DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA TABI’IN DAN TABI’UT TABI...
*****************************************************
#Post#: 357--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Tabi’in Dan Tabi’ut Tabi’in
(Lainnya): Atba’ ibn Abi Rabah
DIR By: LeManz
Date: January 1, 2024, 2:05 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ ‘Atha' ibn Abi Rabah [font=georgia]rahimahullah[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=189
“Saya tidak melihat orang yang mencari ilmu karena Allah,
kecuali tiga orang yakni: ‘Atha’, Thawus, dan Mujahid.” Salamah
[i]ibn Kuhail. Kita sekarang memasuki sepuluh hari terakhir
bulan Dzul Hijjah tahun 97 H. Dan rumah tua (Ka’bah) ini
disesaki oleh tamu-tamu Allah dari segala penjuru; para pejalan
kaki dan para pengendara, Tua dan muda, Laki-laki dan perempuan,
berkulit hitam dan putih; orang arab dan non Arab serta tuan dan
ada yang dipertuan alias rakyat. Mereka semua telah datang
menghadap Raja manusia dengan khusyu’ seraya bertalbiyah dan
mengharapkan pahala Allah.[/i]
Tersebutlah, Sulaiman ibn Abdul Malik, seorang Khalifah kaum
muslimin dan salah seorang raja agung yang pernah bertahta di
muka bumi sedang berthawaf di sekeliling Ka’bah dengan kepala
terbuka dan bertelanjang kaki. Dia hanya mengenakan kain sarung
dan selendang. Kondisinya kala itu sama seperti
saudara-saudaranya fillah yang menjadi rakyat jelata. Sementara
di belakangnya ada dua orang putranya, keduanya adalah dua anak
muda yang keceriaan wajahnya bagaikan bulan purnama dan wangi
dan kilauannya ibarat bunga yang sedang mekar. Begitu khalifah
menyelesaikan thawafnya, beliau menengok ke arah salah seorang
pengawalnya sembari berkata, “Di mana sahabatmu?.” Orang itu
menjawab, “Dia di sana sedang shalat”, Sambil menunjuk ke pojok
Barat Masjid Al-Haram. Lalu Khalifah dengan diikuti kedua
putranya menuju tempat yang ditunjuk oleh pengawal tersebut.
Para pengawal pribadinya ingin mengikuti khalifah guna
melebarkan jalan bagi dan melindunginya dari suasana
berdesak-desakan. Akan tetapi Khalifah melarang mereka melakukan
hal itu sembari berkata,
“Para raja dan rakyat jelata sama kedudukannya di tempat ini.
Tidak seorang pun yang lebih mulia dari orang lain, kecuali
berdasarkan penerimaan (terhadap amalnya) dan ketakwaan. Boleh
jadi ada orang yang kusut dan lusuh berdebu datang kepada Allah,
lalu Allah menerima ibadahnya dan pada saat yang sama, para raja
tidak diterima oleh-Nya."
Kemudian Khalifah berjalan menuju orang tersebut, lalu dia
mendapatinya masih melaksanakan shalat, khusyu’ di dalam ruku’
dan sujudnya. Sedangkan orang-orang duduk di belakang, di
sebelah kanan dan kirinya, lalu Khalifah duduk di barisan paling
belakang dari majlis tersebut dan mendudukkan kedua anaknya di
situ. Mulailah dua anak muda Quraisy ini mengamati laki-laki
yang dituju Amirul mu’minin (bapak mereka) dan duduk bersama
orang-orang awam lainnya; menunggunya hingga selesai dari
shalatnya.
Ternyata orang itu adalah seorang tua yang berasal dari
Habasyah, berkulit hitam, berambut keriting lebat dan pesek
hidungnya. Jika dia duduk tampak bagaikan gagak hitam.
Ketika orang itu telah selesai dari shalatnya, dia menoleh ke
arah dimana Khalifah berada. Lalu Sulaiman ibn Abdul Malik, Sang
Khalifah memberi salam dan orang itu membalasnya.
Saat itulah Khalifah menyongsongnya dan bertanya tentang manasik
haji, dari satu hal ke hal lainnya, dan orang itu menjawab
setiap pertanyaan dengan jawaban yang tuntas dan memerincinya
sehingga tidak memberikan kesempatan lagi bagi si penanya untuk
bertanya lagi. Dan dia juga menisbahkan setiap perkataan yang
diucapkannya kepada sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi
Wassallam.
