DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA TABI’IN DAN TABI’UT TABI...
*****************************************************
#Post#: 362--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Tabi’in Dan Tabi’ut Tabi’in
(Lainnya): Abdullah ibn Tsuaib (Abu Muslim Al Khaulani)
DIR By: LeManz
Date: January 1, 2024, 2:07 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Abu Muslim Al-Khaulani, Abdullah ibn Tsuaib
[font=georgia]rahimahullah[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=188
Adalah Al-Aswad Al-‘Ansi seorang yang begitu kuat, bertubuh
kekar, berkulit hitam. Di masa Jahiliyah banyak kejahatannya,
ia adalah seorang yang mumpuni dalam perdukunan, mahir dalam
melakukan sihir atas manusia. Di samping itu pula ia adalah
orang yang fasih lisannya, mengagumkan penjelasannya, pengkaui,
mampu mempermainkan akal orang-orang awam dengan
kebathilan-kebathilannya dan mampu menarik loyalitas orang-orang
khusus dengan hibah dan pemberiannya.
Ia tidak pernah muncul di hadapan manusia kecuali dengan menutup
muka dengan cadar berwarna hitam untuk meliputi dirinya dengan
sifat ditakuti karena tersembunyi dan berwibawa.
Dakwah al-Aswad al-‘Ansi telah tersebar di Yaman sebagaimana
menjalarnya api pada tanaman yang kering, dan kabilahnya dari
Bani Madzhij yang megikutinya telah membantunya dalam meyebarkan
dakwahnya.
Pada saat itu, ia adalah kabilah Yaman yang paling banyak jumlah
penduduknya, paling luas kawasannya dan paling kuat bala
tentaranya.
Sebagaimana telah membantunya dalam menyebarkan dakwahnya, yaitu
kemampuannya untuk menciptakan kedustaan dan menghiasi
perkataannya, serta permintaan bantuannya kepada orang-orang
pengkaui yang menjadi pengikutnya.
Ia mendakwakan kepada manusia bahwa malaikat turun kepadanya
dengan membawa wahyu serta memberitakan hal-hal ghaib kepadanya.
Untuk meyakinkan manusia atas kebenaran dakwaanya, ia telah
menempuh banyak cara.
(Diantaranya) ia menyebarkan mata-matanya di setiap tempat,
untuk mengetahui urusan-urusan manusia dan musykilah mereka
serta menyibak rahasia-rahasia dan berita-berita mereka, serta
menembus apa yang terhimpun dalam lubuk hati mereka dari
angan-angan dan kesusahan.
Dan mereka di waktu yang sama merayu dan menipu mereka agar
merujuk kepadanya (al-Aswad) dan meminta pertolongan darinya.
Dan apabila mereka mendatanginya, ia menghadapi setiap orang
yang punya hajat dengan hajatnya dan memulai setiap orang yang
punya permasalahan dengan (menyelesaikan) permasalahannya.
Dengan begitu seakan-akan ia memperlihatkan kepada mereka bahwa
ia (mengetahui) rahasia-rahasia yang tersembunyi pada mereka dan
menemukan apa yang tersembunyi dalam lubuk hati mereka.
Ia mendatangkan hal-hal ajaib dan aneh yang mampu mencengangkan
akal dan membingungkan pikiran.
Tidaklah berselang lama hingga urusannya menjadi besar…
Tersebarlah popularitasnya…
Bertambah banyak pengikutnya…
Bersama mereka ia menguasai Shan’a, dan dari Shan’a menguasai
daerah-daerah lainnya, hingga negeri-negeri yang terletak antara
“Hadlramaut” dan “Thaif” tunduk kepadanya, juga negeri-negeri
yang terletak antara “al-Bahrain” dan “’Adan.”
Setelah urusan menjadi mapan untuk al-Aswad al-‘Ansi serta
negeri-negeri dan manusia tunduk kepadanya. Ia segera mengawasi
para penentangnya dan orang-orang yang Allah berikan kepada
mereka keimanan yang dalam terhadap agamanya yang lurus…
Dan keyakinan yang mantap terhadap nabi-Nya yang mulia …
Serta loyalitas (keta’atan) yang tulus kepada Allah dan
Rasul-Nya…
Juga menyuarakan al-haq dengan keras dan menantang kebathilan…
Bersama mereka ia mulai menyerang dalam kekuatan besar dan
menimpakan adzab yang pedih.
