URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA TABI’IN DAN TABI’UT TABI...
       *****************************************************
       #Post#: 350--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Tabi’in Dan Tabi’ut Tabi’in
       (Lainnya): Said Ibnu Jubair
   DIR By: LeManz
       Date: January 1, 2024, 2:02 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Said ibn Jubair [font=georgia]rahimahullah[/font]
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=194
       Namanya adalah Said [i]ibn Jubair, ia seorang pemuda yang
       bertubuh kekar, berperawakan sempurna, cekatan, gesit dan rajin.
       Disamping itu ia adalah seorang yang pandai, cerdas, getol
       terhadap hal-hal mulia dan jauh dari yang haram. Berkulit hitam,
       rambut keriting serta garis keturunan dari Habasyah bukanlah
       alasan untuk mencela kepribadiannya yang langka dan tiada
       banding walaupun masih belia.[/i]
       Pemuda yang berasal dari Habsyah namun loyal kepada bangsa Arab
       ini, mengetahui bahwa ilmu adalah jalannya yang lurus yang akan
       menghantarnya kepada Allah.
       Dan bahwa ketakwaan merupakan jalannya yang terbentang untuk
       mencapai surga. Maka, ia menjadikan takwa di sebelah kanannya
       dan ilmu di sebelah kirinya dan mengikat kedua tangannya
       dengannya.
       Dengan takwa dan ilmu ia bertolak menghabiskan perjalanan hidup
       tanpa putus asa dan rasa jemu.
       Semenjak kecil, orang-orang telah melihatnya entah itu dengan
       berkutat di depan kitabnya (untuk) belajar… atau berdiri di
       mihrab (untuk) beribadah. Dialah potret indah kaum muslimin di
       masanya.
       Pemuda yang bernama Said ibn Jubair telah menimba ilmu dari
       sekelompok sahabat-sahabat besar seperti Abu Said al-Khudri,
       ‘Adiy ibn Hatim ath-Thaa’i, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Hurairah
       ad-Dausi, Abdullah ibn Umar dan Ummul Mukminin ‘Aisyah –semoga
       Allah meridlai mereka seluruhnya-.
       Hanya saja gurunya yang terbesar dan pengajarnya yang agung
       adalah Abdullah ibn Abbas, ‘alimnya umat Muhammad serta samudra
       ilmunya yang melimpah luas.
       Said ibn Jubair mengikuti Abdullah Ibnu Abbas sebagaimana
       bayangan sesuatu yang selalu menempel. Ia belajar al-Qur’an dan
       tafsir serta hadits dan detailnya dari beliau.
       Ia juga memperdalam agama dan belajar tafsir kepadanya, ia
       mempelajari bahasa sehingga sangat menguasainya. Hingga begitu
       ia pergi tidak ada seorang pun di muka bumi dari penduduk
       zamannya kecuali pasti akan membutuhkan ilmunya.
       Ia kemudian berkeliling di negeri-negeri muslimin untuk mencari
       ma’rifah (pengetahuan) beberapa saat lamanya.
       Setelah sempurna apa yang ia inginkan dari ilmu. Ia memilih
       Kufah sebagai rumah dan tempat tinggalnya. Di situ, ia menjadi
       pengajar dan imam bagi masyarakatnya.
       Ia menjadi Imam pada bulan Ramadlan. Pada satu malam ia membaca
       dengan Qiraa’at (cara baca al-Qur’an) ala Abdullah ibn
       Mas’ud*…pada malam yang lain dengan Qira’at ala Zaid ibn
       Tsabit**…dan pada malam yang ketiga dengan Qiraa’at yang
       lainnya, demikianlah seterusnya.
       &#128994;Apabila ia shalat sendiri, mungkin dalam satu shalat ia
       membaca seluruh al-Qur’an (sampai khatam 30 juz). Apabila
       melewati firman Allah, (artinya) “Kelak mereka akan mengetahui.
       Ketika belenggu dan rantai di pasang di leher mereka, seraya
       mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka
       di bakar dalam api.” (QS. Ghafir: 70-72), atau melewati
       ayat-ayat yang semisalnya yang berisi janji dan ancaman, maka
       berdirilah bulu kuduknya, hancur hatinya dan bercucuranlah air
       matanya. Kemudian ia selalu saja memulai dan mengulanginya lagi
       hingga hampir membuatnya mati.
