sedangkan
       Al-Munqathi’ bagian dari sifat sanad. Hadits yang Maqthu’ itu
       merupakan perkataan tabi’i atau orang yang di bawahnya, dan bisa
       jadi sanadnya bersambung sampai kepadanya. Sedangkan Munqathi’
       sanadnya tidak bersambung dan tidak ada kaitannya dengan matan.
       Sebagian ulama hadits –seperti Imam Asy-Syafi’i dan
       Ath-Thabarani– menamakan Al-Maqthu’ dengan Al-Munqathi’ yang
       tidak bersambung sanadnya. Ini adalah istilah yang tidak
       populer. Hal tersebut terjadi sebelum adanya penetapan
       istilah-istilah dalam ilmu hadits, kemudian menjadi istilah
       Al-Maqthu’ sebagai pembeda untuk istilah Al-Munqathi’.
       Contohnya:
       - [size=10pt]Al-Maqthu’ Al-Qauli (yang berupa perkataan):
       Seperti perkataan Hasan Al-Bashri tentang shalat di belakang
       ahli bid’ah, “Shalatlah dan dia lah yang menanggung bid’ahnya.”
       - [size=10pt]Al-Maqthu’ Al-Fi’li (yang berupa perbuatan):
       Seperti perkataan Ibrahim ibn Muhammad Al-Muntasyir, “Adalah
       Masruq membentangkan pembatas antara dia dan keluarganya dan
       menghadapi shalatnya, dan membiarkan mereka dengan dunia
       mereka.”
       [size=11pt]Tempat-Tempat yang Diduga Terdapat Hadits Mauquf dan
       Maqthu’
       Kebanyakan ditemukan hadits mauquf dan maqthu’ dalam:
       - [size=10pt]Mushannaf Ibnu Abi Syaibah.
       - [size=10pt]Mushannaf Abdurrazzaq.
       - [size=10pt]Kitab-kitab tafsir: Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan
       Ibnul-Mundzir.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 398--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 5, 2024, 11:40 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Ziyadah Ats-Tsiqah
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=269
       Yang dimaksud dengan ziyadah ats-tsiqah adalah hadits yang
       terdapat padanya tambahan perkataan dari sebagian perawi yang
       tsiqah, sedang hadits itu diriwayatkan juga oleh perawi lain
       (tetapi tidak memakai tambahan itu).
       Para ulama hadits telah memperhatikan hal ini, di antara mereka
       yang terkenal:
       - Abu Bakar Abdullah ibn Muhammad ibn Ziyad An-Naisabury.
       - [size=10pt]Abu Nu’aim Al-Jurjani.
       - [size=10pt]Abu Al-Walid Hasan ibn Muhammad Al-Quraisyi.
       [size=12pt]&#10043; Tempat Terdapatnya Ziyadah Ats-Tsiqah dan
       Kondisi-Kondisinya
       Ziyadah Ats-Tsiqah terdapat pada matan dengan tambahan satu kata
       atau kalimat, atau terdapat pada sanad, dengan mengangkat hadits
       mauquf atau menyambung hadits mursal.
       Dan tambahan itu:
       - [size=10pt]Kadang terjadi dari satu orang, yang meriwayatkan
       hadits dalam keadaan kurang dalam satu riwayat, sedangkan dalam
       riwayat lain terdapat penambahan.
       - [size=10pt]Dan kadang terjadi tambahan dari orang selain yang
       meriwayatkannya dalam keadaan kurang.
       [size=11pt]Hukumnya:
       Ibnu Shalah telah membagi –dan diikuti oleh Imam An-Nawawi–
       Ziyadah Ats-Tsiqah bila ditinjau dari sudut sah dan tidaknya,
       dibagi menjadi tiga bagian:
       - [size=10pt]Tambahan yang tidak bertentangan dengan riwayat
       para perawi yang tsiqah. Bagian ini hukumnya sah atau maqbul
       (diterima).
       - [size=10pt]Tambahan yang bertentangan dengan riwayat para
       perawi yang tsiqah dan tidak mungkin untuk dikumpulkan antara
       keduanya, dimana jika diterima salah satunya maka ada yang
       tertolak di riwayat lain, maka bagian ini di-tarjih antara
       riwayat tambahan dan riwayat yang menentangnya. Yang kuat atau
       rajih diterima, sedangkan yang marjuh atau lemah ditolak.
       - [size=10pt]Tambahan yang di dalamnya terdapat semacam
       pertentangan dari riwayat para perawi yang tsiqah, seperti
       mengikat (taqyid) yang muthlaq, atau mengkhususkan (takhshish)
       yang umum, maka pada bagian ini hukumnya sah dan diterima.
       [size=11pt]Contoh Tambahan Lafadh pada Matan:
       - [size=10pt]Contoh tambahan yang tidak terdapat pertentangan:
       Diriwayatkan Muslim dari jalan Ali ibn Mushar, dari Al-A’masy,
       dari Abi Razin dan Abi Shalih, dari Abu Hurairah
       radhiyallahu’anhu, dari tambahan lafadh: “falyuriqhu” artinya:
       “maka hendaklah ia buang isinya”; dalam hadits tentang jilatan
       anjing. Semua ahli hadits dari para murid Al-A’masy tidak ada
       yang menyebut lafadh tersebut. Yang mereka riwayatkan adalah
       begini: “Apabila anjing menjilat di bejana salah seorang dari
       kamu, maka hendaklah ia cuci bejana itu tujuh kali.” Maka
       tambahan kalimat: “hendaklah ia buang isinya” adalah riwayat
       dari Ali ibn Mushar sendirian, sedangkan dia adalah seorang yang
       tsiqah; maka diterima haditsnya (karena tidak ada pertentangan
       antara riwayat dengan tambahan dengan riwayat tanpa tambahan).
       - [size=10pt]Contoh tambahan yang terdapat perselisihan, seperti
       tambahan “Hari Arafah” yang terdapat pada hadits yang berbunyi:
       “Hari Arafah, hari berkorban dan hari tasyriq, hari raya kita
       orang Islam, hari raya kita umat Islam, adalah hari raya makan
       dan minum.”
       Hadits ini dilihat dari semua jalannya adalah tanpa kalimat
       “Hari Arafah.” Dan tambahan ini hanya terdapat pada riwayat Musa
       ibn Ali ibn Rabbah, dari bapaknya, dari ‘Uqbah ibn ‘Amir,; dan
       tambahan ini telah di-tarjih.
       Contoh tambahan lafadh yang terjadi semacam pertentangan.
       Diriwayatkan oleh Muslim, dari jalan Abu Malik Al-Asyja’i, dari
       Rib’i, dari Hudzaifah, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda: “Telah dijadikan semua bumi untuk kami
       sebagai masjid dan dijadikan debunya untuk kami sebagai alat
       bersuci.”
       Di sini terdapat Abu Malik Sa’ad ibn Thariq Al-Asja’i dengan
       tambahan lafadh: “debunya”, sedangkam perawi yang lain tidak
       menyebutkannya. Hadits yang mereka riwayatkan adalah: “Telah
       dijadikan untuk kami bumi sebagai masjid dan tempat bersuci.”
       Madzhab Asy-Syafi’i dan Malik menerima tambahan lafadh seperti
       ini, dan ini pendapat yang benar. Sedangkan pengikut madzhab
       Hanafi, mereka menjadikan tambahan ini sebagai tambahan yang
       bertentangan dan menerapkan aturan tarjih antara lafadh tambahan
       dan hadits asli (tanpa tambahan). Oleh karena itu, mereka tidak
       mengamalkan tambahan seperti ini.
       [size=11pt]Hukum Tambahan dalam Sanad:
       Yang dimaksud tambahan dalam sanad di sini adalah menjadikan
       hadits mauquf menjadi marfu’, atau menyambung sanad yang mursal
       menjadi maushul. Atau dengan kata lain, terjadinya pertentangan
       antara me-marfu’-kan dengan me-mauquf-kan, dan me-maushul-kan
       dengan me-mursal-kan.