Ketika Khalifah telah selesai mengajukan pertanyaannya, beliau
mengucapkan, “Mudah-mudahan Allah membalas anda dengan
kebaikan,” dan beliau berkata kepada kedua putranya,
“Berdirilah,” lalu keduanya berdiri… Kemudian mereka bertiga
berlalu menuju tempat sa’i.
Ketika mereka bertiga di pertengahan jalan menuju tempat sa’i,
antara Shafa dan Marwa, kedua anak muda itu mendengar ada
orang-orang yang berseru, “Wahai kaum muslimin, siapapun tidak
boleh memberi fatwa kepada orang-orang di tempat ini, kecuali
‘Atha’ ibn Abi Rabah. Dan jika dia tidak ada, maka Abdullah ibn
Abi Nujaih.
Maka salah satu dari kedua anak muda itu menoleh kepada ayahnya
seraya berkata, “Bagaimana mungkin pegawai Amirul mu’minin bisa
menyuruh orang-orang supaya tidak meminta fatwa kepada siapapun
selain kepada ‘Atha’ ibn Abi Rabah dan sahabatnya kemudian kita
telah datang meminta fatwa kepada orang ini?… seorang yang tidak
peduli terhadap kehadiran Khalifah dan tidak memberikan
penghormatan yang layak terhadapnya?.”
Maka Sulaiman berkata kepada putranya, “Orang yang telah kamu
lihat -wahai anakku- dan yang kamu lihat kita tunduk di depannya
inilah ‘Atha’ ibn Abi Rabah, pemilik fatwa di Masjid Haram dan
pewaris Abdullah ibn Abbas di dalam kedudukan yang besar ini.”
Kemudian Khalifah melanjutkan perkataannya, “Wahai anakku,
belajarlah ilmu, karena dengan ilmu orang rendah akan menjadi
mulia, orang yang malas akan menjadi pintar dan budak-budak akan
melebihi derajat raja.”
Perkataan Sulaiman ibn Abdul Malik kepada putranya tentang
masalah ilmu tidaklah berlebihan. Karena ‘Atha’ ibn Abi Rabah
pada masa kecilnya adalah hamba sahaya milik seorang perempuan
penduduk Makkah. Akan tetapi, Allah ‘Azza Wa Jalla memuliakan
budak Habasyah ini, dengan meletakkan kedua kakinya semenjak
kecil di jalan ilmu. Dia membagi waktunya menjadi tiga bagian:
Satu bagian untuk majikan perempuannya, mengabdi kepadanya
dengan sebaik-baik pengabdian dan memberikan hak-haknya dengan
sempurna. Dan satu bagian dia jadikan untuk Tuhannya. Waktu ini
dia gunakan untuk beribadah dengan sepenuh-penuhnya,
sebaik-baiknya dan se-ikhlas-ikhlasnya kepada Allah ‘Azza wa
Jalla. Dan satu bagian lagi dia jadikan untuk mencari ilmu. Dia
banyak berguru kepada sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam yang masih hidup, dan menyerap ilmu-ilmu mereka
yang banyak dan murni.
Dia berguru kepada Abu Hurairah, ‘Abdullah ibn Umar, ‘Abdullah
ibn Abbas, Abdullah ibn Az-Zubair dan sahabat-sahabat mulia
lainnya radhiyallahu’anhum, sehingga hatinya dipenuhi ilmu,
fiqih dan riwayat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Ketika Majikan perempuannya melihat bahwa budaknya telah menjual
jiwanya kepada Allah dan mewakafkan hidupnya untuk mencari ilmu,
maka dia melepaskan haknya terhadap ‘Atha’, kemudian
memerdekakannya sebagai bentuk taqarrub kepada Allah ‘Azza wa
Jalla, Mudah-mudah Allah menjadikannya bermanfaat bagi Islam dan
kaum muslimin.
Semenjak hari itu, ‘Atha’ ibn Abi Rabah menjadikan Baitul Haram
sebagai tempat tinggalnya, sebagai rumahnya, tempat dia berteduh
dan sebagai sekolahan yang dia belajar di dalamnya, sebagai
tempat shalat yang dia bertaqarrub kepada Allah dengan penuh
ketakwaan dan keta’atan. Hal ini membuat ahli sejarah berkata,
“Masjid Haram menjadi tempat tinggal ‘Atha’ ibn Abi Rabah kurang
lebih dua puluh tahun.”