       Ia terbiasa mengadakan perjalanan ke Baitul Haram dua kali tiap
       tahun…sekali di bulan Rajab berihram untuk umrah dan sekali di
       bulan Dzul Qa’dah berihram untuk haji. Adalah para penuntut ilmu
       serta pencari kebaikan dan nasehat berdatangan ke Kufah agar
       mereka bisa minum dari sumber-sumber air Said ibn Jubair yang
       memancar segar… Dan agar mereka bisa menciduk petunjuknya yang
       lurus.
       Ini si fulan bertanya kepadanya tentang khosy-yah (rasa takut),
       apakah itu?, Ia menjawabnya, “Khosy-yah adalah kamu takut kepada
       Allah hingga rasa takutmu menjadi penghalang antara dirimu
       dengan maksiat kepada-Nya.”
       Dan fulan yang lain bertanya kepadanya tentang dzikir, apa itu?
       Maka ia menjawab, “Dzikir adalah ta’at kepada Allah ’Azza Wa
       Jalla, barangsiapa yang menghadap kepada Allah dan
       menta’ati-Nya, maka ia telah berdzikir kepada-Nya dan
       barangsiapa yang berpaling dari-Nya dan tidak menta’ati-Nya,
       maka ia tidak berdzikir kepada-Nya walaupun ia menghabiskan
       malam harinya dengan bertasbih dan tilawah.”
       Adalah Kufah ketika dijadikan oleh Said ibn Jubair sebagai rumah
       tinggalnya tunduk di bawah pemerintahan Hajjaj ibn Yusuf
       ats-Tsaqafy. Dimana al-Hajjaj ketika itu adalah Gubernur Iraq,
       wilayah timur dan negeri Maa Wara’ an-Nahr (Asia Tengah). Ketika
       itu ia duduk menikmati puncak kekuasaannya. Dan itu setelah ia
       berhasil membunuh Abdullah ibn az-Zubair*** dan menumpas
       gerakannya… dan menundukkan Iraq kepada kesultanan Bani Umayyah
       serta memadamkan api pergolakan (revolusi) yang terjadi di sana
       sini… Juga ia selalu mempergunakan pedang untuk membabat leher
       manusia (yang menentangnya)…
       Ia menyebarkan rasa takut di seluruh penjuru negeri, sehingga
       hati-hati manusia dipenuhi dengan rasa takut dan ngeri terhadap
       renggutannya (siksanya).
       Kemudian Allah berkehendak agar terjadi perselisihan antara
       al-Hajjaj ibn Yusuf ats-Tsaqafi dengan Abdurrahman ibn
       al-Asy’ats salah seorang pembesar panglimanya. Dan (Allah
       berkehendak) untuk membalik perselisihan tersebut menjadi sebuah
       fitnah yang melumat segala yang hijau dan yang kering serta
       meninggalkan luka yang dalam di tubuh Kaum Muslimin.
       Di antara cerita dari fitnah tersebut adalah bahwa al-Hajjaj
       mengutus Ibnu al-Asy’ats bersama pasukannya untuk memerangi
       “Ratbiil” raja Turki yang menguasai beberapa daerah yang
       terletak di seberang Sijistan****
       Maka sang panglima pemberani yang selalu sukses ini memerangi
       sebagian besar dari negeri “Ratbiil” dan menguasai
       benteng-benteng yang kuat dari negerinya. Ia memperoleh ghanimah
       (harta rampasan perang, penj.) yang banyak dari kota-kota dan
       desa-desanya. Kemudian ia mengirim utusan kepada al-Hajjaj
       menyampaikan kabar gembira kemenangan yang besar, dan mereka
       membawa seperlima ghanimah untuk disimpan di gudang Baitul Mal
       Muslimin. Ia juga menulis surat untuknya yang berisi permintaan
       ijinnya untuk berhenti berperang beberapa waktu guna menguji
       tempat-tempat masuk negeri dan tempat-tempat keluarnya serta
       mempelajari tabiat dan keadaannya. Dan yang demikian itu sebelum
       memasuki jalan-jalan gunungnya yang sepi dan majhul serta
       (sebelum) pasukan yang menang menghadapi bahaya.
       Maka al-Hajjaj marah kepadanya…
       Ia (al-Hajjaj) mengirim surat kepadanya dan mengatainya sebagai
       seorang pengecut dan lemah. Ia juga memperingatkannya dengan
       kehancuran dan kebinasaan dan mengancam akan memecatnya dari
       (jabatan) panglima pasukan.