       Para ulama berbeda pendapat dalam menghukumi tambahan seperti
       ini:
       - [size=10pt]Jumhur fuqahaa dan ahli ushul fiqh menerima
       tambahan ini.
       - [size=10pt]Jumhur ahli hadits menolak adanya tambahan ini.
       [size=11pt]Sebagian ahli hadits berpendapat agar dilakukan
       tarjih, yang terbanyak itulah yang diterima.
       Contohnya:
       Hadits: ”Tidak sah pernikahan seseorang kecuali dengan adanya
       wali.” Hadits ini diriwayatkan oleh Yunus ibn Abi Ishaq As-Sab’i
       dan anaknya Isra’il, dan Qais ibn Ar-Rabi’, dari Abi Ishaq
       dengan sanad bersambung. Dan diriwayatkan pula oleh Sufyan
       Ats-Tsauri dan Syu’bah ibn Al-Hajjaj, dari Abi Ishaq dengan
       sanad mursal.
       [size=12pt]&#10043; Al-Muttabi’ dan Asy-Syahid, serta Jalan
       Mencapai Keduanya (Al-I’tibar)
       Contoh: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Bulan
       itu bilangannya 29 hari, jangan berpuasa sebelum kamu melihat
       hilal, danjangan kamu berbuka sebelum kamu melihatnya. Maka jika
       tertutup awan atas kamu, perkirakanlah baginya.”
       [size=10pt](Hadits ini diriwayatkan oleh Malik, Bukhari, Muslim,
       An-Nasa’i, dan Ibnu Khuzaimah)
       Diriwayatkan oleh shahabat Malik dari Malik, dari Abdullahbin
       Dinar, dari Abdullah ibn ‘Umar bahwa Rasulullah Shallallahu
       ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”……maka jika tertutup awan atas kamu,
       maka perkirakanlah baginya.”
       Diriwayatkan oleh Asy-Syafi’i, dari Malik, dari Abdullah ibn
       Dinar, dari Abdullah ibn ‘Umar dengan lafadh yang sama bahwa
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”…….maka jika
       tertutup awan atas kamu, sempurnakanlah bilangannya 30 hari.”
       Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Salamah Al-Qa’nabi, dari Malik,
       dari Abdullah ibn Dinar, dari Abdullah ibn Umar dengan lafadh
       yang sama bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       bersabda: ”……..maka jika tertutup awan atas kamu, sempurnakanlah
       bilangannya 30 hari.”
       Dan diriwayatkan oleh ‘Ashim ibn Muhammad, dari bapaknya
       Muhammad ibn Zaid, dari kakeknya Abdullah ibn ‘Umar dengan
       lafadh yang sama bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda: ”………maka jika tertutup awan atas kamu, maka
       sempurnakanlah bilangannya 30 hari.”
       Dan diriwayatkan oleh Muhammad ibn Hunain, dari Ibnu ‘Abbas
       dengan lafadh: Bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda: ”…….maka jika tertutup awan atasmu, maka
       sempurnakanlah bilangannya 30 hari.”
       Dan diriwayatkan Muhammad ibn Ziyad dari Abu Hurairah dengan
       lafadh yang sama bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda: ”……maka jika terhalang awan atas kamu, maka
       sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban 30 hari.”
       Di sini ada beberapa permasalahan:
       - [size=10pt]Sebagian kaum mengira bahwa Imam Syafi’I hanya
       sendiri dalam meriwayatkan hadits Ibnu ‘Umar dengan lafadh:
       ”maka sempurnakanlah bilangan 30 hari.”
       - [size=10pt]Para ulama telah membahas dan meneliti matan dan
       sanad-sanad, dan mereka mendapatkan:
       [li][size=10pt](a) Bahwasannya Al-Qa’nabi telah menyertai Imam
       Asy-Syafi’i mulai dari awal sanad sampai ke Ibnu ‘Umar dengan
       lafadh: ”….maka sempurnakanlah bilangan 30 hari.”
       - [size=10pt](b) Bahwasannya Muhammad ibn Zaid telah menyertai
       Asy-Imam Syafi’i dalam meriwayatkan hadits Ibnu ‘Umar dengan
       lafadh: ”…….maka sempurnakanlah bilangan tiga puluh.”
       - [size=10pt]Dan para ulama telah membahas dan menguji matan dan
       sanad-sanad, dan mereka mendapatkan:
       [li](i) Bahwasanya Muhammad ibn Hunain telah menyertai guru dari
       guru Imam Asy-Syafi’i, akan tetapi hanya sampai pada Ibnu ‘Abbas
       dengan lafadh: ”………maka sempurnakanlah bilangan 30 hari.”
       - (ii) Bahwasannya Muhammad ibn Ziyad telah menyertai guru dari
       guru Imam Asy-Syafi’i, namun hanya sampai kepada Abu Hurairah
       dengan lafadh: ”….maka jika tertutup awan atasmu, maka
       sempurnakanlah bilangan bulan Sy’ban 30 hari.”
       [/li]
       [/li]
       [size=11pt]Dengan demikian menjadi jelas bahwa apa yang
       diriwayatkan Imam Asy-Syafi’i bukanlah gharib karena terdapat
       persamaan dan penyertaan dalam lafadh atau makna dari riwayat
       Ibnu ‘Umar itu sendiri atau dari shahabat yang lain.
       Maka riwayat yang menyertai hadits, baik dalam hal lafadh
       ataupun makna, dan shahabat yang meriwayatkannya adalah satu,
       maka riwayat itu dinamakan muttabi’.
       Sedangkan hadits yang menyertai hadits, baik lafadh maupun
       maknanya, dan shahabat yang meriwayatkannya adalah berbeda, maka
       dinamakan syahid.
       Dan kesamaan shahabat dalam periwayatan hadits, menurut Imam
       Asy-Syafi’i:
       - [size=10pt](a) Jika terjadi pada awal sanad, maka dinamakan
       mutaba’ah yang sempurna.
       - [size=10pt](b) Jika tidak dimulai pada awal sanad, maka
       dinamakan mutaba’ah yang kurang sempurna.
       [size=11pt]Atas dasar ini, maka:
       Al-Muttabi’, disebut juga At-Taabi’ menurut bahasa adalah isim
       fa’il dari taba’a yang artinya yang mengiringi atau yang
       mencocoki. Sedangkan menurut istilah adalah satu hadits yang
       sanadnya menguatkan sanad lain dari hadits itu juga, dan
       shahabat yang meriwayatkannya adalah satu.
       Asy-Syahid, menurut bahasa adalah isim fa’il yang artinya adalah
       yang menyaksikan. Sedangkan menurut istilah adalah satu hadits
       yang matannya sama dengan hadits lain dan biasanya shahabat yang
       meriwayatkan hadits tersebut berlainan.
       Al-Mutaba’ah, menurut bahasa adalah pengiringan. Sedangkan
       menurut istilah adalah penyertaan seorang perawi kepada perawi
       yang lain dalam periwayatan hadits. Dan Al-Mutaba’ah ada dua
       macam:
       - [size=10pt]Al-Mutaba’ahTaammah (yang sempurna): apabila
       seorang perawi menyertai mulai dari awal sanad.
       - [size=10pt]Mutaba’ah qashirah (yang kurang sempurna): apabila
       seorang perawi menyertai di tengah sanad.
       [size=11pt]Al-I’tibar, menurut bahasa yaitu memperhatikan
       perkara-perkara tertentu untuk mengetahui jenis lain yang ada di
       dalamnya. Sedangkan menurut istilah adalah penelitian
       jalan-jalan hadits yang diriwayatkan oleh satu orang perawi
       untuk mengetahui apakah ada orang lain dalam meriwayatkan hadits
       itu atau tidak, yaitu kondisi menuju kepada muttabi’ dan syahid.