Adalah di barisan terdepan mereka (yang diperangi oleh al-Aswad)
ada “Abdullah ibn Tsuwab” yang diberi kunyah “Abu Muslim
al-Khaulani.”
Abu Muslim al-Khaulani adalah seorang yang kokoh dalam agamanya…
Kuat imannya… Keras kepala untuk menyuarakan al-haq dengan
lantang…
Ia telah mengikhlaskan dirinya untuk Allah, sehingga ia
berpaling dari dunia dan perhiasannya… Zuhud terhadap keelokan
hidup dan perdagangannya…
Ia telah menadzarkan hidupnya untuk ta’at kepada Allah dan
berdakwah kepada-Nya…
Ia telah menjual dunia yang fana dengan akhirat yang kekal
dengan penjualan yang murah…
Sehingga orang-orang menempatkannya pada kedudukan yang tinggi
dalam jiwa mereka. Mereka melihatnya seorang yang bersih jiwanya
dan erat hubungannya dengan Allah dan do’anya mustajab di
sisi-Nya.
Al-Aswad al-‘Ansi berkeinginan untuk menyerang Abu Muslim dengan
penyerangan besar…
(Penyerangan) yang menghembuskan rasa takut dan gentar ke dalam
hati para penentang dakwahnya secara sembunyi dan
terang-terangan dan mengalahkan mereka dengan sebenar-benarnya
(menjadikan para penentangnya kalang kabut).
Ia menyuruh untuk mengumpulkan kayu bakar dan menumpuknya di
tanah lapang di Shan’a lalu dinyalakan dengan api…
Ia mengundang manusia untuk menyaksikan istitabah*nya faqih
(ahli fikih) Yaman dan ‘abid (ahli ibadah) nya yaitu Abu Muslim
al-Khaulani dan pengakuan terhadap kenabiannya.
Pada waktu yang sudah ditentukan, al-Aswad al-‘Ansi mendatangi
tanah lapang yang penuh sesak dengan manusia.
Para thaghutnya dan pembesar pengikutnya mengelilinginya, juga
para penjaga dan panglima pasukannya.
Ia lalu duduk di atas kursinya yang besar yang telah diletakkan
untuknya menghadap ke arah api.
“Abu Muslim al-Khaulani” diseret kehadapannya di bawah tatapan
manusia dan pendengaran mereka…
Saat ia (Abu Muslim) sampai di hadapannya, orang yang sombong
dan pendusta ini memengkaung kepadanya dengan penuh takabbur…
Ia lalu memengkaung ke arah api yang berkobar-kobar di
hadapannya dengan keras.
Kemudian ia menoleh kepadanya dan berkata, “Apakah kamu bersaksi
bahwa Muhammad utusan Allah?”
Abu Muslim menjawab, “Ya, aku bersaksi bahwa ia hamba Allah dan
utusan-Nya… dan ia adalah pemimpin para rasul dan juga penutup
para nabi.”
Al-Aswad al-‘Ansi mengerutkan dahinya dan mengangkat alisnya, ia
berkata, “Dan kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?”
Ia menjawab, “Telingaku tuli, aku tidak mendengar apa yang kamu
katakan.”
Al-Aswad berkata, “Kalau demikian, aku akan melemparmu ke dalam
api ini.”
Abu Muslim berkata, “Apabila kamu melakukannya, berarti aku
berlindung dengan api yang bahan bakarnya kayu bakar dari api
yang bahan bakarnya manusia dan bebatuan, penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai
Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Al-Aswad berkata, “Aku tidak akan terburu-buru terhadapmu, akan
aku berikan kesempatan lain kepadamu untuk mengembalikan
akalmu.”
Ia lalu mengulangi pertanyaan kepadanya, ia berkata, “Apakah
kamu bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah?”
Abu Muslim menjawab, “Ya, aku bersaksi bahwa ia adalah hamba
Allah dan utusan-Nya. Allah telah mengutusnya dengan agama
petunjuk dan haq dan Dia menutup segala risalah dengan
risalahnya.”
Maka al-Aswad bertambah murka dan berkata, “Dan kamu bersaksi
bahwa aku adalah utusan Allah?.”
Abu Muslim menjawab, “Bukankah sudah aku beritahukan kepadamu
bahwa telingaku tuli, sehingga aku tidak mendengar perkataanmu
ini?!.”
