URI:
   DIR Return Create A Forum - Home
       ---------------------------------------------------------
       ↑iscm
  HTML https://iscm.createaforum.com
       ---------------------------------------------------------
       *****************************************************
   DIR Return to: ۩۞۩ PARA TABI’IN DAN TABI’UT TABI...
       *****************************************************
       #Post#: 347--------------------------------------------------
       ۩۞۩ Para Tabi’in Dan Tabi’ut Tabi’in
       (Lainnya): Syuraih Al Qadli
   DIR By: LeManz
       Date: January 1, 2024, 2:01 am
       ---------------------------------------------------------
       [URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/31TP7JfQfa/s25/1919f5305c0/bitly_AhlulHadits90frame[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com/][IMG]https://www.4shared.com/img/fRNFtcdqku/s25/1919f5547e0/AHLULHADITS-frame[/img][/URL]
       [move][shadow=grey,left]PARA 'ULAMA AHLUL HADITS[/shadow][/move]
       [center]BIOGRAFI &#9701;&#8593;&#10043;AHLULHADITS, PARA
       SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN BESERTA KELUARGA RASULULLAH
       &#65018;[/center]
       [center]Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman
       sahabat hingga zaman sekarang yang masyhur:[/center]
       ---------------------------------------------------------
       [center]&#1576;&#1587;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606;
       &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1610;&#1605;
       [/center]
       KALAMULLAH "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
       hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa
       lagi Maha Pengampun." (Fathir: 28) &#9679; SABDA RASULULLAH
       &#65018; “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh
       para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka
       hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan
       tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At
       Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani) &#9679; NASEHAT SALAF
       "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak
       mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa
       menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika
       kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
       (Umar ibn Abdul Aziz) &#9654; Mari kita kembali kepada Al Qur'an
       dan As Sunnah dengan pemahaman salaf.&#10043;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       &#10043; Syuraih ibn Al-Harits Al-Kindi (Al Qadli)
       [font=georgia]rahimahullah[/font]
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad &#42880;
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/
       [size=9pt]&#9701;&#8593;
       &#665;&#671;&#7439;&#610;&#42801;-&#7452;&#640;&#671;-&#7457;&#7457;&#7457;
  HTML https://ahlulhadist.wordpress.com//?p=197
       Sisi-Sisi Keadilan Islam Nan Membuat Air Mata Menitik Terharu.
       [i]“Ada orang yang bertanya kepada Syuraih, ‘Bagaimana anda
       mendapatkan ilmu ini?.’ Dia menjawab, ‘Dengan bermudzakarah
       bersama para ulama; Aku mengambil dari mereka dan mereka
       mengambil dariku.” (Sufyan al-Ausi).[/i]
       Amirul Mu’minin, Umar ibn Al-Khaththab membeli seekor kuda dari
       seorang laki-laki Badui, dan membayar kontan harganya, kemudian
       menaiki kudanya dan pergi.
       Akan tetapi belum jauh mengendarai kuda, beliau menemukan luka
       pada kuda itu yang membuatnya terganggu ketika berpacu, maka
       beliau segera kembali ke tempat dimana beliau berangkat, lalu
       berkata kepada orang Badui tersebut,“Ambillah kudamu, karena ia
       terluka.”
       Maka orang itu menjawab, “Aku tidak akan mengambilnya -wahai
       Amirul mu’minin- karena aku telah menjualnya kepada anda dalam
       keadaan sehat tanpa cacat sedikitpun.”Lalu Umar berkata,
       “Tunjuklah seorang hakim yang akan memutus antaramu dan
       aku.”Lalu orang itu berkata, “Yang akan menghakimi di antara
       kita adalah Syuraih ibn al-Harits al-Kindi.”Lalu Umar berkata,
       “Baiklah, aku setuju.”
