DIR Return Create A Forum - Home
---------------------------------------------------------
↑iscm
HTML https://iscm.createaforum.com
---------------------------------------------------------
*****************************************************
DIR Return to: ۩۞۩ PARA TABI’IN DAN TABI’UT TABI...
*****************************************************
#Post#: 347--------------------------------------------------
۩۞۩ Para Tabi’in Dan Tabi’ut Tabi’in
(Lainnya): Syuraih Al Qadli
DIR By: LeManz
Date: January 1, 2024, 2:01 am
---------------------------------------------------------
[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
[move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
[center]BIOGRAFI ◥↑✻AHLULHADITS, PARA
SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
ﷺ[/center]
[center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
---------------------------------------------------------
[center]بسم الله
الرحمن
الرحيم
[/center]
KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) ● SABDA RASULULLAH
ﷺ “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) ● NASEHAT SALAF
"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
(Umar ibn Abdul Aziz) ▶ Mari kita kembali kepada Al Qur'an
dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.✻
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
✻ Syuraih ibn Al-Harits Al-Kindi (Al Qadli)
[font=georgia]rahimahullah[/font]
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad Ꞁ
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
[size=9pt]◥↑
ʙʟᴏɢꜱ-ᴜʀʟ-ᴡᴡᴡ
HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=197
Sisi-Sisi Keadilan Islam Nan Membuat Air Mata Menitik Terharu.
[i]“Ada orang yang bertanya kepada Syuraih, ‘Bagaimana anda
mendapatkan ilmu ini?.’ Dia menjawab, ‘Dengan bermudzakarah
bersama para ulama; Aku mengambil dari mereka dan mereka
mengambil dariku.” (Sufyan al-Ausi).[/i]
Amirul Mu’minin, Umar ibn Al-Khaththab membeli seekor kuda dari
seorang laki-laki Badui, dan membayar kontan harganya, kemudian
menaiki kudanya dan pergi.
Akan tetapi belum jauh mengendarai kuda, beliau menemukan luka
pada kuda itu yang membuatnya terganggu ketika berpacu, maka
beliau segera kembali ke tempat dimana beliau berangkat, lalu
berkata kepada orang Badui tersebut,“Ambillah kudamu, karena ia
terluka.”
Maka orang itu menjawab, “Aku tidak akan mengambilnya -wahai
Amirul mu’minin- karena aku telah menjualnya kepada anda dalam
keadaan sehat tanpa cacat sedikitpun.”Lalu Umar berkata,
“Tunjuklah seorang hakim yang akan memutus antaramu dan
aku.”Lalu orang itu berkata, “Yang akan menghakimi di antara
kita adalah Syuraih ibn al-Harits al-Kindi.”Lalu Umar berkata,
“Baiklah, aku setuju.”
Amirul mu’minin Umar ibn al-Khathab dan pemilik kuda pun
menyerahkan perkaranya kepada Syuraih. Ketika Syuraih mendengar
perkataan orang Badui, dia menengok ke arah Umar ibn
al-Khaththab dan berkata, “Apakah engkau menerima kuda dalam
keadaan tanpa cacat, wahai Amirul mu’minin?.” “Ya.” Jawab ‘Umar
Syuraih berkata, “Simpanlah apa yang anda beli- wahai Amirul
mu’minin- atau embalikanlah sebagaimana anda menerima.”
Maka Umar melihat kepada Syuraih dengan pandangan kagum dan
berkata, “Beginilah seharusnya putusan itu; Ucapan yang pasti
dan keputusan yang adil. Pergilah anda ke Kufah, aku telah
mengangkatmu sebagai hakim (Qadli) di sana.”
Pada saat diangkat sebagai hakim, Syuraih ibn al-Harits bukanlah
seorang yang tidak dikenal oleh masyarakat Madinah atau seorang
yang kedudukannya tidak terdeteksi oleh ulama dan Ahli Ra’yi
dari kalangan para pembesar Sahabat dan Tabi’in.
Orang-orang besar dan generasi dahulu, telah mengetahui
kecerdasan dan kecerdikan Syuraih yang sangat tajam, akhlaknya
yang mulia dan pengalaman hidupnya yang lama dan mendalam.
Dia adalah seorang berkebangsaan Yaman dan keturunan Kindah,
mengalami hidup yang tidak sebentar pada masa Jahiliyah.
Ketika jazirah Arab telah bersinar dengan cahaya hidayah, dan
sinar Islam telah menembus bumi Yaman, Syuraih termasuk
orang-orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
serta menyambut dakwah hidayah dan kebenaran. Waktu itu mereka
telah mengetahui keutamaannya dan mengakui akhlak dan
keistimewaannya.