       &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 401--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 6:02 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Hadits Shahih
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=270
       Mukaddimah: Berita (khabar) yang dapat diterima bila ditinjau
       dari sisi perbedaan tingkatannya terbagi kepada dua klasifikasi
       pokok, yaitu Shahîh dan Hasan. Masing-masing dari keduanya
       terbagi kepada dua klasifikasi lagi, yaitu Li Dzâtihi dan Li
       Ghairihi. Dengan demikian, klasifikasi berita yang diterima ini
       menjadi 4 bagian, yaitu:
       - Shahîh Li Dzâtihi (Shahih secara independen)
       - [size=10pt]Hasan Li Dzâtihi (Hasan secara independen)
       - [size=10pt]Shahîh Li Ghairihi (Shahih karena yang
       lainnya/riwayat pendukung)
       - [size=10pt]Hasan Li Ghairihi (Hasan karena yang
       lainnya/riwayat pendukung)
       [size=11pt]Dalam kajian kali ini, kita akan membahas seputar
       bagian pertama di atas, yaitu: Shahîh Li Dzâtihi (Shahih secara
       independen)
       [size=12pt]&#10043; Definisi Shahîh
       Secara bahasa (etimologi), kata (sehat) adalah antonim dari kata
       (sakit). Bila diungkapkan terhadap badan, maka memiliki makna
       yang sebenarnya (haqiqi) tetapi bila diungkapkan di dalam hadits
       dan pengertian-pengertian lainnya, maka maknanya hanya bersifat
       kiasan (majaz).
       Secara istilah (terminologi), maknanya adalah:
       Hadits yang bersambung sanad (jalur transmisi) nya melalui
       periwayatan seorang periwayat yang ‘adil, Dlâbith, dari
       periwayat semisalnya hingga ke akhirnya (akhir jalur transmisi),
       dengan tanpa adanya syudzûdz (kejanggalan) dan juga tanpa ‘illat
       (penyakit)
       Penjelasan Definisi:
       - Sanad bersambung: Bahwa setiap rangkaian dari para
       periwayatnya telah mengambil periwayatan itu secara langsung
       dari periwayat di atasnya (sebelumnya) dari permulaan sanad
       hingga akhirnya.
       - [size=10pt]Periwayat Yang ‘Adil: Bahwa setiap rangkaian dari
       para periwayatnya memiliki kriteria seorang Muslim, baligh,
       berakal, tidak fasiq dan juga tidak cacat maruah (harga
       diri)nya.
       - [size=10pt]Periwayat Yang Dlâbith: Bahwa setiap rangkaian dari
       para periwayatnya adalah orang-orang yang hafalannya mantap/kuat
       (bukan pelupa), baik mantap hafalan di kepala ataupun mantap di
       dalam tulisan (kitab).
       - [size=10pt]Tanpa Syudzûdz: Bahwa hadits yang diriwayatkan itu
       bukan hadits kategori Syâdz (hadits yang diriwayatkan seorang
       Tsiqah bertentangan dengan riwayat orang yang lebih Tsiqah
       darinya).
       - [size=10pt]Tanpa ‘illat: Bahwa hadits yang diriwayatkan itu
       bukan hadits kategori Ma’lûl (yang ada ‘illatnya). Makna ‘Illat
       adalah suatu sebab yang tidak jelas/samar, tersembunyi yang
       mencoreng keshahihan suatu hadits sekalipun secara lahirnya
       kelihatan terhindar darinya.
       [size=11pt]Syarat-Syaratnya:
       Melalui definisi di atas dapat diketahui bahwa syarat-syarat
       keshahihan yang wajib terpenuhi sehingga ia menjadi hadits yang
       Shahîh ada lima:
       - [size=10pt]Pertama, Sanadnya bersambung
       - [size=10pt]Kedua, Para periwayatnya ‘Adil
       - [size=10pt]Ketiga, Para periwayatnya Dlâbith
       - [size=10pt]Keempat, Tidak terdapat ‘illat
       - [size=10pt]Kelima, tidak terdapat Syudzûdz
       [size=11pt]Bilamana salah satu dari lima syarat tersebut tidak
       terpenuhi, maka suatu hadits tidak dinamakan dengan hadits
       Shahîh.
       Contohnya:
       Untuk lebih mendekatkan kepada pemahaman definisi hadits Shahîh,
       ada baiknya kami berikan sebuah contoh untuk itu. Yaitu, hadits
       yang dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari di dalam kitabnya Shahîh
       al-Bukhâriy, dia berkata: (‘Abdullah [i]ibn Yusuf menceritakan
       kepada kami, dia berkata, Malik memberitakan kepada kami, dari
       ibn Syihab, dari Muhammad ibn Jubair ibn Muth’im, dari ayahnya,
       dia berkata, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam telah membaca surat ath-Thûr pada shalat Maghrib)[/i]
       Hadits ini dinilai Shahîh karena:
       - [size=10pt]Sanadnya bersambung, sebab masing-masing dari
       rangkaian para periwayatnya mendengar dari syaikhnya. Sedangkan
       penggunaan lafazh (dari) oleh Malik, ibn Syihab dan ibn Jubair
       termasuk mengindikasikan ketersambungannya karena mereka itu
       bukan periwayat-periwayat yang digolongkan sebagai Mudallis
       (periwayat yang suka mengaburkan riwayat).
       - [size=10pt]Para periwayatnya dikenal sebagai orang-orang yang
       ‘Adil dan Dlâbith. Berikut data-data tentang sifat mereka itu
       sebagaimana yang dinyatakan oleh ulama al-Jarh wa at-Ta’dîl:
       [li](a) ‘Abdullah ibn Yusuf: Tsiqah Mutqin
       - (b) Malik ibn Anas: Imâm Hâfizh
       - (c) Ibn Syihab: Faqîh, Hâfizh disepakati keagungan dan
       ketekunan mereka berdua
       - (d) Muhammad ibn Jubair: Tsiqah
       - (e) Jubair ibn Muth’im: Seorang shahabat
       - [size=10pt]Tidak terdapatnya kejanggalan (Syudzûdz) sebab
       tidak ada riwayat yang lebih kuat darinya.
       - [size=10pt]Tidak terdapatnya ‘Illat apapun.
       [size=12pt]&#10043; Hukumnya
       Wajib mengamalkannya menurut kesepakatan (ijma’) ulama Hadits
       dan para ulama Ushul Fiqih serta Fuqaha yang memiliki
       kapabilitas untuk itu. Dengan demikian, ia dapat dijadikan
       hujjah syari’at yang tidak boleh diberikan kesempatan bagi
       seorang Muslim untuk tidak mengamalkannya.
       Makna Ungkapan Ulama Hadits “Hadits ini Shahîh” “Hadits ini
       tidak Shahîh”
       - [size=10pt]Yang dimaksud dengan ucapan mereka “Hadits ini
       Shahîh” adalah bahwa lima syarat keshahihan di atas telah
       terealisasi padanya, tetapi dalam waktu yang sama, tidak berarti
       pemastian keshahihannya pula sebab bisa jadi seorang periwayat
       yang Tsiqah keliru atau lupa.
       - [size=10pt]Yang dimaksud dengan ucapan mereka “Hadits ini
       tidak Shahîh” adalah bahwa semua syarat yang lima tersebut
       ataupun sebagiannya belum terealisasi padanya, namun dalam waktu
       yang sama bukan berarti ia berita bohong sebab bisa saja seorang
       periwayat yang banyak kekeliruan bertindak benar.
       [size=11pt]Apakah Ada Sanad Yang Dipastikan Merupakan Sanad Yang
       Paling Shahih Secara Mutlak?
       Pendapat yang terpilih, bahwa tidak dapat dipastikan sanad
       tertentu dinyatakan secara mutlak sebagai sanad yang paling
       shahih sebab perbedaan tingkatan keshahihan itu didasarkan pada
       terpenuhinya syarat-syarat keshahihan, sementara sangat jarang
       terelasisasinya kualitas paling tinggi di dalam seluruh
       syarat-syarat keshahihan. Oleh karena itu, lebih baik menahan
       diri dari menyatakan bahwa sanad tertentu merupakan sanad yang
       paling shahih secara mutlak. Sekalipun demikian, sebagian ulama
       telah meriwayatkan pernyataan pada sanad-sanad yang dianggap
       paling shahih, padahal sebenarnya, masing-masing imam menguatkan
       pendapat yang menurutnya lebih kuat.