Seorang tabi’i yang mulia ‘Atha’ ibn Abi Rabah ini telah sampai
kepada kedudukan yang sangat tinggi di dalam bidang ilmu dan
sampai kepada derajat yang tidak dicapai, kecuali oleh beberapa
orang semasanya.
Telah diriwayatkan bahwa ‘Abdullah ibn Umar sedang menuju ke
Makkah untuk beribadah umrah. Lalu orang-orang menemuinya untuk
bertanya dan meminta fatwa, maka ‘Abdullah berkata,
“Sesungguhnya saya sangat heran kepada kalian, wahai penduduk
Makkah, mengapa kamu mengerumuniku untuk menanyakan suatu
permasalahan, sedangkan di tengah-tengah kalian sudah ada ‘Atha’
ibn Abi Rabah?!.”
‘Atha’ ibn Abi Rabah telah sampai kepada derajat agama dan ilmu
dengan dua sifat:
Pertama, bahwa dia menjadikan dirinya sebagai pemimpin atas
jiwanya. Dia tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk
bersenang-senang dengan sesuatu yang tidak berguna.
Kedua, bahwa dia menjadikan dirinya sebagai pemimpin atas
waktunya. Dia tidak membiarkannya hanyut di dalam perkataan dan
perbuatan yang melebihi keperluan.
Muhammad ibn Suqah bercerita kepada pengunjungnya, “Maukah kamu
mendengar suatu ucapan, barangkali ucapan ini dapat memberi
manfaat kepadamu, sebagaimana ia telah memberi manfaat
kepadaku?.”
Mereka berkata, “Baik.”
Dia berkata, “Pada suatu hari, ‘Atha’ ibn Abi Rabah
menasehatiku, Dia berkata, ‘Wahai keponakanku, Sesungguhnya
orang-orang sebelum kami dahulu tidak menyukai perkataan yang
sia-sia.” Lalu aku berkata, ‘Dan apa perkataan yang sia-sia
menurut mereka?’ ‘Atha’ berkata, ‘Dahulu mereka menganggap
setiap perkataan yang bukan membaca atau memahami Kitab Allah
‘Azza Wa Jalla sebagai perkataan sia-sia. Demikian pula dengan
bukan meriwayatkan dan mengaji hadits Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam atau menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang
mungkar atau ilmu yang dapat dibuat taqarrub kepada Allah Ta’ala
atau kamu berbicara tentang kebutuhanmu dan ma’isyahmu yang
harus dibicarakan Kemudian dia mengarahkan pandangannya kepadaku
dan berkata, Apakah kamu mengingkari, “Sesungguhnya bagi kamu
ada (Malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu).” (QS.
Al-Infithar, Ayat: 10)
Dan bersama setiap kamu ada dua malaikat, “Seorang duduk di
sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu
ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat
pengawas yang selalu hadir.“ (QS. Qaaf, Ayat: 17-18)
Kemudian dia berkata, “Apakah salah seorang di antara kita tidak
malu, jika buku catatannya yang dia penuhi awal siangnya dibuka
di depannya, lalu dia menemukannya apa yang tertulis di dalamnya
bukan urusan agamanya dan bukan urusan dunianya.”
Allah Azza wa Jalla benar-benar menjadikan ilmu ‘Atha’ ibn Abi
Rabah bermanfaat bagi banyak golongan manusia. Di antara mereka
ada orang-orang yang khusus ahli ilmu dan ada orang-orang
pekerja dan lain-lainnya.
Imam Abu Hanifah An-Nu’man bercerita tentang dirinya. Dia
berkata: Aku telah berbuat kesalahan dalam lima bab dari manasik
haji di Makkah, lalu tukang cukur mengajariku…yaitu bahwa aku
ingin mencuckur rambutku supaya aku keluar dari ihram, lalu aku
sewaktu hendak cukur, aku berkata, “Dengan bayaran berapa anda
mencukur rambutku?”
Maka tukang cukur itu menjawab: “Mudah-mudahan Allah memberi
petunjuk kepada anda. Ibadah tidak disyaratkan dengan bayaran,
duduklah dan berikan sekedar kerelaan.” Maka aku merasa malu dan
aku duduk, namun aku duduk dalam keadaan berpaling dari arah
kiblat.
Lalu tukang cukur itu menoleh ke arahku supaya aku menghadap
kiblat, dan aku menurutinya, dan aku semakin grogi.