Mereka sangat menyayangkan dan bercita-cita andaikata dia
ditakdirkan untuk datang ke Madinah lebih awal sehingga bertemu
Rasulullah sebelum beliau kembali kepada Tuhannya, dan
mentransfer ilmu beliau yang jernih bersih secara langsung,
bukan melalui perantara dan supaya beruntung mendapatkan
predikat “sahabat” setelah mengenyam nikmatnya iman. Dengan
begitu, dia akan dapat menghimpun segala kebaikan. Akan tetapi
dia sudah ditakdirkan untuk tidak bertemu dengan Rasulullah.
Umar al-Faruq radhiyallahu’anhu tidaklah tergesa-gesa, ketika
menempatkan seorang Tabi’in pada posisi besar di peradilan,
sekalipun pada waktu itu langit-langit Islam masih
bersinar-sinar dengan bintang-bintang sahabat Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Waktu telah membuktikan kebenaran
firasat Umar dan ketepatan tindakannya dimana Syuraih menjabat
sebagai hakim di tengah kaum muslimin sekitar enam puluh tahun
berturut-turut tanpa putus.
Pengakuan terhadap kapasitasnya dalam jabatan ini dilakukan
secara silih berganti sejak dari pemerintahan Umar, Utsman, Ali
hingga Muawiyah radhiyallahu’anhum.
Begitu pula dia diakui oleh para khalifah Bani Umayyah pasca
Muawiyah, hingga akhirnya pada zaman pemerintahan al-Hajjaj dia
meminta dirinya dibebaskan dari jabatan tersebut.
Dan pada waktu itu dia telah berumur seratus tujuh tahun, dimana
hidupnya diisi dengan segala keagungan dan kebesaran.
Sejarah Peradilan Islam telah bergelimang dengan sikap Syuraih
yang menawan dan berkibar dengan ketundukan kalangan elit dan
awam kaum Muslimin terhadap syari’at Allah yang ditegakkan
Syuraih dan penerimaan mereka terhadap hukum-hukum-Nya.
Buku-buku induk penuh dengan keunikan, berita, perkataan dan
tindakan tokoh langka satu ini.
Di antara contohnya adalah, bahwa suatu hari Ali ibn Abi Thalib
kehilangan baju besinya yang sangat disukainya dan amat berharga
baginya. Tidak lama dari itu, dia menemukannya berada di tangan
orang kafir dzimmi. Orang itu sedang menjualnya di pasar Kufah.
Ketika beliau melihatnya, beliau mengetahui dan berkata, “Ini
adalah baju besiku yang jatuh dari ontaku pada malam anu, di
tempat anu.”
Lalu kafir Dzimmi itu berkata, “Ini adalah baju besiku dan
sekarang ada di tanganku, wahai Amirul mu’minin.” Lalu Ali
berkata, “Itu adalah baju besiku, aku belum pernah menjualnya
atau memberikannya kepada siapapun, hingga kemudian bisa jadi
milik kamu.”
Lalu orang kafir itu berkata, “Mari kita putuskan melalui
seorang Hakim kaum Muslimin.” Lalu Ali berkata, “Kamu benar,
mari kita kesana.” Kemudian keduanya pergi menemui Syuraih
al-Qadli, dan ketika keduanya telah berada di tempat
persidangan, Syuraih berkata kepada Ali, “Ada apa wahai Amirul
mu’minin?.”
Lalu Ali menjawab, “Aku telah menemukan baju besiku di bawa
orang ini, baju besi itu telah terjatuh dariku pada malam anu
dan di tempat anu. Kini ia telah berada di tangannya tanpa
melalui jual beli ataupun hibah.”
Lalu Syuraih berkata kepada orang kafir itu, “Dan apa jawabmu,
wahai orang laki-laki?.”
Lalu dia menjawab, “Baju besi ini adalah milikku dan ia ada di
tanganku tapi aku tidak menuduh Amirul mu’minin berdusta.”Maka
Syuraih menoleh ke arah Ali dan berkata,“Aku tidak meragukan
bahwa anda adalah orang yang jujur dalam perkataanmu, wahai
Amirul mu’minin, dan bahwa baju besi itu adalah milikmu, akan
tetapi anda harus mendatangkan dua orang saksi yang akan
bersaksi atas kebenaran apa yang anda klaim tersebut.”
Lalu Ali berkata, “Baiklah! Budakku Qanbar dan anakku al-Hasan
akan bersaksi untukku.”