Al-Aswad al-‘Ansi terbakar kemarahan akibat keberaniannya dalam
menjawab, ketentraman jiwanya dan ketenangan anggota badannya…
Ia berkehendak untuk menyuruh seseorang, dan melemparkannya ke
dalam api.
Di saat itu, salah satu pembesar thaghutnya maju kepadanya dan
membisikkan ke telinganya, ia berkata, “Sesungguhnya orang ini
–sebagaimana yang kamu tahu- adalah bersih jiwanya, terkabulkan
do’anya… Dan sesungguhnya Allah tidak akan menghinakan seorang
mukmin yang tidak menghinakan-Nya di saat-saat genting…
Dan sesungguhnya kamu, apabila melemparkannya ke dalam api lalu
Allah menyelamatkannya, maka berarti kamu telah menghancurkan
seluruh apa yang telah kamu bangun dalam sesaat. Dan kamu
mendorong manusia untuk kufur terhadap kenabianmu…
Dan bila api membakarnya, niscaya orang-orang akan bertambah
kagum terhadapnya dan tambah membesarkannya, dan mereka akan
mengangkatnya ke dalam barisan para syuhada.
Maka berilah kebaikan kepadanya dengan membebaskannya, dan
buanglah ia dari negerimu, kamu akan terbebas darinya dan merasa
tenang.”
Al-Aswad lalu menerima pendapat thaghutnya dan memerintahkan Abu
Muslim untuk meninggalkan negeri saat itu juga*
Abu Muslim al-Khaulani melangkahkan kakinya pergi ke arah
Madinah.
Ia mengangan-angankan dirinya untuk bisa bertemu Rasulullah . Ia
telah beriman kepadanya sebelum kedua matanya merasakan
kenikmatan memengkaungnya, dan jiwanya bergembira menjadi
sahabatnya.
Akan tetapi hampir saja ia sampai di ujung “Yatsrib (Madinah)”
sehingga berita kematian Nabi sampai ke telinganya, juga berita
Abu Bakar yang menjabat sebagai khalifah kaum Muslimin
setelahnya.
Kesedihan yang sangat menggelayuti lubuk hatinya atas wafatnya
Nabi yang mulia.
Abu Muslim sampai di Madinah dan menuju ke masjid Rasulullah.
Saat ia menghampiri masjid, ia mengikat untanya dekat dengan
pintu masjid, ia masuk ke al-haram an-nabawi (masjid nabawi)
yang mulia dan mengucapkan salam kepada Rasulullah.
Ia berdiri di salah satu pilar dari pilar-pilar masjid dan mulai
shalat…
Saat ia selesai dari shalatnya, Umar ibn al-Khaththab berjalan
ke arahnya, hingga sampai di depannya. Ia berkata, “Dari mana
kamu?” Ia menjawab, “Dari Yaman.”
Umar berkata, “Apa yang telah Allah perbuat dengan sahabat kami
yang mana musuh Allah telah membakarnya dengan api, lalu Allah
menyelamatkannya darinya?”
Ia menjawab, “Ia dalam kebaikan dan penuh nikmat dari Allah….”
Umar berkata, “Aku menyumpahmu dengan nama Allah, bukankah kamu
adalah dia?”
“Ya” jawabnya.
Umar lalu mencium keningnya dan berkata, “Tahukah kamu apa yang
Allah perbuat kepada musuh Allah dan musuhmu?”
Ia berkata, “Sekali-kali tidak, beritanya telah terputus dariku
semenjak aku meninggalkan Yaman.”
Umar menjawab, “Allah telah membunuhnya melalui tangan-tangan
orang-orang yang tersisa dari kalangan kaum Mukminin yang benar
dan Dia melenyapkan kerajaannya serta mengembalikan para
pengikutnya kepada agama Allah….”
Ia berkata, “Segala puji bagi Allah yang belum mengeluarkan aku
dari dunia sehingga mataku bergembira dengan kematiannya dan
kembalinya orang-orang yang terperdaya dari penduduk Yaman ke
dalam pangkuan Islam.”
Umar berkata kepadanya, “Dan aku memuji Allah yang telah
memperlihatkan kepadaku dalam umat Muhammad seseorang yang
diperlakukan sebagaimana yang diperlakukan kepada khalilurrahman
bapak kita Ibrahim alaihissalam.
Kemudian ia (Umar) menggandeng tangannya dan berjalan bersamanya
menuju kepada Abu Bakar. Saat ia masuk menemuinya, ia
mengucapkan salam dengan panggilan khalifah dan mambai’atnya.