       Maka, Abdurrahman mengumpulkan para tentarannya dan para komando
       pletonnya. Ia membacakan surat al-Hajjaj kepada mereka serta
       bermusyawarah tentangnya.
       Mereka mengajaknya untuk melakukan khuruuj (pemberontakan)
       terhadapnya dan bersegera untuk melepaskan keta’atan kepadanya.
       Abdurrahman berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan
       membai’atku atas hal tersebut dan bersama-sama membantuku untuk
       berjihad (menghadapinya) sehingga Allah mensucikan negeri Iraq
       dari kejahatannya.”
       Para tentara lantas membai’atnya atas seruan tersebut.
       Abdurrahman ibn al-Asy’ats bergerak bersama pasukannya yang
       telah dipenuhi kebencian terhadap al-Hajjaj. Terjadilah
       pertempuran-pertempuran sengit antara dirinya dengan pasukan ibn
       Yusuf ats-Tsaqafi, dimana kemenangan gemilang dapat diraihnya.
       Maka, sempurnalah penguasaannya terhadap Sijistan dan sebagian
       besar negeri Persia. Kemudian ia mulai melangkah ingin merebut
       Kufah dan Bashrah dari genggaman al-Hajjaj.
       Di saat api pertempuran berkobar antara dua kelompok, dan ibn
       al-Asy’ats selalu berpindah dari satu kemenangan kepada
       kemenangan lain, al-Hajjaj tertimpa musibah yang menjadikan
       lawannya menjadi bertambah kuat.
       (Ceritanya demikian), bahwa para Walikota mengirim surat kepada
       al-Hajjaj yang isinya, “Bahwa Ahli dzimmah (Yahudi dan Nasrani
       yang hidup di antara kaum muslimin dan berada dalam dzimmah
       (pertanggungan) Allah dan Rasul-Nya) mulai masuk Islam agar
       mereka terbebas dari membayar Jizyah (pajak yang dibayar oleh
       ahlu dzimmah), dan mereka telah meninggalkan desa-desa yang
       mereka bekerja padanya dan menetap di kota-kota. Dan bahwa
       kharaaj (pajak bumi) telah lepas (hilang) dan pungutan-pungutan
       telah habis.”
       Maka, al-Hajjaj menulis surat kepada para walinya di Bashrah dan
       yang lainnya. Ia memerintahkan mereka untuk mengumpulkan seluruh
       orang yang berpindah ke kota dari Ahli dzimmah…dan mengembalikan
       mereka ke desa-desa walaupun perpindahannya membutuhkan waktu
       yang lama.
       Para wali melasanakan perintah tersebut dan mereka mengeluarkan
       jumlah yang banyak dari rumah-rumah mereka, dan menjauhkan
       mereka dari sumber-sumber rizki serta mengumpulkan mereka di
       ujung kota.
       Mereka juga mengeluarkan para wanita dan anak-anak… dan
       mendorong mereka untuk berjalan menuju desa setelah beberapa
       saat lamanya mereka berpisah dengannya.
       Mulailah para wanita, anak-anak dan orang-tua menangis,
       menjerit, meminta tolong dan memanggil-manggil “Wahai Muhammad
       (tolonglah)… wahai Muhammad (tolonglah)…”
       Mereka dibikin bingung atas apa yang mereka perbuat dan
       kemanakah mereka akan pergi?
       Para Fuqaha dan Qurra (ahli ibadah dan zuhud dan hafal qur’an)
       Bashrah keluar untuk menolong mereka dan memberikan syafaat,
       namun mereka tidak mampu. Mulailah mereka ikut menangis karena
       tangisan mereka, dan mereka memohon pertolongan atas apa yang
       menimpa mereka.
       Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Abdurrahman ibn al-Asy’ats, ia
       menyeru para Fuqaha dan Qurra untuk membantunya.
       Sekelompok dari para pembesar tabi’in dan imam muslimin memenuhi
       seruannya, dan di barisan paling depan ada Said ibn Jubair dan
       Abdurrahman ibn Abi Laila (salah seorang pembesar tabi’in),
       asy-Sya’bi (salah seorang fuqoha tabi’in dan penyair serta
       cendekiawan mereka yang sangat langka), Abu al-Bukhturi (Seorang
       tabi’in ahli ibadah dan zuhud) dan yang lainnya.