Maka Syuraih berkata,“Akan tetapi kesaksian anak untuk ayahnya
tidak boleh, wahai Amirul mu’minin.”
Lalu Ali berkata, “Ya Subhanallah!! Orang dari ahli surga tidak
diterima kesaksiannya!! Apakah anda tidak mendengar bahwasanya
Rasulullah bersabda, “al-Hasan dan al-Husain adalah dua pemuda
ahli surga.”
Lalu Syuraih berkata, “Benar wahai Amirul mu’minin! namun aku
tidak menerima kesaksian anak untuk ayahnya.”Setelah itu Ali
menoleh ke arah orang kafir itu dan berkata,“Ambillah, karena
aku tidak mempunyai saksi selain keduanya.”Maka kafir Dzimmi itu
berkata,“Akan tetapi aku bersaksi bahwa baju besi itu adalah
milikmu, wahai Amirul mu’minin.”
Kemudian dia meneruskan perkataannya, “Ya Allah! Kok ada Amirul
mu’minin menggugatku di hadapan hakim yang diangkatnya sendiri,
namun hakimnya malah memenangkan perkaraku terhadapnya!! Aku
bersaksi bahwa agama yang menyuruh ini pastilah agama yang haq.
Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah
kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Hamba dan utusan
Allah.”
Ketahuilah wahai Qadli, bahwa baju besi ini adalah benar milik
Amirul mu’minin. Aku mengikuti tentara yang sedang berangkat ke
Shiffin (Suatu daerah di Siria, di sana terjadi peperangan besar
antara Ali dan Muawiyah) lalu menemukan baju besi terjatuh dari
onta berwarna abu-abu, lalu memungutnya.”
Maka Ali berkata kepadanya, “Karena engkau telah masuk Islam,
maka aku menghibahkannya kepadamu, dan aku memberimu juga seekor
kuda.”
Dan belum lama dari kejadian ini, orang kafir itu ternyata
ditemukan mati syahid saat ikut berperang melawan orang-orang
Khawarij di bawah bendera Ali, pada perang Nahrawan. Orang itu
amat bersemangat dalam berperang hingga dia mati syahid.”
Di antara sikap menawan yang ditunjukkan juga oleh Syuraih
adalah bahwa pernah suatu hari, putranya berkata kepadanya,
“Wahai ayahku, sesungguhnya antara aku dan kaum kita ada
perselisihan, maka telitilah perkaranya; jika kebenaran ada di
pihakku, aku akan menggugat mereka ke pengadilan dan jika
kebenaran ada di pihak mereka, aku akan mengajak mereka
berdamai.” Kemudian sang putra menuturkan kisahnya kepada
ayahnya.
Lalu ayahnya berkata kepadanya, “Kalau begitu, pergilah dan
ajukan mereka ke pengadilan.”
Lalu putranya menemui lawannya dan mengajak mereka
memperkarakannya ke pengadilan. Mereka pun menyetujuinya.
Dan ketika mereka telah berada di hadapan Syuraih, Syuraih
memenangkan perkara mereka terhadap putranya.
Ketika Syuraih dan putranya telah pulang ke rumah, sang putra
berkata kepada ayahnya, “Engkau telah mempermalukanku, wahai
ayahku!” Demi Allah seandainya aku tidak mengkonsultasikannya
terlebih dahulu kepadamu, tentu aku tidak akan mengecammu
seperti ini.” Maka syuraih berkata, “Wahai anakku, Sungguh
engkau memang lebih aku cintai daripada bumi dan seisinya, akan
tetapi Allah ‘Azza Wa Jalla lebih Mulia dan berharga bagiku
daripada dirimu. Bila aku beritahukan kepadamu bahwa kebenaran
berada di pihak mereka, aku khawatir engkau akan mengajak mereka
berdamai dimana hal ini akan menghilangkan sebagian hak mereka.
Karenanya, aku mengatakan kepadamu seperti itu tadi.”
Pernah terjadi bahwa anak Syuraih menjadi jaminan seseorang, dan
Syuraih menerimanya, ternyata orang itu kabur dari pengadilan.
Maka Syuraih memenjarakan anaknya sebagai ganti jaminan orang
yang kabur itu.
Akhirinya, Syuraih sendiri yang mengirimi makanannya setiap hari
ke penjara.
Terkadang, Syuraih meragukan sebagian saksi. Namun dia tidak
mendapatkan jalan untuk menolak kesaksiannya, karena syarat
keadilan telah mencukupi mereka, maka dia berkata kepada mereka
sebelum mereka menyatakan kesaksiannya,
“Dengarkanlah aku -mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada
anda semua- Sesungguhnya yang menghakimi orang ini adalah kalian
sendiri. Dan sesungguhnya aku hanya menjaga diri dari api neraka
melalui kalian. Karena itu, bila kalian sendiri yang berlindung
darinya adalah lebih utama lagi.”