       Amirul mu’minin Umar ibn al-Khathab dan pemilik kuda pun
       menyerahkan perkaranya kepada Syuraih. Ketika Syuraih mendengar
       perkataan orang Badui, dia menengok ke arah Umar ibn
       al-Khaththab dan berkata, “Apakah engkau menerima kuda dalam
       keadaan tanpa cacat, wahai Amirul mu’minin?.” “Ya.” Jawab ‘Umar
       Syuraih berkata, “Simpanlah apa yang anda beli- wahai Amirul
       mu’minin- atau embalikanlah sebagaimana anda menerima.”
       Maka Umar melihat kepada Syuraih dengan pandangan kagum dan
       berkata, “Beginilah seharusnya putusan itu; Ucapan yang pasti
       dan keputusan yang adil. Pergilah anda ke Kufah, aku telah
       mengangkatmu sebagai hakim (Qadli) di sana.”
       Pada saat diangkat sebagai hakim, Syuraih ibn al-Harits bukanlah
       seorang yang tidak dikenal oleh masyarakat Madinah atau seorang
       yang kedudukannya tidak terdeteksi oleh ulama dan Ahli Ra’yi
       dari kalangan para pembesar Sahabat dan Tabi’in.
       Orang-orang besar dan generasi dahulu, telah mengetahui
       kecerdasan dan kecerdikan Syuraih yang sangat tajam, akhlaknya
       yang mulia dan pengalaman hidupnya yang lama dan mendalam.
       Dia adalah seorang berkebangsaan Yaman dan keturunan Kindah,
       mengalami hidup yang tidak sebentar pada masa Jahiliyah.
       Ketika jazirah Arab telah bersinar dengan cahaya hidayah, dan
       sinar Islam telah menembus bumi Yaman, Syuraih termasuk
       orang-orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
       serta menyambut dakwah hidayah dan kebenaran. Waktu itu mereka
       telah mengetahui keutamaannya dan mengakui akhlak dan
       keistimewaannya.
       Mereka sangat menyayangkan dan bercita-cita andaikata dia
       ditakdirkan untuk datang ke Madinah lebih awal sehingga bertemu
       Rasulullah sebelum beliau kembali kepada Tuhannya, dan
       mentransfer ilmu beliau yang jernih bersih secara langsung,
       bukan melalui perantara dan supaya beruntung mendapatkan
       predikat “sahabat” setelah mengenyam nikmatnya iman. Dengan
       begitu, dia akan dapat menghimpun segala kebaikan. Akan tetapi
       dia sudah ditakdirkan untuk tidak bertemu dengan Rasulullah.
       Umar al-Faruq radhiyallahu’anhu tidaklah tergesa-gesa, ketika
       menempatkan seorang Tabi’in pada posisi besar di peradilan,
       sekalipun pada waktu itu langit-langit Islam masih
       bersinar-sinar dengan bintang-bintang sahabat Rasulullah
       Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Waktu telah membuktikan kebenaran
       firasat Umar dan ketepatan tindakannya dimana Syuraih menjabat
       sebagai hakim di tengah kaum muslimin sekitar enam puluh tahun
       berturut-turut tanpa putus.
       Pengakuan terhadap kapasitasnya dalam jabatan ini dilakukan
       secara silih berganti sejak dari pemerintahan Umar, Utsman, Ali
       hingga Muawiyah radhiyallahu’anhum.
       Begitu pula dia diakui oleh para khalifah Bani Umayyah pasca
       Muawiyah, hingga akhirnya pada zaman pemerintahan al-Hajjaj dia
       meminta dirinya dibebaskan dari jabatan tersebut.
       Dan pada waktu itu dia telah berumur seratus tujuh tahun, dimana
       hidupnya diisi dengan segala keagungan dan kebesaran.
       Sejarah Peradilan Islam telah bergelimang dengan sikap Syuraih
       yang menawan dan berkibar dengan ketundukan kalangan elit dan
       awam kaum Muslimin terhadap syari’at Allah yang ditegakkan
       Syuraih dan penerimaan mereka terhadap hukum-hukum-Nya.