       Berputarlah roda pertempuran antara kedua kelompok. Pada mulanya
       kemenangan ada pada pihak ibn al-Asy’ats atas al-Hajjaj dan para
       tentaranya.
       Kemudian mulailah al-Hajjaj mengungguli sedikit demi sedikit,
       sehingga ibn al-Asy’ats menderita kekalahan yang begitu
       memilukan dan lari menyelamatkan dirinya sendiri. Adapun
       pasukannya, maka mereka menyerahkan diri kepada al-Hajjaj dan
       bala tentaranya.
       Al-Hajjaj memerintahkan juru bicaranya untuk menyeru di antara
       para prajurit yang mengalami kekalahan dan mengajak mereka untuk
       memperbaharui bai’at kepadanya.
       Sebagian besar dari mereka memenuhi seruan tersebut dan sebagian
       lagi menolak. Adalah Said ibn Jubair di antara orang yang
       menolak.
       Tatkala orang-orang yang menyerah mulai maju untuk membai’atnya,
       tiba-tiba mereka di kejutkan dengan sesuatu yang tidak pernah
       mereka duga.
       Al-Hajjaj mulai berkata kepada salah satu dari mereka, “Apakah
       kamu bersaksi atas dirimu, bahwa kamu telah kafir dengan
       membatalkan bai’at terhadap wali Amirul Mukminin?”
       Apabila ia menjawab “ya”, maka ia menerima pembaharuan bai’atnya
       dan membebaskannya, dan bila ia menjawab “tidak”, maka ia
       membunuhnya.
       Sebagian dari mereka tunduk kepadanya dan mengakui kekufuran
       atas dirinya untuk meyelamatkan dirinya dari pembunuhan.
       Dan sebagian lainnya merasa berat dan mengingkarinya. Sehingga,
       ia membayar keengganannya dan pengingkarannya dengan leher
       sebagai tebusannya.
       Berita pembantaian yang mengerikan ini telah menyebar, dimana
       telah terbunuh sekian ribu orang karenanya. Dan sekian ribu dari
       mereka selamat setelah mereka mengakui kekufuran atas dirinya.
       Dan di antaranya pula…ada seorang lelaki tua renta dari kabilah
       “Khots’am”, ia tidak berpihak kepada salah satu dari kedua
       kelompok tersebut…ia tinggal di seberang sungai Eufrat (sungai
       yang membentang antara Suriyah dan Iraq).
       Ia diseret kehadapan al-Hajjaj bersama orang-orang yang diseret
       kepadanya. Tatkala ia dimasukkan menghadapnya, al-Hajjaj
       bertanya tentang keadaannya. Ia menjawab, “Semenjak api
       pertempuran berkobar aku selalu saja menyepi/menyendiri di
       seberang sungai ini. Aku menunggu apa yang akan disingkap oleh
       pertempuran ini, tatkala engkau yang muncul dan menang, aku
       datang kepadamu untuk berbai’at.”
       “Celaka engkau… apakah engkau hanya duduk saja menunggu tanpa
       ikut berperang bersama amirmu (pemimpinmu)?!” kata al-Hajjaj.
       Kemudian ia (al-Hajjaj) menghardiknya seraya berkata, “Apakah
       kamu bersaksi atas dirimu dengan kekufuran?”
       Ia menjawab, “Seburuk-buruk orang adalah aku bila aku beribadah
       kepada Allah selama delapan puluh tahun, kemudian setelah itu
       aku bersaksi kekufuran atas diriku.”
       “Kalau demikian aku akan membunuhmu” kata al-Hajjaj.
       Ia menjawab, “Apabila engkau membunuhku… maka demi Allah umurku
       tidak tersisa kecuali hanya sebatas kesabaran keledai menahan
       haus (waktu yang singkat, penj.)… ia minum di pagi hari dan di
       sore harinya mati… dan aku sedang menunggu kematian pagi dan
       sore hari, maka lakukanlah apa yang kamu kehendaki.”
       “Penggal lehernya” perintah al-Hajjaj kepada algojonya.
       Sang algojo lantas memenggal lehernya. Tidak ada seorang pun di
       majlis tersebut dari para pengikut al-Hajjaj atau dari
       orang-orang yang memusuhinya kecuali mengagungkan syaikh yang
       lanjut usia tadi, dan merasa iba serta kasihan kepadanya.