Kemudian aku menyilakannya supaya dia mencukur kepalaku sebelah
kiri, tetapi, dia berkata, “Berikan bagian kanan kepala anda,
lalu aku berputar. Dan mulailah dia mencukur kepalaku, sedangkan
aku terdiam sambil melihatnya dan merasa kagum kepadanya. Lalu
dia berkata kepadaku, “Kenapa anda diam? Bertakbirlah.” Lalu aku
bertakbir, sehingga aku berdiri untuk siap-siap pergi. Lalu dia
berkata: Ke mana anda akan pergi? Maka aku menjawab, “Aku akan
menuju kendaraanku.” Lalu dia berkata, shalatlah dua raka’at,
kemudian pergilah kemana anda suka.” Lalu aku shalat dua raka’at
dan aku berkata di dalam hati, “Seorang tukang cukur tidak akan
berbuat seperti ini, kecuali dia adalah orang yang berilmu.”
Maka aku berkata kepadanya: Dari mana anda dapatkan manasik yang
anda perintahkan kepadaku ini?
Maka dia berkata: Demi Allah, Aku telah melihat ‘Atha’ ibn Abi
Rabah melakukannya lalu aku mengikutinya dan aku mengarahkan
orang lain kepadanya.
Dunia telah berdatangan kepada ‘Atha’ ibn Abi Rabah namun dia
berpaling dan menolaknya dengan keras Dia hidup sepanjang
umurnya hanya dengan mengenakan baju yang harganya tidak
melebihi lima dirham.
Para Khalifah telah mengundangnya supaya dia menemani mereka.
Akan tetapi bukan dia tidak memenuhi ajakan mereka, karena
mengkhawatirkan agamanya daripada dunianya; akan tetapi
disamping itu dia datang kepada mereka jika dalam kedatangannya
ada manfaat bagi kaum muslimin atau ada kebaikan untuk Islam. Di
antaranya seperti yang diceritakan oleh Utsman ibn ‘Atha’
Al-Khurasani, dia berkata, “Aku di dalam suatu perjalanan
bersama ayahku, kami ingin berkunjung kepada Hisyam ibn Abdul
Malik. Ketika kami telah berjalan mendekati Damaskus, tiba-tiba
kami melihat orang-tua di atas Himar hitam, dengan mengenakan
baju jelek dan kasar jahitannya. serta memakai jubah lusuh dan
berpeci. Tempat duduknya terbuat dari kayu, maka aku tertawakan
dia dan aku berkata kepada ayah, “Siapa ini?” Maka ayah berkata,
“Diam, ini adalah penghulu ahli fiqih penduduk Hijaz ‘Atha’ ibn
Abi Rabah.” Ketika orang itu telah dekat dengan kami, ayah turun
dari keledainya.
Orang itu juga turun dari himarnya, lalu keduanya berpelukan dan
saling menyapa. Kemudian keduanya kembali menaiki kendaraannya,
sehingga keduanya berhenti di pintu istana Hisyam ibn Abdul
Malik. Ketika keduanya telah duduk dengan tenang, keduanya
dipersilakan masuk. Ketika ayah telah ke luar, aku berkata
kepadanya, Ceritakanlah kepadaku; tentang apa yang anda berdua
lakukan, maka ayah berkata, “Ketika Hisyam mengetahui bahwa
‘Atha’ ibn Abi Rabah berada di depan pintu, beliau segera
mempersilakannya masuk- dan demi Allah, aku tidak bisa masuk,
kecuali karena sebab dia, dan ketika Hisyam melihatnya, beliau
berkata, Selamat datang, selamat datang. Kemari, kemari, dan
terus beliau berkata kepadanya, Kemari, kemari, sehingga beliau
mempersilakan duduk bersamanya di atas permadaninya, dan
menyentuhkan lututnya dengan lututnya.” Dan di antara
orang-orang yang duduk adalah orang-orang besar, dan tadinya
mereka berbincang-bincang lalu mereka terdiam. Kemudian Hisyam
menghadap kepadanya dan berkata, “Apa keperluan anda wahai Abu
Muhammad?” ‘Atha’ berkata, “Wahai Amirul Mu’minin; Penduduk
Haramain (Makkah dan Madinah) adalah penduduk Allah dan tetangga
Rasul-Nya, berikanlah kepada mereka rizki-rizki dan
pemberian-pemberian. Maka Hisyam menjawab, “Baik, Wahai ajudan;
Tulislah untuk penduduk Makkah dan Madinah pemberian-pemberian
dan rizki-rizki mereka untuk waktu satu tahun.