       Diantara pernyataan-pernyataan itu menyatakan bahwa
       riwayat-riwayat yang paling shahih adalah:
       - [size=10pt]Riwayat az-Zuhriy dari Salim dari ayahnya (‘Abdulah
       ibn ‘Umar; ini adalah pernyataan yang dinukil dari Ishaq ibn
       Rahawaih dan Imam Ahmad.
       - [size=10pt]Riwayat ibn Sirin dari ‘Ubaidah dari ‘Aliy (ibn Abi
       Thalib); ini adalah pernyataan yang dinukil dari ibn al-Madiniy
       dan al-Fallas.
       - [size=10pt]Riwayat al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari
       ‘Abdullah (ibn Mas’ud); ini adalah pernyataan yang dinukil dari
       Yahya ibn Ma’in.
       - [size=10pt]Riwayat az-Zuhriy dari ‘Aliy dari al-Husain dari
       ayahnya dari ‘Aliy; ini adalah pernyataan yang dinukil dari Abu
       Bakar ibn Abi Syaibah.
       - [size=10pt]Riwayat Malik dari Nafi’ dari ibn ‘Umar; ini adalah
       pernyataan yang dinukil dari Imam al-Bukhariy.
       [size=11pt]Kitab Yang Pertama kali ditulis dan hanya memuat
       Hadits Shahih saja?
       Kitab pertama yang hanya memuat hadits shahih saja adalah kitab
       Shahîh al-Bukhâriy, kemudian Shahîh Muslim. Keduanya adalah
       kitab yang paling shahih setelah al-Qur’an. Umat Islam telah
       bersepakat (ijma’) untuk menerima keduanya.
       Mana Yang Paling Shahih Diantara Keduanya?
       Yang paling shahih diantara keduanya adalah Shahîh al-Bukhâriy,
       disamping ia paling banyak faidahnya. Hal ini dikarenakan
       hadits-hadist yang diriwayatkan al-Bukhariy paling tersambung
       sanadnya dan paling Tsiqah para periwayatnya. Juga, karena di
       dalamnya terdapat intisari-intisari fiqih dan untaian-utaian
       bijak yang tidak terdapat pada kitab Shahîh Muslim.
       Tinjauan ini bersifat kolektif, sebab terkadang di dalam
       sebagian hadits-hadits yang diriwayatkan Imam Muslim lebih kuat
       daripada sebagian hadits-hadits al-Bukhariy.
       Sekalipun demikian, ada juga para ulama yang menyatakan bahwa
       Shahîh Muslim lebih shahih, namun pendapat yang benar adalah
       pendapat pertama, yaitu Shahîh al-Bukhâriy lebih shahih.
       Apakah Keduanya Mencantumkan semua Hadits Shahih dan Komitmen
       terhadap hal itu?
       Imam al-Bukhariy dan Imam Muslim tidak mencantumkan semua hadits
       ke dalam kitab Shahîh mereka ataupun berkomitmen untuk itu. Hal
       ini tampak dari pengakuan mereka sendiri, seperti apa yang
       dikatakan Imam Muslim, “Tidak semua yang menurut saya shahih
       saya muat di sini, yang saya muat hanyalah yang disepakati
       atasnya.”
       Apakah hanya sedikit Hadits Shahih lainnya yang tidak sempat
       mereka berdua muat?
       Ada ulama yang mengatakan bahwa hanya sedikit saja yang tidak
       dimuat mereka dari hadits-hadits shahih lainnya. Namun pendapat
       yang benar adalah bahwa banyak hadits-hadits shahih lainnya yang
       terlewati oleh mereka berdua. Imam al-Bukhariy sendiri mengakui
       hal itu ketika berkata, “Hadits-hadits shahih lainnya yang aku
       tinggalkan lebih banyak.”
       Dia juga mengatakan, “Aku hafal sebanyak seratus ribu hadits
       shahih dan dua ratus ribu hadits yang tidak shahih.”
       Berapa Jumlah Hadits yang dimuat di dalam Kitab ash-Shahîhain?
       - [size=10pt]Di dalam Shahîh al-Bukhariy terdapat 7.275 hadits
       termasuk yang diulang, sedangkan jumlahnya tanpa diulang
       sebanyak 4.000 hadits.
       - [size=10pt]Di dalam Shahîh Muslim terdapat 12.000 hadits
       termasuk yang diulang, sedangkan jumlahnya tanpa diulang
       sebanyak lebih kurang 4.000 hadits juga.
       [size=11pt]Dimana Kita Mendapatkan Hadits-Hadits Shahih lainnya
       selain yang tidak tercantum di dalam Kitab ash-Shahîhain?
       Kita bisa mendapatkannya di dalam kitab-kitab terpercaya yang
       masyhur seperti: Shahîh [i]ibn Khuzaimah, Shahîh ibn Hibbân,
       Mustadrak al-Hâkim, Empat Kitab Sunan, Sunan ad-Dâruquthniy,
       Sunan al-Baihaqiy, dan lain-lain[/i].
       Hanya dengan keberadaan hadits pada kitab-kitab tersebut tidak
       cukup, tetapi harus ada pernyataan atas keshahihannya kecuali
       kitab-kitab yang memang mensyaratkan hanya mengeluarkan hadits
       yang shahih, seperti Shahîh ibn Khuzaimah.
       Seputar Kitab al-Mustadrak karya Al-Hâkim, Shahîh ibn Khuzaimah
       dan Shahîh ibn Hibbân.
       - [size=10pt]Al-Mustadrak karya al-Hâkim
       Sebuah kitab hadits yang tebal memuat hadits-hadits yang shahih
       berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh asy-Syaikhân
       (al-Bukhari dan Muslim) atau persyaratan salah satu dari mereka
       berdua sementara keduanya belum mengeluarkan hadits-hadits
       tersebut.
       Demikian juga, al-Hâkim memuat hadits-hadits yang dianggapnya
       shahih sekalipun tidak berdasarkan persyaratan salah seorang
       dari kedua Imam hadits tersebut dengan menyatakannya sebagai
       hadits yang sanadnya Shahîh. Terkadang dia juga memuat hadits
       yang tidak shahih namun hal itu diingatkan olehnya. Beliau
       dikenal sebagai kelompok ulama hadits yang Mutasâhil (yang
       menggampang-gampangkan) di dalam penilaian keshahihan hadits.
       Oleh karena itu, perlu diadakan pemantauan (follow up) dan
       penilaian terhadap kualitas hadits-haditsnya tersebut sesuai
       dengan kondisinya. Imam Adz-Dzahabi telah mengadakan follow up
       terhadapnya dan memberikan penilaian terhadap kebanyakan
       hadits-haditsnya tersebut sesuai dengan kondisinya. Namun, kitab
       ini masih perlu untuk dilakukan pemantauan dan perhatian penuh.
       (Salah seorang yang juga mengadakan pemantauan dan studi
       terhadap hadits-hadits yang belum diberikan penilaian apapun
       oleh Imam adz-Dzahabi dan memberikan penilaian yang sesuai
       dengan kondisinya adalah Syaikh. Dr. Mahmud Mirah -barangkali
       sekarang ini sudah rampung-)
       - [size=10pt]Shahîh ibn Hibbân
       Sistematika penulisan kitab ini tidak rapih (ngacak), ia tidak
       disusun per-bab ataupun per-musnad. Oleh karena itulah, beliau
       menamakan bukunya dengan “at-Taqâsîm Wa al-Anwâ’”
       (Klasifikasi-Klasifikasi Dan Beragam Jenis). Untuk mencari
       hadits di dalam kitabnya ini sangat sulit sekali. Sekalipun
       begitu, ada sebagian ulama Muta`akhkhirin (seperti al-Amir ‘Alâ`
       ad-Dîn, Abu al-Hasan ‘Ali ibn Bilban, w.739 H dengan judul
       al-Ihsân Fî Taqrîb ibn Hibbân) yang telah menyusunnya
       berdasarkan bab-bab.