       Kemudian al-Hajjaj memanggil Kamil ibn Ziyad an-Nakha’i dan
       berkata kepadanya, “Apakah kamu bersaksi kekufuran atas dirimu?”
       “Demi Allah aku tidak akan bersaksi” jawabnya.
       “Kalau demikian aku akan membunuhmu” kata al-Hajjaj.
       Ia menjawab, “Laksanakan apa yang menjadi keputusanmu…
       sesungguhnya waktu untuk pertemuan antara kita adalah di sisi
       Allah (di hari kiamat)… dan setelah pembunuhan ada hisab.”
       Al-Hajjaj berkata kepadanya, “Hujjah pada saat itu akan menjadi
       bumerang atas dirimu bukan menjadi penolongmu.”
       Ia menjawab, “Itu apabila kamu adalah Qadli-nya saat itu.”
       “Bunuhlah ia” perintahnya.
       Ia kemudian dimajukan dan dibunuh.
       Kemudian dihadapkan kepadanya orang lain lagi. Ia sangat
       membencinya dan sangat ingin membunuhnya di sebabkan atas apa
       yang sampai kepadanya bahwa orang tersebut meremehkannya… ia
       lantas mendahuluinya dengan berkata, “Sungguh aku melihat
       seseorang di hadapanku yang aku tidak menyangkanya akan bersaksi
       kekufuran atas dirinya.”
       Al-Hajjaj kemudian membebaskannya padahal ia sangat ingin
       membunuhnya.
       Berita pembantaian yang menyeramkan itu telah tersebar, dimana
       sekian ribu muslimin yang teguh dalam pendirian dibantai disana…
       dan sekian ribu yang lainnya selamat dari pembantaian tersebut,
       mereka adalah orang-orang yang dipaksa untuk mensifati diri
       mereka dengan kekufuran.
       Sehingga Said ibn Jubair merasa yakin bahwa apabila ia berada di
       hadapan al-Hajjaj ia akan berada dalam dua pilihan tidak ada
       pilihan ketiga, yaitu ia akan dipenggal lehernya atau ia harus
       mengakui kekufuran atas dirinya. Kedua pilihan tersebut bagaikan
       buah si malakama… maka, ia memilih untuk keluar dari negeri Iraq
       dan menjauh (bersembunyi) dari pengkaungan. Ia terus berjalan di
       bumi Allah yang luas, bersembunyi dari al-Hajjaj dan
       mata-matanya, hingga ia bernaung di sebuah desa kecil di tanah
       Makkah.
       Ia terus berada dalam keadaan tersebut genap sepuluh tahun
       lamanya. Waktu yang cukup untuk memadamkan api al-Hajjaj yang
       menyala dalam dadanya, dan cukup untuk menghilangkan kedengkian
       yang ada pada dirinya terhadapnya.
       Hanya saja yang terjadi tidak pernah di perkirakan oleh
       siapapun…yaitu datangnya seorang Gubernur baru dari para wali
       Bani Umayyah… ia adalah “Khalid ibn Abdullah al-Qasri.”
       Para sahabat Said ibn Jubair merasa takut dalam hatinya dari
       (kejahatan)nya karena mereka mengetahui keburukan perilakunya
       dan memprediksikan keburukan pada kedua tangannya.
       Sebagian dari mereka datang kepada Said seraya berkata
       kepadanya, “Sesungguhnya orang ini (Khalid ibn Abdullah
       al-Qasri) telah datang ke Makkah, demi Allah kami merasa tidak
       aman dengan keberadaanmu… perkenankanlah permintaan kami dan
       keluarlah dari negeri ini.”
       Ia menjawab, “Demi Allah, aku telah lari hingga aku merasa malu
       terhadap Allah. Aku telah ber’azm untuk tetap tinggal di tempat
       ini… biarlah Allah berbuat apa yang Dia kehendaki kepadaku.”
       &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: ath-Thabaqatul Kubra oleh ibn Sa’d: 6/256, az-Zuhd oleh
       Ahmad ibn Hanbal: 370, Thabaqat al-Fuqaha oleh asy-Syiraazi: 82,
       al-Bidayah wan Nihayah: 9/96-97, Tarikh al-Bukhari: 3/461,
       Wafayaatul A’yaan: 2/371, Tarikhul Islam: 4/2, Tadzkiratul
       Huffadz: 1/71
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1