       Buku-buku induk penuh dengan keunikan, berita, perkataan dan
       tindakan tokoh langka satu ini.
       Di antara contohnya adalah, bahwa suatu hari Ali ibn Abi Thalib
       kehilangan baju besinya yang sangat disukainya dan amat berharga
       baginya. Tidak lama dari itu, dia menemukannya berada di tangan
       orang kafir dzimmi. Orang itu sedang menjualnya di pasar Kufah.
       Ketika beliau melihatnya, beliau mengetahui dan berkata, “Ini
       adalah baju besiku yang jatuh dari ontaku pada malam anu, di
       tempat anu.”
       Lalu kafir Dzimmi itu berkata, “Ini adalah baju besiku dan
       sekarang ada di tanganku, wahai Amirul mu’minin.” Lalu Ali
       berkata, “Itu adalah baju besiku, aku belum pernah menjualnya
       atau memberikannya kepada siapapun, hingga kemudian bisa jadi
       milik kamu.”
       Lalu orang kafir itu berkata, “Mari kita putuskan melalui
       seorang Hakim kaum Muslimin.” Lalu Ali berkata, “Kamu benar,
       mari kita kesana.” Kemudian keduanya pergi menemui Syuraih
       al-Qadli, dan ketika keduanya telah berada di tempat
       persidangan, Syuraih berkata kepada Ali, “Ada apa wahai Amirul
       mu’minin?.”
       Lalu Ali menjawab, “Aku telah menemukan baju besiku di bawa
       orang ini, baju besi itu telah terjatuh dariku pada malam anu
       dan di tempat anu. Kini ia telah berada di tangannya tanpa
       melalui jual beli ataupun hibah.”
       Lalu Syuraih berkata kepada orang kafir itu, “Dan apa jawabmu,
       wahai orang laki-laki?.”
       Lalu dia menjawab, “Baju besi ini adalah milikku dan ia ada di
       tanganku tapi aku tidak menuduh Amirul mu’minin berdusta.”Maka
       Syuraih menoleh ke arah Ali dan berkata,“Aku tidak meragukan
       bahwa anda adalah orang yang jujur dalam perkataanmu, wahai
       Amirul mu’minin, dan bahwa baju besi itu adalah milikmu, akan
       tetapi anda harus mendatangkan dua orang saksi yang akan
       bersaksi atas kebenaran apa yang anda klaim tersebut.”
       Lalu Ali berkata, “Baiklah! Budakku Qanbar dan anakku al-Hasan
       akan bersaksi untukku.”
       Maka Syuraih berkata,“Akan tetapi kesaksian anak untuk ayahnya
       tidak boleh, wahai Amirul mu’minin.”
       Lalu Ali berkata, “Ya Subhanallah!! Orang dari ahli surga tidak
       diterima kesaksiannya!! Apakah anda tidak mendengar bahwasanya
       Rasulullah bersabda, “al-Hasan dan al-Husain adalah dua pemuda
       ahli surga.”
       Lalu Syuraih berkata, “Benar wahai Amirul mu’minin! namun aku
       tidak menerima kesaksian anak untuk ayahnya.”Setelah itu Ali
       menoleh ke arah orang kafir itu dan berkata,“Ambillah, karena
       aku tidak mempunyai saksi selain keduanya.”Maka kafir Dzimmi itu
       berkata,“Akan tetapi aku bersaksi bahwa baju besi itu adalah
       milikmu, wahai Amirul mu’minin.”
       Kemudian dia meneruskan perkataannya, “Ya Allah! Kok ada Amirul
       mu’minin menggugatku di hadapan hakim yang diangkatnya sendiri,
       namun hakimnya malah memenangkan perkaraku terhadapnya!! Aku
       bersaksi bahwa agama yang menyuruh ini pastilah agama yang haq.
       Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah
       kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Hamba dan utusan
       Allah.”