       Ibn Hibbân dikenal sebagai ulama yang Mutasâhil juga di dalam
       menilai keshahihan hadits akan tetapi lebih ringan ketimbang
       al-Hâkim. [size=10pt](Tadrîb ar-Râwy:1/109)
       - Shahîh ibn Khuzaimah
       Kitab ini lebih tinggi kualitas keshahihannya dibanding Shahîh
       ibn Hibbân karena penulisnya, ibn Khuzaimah dikenal sebagai
       orang yang sangat berhati-hati sekali. Saking hati-hatinya, dia
       kerap abstain (tidak memberikan penilaian) terhadap suatu
       keshahihan hadits karena kurangnya pembicaraan seputar sanadnya.
       Apa Saja Hadits Yang Sudah Dipastikan Shahîh Dari Hadits-Hadits
       Yang Diriwayatkan Oleh Imam al-Bukhari Dan Muslim?
       Sebagaimana yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa Imam
       al-Bukhari dan Muslim tidak memuat pada kedua kitab Shahih
       mereka selain hadits-hadits yang shahih dan umat Islam telah
       menerima kedua kitab tersebut secara penuh.
       Oleh karena itu, apa saja hadits-hadits yang telah dipastikan
       shahih dan yang diterima oleh umat Islam itu?
       Jawabnya: Bahwa hadits yang diriwayatkan keduanya dengan sanad
       yang bersambung, maka ialah yang dipastikan shahih.
       [size=11pt] Sedangkan hadits yang dibuang pada permulaan sanad
       (jalur trasmisi hadits)nya satu orang periwayat atau lebih -yang
       dinamai dengan hadits al-Mu’allaq- dimana jenis ini di dalam
       shahih al-Bukhari agak banyak namun hanya terdapat pada bagian
       tarjamah bab (penamaan babnya) dan muqaddimahnya saja sedangkan
       di bagian inti bab tidak ada sama sekali. Sementara yang di
       dalam shahih Muslim, tidak ada satupun yang jenis itu kecuali
       satu hadits saja di dalam bab tentang Tayammum yang belum sempat
       beliau sambung sanadnya di tempat yang lain dari kitabnya itu;
       terhadap hadits-hadits yang kriterianya seperti hal tersebut,
       maka penilaian terhadapnya dan menyikapinya adalah sebagai
       berikut:
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan dengan shîghah al-Jazm
       (bentuk ucapan pasti), seperti dengan ungkapan (Qâla/berkata);
       (Amara/memerintahkan) dan (Dzakara/menyebutkan); maka penilaian
       terhadap keshahihannya didasarkan pada sumbernya (orang yang
       dinisbatkan kepadanya). [Artinya, bila di dalam riwayat itu
       dinyatakan, misalnya (si fulan berkata), maka berarti perkataan
       itu adalah shahih bersumber dari si fulan yang mengatakannya
       itu]
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan tidak dengan shîghah
       al-Jazm seperti dengan ungkapan (yurwa/diriwayatkan [masa
       sekarang]); (yudzkar/disebutkan [masa sekarang]);
       (yuhka/dihikayatkan [masa sekarang]); (ruwiya/diriwayatkan [masa
       lampau]) dan (dzukira/disebutkan [masa lampau]), maka berarti
       hadits itu tidak dapat dinisbatkan keshahihannya dari sumbernya
       itu (orang yang dinisbatkan kepadanya), namun sekalipun
       demikian, tidak ada satupun di dalamnya hadits yang lemah karena
       ia sudah dimuat di dalam kitab yang bernama ash-Shahîh.
       [size=12pt]&#10043; Tingkatan Keshahihan
       Pada bagian yang lalu telah kita kemukakan bahwa sebagian para
       ulama telah menyebutkan mengenai sanad-sanad yang dinyatakan
       sebagai paling shahih menurut mereka. Maka, berdasarkan hal itu
       dan karena terpenuhinya persyaratan-persyaratan lainnya, maka
       dapat dikatakan bahwa hadits yang shahih itu memiliki beberapa
       tingkatan:
       - [size=10pt]A. Tingkatan paling tingginya adalah bilamana
       diriwayatkan dengan sanad yang paling shahih, seperti Malik dari
       Nafi’ dari ibn ‘Umar.
       - [size=10pt]B. Yang dibawah itu tingkatannya, yaitu bilamana
       diriwayatkan dari jalur Rijâl (rentetan para periwayat) yang
       kapasitasnya di bawah kapasitas Rijâl pada sanad pertama diatas
       seperti riwayat Hammâd ibn Salamah dari Tsâbit dari Anas.
       - [size=10pt]C. Yang dibawah itu lagi tingkatannya, yaitu
       bilamana diriwayatkan oleh periwayat-periwayat yang terbukti
       dinyatakan sebagai periwayat-periwayat yang paling rendah
       julukan Tsiqah kepada mereka (tingkatan Tsiqah paling rendah),
       seperti riwayat Suhail ibn Abi Shalih dari ayahnya dari Abu
       Hurairah.
       [size=11pt]&#10043; Dapat juga rincian diatas dikaitkan dengan
       pembagian hadits shahih kepada tujuh tingkatan:
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan secara sepakat oleh
       al-Bukhari dan Muslim (Ini tingkatan paling tinggi)
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan secara tersendiri oleh
       al-Bukhari
       - [size=10pt]Hadits yang dirwayatkan secara tersendiri oleh
       Muslim
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan berdasarkan persyaratan
       keduanya sedangkan keduanya tidak mengeluarkannya
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan berdasarkan persyaratan
       al-Bukhari sementara dia tidak mengeluarkannya
       - [size=10pt]Hadits yang diriwayatkan berdasarkan persyaratan
       Muslim sementara dia tidak mengeluarkannya
       - [size=10pt]Hadits yang dinilai shahih oleh ulama selain
       keduanya seperti ibn Khuzaimah dan ibn Hibbân yang bukan
       berdasarkan persyaratan kedua imam hadits tersebut (al-Bukhari
       dan Muslim).
       [size=11pt]Pengertian Persyaratan Asy-Syaikhân
       Sebenarnya, kedua imam hadits, al-Bukhari dan Muslim tidak
       pernah menyatakan secara jelas (implisit) perihal persyaratan
       yang disyaratkan atau ditentukan oleh mereka berdua sebagai
       tambahan atas persyaratan-persyaratan yang telah disepakati di
       dalam menilai hadits yang shahih pada pembahasan sebelumnya.
       Akan tetapi para ulama peneliti melalui proses pemantauan
       (follow up) dan analisis terhadap metode-metode yang digunakan
       oleh keduanya mendapatkan apa yang dapat mereka anggap sebagai
       persyaratan yang dikemukakan oleh keduanya atau salah seorang
       dari keduanya.
       Dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan persyaratan
       asy-Syaikhân atau salah satu dari keduanya adalah bahwa hadits
       tersebut hendaklah diriwayatkan dari jalur Rijâl (para
       periwayat) dari kedua kitab tersebut atau salah satu darinya
       dengan memperhatikan metode yang digunakan keduanya di dalam
       meriwayatkan hadits-hadits dari mereka.
       Makna Kata “Muttafaqun ‘Alaih”
       Maksudnya adalah hadits tersebut disepakati oleh kedua Imam
       hadits, yaitu al-Bukhari dan Muslim, yakni kesepakatan mereka
       berdua atas keshahihannya, bukan kesepakatan umat Islam. Hanya
       saja, ibn ash-Shalâh memasukkan juga ke dalam makna itu
       kesepakatan umat sebab umat memang sudah bersepakat untuk
       menerima hadits-hadits yang telah disepakati oleh keduanya.
       [size=10pt](‘Ulûm al-Hadîts: 24)
       Apakah Agar Dinilai Shahih, Hadits Tersebut Harus Merupakan
       Hadits ‘Azîz?