Kemudian Hisyam berkata, Apakah ada keperluan lain wahai Abu
Muhammad?.” ‘Atha’ berkata, “Ya Wahai Amirul Mu’minin, penduduk
Hijaz dan penduduk Najd adalah inti arab dan pemuka Islam, maka
berikanlah kepada mereka kelebihan sedekah mereka.” Maka Hisyam
berkata, “Baik, wahai ajudan, tulislah, bahwa kelebihan sedekah
mereka dikembalikan kepada mereka.”
“Apakah ada keperluan lain selain itu wahai Abu Muhammad?” Ya
Wahai Amirul Mu’minin, Kaum muslimin yang menjaga di perbatasan,
mereka berdiri di depan musuh-musuh anda, dan mereka akan
membunuh setiap orang yang berbuat jahat kepada kaum muslimin,
maka berikanlah sebagian rizki kepada mereka, karena kalau
mereka mati, maka perbatasan akan hilang.”
Maka Hisyam berkata, “Baik, wahai ajudan, tulislah, supaya
dikirim rizki kepada mereka.” “Apakah ada keperluan lain wahai
Abu Muhammad?”
‘Atha’ berkata, “Ya, wahai Amirul mu’minin; Orang-orang kafir
dzimmi supaya tidak dibebani dengan apa yang mereka tidak mampu,
karena apa yang anda tarik dari mereka adalah merupakan bantuan
untuk anda atas musuh anda.”
Maka Hisyam berkata, “Wahai ajudan tulislah untuk orang-orang
kafir dzimmi, supaya mereka tidak dibebani dengan sesuatu yang
mereka tidak mampu.”
“Apakah ada keperluan lain wahai Abu Muhammad?
‘Atha’ berkata, Ya, Bertakwalah kepada Allah di dalam diri anda
wahai Amirul mu’minin, dan ketahuilah bahwa anda diciptakan di
dalam keadaan sendiri. dan anda akan mati didalam keadaan
sendiri…dan anda akan dibangkitkan di dalam keadaan sendiri dan
anda akan dihisab dalam keadaan sendiri dan demi Allah tidak
seorang pun dari orang yang anda lihat bersama anda.”
Maka Hisyam menyungkurkan wajahnya ke tanah dan menangis, lalu
‘Atha’ berdiri dan aku berdiri bersamnya.
Dan ketika kami telah sampai ke pintu, ternyata ada seseorang
yang mengikuti ‘Atha’ dengan membawa kantong, dan aku tidak tahu
apa yang ada di dalamnya, dan orang itu berkata kepadanya,
“Sesungguhnya Amirul mu’minin mengirim ini kepada anda.” Maka
‘Atha’ berkata, “Maaf aku tidak akan menerima ini.”
“Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas
ajakan-ajakan itu; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta
alam.” (QS. Asy-Syuara’, Ayat: 109)
🟢Demi Allah, Sesungguhnya ‘Atha’ menemui Khalifah dan
keluar dari sisinya tanpa meminum setetes air pun. Selanjutnya
‘Atha’ ibn Abi Rabah dikaruniai umur panjang hingga seratus
tahun. Umur itu dia penuhi dengan ilmu, amal, kebaikan dan
takwa. Dan dia membersihkannya dengan zuhud dari kekayaan yang
ada di tangan manusia dan sangat mengharap ganjaran yang ada di
sisi Allah. Ketika dia wafat, dia di dalam keadaan ringan dari
beban dunia. Banyak berbekal dengan amal akhirat. Selain itu,
Dia melakukan ibadah haji sebanyak tujuh puluh kali, beliau
melakukan di dalammya 70 kali wukuf di Arafah. Di sana dia
memohon kepada Allah keridhaan-Nya dan surga-Nya dan memohon
perlindungan kepada-Nya dari murka-Nya dan dari neraka-Nya.
Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: -Ath-Thabaqat Al-Kubra, oleh Ibnu Sa’d: 2/386.- Hilyatul
Auliya’, oleh Abu Nu’aim: 3/310.- Sifat Ash-Shafwah, oleh Ibnu
Al-Jauzi: 2/211. – Wafayat Al-A’yan, oleh Ibnu Khalkan: 3/261 –
Thabaqat Asy-Syairazi: lembar ke 17. – Nukatu Al-Hamya: 199. –
Al-I’tidal: 2/197 – Tadzkiratu Al-Huffadz: 1/92. – Tahdzib
At-Tahdzib: 7/199.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1