Sekarang memungkinkan bagi kalian untuk tidak memberikan
kesaksian dan berlalu.
Jika mereka bersikeras untuk bersaksi, Syuraih menoleh kepada
orang yang mereka bersaksi untuknya, seraya berkata,
“Ketahuilah, wahai tuan, sesungguhnya aku mengadili anda melalui
kesaksian mereka. Dan sesungguhnya aku melihat anda adalah orang
yang dzalim. Akan tetapi aku tidak boleh memberikan putusan
berdasarkan sangkaan, tetapi berdasarkan kesaksian para saksi.
Dan sesungguhnya keputusanku, tidak menghalalkan sama sekali apa
yang diharamkan Allah terhadapmu.”
Dan ungkapan yang sering diulang-ulang oleh Syuraih di ruang
sidangnya adalah perkataannya,
“Besok orang dzalim akan mengetahui siapa yang rugi.
Sesungguhnya orang yang dzalim sedang menunggu siksa. Sedangkan
orang yang teraniaya menunggu keadilan. Dan sesungguhnya aku
bersumpah kepada Allah, bahwa tidak ada seorangpun yang
meninggalkan sesuatu karena Allah Azza wa Jalla, kemudian dia
merasa kehilangannya.”
Syuraih bukan hanya sebagai penasehat karena Allah, Rasul-Nya
dan Kitab-Nya saja, akan tetapi dia juga penasehat untuk
kalangan awam dan kalangan khusus kaum muslimin semua.
Salah seorang dari mereka meriwayatkan, “Syuraih memperdengarkan
kepadaku suatu ucapan saat aku mengadukan sebagian sesuatu yang
meresahkanku karena ulah seorang kawanku.
Lantas Syuraih memegang tanganku dan menarikku ke pinggir seraya
berkata,
“Wahai anak saudaraku, janganlah kamu mengadu kepada selain
Allah Azza wa Jalla. Karena sesungguhnya orang yang kamu mengadu
kepadanya, bisa jadi dia adalah kawanmu atau musuhmu. Kalau dia
kawan, berarti kamu akan membuatnya bersedih. Dan kalau dia
musuh, maka kamu akan ditertawakannya.”
Kemudian dia berkata, “Lihatlah mataku ini -dan dia menunjuk ke
salah satu matanya- Demi Allah, aku tidak bisa melihat seseorang
dan jalan karenanya sejak lima belas tahun lalu. Sekalipun
demikian, aku tidak ceritakan kepada siapapun mengenainya,
kecuali kepadamu sekarang ini. Tidakkah kamu mendengar ucapan
seorang hamba yang shaleh (yakni Nabi Ya’qub alaihissalam),
‘Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan
kesedihanku.’ (QS. Yusuf: 86). Maka jadikanlah Allah ‘Azza Wa
Jalla sebagai tempat mengadu dan melampiaskan kesedihanmu setiap
kali musibah menimpamu.
Karena Dia adalah Dzat Yang paling Dermawan dan Yang paling
dekat untuk diseru.”
Pada suatu hari, dia melihat ada seseorang sedang meminta
sesuatu kepada orang lain, lalu dia berkata kepadanya,
“Wahai anak saudaraku, siapa yang memohon hajat kepada manusia,
maka dia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perbudakan. Jika
orang yang diminta itu memberinya, maka dia telah menjadikannya
budak karena pemberian itu.”
Dan jika orang itu tidak memberinya, maka keduanya akan kembali
dengan kehinaa. Yang satu, hina karena bakhil sedangkan yang
satu lagi hina karena ditolak.Maka jika kamu meminta, mintalah
kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, memohonlah
pertolongan kepada Allah.
Dan ketahuilah, bahwa tidak ada upaya, kekuatan dan pertolongan
kecuali dengan Allah.
Saat suatu ketika, di Kufah telah mewabah penyakit Tha’un, lalu
salah seorang sahabat Syuraih kabur dari sana menuju ke Najef
untuk menyelamatkan diri dari penyakit tersebut, maka Syuraih
mengirim surat kepadanya,
“Amma ba’du, Sesungguhnya daerah yang kamu tinggalkan tidak
mendekatkan kematianmu dan tidak juga merampas hari-harimu.Dan
sesungguhnya daerah yang kamu pindah ke sana adalah berada dalam
genggaman Dzat Yang tidak bisa dikalahkan dengan usaha dan tidak
akan luput pelarian itu dari-Nya.