Ash-Shiddiq lalu mendudukkannya antara dia dan Umar.
Mulailah dua syaikh (Yaitu Abu Bakar dan Umar) tersebut meminta
Abu Muslim untuk menceritakan kembali kisahnya bersama al-Aswad
al-‘Ansi.
Abu Muslim al-Khaulani tinggal beberapa waktu di Madinah
Munawwarah dan di sela-sela itu ia selalu menetapi masjid
Rasulullah…
Ia shalat sebanyak apa yang Allah kehendaki untuk shalat di
Raudlah yang suci, ia juga menimba ilmu dari pembesar sahabat
seperti Abu Ubaidah ibn al-Jarrah, Abu Dzarr al-Ghifaari, Ubadah
ibn ash-Shaamit, Mu’adz ibn Jabal dan ’Auf ibn Malik al-Asyja’i.
Kemudian terbesitlah dalam hati Abu Muslim al-Khaulani untuk
pergi ke negeri Syam dan menjadikannya sebagai tempat tinggal.
Tujuan kepindahannya adalah agar ia menjadi dekat dengan
perbatasan Syam untuk ikut serta dengan pasukan muslimin dalam
memerangi Romawi dan beruntung dengan mendapatkan pahala
murabathah (menjaga perbatasan) di jalan Allah.
Ketika khilafah berpindah kepada amirul mukminin “Muawiyah ibn
Abi Sufyan,” ia banyak bolak-balik menemuinya dan menghadiri
majlis-majlisnya. Ia memiliki beberapa kejadian yang
diingat-ingat dan masyhur yang menjadi saksi atas tingginya
kedudukan kedua orang tersebut… dan memberitahukan tentang apa
yang keduanya berhias dengannya dari ketinggian sifat…
Di antaranya, bahwa Abu Muslim masuk menemui Muawiyah
radhiyallahu ‘anhu, maka ia melihatnya duduk di bagian depan
majlisnya yang ramai.
Para pejabat negeri telah mengelilinginya, juga panglima pasukan
dan para tokoh kaumnya…
Ia melihat orang-orang berlebih-lebihan dalam mengagungkannya
dan memuliakannya, sehingga ia merasa khawatir terhadapnya
dengan kekhawatiran yang sangat. Ia mengatakan, “Assalamu’alaika
ya Ajiirul (pelayan) mukminin.”
Orang-orang menoleh kepadanya dan berkata, “Amirul
mukminin…wahai Abu Muslim….”
Ia tidak menggubris mereka dan berkata, “Assalamu’alaika ya
ajiirul mukminin.”
Orang-orang berkata, “Amirul Mukminin wahai Abu Muslim.”
Ia tidak mendengarkan perkataan mereka dan tidak menoleh kepada
mereka dan ia berkata, “Assalamu’alaika ya ajiirul mukminin.”
Saat orang-orang berkehendak untuk mengulanginya, Muawiyah
menoleh kepada mereka dan berkata, “Biarkan Abu Muslim, ia lebih
tahu dengan apa yang ia katakan.”
Abu Muslim mendekat kepada Muawiyah dan berkata kepadanya,
“Sesungguhnya permisalanmu –setelah Allah mengangkatmu sebagai
wali bagi urusan manusia- sebagaimana permisalannya orang yang
menyewa seseorang atau mewakilkan kepadanya urusan dombanya. Ia
memberikan upah kepadanya untuk mengurusi gembalanya, menjaga
badannya dan memperbanyak wool-nya dan susunya…
Apabila ia mengerjakan apa yang menjadi kesepakatan dengannya
sehingga domba yang kecil tumbuh menjadi besar, yang kurus
menjadi gemuk dan yang sakit menjadi sehat…ia memberikan upahnya
dan melebihkannya.
Sebaiknya jika tidak becus dalam mengurus gembalanya dan lalai
darinya hingga yang kurus menjadi binasa, yang gemuk menjadi
kurus dan hilang wool-woolnya dan susu-susunya…maka ia menahan
upahnya dan memarahinya serta menghukumnya.
Maka pilihlah untuk dirimu apa yang ada kebaikan dan pahalanya
untukmu.”
Muawiyah mengangkat kepalanya yang sebelumnya tertunduk ke
tanah, ia berkata, “Semoga Allah membalasimu dengan kebaikan
atas kami dan atas rakyat wahai Abu Muslim, kami tidak
mengetahuimu kecuali seorang yang memberikan nasehat kepada
Allah dan Rasul-Nya dan juga kepada kaum muslimin pada umumnya.”