       Hadits ‘Aziz adalah hadits yang diriwayatkan pada setiap level
       periwayatannya (thabaqat sanad) tidak kurang dari dua orang
       periwayat. Dalam hal ini, apakah agar suatu hadits dinyatakan
       shahih, maka syaratnya harus paling tidak diriwayatkan oleh
       tidak kurang dari dua periwayat pada setiap level
       periwayatannya?.
       Pendapat yang benar, bahwa hal itu tidak disyaratkan sebab di
       dalam kedua kitab shahih (ash-Shahîhain) dan selain keduanya
       juga terdapat hadits-hadits shahih padahal ia bukan hadits ‘Aziz
       itu, tetapi malah hadits Gharîb (yang diriwayatkan pada oleh
       seorang periwayat saja).
       Ada sementara kalangan ulama seperti ‘Ali al-Jubaiy, tokoh
       mu’tazilah dan al-Hâkim yang mengklaim hal itu namun pendapat
       mereka ini bertentangan dengan kesepakatan umat Islam. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 402--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 7:39 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Perbedaan Hadits, Khabar dan Atsar
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=271
       Definisi Hadits: Hadits menurut bahasa berarti baru. Hadits juga
       –[i]secara bahasa– berarti: “Sesuatu yang dibicarakan atau
       dinukil.” Juga: “Sesuatu yang sedikit atau banyak.” Bentuk jamak
       dari hadits adalah ahaadits. Adapun firman Allah Subhanahu Wa
       Ta’ala:[/i]
       ”Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena
       bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak
       beriman kepada hadits ini.” (QS. Al-Kahfi: 6). Maksud hadits
       dalam ayat ini adalah Al-Qur’an.
       Juga firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
       ”Dan adapun nikmat Tuhanmu, maka sampaikanlah.” (QS. Adl-Dluhaa:
       11). Maksudnya: Sampaikanlah risalahmu, wahai Muhammad
       (Lisaanul-‘Arab Ibnul-Mandhur)
       &#10043; Hadits
       Menurut istilah ahli hadits adalah: “Apa-apa yang disandarkan
       kepada Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik berupa ucapan,
       perbuatan, penetapan, sifat, atau sirah beliau, baik sebelum
       kenabian atau sesudahnya.”[/i]
       Sedangkan menurut ahli ushul-fiqh, hadits adalah: “Perkataan,
       perbuatan, dan penetapan yang disandarkan kepada Rasulullah
       setelah kenabian.” Adapun sebelum kenabian tidak dianggap
       sebagai hadits, karena yang dimaksud dengan hadits adalah
       mengerjakan apa yang menjadi konsekuensinya. Dan ini tidak dapat
       dilakukan kecuali dengan apa yang terjadi setelah kenabian.
       (Ushulul-Hadits, Muhammad ‘Ajaj Al-Khathib, halaman 27)
       Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Buku-buku yang di
       dalamnya berisi tentang khabar Rasulullah, antara lain Tafsir,
       Sirah, Maghazi (peperangan Nabi), dan Hadits. Buku-buku hadits
       adalah lebih khusus berisi tentang hal-hal sesudah kenabian,
       meskipun berita-berita tersebut terjadi sebelum kenabian. Namun
       itu tidk disebutkan untuk dijadikan landasan amal dan syari’at.
       Bahkan ijma’ kaum muslimin menetapkan bahwa yang diwajibkan
       kepada hamba Allah untuk diimani dan diamalkan adalah apa yang
       dibawa Nabi [i]Shallallahu ‘Alaihi Wasallam setelah
       kenabian.”[/i] (Fatawaa Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah, 18/10-11)
       Contoh perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sabda
       beliau: ”Perbuatan itu dengan niat, dan setiap orang tergantung
       pada niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim) Sabda beliau juga: ”(Laut
       itu) suci airnya dan halal bangkainya.” (HR. Ahmad dan Ibnu
       Majah)
       Contoh penetapan (taqrir) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
       adaah sikap diam beliau dan tidak mengingkari terhadap suatu
       perbuatan, atau persetujuan beliau terhadapnya. Diriwayatkan
       dari Abu Sa’id Al-Khudry, dia berkata: “Ada dua orang musafir,
       ketika datang waktu shalat tidak mendapatkan air, sehingga
       keduanya bertayamum dengan debu bersih lalu mendirikan shalat.
       Kemudian keduanya mendapati air, yang satu mengulang wudlu dan
       shalat, sedangkan yang lain tidak mengulang. Keduanya lalu
       menghadap Rasulullah dan menceritakan semua hal tersebut.
       Terhadap orang yang tidak mengulang beliau bersabda: ”Engkau
       sudah benar sesuai sunnah, dan sudah cukup dengannya shalatmu.”
       Dan kepada yang mengulangi wudlu' dan shalatnya, beliau
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Bagimu pahala dua kali
       lipat.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)
       Dari Mu’adz ibn Jabal bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam bersabda ketika mengutusnya ke negeri Yaman: “Apa yang
       kamu jadikan sebagai pedoman dalam menghukumi sesuatu masalah?.”
       Ia menjawab: “Dengan Kitabullah.”
       Rasulullah bertanya: ”Jika kamu tidak mendapatkannya dalam
       Kitabullah?.”
       Dia menjawab: “Dengan Sunnah Rasullullah.“
       Beliau bertanya lagi: ”Jika kamu tidak mendapatkannya dalam
       Sunnag Rasulullah dan Kitabullah?”
       Dia menjawab: “Aku akan berijtihad dengan pikiranku.” Kemudian
       Rasulullah menepuk dadanya dan bersabda: ”Maha Suci Allah yang
       telah memberi petunjuk kepada utusan Rasul-Nya terhadap apa yang
       diridlai Rasulullah.” (HR. Abu Dawud, dan didla’ifkan oleh
       Syaikh Al-Albani dalam Manzilatus-Sunnah)
       Diriwayatkan bahwasannya Khalid ibn Walid pernah memakan dlabb
       (hewan sebangsa biawak di padang pasir) yang dihidangkan kepada
       Nabi, sedangkan beliau tidak memakannya. Sebagian shahabat
       bertanya, “Apakah diharamkan memakannya wahai Rasulullah?.”
       Beliau menjawab, “Tidak, hanya karena binatang tersebut tidak
       ada di daerah kaumku sehingga aku tidak merasa berminat.” (HR.
       Bukhari dan Muslim)
       Contoh dari sifat dan Sirah Nabi, adalah banyak sekali. Dan
       At-Tirmidzi telah menyusun sebuah buku tentang tabi’at (syamail)
       beliau. (At-Tasyri’ wal-Fiqhi fil-Islam tarikhan wa Manhajan,
       Manna’ Al-Qahthan, Hal. 87-88)
       Di antara contohnya adalah:
       Dari Abi Ishaq, dia berkata, ”Seorang laki-laki bertanya kepada
       Barra’: ‘Apakah wajah Rasulullah seperti pedang?.” Dia menjawab:
       “Tidak, tapi seperti rembulan.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata,
       ‘hasan shahih’)
       Dari Barra’ dalam riwayat lain, ”Rasulullah tidak pendek dan
       tidak tinggi.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “hasan shahih.”)
       Dari Jarir ibn Abdullah Al-Bajali, dia berkata, “Belum pernah
       aku melihat Rasulullah sejak aku masuk Islam kecuali beliau
       tersenyum kepadaku.”
       &#10043; Definis Khabar
       Khabar menurut bahasa adalah berita. Bentuk jamaknya adalah
       Akhbaar. Sedangkan menurut istilah, terdapat perbedaan pendapat:
       - Ada yang mengatakan bahwa khabar itu sama dengan hadits,
       sehingga maknanya menjadi sama secara istilah.
       - [size=10pt]Ada pula yang berpendapat bahwa hadits adalah
       segala yang datang dari Nabi; sedangkan khabar adalah yang
       datang dari selain Nabi, seperti shahabat dan tabi’in.
       - [size=10pt]Ada juga yang berpendapat bahwa khabar lebih umum
       daripada hadits. Kalau hadits adalah segala apa yang datang dari
       Nabi, sedang khabar adalah yang datang dari Nabi dan selain
       Nabi.