       Ketahuilah wahai Qadli, bahwa baju besi ini adalah benar milik
       Amirul mu’minin. Aku mengikuti tentara yang sedang berangkat ke
       Shiffin (Suatu daerah di Siria, di sana terjadi peperangan besar
       antara Ali dan Muawiyah) lalu menemukan baju besi terjatuh dari
       onta berwarna abu-abu, lalu memungutnya.”
       Maka Ali berkata kepadanya, “Karena engkau telah masuk Islam,
       maka aku menghibahkannya kepadamu, dan aku memberimu juga seekor
       kuda.”
       Dan belum lama dari kejadian ini, orang kafir itu ternyata
       ditemukan mati syahid saat ikut berperang melawan orang-orang
       Khawarij di bawah bendera Ali, pada perang Nahrawan. Orang itu
       amat bersemangat dalam berperang hingga dia mati syahid.”
       Di antara sikap menawan yang ditunjukkan juga oleh Syuraih
       adalah bahwa pernah suatu hari, putranya berkata kepadanya,
       “Wahai ayahku, sesungguhnya antara aku dan kaum kita ada
       perselisihan, maka telitilah perkaranya; jika kebenaran ada di
       pihakku, aku akan menggugat mereka ke pengadilan dan jika
       kebenaran ada di pihak mereka, aku akan mengajak mereka
       berdamai.” Kemudian sang putra menuturkan kisahnya kepada
       ayahnya.
       Lalu ayahnya berkata kepadanya, “Kalau begitu, pergilah dan
       ajukan mereka ke pengadilan.”
       Lalu putranya menemui lawannya dan mengajak mereka
       memperkarakannya ke pengadilan. Mereka pun menyetujuinya.
       Dan ketika mereka telah berada di hadapan Syuraih, Syuraih
       memenangkan perkara mereka terhadap putranya.
       Ketika Syuraih dan putranya telah pulang ke rumah, sang putra
       berkata kepada ayahnya, “Engkau telah mempermalukanku, wahai
       ayahku!” Demi Allah seandainya aku tidak mengkonsultasikannya
       terlebih dahulu kepadamu, tentu aku tidak akan mengecammu
       seperti ini.” Maka syuraih berkata, “Wahai anakku, Sungguh
       engkau memang lebih aku cintai daripada bumi dan seisinya, akan
       tetapi Allah ‘Azza Wa Jalla lebih Mulia dan berharga bagiku
       daripada dirimu. Bila aku beritahukan kepadamu bahwa kebenaran
       berada di pihak mereka, aku khawatir engkau akan mengajak mereka
       berdamai dimana hal ini akan menghilangkan sebagian hak mereka.
       Karenanya, aku mengatakan kepadamu seperti itu tadi.”
       Pernah terjadi bahwa anak Syuraih menjadi jaminan seseorang, dan
       Syuraih menerimanya, ternyata orang itu kabur dari pengadilan.
       Maka Syuraih memenjarakan anaknya sebagai ganti jaminan orang
       yang kabur itu.
       Akhirinya, Syuraih sendiri yang mengirimi makanannya setiap hari
       ke penjara.
       Terkadang, Syuraih meragukan sebagian saksi. Namun dia tidak
       mendapatkan jalan untuk menolak kesaksiannya, karena syarat
       keadilan telah mencukupi mereka, maka dia berkata kepada mereka
       sebelum mereka menyatakan kesaksiannya,
       “Dengarkanlah aku -mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada
       anda semua- Sesungguhnya yang menghakimi orang ini adalah kalian
       sendiri. Dan sesungguhnya aku hanya menjaga diri dari api neraka
       melalui kalian. Karena itu, bila kalian sendiri yang berlindung
       darinya adalah lebih utama lagi.”
       Sekarang memungkinkan bagi kalian untuk tidak memberikan
       kesaksian dan berlalu.