Abu Muslim menghadiri shalat Jum’at di masjid jami’ di Damaskus.
Dan adalah amirul mukminin Muawiyah yang berkhutbah di hadapan
manusia, ia mengingatkan kepada mereka perintahnya untuk
menggali sungai “Baradaa” sehingga airnya menjadi jernih.
Abu Muslim lalu memanggilnya di antara kelompok manusia dan
berkata, “Ingatlah wahai Muawiyah, bahwa kamu akan mati entah
hari ini atau besok, dan bahwa tempat tinggalmu adalah
kuburan…apabila kamu mendatanginya dengan membawa sesuatu, maka
kamu akan mendapatkan sesuatu padanya. Dan bila kamu
mendatanginya dengan tangan hampa, maka kamu akan mendapatkannya
kosong dan rata.
Dan sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Allah untukmu
wahai Muawiyah, agar kamu tidak beranggapan bahwa khilafah hanya
sekedar menggali sungai… mengumpulkan harta… Akan tetapi
khilafah adalah beramal dengan al-haq… berkata adil… dan
mengajak manusia kepada keridlaan Allah…
Wahai Muawiyah, sesungguhnya kami tidak peduli dengan keruhnya
sungai apabila mata kepala kami jernih dan sesungguhnya engkau
adalah mata kepala kami, maka berijtihadlah agar engkau
senantiasa jernih.
Wahai Muawiyah, sesungguhnya engkau apabila berbuat dzalim
kepada satu orang, maka kadzalimanmu akan menghilangkan
keadilanmu.
Maka hati-hatilah kamu dari berbuat dzalim… Karena sesungguhnya
kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.”
Setelah Abu Muslim selesai dari perkataannya, Muawiyah turun
dari mimbar dan menghampirinya. Ia berkata, “Semoga Allah
merahmatimu wahai Abu Muslim dan membalasimu dengan sebaik-baik
balasan atas kami.”
Pada kali yang lain, Muawiyah naik mimbar dan memulai
khutbahnya. Sementara ia telah menahan pemberiannya kepada
orang-orang selama dua bulan.
Maka Abu Muslim memanggilnya dan berkata, “Wahai Muawiyah,
sesungguhnya harta ini bukanlah hartamu, tidak pula harta ayah
dan ibumu…dengan hak apa kamu menahannya dari manusia?!.”
Nampaklah kemarahan pada wajah Muawiyah, dan orang-orang mulai
menanti apa yang akan terjadi.
Tidak ada yang ia lakukan kecuali ia mengisyaratkan kepada
orang-orang agar tetap tinggal di tempat mereka dan tidak
meninggalkannya.
Ia turun dari mimbar dan berwudlu dan menyiramkan sedikit air
kebadannya. Kemudian ia naik mimbar, lalu memuji Allah ’Azza Wa
Jalla dan menyanjungnya dengan sanjungn yang sesuai dengan-Nya
dan berkata, “Sesungguhnya Abu Muslim telah menyebutkan bahwa
harta ini bukanlah hartaku, bukan pula harta ayah dan ibuku…
Dan sungguh Abu Muslim telah benar atas apa yang ia katakan… Dan
sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda, “Kemarahan itu
dari syaithan… dan syaithan (diciptakan) dari api… dan air
memadamkan api. Maka apabila salah seorang dari kamu marah
hendaklah ia mandi.” “Wahai manusia, bergegaslah untuk mengambil
hak-hak kalian atas berkah Allah.”
Semoga Allah membalasi Abu Muslim al-Khaulani dengan sebaik-baik
balasan. Ia adalah seorang permisalan yang langka dalam
menyuarakan kalimatul haq.
Semoga Allah meridhai Muawiyah ibn Abi Sufyan dan memperbanyak
keridlaan-Nya. Ia merupakan tauladan yang mengagumkan dalam
rujuk (kembali) kepada kalimatul haq. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: Thabaqat ibn Sa’d: 7/448, Tarikh al-Bukhari: 5/58,
Al-Ma’rifah wat Tarikh: 2/308, 382, Al-Istii’ab: 1479, Tarikh
ibn Asakir: 9/12, Tadzkiratul Huffadz: 1/49, Al-Bidayah wan
Nihayah: 8/146, Al-Ishaabah: 6302, Syadzaratudz Dzahab: 1/70
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1