       [size=12pt]&#10043; Definsi Atsar
       Atsar menurut bahasa adalah sisa dari sesuatu. Sedangkan menurut
       istilah ada dua pendapat:
       - [size=10pt]Ada yang mengatakan bahwa atsar itu sama dengan
       hadits, makna keduanya adalah sama.
       - [size=10pt]Ada yang berpendapat bahwa atsar berbeda dengan
       hadits, yaitu apa yang disandarkan kepada shahabat dan tabi’in,
       baik berupa perkataan dan perbuatan mereka.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 403--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 7:57 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Maqlub
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=272
       Nudhatun-Nadhar halaman 47; Taisir Musthalah Hadits halaman 107;
       Ulumul-Hadits halaman 91; Al-Ba’itsul-Hatsits halaman 78; dan
       Tadriibur-Rawi halaman 191
       &#10043; Definisi
       Menurut bahasa, kata “maqlub” adalah isim maf’ul dari kata qalb
       yang berarti membalikkan sesuatu dari bentuk yang semestinya.
       Menurut istilah, hadits maqlub adalah “mengganti salah satu kata
       dari kata-kata yang terdapat pada sanad atau matan sebuah
       hadits, dengan cara mendahulukan kata yang seharusnya
       diakhirkan, mengakhirkan kata yang seharusnya didahulukan, atau
       dengan cara yang semisalnya.
       [size=12pt]&#10043; Bagian-Bagiannya
       Hadits maqlub terbagi menjadi dua bagian: Maqlub Sanad dan
       Maqlub Matan.
       - Maqlub Sanad
       [size=10pt]Maqlub sanad adalah hadits maqlub yang penggantiannya
       terjadi pada sanadnya. Maqlub sanad ini mempunyai dua bentuk:
       Bentuk pertama: seorang perawi mendahulukan dan mengakhirkan
       satu nama dari nama-nama para perawi dan nama ayahnya. Misalnya
       sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ka’ab ibn Murrah, namun
       seorang perawi meriwayatkan hadits tersebut dengan mengatakan:
       “Murrah ibn Ka’ab.”
       Tentang permasalahan ini Al-Khathib Al-baghdadi menulis sebuah
       buku yang beliau namai dengan Raf’ul-Irtiyab fil-Maqlub
       minal-Asmaa’ wal-Ansaab.
       Bentuk Kedua: Seorang perawi mengganti salah satu nama dari
       nama-nama perawi sebuah hadits dengan nama lain, dengan tujuan
       supaya nama perawi tersebut tidak dikenal. Seperti hadits yang
       sudah terkenal diriwayatkan dari Salim, namun seorang perawi
       mengganti namanya dengan nama Nafi’.
       Contoh:
       “Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Hammad ibn ‘Amr An-Nashibi
       (seorang pendusta), dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu
       Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’: ”Jika kalian bertemu
       dengan orang-orang musyrik di suatu jalan, maka janganlah kalian
       memulai mengucapkan salam kepada mereka.”
       Hadits ini adalah hadits yang maqlub, karena Hammad membaliknya,
       dimana dia menjadikan hadits ini diriwayatkan dari Al-A’masy.
       Padahal sudah diketahui bersama bahwa hadits ini diriwayatkan
       dari Suhail ibn Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah
       radhiyallahu ‘anhu. Seperti inilah Imam Muslimmeriwayatkannya
       dalam kitabnya. Beliau meriwayatkannya dari Syu’bah, Ats-Tsauri,
       Jarir ibn Abdul-Hamid, dan Abdul-‘Aziz Ad-Daruwardi; kesemuanya
       dari Suhail.
       Pelaku perbuatan ini jika melakukannya dengan sengaja, maka ia
       dijuluki “pencuri hadits.” Perbuatan ini terkadang dilakukan
       oleh perawi yang terpercaya karena keliru, bukan karena
       kesengajaan sebagaimana yang dilakukan oleh perawi pendusta.
       - [size=11pt]Maqlub Matan
       [size=10pt]Maqlub matan adalah hadits maqlub yang penggantiannya
       terjadi pada matannya. Maqlub matan ini mempunyai dua bentuk:
       Bentuk pertama: Seorang perawi mendahulukan sebagianmatan yang
       seharusnya diakhirkan dari sebuah hadits dan mengakhirkan
       sebagian matan yang seharusnya didahulukan.
       Contoh:
       Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari shahabat Abu
       Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Yaitu hadits tentang tujuh golongan
       yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya, dimana hari itu tidak ada
       naungan selain naungan-Nya. Di dalamnya disebutkan salah satu
       dari ketujuh golongan tersebut: ”dan seorang laki-laki yang
       bersedekah kemudian ia menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan
       kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan
       kirinya.” Ini adalah salah satu riwayat yang terbalik yang
       dilakukan oleh seorang perawi.
       Sedangkan riwayat yang benar adalah: ”Sehingga tangan kirinya
       tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.”
       Seperti inilah hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik
       dalam Kitab Al-Muwaththa’-nya, Imam Bukhari dalam Kitab
       Shahih-nya, dan para ahli hadits lain. Itulah contoh dari bagian
       pertama, dimana ada keterbalikan dalam matannya karena sudah
       menjadi suatu yang maklum bahwa bersedekah itu dilakukan dengan
       tangan kanan.
       Bentuk kedua: Seorang perawi menyambung sebuah matan hadits
       dengan sanad hadits lain dan menyambungkan sebuah sanad hadits
       dengan matan hadits lain. Penggantian ini dilakukan dalam rangka
       menguji sebagian ulama hadits, supaya bisa diketahui sampai
       dimana tingkat kekuatan hafalannya sebagaimana yang dilakukan
       oleh ulama’ Baghdad terhadap Imam Muhammad ibn Isma’il
       Al-Bukhari ketika datang menemui mereka.
       Al-Khathib Al-Baghdadi meriwayatkan bahwa para ulama Baghdad
       berkumpul dan bersepakat untuk membolak-bailkkan matan dan sanad
       seratus hadits, dimana mereka menyambungkan matan dengan sanad
       lain dan menyambungkan sanad dengan matan lain. Kemudian mereka
       memberikan hadits-hadits yang mereka balik matan dan sanadnya
       kepada Imam Bukhari dan menanyakan kepadanya. Maka satu per satu
       beliau mampu mengembalikan matan ke sanadnya dan mengembalikan
       sanad ke matannya tanpa melakukan kesalahan sedikitpun.
       [size=12pt]&#10043; Hukum Melakukan Pembalikan Matan atau Sanad
       Hadits maqlub termasuk salah satu dari jenis-jenis hadits yang
       dla’if. Akan tetapi hukumnya berubah-ubah menurut sebab
       terjadinya pembalikan (qalb).
       - [size=10pt]Jika pembalikan pada matan dan sanad hadits
       dilakukan bertujuan agar sanad atau matannya tidak diketahui,
       maka perbuatan ini tidak diperbolehkan karena perbuatan tersebut
       sama dengan merubah hadits. Sedangkan merubah hadits adalah
       perbuatan para perawi pendusta.
       - [size=10pt]Jika dilakukan untuk menguji yang betujuan untuk
       mengecek tingkat kekuatan hafalan dan kelayakan seorang menjadi
       ahli hadits, maka hal ini diperbolehkan. Kebolehan melakukan
       pembalikan ini harus memenuhi syarat. Yaitu seorang perawi yang
       melakukan pembalikan harus menjelaskan matan dan sanad tersebut
       sebelum ia meninggalkan tempat.
       [size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 404--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 8:11 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Al-Maziid Fii Muttashil Al-Asanid
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=273
       Taisir Musthalah Hadits halaman 110; Nudhatun-Nadhar halaman 48;
       Al-Ba’itsul-Hatsits halaman 176; dan Tadribur-Rawi halaman 392
       &#10043; Definisi:
       Al-Mazid adalah isim maf’ul dari kata ziyaadah yang berarti
       tambahan. Al-Muttashil adalah lawan kata dari Al-Munqathi’ yang
       berarti bersambung. Sedangkan Al-Asaanid adalah bentuk jamak
       dari kata Isnad yang berarti mata rantai para perawi sebuah
       hadits.