       Jika mereka bersikeras untuk bersaksi, Syuraih menoleh kepada
       orang yang mereka bersaksi untuknya, seraya berkata,
       “Ketahuilah, wahai tuan, sesungguhnya aku mengadili anda melalui
       kesaksian mereka. Dan sesungguhnya aku melihat anda adalah orang
       yang dzalim. Akan tetapi aku tidak boleh memberikan putusan
       berdasarkan sangkaan, tetapi berdasarkan kesaksian para saksi.
       Dan sesungguhnya keputusanku, tidak menghalalkan sama sekali apa
       yang diharamkan Allah terhadapmu.”
       Dan ungkapan yang sering diulang-ulang oleh Syuraih di ruang
       sidangnya adalah perkataannya,
       “Besok orang dzalim akan mengetahui siapa yang rugi.
       Sesungguhnya orang yang dzalim sedang menunggu siksa. Sedangkan
       orang yang teraniaya menunggu keadilan. Dan sesungguhnya aku
       bersumpah kepada Allah, bahwa tidak ada seorangpun yang
       meninggalkan sesuatu karena Allah Azza wa Jalla, kemudian dia
       merasa kehilangannya.”
       Syuraih bukan hanya sebagai penasehat karena Allah, Rasul-Nya
       dan Kitab-Nya saja, akan tetapi dia juga penasehat untuk
       kalangan awam dan kalangan khusus kaum muslimin semua.
       Salah seorang dari mereka meriwayatkan, “Syuraih memperdengarkan
       kepadaku suatu ucapan saat aku mengadukan sebagian sesuatu yang
       meresahkanku karena ulah seorang kawanku.
       Lantas Syuraih memegang tanganku dan menarikku ke pinggir seraya
       berkata,
       “Wahai anak saudaraku, janganlah kamu mengadu kepada selain
       Allah Azza wa Jalla. Karena sesungguhnya orang yang kamu mengadu
       kepadanya, bisa jadi dia adalah kawanmu atau musuhmu. Kalau dia
       kawan, berarti kamu akan membuatnya bersedih. Dan kalau dia
       musuh, maka kamu akan ditertawakannya.”
       Kemudian dia berkata, “Lihatlah mataku ini -dan dia menunjuk ke
       salah satu matanya- Demi Allah, aku tidak bisa melihat seseorang
       dan jalan karenanya sejak lima belas tahun lalu. Sekalipun
       demikian, aku tidak ceritakan kepada siapapun mengenainya,
       kecuali kepadamu sekarang ini. Tidakkah kamu mendengar ucapan
       seorang hamba yang shaleh (yakni Nabi Ya’qub alaihissalam),
       ‘Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan
       kesedihanku.’ (QS. Yusuf: 86). Maka jadikanlah Allah ‘Azza Wa
       Jalla sebagai tempat mengadu dan melampiaskan kesedihanmu setiap
       kali musibah menimpamu.
       Karena Dia adalah Dzat Yang paling Dermawan dan Yang paling
       dekat untuk diseru.”
       Pada suatu hari, dia melihat ada seseorang sedang meminta
       sesuatu kepada orang lain, lalu dia berkata kepadanya,
       “Wahai anak saudaraku, siapa yang memohon hajat kepada manusia,
       maka dia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perbudakan. Jika
       orang yang diminta itu memberinya, maka dia telah menjadikannya
       budak karena pemberian itu.”
       Dan jika orang itu tidak memberinya, maka keduanya akan kembali
       dengan kehinaa. Yang satu, hina karena bakhil sedangkan yang
       satu lagi hina karena ditolak.Maka jika kamu meminta, mintalah
       kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, memohonlah
       pertolongan kepada Allah.
       Dan ketahuilah, bahwa tidak ada upaya, kekuatan dan pertolongan
       kecuali dengan Allah.