Dan sesungguhnya kami dan kamu juga berada di atas hamparan Raja
Yang Satu.Dan sesungguhnya Najef adalah sangat dekat dari Dzat
Yang Maha Kuasa.”Di samping hal itu semua, Syuraih juga seorang
penyair, mudah dicerna, manis penyampaiannya dan tema-temanya
begitu memikat.
Menurut suatu riwayat, dia mempunyai seorang anak berumur
sekitar sepuluh tahun, dan anak itu lebih suka meghabiskan waktu
untuk bermain dan berhura-hura.Pada suatu hari dia kehilangan
anak itu, dan ternyata anak itu tidak masuk sekolah dan
menggunakan waktu tersebut untuk melihat anjing-anjing.
Dan ketika anak itu pulang, dia bertanya kepadanya, Apakah kamu
sudah shalat? Maka anak itu menjawab, Belum. Lalu Syuraih
meminta kertas dan pena, lalu menulis surat kepada guru anak itu
dalam untain berikut:
Anak ini meninggalkan shalat karena mencari anjing-anjing.
Mengincar kejelekan bersama anak-anak nakal
Sungguh dia akan menemuimu besok membawa secarik lembaran
Dituliskan untuknya seperti lembaran pemohon (minta dieksekusi)
Jika dia datang kepadamu, maka obatilah dengan celaan
Atau nasehati dengan nasehat orang bijak lagi cerdik
Jika ingin memukulnya, maka pukullah dengan alat
Jika pukulan telah sampai tiga kali, maka hentikanlah
Ketahuilah bahwa anda tidak akan mendapatkan sepertinya
Apapun yang diperbuatnya, ia adalah jiwa yang paling berharga
bagiku
Mudah-mudahan Allah meridhai Umar al-Faruq yang telah menghias
wajah peradilan Islam dengan permata yang mulia lagi asli.
Mutiara yang putih dan tampak menawan.
Beliau telah memberikan lentera terang kepada kaum muslimin yang
hingga sekarang mereka masih mengambil sinar kefiqihannya
terhadap syari’at Allah.
Berpetunjuk dengan cahaya kefahamannya terhadap Sunnah
Rasulullah. Dan berbangga dengannya terhadap umat-umat lain pada
hari kiamat. Mudah-mudahan Allah merahmati Syuraih al-Qadhli.
Dia telah menegakkan keadilan di tengah manusia selama enam
puluh tahun, tidak pernah berbuat dzalim terhadap siapapun,
tidak pernah melenceng dari kebenaran serta tidak pernah
membedakan antara raja dan masyarakat biasa. Ꞁ1
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
/>Ꞁ2(boards┐II)
HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
ᴊᴀᴢᴀᴋᴜᴍᴜʟʟᴀʜᴜ
ᴋʜᴀɪʀᴀɴ
ʙᴀᴀʀᴀᴋᴀʟʟᴀʜᴜ
ꜰɪɪᴋᴜᴍ
[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
/>[IMG]
HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
---------------------------------------------------------
[size=9pt]
SUMBER: ath-Thabaqat al-Kubra, oleh Ibnu Sa’d, 6/11, 34, 94,
108, 109, 170, 206, 268, dan 7/151, 194, 453 dan 8/ 494, Shifat
ash-Shafwah, oleh Ibnu Al-Jauzi (cetakan Halb), 3/38. Hilyatu
al-Auliya, oleh Al-Ashfahani, 4/256-258. Tarikh ath-Thabari,
oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari, Jilid 4,5,6 (Lihat daftar isi di
jilid 10), Tarikh Khalifah Ibnu Khayyath, 129, 158, 184, 217,
251, 266, 298, 304. Syadzarat adz-Dzahab, 1/85-86. Fawat
al-Wafayat, 2/167-169. Kitab al-Wafayat, oleh Ahmad ibn Hasan
ibn Ali ibn Al-Khathib, 80-81.
---------------------------------------------------------
[size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
wajah-Nya.
Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
washahbihi ajma’in.
Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
____________
ʙᴀɢɪ ʏᴀɴɢ
ᴍᴇɴɢᴄᴏᴘʏ-ᴘᴀsᴛᴇ
ᴀɢᴀʀ
ᴅɪsᴇʀᴛᴀᴋᴀɴ
ᴜʀʟ-ɴʏᴀ
ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ
ᴜɴᴛᴜᴋ
ᴅɪᴋᴏᴍᴇʀsɪʟᴋᴀɴ
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
[right][URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
/>[URL=
HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
*****************************************************
Page 1 of 1