       Berdasarkan pada uraian di atas, maka Al-Maziid fii Muttashil
       Al-Asanid artinya: “Perawi yang ditambahkan dalam sebuah sanad
       hadits, dimana sanad tersebut jika dilihat maka tampak secara
       lahiriyyah seakan-akan tersambung.
       Contoh:
       Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnul-Mubarak, ia berkata,
       “Sufyan telah menceritakan kepadaku dari Abdurrahman ibn Yazid,
       ia berkata: Bisr ibn ‘Ubaidillah menceritakan kepadaku, ia
       berkata: Aku mendengar Abu Idris berkata: Aku mendengar Watsilah
       berkata: Aku mendengar Abu Martsad berkata: Aku mendengar
       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: ”Janganlah
       kalian duduk di atas kuburan dan janganlah kalian shalat
       menghadapnya.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi, keduanya dengan
       tambahan dan membuang “Abu Idris”)
       Dalam hadits di atas ada dua perawi yang ditambahkan, yaitu
       Sufyan dan Abu Idris. Diperkirakan Sufyan tersebut ditambahkan
       ke dalam sanad di atas oleh perawi sebelum Ibnul-Mubarak. Karena
       para perawi yang terpercaya meriwayatkan hadits ini dari
       Ibnul-Mubarak dari Abu Yazid. Bahkan sebagian dari mereka ada
       yang menyatakan dengan tegas bahwa Ibnul-Mubarak mendengar
       langsung dari Abu Yazid.
       Sedangkan Abu Idris diperkirakan ditambahkan oleh Ibnul-Mubarak.
       Karena para perawi yang terpercaya meriwayatkan hadits ini dari
       Abdurrahman ibn Yazid dan tidak ada satupun dari mereka yang
       menyebutkan Abu Idris. Bahkan sebagian dari mereka ada yang
       mengatakan dengan tegas bahwa Bisr mendengar langsung dari
       Watsilah. Para ulama hadits yang terpercaya menghukumi bahwa
       Ibnul-Mubarak melakukan kesalahan pada kasus ini.
       Tambahan di atas dapat ditolak dan dijadikan alasan untuk
       melemahkan perawi yang menambahkannya dengan syarat:
       - Perawi yang tidak menambahkan lebih kuat hafalannya daripada
       perawi yang menambahkan.
       - [size=10pt]Terdapat dalam penambahan tersebut penjelasan yang
       tegas bahwa perawi satu dengan lainnya betul-betul mendengar.
       [size=11pt]Oleh karena itu, jika dua syarat di atas tidak
       dipenuhi atau salah satu dari keduanya (tidak dipenuhi); maka
       penambahan tersebut dimenangkan atau diterima. Sedangkan sanad
       yang tidak ada tambahannya dianggap terputus (Munqathi’ ), akan
       tetapi keterputusan sanad tersebut masih dianggap ringan. Inilah
       yang dimaksud mursal khafiy.
       Dalam hal ini Imam Al-Khathib Al-Baghdadi telah mengarang sebuah
       buku yang beliau namakan dengan Tamyiz Al-Maziid fii Muttashil
       Al-Asaanid.[size=11pt] &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       #Post#: 405--------------------------------------------------
       Re: &#1769;&#1758;&#1769; MUHADIDDTSIN: ILMU AL-JARH WAT-TA’DIL
   DIR By: iscm
       Date: January 13, 2024, 8:18 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Mudltharib
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=274
       Nudhatun-Nadhar halaman 48; Taisir Musthalah Al-Hadits halaman
       112; Tadribur-Rawi halaman 169; Ulumul-Hadits halaman 83; dan
       Al-Ba’itsul-Hatsits halaman 72
       &#10043; Definisi:
       Secara bahasa, kata mudltharib adalah kata benda yang berbentuk
       isim fa’il (pelaku) dari kata Al-Idlthirab yang berarti urusan
       yang diperselisihkan dan rusak aturannya.
       Secara istilah, hadits Mudltharib adalah hadits yang
       diriwayatkan dari jalur yang berbeda-beda serta sama dalam
       tingkat kekuatannya, dimana satu jalur dengan yang lainnya tidak
       memungkinkan untuk disatukan atau digabungkan, dan tidak
       memungkinkan pula untuk dipiliha salah satu yang terkuat.
       Akan tetapi jika antara jalur satu dengan yang lainnya dapat
       disatukan atau digabungkan, maka hilanglah ketidakjelasan
       (Al-Idlthirab) itu, dan dibolehkan untuk mengamalkan semua
       riwayat. Jika dapat dipilih salah satu yang terkuat, maka yang
       dibolehkan untuk diamalkan adalah riwayat yang terkuat tersebut
       saja.
       Bagian-Bagian Hadits Mudltharib
       Ketidaktetapan (Al-Idlthirab kadang-kadang terjadi pada
       matannya. Namun terjadinya ketidaktetapan (Al-Idlthirab) pada
       sanad lebih banyak daripada yang terjadi pada matannya.
       - Mudltharib Sanad
       [size=10pt]Contohnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
       Abu Bakar, ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihat rambutmu
       beruban.” Maka beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
       ”Yang telah membuat rambutku beruban adalah Hud dan
       saudara-saudaranya” [size=10pt](HR. At-Tirmidzi)
       Imam Ad-Daruquthni berkata, “Hadits ini adalah hadits
       mudltharib, karena hadits ini tidak diriwayatkan kecuali satu
       dari jalan, yaitu dari Abu Ishaq. Periwayatan dari Abu Ishaq
       diperselisihkan oleh para ulama ahli hadits:
       Diantara mereka ada yang meriwayatkan secara mursal (dari
       tabi’in langsung kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
       Wasallam).
       Sebagian yang lain ada yang meriwayatkannya secara maushul
       (sambung sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam).
       Sebagian yang lain ada yang menjadikannya termasuk ke dalam
       Musnad Abu Bakar (Kumpulan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh
       Abu Bakar).
       Sebagian yang lain ada yang menjadikannya termasuk ke dalam
       Musnad Sa’ad.
       Sebagian yang lain ada yang menjadikannya masuk ke dalam Musnad
       ‘Aisyah. Dan lain sebagainya.
       Semua perawi hadits tersebut semuanya terpercaya. Oleh karena
       itu, maka kesemua jalur sanad yang dimiliki oleh hadits tersebut
       tidak memungkinkan untuk dipilih salah satu yang terkuat dan
       tidak pula untuk disatukan atau digabungkan.
       - Mudltharib Matan
       [size=10pt]Contohnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
       Imam At-Tirmidzi, dari Syuraik, dari Abu Hamzah, dari
       Asy-Sya’bi, dari Fathimah binti Qais, ia berkata, “Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang zakat. Maka beliau
       bersabda: ”Sesungguhnya dalam harta ada kewajiban yang lain
       selain kewajiban zakat.” Sedangkan Imam Ibnu Majah meriwayatkan
       hadits ini dari jalur sanad yang sama dengan menggunakan
       ungkapan:
       ”Tidak ada kewajiban dalam harta selain kewajiban zakat.”
       Imam Al-‘Iraqi berkata, “Ketidaktetapan (Al-Idlthirab) yang ada
       pada hadits di atas tidak memungkinkan untuk ditakwilkan.”
       [size=12pt]&#10043; Hukumnya
       Al-Idlthirab menyebabkan hadits menjadi lemah. Hal inikarena
       dalam hadits mudltharib terdapat isyarat yang menunjukkan
       ketidaktelitian, baik pada sanad maupun matan.
       Imam Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani telah mengarang buku
       tentang hal ini dan beliau namakan Al-Muqtarib fii
       Bayaanil-Mudltharib. Buku tersebut beliau nukil dari kitab
       Al-‘Ilal karya Imam Ad-Daruquthni. Kemudian beliau berikan
       tambahan dan sempurnakan. &#42880;[size=8pt]1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 3 of 4
   DIR Previous Page
   DIR Next Page