       Saat suatu ketika, di Kufah telah mewabah penyakit Tha’un, lalu
       salah seorang sahabat Syuraih kabur dari sana menuju ke Najef
       untuk menyelamatkan diri dari penyakit tersebut, maka Syuraih
       mengirim surat kepadanya,
       “Amma ba’du, Sesungguhnya daerah yang kamu tinggalkan tidak
       mendekatkan kematianmu dan tidak juga merampas hari-harimu.Dan
       sesungguhnya daerah yang kamu pindah ke sana adalah berada dalam
       genggaman Dzat Yang tidak bisa dikalahkan dengan usaha dan tidak
       akan luput pelarian itu dari-Nya.
       Dan sesungguhnya kami dan kamu juga berada di atas hamparan Raja
       Yang Satu.Dan sesungguhnya Najef adalah sangat dekat dari Dzat
       Yang Maha Kuasa.”Di samping hal itu semua, Syuraih juga seorang
       penyair, mudah dicerna, manis penyampaiannya dan tema-temanya
       begitu memikat.
       Menurut suatu riwayat, dia mempunyai seorang anak berumur
       sekitar sepuluh tahun, dan anak itu lebih suka meghabiskan waktu
       untuk bermain dan berhura-hura.Pada suatu hari dia kehilangan
       anak itu, dan ternyata anak itu tidak masuk sekolah dan
       menggunakan waktu tersebut untuk melihat anjing-anjing.
       Dan ketika anak itu pulang, dia bertanya kepadanya, Apakah kamu
       sudah shalat? Maka anak itu menjawab, Belum. Lalu Syuraih
       meminta kertas dan pena, lalu menulis surat kepada guru anak itu
       dalam untain berikut:
       Anak ini meninggalkan shalat karena mencari anjing-anjing.
       Mengincar kejelekan bersama anak-anak nakal
       Sungguh dia akan menemuimu besok membawa secarik lembaran
       Dituliskan untuknya seperti lembaran pemohon (minta dieksekusi)
       Jika dia datang kepadamu, maka obatilah dengan celaan
       Atau nasehati dengan nasehat orang bijak lagi cerdik
       Jika ingin memukulnya, maka pukullah dengan alat
       Jika pukulan telah sampai tiga kali, maka hentikanlah
       Ketahuilah bahwa anda tidak akan mendapatkan sepertinya
       Apapun yang diperbuatnya, ia adalah jiwa yang paling berharga
       bagiku
       Mudah-mudahan Allah meridhai Umar al-Faruq yang telah menghias
       wajah peradilan Islam dengan permata yang mulia lagi asli.
       Mutiara yang putih dan tampak menawan.
       Beliau telah memberikan lentera terang kepada kaum muslimin yang
       hingga sekarang mereka masih mengambil sinar kefiqihannya
       terhadap syari’at Allah.
       Berpetunjuk dengan cahaya kefahamannya terhadap Sunnah
       Rasulullah. Dan berbangga dengannya terhadap umat-umat lain pada
       hari kiamat. Mudah-mudahan Allah merahmati Syuraih al-Qadhli.
       Dia telah menegakkan keadilan di tengah manusia selama enam
       puluh tahun, tidak pernah berbuat dzalim terhadap siapapun,
       tidak pernah melenceng dari kebenaran serta tidak pernah
       membedakan antara raja dan masyarakat biasa. &#42880;1
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-daftar-isi-terbaru-9654ahlulhadits-9488(semua-artikel)/msg1073/#msg1073<br
       />&#42880;2(boards&#9488;II)
  HTML http://iscm.createaforum.com/coming-soon/10043-muslim-reading-forum-(boards9488ii)/msg1100/#msg1100
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/nrCGW3GXjq/s25/18c85862be0/printer[/img]
       &#7434;&#7424;&#7458;&#7424;&#7435;&#7452;&#7437;&#7452;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#7435;&#668;&#7424;&#618;&#640;&#7424;&#628;
       &#665;&#7424;&#7424;&#640;&#7424;&#7435;&#7424;&#671;&#671;&#7424;&#668;&#7452;
       &#42800;&#618;&#618;&#7435;&#7452;&#7437;
       [IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wJYa76tKku/s25/18c977b04d8/warning2[/img]<br
       />[IMG]
  HTML https://www.4shared.com/img/wLHyL--Ege/s25/18c853519f8/colored-pencils-colorful-color[/img]
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]
       SUMBER: ath-Thabaqat al-Kubra, oleh Ibnu Sa’d, 6/11, 34, 94,
       108, 109, 170, 206, 268, dan 7/151, 194, 453 dan 8/ 494, Shifat
       ash-Shafwah, oleh Ibnu Al-Jauzi (cetakan Halb), 3/38. Hilyatu
       al-Auliya, oleh Al-Ashfahani, 4/256-258. Tarikh ath-Thabari,
       oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari, Jilid 4,5,6 (Lihat daftar isi di
       jilid 10), Tarikh Khalifah Ibnu Khayyath, 129, 158, 184, 217,
       251, 266, 298, 304. Syadzarat adz-Dzahab, 1/85-86. Fawat
       al-Wafayat, 2/167-169. Kitab al-Wafayat, oleh Ahmad ibn Hasan
       ibn Ali ibn Al-Khathib, 80-81.
       ---------------------------------------------------------
       [size=9pt]Ketentuan Penyalinan: Seluruh materi dalam blog ini
       boleh diperbanyak dalam bentuk apapun asalkan dengan tujuan
       dakwah dan non komersil, dengan mencantumkan URL blog www.
       ahlulhadist.wordpress.com. Ketentuan ini dikecualikan dari
       materi yang kami nukil dari situs/blog lainnya, maka ketentuan
       penyalinan materi dikembalikan kepada situs yang berkaitan.
       Akhirul kalam, semoga kaum muslimin, terutama di Indonesia dan
       negara jiran bisa mengambil manfaat dari blog ahlulhadist. Dan
       semoga ALLAH Rabb yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi,
       menjadikan blog/artikel ini sebagai amalan yang ikhlas mencari
       wajah-Nya.
       Wasshalatu wasalamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi
       washahbihi ajma’in.
       Disalin kembali oleh: Abdillah Ahmad, Bandung, Indonesia.
       ____________
       &#665;&#7424;&#610;&#618; &#655;&#7424;&#628;&#610;
       &#7437;&#7431;&#628;&#610;&#7428;&#7439;&#7448;&#655;-&#7448;&#7424;s&#7451;&#7431;
       &#7424;&#610;&#7424;&#640;
       &#7429;&#618;s&#7431;&#640;&#7451;&#7424;&#7435;&#7424;&#628;
       &#7452;&#640;&#671;-&#628;&#655;&#7424;
       &#7429;&#618;&#671;&#7424;&#640;&#7424;&#628;&#610;
       &#7452;&#628;&#7451;&#7452;&#7435;
       &#7429;&#618;&#7435;&#7439;&#7437;&#7431;&#640;s&#618;&#671;&#7435;&#7424;&#628;
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       ---------------------------------------------------------
       [right][URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/][IMG]https://www.4shared.com/img/O2yJlmFTfa/s25/1920326c348/ds2[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/resources/176917581769-biografi-ahlul-hadits-para-sahabat-tabiin-dan-tabiut-tabiin-beserta/][IMG]https://www.4shared.com/img/9PFMbaWQjq/s25/192029cafa0/table_of_content__TOC60_[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/306/para-'ulama-ahlul-hadits/msg1036/#msg1036][IMG]https://www.4shared.com/img/7_Dx_mC6jq/s25/192033503b8/forum1a[/img][/URL]<br
       />[URL=
  HTML http://iscm.createaforum.com/para-ulama-ahlul-hadits-16/][IMG]https://www.4shared.com/img/ckcBYfnhge/s25/192033c4718/forum3a[/img][/URL][/right]
       *****************************************************
       Page 1 of 1